GEMA-Banyaknya mahasiswa yang tertunda karena permasalahan perkuliahan Bahasa Inggris Intensif, menginisiasi pihak PKPBI (Program Khusus Perkuliahan Bahasa Inggris) untuk bersosialisasi. Dikemas dalam Intensive English Program-Class Orientation, Ketua PKPBI Dr. Syamsudin menyampaikan program unitnya di depan mahasiswa semester dua, Senin (14/5). Ia kembali mengingatkan jika UIN Malang memiliki program bilingual yang wajib ditempuh di tahun pertama dan kedua. Program tersebut tentu untuk mendukung cita-cita kampus menjadi World Class University. “Therefore, all UIN Malang students must be able to speak at least these two foreign languages,” jelasnya. Kedua bahasa asing tersebut, lanjutnya, banyak digunakan oleh warga dunia. Untuk merambah dunia internasional, setidaknya, seseorang harus bisa berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. “Bagaimana kita mau maju jika bahasa asingnya tidak dipelajari dengan serius?” tegas pria kelahiran Yogyakarta tersebut. Ibnu Wahyurianto, bagian akademik PKPBI, kemudian menjelaskan lebih mendalam mengenai kelas Bahasa Inggris Intensif. Ia meluruskan beragam kesalahpahaman yang sering muncul dalam pelaksanaannya. “Karena sudah berjalan bertahun-tahun, makanya untuk teman-teman yang akan menempuh semester depan, semoga tidak ada lagi masalah,” tuturnya. Kebanyakan, kata Ibnu, mahasiswa menyangka jika kelas Bahasa Inggris Intensif bersifat sunnah. Padahal, kelas tersebut wajib dihadiri oleh mahasiswa yang memprogram mata kuliah Bahasa Inggris 1 dan 2. “Mereka mengira kelas tersebut tidak resmi padahal ini adalah program kampus yang di-menej oleh PKPBI,” jelas dosen asal Trenggalek ini. Sosialisasi kelas Bahasa Inggris Intensif tersebut bekerjasama dengan pihak Pusat Ma’had al Jami’ah. Pihak PKPBI sengaja mengundang mahasiswa semester dua yang berdomisili di ma’had agar tidak ada miskomunikasi di semester mendatang tentang perkuliahan Bahasa Inggris. (nd)
GEMA-139 ruang kelas di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi tempat ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kelompok IPC, Selasa (8/5). Sebanyak 2780 calon mahasiswa serentak melaksanakan ujian pada pukul 07.00 WIB hingga 14.30 WIB. Sebagai sub panitia lokal Malang, UIN Malang telah mempersiapkan segala kebutuhan ujian. Sebagaimana yang dituturkan Kepala Biro AAKK, Achmad Heru, pihaknya menyiapkan ruangan serta sejumlah pengawas sesuai standar ujian. Bagi 180 peserta yang mendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Heru menyatakan telah menyiapkan fasilitas kelompok tersebut. “Segala kebutuhan UTBK telah disiapkan dan dicek berulang kali untuk meminimalisir eror,” jelasnya. Dengan segala fasilitas yang disiapkan UIN Malang, pihak kampus berharap agar calon mahasiswa bisa fokus mengerjakan ujian. “Kami ingin para calon mahasiswa mengerjakan dengan tertib tanpa mencontek sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” ujar Heru. Fita Mutiara, salah satu peserta SBMPTN, merasa fasilitas di UIN Malang membuat dia nyaman. Suasana yang tenang membantunya untuk konsentrasi menjawab soal-soal. “Cuma tadi kaget saja saat dengar bel tanda ujian berakhir. Terlalu keras,” tambah gadis asal Kalimantan itu. (aqa/nd)
GEMA-Mahasiswa jurusan non-Bahasa Inggris yang memprogram mata kuliah Bahasa Inggris turut serta meramaikan penutupan English Exposures & Bazaar, Jumat (4/5). Acara yang dihelat oleh Program Khusus Pengembangan Bahasa Inggris ini digelar di Gedung Sport Center. Mahasiswa perwakilan jurusan mengusung tema yang beragam. Seperti yang terlihat di stan milik Jurusan PIAUD, yang banyak memamerkan kerajinan tangan. Karena beberapa tugas di jurusan yang mewajibkan pembuatan keterampilan, bazaar ini dijadikan wadah untuk menjual hasilnya. Lain lagi di stan milik Jurusan Teknik Arsitektur. Selain memajang beberapa karya dari mata kuliah bidang studinya, mereka juga memajang beragam lukisan. Semua adalah karya tangan mahasiswa. Berbeda lagi yang diperlihatkan oleh Jurusan Matematika. Mengusung tema Halloween, stan dihias serba gelap. Bahkan mahasiswa yang menjaga stan pun berkostum seram, seperti Hantu Valak dan Drakula. “Kami persiapkan ini selama dua minggu” tutur Dwi Miftahul Jannah. Septia Dwi Jayanti, tim juri bazar, menyatakan panitia tak hanya melihat kreativitas yang diperlihatkan dalam penataan stan. Presentasi tema stan hingga kemampuan responsif peserta juga dijadikan faktor pertimbangan pemilihan juara. Kemampuan komunikatif peserta dan pengunjung stan pun diperhatikan panitia. Pengunjung bazar, lanjut Septi, juga berkesempatan mendapatkan hadiah dari panitia. “Setiap bukti transaksi jual-beli nantinya akan diundi oleh panitia untuk diberi doorprize,” jelasnya. Cara ini dilakukan agar banyak mahasiswa yang berpartisipasi dalam acara tahunan PKPBI tersebut. (nd)
