MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., resmi melantik kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan Kepala Pusat Studi (KAPUS) masa jabatan 2025–2029. Pelantikan dilaksanakan pada Selasa, 2 September 2025 di kampus utama UIN Malang.
Berdasarkan Keputusan Rektor Nomor 1780 dan 1781 Tahun 2025, pejabat yang dilantik antara lain: • Mufid, S.Ag., SS., M.Hum. sebagai Kepala Pusat Perpustakaan • Abid Yusron, S.Kom. sebagai Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data • Dr. Mamluatul Hasanah, S.Ag., M.Pd. sebagai Kepala Pusat Pengembangan Bahasa • Dr. Ahmad Izzuddin, M.H. sebagai Kepala Pusat Ma’had Al-Jami’ah • Suud Fuadi, M.E.I. sebagai Kepala Pusat Pengembangan Bisnis
Selain itu, untuk Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), pejabat yang dilantik antara lain: • Dr. Mohammad Mahpur, M.Si. sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat • Dr. H. Alfin Mustikawan, M.Pd. sebagai Kepala Pusat Penelitian • Aprilia Mega Rosdiana, M.Si. sebagai Kepala Pusat Studi Gender dan Anak • Faridatun Nikmah, M.Pd. sebagai Kepala Pusat Studi Kerjasama Internasional • Prof. Dr. Rohmari Nur Indah, M.Pd. sebagai Kepala Pusat Studi Publikasi Ilmiah • Dr. Dewi Chamidah, M.Pd. sebagai Kepala Pusat Studi Integrasi dan Moderasi Beragama • Eny Yulianti, S.Si., M.Si. sebagai Kepala Halal Center • Dr. Mohammad Asrori, M.Ag. sebagai Kepala Pusat Studi Pondok Pesantren dan Kawasan
Untuk Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), jabatan yang dikukuhkan yaitu: • Dr. Abdussakir, M.Pd. sebagai Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu • Sigit Priatmoko, M.Pd. sebagai Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu • Dr. Hairur Rahman, M.Si. sebagai Kepala Pusat Studi Kebijakan dan Tata Kelola Kelembagaan • Segaf, S.E., M.Sc. sebagai Kepala Pusat Pengembangan Manajemen Badan Layanan Umum
Pelantikan ini menandai komitmen UIN Malang dalam memperkuat tata kelola akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat, sekaligus menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Prestasi kembali ditorehkan oleh salah satu mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berhasil meraih Juara 2 pada Lomba Pidato Jenjang Mahasiswa Tingkat Nasional Tahun 2025 dalam rangka Bulan Bahasa Pendidikan. Kompetisi ini mempertemukan orator terbaik dari berbagai universitas besar di Indonesia pada tanggal 2 September 2025.
Inisiatif mengikuti lomba berawal dari tekad untuk terus mengasah kemampuan public speaking serta menyalurkan bakat berpidato yang telah dimiliki sejak kecil. Keinginan untuk kembali tampil di tingkat nasional dan membawa nama baik kampus serta membanggakan orang tua menjadi dorongan terbesar untuk berkompetisi.
Proses menuju panggung final tidak mudah. Tantangan terbesar muncul saat penyusunan naskah pidato yang harus kuat, relevan, serta sesuai tema. Kebingungan dalam menentukan gaya penyampaian apakah menggunakan format Syarhil Qur’an atau da’i juga menjadi dilema tersendiri. Di samping itu, manajemen waktu latihan di tengah kesibukan perkuliahan dan kegiatan Ma’had turut menguji konsistensi dan kedisiplinan. Tampil bersama peserta unggulan dari berbagai kampus ternama di Indonesia pun menambah tekanan tersendiri.
Tantangan tersebut dihadapi melalui strategi yang matang: pengaturan waktu latihan yang terjadwal setiap hari, meminta evaluasi dari dosen serta teman yang ahli dalam bidang public speaking, hingga memilih gaya penyampaian seperti MSQ yang akhirnya menjadi ciri khas di panggung lomba. Tak lupa, memohon ridho dan doa dari orang tua menjadi kekuatan batin yang sangat berarti.
Dalam kesan dan pesannya, sang delegasi mengungkapkan rasa syukur atas dukungan orang tua dan teman-teman yang selalu menjadi penyemangat. Ia menegaskan bahwa perlombaan bukan hanya tentang menang, tetapi juga tentang proses belajar, keberanian, pengalaman, dan pengembangan diri. Pesannya untuk mahasiswa lain: “Jangan takut mencoba—karena setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil.”
