MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Koperasi Mahasiswa (Kopma) Padang Bulan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Dalam ajang Pekan Koperasi Nasional 2025 yang digelar oleh Kopma UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 3–5 November 2025, tim Kopma Padang Bulan berhasil meraih Juara II dalam dua kategori sekaligus, yakni Lomba Business Plan dan Lomba Essay.
Delegasi Kopma Padang Bulan yang tergabung dalam tim XCEED terdiri dari M. Qurais Shihab, Rico Indrawanto, dan Hafidz Insanu Izza Al-Maris. Ketiganya melalui proses panjang, mulai dari penyusunan konsep karya, pengembangan ide bisnis, hingga tahap presentasi di hadapan dewan juri. Dengan kerja sama yang solid dan ide kreatif yang aplikatif, tim ini sukses membuktikan kapasitas serta semangat inovatif mahasiswa UIN Malang.
Pekan Koperasi Nasional 2025 sendiri menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang pertukaran gagasan bagi koperasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini diwarnai dengan berbagai lomba, forum diskusi, serta pelatihan kewirausahaan yang mendorong mahasiswa untuk lebih berdaya secara ekonomi dan berpikir kreatif di era modern.
Capaian membanggakan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berkoperasi, kolaborasi, dan kreativitas anggota Kopma Padang Bulan mampu mengharumkan nama UIN Maliki Malang di tingkat nasional. Ke depan, Kopma Padang Bulan berkomitmen untuk terus berinovasi, mengembangkan potensi anggota, serta memperkuat peran koperasi mahasiswa sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di lingkungan kampus maupun masyarakat.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Halal Center Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan "Pembekalan KKM Unggulan Halal Center Tahun Akademik 2025/2026" pada Sabtu, 8 November 2025. Kegiatan ini merupakan langkah persiapan esensial untuk membekali puluhan mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai kebijakan, regulasi, dan praktik lapangan di bidang Jaminan Produk Halal (JPH) sebelum mereka diterjunkan ke masyarakat.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Mohammad Mahpur, M.Si. Dalam sambutannya, Dr. Mahpur menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Halal Center yang secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai dan keilmuan halal ke dalam program inti pengabdian kepada masyarakat.
Beliau menegaskan bahwa KKM Unggulan ini memiliki nilai strategis karena menjawab kebutuhan riil di masyarakat, seiring dengan implementasi mandatori halal di Indonesia. "Kami berharap para mahasiswa yang mengikuti KKM Unggulan Halal ini dapat benar-benar menjadi agen perubahan di lokasi pengabdian," ujar Dr. Mahpur.
Sesi materi inti diawali oleh Ketua Halal Center UIN Malang, Ibu Eny Yulianti, M.Si. Beliau membawakan materi krusial bertajuk “Kebijakan dan Regulasi Jaminan Produk Halal (Self Declare)”. Pemaparan ini berfokus pada regulasi terbaru, khususnya mekanisme self declare atau pernyataan halal mandiri yang kini menjadi fokus utama pemerintah untuk mengakselerasi sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK).
Pembekalan dilanjutkan dengan materi kedua yang memperkuat landasan spiritual dan konseptual program. Ibu Rifqi Abqoriya, M.Pd, memaparkan materi tentang “Konsep dan Pelaksanaan KKM Halal serta Ketentuan Syari’at Islam terkait JPH”.
Dalam sesinya, Ibu Rifqi menjelaskan bahwa KKM Halal ini memiliki dimensi ganda. Di satu sisi, ini adalah bentuk pengabdian masyarakat yang terukur, namun di sisi lain, ini adalah sarana dakwah dan penerapan nilai-nilai keislaman secara langsung. Ia merinci bagaimana ketentuan syariat Islam menjadi dasar dari seluruh proses JPH, mulai dari hulu hingga hilir, yang harus dipahami mahasiswa sebelum mendampingi masyarakat.
