SINERGI: Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr H M Zainuddin MA memberikan cinderamata buku kepada Sekjen Kemenag RI Prof Dr H Nizar Ali, M.Ag
HUMAS UIN MALANG - Sekretaris Jenderal Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag, memberikan paparan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. FGD ini membahas tentang peningkatan tata kelola Sistem Pengendalian Instansi Pemerintah (SPIP) pada Badan Layanan Umum (BLU). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (9/8/2023) ini dihadiri oleh para Wakil Rektor, Kepala Biro, Para Dekan dan Direktur Pascasarjana, serta para Ketua UPT yang ada di lingkungan UIN Maliki Malang. Dalam paparannya, Prof. Nizar menyampaikan bahwa transformasi dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) menuju PTN-Badan Hukum (PTN-BH) memiliki dampak positif yang signifikan. Transformasi ini diharapkan akan meningkatkan tata kelola dan fleksibilitas dalam mengelola keuangan. Salah satu syarat utama bagi PTN BLU agar dapat bertransformasi menjadi PTN-BH adalah memiliki kemandirian dan kemampuan dalam menghasilkan pendapatan. Prof. Nizar menekankan bahwa pendapatan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) minimal harus mencapai 250 juta per tahun. Lebih lanjut, Prof. Nizar juga mengapresiasi pencapaian UIN Maliki Malang. Institusi ini telah memenuhi sejumlah persyaratan penting untuk bertransformasi. UIN Malang telah meraih sertifikat internasional dan telah terakreditasi oleh Asean University Network-Quality Assurance (AUN-QA), akreditasi tingkat regional Asia Tenggara. Selain itu, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) juga memberikan akreditasi unggul kepada UIN Maliki Malang.
Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Faisal Ali Hasyim, SE., M.Si., CA., CSEP, juga memberikan pandangan penting dalam acara tersebut. Menurutnya, tugas Inspektorat Jenderal sebagai auditor internal haruslah memberikan manfaat sekaligus menjadi sumber informasi akurat bagi pengambilan keputusan. Faisal menggarisbawahi pentingnya transparansi dalam mencapai good university governance (GUG) dan menjelaskan bahwa GUG berfungsi untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan di lingkungan perguruan tinggi. Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, menyambut baik rencana perubahan UIN Maliki Malang menjadi PTN-BH. Transformasi ini diharapkan dapat memberikan kemandirian dalam pengelolaan pendidikan, keuangan, sarana dan prasarana, serta ketenagakerjaan. Selain itu, PTN-BH juga diharapkan mampu mempercepat inovasi melalui pengembangan IPTEK yang lebih luas, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Rencana perubahan UIN Maliki Malang menjadi PTN-BH ini diharapkan akan meningkatkan reputasi dan kualitas perguruan tinggi serta menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja. Dengan langkah-langkah konkret dan transparansi dalam pengelolaan, UIN Malang berkomitmen untuk mencapai standar good university governance (GUG) yang tinggi. Kegiatan FGD ini menjadi momentum penting dalam memahami perubahan dan tantangan dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia. UIN Malang bergerak maju dengan tekad untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola perguruan tinggi di Tanah Air.
UIN MALANG-Meraih cita-cita universitas bukan hanya tugas para pimpinan, namun hasil kerjasama dengan seluruh satuan kerja di bawah naungan universitas. Setidaknya, hal ini yang menjadi inti sambutan Prof. Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si., Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal tersebut ia tegaskan di hadapan seluruh peserta yang menghadiri Workshop BLU Maturity Rating Ke-3 yang diselenggarakan di Savana Hotel & Convention, Kota Malang, Selasa (8/8). Ia tidak berkenan jika satuan kerja di bawah UIN Malang hanya berlomba-lomba menghabiskan anggaran tanpa adanya target dan hasil. Target yang Prof. Ilfi maksud ialah yang berhubungan dengan pencapaian visi-misi universitas menjadi kampus yang unggul bereputasi internasional. Apalagi, saat ini UIN Malang akan dipersiapkan sebagai PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri-Berbadan Hukum). Untuk itu, Prof. Ilfi berpesan agar penggunaan aset harus dikelola dengan sangat baik agar efektif dan efisien. “Apalagi sampai ada pemborosan di sektor finansial untuk hal-hal yang tidak terlalu penting,” imbuhnya. Kepada satuan kerja di tingkat fakultas, ia berpesan untuk menghilangkan egosentris. “Jangan hanya mementingkan diri sendiri. Pikirkan kepentingan bersama, yaitu universitas,” tegas Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen SDM tersebut. Untuk efektivitas anggaran, Prof. Ilfi berpesan agar memanfaatkan fasilitas kampus saat mengadakan acara seperti rapat atau workshop. Hal ini adalah upaya untuk penghematan anggaran agar jalan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menuju PTN-BH semakin lancar. Dengan pelaksanaan Workshop BLU Maturity Rating ini, Prof. Ilfi berharap agar terlihat seberapa efektif kah manajemen BLU kampus. “Saya menilai, BLU selalu menyarankan pemanfaatan dan pengelolaan aset dengan baik,” karenanya, ia memberi dukungan sepenuhnya agar cita-cita UIN Malang sebagai kampus unggul bereputasi internasional tercapai.
