HUMAS UIN MALANG- Mahasiswa AM Internasional Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berpartisiapasi dalam pembukaan kegiatan Ihya Ramadhan yang diselenggarakan oleh Maahad Tahfiz As – Sa’idiyyah Seremban, Negeri Sembilan Malaysia. Acara berjalan penuh khidmat diawali dengan melantunkan ayat suci Al – Qur’an di pagi hari secara bersama – sama, dilanjut dengan dzikir. Suasana yang tercipta sangat syahdu dengan angin shubuh yang tak hanya menyejukkan badan, tapi juga menyejukkan hati.
Momen ini menjadi permulaan yang baik untuk menghadapi serta menghidupi bulan yang suci ini. kegiatan dilanjut dengan kultum Ramadhan yang disampaikan oleh Akh Muhannad bin Jamil. Para siswa menyimak dengan khidmat materi yang disampaikan. Beliau menyampaikan materi mulai dari target untuk menghidupi bulan Ramadhan, amalan – amalan utama di bulan Ramadhan sampai dengan waktu – waktu mustajab untuk berdo’a. Beliau sesekali bertanya dan meminta kepada audiens untuk menjawab beberapa pertanyaan tersebut, agar suasana yang tercipta lebih interaktif.
Bagi para mahasiswa yang melakukan AM Internasional, ini merupakan salah satu langkah partisipatif mereka untuk bergabung dan membaur dengan budaya sekolah sesuai intruksi dosen pembimbing lapangan yaitu Bu Hanifah. Karena 3 mahasiswa laki – laki pun pada kegiatan tersebut berkesempatan untuk mengisi berbicara di hadapan para siswa kurang lebih sebanyak 30 menit.
Diharapkan kegiatan Ihya Ramadhan ini bisa berjalan lancar selama bulan Ramadhan dengan berbagai macam kegiatan di dalamnya. Selain itu, diharapkan kegiatan ini juga memberikan pengalaman spiritual yang bermakna bagi para guru, mahasiswa AM dan para siswa untuk bisa lebih menghidupkan bulan suci ini.
HUMAS UIN MALANG- Negeri Jiran. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan tazkirah selama 30 menit menjelang berbuka puasa. Kegiatan ini berlangsung di Mushola/Surau Ma’had Tahfiz As-Saidiyyah (MTAS) dengan diikuti oleh 83 santri dan santriwati yang dengan penuh antusias menyimak materi yang disampaikan.
Mengusung tema “Jihad Melawan Hawa Nafsu di Bulan Ramadhan”, tazkirah ini menjadi bagian dari rangkaian program Ihya’ Ramadhan di MTAS. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan dan memperkuat spiritualitas para santri, sehingga mereka dapat lebih maksimal dalam menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan penghayatan. Dalam penyampaian materi, pemateri menekankan bahwa jihad melawan hawa nafsu merupakan bagian dari jihad terbesar yang harus dihadapi oleh setiap Muslim. Hal ini mencakup pengendalian diri dari berbagai godaan duniawi, seperti menahan amarah, menghindari perkataan sia-sia, serta menjaga kesucian hati dan pikiran agar tetap istiqamah dalam kebaikan.
Dalam tazkirahnya, Muhammad Syahri, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menegaskan bahwa pengendalian diri dari amarah, kesombongan, serta berbagai godaan duniawi merupakan bagian dari jihad akbar, sebagaimana banyak disebutkan dalam ajaran Islam. Jihad ini bukan sekadar perlawanan dalam bentuk peperangan fisik, tetapi lebih kepada perjuangan spiritual yang berlangsung sepanjang hayat.
Manusia secara fitrah memiliki hawa nafsu yang cenderung mengarah kepada hal-hal duniawi, seperti dorongan untuk marah, rasa sombong, atau kecenderungan terhadap kemaksiatan yang dapat menjauhkan seseorang dari ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, menahan diri dari segala bentuk keburukan merupakan langkah utama dalam menjaga kemurnian ibadah, khususnya di bulan suci Ramadhan, di mana setiap Muslim dilatih untuk lebih sabar, menahan diri, serta meningkatkan kualitas spiritualnya. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjaga puasanya dari hal-hal yang membatalkan secara fisik, tetapi juga dari perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah di sisi Allah.