GEMA-UKM Korps Suka Rela-Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) UIN Malang menggalang acara sosial donor darah, Rabu (2/5). Acara yang ditujukan untuk membantu masyarakat ini dibuka untuk umum, di depan Gedung B. Kegiatan donor darah bekerjasama dengan Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kota Malang. Menurut Lilla, tim KSR-PMI, acara sosial ini rutin diadakan tiga kali setahun. Acara ini bersifat umum sehingga masyarakat sekitar kampus pun bisa berpartisipasi. Tentu, lanjutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pendonor selain mengisi formulir registrasi. Syarat-syarat tersebut ialah hemoglobin (Hb) harus standar 14-17, tensi darah normal dari 100-130, berat badan minimal 50 kg, serta tidak menstruasi bagi wanita. Tim menyediakan 50 kantong darah. Kantong darah akan disetorkan ke UTD Kota Malang yang selanjutnya ditujukan ke Rumah Sakit Umum Syaiful Anwar. “Panitia membatasi 50 kantong darah karena darah tidak boleh terlalu lama di dalam penyimpanan sementara,” tutur Lilla menutup wawancara. (ofi/nd)
GEMA-Seminar dan Konferensi: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan 2018 akan segera dihelat Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun ini. Dalam dua hari (22-23/9), pihak FE akan mendatangkan pakar dan praktisi Ekonomi, yakni Dr. Adiwarman Karim (Karim Consulting), KH. Mahmud Ali Zein (UGT BMT Sidogiri), Prof. Ahmad Azrin Adnan (Malaysia), dan Dr. Ben-Roy Do (Taiwan). Dari lingkup Indonesia, Dr. Adiwarman Karim diundang karena kontribusinya dalam dunia perbankan syariah. Pemikirannya banyak tertuang dalam bentuk tulisan lepas, jurnal, dan buku. Lulusan Boston dan Belgia ini sering menjadi pembicara hingga lingkup internasional. Ia sempat menjadi wakil Dirut Muamalat Institut hingga 2001. Ia juga pendiri The International Institute of Islamic Thought (IIIT), Karim Consulting Indonesia, dan membidani lahirnya unit syariah di sejumlah bank Indonesia. Saat ini ia dipercaya menjadi anggota Dewan Syariah Nasional MUI dan pengawas syariah pada perbankan syariah. Selanjutnya, Pendiri UGT BMT Sidogiri, Pasuruan KH. Mahmud Ali Zain pun diundang. Dengan 280 cabang BMT yang tersebar di berbagai kota, kini omsetnya bisa mencapai puluhan triliun. Ia sempat menjadi anggota DPR dengan perolehan suara terbanyak (1.955.025 suara). Ia juga menjadi Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI). Saat ini ia menjadi Ketua Koperasi Simpan Pinjam Syariah BMT UGT Sidogiri. Dari luar negeri, panitia mengundang Prof. Ahmad Azrin Adnan dari Universitas Sultan Zaenal Abidin Malaysia dan Dr. Ben-Roy Do dari National Central University Taiwan. Sedangkan pemateri dari UIN Maliki Malang adalah Prof. Dr. Muhammad Djakfar dan Dr. Salim al Idrus. Pihak panitia akan memilih lima peserta seminar nasional dengan call paper terbaik yang akan dipublikasikan dalam Jurnal Iqtishaduna atau MEC-J. Sedangkan bagi peserta seminar/call paper internasional akan dimasukan dalam proceeding terindeks Scopus. Adapun informasi selengkapnya dapat diakses di iconies.fe.uin-malang.ac.id dan email: iconies@uin-malang.ac.id. (us/nd)
