Daftar Penulis: Iffatunnida


BELAJAR TULUS DAN TANGGUH DARI GURU SDN INPRES 1 KOYA BARAT
Rabu, 10 Agustus 2022 . in Berita . 893 views
4141_inpres.jpg

Catatan KKN: Mirel Imelda Sasella (Mahasiswi Jurusan Bahasa & Sastra Arab, Semester 6)

UIN MALANG-Salah satu program KKN-KNMB (Kolaborasi Nasional Moderasi Beragama) di Papua ialah mengobservasi beberapa sekolah di Koya Barat, Kota Jayapura. Rabu itu (3/8), saya dan empat teman lainnya yang tergabung dalam Kelompok KKN-KNMB Masjid Quba mengunjungi SDN Inpres 1. Senang rasanya karena bisa berinteraksi dengan banyak putra-putri daerah asli Papua di sekolah itu. Namun, perasaan sedih juga hadir ketika menyaksikan kondisi bangunan serta siswa di sekolah tersebut. Selain fasilitas sekolah yang kurang memadai, siswa yang tidak bersepatu dan kondisi baju seragam yang kurang terawat adalah pemandangan sehari-hari.
Salah satu guru senior di SDN Inpres 1, Bu Nensi, menemui kami dan merespon positif maksud kunjungan kami ke sekolahnya. Di kesempatan itu, ia memberikan gambaran sekolahnya agar kami tidak kaget melihat kondisi sekolah yang tidak seperti lainnya. Ia akui bahwa kondisi sekolahnya memprihatinkan.
Meski berstatus SD Negeri, namun keberadaannya selalu diabaikan. Segala pengajuan bantuan dan fasilitas untuk sekolah tidak didengarkan dan direspon oleh pemerintah setempat. Tidak heran kalau SDN Inpres 1 dianggap sebagai sekolah yang tersisihkan. “Akhirnya, dana operasional sekolah adalah dana mandiri dari iuran guru dan beberapa wali murid,” tuturnya.
Mayoritas siswa di SDN Inpres 1 adalah putra-putri asli Wamena yang rumahnya berada di kawasan pegunungan. “80% asli Wamena dan sisanya dari warga transmigrasi,” jelas Nensi. Hal ini membuat kesenjangan kualitas SDM yang sangat berbeda.
Siswa dengan seragam kotor dan tanpa bersepatu adalah pemandangan sehari-hari. “Rumah mereka sangat jauh di area pegunungan. Mereka mau datang ke sekolah saja, guru-guru sudah bersyukur dan bahagia,” imbuhnya
Kuantitas kelas dan guru, lanjut Nensi, juga sangat minim. Namun pihak sekolah bersyukur karena ada progress positif, terbukti dengan banyaknya siswa baru yang mendaftar di kelas 1 hingga total ada 2 kelas. Jumlah guru yang terbatas berimbas pada overload pekerjaan. “Satu orang guru bisa merangkap mengajar di banyak kelas,” jelasnya. Namun, sekali lagi, ia bersyukur, “Apresiasi tinggi buat guru-guru di sini yang semangatnya selalu full meski pembayaran gaji tidak lancar.”

4142_inpres2.jpg


Kisah ini bukanlah kisah fiktif yang sering kita baca di media-media saja. Setelah kunjungan ke SDN Inpres 1, saya sadar, memang masih banyak sekali orang-orang tangguh yang berdedikasi di tengah keterbatasan yang mereka terima.
Kisah lainnya ialah tentang Bu Nensi sendiri. Sudah 35 tahun ia mengabdikan diri sebagai seorang guru. Ia bahkan pernah menjabat sebaga Kepala Sekolah di SDN Kotaraja, salah satu sekolah favorit dengan fasilitas serba ada, tanpa kesenjangan.
Namun, menjelang pensiun, ia sendiri yang memilih untuk pindah ke SDN Inpres 1. Alasannya sederhana, ia ingin suasana baru yang berbeda dengan sekolah sebelumnya. Memanfaatkan semangat belajar dari siswa-siswanya, ia pun mengadakan aktivitas-aktivitas menyenangkan di lingkungan sekolah. Salah satunya adalah drum band. Jangan bayangkan grup drum band dengan fasilitas modern, grup di SDN Inpres 1 ini memakai alat bekas dari SDN Kotaraja yang dibawa Nensi. “Yang penting anak-anak senang dan jadi semangat belajar bermain alat musik dengan teman-temannya,” imbuhnya bersemangat. Niat yang tulus serta ambisi yang kuat Nensi inilah yang membuat kami sangat kagum. Semoga semangatnya untuk meratakan SDM anak bangsa di Bumi Cendrawasih ini dapat terwujud. Amin. (*/nd)

