GEMA-Universita Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Persemaian Pohon Das Brantas Jatim melakukan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah kampus tiga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang berada di Desa Telekung Kecamatan Junrejo Kota Batu (6/12). Dalam kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) mengundang 1000 partisipan untuk melakukan gerakan menanam nasional pemulihan das sungai. Kegiatan yang bertajuk Das sehat, sejahterakan rakyat itu dihadiri langsung pejabat tinggi di lingkungan Pemprof Jatim yang kali ini dihadiri Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf, Pimpinan pemerintah daerah, kabupaten dan kota, hingga tokoh masyarakat, ormas dan pemuda Desa Telekung dan Junrejo. Ketua Panitia HMPI UIN Maliki Malang Dr. Sri Harini, M.Si menjelaskan kegiatan yang mengundang sejumlah pejabat Pemprov Jatim, PP Das Brantas Jatim ini bertujuan untuk melakukan gerakan pemulihan penjagaan lingkungan di daerah aliran sungai, agar sumber matair bisa terjaga dengan baik. Pasalnya, air menjadi kebutuhan vital bagi kelangsungan hidup manusia, sehingga kelestarian lingkungan di sekitar sumber mata air harus terus dijaga dengan cara menanam bibit pohon. "Pohon memiliki kemampuan menyimpan air hujan sangat baik, sehingga saat musim kemarau tiba, air sumber mampu mencukupi kebutuhan bagi masyarakat," paparnya. Kegiatan HMPI kali ini disupport bibit tanaman sebanyak 8650 batang yang terdiri dari bibit Sirsat, Kelengkeng, Matoa, Durian, Nangka, Jambu Kristal dan pohon Mangga. "Semua bibit sudah ditanam di atas lahan 7 hektar di atas lahan kampus 3 UIN Maliki Malang," tegasnya. Sri Harini menjelaskan kegiatan penghijauan kampus tiga ini rencanya akan selalu diadakan setiap tahun sekali, UIN Malang ditunjuk oleh Pemprov Jatim sebagai pilot project dalam pemulihan ekologi khususnya diwilayah sumber mata air yang ada di kampus 3. "UIN Malang sudah sepakat melakukan kerjasama dengan Pemprov Jatim tiga tahun kedepan, semua kebutuhan akan disupport langsung oleh pemerintah, dan proyek ini harus berhasil," paparnya.
GEMA-Ada lagi proyek pembangunan gedung yang lumayan besar di kampus satu Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu pembangunan gedung ma’had putra Al Ali. Lahan yang terbatas membuat lokasi kantin jadi sasaran utama untuk dirombak menjadi gedung Ma’had Al Ali. Juma’at (7/12). Lokasi pembangunan yang berada di tengah gedung ma’had putra tersebut membuat orang tak banyak tahu. Pasalnya, lokasi yang be berada dikawasan ma’had putra itu memang hanya diakses oleh mahasantri putra saja. Ketua PMU Zainal Habib menjelaskan bahwa pembangunan ini untuk menambah kapasitas kamar bagi mahasantri putra. Saat ini, ma’had putra hanya mampu menampung 1500 mahasantri putra saja. Sementara, setiap tahunnya jumlah peminat mahasiswa baru yang mendaftar ke UIN Maliki Malang tidak kurang dari 16 ribu peminat. “Setiap tahun UIN Malang hanya bisa menerima tak kurang dari empat ribu mahasiswa baru saja, karena terkendala terbatasnya ma’had yang tersedia,” jelasnya. Oleh karena itu, tambah Habib, adanya gedung mahad baru ini diharapkan bisa menambah jumlah penerimaan mahasiswa baru di UIN Maliki Malang. Saat ditanya soal sumber dana pembangunan, Habib menjelaskan bahwa dana yang digunakan untuk pembangunan bersumber dari dana APBN karena memang nominalnya di bawah 1 M. “Target pembangunan gedung tersebut selesai pada tanggal 31 Desember 2018 ini. Bekerja sama dengan PT. Kembar Jaya Abadi dengan biaya Rp. 10.217.100.000,00,” terangnya. (ptt/*)
GAPURA pintu masuk UIN Maliki Malang tidak masuk daftar renovasi