SINERGI: Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr H M Zainuddin MA memberikan cinderamata buku kepada Sekjen Kemenag RI Prof Dr H Nizar Ali, M.Ag
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam upaya meningkatkan tata kelola Sistem Pengendalian Instansi Pemerintah (SPIP) di Badan Layanan Umum (BLU). Acara tersebut berlangsung di Ruang Rektorat Lt.1 dan dihadiri Para Wakil Rektor, Kepala Biro, Para Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala SPI dan PMU, serta pejabat lainnya, termasuk dua narasumber dari Kementerian Agama, yaitu Inspektur Jenderal Kemenag RI Dr. H. Faisal Ali Hasyim, S.E., M.Si., CA., CSEP, dan Sekretaris Jenderal Kemenag RI Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag. Rabu (9/8/2023).
Tema utama dalam FGD ini adalah "Penguatan Kelembagaan BLU Menuju PTNBH". Dalam sambutannya, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, menyampaikan progres pembangunan kampus III dan gedung asrama mahasiswa. Pembangunan kampus III didukung oleh dana bantuan dari SFD (Saudi Fund for Development), dan Rektor mengungkapkan bahwa proses pembangunan berjalan lancar sesuai target yang ditetapkan. "Kami telah berusaha maksimal agar pembangunan kampus III berjalan lancar dan sesuai rencana," ujar Prof. Zainuddin. Tahun ini, UIN Maliki Malang memiliki target penerimaan 5000 mahasiswa baru, meningkat dari kuota sebelumnya 4000 mahasiswa. Penambahan kuota ini diharapkan akan memberikan dampak positif pada pengembangan kampus. "Namun, tidak hanya pertumbuhan jumlah mahasiswa yang penting, kami juga tetap fokus pada kualitas pendidikan yang kami berikan," tegasnya. Prof. Zainuddin juga menekankan pentingnya pendalaman ilmu agama dan bahasa asing bagi mahasiswa UIN Maliki Malang. Menurutnya, mahasiswa wajib tinggal di makhad (asrama) selama setahun untuk memperdalam ilmu agama serta bahasa Arab dan Inggris. Selain itu, banyak mahasiswa yang menghafal Al-Quran di lembaga HTQ (Hafizh Tafsir Quran), dengan jumlah saat ini mencapai 3000 orang.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK), Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, menyampaikan komitmen UIN Maliki Malang dalam bertransformasi dari BLU menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Ia menjelaskan bahwa target UIN Maliki Malang adalah mencapai akreditasi unggul untuk 60 persen program studi pada tahun 2024. Tidak hanya fokus pada akademik, UIN Maliki Malang juga terus berupaya untuk mengoptimalkan aset dan menjalin kerjasama dengan instansi luar. Langkah ini diambil untuk meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagai sumber pendapatan tambahan, selain dana yang dialokasikan melalui DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran). Dengan FGD ini, UIN Maliki Malang menunjukkan tekadnya untuk terus meningkatkan tata kelola institusi, pembangunan kampus, dan kualitas pendidikan demi mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi unggul di Indonesia.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) memperlihatkan komitmennya dalam menghasilkan mutu pendidikan tinggi yang unggul dan bereputasi internasional dengan mengadakan Workshop Penulisan Buku Ajar Mata Kuliah Umum dan Mata Kulia Kehasan Universitas (MKU-MKKU) yang berfokus pada nilai-nilai ulul albab, moderasi beragama, dan anti korupsi. Workshop ini diadakan selama dua hari, tepatnya pada Rabu hingga Kamis (9-10/8/2023). Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, dalam pembukaan workshop ini, menegaskan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membentuk karakter mahasiswa yang tak hanya unggul dalam aspek ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, akhlak yang mulia, pengetahuan yang luas, dan kematangan profesional. "Workshop ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan tersebut," ujarnya.