Lebih Lanjut »
WR 1 HARAP 3 JURNAL SEGERA MENETAS
Rabu, 10 Agustus 2022 . in Berita . 466 views
4134_submit.jpg

UIN MALANG-Tiga rangkaian workshop Pendampingan Percepatan Indeksasi Scopus sudah dilaksanakan. Delapan jurnal yang diproyekkan untuk meningkatkan reputasi internasional sudah mendapatkan pembekalan yang cukup dari Prof. Dr. Istadi, ST., MT. Namun, selama dua kali sesi materi, hanya tiga yang dinyatakan layak untuk pengajuan indeksasi Scopus, yakni El-Harakah, Ulul Albab, dan Ijaz Arabi. Didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag., tiga jurnal tersebut mantap mengisi formulir pengajuan indeksasi internasional, Rabu (10/8).
Prof. Umi menyatakan, pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memberikan dukungan maksimal kepada seluruh pengelola jurnal ilmiah. Pasalnya, jurnal dianggap sebagai salah satu ujung tombak mencapai cita-cita besar kampus. Ia menjelaskan, hingga tahun 2030, kampus sedang menuju tahap international recognition. Karenanya, peningkatan kualitas jurnal di kalangan akademisi dunia menjadi fokus utama pimpinan.

4135_submit2.jpg


Besar harapan wakil rektor bidang akademik ini agar ketiga jurnal yang mengajukan indeksasi Scopus mendapat hasil yang baik. “Kami mau ketiga jurnal ini menetas,” imbuhnya. Dengan begitu, salah satu syarat internasionalisasi universitas dapat terpenuhi.
Tahap ini, lanjut Prof. Umi, akan menjadi motivasi bagi pengelola jurnal ilmiah lainnya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. “Jurnal yang sudah lama tidak terbit maupun yang baru lahir, kami ingin semuanya berprogres menuju peningkatan akreditasi,” ujarnya di sela mengawasi proses submit indeksasi Scopus di Ruang Meeting Gedung Rektorat lt. 3. (nd)

Lebih Lanjut »
SELANGKAH LAGI MENUJU INDEKSASI SCOPUS
Selasa, 9 Agustus 2022 . in Berita . 571 views

 

4127_workk.jpg

UIN MALANG-Pusat Publikasi Ilmiah, LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan workshop lanjutan Pendampingan Percepatan Indeksasi Scopus, Selasa (9/8). Sesi sebelumnya (14/7), para pengelola 8 jurnal ilmiah yang ditarget untuk submit indeksasi Scopus telah melakukan presentasi di hadapan narasumber, Prof. Dr. Istadi, ST., MT. mengenai kondisi jurnal masing-masing. Sesuai saran dari narasumber, para pengelola lalu diminta untuk memperbaiki dan menambahi yang diperlukan agar layak di hadapan asesor Scopus. Maka, sesi kedua kali ini akan diisi dengan apa saja yang sudah diperbaiki oleh pengelola jurnal.
Hadir untuk membuka acara, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. optimis akan ada lagi jurnal terindeks Scopus di UIN Malang. Meski tidak semua 8 jurnal yang ditarget akan submit untuk penilaian, ia yakin tak hanya satu yang layak lolos Scopus. “Prosesnya bisa panjang, kadang juga bisa sangat cepat. Diterima atau tidak adalah bagian dari proses,” paparnya.
Menyerahkan jurnal ilmiah untuk indeksasi Scopus, lanjut Prof. Umi merupakan upaya UIN Malang untuk internasionalisasi universitas. “Tahun 2025 hingga 2030, fokus UIN Malang adalah international recognition,” jelas guru besar di Fakultas Syariah tersebut. Untuk mewujudkan visi besar tersebut, jurnal ilmiah dianggap sebagai ujung tombak.
Jajaran pimpinan UIN Malang, masih kata Prof. Umi, sangat concern terhadap kualitas jurnal-jurnal ilmiah di kampus. Ia ingin, workshop serupa secara berkala dihelat oleh Pusat Publikasi Ilmiah, agar jurnal-jurnal yang masih mati suri dapat hidup kembali. Menurutnya, cita-cita kampus tidak bisa hanya diperjuangkan oleh kalangan tertentu. “Seluruh sivitas akademik UIN Malang punya kewajiban yang sama untuk mewujudkan cita-cita kampus,” tegasnya. (nd)