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus berupaya melakukan renovasi di kampsu satu (Face off). Salahsatunya penambahan gedung Ma’had Putra, pelebaran jalan utama di dalam kampus, renovasi pagar dan pembangunan tiang video tron kampus. Juma’at (7/12). Akan tetapi, meski kondisi bahu jalan di perlebar hingga delapan meter, hal itu tidak merubah kondisi gapura pintu masuk tersebut tidak akan dilakukan proses pemugaran atau renovasi. Penangung jawab pembangunan atau Project Management Unit (PMU) Dr. Zainal Habib, M. Hum menjelaskan bahwa UIN Maliki Malang untuk saat ini tidak melakukan renovasi gapura atau gerbang pintu masuk dan keluar yang berada didepan kampus. Kondisi gapura, baik sebelah Utara maupun Selatan tidak akan ikut dipugar karena pada tahun ini masih fokus pada persoalan pelebaran jalan saja. Tergetnya transportasi di kampus ini bisa lancar dan jika ada tamu membawa rombongan dengan jumlah besar. “Kita sering sekali kedatangan tamu, jika ada bus masuk kedalam kampus sering macet, untuk itu renovasi fasilitas publik ini kita utamakan agar lebih nyaman dan kondusif,” paparnya. (ptt/*)
DIKEBUT: Tampak dua pekerja kontruksi mengerjakan tiang video tron UIN Maliki Malang. Jumat (7/12).
GEMA-Pentingnya media untuk mempublikasikan seputar kegiatan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi prioritas bagi segenap pimpinan UIN Malang. Seperti pengadaan video tron berukuran raksasa yang rencananya akan dipasang depan gedung Rektorat dengan posisi miring tepatnya di pinggir Jalan Gajayana itu pengerjaannya terus dikebut. Jum’at (7/12). Sejumlah pegawai kontruksi tampak mengerjakan proses pembangunan tiang video tron. Ketua Project Management Unit (PMU) Dr. Zainal Habib, M. Hum menjelsakna bawa ke depan UIN Malang tidak lagi menggunakan sepanduk untuk mempublikasikan segala bentuk kegiatan yang ada di kampus berlogo ulul albab ini. Melalui video tron raksasa ini diharapkan bisa mengakomodir semua informasi ter-update yang ada di kampus untuk disebarlusakan kepada masyarakat. “Semoga dengan adanya media ini ke depan informasi UIN Malang bisa terakomodir baik ditingkatan universitas maupun fakultas,” harapnya. Saat ditanya soal titik pemasangan video tron, Ketua PMU lulusan filsafat UGM itu menjelaskan bahwa persoalan pemasangan tentu akan lebih dekat dengan jalan umum. Tepatnya mengadap ke jalan Gajayana, akan tetapi para pekerja saat ini masih mengalami banyak kendala, diantaranya penataan kabel pinggir jalan yang masih semarwut dan adanya tiang listrik yang harus dipindah. “Untuk proses perapian kabel dan pemindahan tiang listrik akan minta bantuan petugas PLN bekerjasama dengan bagian umum UIN Maliki Malang,” tegasnya. (ptt/*)
GEMA-Keterbatasan lahan yang dimiliki kampus satu Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Jalan Gajayana No.50 Kota Malang membuat para petinggi kampus berlogo ulul labab ini harus berfikir ekstra mengatasi soal kurang lengkapnya sarana dan prasarana (Sarpras) kampus.Jumat (7/12). Penangung jawab pembangunan atau Project Management Unit (PMU) Dr. Zainal Habib, M. Hum menjelaskan bahwa UIN Maliki Malang di akhir tahun ini melakukan banyak pembangunan infrastruktur misal persoalan renovasi tampak (Face off) di kampus satu, salah satunya dilakukan renovasi pelebaran jalan yang awalnya hanya lima meter saja ditambah menjadi delapan meter. Habib menjelaskan pengembangan infrastruktur di kampus I, II dan III ada yang bersifat multi year atau bertahap. Khusus untuk pembangunan pelebaran jalan, renovasi pagar di kampus satu dan pembangunan gedung laboratorium Program Studi Farmasi dan Profesi Apoteker ditargetkan akhir Desember sudah selesai. “Target 30 Desember ini harus selesai,” paparnya. Pengembangan Sarpras ini untuk meningkatkan pelayanan kepada stakeholder atau mahasiswa UIN Maliki Malang. Saat ini sedang dilakukan beberapa perbaikan infrastruktur diantaranya renovasi pagar kampus yang sudah karatan dan pelebaran jalan. “Kampus satu sering kedatangan tamu dengan menggunkan transportasi bus, dan kondisi jalan yang tidak memadai membuat sirkulasi kendaraan menjadi terhambat,” terangnya. Dana renovasi ini, kata Habib, bersumber dari APBN dan rencannaya untuk pengembangan sarparas ini akan dilakukan secara berkala. Semua proyek ini dilakukan sistem lelang dan untuk pelebaran jalan dimenangkan CV. Handayani, sedangkan renovasi pagar dimenangkan CV. Rejoso Jaya asal Gondanglegi Kabupaten Malang. “Alhamdulillah untuk prosentasi pengerjaan proyek ini sudah mencapai 50 persen dan semoga akhir Desember semua sudah selesai,” pungkasnya. (ptt/*)
PROFESIONAL: Nunung salah satu pekerja tengah memasang keramik lantai di depan pintu masuk gedung FKIK UIN Maliki Malang. Selasa (4/12).