Lebih lanjut, jihad melawan hawa nafsu menjadi kunci utama dalam mencapai kesempurnaan ibadah serta memperoleh keberkahan di bulan suci Ramadhan. Perjuangan ini membutuhkan kesabaran, kesungguhan, serta keikhlasan, karena hawa nafsu adalah musuh yang selalu mengintai dan berusaha menyesatkan manusia.Rasulullah SAW telah bersabda:
Artinya : “ Seorang mujahid adalah orang yang memerangi hawa nafsunya dalam taat kepada Allah Azza wa Jalla ” (HR. Ahmad bin Hanbal)
Hadis ini menegaskan bahwa jihad terbesar adalah perjuangan melawan diri sendiri dalam ketaatan kepada Allah SWT. Seorang Muslim yang mampu menundukkan hawa nafsunya akan lebih mudah meraih ketakwaan dan mendapatkan derajat yang tinggi di sisi-Nya. Oleh karena itu, momentum Ramadhan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai ajang latihan spiritual, agar setelah bulan ini berlalu, kita tetap mampu menjaga kesucian jiwa dan terus meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat Ramadhan semakin hidup di tengah-tengah warga MTAS, menjadi sarana muhasabah diri, serta momentum untuk memperkuat iman dan takwa kepada Allah SWT. Takzirah yang disampaikan tidak hanya memberikan wawasan keagamaan, tetapi juga mengajak setiap individu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui amal saleh, pengendalian hawa nafsu, serta peningkatan kualitas ibadah.
HUMAS UIN MALANG- Seremban-Malaysia. Suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat di Mushola Maahad Tahfiz As-Sa'diyyah (MTAS). Sejak pukul 09.00 pagi, para mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa Internasional UIN Malang bahu-membahu melaksanakan kerja bakti membersihkan dan merapikan mushola. 2 Maret 2025
Ustadz Saedik selaku Muallim bidang hak ihwal siswa juga ikut bembersamai para mahasiswa, “saya sangat senang dengan adanya kegiatan inisiatif bersih-bersih ini untuk menciptakan lingkungan ibadah yang nyaman, dan kondusif dalam bulan suci Ramadhan di MTAS ini” ucapnya. Dengan berbekal sapu, alat pel, dan peralatan kebersihan lainnya, mereka membersihkan setiap sudut mushola, mulai dari halaman, tempat wudhu, hingga ruang utama tempat shalat.
Syahriramadhan ketua kelompok yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan "Kerja bakti ini kami lakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan mushola dan ini juga menjadi salah satu program kebersihan yang pertama kami lakukan di MTAS ini dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan" ujar Syahri.
Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya membersihkan mushola, tetapi juga menata kembali rak-rak Al-Quran dan perlengkapan ibadah lainnya. Suasana kerja bakti semakin semarak dengan canda tawa dan obrolan ringan, menciptakan keakraban di antara mereka.
Kerja bakti ini tidak hanya membersihkan fisik mushola, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi warga sekitar untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah.
HUMAS UIN MALANG - Usai pengukuhan pengurus DWP se-Indonesia di bawah jajaran DWP Kementerian Agama, Ketua DWP Kemenag Pusat, Sinarliati Kamaruddin Amin, memberikan arahan langsung kepada seluruh pengurus dan anggota DWP. Selasa, 4 Maret 2025.
Dalam arahannya, Sinarliati Kamaruddin Amin menekankan pentingnya menurunkan tingkat perceraian di Indonesia. "Saya ingin tingkat perceraian menurun. Berikan wawasan bagi calon pengantin agar lebih mengerti makna memulai hidup baru," kata Sinarliati Kamaruddin Amin.
Sinarliati Kamaruddin Amin juga menekankan bahwa DWP memiliki tanggung jawab moral di sektor religiusitas, khususnya bagi anggotanya. "DWP harus mengedepankan nilai kebhinekaan dan menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan," kata Sinarliati Kamaruddin Amin.
Beliau juga meminta agar DWP memperkuat solidaritas dan komunikasi yang baik dan efektif untuk bersama menjalankan program kerja. "Tantangan perempuan sangat kompleks dan harus mampu beradaptasi dengan teknologi," kata Sinarliati Kamaruddin Amin.
