GEMA-Sebanyak 800 mahasiswa UIN Malang dilepas pada momen wisuda periode dua tahun 2019 di Gedung Sport Center, Sabtu (24/8). Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah mewakili wakil rektor bidang akademik menyampaikan lebih dari 50 persen wisudawan lulus dengan predikat cumlaude. “346 sangat memuaskan, 14 memuaskan, dan tidak ada yang tidak memuaskan,” tegasnya di hadapan wali wisudawan. Wakil Rektor melanjutkan, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) wisudawan periode ini 3,61 dari skala 4. Menurutnya, kualitas dosen sangat berpengaruh terhadap capaian akademik mahasiswa. Ia mengatakan saat ini rasio dosen dan mahasiswa di UIN Malang sudah ideal yakni sebesar 1:21. “Normalnya, 1 dosen maksimal menangani 20 mahasiswa, untuk rumpun Soshum maupun Saintek,” jelas Gus Is, sapaan akrabnya. Berdasarkan data, hingga semester genap 2019 total jumlah dosen pengajar sebanyak 1.025 orang dan total mahasiswa aktif 15.124 orang. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris M.Ag. berpesan agar wisudawan senantiasa mengamalkan ayat ulul albab. “Setiap ada acara di kampus, qori’ selalu membacakan ayat itu,” tuturnya. Tidak hanya dihafal, ayat tersebut juga harus dijadikan pedoman hidup bagi lulusan UIN Malang. “Kalau dijadikan arahan hidup, saya yakin sarjana kampus ini akan menjadi panutan dan rujukan,” lugasnya. Selain itu, ia berharap wisudawan bisa mengimplementasikan hasil belajar selama di UIN Malang ketika membaur dengan masyarakat. (ir/nd)
GEMA-Saat memberikan sambutan pemimpin upacara Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 di Lapangan Utama UIN Malang, Rektor Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. mengajak peserta upacara untuk senantiasa bersyukur, Sabtu (17/8). Rasa syukur diungkapkan atas kemerdekaan yang dapat dirasakan sebagai warga negara Indonesia hingga saat ini. Namun, syukur tak cukup hanya diucapkan dalam doa. Prof. Haris menuturkan, jika seseorang bersyukur, sudah sepatutnya ia menunjukkannya dengan meningkatkan kualitas. Yang dimaksud ialah kualitas sumber daya setiap individu. Dengan selalu meningkatkan kualitas diri, seseorang akan berkembang menjadi lebih unggul. “Suatu negara dikatakan maju karena kualitas sumber daya manusianya unggul. Semua dimulai dengan menata kualitas individu,” papar rektor asal Lamongan ini. Tak hanya sebagai bentuk syukur, meningkatkan SDM tentu menjadi salah satu penghargaan pada pahlawan yang telah berkorban bagi kemerdekaan bangsa. “Kita lanjutkan perjuangan mereka dengan menjadi orang yang berkualitas agar memajukan negeri,” jelasnya. Caranya, warga negara Indonesia harus aktif dalam menciptakan alternatif-alternatif sesuai bidang yang dikuasainya.
Di akhir pelaksanaan upacara, rektor UIN Malang menyampaikan amanat presiden kepada 39 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan UIN Malang. Amanat tersebut berupa anugerah Satya Lencana Karya Satya atas pengabdian lama mereka di kampus berlogo ulul albab ini. (ptt/nd)
GEMA-Tak ingin melulu diisi dengan materi, panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) mengonsepnya dengan unik, Kamis (15/8). Mengusung tema Nuansa Pemuda Nusantara, pihak panitia ingin menguji kreativitas dan wawasan kedaerahan para mahasiswa baru angkatan 2019. Sebelum tampil, jauh hari panitia telah membagi maba dalam tim beserta tema daerah secara acak. Maba dibebaskan memilih performa yang ingin ditampilkan. Bisa berupa tarian atau presentasi budaya sesuai kesepakatan tim. (aqa/nd)
GEMA-Mahasiswa baru (maba) Fakultas Syariah berkesempatan bertemu langsung dengan Walikota Malang Drs. Sutiaji dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas 2019. Orang nomor satu Kota Malang tersebut menjadi pemateri dalam kegiatan tahunan itu, Kamis (15/8). Dalam acara di Aula Gedung C lt. 3 tersebut, Sutiaji mengulas tentang kebangsaan di hadapan anggota baru UIN Malang. Sebagai maba fakultas yang berhubungan dengan hukum, Sutiaji berharap agar mereka kelak menjadi penegak hukum di Indonesia. Ia yakin, lulusan Fakultas Syariah UIN Malang akan berbeda dengan lulusan kampus lain. Dengan meresapi nilai-nilai ketuhanan, tentunya lulusan UIN Malang akan