UIN MALANG-Menjadi yang termuda di antara seluruh Fakultas Kedokteran kampus negeri seluruh Indonesia, tidak menyurutkan niat FKIK (Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk menjadi host acara akbar AFKNI (Asosiasi Fakultas Kedokteran Negeri Indonesia) 2023. Seluruh dosen fakultas terkait berkumpul dalam sesi ilmiah yang diadakan di Hotel Senyum World, Kota Batu selama tiga hari (24-26/2). Sebelum pembukaan acara, para dekan diajak menyambangi kawasan Kampus 3 di kawasan Desa Precet, Kota Batu. Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati P. W., M.Kes., Sp.Rad(K), Dekan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan pihaknya merasa terhormat karena diamanahi sebagai host Forum Dekan AFKNI 2023. Dengan adanya forum pimpinan semacam ini, ia berharap UIN Malang dapat berkembang dan memberikan banyak kontribusi di dunia kedokteran. Ia juga menyampaikan bahwa bersamaan dengan forum dekan ini, lagu Mars AFKNI akan dirilis. "Penciptanya adalah salah satu dosen FKIK UIN Malang, Yossi Indra Kusuma, S.Ked., M.Med., Ed.," jelas Prof. Yuyun.
Hadir mendukung acara, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. Ia menuturkan, dengan adanya FKIK, cabang keilmuan di Kampus Ulul Albab semakin lengkap. Pihak kampus berharap, lulusan kedokteran nantinya tidak hanya menjadi dokter yang handal, namun juga yang memiliki spiritualitas mendalam. "Dengan begitu, mereka (para dokter) dapat berkontribusi dalam penyelesaian masalah global, yakni pendidikan, kemiskinan, dan kesehatan," harap Prof. Zain.
Forum Dekan AFKNI 2023 dibuka secara resmi oleh Ketua AFKNI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP dari Universitas Indonesia hadir langsung di Kota Batu. Sebanyak 35 dekan Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia hadir. "Karena 35 dari 39 hadir di forum ini, maka sudah memenuhi syarat untuk memutuskan sesuatu," jelas Prof. Ari. Tahun ini, tema Forum Dekan AFKNI ialah Antisipasi Fakultas Kedokteran Negeri dalam Mempersiapkan Sumber Daya Manusia di Era Transformasi Kesehatan Bidang SDM Kesehatan. (nd)
UIN MALANG-Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) kembali mengadakan Pengajian Rutinan Ketahanan Keluarga. Kajian daring via Zoom minggu ini diberi tema Membina Keluarga Sakinah Berbasis Maqadhid Syariah, Jumat (24/2). Di awal materinya, Prof. Dr. Tutik Hamidah, M.Ag. menyampaikan tentang jodoh yang dapat menjadikan keluarga sakinah. Ia menegaskan bahwa, Allah tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, melainkan apa yang kita butuhkan. Seperti jodoh. Menurut narasumber itu, “Orang yang cocok menurut kita, belum tentu terbaik untuk hidup kita.” Ia melanjutkan, seseorang akan merasa tenang dan mendapatkan sakinah bukan semata-mata karena mendapatkan jodoh. Melainkan, jika seluruh kebutuhannya terpenuhi. Ada beberapa kebutuhan manusia yang harus dipenuhi, antara lain kebutuhan pokok seperti harta dan makanan. Sesuai dengan temanya, Prof. Tutik menyebutkan maqashid syariah yang masuk kategori daruriyyat yang harus dipenuhi agar hidup tentram. Mereka adalah, hifz nafs, hifz ‘aql, hifz mal, hifz nasl. Keempat hal ini harus dipenuhi secara wajar. Jika berlebihan maka tidak akan membawa manfaat dalam hidup manusia. “Maka perlu adanya hifz din untuk menyeimbangkan keempat hal itu,” jelas Guru Besar Bidang Ilmu Ushul Fiqih tersebut. Terkait hifz 'aql, Prof. Tutik mengaitkan dengan kewajiban mencari ilmu. Dengan belajar sesuai bidang yang diminati, manusia mendapatkan dua hal, yaitu ilmu dan pahala karena mencari ilmu dinilai ibadah di hadapan Allah SWT. “Kita tahu janji Allah bahwa Ia akan mengangkat derajat kita jika kita mau mencari ilmu,” imbuhnya. Di akhir materi, Prof. Tutik menjelaskan prinsip-prinsip sakinah, mawaddah, wa rahmah berbasis maqashid. Salah satu prinsipnya ialah keseteraan. Dengan prinsip ini, tidak ada salah satu pihak mendominasi dalam rumah tangga. Semua menjalankan kewajiban dan haknya secara seimbang. Prinsip lainnya ialah kepemimpinan suami dengan syarat tertentu. Prof. Tutik menjelaskan, ayat Quran yang populer digunakan sebagai aturan mutlak laki-laki sebagai pemimpin tidak dimaknai dengan benar. “Ada lanjutan ayat itu yang sering diabaikan,” ia melanjutkan, “artinya, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar laki-laki layak dijadikan pemimpin.” Pusat Studi Gender dan Anak, yang dinakhodai oleh Dr. Istiadah, MA., adalah salah satu Pusat Studi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang fokus dalam kegiatan bertema gender dan anak. Unit ini hadir secara integratif di kampus untuk mewujudkan pendidikan dan pengajaran yang berperspektif gender. (nd)
HUMAS UIN MALANG-Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang siang ini menggelar stadium general dengan tajuk insersi nilai wasathiyah dalam penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi keagamaan Islam, Kamis (23/2).