Lebih Lanjut »
DOSEN PKPBI SIAP SUBMIT ARTIKEL DI JURNAL BEREPUTASI INTERNASIONAL
Senin, 8 Agustus 2022 . in Berita . 578 views
4120_pkpbi1.jpg

UIN MALANG-Sebagai sesi terakhir dari rangkaian workshop Academic Writing yang dihelat oleh Program Khusus Perkuliahan Bahasa Inggris (PKPBI), seluruh tenaga pendidik diharapkan sudah siap dengan produk artikel ilmiahnya. Seperti yang dituturkan oleh Agwin Degaf, Ketua PKPBI, pihaknya ingin agar para dosen tak sekadar mengikuti keempat workshop yang diagendakan selama beberapa bulan ini, namun juga menghasilkan sesuatu. “Kami tidak ingin hanya ide yang muncul setelah workshop, tapi sudah ada artikel yang siap submit ke jurnal bereputasi internasional,” paparnya saat membuka Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Bereputasi di Ruang LPM Gedung Rektorat lt.4, Senin (8/8).
Untuk itu, lanjut Agwin, sebelum workshop terakhir diselenggarakan, para dosen diwajibkan mengumpulkan artikel yang sudah jadi, ataupun yang masih berupa draf. Hal ini dilakukan agar pihak PKPBI dapat melihat seberapa serius para dosen dalam mengembangkan bidang keilmuannya dalam bentuk hasil riset ilmiah.
Seluruh artikel, masih kata Ketua PKPBI tersebut, akan didiskusikan bersama narasumber. PKPBI secara khusus mengundang salah satu dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu Dr. Rohmani Nur Indah, M.Pd. “Beliau adalah dosen yang konsisten berada di Top 10 Repository kampus kita,” papar Agwin menjelaskan.
Tak hanya itu, Indah juga concern di bidang penulisan, selain juga menjadi pengampu mata kuliah Writing di Jurusan Sastra Inggris. Karena kiprahnya, ia pun diamanahi menjadi Pimpinan Redaksi el-Harakah, salah satu jurnal tertua di kampus.
Harapan memiliki artikel ilmiah bagi setiap dosen, masih kata Agwin, bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, karena artikel ilmiah adalah kewajiban dosen. Buktinya, menulis artikel ilmiah yang juga termasuk bagian dari melakukan penelitian tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. (nd)

Lebih Lanjut »
LP2M MONITORI KKN PERSEMAKMURAN DI TULUNGAGUNG
Minggu, 7 Agustus 2022 . in Berita . 724 views
4118_makmur1.jpg

UIN MALANG-Sebagai lembaga yang mengawal kegiatan KKN mahasiswa ke berbagai tempat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) mulai melakukan Monitoring dan Evaluation (Monev) pelaksanaan KKN Persemakmuran di Kecamatan Pager Wojo, Kabupaten Tulungagung, Jumat (5/8). KKN yang bertuan rumah di UIN Sayid Ali Rahmatullah, Tulungagung itu tak hanya diikuti oleh mahasiswa dari kampus tersebut, namun juga dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan IAIN Ponorogo yang tergabung dalam PTKIN ex-IAIN Sunan Ampel.
Jajaran pimpinan LP2M UIN Malang yang melakukan Monev secara langsung ialah Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd. (Kepala LP2M), Ahmad Abtokhi, M.Pd. (Sektetaris LP2M), Dr. Syaiful Mustofa, M.Pd., MA. (Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat), dan Dr. Abdul Aziz, M.Pd. (Ketua Pusat Penelitian).
Menurut Prof. Agus Maimun, Monev dilakukan agar pihak kampus mengetahui informasi terkait kegiatan KKN. Hal itu meliputi perkembangan kegiatan yang sudah dilakukan dan apa yang telah dicapai selama sekitar dua minggu KKN. Ia berharap, apa yang berhasil dilaksanakan dapat diterapkan di wilayah KKN lainnya. “Jika memang hasilnya baik, akan diseminasikan di area Malang juga,” imbuhnya.

