Daftar Penulis: Abadi Wijaya


KKM 182 UIN Malang Kenalkan Cloud Computing untuk UMKM Desa Dengkol
Selasa, 11 Februari 2025 . in Berita . 236 views
8895_p.jpeg

HUMAS UIN MALANG – Dalam upaya mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkelanjutan, anggota Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 182 "Gana Asfelic" menggelar seminar bertema "Teknologi Cloud Computing" pada Sabtu (11/1). Seminar ini bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat Dusun Krajan, Desa Dengkol, mengenai pemanfaatan teknologi tepat guna dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM.

Acara yang berlangsung di aula kantor desa ini menghadirkan Dr. Yayuk Sri Rahayu, SE., MM., seorang dosen UIN Malang, sebagai pembicara utama. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Dengkol, Sekretaris Desa Dengkol, Kepala Dusun Dengkol, Ibu Kepala Desa Dengkol, serta perwakilan dari Posyandu dan PKK. Antusiasme warga sangat tinggi, terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi diskusi.

Dalam pemaparannya, Dr. Yayuk Sri Rahayu menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan dan pemasaran produk UMKM. Beliau menjelaskan bahwa digital marketing berperan besar dalam memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing produk lokal.

“Menjual kerupuk rengginang mentah dan matang memiliki perbedaan keuntungan yang signifikan. Keuntungan dari rengginang matang bisa tiga kali lipat lebih besar,” ujar Dr. Yayuk Sri Rahayu.

Lebih lanjut, pemateri juga memperkenalkan berbagai platform digital marketing seperti Shopee, TikTok Shop, Lazada, dan Tokopedia. Dengan strategi pemasaran yang tepat, seperti kemasan menarik dan deskripsi produk yang jelas, pelaku UMKM dapat meningkatkan daya tarik dan penjualan produk mereka di platform digital.

8896_p.jpeg

Selain aspek pemasaran, seminar ini juga membahas pentingnya pencatatan keuangan yang rapi dan sistematis. Dr. Yayuk menekankan bahwa pencatatan modal, pengeluaran, serta keuntungan yang tertata dengan baik dapat membantu pelaku UMKM dalam mengelola bisnis mereka secara lebih efektif dan efisien.

Dusun Krajan sendiri memiliki beragam produk UMKM, mulai dari produksi jamu, kerupuk, minuman buah sehat, dan lainnya. Beberapa pelaku usaha bahkan telah memiliki badan usaha bersama untuk meningkatkan produksi dan distribusi. Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi tanya jawab berlangsung. Masyarakat sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan, sementara pemateri dengan ramah memberikan jawaban yang mudah dipahami.

Diharapkan, dengan adanya seminar ini, masyarakat Desa Dengkol, khususnya di Dusun Krajan, semakin semangat dalam membangun usaha yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pelaku UMKM akan pentingnya pencatatan keuangan yang baik guna mengoptimalkan keuntungan dan memperkuat keberlanjutan bisnis mereka.

Kontributor: Dhatun Nur'Aini & Diajeng Dwi Fitria Putri
Editor: Azman Fawwazi

 

Lebih Lanjut »
Anak Cerdas, Anak Bahagia: KKM UIN Malang Gelar Seminar Parenting di Desa Dengkol
Selasa, 11 Februari 2025 . in Berita . 152 views
8893_parenting.jpeg

HUMAS UIN MALANG – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 182 “Gana Asfelic” sukses menggelar seminar parenting bertajuk Anak Cerdas, Anak Bahagia pada Sabtu (18/1). Bertempat di Desa Dengkol, kegiatan ini menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh Rosidih, M.Pd, C.Ht, sebagai pemateri utama. Seminar ini mengupas tuntas strategi pengasuhan yang efektif untuk mendukung perkembangan kognitif dan emosi anak pada masa golden age (0-5 tahun).

Ketua KKM 182 UIN Malang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua, khususnya ibu-ibu di Dusun Krajan, tentang pentingnya pola asuh yang tepat dalam membentuk perkembangan anak yang optimal.