lebih amanah dan adil dalam memutuskan perkara hukum. “Amanah dan adil ialah sifat yang saya yakin dimiliki oleh lulusan Fakultas Syariah,” harapnya. Hal ini ditegaskan oleh pria kelahiran Lamongan tersebut setelah melihat fenomena carut-marutnya hukum di Indonesia. Menurutnya, hukum sepatutnya tidak berpihak hanya pada orang berharta dan memiliki kekuatan. “Hukum ada untuk mengungkap kebenaran,” jelasnya. Ia pun memaparkan, lulusan UIN Malang seharusnya tak hanya menjadi orang yang di belakang. Namun menjadi seorang pemimpin yang terdepan. Pemimpin jebolan kampus berlogo ulul albab tentu akan sangat berbeda dengan orang lain. Ia yakin, lulusan UIN Malang khususnya Fakultas Syariah akan lebih bermoral. Bapak empat anak ini menjabarkan tiga unsur yang harus dimiliki seorang pemimpin. Yakni kompetensi, integritas, dan moral. “Pemimpin yang memiliki tiga unsur tersebut akan menjadi uswatun hasanah bagi masyarakatnya,” tutur alumni IAIN Malang (saat ini UIN Malang, Red.) Fakultas Tarbiyah tersebut. (ofi/nd)
GEMA-Mengawali tahun ajaran baru 2019/2020, UIN Malang tak hanya memiliki mahasiswa baru, namun juga pejabat baru. Bertempat di ruangannya, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. melantik enam pejabat baru yang bertugas di lingkungan Pascasarjana, Kamis (15/8). Pelantikan tersebut juga dihadiri seluruh wakil rektor dan kepala biro AUPK. Memiliki inovasi dan kreativitas adalah hal yang ditekankan rektor kepada enam pejabat baru tersebut selain rasa tanggung jawab terhadap amanah. Pemberian jabatan, tentu bukan tanpa pertimbangan. Segala aspek sudah dinilai termasuk kapabilitas. Prof. Haris kembali menegaskan bahwa pejabat bukanlah orang yang di atas, melainkan pelayan. Menjadi pelayan berarti harus siap dimintai pertolongan. “Bapak dan Ibu harus siap menyediakan jasa, tenaga, pikiran, juga waktu untuk siapa saja,” jelasnya. Dalam konteks keuniversitasan, seorang pejabat harus bisa memenej pelayanan bagi sivitas akademik dengan optimal.
Keenam pejabat yang dilantik rektor pagi hari itu ialah Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. (Direktur Pascasarjana), Dr. Triyo Supriyanto, M.Ag. (Kaprodi Doktor Pendidikan Agama Islam), Dr. Evika Sandi Savitri, MP. (Kaprodi Magister Biologi), Dr. Eko Budi Minarno, M.Pd. (Sekretaris Prodi Magister Biologi), Dr. Abdul Wahab Rosyidi, M.Pd. (Sekretaris Prodi Doktor Bahasa Arab), dan Dr. Indah Aminatuz Zuhriyah, M.Pd. (Sekretaris Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam). Ditemui seusai pelantikan, Evika menyatakan telah memiliki target jangka pendek untuk pembelajaran prodinya. Yakni akan segera menyiapkan berbagai hal terkait penyusunan kurikulum karena jurusannya masih baru. Sehingga, nanti juga memerlukan persiapan pembentukan visi-misi dan pengajuan rencana strategis yang akan dijalankan 4-5 tahun ke depan. Sedangkan rencana jangka panjangnya adalah untuk pengembangan prodi baru tersebut agar bisa eksis dan dipercaya oleh masyarakat. Sehingga mendapatkan mahasiswa baru yang cukup dan mampu menghasilkan lulusan berkualitas yang berkompeten dan mampu bersaing di dalam maupun luar negeri. (ptt/nd)
GEMA-Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Malang di hari kedua diisi dengan pemaparan materi dari kelima pimpinan kampus. Yakni rektor dan keempat wakilnya. Sesi ini dimaksudkan sebagai perkenalan sekaligus pemberian motivasi kepada mahasiswa baru. Seperti paparan motivasi yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah, Rabu (14/8). Dalam paparannya, ia memberikan nasihat khusus seputar kehidupan perkuliahan kepada 3500 mahasiswa baru di Gedung Sport Center. Ia menekankan betapa pentingnya meningkatkan prestasi khususnya di bidang akademik. Prestasi yang dicapai mahasiswa tentu akan berdampak baik untuk dirinya sendiri. “Salah satunya, akan lebih mudah dalam pengajuan beasiswa,” ujar Gus Is, sapaan akrabnya. Banyak sekali beasiswa prestasi yang bisa dijajal oleh mahasiswa UIN Malang. Di antaranya beasiswa Bank Indonesia, Badan Amil Zakat Indonesia, dan Tahfiz. Ia ingin, agar seberapa banyaknya beasiswa yang dititipkan ke UIN Malang dapat diserap secara maksimal oleh mahasiswa. Sehingga nantinya, akan menambah kemungkinan penambahan kuota beasiswa. (aqa/nd)
