GEMA-Segenap panitia pelaksana Focus Group Discussion melakukan persiapan melalui rapat perdananya. Kegiatan yang bertajuk Strategi Menuju World Class University (WCU) tersebut direncankan akan mengundang Rektor Institut Teknologi Bandung Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA pada Jumat mendatang (18/1, Red). Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di ruang pertemuan Gedung Rektorat Lt.4. Senin (14/1). Mengawali koordinasi perdana, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA yang sekaligus penanggungjawab kegiatan meminta agar pelaksanaan FGD ini betul-betul dimaksimalkan, dia meminta agar seluruh pimpinan dan kepala unit serta lembaga bisa hadir dalam forum tersebut. Pasalnya, dalam FGD kali ini Prof. Kadarsah akan menyampaikan kiat-kiat sukses menuju WCU, dan UIN Maliki Malang saat ini sudah melakukan proses menuju WCU. “Saya berharap kehadiran beliau bisa kita manfaatkan untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari beliau, istilahnya nimba ilmu,” paparnya. Dalam kesempatan tersebut, diharapkan Prof. Kadarsah mebagikan tips bagiamana menjadikan perguruan tinggi yang bisa go internasional seperti yang sudah dilakukan ITB. “Dalam FGD kita harus aktif dan banyak bertanya bagaimana langkah-langkahnya,” pesanya. Sementara itu, Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menghimbau agar selama bulan Januari seluruh pimpinan diminta tidak melakukan kegiatan keluar kota. Pasalnya, perguruan tinggi yang berlogo ulul albab ini harus mempersiapakan diri untuk dilakukan akreditasi ulang oleh tim asesor dari BAN-PT. “Untuk itu saya menghimbau agar jangan ada satupun yang keluar kota apalagi melakukanperjalanan keluar negeri,” pintanya.
Segenap sivitas akademika UIN Malang saat menanam tanaman buah di samping Gedung Rektorat, Jumat, (11/1).
GEMA-Pagi ini, Segenap sivitas akademika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang galakkan Jumat bersih. Kerja bakti ini berlangsung di lingkungan kampus. Jumat, (11/01).
Kegiatan menanam pohon dan merawat lingkungan sekitar ini merupakan wujud mensyukuri nikmat alam yang telah Allah anugerahkan kepada segenap keluarga besar UIN Malang.
“Pohon yang berbuah ini mengisyaratkan bahwa kampus ini akan menghasilkan orang-orang yang bermanfaat juga,” tutur orang nowor wahid di kampus hijau ini. Menurutnya, hal ini senada dengan maqola arab yang berbunyi al ilmu bila amalin kassyajaroti bilaa tsamarin, ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon yang tak berbuah.
Selain menanam pohon, sivitas akademika kampus juga memperindah lingkungan sekitar dengan mengecat trotoar dan mengembangkan budidaya ikan di sungai. Hal ini diharapkan dapat membawa manfaat tidak hanya warga kampus, namun juga penduduk sekitar.
“Kegiatan seperti ini merupakan pendidikan bagi warga kampus, agar apa yang ada ini dapat dikelola agar bermanfaat dengan baik,” jelas Prof. Haris. (ig/syf/nhl)
REDESIGN: Salah satu mahasiswa tampak keluar dari perpustakaan pusat UIN Maliki Malang.
GEMA-Wujud baru perpustakaan kampus dengan desain berkelas merupakan sesuatu yang baru di awal tahun ini. Penggarapan tata ruang yang dimulai bulan september lalu ini telah rampung pada akhir tahun 2018. Proses pengerjaan selama empat bulan ini dilakukan demi kenyamanan mahasiswa.
“Wajah baru ini tidak spontanitas, butuh proses panjang untuk merealisasikannya,” tutur Faizuddin Harliansyah Kepala Perpustakaan Pusat, Kamis(10/1) kepada kontributor Gema. Menurutnya, rencana renovasi ini telah digagas sejak tahun 2013 lalu dan baru terealisasi di tahun 2018.Tidak heran jika lantai satu gedung K.H. Abdurrahman Wahid ini memiliki daya tarik yang berbeda pasca renovasi.