Dalam workshop ini, UIN Malang mengundang dua pemateri yang ahli di bidang penulisan buku akademik dan penerbitan buku. CEO Aksaramaya Jakarta, Sulasmo Sudharno, dan Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D dari UIN Sunan Ampel Surabaya, akan memberikan panduan dan pengetahuan tentang penulisan buku yang berkualitas, terutama dalam era digital dan teknologi informasi. Prof. Umi menekankan bahwa peserta workshop harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar dari para ahli. Dia juga mengajak para dosen untuk membimbing mahasiswa dalam menulis buku berdasarkan hasil penelitian mereka. Namun, tulisan yang berasal dari skripsi harus mengalami transformasi total agar sesuai dengan format penulisan buku atau jurnal yang berlaku.
Mantan Dekan Fakultas Syariah dan Direktur Pascasarjana, Prof. Umi, optimis bahwa strategi ini akan meningkatkan reputasi kampus UIN Malang secara signifikan, terutama dalam pemeringkatan universitas seperti Webometrics. "Dengan meningkatkan jumlah buku yang ditulis dan diterbitkan, kampus ini akan semakin dikenal dan diakui dalam dunia pendidikan," ujarnya.
Ketua Konsorsium MKU-MKKU, Dr. H. Achmad Khudori Soleh, M.Ag, menjelaskan bahwa workshop ini adalah bagian dari upaya melahirkan buku ajar MKU-MKKU yang sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. Dalam workshop ini, terdapat 107 peserta yang mewakili berbagai program studi, dengan tujuan akhirnya adalah menciptakan buku ajar yang berkualitas dan tepat sasaran. Workshop Penulisan Buku Ajar UIN Malang ini diharapkan dapat memberikan dorongan positif dalam peningkatan mutu pendidikan dan reputasi universitas. "Dengan mendukung pengembangan penulisan buku ajar yang berkualitas, UIN Malang menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan akademik yang unggul dan bertanggung jawab," pungkasnya.
PRODUKTIF: Dosen Fakultas Saintek Dr. Agus Mulyono, M.Si melakukan penelitian minuman sehat.
HUMAS UIN MALANG - TAHNIK ENZYME adalah salah satu minuman kesehatan yang diklaim bisa mendukung dan menjaga kesehatan tubuh secara alami. Minuman ini merupakan hasil perpaduan konsep TAHNIK dan eco ENZYME. TAHNIK ENZYME dibuat dengan cara sederhana dan harus dibuat sendiri, karena salah satu bahannya berasal dari bagian tubuh kita sendiri. Minuman ini tidak diperjualbelikan dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta merawat fungsi organ tubuh. TAHNIK ENZYME dipilih sebagai nama minuman ini karena pembuatannya mengadopsi konsep TAHNIK yang terinspirasi dari kebiasaan Nabi dalam memberikan kunyahannya yang lembut pada kurma untuk bayi yang baru lahir. Minuman ini dapat dikonsumsi oleh semua kalangan usia dan sifatnya mandiri, artinya setiap individu dapat membuat dan mengonsumsinya sendiri. Terdapat tiga bahan utama dalam pembuatan TAHNIK ENZYME, yaitu 300 ml air putih, 90 gr kurma yang sudah dipisahkan bijinya, dan 30 gr madu. Proses pembuatannya pun sederhana dan mudah diikuti, langkahnya cukup mudah yaitu kunyah setiap butir kurma sebanyak 11 kali lalu campurkan ketiga bahan tadi ke dalam sebuah wadah yang memiliki penutup, setelah itu rapatkan penutup wadah dan biarkan campuran difermentasikan selama 6 bulan.
Setelah proses fermentasi selama 6 bulan, TAHNIK ENZYME siap dikonsumsi. Untuk mengonsumsinya, campurkan 1 sendok teh TAHNIK ENZYME ke dalam 1 gelas air matang atau air yang sudah dipanaskan. Minuman ini disarankan untuk diminum satu kali sehari. Pembuatan TAHNIK ENZYME memenuhi kategori 4M, yaitu Mudah, Murah, Manfaat, dan Mandiri. Proses pembuatannya sangat mudah karena bahannya sedikit dan bahan-bahannya mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau. Manfaatnya telah terbukti nyata, bukan hanya sekadar klaim tanpa dasar. Dan yang terakhir, minuman ini memungkinkan setiap orang untuk mandiri dalam pembuatannya dan konsumsinya.