Selain itu, pentingnya menjaga marwah dan nama baik organisasi. "DWP harus memiliki tanggung jawab dalam berprilaku dan berkontribusi di masyarakat," kata Sinarliati Kamaruddin Amin.
Keberadaan DWP juga harus bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. "Sebagai pengurus DWP, harus terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri dan wawasan yang luas untuk berkontribusi bagi masyarakat," kata Sinarliati Kamaruddin Amin.
Perempuan nomor Wahid di DWP Kemenag itu juga menekankan pentingnya setiap program yang dijalankan oleh DWP harus berdampak nyata bagi masyarakat. "Tunjukkan bahwa kita DWP Kemenag berbeda dengan kementerian yang lain," kata Sinarliati Kamaruddin Amin.
Dengan demikian, diharapkan DWP Kemenag Pusat dapat menjalankan program kerja yang efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
HUMAS UIN MALANG - Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dra. Hj. Shofiyah Zainuddin, bersama 25 anggota DWP lainnya, hadir secara daring dalam acara Pengukuhan Pengurus DWP Perguruan Tinggi se-Indonesia masa bakti 2024-2029 dengan total jumlah 3067 pengurus. Acara ini diselenggarakan oleh DWP Kementerian Agama (Kemenag) Pusat. Selasa, 4 Maret 2025.
Dalam kesempatan ini, Ketua DWP Kemenag Pusat, Sinarliati Kamaruddin Amin, membahas tentang organisasi dan sosialisasi AD-ART oleh DWP Kemenag RI Pusat baru. Acara ini bertujuan untuk memperkuat organisasi DWP di perguruan tinggi se-Indonesia dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran DWP dalam masyarakat.
Sinarliati Kamaruddin Amin, Ketua DWP Kemenag Pusat, menyatakan bahwa DWP Kemenag Pusat berkomitmen meningkatkan peran DWP dalam masyarakat. Beliau menyatakan bahwa DWP Kemenag Pusat akan terus berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran DWP dalam masyarakat.
"DWP Kemenag Pusat berkomitmen meningkatkan peran DWP dalam masyarakat. Kami akan terus berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran DWP dalam masyarakat," kata Sinarliati Kamaruddin Amin.
Dengan kehadiran DWP UIN Malang dalam acara ini, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara DWP UIN Malang dengan DWP Kemenag Pusat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran DWP dalam masyarakat.
Dra. Hj. Shofiyah Zainuddin, Ketua DWP UIN Malang, menyambut baik acara Pengukuhan Pengurus DWP Perguruan Tinggi se-Indonesia masa bakti 2024-2029. Beliau menyatakan bahwa DWP UIN Malang siap mendukung program DWP Kemenag Pusat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran DWP dalam masyarakat.
"DWP UIN Malang sangat senang dapat berpartisipasi dalam acara ini. Kami siap mendukung program DWP Kemenag Pusat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran DWP dalam masyarakat," kata Dra. Hj. Shofiyah Zainuddin.
Dengan demikian, diharapkan DWP UIN Malang dan DWP Kemenag Pusat dapat bekerja sama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran DWP dalam masyarakat.
HUMAS UIN MALANG, (1/3) – Seminar bertajuk “Stunting: Pencegahan Gizi Buruk pada Anak” sukses diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Lorong Sungai Mulia 5, Kampung Sungai Mulia, Jalan Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan ini dihadiri oleh para orang tua siswa Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 dan dipandu langsung oleh mahasiswa sebagai pemateri.
Seminar ini bertujuan memberikan edukasi mengenai stunting kepada para orang tua, termasuk pengertian, dampak jangka panjang, hingga langkah-langkah pencegahan melalui pola makan sehat dan asupan gizi yang seimbang. Pemateri juga memaparkan menu harian bergizi yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi diskusi menjadi bagian yang paling dinanti dan berlangsung interaktif. Salah satu peserta bertanya, “Bagaimana jika dalam seribu hari pertama seorang ibu tidak bisa memberikan ASI secara penuh? Apakah susu formula bisa menggantikannya?” Pemateri menjelaskan bahwa susu kambing secara biologis lebih mendekati ASI daripada susu sapi, namun tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan konsultasi medis.