Melalui pembekalan yang komprehensif ini, Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menaruh harapan besar kepada para peserta. Seluruh mahasiswa KKM Unggulan Halal diharapkan mampu mengemban amanah sebagai pelopor sekaligus pendamping masyarakat dalam penerapan prinsip-prinsip halal. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan dapat membawa nama baik almamater sebagai salah satu pusat rujukan dan pengembangan ekosistem halal terdepan di Indonesia. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Langit malam Kota Malang terasa berbeda pada Sabtu malam ini. Di lapangan utama Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, gemerlap lampu dan lantunan nada menyatu dalam satu harmoni penuh kebahagiaan. Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Malang Raya berkumpul dalam Maliki Festival, sebuah perayaan musik dalam rangka memperingati Dies Maulidiyah ke-64 UIN Malang, 8 November 2025
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Prof. Dr. H. Triyo Supriyanto, M.Ag., Wakil Rektor III UIN Malang, yang menegaskan pentingnya seni dalam kehidupan. “Musik adalah seni dan budaya hidup. Tanpa seni, hidup terasa hampa. Malam ini kita tunjukkan bahwa seni musik di Indonesia masih kita budayakan,” ujarnya di hadapan ribuan penonton yang menyambut dengan tepuk tangan meriah.
Alunan musik dari berbagai genre pun menggema, menciptakan suasana yang hidup dan penuh semangat. Setiap denting nada seolah mengajak semua yang hadir untuk melepas penat dari rutinitas akademik dan kesibukan harian. Mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum larut dalam kebersamaan, bernyanyi dan bergembira di bawah cahaya lampu yang menari di langit malam.
Penampilan Last Child di Malam Euphoria Night Maliki Festival
Yang menarik, meski suasana penuh euforia, acara ini tetap berlangsung tertib dan aman. Panitia bersama tim keamanan kampus menjaga jalannya kegiatan agar bebas dari hal-hal negatif seperti minuman keras atau keributan. Semuanya menikmati malam penuh seni dalam batas-batas aturan yang dijunjung tinggi oleh sivitas akademika UIN Malang.
Maliki Festival malam itu bukan sekadar hiburan, tetapi juga simbol bahwa UIN Malang terus menumbuhkan semangat seni dan budaya sebagai bagian dari kehidupan kampus yang religius, berprestasi, dan berbudaya. Langit Malang yang gelap seolah terselimuti cahaya bahagia — malam di mana musik, persaudaraan, dan spiritualitas bersatu dalam satu harmoni.
Reporter : Faiqotul Himmah
Fotografer : Baem al-Hanif & Al Berda Salma Fariha
PERSIAPAN: WR 4 Prof. Dr. Abdul Hamid bersama Dr. Sutaman saat rapar koordinasi persiapan halaqah nasional. Rabu, 5 November 2025.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran pesantren sebagai pilar pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. Bersinergi dengan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, UIN Malang akan menggelar Halaqah Akbar bersama 200 kiai se-Jawa Timur pada 27–28 November 2025 mendatang. Kegiatan strategis ini akan dipusatkan di Kampus 3 Ar-Rahim UIN Malang. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Abdul Hamid, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari mandat resmi Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI dalam upaya memperkuat koordinasi antarpondok pesantren di Jawa Timur. “Pertemuan dewan kiai pengasuh pondok pesantren ini adalah amanah dari Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag RI. Melalui halaqah ini, kita ingin memperkokoh sinergi dan soliditas dunia pesantren demi terjaganya keutuhan NKRI di bumi pertiwi,” ungkap Prof. Abdul Hamid. Lebih lanjut, Prof. Hamid menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum istimewa bagi UIN Malang. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan hadir dalam acara tersebut untuk meresmikan Gedung Ar-Rahim — simbol komitmen UIN Malang dalam pengembangan pusat studi keislaman dan pesantren. Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag RI melalui program ini menegaskan tiga fokus utama penguatan pesantren, yakni di bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam bidang pendidikan, pesantren diharapkan semakin berkualitas melalui peningkatan kurikulum dan kompetensi guru. Dalam bidang dakwah, pesantren akan terus menjadi pusat penyebaran Islam yang moderat, toleran, dan damai. Dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pesantren diarahkan menjadi sentra ekonomi umat yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Sinergi antara kampus dan pesantren ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran pesantren di era modern tanpa meninggalkan akar tradisi keislaman yang luhur. “Kami ingin menjadikan halaqah ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk meneguhkan peran pesantren sebagai benteng moral dan penjaga keutuhan bangsa,” pungkas Prof. Hamid optimistis.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk “FM Youth Class Foria”, hasil kolaborasi antara MFM Radio, Bakorwil III Jawa Timur Malang, dan UIN Malang. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 6 November 2025 di Aula Micro Teaching Lantai 2 FITK UIN Malang dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi. Kamis 6 November 2025.