4119_makmur2.jpg


Dalam Monev tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan bahwa kelompoknya turut serta dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Seperti pelaksanaan imunisasi di balai desa, kegiatan kebersihan rutinan, kegiatan pendidikan, dan juga keagamaan. Hal ini sejalan dengan penuturan Kapus Pengabdian Masyarakat UIN Malang, bahwa mahasiswa wajib berbaur dengan semua aktivitas kemasyarakatan. Dengan begitu, mahasiswa mendapat bekal untuk hidup di tengah masyarakat pasca studi mereka nantinya.
Lebih lanjut, Sekretaris LP2M, Ahmad Abtokhi menyarankan agar peserta KKN juga bisa mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kebersihan sungai. Pasalnya, hampir semua masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, akan membuang sampah di aliran sungai. Akibatnya, debit air meningkat dan mengikis pinggiran. Abtokhi juga menyarankan agar mahasiswa mencari informasi ke Perhutani setempat untuk menjalin kerjasama dalam penanaman bibit pohon di pinggiran sungai. Meski sepele, ia yakin dampaknya akan sangat baik di masa mendatang. (nd)

Lebih Lanjut »
PERAYAAN 1 MUHARRAM DI KOYA BARAT, JAYAPURA
Jumat, 5 Agustus 2022 . in Berita . 1051 views
4115_knmb1.jpg

Catatan KKN: Mirel Imelda Sasella (Mahasiswi Jurusan Bahasa & Sastra Arab, Semester 6)

UIN MALANG-Setelah dua tahun vakum karena pandemi Covid-19, masyarakat Koya Barat, Jayapura akhirnya bisa melaksanakan Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) lagi tahun ini. Saya yang kebetulan sedang mengikuti KKN-KNMB (Kolaborasi Nasional Moderasi Beragama) di wilayah Papua, merasa senang bisa menyaksikan langsung PHBI di tanah mayoritas non-Muslim. Bertepatan dengan Perayaan 1 Muharram, Tahun Baru Kalender Hijriyah, panitia Masjid Al-Muhajirin Koya Barat mempersiapkan rangkaian PHBI. Ada beragam lomba yang diagendakan. Ada juga pawai sholawat yang diikuti Ibu-Ibu, Bapak-Bapak, remaja, maupun anak-anak.
Saya melihat sendiri betapa menyatunya kebahagiaan yang dirasakan masyarakat di sekitar Masjid Al-Muhajirin. PHBI ini tak hanya milik umat Muslim, namun banyak juga non-Muslim yang turut andil menyukseskan acara. Bentuk dukungan masyarakat non-Muslim yang saya saksikan ialah, mereka turut menjaga keamanan di sekitar tempat perayaan PHBI untuk menghindari kericuhan. Di sini saya benar-benar merasa melihat implementasi nyata moderasi beragama. Bahwa di Indonesia, khususnya wilayah Papua dengan masyarakat pluralnya, masyarakat bisa tolong-menolong, saling menjaga, dan mendukung.

4116_knmb2.jpg


PHBI 1 Muharram 1444 H ini dimulai pukul 08.00 WIT. Meski pagi diguyur hujan dan sempat tertunda, acara tetap berlangsung meriah di area Masjid Al-Muhajirin, Sabtu (30/7). Lantunan sholawat menggema, riuhan musik dari grup drum band menambah kemeriahan. Tak hanya itu, ada pula penampilan dari grup Pencak Silat dan Pramuka. Antusias masyarakat makin terlihat saat Lomba Pawai, baik kategori Ibu-Ibu maupun Anak-Anak. Tak hanya menghias diri dengan aksesoris senada dengan grup masing-masing, mereka juga dengan semangat meneriakkan yel-yel dan sholawat.
Juri Lomba Pawai terdiri dari 15 orang yang disebar di lima pos penilaian. Terdapat perbedaan pelaksanaan untuk tiap kategori. Untuk Lomba Pawai Ibu-Ibu, mereka wajib menempuh lima pos yang disediakan, sedangkan kategori Anak-Anak hanya tiga pos. Sekretaris DKM Masjid Al-Muhajirin, Pak Farid menyatakan pihaknya telah berpesan pada juri untuk mengutamakan poin kreativitas peserta lomba. Tak hanya itu, ia juga meminta juri untuk memberikan nilai ganjil. “Hal ini untuk menghindari bias dalam penilaian,” jelasnya.