Komentar ringan namun jujur dari seorang ibu, “Oh begitu ya, Kak. Tapi sekarang saya sudah tidak hamil lagi,” mengundang tawa hangat dari peserta. Pemateri pun menyarankan agar informasi tersebut disebarluaskan kepada kerabat dan tetangga yang tengah hamil atau memiliki bayi, agar manfaat dari seminar ini bisa menjangkau lebih banyak pihak.
Pertanyaan lain pun muncul seputar kebiasaan makan anak. “Anak saya tiap hari makan telur. Apakah itu baik?” tanya seorang ibu. Dijelaskan bahwa telur memang sumber protein yang baik, namun tetap perlu diimbangi dengan asupan lain seperti sayur, tempe, atau ikan agar kebutuhan gizi anak terpenuhi secara optimal.
Kegiatan ini menjadi ajang yang penuh manfaat dan inspirasi. Dengan suasana yang santai namun penuh makna, seminar ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran orang tua akan pentingnya gizi yang tepat sejak dini demi mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
“Melalui seminar ini, kami ingin mengedukasi sekaligus menguatkan peran orang tua sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting di lingkungan keluarga,” ujar salah satu panitia.
Semangat peserta yang tinggi menjadi bukti bahwa seminar seperti ini sangat dibutuhkan dan berpotensi memberikan dampak besar bagi kesehatan generasi mendatang.
Kontributor: Amelia Nur Rochim Editor: Azman Fawwazi
HUMAS UIN MALANG, (1/3) – Seminar bertema “Anak Hebat: Tangan Bersih, Makan Sehat, Raih Mimpi” sukses digelar di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Lorong Sungai Mulia 5, Kampung Sungai Mulia, Jalan Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa KKM Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dan diikuti oleh siswa-siswi sanggar.
Seminar ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat kepada anak-anak, sekaligus memotivasi mereka agar berani bermimpi dan memiliki harapan besar akan masa depan yang lebih baik. Kegiatan dibuka dengan pemaparan pentingnya mencuci tangan yang benar sebagai langkah awal menjaga kebersihan diri.
Materi berikutnya menyoroti pola makan sehat dengan konsep “Isi Piringku”, di mana anak-anak diajak mengenal porsi gizi seimbang yang baik untuk tubuh. Antusiasme para peserta tampak jelas ketika mereka diajak berdiskusi dan mempraktikkan langsung apa yang telah dipelajari.
Sesi ketiga menjadi salah satu momen paling mengharukan, ketika pemateri mengajak anak-anak untuk bermimpi besar meskipun berada dalam keterbatasan. “Saya mau jadi dokter dan menaikkan umroh orang tua saya, Bu!” ujar salah satu siswa dengan mata berbinar.
Seminar ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKM Internasional dalam mendukung pertumbuhan anak-anak yang tinggal di lingkungan marginal. Selain memberikan edukasi kebersihan dan kesehatan, kegiatan ini juga ingin menanamkan nilai-nilai kemandirian dan semangat pantang menyerah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat memahami pentingnya hidup sehat, dan tidak ragu untuk bercita-cita setinggi mungkin. Sebab keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi,” ungkap salah satu pemateri dari tim mahasiswa KKM.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan pemberian hadiah kecil bagi peserta yang aktif. Senyum dan semangat anak-anak menjadi bukti nyata bahwa seminar ini meninggalkan kesan positif dan penuh inspirasi.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki semangat tinggi untuk menggapai masa depan yang lebih baik.
HUMAS UIN MALANG, (1/3) – Sebuah seminar bertema "Siap Menjadi Orang Tua yang Bersahabat: Pendidikan Anak dalam Islam" sukses digelar di Lorong Sungai Mulia 5, Kampung Sungai Mulia, Jalan Gombak, Kuala Lumpur. Acara ini dihadiri oleh para orang tua siswa dan menghadirkan pemateri dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang yang sedang menjalani KKM Internasional.
Seminar ini bertujuan memberikan pemahaman lebih mendalam kepada para orang tua tentang pola asuh anak berdasarkan nilai-nilai Islam. Materi yang disampaikan dikemas secara interaktif dan aplikatif, sehingga para peserta bisa langsung mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari.
Usai penyampaian materi, sesi diskusi menjadi salah satu momen yang paling menarik. Para peserta, yang mayoritas adalah orang tua siswa, terlihat antusias mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman.
