Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Ketua LP2M membuka kegiatan evaluasi jurnal
GEMA-Kepala Pusat Publikasi Ilmiah M. Anwar Firdausy membuka kegiatan Hasil Evaluasi Menuju Peningkatan Kualitas Jurnal Ilmiah di Ruang Meeting lt.3 Gedung Rektorat, Selasa (16/11). Ia mengungkapkan bahwa tidak akan mudah mengelola jurnal ilmiah. Apalagi jika masih merintis. Maka, ia menegaskan agar para pengelola sungguh-sungguh mengurus jurnal yang diamanahkan. "Kalau perlu sampai kita gila dengan pengelolaan jurnal," imbuhnya. Ia melanjutkan, kegiatan ini akan sangat berbeda dengan kegiatan pengembangan mutu jurnal yang pernah diadakan sebelumnya. Pengelola jurnal tidak akan menerima materi, namun langsung mendapat evaluasi sesuai terbitan. "Jadi kita tahu apa yang harus diperbaiki secara manajemen dan juga substansi," tutur Dosy, sapaan akrabnya. Acara yang berlangsung selama sehari penuh ini diikuti oleh para pengelola jurnal di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebulan sebelumnya, Pusat Publikasi Ilmiah telah meminta para pengelola untuk mengajukan jurnalnya sebagai bahan evaluasi. Para evaluator merupakan pakar di kancah jurnal ilmiah di Indonesia, yakni Prof. Dr. Istadi dan Eko Didik Widianto, MT dari Universitas Diponegoro, Semarang. (nd)
UIN MALANG-Karena HUT ke-60nya berdekatan dengan Hari Santri Nasional 2021, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan agenda khusus bagi santri-santri di berbagai pondok pesantren. Agenda kompetisi Kitab Kuning dijadwalkan paling awal, Selasa (26/10). Menurut Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., pihak universitas ingin memberi apresiasi bagi santri yang pandai membaca kitab-kitab Islami klasik serta yang memiliki hafalan nadhom. Nantinya, para pemenang pertama hingga ketiga di kedua lomba ini akan diberi kemudahan untuk registrasi studi di UIN Malang di program studi keagamaan. Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr. Isroqunnajah, M.Ag. menambahkan, lomba yang digelar disesuaikan dengan dunia santri. Kita-kitab serta nadhoman yang diperlombakan ialah Fathul Qorib, Alfiyah, Imrithu, dan Aqidatul Awam. Sementara itu, Ketua Pelaksana HUT UIN Malang Dr. Nur Ali mengungkapkan, pihak kampus juga mengadakan penulisan Book Chapter dengan tema “Santri Penggerak, Santri Merdeka”. Adapun sub-tema dalam buku berkaitan dengan santri di era pandemi, santri dan bonus demografi, santri milenial di era society 5.0, transformasi pesantren, Indonesia di mata santri dan problem sosial. “Book Chapter ini sebagai wadah untuk menuangkan gagasan para santri, dosen, mahasiswa dan alumni lewat karya yang berkualitas”, tegas Nur Ali.
UIN MALANG-Perayaan HUT ke-60 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berdekatan dengan Hari Santri Nasional (HSN) 2021. Karenanya, kampus menyelenggarakan beragam acara. Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si. menyatakan akan ada banyak kegiatan untuk mengasah kompetensi sivitas akademik, kegiatan spiritual, dan juga sosial. Rangkaian acara dibuka pada pelaksanaan Upacara HSN 2021 secara virtual pada 22 Oktober lalu. Selanjutnya, masih kata Ilfi, pihak kampus mengadakan beberapa perlombaan bertema keagamaan, kreativitas, juga desain. Antara lain ialah Lomba Baca Kitab Kuning, Lomba Hafalan Nadhoman, Lomba Konten Video Kreatif, Desain Logo dan Maskot. Seluruh lomba tersebut dilaksanakan daring. Pihak kampus juga mengadakan bakti sosial berupa Khitan Massal. Panitia akan mengumpulkan peserta dari masyarakat sekitar kampus selama seminggu. “Acara khitanannya sendiri akan dihelat pada 27 Oktober bertempat di Klinik UMMI,” jelas Dr. Nur Ali, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Pada 28 Oktober, Khotmil Quran dan Doa Bersama juga masuk dalam agenda. Pada kesempatan itu, pihak kampus berharap agar seluruh sivitas akademik bersama-sama mendoakan UIN Malang yang sedang menuju international recognition. Sehingga, nantinya target menjadi PTKIN yang unggul dan bereputasi internasional akan tercapai tidak lama lagi.