4117_knmb3.jpg


Usai Lomba Pawai, seluruh peserta, panitia, serta masyarakat berkumpul di halaman masjid. Panitia menghelat acara selanjutnya, yakni pembagian Door Prize dengan hadiah utama mesin cuci dan kulkas. Seluruh yang hadir di tempat mendapatkan kesempatan untuk menang karena kupon dibagi merata. Turut hadir pula dalam acara tersebut, beberapa pegawai pemerintah setempat serta Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, Habib Idrus Al-Hamid yang juga diminta untuk memberikan sambutan. (*/nd)

Lebih Lanjut »
BAKAR BATU: BENTUK SOLIDARITAS WARGA PAPUA
Senin, 1 Agustus 2022 . in Berita . 2335 views
4083_kknp1.jpg

Catatan KKN: Jiharudin (Mahasiswa Jurusan Psikologi, Semester 6)

UIN MALANG-Bakar Batu, terdengar aneh bahkan tidak masuk akal. Namun, hal itu sudah dilakoni masyarakat Papua secara turun-temurun. Bahkan, dalam setahun mereka bisa melaksanakan tradisi Bakar Batu beberapa kali. Sebagai salah satu delegasi KKN-KNMB (Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama) di Provinsi Papua, saya berkesempatan mengikuti salah satu tradisi Bakar Batu di Kampung Sabron Sari, Kecamatan Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Sabtu (30/7).
Tradisi ini diawali dengan menyiapkan beberapa lapis kayu dan batu yang disusun secara teratur. Setelah itu masyarakat serentak membakar kayu-kayu tersebut hingga menjadi abu. Sembari menunggu, mereka menyiapkan beberapa lubang yang mereka sebut sebagai kolam makanan. Lubang-lubang itu diisi dengan bahan makanan. Berdasarkan pengamatan saya saat itu, para warga menimbun jagung, ketela, dan ubi di kolam tersebut. Dalam Bakar Batu lainnya, kolam juga bisa diisi babi, ayam, jagung, ubi, dan talas.

4084_kknp2.jpg


Setelah kolam terisi penuh, mereka menutupinya dengan beberapa lembar daun pisang. Barulah mereka mengangkat batu yang tadi sudah dibakar ke kolam-kolam makanan menggunakan capitan dari kayu. Mereka menyusun rapi batu dan daun pisang di kolam tersebut. Sekitar 1 hingga 2 jam kemudian, makanan dalam kolam pun matang.
Ketika menunggu, warga mengikuti rangkaian acara sebelum makan bersama dimulai. Acara diawali dengan pembukaan dan beberapa sambutan dari para tokoh dan aparat setempat. Setelah beberapa sambutan tersampaikan, barulah masuk ke dalam pelaksanaan ritual ibadah umat Kristen. Para tamu undangan dan tamu masyarakat non-Papua di sekitar pun ikut serta dalam tradisi tersebut. Mereka juga memberikan sumbangan uang pada tas noken panitia. Panitia akan mengucapkan "Waa, Waa, Waa," yang artinya terima kasih kepada orang yang memberi sumbangan.
Selesai prosesi acara, barulah mereka duduk membuat lingkaran. Beberapa orang anggota lingkaran itu akan lari bulak-balik mengambil makanan di kolam yang sudah ditimbun tadi. Orang yang sudah makan dari suatu lingkaran tidak bisa berpindah ke lingkaran lain, khususnya yang dari lingkaran dengan menu babi, tidak boleh menuju lingkaran masyarakat muslim.
Menurut Timotius Weya, Tradisi Bakar Batu adalah wujud kekeluargaan dan solidaritas suku Papua. Tradisi ini memungkinkan mereka yang berlebih untuk berbagi, baik itu hasil panen ataupun sumbangan dalam bentuk lainnya. “Keluarga kami dari Nimbokrang, Keroom, dan Jayapura yang tidak memiliki perkebunan, yang yatim piatu, dan yang serba kesusahan berkumpul di sini dan makan bersama,” papar ketua RT 08 itu. Dalam tradisi tersebut, tak ada perbedaan. Pejabat pun duduk melingkar dan makan bersama marga mereka yang tidak mampu. Makanan akan dibagikan rata tanpa terkecuali. “Karena ada menu babi, biasanya kami menyiapkan kolam khusus yang isinya ayam untuk saudara kami yang muslim,” jelasnya.