Acara ini mengangkat tema tentang “Personal Branding, Public Speaking, dan Pemanfaatan Media Sosial di Era Digital”. Para peserta diajak berinteraksi langsung melalui berbagai praktik menarik yang membangun kepercayaan diri serta keterampilan komunikasi. Antusiasme peserta terlihat jelas dari bahasa tubuh (body language) mereka yang menunjukkan semangat dan rasa percaya diri selama mengikuti kegiatan.
Materi yang disampaikan mencakup strategi personal branding melalui penampilan, make-up, dan warna pakaian, serta teknik berbicara di depan umum (public speaking) yang efektif. Selain itu, kegiatan ini juga mengulas pentingnya peran media sosial dalam mendukung komunikasi pemerintahan dan lembaga sosial di Jawa Timur, sejalan dengan fokus Bakorwil III Malang dalam memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurut panitia, kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan, lembaga pemerintah, dan media. Kolaborasi ini bertujuan menyiapkan mahasiswa UIN Malang khususnya yang berasal dari berbagai jurusan non-keislaman agar memiliki keterampilan komunikasi publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja modern.
Dengan semangat “Learning by Doing”, FM Youth Class Foria berhasil menciptakan suasana belajar yang interaktif dan inspiratif, sekaligus memperkuat komitmen UIN Malang dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing dan siap berkontribusi untuk Jawa Timur dan Indonesia.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Sebuah rombongan pimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, yang dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. H. Ilfi Nur Diana, M.Si, melaksanakan lawatan kerja strategis ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Kamis, 6 November 2025. Kunjungan ini memiliki tujuan pokok untuk mengkaji potensi kolaborasi di ranah penelitian dan pengabdian masyarakat, sekaligus mengadopsi gagasan kampus hijau IKN untuk diterapkan pada pengembangan Kampus 3 UIN Malang.
Rombongan pimpinan UIN Malang, yang mencakup para Wakil Rektor (I, II, III), Kepala Biro AUPK, Kepala Biro AAKK, serta Direktur Pascasarjana, disambut secara resmi oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Dalam pertemuan yang bertempat di lantai 3 gedung administrasi Otorita IKN, Basuki, yang populer sebagai Menteri PUPR di masa pemerintahan Joko Widodo, hadir bersama Sekretaris Jenderal dan tiga deputi Otorita IKN untuk menggelar sesi diskusi dan tukar pikiran.
Prof. Ilfi Nur Diana menguraikan tiga agenda pokok kedatangan delegasi UIN Malang ke IKN. Yakni mereka bertujuan mempelajari dampak sosial dan ekonomi yang timbul dari proses pembangunan sebuah kota baru. Agenda kedua adalah langkah nyata untuk menggali potensi kolaborasi, baik dalam bentuk sumbangsih gagasan, penelitian, maupun program pengabdian, sebagai wujud keterlibatan UIN Malang dalam pembangunan Ibu Kota Baru. Agenda ketiga, yang menjadi fokus sentral lawatan ini, adalah keinginan pimpinan UIN Malang untuk mendalami konsep green building dan green landscaping yang menjadi karakteristik fundamental serta filosofi inti dalam pembangunan IKN.