Dengan desain baru ini, suasana belajar disana menjadi semakin segar. Pintu masuk yang dulunya kecil kini terlihat sangat lebar. Dinding-dinding yang dulunya polos kini menjadi berwarna dengan adanya kata-kata mutiara. Kursi-kursi yang bervariasi memiliki nilai seni sendiri dan semakin menyegarkan pandangan. Dengan perubahan tata ruang seperti itu menjadikan tempat baca ini tampak kekinian dengadesain khas zaman now.
Master of Information Management (Library Studies)ini berharap, dengan desain baru ini mahasiswa yang datang semakin banyak dan perpustaan selalu ramai pengunjung. “Di tahun 2019 rencananya lantai dua perpustakaan akan direnovasi juga sebagai proyek ke 2, dan semoga lancar,” tutupnya.(gl/nhl)
LAYANAN: Salah satu staf perpustakaan melayani peminjaman buku kepada dua mahasiswi UIN Maliki Malang.
GEMA-Perpustakaan Pusat Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang baru selesei di renovasi, Selasa (25/12). Faizuddin Harliansyah Kepala Perpustakaan memberikan keterangan bahwa wajah baru ini terlihat sangat elok dengan desain generasi milenial. Tujuan utama dirombaknya lantai satu gedung ini adalah untuk menambah daya tarik dan minat baca mahasiswa.
“Belum ada desain interior perpustakaan seindah ini di kampus lain di Kota Malang,” ujar pak Faiz. Salah satu dosen UIN Malang ini juga mengaku sangat senang dengan perubahan ini. Menurutnya, mahasiswa kelihatan lebih banyak yang berkunjung daripada sebelumnya. Dulu mahasiswa ke perpustakaan hanya mencari buku saja, kini mereka datang dengan banyak aktifitas dan alasan yang beragam.
Lantai satu gedung K.H. Abdurrahman Wahid ini tak hanya dikunjungi oleh mahasiswa saja, namun juga alumni. Seperti Diva salah satu Alumni UIN Malang yang berkunjung ke Perpustakaan baru ini. Menurutnya, perpustakaannya sekarang bersih, terang dan kelihatan wah!. “Kenapa tidak dari tahun-tahun sebelumnya saja, sewaktu saya masih berstatus mahasiswa, kok pas selesei kuliah baru berubah total gini,” kata alumni Sastra Arab tahun 2018 ini.
Melalui desain baru ini kepala perpustakaan Faizuddin Harliansyah berharap, mahasiswa semakin banyak yang bersinggah. “Tata ruang baru ini akan didukung dengan penambahan jumlah buku baru dan jurnal-jurnal terbaru,” imbuhnya. (gl/nhl)
Dr. H. Halimi Zuhdy, M. Pd. saat menyampaikan materinya dengan temaDilatasi Cinta Ilahi dengan Sinergi Qurany, Kamis (27/12).
GEMA-Tanamkan sinergi religius dalam kehidupan sehari-hari, SYAUQY XI HTQ UIN Malang selenggarakan kajian. Kajian kali ini disampaikan oleh Dr. H. Halimi Zuhdy, M. Pd. di Masjid Tarbiyah, Kamis (27/12).
Kajian Tafsir Cinta dengan tema Dilatasi Cinta Ilahi dengan Sinergi Qurany ini dirasa cukup penting untuk disampaikan. Pasalnya banyak diantara mahasiswa yang menjalani kehidupan dengan berbagai keluhan, padahal sudah banyak nikmat yang telah Allah anugerahkan kepadanya.
Dalam pengajiannya Ketua Jurusan Bahasa Arab ini menyampaikan, cinta yang patut kita labuhkan hanyalah kepada Allah bukan kepada manusia. “Jika kita terlalu mengutamakan manusia maka tak heran jika seringkali merasa jauh dari ketenangan,” terangnya. Salah satu jalan untuk merengkuh ketenangan tersebut dengan mengingat Allah dan mengutamakan-Nya.
Pakar bahasa Arab ini menekankan bahwa al Quran harus dihafal dengan berdzikir agar tidak lupa dengan ketenangan. “Membaca Al Quran dan menghafalnya merupakan dzikir yang paling utama,” tegas dosen yang juga penyair internasional ini.