Dalam pemaparannya, Dr. Hj. Rofiqoh Rosidih menjelaskan bahwa perkembangan kognitif anak dapat didukung melalui berbagai faktor, seperti bahasa, permainan, eksplorasi, nutrisi, lingkungan, serta interaksi sosial yang berkualitas. Beliau juga menekankan pentingnya penerapan rutinitas dalam keseharian anak, seperti membiasakan jadwal bermain dan belajar yang seimbang serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

“Interaksi fisik dengan balita yang sering dilakukan akan sangat bermanfaat dalam mengurangi ketergantungan mereka terhadap ponsel,” ungkap Dr. Rofiqoh Rosidih.

8894_parenting.jpeg

Selain itu, seminar ini juga menyoroti strategi stimulasi otak anak dengan berbagai metode sederhana namun efektif. Aktivitas seperti bermain puzzle, mewarnai, membaca buku, serta permainan luar ruangan terbukti dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir anak. Tak hanya itu, mendengarkan cerita anak dengan penuh perhatian serta memberikan respon yang positif juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang baik antara ibu dan anak.

Tak kalah penting, seminar ini juga membahas cara mengelola emosi dalam pola asuh. Para orang tua diajarkan untuk memberikan contoh dalam pengelolaan emosi, menggunakan permainan peran untuk membantu anak dalam memecahkan masalah, serta memberikan pujian dan penghargaan sederhana sebagai bentuk motivasi bagi anak agar semakin bersemangat dalam melakukan hal-hal positif.

Dengan adanya seminar ini, diharapkan para ibu di Desa Dengkol dapat menerapkan pola asuh yang lebih baik untuk mendukung perkembangan kognitif dan emosional anak-anak mereka. Ilmu yang didapat dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi keluarga mereka sendiri, tetapi juga dapat diteruskan kepada masyarakat sekitar.

KKM UIN Malang 182 terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat, sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Kontributor: Dhatun Nur'Aini & Diajeng Dwi Fitria Putri
Editor: Azman Fawwazi

 

Lebih Lanjut »
FITK UIN Malang Susun Perangkat Pembelajaran dan Matangkan Persiapan Perkuliahan Semester Genap 2025
Selasa, 11 Februari 2025 . in Berita . 260 views
8890_siap.jpg

HUMAS UIN MALANG – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Koordinasi Awal Perkuliahan untuk semester genap tahun akademik 2025. Acara yang berlangsung di Home Theater FITK lantai 2 pada Selasa 11 Februari 2025 ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA., Ketua LP2M, Prof. Dr. Agus Maimun, M, Pd, serta para wakil dekan dan dosen FITK.  

8892_siap3.jpg

Dalam sambutannya, Dekan FITK, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd., menegaskan bahwa meskipun terdapat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, pendapatan pokok PNS tetap aman dan tidak akan berkurang sepeser pun. "Saya tegaskan hak PNS tidak akan berkurang serupiah pun, untuk itu tidak ada alasan untuk tidak bekerja secara profesional," ujarnya dengan penuh keyakinan.  

Sementara itu, dalam arahannya, Prof. Zainuddin menyoroti pesan Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar, mengenai tiga aspek utama dalam pengembangan perguruan tinggi, yaitu jadikan Kualitas Pendidikan sebagai Prioritas Utama. "Perguruan tinggi tidak cukup hanya membangun sarana dan prasarana, tetapi juga harus mengutamakan peningkatan kualitas pendidikan," ujar Prof. Zainuddin.  

8891_siap2.jpg

Kedua, Integrasi Keilmuan yang Lebih Mendalam. Integrasi ilmu tidak hanya sebatas mengaitkan sains dengan ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi harus lebih jauh menggali makna ayat-ayat tersebut untuk menemukan ilmu yang lebih mendalam. "Maknai dan lakukan elaborasi untuk menemukan sebuah ilmu yang lebih mendalam lagi," pesannya.  

Ketiga, Peran Guru Besar dalam Masyarakat. Guru besar bukan sekadar gelar akademik tertinggi, tetapi harus mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat. "Hal ini harus bisa menjadi perhatian bagi para dosen di kampus UIN Maliki Malang," tegasnya.  

Di akhir paparannya, Prof. Zainuddin kembali mendorong para dosen untuk lebih aktif dalam menulis dan menerbitkan karya ilmiah di jurnal internasional. Menurutnya, publikasi ilmiah tidak hanya berdampak positif bagi individu, tetapi juga berkontribusi besar bagi reputasi institusi. "Keaktifan dosen dalam karya ilmiah sangat penting sekali," pungkasnya.  