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Open House Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) pada Sabtu & Ahad, 30–31 Agustus 2025. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., dengan tema “Revitalisasi Kesadaran Kolektif Guna Membangun Integritas Prodi Hukum Keluarga Islam.”
Acara berlangsung di Aula Gedung C lantai 3 dan diikuti sebanyak 276 mahasiswa baru Prodi HKI. Kehadiran mereka menandai semangat baru dalam mengenal lebih dekat program studi, organisasi kemahasiswaan, serta budaya akademik di lingkungan Fakultas Syariah. Kegiatan Open House dihadiri oleh Kaprodi HKI, Hj. Erik Sabti Rahmawati, S.Ag., M.H., beserta jajaran dosen. Turut serta hadir Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) HKI, pengurus Senat Mahasiswa (SEMA), serta para ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di lingkungan Fakultas Syariah.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan III Dr. Miftahul Huda menyampaikan apresiasi kepada Kaprodi HKI serta pengurus HMPS yang telah memprakarsai kegiatan. Ia menegaskan bahwa Open House merupakan wadah penting untuk pengenalan program studi, organisasi mahasiswa, dan berbagai program kerja. “Kegiatan ini membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan Fakultas Syariah, khususnya di Prodi HKI, serta memberi kesempatan menemukan minat dan bakat baru sekaligus membuka peluang bergabung dengan organisasi sesuai potensi masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan secara konsisten. Menurutnya, adaptasi dini akan membantu mahasiswa menyiapkan diri menghadapi dinamika akademik sekaligus menumbuhkan budaya organisasi yang sehat di lingkungan Fakultas Syariah. Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) di Fakultas Syariah UIN Malang memiliki peran strategis dalam melahirkan lulusan yang kompeten di bidang hukum keluarga berbasis nilai-nilai Islam.
Kegiatan Open House Prodi HKI dirancang sebagai jembatan awal mahasiswa baru untuk mengenal dunia kampus lebih dekat. Selain mengenalkan struktur organisasi mahasiswa, acara ini juga mendorong mahasiswa baru aktif dalam kegiatan non-akademik. Dengan keterlibatan langsung, diharapkan tumbuh rasa memiliki terhadap program studi serta meningkatnya semangat kebersamaan. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai spiritualitas dan kebangsaan. Pada Minggu (31/8/2025) malam, selepas salat Maghrib, UIN Maliki Malang menyelenggarakan istighosah bersama yang dipusatkan di Masjid Tarbiyah. Agenda doa bersama ini mengangkat tema besar “Mendoakan Perdamaian dan Persatuan Negeri Indonesia” yang diikuti dengan penuh kekhusyukan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Pusat Ma’had Al Jamiah, Dr. H. Izzudin, M.HI., yang memandu rangkaian doa dan dzikir bersama. Acara ini dihadiri oleh mahasantri baru Ma’had Al Jamiah yang tengah memulai perjalanan akademik mereka di UIN Maliki, serta sejumlah civitas akademika yang turut serta dalam menggemakan doa untuk keselamatan bangsa.
Dalam suasana religius yang penuh kekhidmatan, lantunan doa dan dzikir bergema dari ratusan jamaah yang memadati Masjid Tarbiyah Kampus 1. Tak hanya di Kampus 1, kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di Kampus 2 dan Kampus 3 UIN Maliki Malang, sehingga seluruh keluarga besar UIN dapat bersama-sama memanjatkan doa untuk persatuan dan keselamatan bangsa.
Dalam sambutannya, Dr. H. Izzudin, M.HI. menekankan pentingnya menanamkan kesadaran kebangsaan sekaligus menjaga fokus utama mahasiswa, yaitu menuntut ilmu. Ia juga memberikan arahan khusus kepada mahasiswa baru agar lebih bijak dalam bersikap di tengah situasi sosial dan politik yang dinamis.
“Kami menghimbau kepada seluruh mahasiswa baru agar dapat menahan diri dari mengikuti aksi-aksi demonstrasi yang berpotensi mengganggu fokus belajar. Gunakan kesempatan menempuh studi di UIN Maliki Malang sebagai sarana memperdalam ilmu, membangun karakter, dan memperkuat spiritualitas. Kalian adalah calon intelektual bangsa, jangan sampai terseret arus yang justru merugikan diri sendiri,” pesannya.
