GEMA-Tashih Quran menjadi salah satu program Pusat Ma’had al Jami’ah (PMJ) yang diwajibkan bagi seluruh mahasiswa baru UIN Malang. Program ini menarget mahasiswa agar dapat membaca al Quran sesuai tajwid dan makharijul huruf. Kegiatan itu diasuh oleh mushahih (penguji) yang telah ditunjuk oleh PMJ. Idealnya, mahasiswa selama masih tinggal di Ma’had harus meng-khatam-kan 30 juz al Quran. Namun, jika masih ada yang belum menyelesaikan kewajibannya setelah keluar dari Ma’had, maka ia tidak serta-merta bebas tanggung jawab. Bagi mahasiswa yang belum khatam, ia tetap wajib melanjutkan Tashih Quran di tahun kedua dan seterusnya. Hal ini karena program PMJ terintegrasi dengan pendidikan di universitas. Mahasiswa yang belum memiliki syahadah (ijazah) khatam Tashih Quran, maka ia tidak dapat memrogram mata kuliah keagamaan di kampus. Jika tidak memrogram mata kuliah rumpun keagamaan tersebut, maka otomatis mereka tidak dapat mengikuti ujian seminar proposal sebagai salah satu syarat wisuda. Menurut pantauan reporter Gema, hingga saat ini, masih banyak mahasiswa tingkat atas yang berusaha menyelesaikan kewajibannya tersebut. Mereka bisa langsung menemui mushahih yang selalu ada di tempat yang ditetapkan PMJ. Yakni, di Masjid at Tarbiyah bagi mahasiswa dan Masjid Ulul Albab bagi mahasiswi. Tashih Quran dapat dilakukan pada hari aktif perkuliahan dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. (fri/nd)
GEMA-English Festival (EF) merupakan agenda tahunan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Inggris UIN Maulana Malik Ibrahim.Tahun ini beberapa rangkaian acara turut memeriahkan EF. Lomba Akustik menjadi salah satu lomba pembuka sebelum acara puncak EF. Lomba yang dilaksanakan di depan Fakultas Humaniora tersebut dimulai pukul 10.50 WIB dengan panggung seadanya, Minggu (29/9). Juri acara ini adalah Bustomil Karim dan Nibras Filianto, mahasiswa semester 5 Fakultas Ekonomi. Pemenang Lomba Akustik ini akan diumumkan pada puncak acara (6/10). Acara ini bertema Be Brave to Fight Your Fears and Be a Superhero of Your Talent dan diikuti oleh 10 tim yang merupakan mahasiswa semester 1 dan 3. "Dengan adanya acara ini saya berharap sebagai mahasiswa baru bisa lebih mengenal satu sama lain dan solidaritasnya lebih kuat lagi," papar Rian, salah satu peserta. Perlombaan kali ini cukup meriah. Banyak suporter dari setiap tim hadir untuk memberi dukungan. Penampilan yang dibawakan setiap tim pun sangat memuaskan. "Saya senang sekali bisa mengikuti acara ini karena lagu yang mereka bawakan sangat kekinian, yah walaupun saya hanya sebagai suporter," ujar Nihaya, mahasiswa semester 1. Dengan lagu-lagu yang kekinian mahasiswa semakin antusias meramaikan acara tersebut. (zan/nd)