Rektor UIN Malang menekankan adanya keterkaitan visi yang erat antara Otorita IKN dan rancangan pengembangan Kampus 3. “Ada keselarasan antara mission and design pembangunan kampus 3 yang menjadi ikon dan kebanggaan sivitas kampus dan warga Malang secara umum. Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai spiritual, intelektual, dan keberlanjutan lingkungan yang menjadi fondasi pembangunan kampus 3 terinspirasi oleh design, capaian dan semangat pembangunan IKN,” tandasnya.
Lawatan kerja UIN Malang tersebut mendapat tanggapan yang sangat positif dari Kepala Otorita IKN beserta jajarannya. Diskusi hangat itu berhasil mencapai satu mufakat yang nyata untuk kolaborasi di masa mendatang. Telah dicapai kesepahaman antara Rektor UIN Malang dan Kepala Otorita IKN bahwa kedua institusi akan selekasnya merancang draf kerja sama (MoU) yang akan menjadi payung hukum bagi beragam program kolaboratif. Sebagai realisasi yang cepat dan konkret, Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tersebut menjamin akan mengutus tim ahlinya berkunjung langsung ke Malang. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Syaiful Mustofa, M.Pd., M.A., menjadi narasumber utama dalam kegiatan Workshop Integrasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Kurikulum Pembelajaran yang diselenggarakan oleh UIN Sumatera Utara Medan. Rabu 5 November 2025.
Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan bekal kepada para dosen agar mampu mengintegrasikan hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam kurikulum pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan penelitian dan pengabdian yang telah dilakukan tidak hanya menjadi laporan administratif, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkaya materi ajar dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas.
Dalam pemaparannya, Dr. Syaiful Mustofa menegaskan pentingnya menjadikan hasil riset dan pengabdian sebagai bagian dari siklus akademik yang berkelanjutan antara penelitian, pengabdian, dan pembelajaran.
“Hasil riset dan PkM tidak hanya untuk memenuhi BKD, tetapi harus dimanfaatkan untuk rekognisi lain, termasuk sebagai bahan materi perkuliahan di kelas,” ujarnya penuh semangat. Materi yang disampaikan Dr. Syaiful mendapat apresiasi tinggi dari peserta karena disampaikan secara komunikatif, ilmiah, dan relevan dengan kebutuhan akademik dosen. Ia juga menekankan bahwa integrasi hasil riset dan pengabdian ke dalam bahan ajar akan menciptakan pembelajaran yang kontekstual, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta mampu meningkatkan daya kritis mahasiswa.
Kehadiran Dr. Syaiful Mustofa sebagai pemateri utama dalam workshop tingkat nasional ini menjadi bukti nyata kiprah dan kontribusi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperkuat mutu akademik dan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi Islam. Melalui partisipasi aktif dosennya dalam berbagai forum ilmiah, UIN Malang terus menunjukkan komitmennya sebagai kampus rujukan nasional dalam integrasi keilmuan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Sertifikasi Dosen Tahun 2025 pada Rabu, 5 November 2025 yang bertempat di Auditorium Lantai IV Gedung Saintek. Kegiatan ini diikuti oleh 111 calon dosen sertifikasi yang berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Malang.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Sc., serta dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Drs. H. Basri Zain, M.A., Ph.D, dan juga Kepala Biro AAKK, Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Pd.
Dalam sambutannya, Prof. Sri Harini menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para dosen untuk memperkuat profesionalitas dan komitmen akademik. Menurutnya, sertifikasi dosen tidak sekadar proses administratif, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap kompetensi dan dedikasi seorang pendidik.
“Sertifikasi dosen adalah cerminan integritas dan tanggung jawab kita sebagai pendidik. Melalui proses ini, diharapkan para dosen UIN Malang mampu terus menjaga mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Drs. Basri Zain dalam sambutannya menekankan pentingnya etos kerja, produktivitas publikasi ilmiah, dan keberdampakan riset. Ia mengaitkan hal tersebut dengan peran strategis perguruan tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi economic growth dan kemajuan teknologi. technological advancement
“Di Eropa dan Amerika, perguruan tinggi menjadi motor utama dalam menggerakkan ekonomi dan teknologi. Kita pun harus menuju ke arah itu — menjadi creator dalam perubahan, bukan hanya pengikut. Dosen yang produktif dan beretos tinggi akan membawa dampak besar bagi masyarakat dan bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau juga menambahkan bahwa dalam upaya memperbanyak publikasi ilmiah, dosen harus tetap mempertimbangkan kekayaan teoritis dan wawasan keilmuan agar tidak terjadi ketimpangan antara produktivitas dan kualitas akademik.