Menurut Fadhil Achmad Agus Bahari sie acara SYAUQY XI, bahwa tujuan dari kajian tafsir cinta dan pemilihan tema tersebut agar menumbuhkan kecintaan kepada al Quran. “Karena menghafal tanpa cinta itu tak lengkap. bagai taman tak ada kupu-kupunya,” jelasnya. (syf/lf/br/nhl)
GEMA-Hai’ahTahfizhAl-Qur’an (HTQ) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang agendakan karantina tahfizul quran. Kegiatan yang berpusat di UIN Maliki Malangini berlangsung selama satu bulan (24/12-20/1).
Syahrul Qurany (Syauqy) merupakan agenda rutinan satu tahun sekali. Event ini diselenggarakan setiap akhir tahun atas proker devisi mudarrosah HTQ. Tidak hanya menghafalkan quran saja, melainkan terdapat aktivitas keagamaan lainnya seperti sholat tahajud, taqrir fardhi, fashohah, dan kajian tematik.
Ghulam Muhammad Ischaq Ketua Pelaksana Syauqy 2018 menuturkan, kegiatan ini bersifat santai namun serius sebab menyelaraskan nuansa liburan.Sehingga dengan begitu maka liburan dapat terisi dengan kegiatan yang bermanfaat. “Syauqy memiliki jadwal mingguan yang menarik seperti kajian motivasi, kajian tafsir cinta sesuai syari’at, juga Car Free Day (CFD),” ujar mahasiswa Sastra Inggris 2017 ini.
Abdul Haris Rektor UIN Malang mendukung penuh diselenggarakannya Syauqy ini. “Semoga kedepannya HTQ tidak hanya mencetak penghafal Al-Quran saja, tetapi ilmuwan Al-Quran,” tutur orang nomor wahid di UIN Malang ini dalam sambutannya. Kehadiran rektor ini juga untuk membuka acara Syauqy secara resmi. (syf/nhl)
AKRAB: Prof Dr. Nizar Ali, MA hadir dalam acara khotmil Quran dan sekaligus sosialisasi renstra 2018-2022 dan persiapan reakreditasi institusi.
GEMA-“Reakreditasi atau yang akrab di sebut Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) saat ini sudah menjadi kewajiban bagi seluruh lembaga pendidikan, khusunya di perguruan tinggi. Akreditasi merupakan legitimasi atau pengakuan secara nasional. Proses akreditasi, kesiapan borang menjadi kunci utamanya” itulah sepenggal kalimat yang disampaikan Prof. Dr. Nizar Ali saat menghadiri kegiatan Khotmil Quran dan sekaligus sosialisasi renstra dan persiapan reakreditasi institusi di UIN Maliki Malang. Jumat (28/12). Prof. Nizar menjelaskan bahwa saat ini sudah ada tiga kampus PTKIN yang akreditasinya mendapatkan nilai A yaitu UIN Jogja, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Makasar. “Semoga UIN Maliki Malang segera menyusul dan terakreditasi A,” harapnya. Akreditasi sangat penting, akan tetapi bukan segala-galanya. Terpenting yang harus dilakukan oleh pengelola perguruan tinggi harus terus melakukan pelayanan primanya kepada satake holdernya serta membangun networking seluas-lusanya. Selain itu, kata Prof. Nizar, kampus harus memperhatikan kompetensi lulusannya, sehingga alumninya bisa terserap di dunia kerja dengan maksimal. “Misalkan saja lulusan doketer haji, mereka harus dibekali kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan tersebut, selain mampu menangani kesehatan haji soal kemampuan bahasa asing mutlak dibutuhkan,” terangnya. Prof. Nizar menambahkan bahwa, semua lini harus ditunjukkan gregetnya dalam mengembangkan keilmuan di kampus ini, salah satu faktor pendukungnya tersedianya laboratorium yang memadai, serta memilki gedung perpustakaan yang memiliki literatur yang lengkap. “Selain itu, kampus juga harus mengembangkan budaya research, bisa bersifat kolaboratif atau individu,” jelasnya. Majunya kampus, kata dia tidak semata-mata dilihat dari aspek perkembangan infra strukturnya saja melalui kemegahan gedungnya. Akan tetapi sejauh mana kampus itu memilki profesor, hasil penelitian dari para dosen dan mahasiswanya serta mempublikasikan hasil reserch ke publik. “Publikasi hasil reserch itu penting, karena peran perguruan tinggi itu salah satunya melakukan penelitian yang bermanfaat bagi msayarakat secara luas,” pungkasnya.