Selain itu, beliau menekankan bahwa mahasiswa baru harus menjadikan masa studi sebagai pondasi penting dalam menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Dengan ilmu, integritas, dan spiritualitas yang kuat, generasi muda diharapkan dapat berkontribusi nyata bagi bangsa dan umat.
Istighosah di lingkungan UIN Maliki Malang bukan hanya menjadi agenda ritual keagamaan, tetapi juga sebuah sarana membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa. Doa bersama ini mencerminkan bahwa perguruan tinggi Islam tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, melainkan juga sebagai benteng moral dan spiritual bangsa.
Melalui kegiatan ini, UIN Maliki Malang ingin menegaskan kembali perannya dalam mendidik mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, sehingga mampu menyeimbangkan antara kepentingan akademik dan tanggung jawab sosial.
Di penghujung acara, seluruh jamaah dengan penuh harapan memohon agar Allah SWT senantiasa menjaga Indonesia dalam suasana persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan. Dengan istighosah ini, civitas akademika UIN Maliki Malang berharap agar seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, dapat terus mengedepankan sikap persatuan dan menjauhi perpecahan.
Istighosah yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan para pemimpin bangsa, kelancaran pembangunan, serta terwujudnya Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera. (af) Reporter: Ariel Alvi Editor: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA., menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dalam aksi demonstrasi. Ia mendoakan almarhum mendapat tempat syuhada serta menyerukan penegakan hukum yang tegas. Acara ini menjadi momen penting menegaskan keprihatinan pemerintah terhadap peristiwa tragis yang menewaskan warga sipil, sekaligus dorongan untuk penanganan hukum yang adil dan transparan.
Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram resmi, Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengawali dengan ucapan duka dan doa: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… dari lubuk hati kami yang terdalam mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara kita, Affan Kurniawan.” Ia menambahkan harapan agar almarhum diterima di sisi Allah SWT dan diberi status syuhada karena mempertahankan idealisme yang diyakininya benar.
Selain itu, Menag menyampaikan apresiasi atas perhatian langsung Presiden terhadap kasus ini. Presiden Prabowo disebut siap menanggung beban keluarga almarhum, termasuk anak, saudara, dan orangtua. Hal tersebut ia sebut sebagai bukti nyata konsen pemerintah terhadap insiden ini.Kepada keluarga almarhum, Menag menyampaikan harapan agar mereka diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Ia meneguhkan bahwa banyak pihak mendoakan almarhum.
Sebagai penutup, Nasaruddin Umar mengajak seluruh bangsa mengambil hikmah dari tragedi ini untuk tetap teruskan hal positif dan tinggalkan yang merugikan semua pihak.Pernyataan Menteri Agama ini menjadi penegasan sikap keagamaan dan keadilan atas wafatnya Affan, sementara kisah pribadinya mengingatkan publik tentang manusia di balik berita yang merupakan seorang penyedia nafkah dengan dedikasi tinggi. (af) Reporter: Muh. Noaf Afgani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Ruang Senat Lt.4 Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi tempat penyelenggaraan Uji Kompetensi Calon Profesor Rumpun Ilmu Agama PTKIN Periode I Tahun 2025, Sabtu, 30 Agustus 2025. Acara ini menghadirkan peserta dari berbagai kampus Islam di Indonesia.
Direktur Pendis, Dr. Muhammad Aziz Hakim, M.H., menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam proses pengembangan karier akademisi. “Untuk periode pertama ini, kita membuka penyusunan untuk rektor, kepala, dan putusan Mahkamah Agama. Dari 106 usulan guru besar, 93 orang sudah mengikuti uji kompetensi,” jelasnya.
Pelaksanaan ini juga mendapat perhatian khusus dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menyampaikan apresiasinya kepada delapan PTKIN yang menjadi lokasi uji kompetensi. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh kampus yang sudah bersedia menjadi tempat uji kompetensi. Semoga semuanya berjalan sukses dan lancar,” ujarnya.
Dengan keterlibatan UIN Malang sebagai tuan rumah, kampus hijau ini menegaskan posisinya sebagai pusat kegiatan akademik nasional di bidang ilmu agama.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi tuan rumah Uji Kompetensi Calon Profesor Rumpun Ilmu Agama PTKIN Periode I Tahun 2025, Sabtu, 30 Agustus 2025. Agenda ini diikuti oleh puluhan dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) di seluruh Indonesia.