“Publikasi memang penting, tetapi jangan sampai semangat produktivitas justru mencederai marwah akademik. Setiap karya ilmiah harus berakar pada kedalaman teori dan wawasan keilmuan yang kokoh. Hal ini sejalan dengan visi UIN Malang untuk menjadi World Class University yang berkarakter dan berintegritas,” ungkap Pak Basri.
Senada dengan itu, Dr. Muhtar Hazawawi menambahkan bahwa sertifikasi dosen harus menjadi pemacu semangat untuk terus berprestasi dan meningkatkan kinerja “Menjadi dosen tersertifikasi bukanlah akhir dari perjuangan, justru awal dari tanggung jawab baru. Kita harus terus belajar, berinovasi, dan menunjukkan kinerja terbaik dalam setiap bidang tridharma,” pesannya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif seputar mekanisme, tahapan, dan strategi sukses dalam menghadapi proses sertifikasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon dosen tersertifikasi semakin siap dan termotivasi untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di UIN Malang. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERWSITY - Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Academy of Islamic Civilisation, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) , menggelar "Joint Postgraduate Colloquium" di Kota Batu, Rabu, 5 November 2025. Kolaborasi akademik strategis ini berfokus pada dialog "Advance Islamic Studies" untuk memperkuat kemajuan ilmu pengetahuan dan keunggulan akademik bersama.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari undangan UTM yang diterima secara resmi oleh Pascasarjana UIN Malang. Dalam surat penerimaan kunjungan tertanggal 21 Oktober 2025, Direktur Pascasarjana UIN Malang, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., menyatakan bahwa UIN Malang merasa terhormat menjadi tuan rumah kolaborasi akademik yang bernilai tinggi ini.
Forum ini dihadiri oleh puluhan akademisi dan mahasiswa pascasarjana dari kedua institusi. Suasana diskusi di ruang pertemuan Pascasarjana UIN Malang, yang berlokasi di Jl. Ir. Soekarno No. 34, Kota Batu, berlangsung interaktif. Tema besar yang diusung dalam kolokium ini adalah "The Ulul Albab Journey: Faith, Knowledge & Global Leadership", yang selaras dengan filosofi pendidikan UIN Malang.
Inti dari kolokium bersama ini adalah sesi dialog "Advance Islamic Studies". Sesi ini secara khusus mempertemukan para dosen dan mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam (SI) UIN Malang dengan para akademisi dari Program Studi Islam (SI) Universiti Teknologi Malaysia. Fokusnya adalah untuk saling berbagi perkembangan riset terkini, metodologi penelitian, dan tantangan dalam studi Islam lanjutan di era kontemporer.
Kolaborasi ini mempertemukan dua institusi besar di negara serumpun. Pascasarjana UIN Malang, yang dikenal dengan pendekatan "Ulul Albab", berupaya mencetak intelektual yang memiliki kedalaman spiritual dan keluasan ilmu. Di sisi lain, Academy of Islamic Civilisation (Akademi Peradaban Islam) UTM, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Nasrul Hisyam Nor Muhamad, memiliki fokus kuat pada kajian sejarah dan peradaban Islam.
Keberhasilan kolokium ini menandai langkah penting UIN Malang dalam memperkuat posisinya di kancah akademik internasional, khususnya di kawasan ASEAN. Dengan mengusung semangat "Ulul Albab", UIN Malang dan UTM Malaysia berkomitmen untuk bersama-sama mencetak lulusan pascasarjana yang tidak hanya unggul dalam keimanan dan pengetahuan, tetapi juga siap menjadi pemimpin global. (af)