GEMA-Sebanyak 80 mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) mengikuti pelatihan singkat Pramuka Pra Siaga, Minggu (29/9). Kegiatan yang bertempat di Hotel Selecta Batu selama dua hari ini mendatangkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Malang untuk mengenalkan hasil peresmian seusai upacara Hari Pramuka (14/8) di Cibubur lalu. UIN Malang menjadi pionir dalam mengkampanyekan pra siaga ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka (Pusdiklat) Malang, Wage Munawwar. "Sejatinya, mendidik anak agar memiliki karakter yang baik harus dimulai seawal mungkin. Saya harap, Pramuka ini menjadi usaha dari keinginan tersebut," tuturnya penuh harap. Pramuka pra siaga bukanlah sebuah jenjang atau tingkatan dari Gerakan Pramuka. Melainkan sebagai upaya pengenalan nilai-nilai kepramukaan untuk anak-anak usia 3 sampai 7 tahun. Pelatihan sedini ini ditujukan agar dapat menumbuhkan keberanian secara alami yang kemudian dapat menjadi karakter unggul. (aqa/nd)
GEMA-Tahun ini merupakan tahun kedua pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Lebih dari 100 mahasiswa ikut berpartisipasi, namun hanya lima orang yang berhasil masuk ke grand final. Acara ini diadakan di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Minggu (29/9). Mawapres kali ini bertujuan untuk menginspirasi mahasiswa di bidang akademik maupun non-akademik. Maka diangkatlah tema Peran Vital Pemuda dalam Mewujudkan Persatuan Bangsa. Pemilihan Mawapres didasarkan pada prestasi dan skill yang dimiliki selain juga kecantikan fisik. Nurulitasari Budi Utami, Ketua Pelaksana Mawapres menyatakan bahwa ada yang berbeda di tahun ini. Tahun sebelumnya, Mawapres dan Duta Kampus diseleksi terpisah. “Tahun ini Mawapres juga sekaligus menjadi Duta Kampus UIN Malang,” tuturnya. Keluar sebagai pemenang Mawapres 2019 ialah Ihda Filzafatin Habibah (Jurusan Pendidikan Bahasa Arab) dan Tegar Dhananjaya Widyoyoko (Jurusan Psikologi). Ihda mengatakan dalam perjalanan ke grand final banyak seleksi yang harus dihadapi. “Di setiap babak seleksinya semakin susah,” papar mahasiswi semester tiga tersebut. Tidak hanya itu Duta UIN Malang memiliki ciri khas sendiri, yaitu bisa membaca kitab kuning, mengaji, dan paham tentang kampus. “Yang penting kita percaya diri aja menghadapi lawan-lawan kita,” pesannya. (lf/nd)
GEMA-Tidak berhenti dengan program BI Corner, Bank Indonesia wilayah Malang bersama Generasi Baru Indonesia (GenBI) Koordinator Komisariat (Komkor) Malang terus menggalakkan kegiatan sosial pendidikan. Asisten Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan (FK3) BI wilayah Malang Ratu Umairoh Balqis meresmikan taman baca yang dibentuk GenBI di Panti Asuhan Akhlaqul Karimah Merjosari, Minggu (22/9). Program kerja yang diprakarsai GenBI Komisariat UIN Malang ini merupakan yang kedua, setelah taman baca on the road di Alun-Alun Kota Malang. Dengan adanya taman baca, kata Balqis, program BI dapat bermanfaat bagi masyrakat sekitar wilayah kerja. “Sebelumnya kita mengadakan GenBI Mengajar untuk anak-anak jalanan,” ujarnya. Kegiatan ini, didukung dana program sosial Bank Indonesia wilayah Malang. Selain bermanfaat untuk masyarakat, diharapkan program seperti ini bisa meningkatkan softskill penerima beasiswa BI. Rencananya, akan diadakan kembali taman baca on the road berlokasi di car free day Malang.