Dalam rangka menjaga kesehatan tubuh, TAHNIK ENZYME menjadi alternatif minuman kesehatan alami yang dapat dipraktikkan dengan mudah oleh setiap individu. Mari manfaatkan konsep TAHNIK dan eco ENZYME dalam memperkuat kekebalan tubuh dan merawat kesehatan organ tubuh kita. Ayo mulai hidup lebih sehat dengan TAHNIK ENZYME!
OPENING: WR Bidang Akademik Prof. Dr. HJ. Umi Sumbulah, M.Ag saat membuka kegiatan evaluasi AMI siklus ke-16 di hotel Rays UMM Malang, Senin (7/8/2023).
HUMAS UIN MALANG-Lembaga Penjaminan Mutu (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki Malang) yang dipimpin oleh Dr. Helmi Syaifuddin, M.Fil.I, kembali melakukan evaluasi Audit Mutu Internal (AMI) siklus ke-16 tahun 2023. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan Hotel Rays UMM Kota Malang sejak Senin (7/8/2023). AMI merupakan proses pengujian yang sistematik, mandiri, dan terdokumentasi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan di perguruan tinggi sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. Dalam rangka menjaga mutu pendidikan dan pelayanan di kampus ini, Plh. Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, membuka kegiatan AMI yang diikuti oleh 48 Auditor. Dalam sambutannya, Prof. Umi menyatakan bahwa proses evaluasi AMI merupakan upaya untuk mencapai target IKU Rektor dalam mengantarkan UIN Maliki Malang menjadi kampus Islam terbaik, unggul, dan berprestasi internasional. Terima kasih disampaikan kepada para Auditor mutu internal yang telah menjalankan tugasnya dengan baik dalam proses audit pada 24-28 Juli 2023. Evaluasi AMI ini menjadi bagian penting dalam menjaga mutu akademik di UIN Maliki Malang, dan segala temuan akan dievaluasi untuk merumuskan rekomendasi yang akan dibahas kembali pada RTM 2023.
Dr. Helmi Syaifuddin menjelaskan bahwa kegiatan AMI ini merupakan rangkaian dari proses audit mutu internal yang telah dilakukan oleh tim auditor. 48 auditor berkumpul untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan standar mutu internal yang sudah dilaksanakan di berbagai aspek yang telah ditetapkan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih para auditor internal dalam melakukan proses kontrol terhadap mutu pendidikan di UIN Maliki Malang. Kegiatan AMI ini melibatkan para auditor internal dari tujuh fakultas di UIN Maliki Malang. Selama tiga hari, mulai dari Senin hingga Rabu (7-9/8/2023), mereka akan memaparkan hasil survei dari auditor dan auditee AMI siklus ke-16 tahun 2023, serta membahas tindak lanjut dari hasil survei yang telah dilakukan. Selain itu, kegiatan ini juga akan membahas identifikasi syarat untuk memperoleh akreditasi unggul pada masing-masing Program Studi di UIN Maliki Malang, terutama bagi Prodi yang belum memenuhi syarat berdasarkan hasil penemuan tim AMI. Proses evaluasi AMI ini menjadi nyawa perguruan tinggi, dan LP2M memiliki peran penting dalam menjaga mutu akademik di UIN Maliki Malang. Sinergi dari bawah hingga atas diperlukan untuk menjaga mutu ini dengan baik, karena akreditasi adalah bagian dari upaya menjaga mutu itu sendiri. Kegiatan AMI ini diharapkan akan menghasilkan sejumlah rumusan rekomendasi yang akan dibahas pada RTM 2023. "Kegiatan ini juga akan ditutup dengan pembagian sertifikat kepada para auditor internal yang telah berkontribusi dalam menjaga mutu akademik di lingkungan UIN Maliki Malang," pungkasnya.
HUMAS UIN MALANG-Rangkaian kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) Siklus XVI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah sampai di puncaknya. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) mengadakan kegiatan Evaluasi AMI Siklus XVI di Hotel Rayz Malang. Kegiatan dimulai hari ini (07/08) sampai dengan Rabu (09/08) dan diikuti 48 Auditor yang bertugas pada AMI tahun ini.