GEMA-Sebagai implementasi tema penguatan nasionalisme, panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Malang mengundang Polda Jawa Timur. Kepala Sub Bidang IV Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Sugiyono, M.Psi. memaparkan materi tentang wawasan kebangsaan di Gedung Sport Center, Rabu (14/8). Sebelum materi, ia memutarkan dua video berisi budaya dan karakteristik rakyat Indonesia. Video pertama menunjukkan rasa sopan santun anak muda kepada yang lebih tua. Gotong royong, sebagaimana ditunjukkan video kedua, juga tidak kalah penting. Sugiyono berpesan agar mahasiswa tidak menghilangkan dua sifat tersebut. Membentengi diri dari radikalisme juga menjadi bahasan serius. Ia menghimbau mahasiswa untuk senantiasa meningkatkan keimanan agar tidak mudah terjerumus kepada paham kekerasan ini. "Kalau iman kalian kuat, saya jamin tidak akan mudah terprovokasi dengan hal-hal yang menggiurkan," tegas Ajun Komisaris Besar Polisi tersebut. (ir/nd)
GEMA-Wakil Rektor Bidang Administrasi, Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si. memaparkan segudang prestasi UIN Malang kepada mahasiswa baru. Hal tersebut disampaikan saat mengisi materi dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Gedung Sport Center, Rabu (14/8). Beberapa prestasi terbaru UIN Malang yang dipaparkan antara lain menjadi pengelola badan layanan umum terbaik tingkat PTKIN. Selain itu kampus ini juga menyandang gelar juara satu sistem manajemen strategi. Dalam hal perpustakaan, UIN Malang berhasil meraih akreditasi A. Untuk peringkat universitas, kampus ulul albab meraih peringkat 1 PTKIN terbaik se-Indonesia menurut Uni Rank dan nomor 2 menurut Webometrics. Wakil Rektor dua melanjutkan, ada lima program prioritas yang akan dicapai. Ruang kelas perkuliahan akan direvitalisasi. "2020 dicanangkan sudah bertaraf internasional, LCD diganti dengan smart tv," jelasnya. Pengembangan kampus tiga dan ruang kuliah bersama menjadi fokus pembangunan. Selain itu, modernisasi IT dan pengasrian lingkungan kampus juga terus ditingkatkan. Dana pembangunan, lanjut Ilfi, tidak akan diambil dari Uang Kuliah Tunggal (UKT). "Untuk dana kami tidak akan mengambil dari UKT, kami minta doa kalian," tegasnya. Ia berpesan agar mahasiswa tidak mengeluh soal dana kuliah. "Berapapun itu harus ikhlas, ini rumah besar," tutur Ilfi. Mahasiswa juga tidak boleh hanya bangga namun juga mengukir prestasi. (ir/nd)
GEMA-Di hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris M.Ag. mengenalkan visi-misi kampus kepada mahasiswa baru. Selain itu, rektor juga menceritakan sejarah kampus hijau. Tampak hadir pula empat wakil rektor pada acara yang diselenggarakan di Sport Center tersebut, Rabu (14/8). Sebagai perguruan tinggi Islam negeri, papar Prof. Haris, UIN Malang memiliki visi terwujudnya pendidikan tinggi integratif dalam memadukan sains dan Islam di kancah global. Karena itu, kampus tidak ingin menjadi perguruan tinggi yang dikotomi. "Kita tidak akan memisahkan sains dan ajaran Islam," tegasnya. Ayat al Quran pertama yang turun, lanjutnya, mengandung makna Islam sangat menjunjung tinggi sains. "Ayat selanjutnya menjelaskan sains tidak boleh kosong dari nilai-nilai agama," tutur rektor kelahiran Lamongan tersebut. Untuk mewujudkan visi tersebut, setidaknya ada dua misi yang diprioritaskan. Pertama ialah mencetak sarjana yang berkarakter ulul albab. Lulusan kampus ini diharapkan bisa senantiasa mengaitkan segala sesuatu dengan Allah. Selain itu, mahasiswa harus berpikir tentang apa yang ada dan mungkin ada. "Karena sangat mungkin hal-hal yang menjadi objek itu tidak kasat mata," jelasnya. Misi yang kedua, masih kata Prof. Haris, menghasilkan sains dan teknologi yang relevan dan berdaya saing tinggi. tidak hanya menggunakan dan mengadopsi saja, namun juga berinovasi. UIN Malang dalam mewujudkan integrasi sains dan Islam memadukan pola pendidikan pesantren dan perguruan tinggi. Pesantren mewujudkan adanya keagungan akhlak dan kedalaman spiritual. "Sedangkan perguruan tinggi memiliki karakteristik keluasan ilmu dan kematangan profesional," jelasnya menutup kuliah tamu. (ir/nd)