Ketua pelaksana Abdul Haris Ubaydillah menjelaskan taman baca ini bertema Let’s Read, Be Smart! untuk memotivasi anak-anak panti asuhan agar lebih giat belajar. Hal senada disampaikan Ketua GenBI Korkom Malang Rizki Kurniawan. “Harapannya kita bisa mengadakan kegiatan berkelanjutan di sini, seperti mengajar,” tutur Rizki. Pihak pengurus panti, Ustad Qori berencana membuka taman baca ini untuk warga sekitar. “Tidak hanya digunakan oleh anggota panti asuhan, namun juga bisa dinikmati warga,” jelasnya. Acara peresmian dimeriahkan dengan beberapa penampilan dari anak-anak panti asuhan, seperti al banjari, tari garuda, juga musikalisasi hadis. Selain itu, GenBI juga mengadakan praktik membuat buket snack. Tidak berhenti disitu, BI wilayah Malang memanfaatkan momen ini untuk edukasi uang rupiah dan tugas-tugas Bank Indonesia melalui video dan game edukatif. Lira Anggraini, salah satu anggota panti asuhan mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. “Tempat ini memang biasa kita pakai belajar, tapi sekarang lebih nyaman,” ujar siswi kelas delapan tersebut. (ir/nd)
GEMA-Dalam Workshop Peningkatan Kualitas Pengelola Jurnal yang dilaksanakan di Kota Salatiga, panitia khusus mengundang Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., Editor In-Chief IJIMS (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies) IAIN Salatiga, Rabu (11/9). Dalam sesinya, ia menjabarkan sejarah jurnal yang dikelolanya hingga bisa mendapatkan capaian yang memuaskan. Pria yang baru dilantik sebagai rektor IAIN Salatiga ini memaklumi jika ada yang patah semangat di tengah mengelola jurnal. “Berarti kurang sabar,” kelakarnya. Ia menambahkan, tidak semua orang memiliki niat dan nyali mengelola jurnal. “Makanya ada istilah ORIGINAL yaitu orang gila jurnal,” imbuhnya. Istilah ini muncul karena mengelola jurnal akan menguras waktu, energi, serta pikiran pengelola hingga mengalami stres. “Proses mengelola jurnal memang begitu, namun tidak ada yang benar-benar peduli proses yang melelahkan itu,” ujarnya. Pasalnya, menurut Prof. Zaki, yang dilihat pihak kampus dan para penulis adalah hasil akhir. Hal tersebut cukup bisa dimaklumi pula karena keberadaan jurnal bereputasi tentu akan mengangkat martabat institusi dan juga nilai artikel yang dimuat.
Walau proses yang ditempuh panjang, lanjutnya, ia tidak ingin para pengelola jurnal terlalu nyantai. “Proses kok gak ada akhirnya,” lugas rektor dari kampus yang memiliki 15.007 mahasiswa ini. Ia berpesan agar proses yang ditempuh untuk mengembangkan suatu jurnal harus disertai dengan target. Contohnya, dalam dua tahun sudah harus terindeks Scopus. Dalam kesempatan yang sama, Ketua LP2M Dr. Tutik Hamidah melaporkan kondisi jurnal di UIN Malang. Menurut catatan lembaganya, total jurnal aktif di Kampus Ulul Albab adalah 34. “Namun hanya 17 yang sudah terindeks Sinta,” jelasnya. Kondisi ini tentu membuat pihaknya semakin getol dalam membuat forum dan membimbing para pengelola jurnal agar semangat dalam memperbaiki kualitas jurnalnya. (nd)
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Malang membawa 40 pengurus jurnal ke Kota Salatiga untuk belajar. Kegiatan studi banding di Hotel Le Beringin ini bekerjasama dengan pengelola IJIMS (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies) IAIN Salatiga (11-13/9). Selama tiga hari, para pengelola diminta untuk mengevaluasi jurnalnya.
