HUMAS-Hari ini merupakan hari penting dalam sejarah perjalanan pengembangan kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Wakil Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Yahya Hasan Alqahtany dan CEO Saudi Fund for Development (SFD) Sultan bin Abdulrahman Almarshad beserta rombongan berkenan hadir dalam momentum peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan kampus 3 UIN Malang di Kota Batu, Kamis (17/3).
Dalam sambutannya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H.M Zainuddin, MA menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama RI Yaqut Colil Qoumas atas kebijakan-kebijakannya yang strategis dalam pengembangan pendidikan Islam, upayanya dalam menebarkan moderasi Islam di Indonesia serta restunya dalam pengembangan kampus UIN Malang.
Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi atas perhatiannya terhadap jalinan kerjasama antara Indonesia dan Arab Saudi dan secara khusus berterima kasih kepada SFD atas dukungan konkrit dalam proyek pengembangan kampus. "Semoga mega proyek ini bisa berjalan lancar dan tuntas," harapnya.
Prof. Zainuddin juga menyampaikan permohonan maaf atas penundaan pelaksanaan proyek dari jadwal semestinya karena harus menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah dalam menghadapi pandemic COvid-19. Meski demikian, UIN Malang tidak berhenti bekerja karena proyek pengembangan ini merupakan program prioritas kampus. "UIN Malang selalu siap mengerahkan semua upaya agar proyek ini dapat berjalan dengan baik," tegasnya.
UIN Malang, kata mantan WR 1 sejak awal telah berkomitmen untuk mewujudkan visinya menjadi perguruan tinggi unggul bereputasi internasional dengan konsep integrasi ilmu dan agama. "Intergrasi di sini berarti semua kegiatannya berlandaskan ajaran dan nilai agama Islam yang berasal dari sumber aslinya yaitu Alquran dan Sunnah," terangnya.
UIN Malang memiliki asrama pesantren mahasiswa yang disebut dengan ma’had yang dihuni oleh mahasiswa untuk belajar dan mengafal Al-Quran, hadis, Bahasa Arab, ilmu-ilmu, nilai-nilai keislaman lainnya serta sikap moderasi beragama sehingga UIN Malang menjadi kampus pertama yang di Indonesia yang memiliki mahad (pesantren kampus)
UIN Malang juga mengajarkan Bahasa Arab kepada seluruh mahasiswa dari berbagai jurusan tanpa terkecuali agar mahasiswa mampu mengakses secara langsung pemikiran-pemikiran Islam yang ditulis dengan Bahasa arab serta mampu menggali dari sumber aslinya yang memang berbahasa Arab yaitu Alquran dan Sunnah.
Dalam upaya pengembangannya menjadi uiniversitas kelas dunia, UIN Malang tidak bekerja sendiri. UIN Malang memiliki sejarah emas dalam hal kerja sama dengan pihak Arab Saudi baik dalam bidang pendidikan maupun layanan ibadah haji. UIN Malang pernah menjadi proyek percontohan kesuksesan proyek pengembangan kampus di Kawasan Asia Tenggara bekerja sama dengan Islamic Development Bank Arab Saudi.
Pengembangan kali ini bekerja sama dengan Saudi Fund for Development (SFD) Arab Saudi diharapkan dapat kembali menjadi proyek percontohan pengembangan kampus di level yang lebih tinggi di Kawasan Asia. Pengembangan kali ini merupakan proyek pembangunan kampus 3 yang mencakup pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Gedung Pusat Riset dan Data, Gedung Islamic Tutorial Teaching, Gedung Laboratorium dan Asrama Pesantren Mahasiswa (mahad). "Semua Gedung ini membentuk satu kata ‘Ar-Rahiim’ dalam Aksara Arab yang merupakan bagian dari keseluruhan pengembangan Gedung kampus yang membentuk lafad Bismillahirrahmanirrahim," paparnya.
Semoga hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi tetap kuat dan Allah jadikan proyek ini berjalan lancar dan memberikan balasan kebaikan kepada semua pihak yang berkontribusi dalam upaya pengembangan kampus ini.
HUMAS-Pagi ini Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Khotmil Quran, Istighotsah dan Sahalawat bersama dalam rangka grand launching pengembangan pembangunan kampus tiga tahap dua di atas lahan seluas 250 hektar yang berada di Kota Batu, Kamis (17/3).
Dijadwalkan seremoni peletakan batu pertama ini akan dilaksanakan pukul 11.30 WIB dengan dihadiri Sultan Abdulrahman Al-Marshad Chief Executive Officer the Saudi Fund for Development serta tamu undangan.
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA berharap doa para kiai di momen pembangunan ini menambah keberkahan terhadap kampus berlogo ulul albab ini.
Alhamdulillah hari ini sfd telah menyepakati pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan kampus tiga dengan desian bangunan yang membentuk kali grafi bismillahirrahmanirrahim. Akan tetapi yang akan dibangun duluan bangunan yang arrahim yang diperkirakan akan menghabiskan dana 1 triliunan. "Pembangunan ini tentu akan dilaksanakan secara bertahap dan tentu akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit jika bangunanya sempurna membentuk kaligrafi bismillahirrahmanirrahim," paparnya.