GEMA-Menjelang pelaksanaan penanaman pohon di kampus tiga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sejumlah infra struktur yang belum ramung di Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan (FKIK) yang berada Desa Precet Kota Batu itu terus dikebut. Salah satunya pengerjaan pemasangan keramik lantai di depan pintu masuk FKIK. Selasa (4/12). Tampak sejumlah karyawan bangunan mengerjakan proses pemasangan keramik lantai tersebut. Salah satunya Nunung pekerja asala Wagir malang tersebut, dia menyampaikan bahwa proses pengerjaan keramik ini harus selesai tanggal 5 Desember ini. Pasalnya, UIN Malang akan memiliki hajat besar dan mengundang sejumlah tokoh penting di Jawa Timur, salah satunya yaitu Gubernur Jatim, Soekarwo dan beberapa kepala dinas baik di Kota Batu, Kabupaten malang hingga perwakilan petinggi kampus yang tergabung dalam Forum Rektor PTKIN. “Pengerjaan ini terus kami kebut dan targetnya tanggal 5 Desember ini harus selesai,” paparnya. Kepala Bagian Administrasi Umum A. Zubairi menjelaskan bahwa, pengerjaan infra struktur di UIN Mailiki MAlang ini tidak pernah ada habisnya. Pasalnya, setiap bangunan yang digunakan tentu memilki kekuatan yang berbeda-beda, belum lagi persoalan yang ditimbulkan oleh perubahan alam. Hal itu bisa menyebabkna bangunan retak, keramik lantai membludak dan genting bocor akibat terpaan angin yang cukup kencang. "Beberapa minggu yang lalu, genting di atas gedung Perpustakaan pusat tersapu angin kencang dan guyuran hujan deras. Alhamdulillah airnya tidak sampai mengenai buku dan kejadian itu dapat teratasi dengan cepat," kenangnya.
GEMA-Gerakan menanam pohon terus dilakukan oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kali ini UIN Maliki Malang bekerjasama dengan Persemian Permanen Jember dan Mojokerto serta DAS Brantas Jatim. Senin, (3/12). Jumlah pohon yang akan ditanam sejumlah 6850 batang di atas lahan seluas tujuh hektar yang direncanakan akan ditanam 6 Desember 2018 akan dihadiri langsung Gubernur Jatim Soekarwo sebagai wujud dan komitmen gerakan DAS Brantas Jawa Timur. Ketua Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Dr. Sri Harini, M.Si menegaskan bahwa tujuan dilakukan gerakan menanam pohon kali ini untuk pemulihan daerah aliran sungai dan sumber mata air di sekitar kampus tiga yang sudah mengalami pengurangan debit air. “Penanaman pohon ini tidak lain untuk menjaga kelestarian lingkungan dan pemulihan sumber mata air di daerah kampus,” paparnya. Dr. Rini panggilan akrab Dr. Sri Harini, M.Si menjelaskan bahwa kebutuhan air bagi kelangsungan kehidupan saat ini semakin meningkat. Selain itu penanaman pohon di kampus tiga ini juga untuk pemenuhan kebutuhan oksigen bagi manusia dan makhluk hidup lain. “Selain itu juga untuk menyerap racun yang bersumber dari polusi industri dan kendaraaan bermotor,” tegasnya. Sementara itu, Manajer Persemaian Permanen Jember Heri Handrianto menjelaskan bahwa pihaknya memberikan bantuan jenis tanaman pohon buah sebanyak 95 batang, dengan ketinggian rata dua meter, tanaman ini masuk kategori tanaman seremonial, dan bisa diberbuah dalam jangka waktu dua tahunan. Jenis tanaman yang sudah siap tanam ini diantaranya sirsat dan nangka. “Nanti akan ada lima jenis tanaman yang akan ditanam di atas lahan kampus tiga UIN Malang ini, yang 95 batang bantuan dari PP Jember dan yang 45 dari PP Mojokerto,” terangnya.