Tutik Hamidah Ketua LP2M membuka secara langsung kegiatan ini. "Kampus kita sudah besar, namun tidak lengkap ketika belum memiliki jurnal yang terindeks Scopus," ungkapnya penuh harap. Kegiatan peningkatan kualitas ini memang menjadi media bagi para pengelola jurnal untuk berbenah diri. Rencananya program ini akan dilanjutkan dengan monitoring berkala pasca pelatihan di Salatiga ini. senada dengan itu, Ernaning Setyowati, Ketua Panitia Peningkatan Kualitas Pengelola Jurnal menyatakan, pihaknya ingin agar pengurus memiliki pengetahuan yang sama dalam pengelolaan jurnal. Pasalnya, tidak semua pengurus paham tata kelola jurnal. Apalagi sejak beralih menjadi Open Journal System (OJS). “Nanti bagi yang belum ber-OJS, akan dikelompokkan tersendiri dan diajari mulai dasar,” tuturnya. Bagi jurnal yang telah menganut sistem tersebut, masih kata Erna, panitia akan memberi pendalaman materi agar sistem tersebut dipraktikkan 100%. Pengelompokan workshop ditujukan agar target dan sasaran yang diinginkan LP2M sebagai penyelenggara tercapai. (nd/nhl)
GEMA-Setelah pengukuhan Prof. Dr. Mufidah Ch., M.Ag. pada November 2018, tahun ini Fakultas Syariah kembali memiliki dua guru besar baru. Keduanya ialah Prof. Dr. Mohamad Nur Yasin, SH., M.Ag. (Bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah) dan Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. (Bidang Ilmu Studi Islam). Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan dua profesor ini dalam rapat senat di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Selasa (10/9). Pengukuhan guru besar tentu menjadi pencapaian positif bagi kampus, lebih khusus bagi sivitas akademik fakultas tempat mereka bernaung. Dengan bertambahnya guru besar di UIN Malang, maka keberadaannya sebagai universitas akan semakin kuat. Artinya, dari segi keilmuan pun, UIN Malang menunjukkan keragamannya. Dalam rapat senat tersebut, kedua profesor diberi waktu untuk menyampaikan orasi ilmiah. Prof. Yasin menyampaikan orasi yang diberi judul “Rekonstruksi Norma Ekonomi Syariah di Indonesia Perspektif Transisi Hukum HLA. Hart”. Sedangkan Prof. Umi menyampaikan “Perempuan dan Keluarga: Radikalisasi dan Kontra Radikalisme di Indonesia”. Keduanya pun mengakhiri orasi dengan ucapan terima kasih bagi keluarga dan kolega masing-masing. (nd)
GEMA-Saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Senat Pengukuhan Guru Besar Fakultas Syariah, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. tak hanya sekadar memberikan ucapan selamat kepada dua profesor baru, Selasa (10/9). Ia juga memotivasi dosen di UIN Malang lainnya untuk segera meningkatkan performa hingga ke jenjang tertinggi di bidang akademik. Orang nomor satu UIN Malang tersebut memaklumi bahwa proses pengajuan kepangkatan menuju guru besar tidaklah mudah. Segala berkas dan persyaratan pasti telah ditempuh oleh para dosen yang menginginkannya. Tak sedikit juga yang putus asa di tengah jalan. “Tapi saya yakin, walau melewati lorong-lorong kecil pun, nanti akan sampai,” ia melanjutkan, “serumit apapun jalannya, kalau konsisten, pasti akan berhasil. Seperti kedua profesor yang kita kukuhkan hari ini.” Ia yakin dengan kegigihan para dosen di Kampus Ulul Albab, persyaratan rumit pasti akan terasa mudah. Ia pun bersyukur bahwa dalam kurun waktu dua tahun, UIN Malang sudah mengukuhkan empat profesor. Prof. Haris pun menuturkan bahwa sepengetahuannya, di tahun ini ada 20 dosen yang sedang mengajukan kepangkatan menuju guru besar. Pihak kampus tentu akan memfasilitasi mereka yang serius dan ulet berjuang. Segala kelas pelatihan penulisan akan diadakan asalkan para dosen tidak patah semangat. Awal September ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan dua profesor baru. Yakni, Prof. Dr. Mohamad Nur Yasin, SH., M.Ag. (Bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah) dan Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. (Bidang Ilmu Studi Islam). Keduanya ialah guru besar yang bernaung di Fakultas Syariah. (nd)