Kampus tiga ini diproyeksikan akan menjadi kampus terbesar dan termegah dengan desain yang unik serta untuk menggambarkan karakter lulusan UIN Maliki yaitu memiliki akhlak yang baik, dengan disiplin keilmuan yang terintgrasi dunia kampus dengan pondok. "Maka dari itu, mahasiswa baru UIN Malang wajib tinggal di asrama," terangnya.
Semoga, dengan doa para kiai yang hadir dalam acara peletakan batu pertama ini bisa menjadikan UIN Malang semakin berkah dan berkembang. "Semoga UIN Malang bisa menjadi destinasi pendidikan Islam terbesar dan bisa menjadi pusat peradaban," harapnya.
Reporter dan foto: Putut Wahyu Hardiyanto
HUMAS-Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki) menyelenggarakan pelatihan yang ditujukan kepada para pengurus dan seluruh anggotanya. Kali ini berbeda dengan pelatihan yang pada umumnya digelar oleh kaum ibu atau istri para PNS karena agenda yang mngusung tema Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Dalam Keberagaman Anggota DWP UIN Maliki Malang ini menggelar pelatihan perawatan jenazah. Berlokasi di Gedung Halaqoh, Ma'had Aly Kampus 1.Rabu(16/3)
Dalam sambutannya sebelum dimulainya acara inti pelatihan tersebut, ketua DWP UIN Maliki Malang, Dra. Shofiyah Zainuddin menyampaikan tujuan diadakannya pelatihan itu adalah untuk memberikan wacana, ilmu pengetahuan yang lebih mendalam dan pengalaman terutama tentang tata cara perawatan jenazah yang benar sekaligus memberikan praktik edukasi secara langsung.
"Oleh karena itu Saya berharap kepada para hadirin semua di sini untuk bisa mengikuti acara ini dari awal hingga selesai secara serius dan fokus agar tujuan dari pelatihan ini nanti hasilnya bisa maksimal dan bisa sampai ke masyarakat sekitar kita", ungkapnya.
Sementara itu, pelatihan yang berdurasi kurang lebih dua jam ini mengundang narasumber yang tidak asing lagi bagi para seluruh warga DWP UIN Maliki bahkan juga bagi para sivitas akademika. Beliau memang berkompeten, sangat mumpuni dan cukup ahli di bidang Fiqih, yakni Dr. Hj. Sulalah, M. Ag. Beliau memiliki ciri khas tersendiri dalam menyampaikan materi pelatihan sehingga tahap pemaparan teori hingga praktik pelatihan perawatan jenazah bisa berlangsung lancar dan efisien.
Acara dihadiri kurang lebih 30 peserta keluarga besar DWP UIN Maliki sehingga dalam tahap praktik dibagi beberapa kelompok dengan anggotanya tiga orang di tiap kelompoknya.Turut hadir juga ibu Dra. Hj. Jamillah Abdullah, salah satu senior yang merupakan istri dari ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof. Dr. A. Muhtadi Ridwan, MA(ptt)
HUMAS-Apel pagi kali ini di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serasa berbeda dengan sebelumnya. Pasalnya, agenda rutin setiap Senin pagi di teras depan Gedung Rektorat Ir. (HC) Soekarno ini yang ditugaskan kepada Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) langsung dinahkodai sendiri oleh Dekan Saintek, yakni Dr. Sri Harini, M. Si. Bertindak sebagai pembina apel pagi ini, Sri Harini menyampaikan amanat tentang loyalitas dan integritas ASN di UIN Maliki Malang. Senin(14/3)
Dalam sambutannya, Bu Rini begitu sapaan akrab Dekan Saintek UIN Maliki ini menyampaikan bahwa kehadiran para peserta upacara atau apel pagi merupakan bentuk perwujudan dari adanya loyalitas, dedikaksi, komitmen serta integritas yang tinggi sebagai aparatur sipil negara(ASN). Oleh karena itu, menurutnya dalam menjalankan tugas sebagai ASN, yang negara butuhkan sebenarnya adalah komitmen dan loyalitas dalam membangun integritas budaya kinerja. Ia juga menambahkan sebagai ASN harus bisa tegas dan profesional. Misalnya dalam menilai kinerja tidak boleh berbasis pertemanan atau yang lainnya tetapi harus riil sesuai dengan kondisi yang ada. "Di luar kita saudara, kita bersahabat tetapi di dalam lembaga kita adalah satu sebagai aparatur negara yang bersama-sama harus mampu mengontrol, saling mengawasi dan menegakkan budaya disiplin! ", tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bu Rini mengucapkan terimakasih atas kehadiran para peserta upacara dan ia berharap dengan adanya apel pagi bisa menjadi awal pergerakan bersama dalam membangun budaya integritas yang lebih baik lagi.(ptt)