GEMA-Menjelang akhir perkuliahan Program Khusus Pengembangan Bahasa Inggris (PKPBI), mahasiswa diajak untuk meramaikan English Exposures and Bazaar. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dari pagi hingga sore (2-4/5). Puncak kegiatan ialah bazaar yang dihelat di Gedung Sport Center pada (4/5). Selama pelaksanaan, mahasiswa segala jurusan berpartisipasi aktif dalam beragam lomba yang dihelat panitia. Pada hari pertama acara, mahasiswa berkumpul di Aula Gedung C, Lt. 3 untuk melaksanakan tiga lomba sekaligus. Yaitu musical drama, faster-faster, dan King Arthur. Lomba drama digelar sejak pukul 10.00 WIB. Pada sore harinya, suasana makin ramai karena mahasiswa menjadi suporter tim kelas mereka yang bertanding. Menurut Ika Puspitarini, karena antusiasme peserta, panitia harus mengganti tempat. “Akhirnya King Arthur kami pindahkan di kelas karena aula sudah dipenuhi mahasiswa yang ikut lomba Faster-Faster,” tuturnya. Pihak panitia, lanjutnya, sudah melakukan technical meeting pada perwakilan kelas di minggu sebelumnya. Dengan begitu, panitia akan mudah mengkondisikan mahasiswa saat kegiatan berlangsung. “Kami juga mengantisipasi waktu yang terbuang hanya untuk menjelaskan teknis lomba,” jelasnya. Selain perlombaan di atas, pihak panitia juga menggelar lomba The Choir, The Poster, Run Devil Run, dan The Lyrics. Kompetisi diikuti oleh perwakilan kelas di setiap jurusan non-Bahasa Inggris yang memprogram mata kuliah Bahasa Inggris 2. (nd)
GEMA-Pasca Pemilu Raya, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Malang mengadakan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK), Kamis (19/4). Sri Harini, Dekan Fakultas Saintek melantik pengurus OMIK di fakultasnya di Auditorium Fakultas Saintek Lt. 4. Ia memperingatkan agar seluruh pengurus tidak menjadikan OMIK sebagai alasan menurunnya indeks prestasi. Pasalnya, banyak kasus mahasiswa yang aktif di organisasi namun melalaikan tugas utama sebagai mahasiswa. “Kalau saya dengar kasus seperti itu lagi, OMIK saya bubarkan!” tegasnya. Di samping itu, Rini berpesan, kewajiban mengemban tugas OMIK harus dilaksanakan dengan tanggung jawab. Jika program kerja sebelumnya belum rampung, maka tugas mereka untuk menuntaskannya selama setahun ke depan. “Tentu saja dengan harapan agar mendapatkan hasil yang lebih baik,” imbuhnya. Menurutnya, sebuah organisasi menjadi besar dan sukses jika mampu menghargai peninggalan pimpinan di masa lalu. Selain calon anggota OMIK Fakultas Saintek, acara tersebut juga dihadiri oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA) dari berbagai fakultas, dan pimpinan masing-masing jurusan. (na/nd)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menempati peringkat kelima dari ribuan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia. Peringkat ini disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Jurnal Ilmiah di Rumah Jurnal, Rabu (18/4). Peringkat universitas dan dosen dapat dilihat di situs Science and Technology Index (SINTA). Dr. Lukman menjelaskan, SINTA merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini meliputi kinerja peneliti/penulis, jurnal, dan institusi untuk mendorong publikasi ilmiah. “Tahun ini seluruh dosen dari berbagai universitas termasuk UIN Malang wajib terdaftar dalam SINTA,” tegasnya. Menurutnya, situs ini dapat memantau kualitas dosen dalam publikasi karya ilmiah baik berupa buku maupun jurnal. Untuk mengangkat peringkat universitas, maka dosen dapat bersaing secara sehat melalui situs tersebut. Dari 500 dosen yang ada di Kampus Ulul Albab, sebanyak 189 dosen yang telah terdaftar di SINTA. Selain untuk melihat kualitas universitas dan dosen, SINTA juga berfungsi menaikkan jabatan dosen. “Grafik peningkatan kualitas dosen juga mempengaruhi pendapatannya,” imbuhnya. (mil/nd)
GEMA-Prof. Dr. Irwansyah, MH. berbagi info di depan puluhan pengelola jurnal yang mengikuti workshop Peningkatan Kualitas Jurnal hari kedua, Kamis (19/4). Ia menekankan perlunya persyaratan teknis tata kelola di setiap jurnal. Salah satunya ialah pencantuman kode etik publikasi. Prof. Irwan menjelaskan, etik publikasi dibutuhkan untuk melindungi profesi penulis. “Salah satunya melindungi tulisan dari tindak plagiasi di masa depan,” paparnya. Untuk menhindari plagiasi, lanjut dosen Universitas Hasanuddin tersebut, penulis perlu diarahkan untuk mengutip langsung dari sumber asli. Referensi artikel ilmiah pun harus berasal dari sumber primer. “Sitasi itu 75% dari karya ilmiah dan 25% dari buku,” imbuhnya. Asesor jurnal di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi ini yakin, jika semua penulis menaati kode etik ini, maka tidak akan ada lagi kasus laporan plagiasi. “Jika semua penulis berkualitas seperti itu, maka akan berimbas pada naiknya kualitas jurnal,” tuturnya optimis. (mil/nd)