Salah satu peserta bertanya, “Bagaimana agar kita tidak terlalu sering memarahi anak? Saya sendiri tidak ingin marah, tapi saat saya marah, dia malah makin menjauh.”
Pertanyaan tersebut membuka ruang diskusi yang menyentuh aspek emosional dalam pola asuh, sekaligus menunjukkan betapa pentingnya kontrol emosi dan komunikasi yang efektif dalam hubungan orang tua dan anak.
Topik lain yang mencuat dalam diskusi adalah kecanduan gadget dan bagaimana membangun kedekatan dengan anak di tengah kesibukan orang tua yang bekerja. Seorang ayah berbagi metode yang ia terapkan: tidak memberikan hak kepemilikan penuh terhadap handphone kepada anak dan membandingkan hasil aktivitas bermain HP selama 20 menit dengan aktivitas menulis selama waktu yang sama. Pendekatan ini bertujuan untuk mengajak anak berpikir kritis dan menyadari dampak dari penggunaan gadget yang berlebihan.
Salah satu poin penting yang disampaikan dalam seminar adalah bahwa tidak ada anak yang nakal sejak lahir. Setiap anak terlahir suci dan bersih. Oleh karena itu, peran orang tua sebagai pendidik dan teladan sangatlah vital.
“Anak-anak adalah peniru yang ulung. Jika ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik, maka orang tua harus terlebih dahulu menjadi contoh yang baik,” ungkap salah satu pemateri.
Seminar ini menjadi ruang belajar bersama bagi para orang tua untuk saling mendukung dan bertumbuh dalam membangun keluarga yang harmonis dan islami. Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan dan layak untuk terus dilanjutkan di masa mendatang.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan dan menguatkan peran orang tua dalam mendidik anak sesuai dengan nilai-nilai Islam, dengan pendekatan yang bersahabat, bukan menakutkan,” pungkas salah satu panitia.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan tercipta generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Kontributor: Amelia Nur Rochim Editor: Azman Fawwazi
HUMAS UIN MALANG - Sabtu, (1/3), suasana hangat dan penuh keceriaan menyelimuti Panti Asuhan As-Sholihin, Jombang. Dalam kegiatan bertema “Serangkai Senyuman, Seribu Kebahagiaan Bersama”, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tirta Nawasena bersama siswa dan guru MAN 3 Jombang melaksanakan acara santunan anak sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Acara ini dirancang tidak hanya sebagai program sosial, tetapi juga sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh anak-anak panti asuhan, para pengasuh, mahasiswa KKM, serta warga MAN 3 Jombang. Mahasiswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga aktif sebagai pendamping anak-anak, pengisi acara, hingga pendokumentasi kegiatan. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari pengasuh Panti Asuhan As-Sholihin yang mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan. Kehadiran mahasiswa dan siswa disambut antusias oleh anak-anak panti dengan senyum dan semangat yang menyentuh hati.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuis interaktif. Mahasiswa KKM dan panitia memberikan pertanyaan seputar pengetahuan keislaman kepada anak-anak panti. Bagi yang berhasil menjawab dengan benar, panitia telah menyiapkan hadiah menarik. Momen ini berlangsung dengan sangat meriah; anak-anak menunjukkan antusiasme luar biasa dan menjawab pertanyaan dengan penuh semangat. Setelah sesi kuis, acara berlanjut dengan makan bersama. Dalam suasana akrab, mahasiswa, siswa, dan anak-anak panti duduk bersama, bercanda, dan saling berbagi cerita, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh kebahagiaan.
Menjelang akhir acara, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipanjatkan untuk kebaikan dan masa depan anak-anak panti asuhan. Doa tersebut menjadi simbol harapan agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang shalih dan berakhlak mulia. Momen ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama yang merekam kebersamaan yang indah. Salah satu anak panti bahkan berujar, “Kakak jangan lupa ke sini lagi yaa,” sebagai ungkapan harapan dan kedekatan yang telah terjalin.
Melalui kegiatan ini, KKM Tirta Nawasena menunjukkan bahwa kebahagiaan bisa dirangkai bersama—dimulai dari satu senyuman yang tulus hingga menciptakan seribu kebahagiaan. Semangat berbagi dan kepedulian sosial yang ditunjukkan menjadi inspirasi nyata untuk terus menebar manfaat di tengah masyarakat.