Dengan koordinasi yang matang ini, FITK UIN Malang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, integrasi keilmuan, serta produktivitas akademik para dosennya di semester genap mendatang.

Lebih Lanjut »
Menteri Agama RI: Integrasi Keilmuan Kunci Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam
Senin, 10 Februari 2025 . in Berita . 505 views
8889_menag.jpg

HUMAS UIN MALANG - Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., mengingatkan pentingnya integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam. Hal ini disampaikan dalam acara Halaqoh Pusat Studi Pengembangan Pesantren & Kawasan (PSP2K) yang dilaksanakan di Kampus 3, Gedung Arrahim UIN Malang, pada 10 Februari 2025.

Menurut Prof. Nasaruddin, integrasi keilmuan bukan hanya menempelkan hadits dalam teori, namun juga dalam penghayatannya. "Jurusan sains harus tahu agama dan jurusan agama harus tahu sains, jadi letak integrasinya di situ," ujarnya. Mahasiswa dapat memahami konsep-konsep keilmuan secara komprehensif dan dapat mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi keilmuan juga dapat membantu mahasiswa untuk memahami permasalahan sosial dan kemasyarakatan secara lebih mendalam. Oleh karena itu, integrasi keilmuan harus menjadi prioritas dalam pendidikan Islam.

Beliau menekankan pentingnya memadukan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama dalam proses pembelajaran. "Ilmu mengandalkan otak kiri, sedangkan ma'rifat mengandalkan otak kanan," ujarnya. "Kita harus memadukan keduanya agar dapat mencapai kesempurnaan dalam pendidikan Islam." Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami konsep-konsep keilmuan secara lebih mendalam dan dapat mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi keilmuan juga dapat membantu mahasiswa untuk memahami permasalahan sosial dan kemasyarakatan secara lebih mendalam. 

Prof. Nasaruddin berharap bahwa integrasi keilmuan dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. "Kita harus terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam, agar dapat mencapai tujuan kita untuk menjadi umat yang terbaik," ujarnya. 

Reporter & Fotografer: Edy Hyto

Lebih Lanjut »
Prof. Nasaruddin Umar: UIN Malang Harus Menjadi Trensetter Cendekiawan Muslim
Senin, 10 Februari 2025 . in Berita . 449 views
8887_hall.jpg

HUMAS UIN MALANG– Dalam sebuah halaqah inspiratif, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menegaskan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Ia menekankan bahwa kampus-kampus di bawah Kementerian Agama (Kemenag) harus memiliki visi yang jelas, dengan mencontoh akhlak Tuhan dalam setiap langkahnya. Senin, 10 Februari 2025.

"Tuhan saja punya blueprint, masak kita yang diberikan akal tidak memiliki tujuan yang jelas?" tegasnya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen kampus, termasuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan profesional dalam menghadapi tantangan zaman.   

Menurut Prof. Nasaruddin, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), gedung megah, atau peringkat dunia. Yang lebih penting adalah sejauh mana UIN Maliki Malang mampu menyatu dengan masyarakat dan memberikan manfaat nyata.  

"Sebesar apa pun anggaran yang dihabiskan, jika tidak menghasilkan moral yang baik, maka itu tidak berhasil," katanya. Ia mengingatkan agar kampus tidak terjebak dalam formalitas semata, tetapi tetap memegang teguh nilai-nilai Islam.  

8888_okk.jpg

Ia menekankan bahwa UIN bukan sekadar lembaga pendidikan akademik biasa. Huruf "I" interpretasi nama Islam dalam UIN (Universitas Islam Negeri) harus benar-benar menjadi identitas dan tanggung jawab. Mahasiswa yang dihasilkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak seperti Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang dikenal dengan kesalehannya dalam berdakwah dan membangun masyarakat.  

Prof. Nasaruddin juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan, salah satunya melalui konsep eco-theology. Ia mengajak mahasiswa untuk bersahabat dengan alam dan memandangnya bukan sekadar sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai subjek yang harus dijaga keseimbangannya.  

Dalam konteks keilmuan, ia menegaskan bahwa integrasi ilmu bukan sekadar menempelkan ayat-ayat Al-Qur'an pada teori sains, tetapi lebih kepada memahami filosofi ketuhanan dalam setiap disiplin ilmu. Ia mencontohkan bagaimana Ibnu Rusyd di pagi hari menjadi dokter spesialis, sementara di malam hari ia menjadi filsuf yang menciptakan karya-karya logika luar biasa.  