Dalam sambutannya, Helmi Syaifuddin memaparkan secara garis besar pelaksanaan AMI Tahun ini. Berbeda dengan tahun sebelumnya, AMI tahun ini melibatkan observer dari berbagai perguruan tinggi.
“Tahun ini kita sudah mengundang observer dari 16 PT untuk membersamai kita melihat AMI di UIN Malang. Mereka puas dengan kinerja kita atau pelaksanaan AMI di kampus kita. Kedepan kita akan mengundang observer juga dalam pelaksanaan RTM, yang salah satu bahannya adalah hasil AMI."
Lebih lanjut, Helmi menyampaikan bahwa pihaknya pernah kedatangan observer dari IAIN Manado. Jadi, sesungguhnya pelibatan observer bukanlah hal baru dalam pelaksanaan AMI di UIN Malang.
“Pelaksanaan AMI tahun ini melibatkan 48 auditor lama dan baru. Kita sudah mencoba memberikan kesempatan auditor lama untuk terlibat namun beberapa dari mereka ada yg bertugas dan menjabat. Total ada 98 orang. Insya Allah tahun depan akan kita tambah lagi sampai dengan 1 prodi ada 5 auditor. Kita berharap auditor bisa menjadi mitra strategis menjaga mutu internal.”
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Harian Rektor, Umi Sumbulah menyampaikan apresiasinya kepada Tim LPM dan Tim Auditor yang telah bekerja keras selama pelaksanaan AMI. Menurutnya, pelaksanaan AMI berperan penting dalam menjaga mutu di perguruan tinggi. Temuan-temuan AMI akan membantu pimpinan dalam memperbaiki tata kelola universitas.
“Peran bapak/ibu luar biasa dalam menjamin semua proses sudah berjalan atau belum. Dari temuan AMI nanti akan dievaluasi, lalu apa rekomendasinya untuk dilaksanakan continuous improvement-nya. RTM nanti akan membahas temuan-temuan Auditor, mana yang bisa ditindaklanjuti program studi, fakultas, atau universitas. Sebaiknya RTM nanti dilaksanakan sebelum masuk perkuliahan sehingga bisa dijadikan bahan perbaikan.”
Setelah sesi pembukaan, malam harinya LPM mengajak auditor untuk membahas hasil survei kepuasan pelaksanaan AMI oleh auditee dan rencana tindaklanjut atas hasil tersebut.
OPENING: Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah M.Ag saat menyematkan kalung I-Yes kepada para peserta di Hometeater Fakultas Humaniora. Senin (7/8/2023).
HUMAS UIN MALANG - Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berwawasan global, Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar program "Humaniora I-YES" yang dijadwal akan berlangsung dari 6-12 Agustus 2023 dengan diikuti oleh 12 delegasi dari 10 negara. Dalam kegiatan Opening Ceremony Humaniora I-YES 2023 yang berlangsung di Ruang Teater Fakultas Humaniora, Senin (7/8/2023), ketua pelaksana kegiatan ini, Whida Rositama M.Hum menyampaikan ucapan selamat datang pada seluruh peserta dari berbagai negara yang akan mengikuti program Humaniora I-YES ini. Dalam sebuah lagu ia menyampaikan alasan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas demi mewujudkan pendidikan yang berwawasan Global. “Sesuai tema yang diangkat yaitu Globalizing the Lokal, Localizing the Global,” paparnya.
Hadir mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademi, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag menyampaikan ucapan selamat datang di Univesitas Maulana Malik Ibrahim Malang pada 12 delegasi dari 10 negara yang terdiri dari negara Zimbabwe, Pakistan, Sudan, Afghanistan, Uganda, Singapura, Kirgistan Republik, Bangladesh, Yaman, Nigeria. Beliau menyampaikan selamat dan sukses dalam mengikuti program Humaniora I-YES. “Para peserta I-Yes ini akan diberi kesempatan untuk belajar dan mengenal budaya selama menjalani kegiatan,” paparnya. Prof. Umi sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa UIN Maliki Malang merupakan 1 dari 2 universitas yang telah berakreditasi unggul di seluruh PTKIN yang ada di Indonesia. Program "Humaniora I-YES 2023" ini sangat sejalan dengan visi UIN Maliki Malang yaitu menjadi kampus Islam unggul bereputasi internasional. “Menjadikan kampus UIN Maliki Malang unggul, terpercaya, berdaya saing, dan bereputasi internasional menjadi cita-cita kita bersama,” ujarnya dalam sesi sambutan.