GEMA-Propses pembangunan gedung laboratorium dan ruang kuliah untuk Prodi Farmasi dan Profesi Apoteker Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus dikebut, tak kurang dari 100 pekerja kontruksi bangunan bekerja keras menyelesaikan proses pembangunan gedung bertingkat empat tersebut. Senin (3/12). Pembanguna gedung yang berada di desa Precet Kota Batu tersebut dilakukan sejak 23 Juli 2018 dan ditergetkan selesai 29 Desember 2018. Drafter pembangunan gedung laboratorium, Anggoro Setiawan (45) menjelaskan proses pembangunan gedung ini alhamdulillah berjalan dengan lancar. Akan tetapi, ada sedikit kendala yang dihadapi salah stunya cuaca penghujan dan adanya musim hajatan di desa Precet yang masyarakat biasa menutup jalan utama dengan terop. “Alhamdulillah, meski begitu, pembangunan tetap lancar dan semoga bisa rampung tepat pada waktunya,” harapnya. Soal logistik bahan bangunan, Anggoro menjelaskan semuanya aman dan terkendali, poses pengerjaan kontruski dilakukan mulai pagi hingga sore hari, bahkan jika memang harus segera diselesaikan para pekerjanya diminta untuk lembur hingga malam hari. “Tapi tidak setiap malam para pekerja lembur kerja, hanya waktu tertentu saja sebagian pekerja memang diminta untuk lembur hingga pukul 10.00 sampai dengan 00.00 WIB,” terangnya. Sementara itu, hal senada juga disampaikan salah satu pegawai kontruksi, Priadai (49) asal Tajinan Malang. Proses pembangunan semua lancar dan hanya terkendala hujan dan jauhnya lokasi tempat tinggal membuat dia sedikit mengeluh. “Kendala pembangnan tidak ada, hanya jauh saja dari lokasi rumah saya,” ujarnya.
Aini Mukrimah Ketua HMJ PAI bersama Pemateri Agung Prasetyo saat memberikan penghargaan dalam Seminar Kepenulisan, Kamis (22/11)
GEMA-Salah satu tugas calon pendidik adalah mampu menuangkan ide-ide kreatifnya melalui karya tulis. Berkaitan dengan hal ini Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PAI mengagendakan Seminar Kepenulisan. Kegiatan ini berlangsung di Ruang SidangSport Center, Kamis (22/11).
Aini Mukrimah Ketua HMJ PAI menuturkan, seminar ini dirasa penting agar menumbuhkan ghirah dan minat mahasiswa PAI dalam dunia literasi berupa esai, puisi,cerpen, dll.“Semoga mahasiswa PAI dapat mengetahui cara kepenulisan kemudian mampu produktif melalui karya tulis,” tuturnya.
Manfaat adanya pelatihan jurnalistik ini dirasakan oleh Rafdy Ardiansyah salah satu mahasiswa PAI. “Dengan seminar ini saya mendapatkan motivasi sekaligus ilmu menulis karya tulis yang baik dan benar,” ungkapnya.
Seminar jurnalistik dengan tema Menggali Kemampuan Menulis Pemuda Islam Pendidikan untuk Menghadapi Tantangan Pendidikandi Era Milenial tersebut disampaikan oleh tiga pemateri berpengalaman, diantaranya Agung Prasetyo mantan direktur LKP2M, I’ana Thoifah penoreh tinta, dan Atho’illahsastrawan diharapkan mampu menjembatani minat dan bakat mahasiswa PAI.(syf/nhl)