Direktur Pendis, Dr. Muhammad Aziz Hakim, M.H., menyampaikan bahwa jumlah usulan guru besar pada periode pertama ini mencapai 106 orang. Dari total tersebut, 96 dosen lolos ke tahap berikutnya, dengan 93 orang dinyatakan siap mengikuti uji kompetensi. “Ada 10 orang yang tidak lolos portofolio, sehingga pelaksanaan akhirnya terbagi ke dalam sembilan kelas di beberapa PTKIN,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menegaskan bahwa uji kompetensi kini dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Ia menekankan perlunya kemudahan dalam pengusulan profesor. “Yang penting secara regulasi tidak menyimpang. Standar minimal sudah oke, maka lanjut saja sampai profesor, karena tidak ada juga yang dirugikan,” tegasnya.
Dengan regulasi yang lebih adaptif dan jadwal pelaksanaan yang diperluas, Kementerian Agama berharap lahir lebih banyak profesor di bidang rumpun ilmu agama, yang akan memperkuat mutu dan daya saing PTKIN di tingkat nasional maupun internasional. (n.a)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Sebanyak 13 akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mengikuti Uji Kompetensi Calon Profesor Rumpun Ilmu Agama Periode I Tahun 2025 yang digelar di Ruang Senat Lt.4 Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Dari total peserta, enam di antaranya berasal dari UIN Malang, sementara tujuh lainnya mewakili sejumlah PTKIN lain di Indonesia. Seluruhnya tengah menempuh tahap akhir menuju jabatan akademik tertinggi, yakni profesor atau guru besar.
Pelaksanaan uji kompetensi di kampus hijau ini dipimpin oleh tiga asesor utama: Prof. Akhmad Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., Prof. Dr. Burhan Djamaluddin, M.A., dan Prof. Dr. Umma Farida, M.A. Mereka juga didampingi tiga pendamping asesor, yaitu Mustakim B., S.Ag., M.Pd., Diaz Widyastika Nuraeni, S.Psi., dan Kurniawan.
Melalui kesempatan ini, UIN Malang tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga turut memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu agama di lingkungan PTKIN. Diharapkan, hasil uji kompetensi ini dapat melahirkan lebih banyak profesor yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Islam di tingkat nasional maupun global. (n.a)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Aula Gedung C Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi saksi terselenggaranya kegiatan UPT X School of Cooperativepada Kamis, 28 Agustus 2025. Acara ini diprakarsai oleh Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur bekerja sama dengan Koperasi Mahasiswa Padang Bulan sebagai upaya meningkatkan literasi perkoperasian di kalangan mahasiswa yang mengusung tema “Inklusi Sosial Melalui Literasi Perkoperasian Bagi Koperasi Mahasiswa” dan dihadiri sekitar 50 peserta.
Acara berlanjut dengan sambutan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Erwin Indra Widjaja, S.E., M.A.P., yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam pesannya, ia berharap koperasi mahasiswa dapat terus tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
Sambutan berikutnya yang disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya niat, amanah, dan kesabaran dalam mengelola koperasi mahasiswa. Prof. Triyo juga menegaskan perlunya kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan lembaga terkait, sekaligus menyampaikan harapan agar seluruh mahasiswa dapat bergabung sebagai anggota koperasi demi memperkuat budaya kewirausahaan di lingkungan kampus.
Kegiatan ini mencerminkan pentingnya koperasi mahasiswa sebagai wadah pembelajaran praktik kewirausahaan. Selain memberikan pengalaman dalam mengelola organisasi, koperasi juga berfungsi sebagai sarana untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi di kalangan mahasiswa. Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur secara konsisten mendorong penguatan koperasi mahasiswa sebagai bagian dari upaya inklusi sosial. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Kopma Padang Bulan mengambil peran aktif dalam mendukung program ini.
Melalui literasi perkoperasian yang dihadirkan dalam forum School of Cooperative, mahasiswa diharapkan semakin memahami sistem perkoperasian, mengenali perannya dalam memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus berkontribusi aktif membangun koperasi yang sehat dan profesional. Kegiatan UPT X School of Cooperative ini menjadi momentum penting bagi Kopma Padang Bulan UIN Malang dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, sekaligus menegaskan peran strategis koperasi mahasiswa sebagai wadah pembelajaran kewirausahaan. (af)