GEMA-Pra Reakreditasi segenap pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bersama-sama mengelar khotmil Quran bersama-sama di Aula Rektorat Lt.5. Jumat (28/12). Kegiatan Khotmil Quran ini dimanfaatkan untuk doa bersama sekaligus sosialisai Renstra 2018-2022 dan sekaligus persiapan reakreditasi intitusi UIN Maliki Malang. Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Dr. Muhtadi Ridwan menegaskan bahwa reakreditasi atau Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) ini membutuhkan persiapan yang matang. Pasalnya UIN Malang tahun sebelumnya sudah terakreditasi A dengan nilai tertinggi, sehingga reakreditasi tahun 2019 ini jangan sampai turun. “Khotmil Quran ini seklaigus kita jadikan momentum doa bersama, meinta kepada Allah agar kampus ini bisa mempertahankan akreditasinya dengan nilai A,” doanya. Jika tidak ada halangan, insyaallah pelaksanaan reakreditasi di UIN Maliki Malang akan dijadwalakn bulan Januari 2019. Akan tetapi, tanggalnya masih belum jelas. “Kami hanya menunggu surat dari BAN PT saja terkait kepastian pelaksanannya,” jelasnya. Namun, kata Muhtadi, di sisa waktu ini untuk betul-betul dimanfaatkan untuk saling berupaya meningkatkan pelayanan dan kondisi kebersihan di wilayah kerjanya masing-masing. “Semoga UIN Malang bisa menjadi kampus terdepand dan mampu mempertahankan akreditasinya tetap A,” harapnya.
DILEPAS: Peserta KKM UIN Mengabdi 2019 mengikuti apel pelesan di lapangan utama.
GEMA-Pelaksanaan pelepasan peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dengan tema UIN Mengabdi 2019 itu berlangsung khidmat. Kali ini, sebanyak 2683 peserta itu dilepas langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah di lapangan utama. Jumat, (28/12). Pelepasan secara simbolis peserta KKM itu juga diikuti semua dosen pendamping lapangan (DPL) KKM dan juga para pejabat UIN Maliki Malang. Gus Is, sapaan akrab Dr. Isroqunnajah dalam sambutannya meminta kepada seluruh peserta KKM UIN Maliki Malang untuk siap melakukan pengabdian ini dengan setulus hati. Mahasiswa UIN Malang dikenal masyarakat sebagai mahasiswa yang memilki kemampuan lebih khusunya di bidang keagamaan, sehingga, kata dia, jika masyarakat meminta memimpin kegiatan sosial di tengah masyarakat peserta KKM harus siap. “Misalkan saja disuruh mimpin tahlil, khutbah jumat, khutbah nikah dan lain sebagainya harus siap,” pesannya. Mahasiswa, tambah Gus Is, merupakan agen perubahan, sehingga harus betul-betul dipersiapkan. Dalam KKM setiap kelompok di acak dan terdiri dari berbagai fakultas dan jurusan yang berbeda, harapannya agar keanekaragaman disiplin keilmuan ini bisa membantu mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat. “Yang jurusan arsitek ya membantu ide pengembangan pembangunan dan infrastruktur di desa lokasi KKM, yang PAI bisa berda’wah, dan ahli ekonomi bisa membantu mengembangkan UMKM nya,” jelasnya. Mengakhiri sambutannya, dia juga berpesan agar seluruh peserta KKM menjaga almamater kampus. Jangan sampai terjadi kejadian yang melanggar kode etik. “Tolong hal ini betul-betul dijaga, dan semoga Allah SWT memberikan ridho atas apa yang akan dilakukan di KKM,” doanya.