UIN MALANG-Sudah seharusnya institusi pendidikan tinggi memperluas kerjasama dengan berbagai pihak. Hal ini tak hanya untuk mengenalkan nama kampus, tetapi juga untuk menambah lahan studi bagi mahasiswa. Bertempat di Atrium Grand City Mall Surabaya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Isroqunnajah menghadiri undangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (15/9). Acara yang diramaikan K-UMKM Expo 2021 se-Jatim itu sekaligus sebagai penanda dimulainya MoU UIN Malang, Pemprov Jatim, PT. Shopee International Indonesia, dan Indonesia Diaspora SME Export Empowerment Development (ID SEED). (*/nd)
GEMA-Lembaga dan pusat di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat giliran selanjutnya untuk mendapatkan pemimpin baru. Setelah pelantikan ketua dan sekretaris prodi pada (27/8), Rektor Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. membacakan Surat Keputusan terbarunya untuk 16 pejabat terpilih di Lobi Gedung Rektorat lt.1, Jumat (3/9). Ke-16 pejabat tersebut tidak sepenuhnya baru, ada yang sebelumnya sudah pernah menjabat di pusat studi yang sama. Untuk merealisasikan program-program unggulan UIN Malang, rektor sangat yakin bisa mengandalkan orang-orang terpilih itu. Utamanya, untuk mempercepat internasionalisasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sesuai yang tertera pada road map. Penunjukan ketua dan kepala ini, menurutnya, ialah langkah mengencangkan “ikat pinggang” agar semakin kuat dalam mewujudkan tujuan mulia kampus berlogo Ulul Albab ini. Selanjutnya, Prof. Zain mengamanahkan kepada para wakil rektor untuk membantunya mengelola manajemen lembaga serta pusat. “Para wakil rektor yang bertanggung jawab akan mengontrol secara langsung kinerja lembaga yang ada di bawah naungannya,” tegas rektor. Terakhir, Prof. Zain menekankan pentingnya asas kerjasama bagi seluruh elemen di kampus agar tetap bersinergi merealisasikan cita-cita UIN Malang. 16 ketua lembaga dan kepala pusat yang dilantik ialah: Dr. Agus Maimun, M.Pd. (Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Dr. Helmi Syaifuddin, M.Fil.I (Ketua Lembaga Penjaminan Mutu) Begum Fauziyah, M.Farm. (Kepala Pusat Studi Sains dan Islam) Dr. Istiadah, MA. (Kepala Pusat Studi Gender dan Anak) Dr. Bakhruddin Fannani, MA. (Kepala Pusat Studi Kerjasama Internasional) Mokhammad Yahya, MA., Ph.D. (Kepala Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosial Budaya) Dr. Abdul Aziz, M.Pd. (Kepala Pusat Penelitian) Dr. Syaiful Mustofa, M.Pd. (Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat) Prof. Dr. dr. Bambang Pardjianto, Sp.B., Sp.BP-RE(K) (Kepala Pusat Pelayanan Kesehatan Masyrakat) Dr. Achmad Diny Hidayatullah, SH., M.Pd. (Kepala Pusat Pengelola dan Pengembangan Sistem Remunerasi) Muh. Anwar Firdausy, M.Ag. (Kepala Pusat Publikasi Ilmiah) Ahmad Mubaligh, M.HI. (Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu) Dr. Dra. Meinarni Susilowati, M.Ed. (Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu) Segaf, M.Sc. (Kepala Pusat Pengembangan Smart and Internalization University) Slamet, MM., Ph.D. (Kepala Pusat Pengembangan Manajemen BLU) Drs. M. Yunus, M.Si. (Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Akademik) (nd)
REKTOR dan jajaran wakil rektor UIN Malang mengeluarkan pernyataan mengenai sistem pembelajaran semester ganjil 2021
GEMA-Dalam siaran pers yang ditayangkan di saluran resmi YouTube UIN MaulanaMalik Ibrahim Malang @uinmlg, Rektor Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. menyatakan bahwa perkuliahan semester ganjil Tahun Akademik 2021-2022 masih dilakukan secara daring, Jumat (27/8). Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah melalui beragam pertimbangan baik itu dari aturan pemerintah dan juga internal kampus. Saat memberikan pernyataan, rektor juga didampingi oleh keempat wakil rektor.
Menurut Surat Edaran No. 2766 Tahun 2021 yang ditandatangani oleh rektor, setidaknya ada 5 pertimbangan yang mendasari keputusan ini. Yakni, Keputusan Presiden RI, Keputusan Kepala BNPB, Keputusan Bersama Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri RI, Instruksi Menteri Agama RI awal tahun 2021 dan yang terakhir ialah Surat Gugus Tugas Covid-19 UIN Malang.
Prof. Zainuddin menambahkan, pihak kampus menyediakan Learning Management System (LMS) yang dapat dimanfaatkan pihak jurusan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Sistem presensi pun dilakukan secara daring. Namun, mengingat perbedaan akses internet di setiap wilayah atau domisili mahasiswa, maka pembelajaran asinkronus lebih diutamakan. "Semaksimal mungkin UIN Malang sudah membuat perangkat atau media daring agar tidak ada hambatan selama pembelajaran jarak jauh," tutur rektor. (nd)
GEMA-Memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun dalamnkondesi pandeni ini ketua senat, jajaran rektorat, para kabiro dan juga dekan fakultas serta direktur pascasarjana hadir di ruang lobby Lt. 1 Gedung (HC) Ir. Soekarno guna mengikuti peringatan HUT RI secara virtual, Selasa (17/8).