"Mari kita ciptakan konsep integrasi keilmuan yang sejati. Bukan sekadar ayatisasi sains, tetapi bagaimana nilai ketuhanan bisa hadir dalam setiap disiplin ilmu," pungkasnya.  

Dengan semangat ini, Prof. Nasaruddin berharap UIN Maliki Malang dapat menjadi trensetter dalam mencetak cendekiawan muslim yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga memiliki visi yang jelas dalam membawa perubahan bagi masyarakat.

Lebih Lanjut »
Menteri Agama RI Resmikan Pusat Studi Pengembangan Pesantren dan Kawasan di UIN Malang
Senin, 10 Februari 2025 . in Berita . 1710 views
8884_agus.jpg

HUMAS UIN MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatat sejarah dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Dalam kunjungannya, Menteri Agama mengisi halaqah ilmiah sekaligus meresmikan Pusat Studi Pengembangan Pesantren dan Kawasan, sebuah inisiatif yang diharapkan mampu memperkuat kontribusi UIN Malang dalam pengembangan pesantren dan lingkungan sekitarnya. Senin, 10 Februari 2025.

8885_hala.jpg

Dalam sambutannya, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. HM. Zainuddin, MA, menegaskan bahwa kampus ini telah berhasil mencapai visinya sebagai Perguruan Tinggi Islam yang unggul dan bereputasi internasional. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian gemilang UIN Malang di tingkat nasional dan global.

“Menurut UniRank, UIN Malang menempati peringkat pertama di antara PTKIN se-Indonesia dan masuk dalam 16 besar universitas Islam terbaik di dunia. Sementara itu, menurut QS World University Rankings (WUR), UIN Malang berada di peringkat 169 Asia Tenggara dan 190 Asia,” ujar Prof. Zainuddin dengan penuh syukur.

8886_oi.jpg

UIN Malang terus berkembang dengan konsep Green and Smart Campus, mencerminkan komitmen terhadap lingkungan dan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Saat ini, kampus memiliki tiga lokasi utama ,Kampus 1 di Jalan Gajayana, Kampus 2 di Jalan Soekarno, Kampus 3 di Jalan Locari, Batu, yang dirancang dengan konsep Basmalah. Saat ini, bagian "Arrahim" dari desain ini hampir selesai dibangun dengan dukungan dana hampir Rp1 triliun dari SFD melalui pemerintah Indonesia.

Selain itu, kampus juga menerima hibah tanah seluas 12 hektar dari Bupati Malang, yang direncanakan untuk pembangunan Fakultas Agro Complex di masa depan.

Dengan jumlah mahasiswa mencapai 69.129 orang, UIN Malang juga semakin menarik perhatian mahasiswa internasional. Saat ini, 460 mahasiswa asing dari 42 negara—termasuk Rusia, Amerika, Mesir, Sudan, dan Malaysia—tengah menempuh pendidikan di kampus ini.

Salah satu keunggulan UIN Malang adalah sistem pendidikannya yang berbasis Integrated Learning Model (ILM), yang mengintegrasikan agama dan sains dalam setiap mata kuliah. Mahasiswa baru program S-1 juga diwajibkan tinggal di Ma’had al-Jami’ah selama satu tahun untuk memperkuat karakter, spiritualitas, serta pembelajaran kitab kuning dan bahasa asing.

Selain itu, kampus memiliki Markazul Lughat sebagai pusat pembelajaran bahasa asing (Arab, Inggris, dan Mandarin) serta Pusat Penghafalan Al-Qur’an (HTQ) yang telah meluluskan lebih dari 3.000 hafiz dengan capaian 5–30 juz.

Dalam kesempatan ini, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar mengapresiasi capaian UIN Malang dan menekankan pentingnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama dalam membangun masyarakat yang harmonis. Konsep Eco-Theology yang beliau gagas juga sejalan dengan program penanaman 1.000 pohon yang dilakukan UIN Malang, yang telah mendapat penghargaan dari UI Green Metrics sebagai The Most Sustainable Improved University in Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi langkah-langkah UIN Malang dalam membangun pendidikan Islam yang inklusif dan berwawasan global. Semoga pusat studi yang baru diresmikan ini dapat menjadi wadah inovasi bagi pengembangan pesantren dan kawasan di Indonesia,” ujar Menteri Agama.