Untuk itu, upaya melakukan internasionalisasi universitas ini perlu dilakukan demi meningkatkan kualitas SDM dalam rangka mewujudkan pendidikan global. Upaya Internasionalisasi Universitas yang dilaksanakan Fakultas Humaniora ini bertujuan menyiapkan SDM yang mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap melalui perspektif inklusif. “Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta Humaniora I-Yes, semoga selalu enjoy dalam mengikuti kegiatan ini,” harapnya. Sementara itu, dalam opening ceremony Humaniora I-YES, Dekan Fakultas Humaniora, Dr.M.Faisol mengatakan bahwa di era digital saat ini, banyak perusahaan besar yang memerlukan orang yang memiliki kreatifitas luar biasa untuk melakukan sesuatu yang luar biasa di dunia global. “Maka dari itu, kegiatan Humaniora I-YES ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Fakultas Humaniora dan juga mahasiswa UIN Maliki Malang pada dunia global,” ujarnya. Dengan pengenalan peserta dan pengalungan slempang serta pembacaan bismillah dan pemukulan gong oleh Dr. Umi Sumbulah, Program Humaniora I-YES 2023 resmi dibuka, Senin 7 Agustus 2023, Ruang Teater Fakultas Humaniora.
SAMBUTAN: Dekan Fakultas Humaniora Dr. M. Faisol saat memberikan sambutan pada I-Yes 2023 di Home teater Lt.3. Senin (7/8/2023).
HUMAS UIN MALANG-Humaniora I-Yes 2023, sebuah studi peningkatan pemuda internasional, telah resmi dimulai di Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang pada tanggal 6 Agustus 2023. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 12 Agustus ini diikuti oleh 10 negara, termasuk Zimbabwe, Pakistan, Sudan, Afghanistan, Uganda, Singapura, Kyrgyz Republic, Bangladesh, Yaman, dan Nigeria. Tema yang diusung dalam Humaniora I-Yes 2023 adalah "Globalizing the Lokal, Localizing the Global". Peserta dari berbagai negara akan dipertemukan untuk menjelajahi keanekaragaman budaya dan bahasa serta memperdalam pemahaman tentang perspektif inklusif. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pendidikan internasional yang bertujuan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang memiliki wawasan global. Dr. M. Faisol, Dekan Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang, menjelaskan bahwa program Humaniora I-Yes ini dirancang dalam bentuk studi intensif selama satu minggu dengan mengundang mahasiswa dari seluruh dunia untuk berpartisipasi. Proses pembelajaran berlangsung melalui sesi kelas, interaksi sosial budaya langsung, dan kunjungan budaya. "I-Yes ini merupakan kolaborasi penting upaya Fakultas Humaniora untuk menduniakan dan membangun jejaring antara sivitas akademika Humaniora dengan mahasiswa luar negeri di belahan dunia," paparnya.
Dr. M. Faisol menjelaskan di era digital saat ini telah mengubah gaya hidup konfensional menjadi serba digital, bahkan aktifitas apapun tidak bisa terlepas dari keberadaan digital. "I-Yes ini merupakan upaya untuk menduniakan budaya lokal yang ada," jelasnya.
Humaniora I-Yes ini diharapkan bisa menjadi media untuk mengantarkan para sivitas akademika menjalin jejaring di kancah internasional. Pasalnya, kegiatan ini memang dibuka untuk seluruh peserta dari belahan dunia.
"Tahun ini ada mahasiswa dari sepuluh negara yang berpartisipasi dalam program ini. Pembelajaran mereka akan dikemas dalam beberapa sesi, baik dalam kelas maupun di luar kelas. Mereka juga akan berinteraksi dengan mahasiswa lokal di kampus kita," ungkap Dekan Fakultas Humaniora, M. Faisol. Lebih lanjut, kegiatan Humaniora I-Yes ini menawarkan pengalaman belajar melalui kegiatan akademik dan sosial budaya. Pengalaman ini dianggap sebagai aset penting untuk menciptakan dunia yang lebih baik di masa depan. Selain itu, program ini diharapkan juga dapat memperkuat posisi Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang di tingkat internasional dengan semakin mendekatkan mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal, sehingga mereka dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kegiatan Humaniora I-Yes 2023 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan global dan membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan berwawasan luas. Dengan semangat yang kuat untuk mempererat jaringan budaya internasional, program ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi semua peserta dan menjadi langkah maju menuju pendidikan yang lebih berkualitas dan berdaya saing di dunia global saat ini.