Meskipun keikutsertaannya tidak secara langsung namun acara berjalan lancar dan penuh khidmat. Selasa(17/8) Upacara virtual yang diselenggarakan oleh ajaran pimpinan di UIN Maliki Malang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Penataan posisi saat mengikuti acara juga dirapikan dengan menjaga jarak agar tidak berkerumun.
Sedangkan landasan dari kegiatan virtual tersebut merujuk dari Surat Edaran Menteri Agama Nomor 22 Tahun 2021 tanggal 13 Agustus 2021 tentang Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021 Pada Kementerian Agama. Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Nizar, salah satu poin dijelaskan bahwa Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau sederajat dan pegawai pada instansi pusat wajib mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI secara virtual dari kantor masing-masing melalui Rumah Digital Indonesia atau Televisi.
Selain itu, pimpinan UIN Maliki Malang juga mengeluarkan SE Nomor: 2922/ Un. 03/HK. 007/08/2021. Tentang Pelaksanaan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu poinnya menerangkan bahwa seluruh sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang wajib mengikuti upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih yang dilaksanakan di Istana Merdeka Jakarta secara virtual dari rumah masing-masing. Sehingga dengan adanya SE tersebut berati seluruh warga kampus UIN Maliki Malang dimana pun keberadaannya wajib mengikuti peringatan HUT RI ke 76 secara virtual. (ptt)
GEMA-Masyarakat sedang ramai memperbincangkan kompetisi penulisan artikel tingkat nasional yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Pasalnya, BPIP mengangkat "Hormat Bendera dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam" sebagai tema besar. Tentu hal ini menjadi pergunjingan karena dikhawatirkan akan memecah belah bangsa. Namun, tidak semua menganggap ini negatif, termasuk Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. M. Zainuddin, MA., Senin (16/7). Menurutnya ide beserta penyelenggaraan kompetisi tersebut sangat positif. Masyarakat perlu memahami bagaimana sesungguhnya makna dan arti penting dari mencintai negeri ini. Sampai hari ini masih banyak warga bangsa yang enggan dan bahkan menganggap bid'ah dan syirik terhadap penghormatan Sang Saka Merah Putih. "Padahal, hal tersebut dimaksud untuk mencintai tanah air yang tergolong sebagian dari iman," jelas Prof. Zain. Ia melanjutkan, penghormatan bendera ialah bagian dari memperkokoh komitmen kita sebagai warga bangsa sekaligus mengamalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kaum santri, sebagai bagian dari warga bangsa, memiliki potensi dan komitmen dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sejarah mencatat bagaimana para Kiai dan kaum pesantren melakukan perlawanan terhadap para penjajah di negeri ini. "Kontribusi mereka dalam perjuangan bangsa tidak terbantahkan," tegasnya. Maka, masih kata Prof. Zain, penyelenggaraan hibah kompetitif penulisan artikel oleh BPIP tersebut sebetulnya bisa memperkaya khazanah wawasan kebangsaan bagi generasi muda khususnya dan warga bangsa pada umumnya. Selain itu, sebagai bentuk dari revitalisasi dan reaktualisasi makna kebangsaan dan keindonesiaan dan menanamkan cinta NKRI dalam perspektif agama. "Saran saya, jika BPIP ingin mengadakan kompetisi serupa di masa mendatang, maka tema "perspektif agama" perlu diperluas. Sehingga, umat agama lain bisa berpartisipasi dan berkontribusi dalam perlombaan tersebut," papar rektor menutup opininya. (nd)
GEMA-Saatnya melantik pemimpin di level fakultas dan Pascasarjana. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. mengesahkan beberapa dosen senior sebagai pemimpin yang dianggap mampu memberikan perubahan untuk mengembangkan kualitas sistem pengajaran. Pelantikan dekan serta direktur Pascasarjana itu dilaksanakan pada sore hari di lobi Gedung Rektorat lt.1, Kamis (12/7). Segera setelah menandatangani Surat Keputusan, rektor memberikan tugas pertamanya. Yakni, menyusun program kerja untuk masa 100 hari dan 4 tahun. Tak hanya sekadar menyusun, rektor menyatakan, para pemimpin harus paham betul ranah kinerjanya. "Utamakan evaluasi dan penataan tata organisasi serta sistem manajemen yang efektif dan efisien," tekan Prof. Zain. Ia juga menambahkan, 1 periode kepemimpinan para dekan dan direktur tersebut, harus fokus pada gol utama kampus menuju World Class University. Sementara itu, nama-nama pemimpin yang dilantik rektor ialah, Dr. Nur Ali, M.Pd. (Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah & Keguruan), Dr. Sudirman, MA. (Dekan Fakultas Syariah), Dr. M. Faisol, M.Ag. (Dekan Fakultas Humaniora), Dr. Misbahul Munir, Lc., M.EI. (Dekan Fakultas Ekonomi), Dr. Rifa Hidayah, M.Si. (Dekan Fakultas Psikologi), Dr. Sri Harini, M.Si. (Dekan Fakultas Sains & Teknologi), Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati PW., M.Kes., Sp.Rad (K) (Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan), serta Prof. Dr. Wahidmurni, M.Pd. (Direktur Pascasarjana). (nd)