4085_kknp3.jpg


Tradisi Bakar Batu selalu dihadiri oleh banyak marga keluarga suku Papua. Mereka datang berbondong-bondong dari pagi dan pulang saat matahari terbenam. Biasanya, sesi makan selesai sekitar pukul 16.00 WIT, namun mereka tetap menari tarian khas Papua setelah selesai makan.
Salah satu mace, panggilan ibu dalam masyarakat Papua, juga menjelaskan bahwa dana sumbangan yang terkumpul biasanya diperuntukan bagi kepentingan bersama dan pembangunan infrastruktur seperti gereja. Tak hanya itu, dana itu juga acapkali digunakan untuk membantu masyarakat Papua yang terdampak bencana. Intinya, Tradisi Batu Bakar ini tidak sebatas ajang silaturahmi saja, namun juga ajang tolong-menolong dan toleransi ala masyarakat adat Papua. (*/nd)

Lebih Lanjut »
HIKMAH BAFAQIH: SIAPAPUN BISA JADI KORBAN
Sabtu, 30 Juli 2022 . in Berita . 1503 views

 

4077_ks3.jpg

UIN MALANG-Sebagai penggiat penanganan kekerasan seksual (KS), Hikmah Bafaqih menyatakan bahwa isu-isu KS bisa terjadi di lingkungan manapun. Baik itu lingkungan keluarga, pondok pesantren yang notabene sebagai tempat belajar ilmu agama, juga di lingkungan kampus. "Siapa saja bisa jadi korban KS," katanya menekankan. 

Kasus kekerasan seksual yang selama ini ia dan timnya tangani juga banyak yang dari lingkungan keluarga. Hal ini tentu membutuhkan pendampingan yang lebih intens karena penyintas dan pelaku ada di lingkungan yang sama. Healing proses pun memakan waktu yang lebih lama, termasuk proses konseling ke Psikiater.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur ini juga berbagi mengenai KS di lingkungan pendidikan seperti universitas. Tak hanya terjadi antara dosen-mahasiswa, nyatanya hubungan sesama mahasiswa lebih rentan akan KS.Ini biasanya berawal dari toxic relationship, atau pola hubungan yang tidak sehat. "Menurut survey, pacar adalah pelaku KS tertinggi di Indonesia," jelas Hikmah.

Hubungan mahasiswa-mahasiswi sebelum menikah ini biasanya dinilai berlebihan. Menurut Founder Koppatara ini, pasangan muda itu sering melanggar batasan yang berlaku di masyarakat. "Keberanian mereka melanggar norma sosial dan agama menjadi penyebab utama kekerasan seksual di kalangan anak muda ini," papar Hikmah di depan peserta Sosialisasi SK Rektor tentang Kekerasan Seksual (KS), Jumat (29/7), yang digagas oleh Pusat Studi Gender dan Anak UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (nd)

Lebih Lanjut »
PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL TIDAK PERNAH SIMPEL
Jumat, 29 Juli 2022 . in Berita . 589 views

 

4075_ks1.jpg

UIN MALANG-Sesuai amanah Kementerian Agama, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghelat FGD Unit Layanan Terpadu dan Sosialisasi SK Rektor tentang Kekerasan Seksual (KS), Jumat (29/7). PSGA mengundang perwakilan Dema dan Sema UIN Malang serta para duta di setiap fakultas untuk membantu unit tersebut menyebarkan informasi mengenai penanganan KS di kampus.

Dr. Istiadah, MA., Ketua PSGA UIN Malang, menyatakan isu mengenai KS di lingkungan kampus atau institusi pendidikan mulai diperbincangkan. KS bukan masalah simpel yang dapat diselesaikan hanya satu atau dua minggu. "Salah satu KS yang saya tangani, saat ini, memasuki fase konseling ke Psikiater yang memasuki bulan keenam," tutur Istiadah.

4076_ks2.jpg

PSGA ingin menggandeng komunitas mahasiswa untuk membentuk Unit Layanan Terpadu (ULT) yang fokus dalam penanganan KS. "Saya akan mempresentasikan kembali mengenai ULT di hadapan anggota senat universitas," paparnya. Ini dilakukan agar ada dukungan nyata dari institusi terhadap keberadaan ULT.

Acara yang bertempat di Aula Gedung Fakultas Humaniora lt. 3 ini mengundang salah satu anggota DPRD yang sangat giat menyuarakan penanganan KS, Hikmah Bafaqih, M.Pd. Ia juga penggiat isu HIV serta Ketua Fatayat NU Jawa Timur. (nd)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up