Acara ini menjadi momentum penting bagi UIN Malang untuk terus maju sebagai pusat pendidikan Islam yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan lingkungan.

Lebih Lanjut »
Mahasiswa KKM 185 Sukses Laksanakan Program Pengabdian di Desa Purwoasri
Senin, 10 Februari 2025 . in Berita . 152 views
8881_p.jpeg

HUMAS UIN MALANG, (10/2) – Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 185 yang berlangsung di Dusun Pasrepan, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, telah berhasil diselenggarakan dengan berbagai program pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kegiatan yang difokuskan pada bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial ini tidak hanya memberikan manfaat bagi warga desa, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, mahasiswa KKM 185 berperan aktif dalam proses belajar mengajar di SDN Purwoasri 01, SDN Purwoasri 02, TK Al-Amanah, dan PAUD Seruni 04. Mereka turut serta dalam mendampingi siswa, membantu guru dalam menyampaikan materi, serta menciptakan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Keberadaan mahasiswa ini membawa semangat baru bagi para siswa, yang tampak lebih antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar.

8878_oke.jpeg

Dalam upaya meningkatkan nilai-nilai keagamaan di masyarakat, mahasiswa KKM 185 aktif dalam kegiatan pembelajaran Al-Quran di TPQ Al-Hikmah dan TPQ Darussalam. Program unggulan One Day One Juz menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak dan masyarakat sekitar, yang semakin termotivasi untuk membaca dan memahami Al-Quran. Selain itu, mahasiswa juga turut serta dalam pengajian umum dan peringatan Isra’ Mi’raj di TPQ Masjid Darussalam, yang semakin mempererat hubungan mereka dengan masyarakat setempat.

Mahasiswa KKM 185 juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu. Bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat, mereka membantu pemeriksaan kesehatan, imunisasi, serta mengadakan penyuluhan tentang pola hidup sehat dan pencegahan stunting. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak serta pemenuhan gizi yang optimal bagi tumbuh kembang anak-anak.

8878_oke.jpeg

Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa KKM 185 mengadakan acara refleksi dan perpisahan di berbagai lokasi, seperti Balai Desa Purwoasri, SDN Purwoasri 01 dan 02, TPQ Darussalam, serta PAUD Seruni. Acara ini dimeriahkan dengan perlombaan, ceramah keagamaan, serta pembagian hadiah dan kenang-kenangan sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang telah mendukung program ini. Suasana haru dan kebersamaan terasa begitu kental, mencerminkan eratnya hubungan yang telah terjalin selama program berlangsung.

Dengan berakhirnya program KKM 185, mahasiswa berharap bahwa ilmu dan pengalaman yang mereka bagikan dapat terus bermanfaat bagi masyarakat Dusun Pasrepan. Mereka juga berharap hubungan yang telah dibangun dapat terus berlanjut sebagai jembatan bagi kolaborasi yang lebih luas di masa depan.

Kontributor: Farid Ahmad Sa’adudin
Editor: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »
Bioskop Toleransi: Mengenalkan Moderasi Beragama Lewat Film Edukatif
Minggu, 9 Februari 2025 . in Berita . 252 views
8883_p.jpeg

HUMAS UIN MALANG, (22/1) – Anggota Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 182 "Gana Asfelic" melaksanakan program moderasi beragama dengan konsep unik, yaitu menonton bersama anak-anak TPQ An-Nahdliyah menggunakan layar dan proyektor. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama kepada anak-anak sejak dini.

Acara yang dimulai pukul 18.30 WIB ini dibuka dengan penjelasan singkat mengenai moderasi beragama. Anak-anak TPQ tampak antusias dengan konsep menonton bersama yang menggunakan layar lebar. Film dan kartun yang dipilih untuk ditayangkan mengandung pesan toleransi, di antaranya Samaah, Sopo Jarwo, serta Nussa dan Rara. Ketiga tayangan ini memberikan pemahaman tentang pentingnya saling menghormati antarumat beragama, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak mengganggu aktivitas ibadah orang lain.

Film pertama, Samaah, bercerita tentang seorang tokoh bernama Bima yang langsung menuju masjid setiap kali azan berkumandang. Awalnya, seorang temannya bernama Nisa mengira Bima adalah seorang Muslim, namun ternyata ia beragama Kristen. Bima pergi ke masjid bukan untuk beribadah, melainkan membantu temannya yang mengalami kesulitan berjalan. Sikap saling membantu tanpa memandang perbedaan agama inilah yang menjadi inti dari pesan toleransi dalam film tersebut.

8882_p.jpeg

Momen menarik terjadi setelah sesi menonton, ketika anak-anak diminta untuk maju dan menjelaskan di mana mereka menemukan nilai-nilai toleransi dalam film dan kartun yang ditayangkan. Antusiasme mereka terlihat dari keinginan untuk berebut maju dan berbicara. Salah satu anak TPQ, Aziz, dengan penuh semangat mengatakan, "Nisa mengerti bahwa kita tidak boleh membenci seseorang yang berbeda agama dengan kita." Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa KKM memberikan hadiah berupa uang kepada anak-anak yang berani menyampaikan pemahaman mereka.

Kegiatan ini memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak TPQ. Melalui tayangan yang disajikan dengan cara menarik, mereka dapat memahami bahwa menghargai perbedaan agama dan membantu sesama merupakan nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak dan menanamkan sikap toleransi sejak dini agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Dhatun Nur'Aini & Diajeng Dwi Fitria Putri
Editor: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »
Cegah Stunting dengan Nutrisi Kacang Hijau: Mahasiswa KKM UIN Malang 182 Beraksi di Desa Dengkol
Minggu, 9 Februari 2025 . in Berita . 292 views
8876_p.jpeg

HUMAS UIN MALANG, (3/1) – Anggota Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 182 “Gana Asfelic” mengadakan program pembagian bubur kacang hijau bagi balita di Dusun Krajan, Desa Dengkol. Program ini bertujuan untuk membantu pencegahan stunting pada balita dengan memberikan asupan nutrisi yang sehat dan bergizi. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM bekerja sama dengan bidan desa serta kader posyandu guna memastikan program berjalan lancar dan tepat sasaran.

Mahasiswa memilih bubur kacang hijau karena kaya akan nutrisi, protein, dan vitamin yang bermanfaat bagi pertumbuhan anak. Selain itu, bubur ini juga bisa menjadi alternatif MPASI bagi balita. Proses pembuatan bubur kacang hijau dilakukan selama satu hari satu malam. Pada malam hari, mahasiswa merebus kacang hijau selama setengah jam dan membiarkannya hingga pagi. Keesokan harinya, setelah subuh, kacang hijau dimasak kembali dengan tambahan santan, gula, daun pandan, serta sedikit garam. Gula merah tidak ditambahkan karena sasaran program ini adalah balita yang mengalami stunting. Bubur yang telah matang kemudian dikemas dalam cup berukuran 10 Oz dengan total sebanyak 50 porsi.

8877_p.jpeg

Pembagian bubur kacang hijau dilaksanakan di salah satu rumah warga setempat, bertepatan dengan jadwal posyandu yang rutin diadakan setiap hari Rabu pukul 08.00 WIB. Mahasiswa memilih minggu ketiga sebagai waktu pelaksanaan program ini. Bubur kacang hijau dibagikan setelah proses pengukuran tinggi dan berat badan balita serta setelah wali balita menandatangani daftar kehadiran. Selain bubur dari mahasiswa, posyandu juga membagikan kue lumpur, telur, serta buah sehat seperti semangka untuk balita, anak-anak, dan lansia. Salah satu wali balita mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan berkata, "Terima kasih kak, sudah memberikan bubur kacang hijau."

Program ini bertujuan untuk menekan angka stunting di Desa Dengkol, khususnya Dusun Krajan. Stunting terjadi akibat kurangnya asupan gizi selama masa pertumbuhan serta minimnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya nutrisi. Bubur kacang hijau merupakan salah satu langkah pencegahan stunting, namun edukasi lebih lanjut mengenai pemberian MPASI yang tepat, terutama yang mengandung protein hewani seperti daging, ayam, ikan, dan telur, juga sangat diperlukan.

8875_p.jpeg

Diharapkan dengan adanya program ini, meskipun dalam skala kecil, dapat menjadi langkah awal dalam menekan angka stunting. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa dan orang tua untuk belajar lebih banyak tentang pentingnya gizi dalam pertumbuhan anak agar mereka dapat tumbuh sehat dan optimal.

Kontributor: Dhatun Nur'Aini & Diajeng Dwi Fitria Putri
Editor: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up