Hadir sebagai narasumber Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Dr. H. Ahmad zainul Hamdi,M.Ag
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA mengajak seluruh mahasiswa program Pascasarjana harus kritis, analitis, dan berfikir koheren runtut dan nyambung. Untuk itu, setiap mahasiswa harus belajar ilmu filsafat sebagai alat cara berfikir mendalam yang berhubungan dengan ontologi, epistemologi, dan aksiologi. "Karena untuk bisa berfikir kritis, filsatak keilmuannya harus dikuasai," jelasnya.
Minimal dua bahasa asing harus dikuasai yaitu bahasa arab ran inggris, bahasa arab bisa digunakan untuk mentelaah kitab kuning yang berbahasa arab begitu juga dengan sumber ilmu yang termaktub dalam alquran. "Untuk menggali rahasia yang terkandung dalam al quran dibutuhkan kemampuan bahasa arab yang baik beserta ilmu alatnya," paparnya.
Sementara itu, bahasa Inggris harus dikuasai juga guna untuk membedah ilmu moderen yang berbau sains dan teknologi. "Dosen dan mahasiswa Pascasarjana harus mengembangkan keilmuan yang terintegrasi sesuai dengan disiplin dan keilmuannya masing-masing yaitu memadukan ilmu sains dan Islam," pintanya.
Sekali lagi, kata Prof. Zain, kuliah lah yang serius dan lulus dengan mendapatkan IPK yang baik pula.
Sementara itu, Drs. Basri, MA., PhD membuka langsung kegiatan stadium general kali ini, dalam sambutannya menjelaskan bahwa dunia akademis saat ini mengalami pergeseran menuju pragmatis. Banyak mahasiswa yang menulis hanya tinggal copy paste saja tanpa proses baca dan telaah secara mendalam. "Untuk itu, dengan adanya stadium general ini diharapkan bisa menjembatani para mahasiswa dalam membangun tradisi akademik untuk membaca, mengkaji dan menulis," paparnya.
Sehingga, tambah dia, kedepan para mahasiswa program Pascasarjana UIN Maliki Malang bisa membangun paradigma baru yang bisa dikontribusikan di dunia pendidikan. "Itu menjadi harapan kami dan semoga kegiatan ini bisa memberikan wacana baru bagi mahasiswa," harapnya.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Ahmad zainul Hamdi,M.Ag dalam paparan materinya menjelaskan persoalan kebijakan dan moderasi beragama. Sebagai negara demokrasi pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama memberikan kebebasan beragama dan berkeyakinan tanpa ada intervensi, basisnya kebebasan perorangan dan negara tidak ikut campur dan memberikan fasilitas sepenuhnya untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya. "Secara politik, Indonesia ikut memfasilitasi kehidupan keberagamaan bagi warga negaranya," paparnya.
Dari persoalan inilah, Kementerian Agama RI diberi mandat untuk menekan kebencian antara umat beragama dengan memberikan pemahaman yang utuh terhadap konsep moderasi beragama ini. "Penguatan dan pemahaman moderasi beragama secara utuh bagi warga negara Indonesia sangat dibutuhkan agar kehidupan antar umat beragama bisa hidup damai," jelasnya.
Moderasi beragama ini jelas menjadi kebijakan politik, karena Kemenag mendapatkan mandat untuk menekan munculnya faham radikal. Moderasi beragama itu sebagai pola cara berfikir dan sikap beragama di ruang publik sehingga moderasi beragama dapat dijadikan sebagai strategi kebudayaan untuk merawat Indonesia yang damai, toleran dan menghargai keragaman. "Moderasi beragama adalah cara hidup untuk rukun, saling menghormati, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada," tegasnya.
HUMAS UIN MALANG-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pagi ini kedatangan tamu dari Univetsitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang berasala dari Kota Depok, Indonesia. Sejak dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo lewat Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016 dan proses pembangunan fisik kampus mulai di lakukan sejak awal Juni 2018, Kamis (23/2). Kehadiran Dekan Fakultas Studi Islam UIII Prof. Noorhasidi, Ph.D beserta rombongannya yang berjumlah 12 orang tersebut ingin melakukan silaturahmi sekaligus merintis Kerjasama antara UIII dengan UIN Maliki Malang.
Dekan Fakultas Studi Islam UIII Prof. Noorhasidi, Ph.D menyampaikan terimakasih atas sambutan hangat yang diberika Rektor UIN Maliki beserta jajarannya, Ia mengakui kampus UIII masih sangat muda sekali jika disbanding dengan UIN Malang. Noorhasidi menjelaskan bahwa pendirian UIII juga tidak lepas dari keinginan untuk meningkatkan pengakuan masyarakat akademik internasional atas peran Islam di Indonesia dan menjadikan Indonesia menjadi salah satu pusat peradaban Islam di dunia melalui jalur dan jenjang pendidikan tinggi yang memenuhi standar internasional. “Untuk itu, selain sosialisasi kami juga ingin belajar dan melakukan Kerjasama dengan UIN Malang,” ucapnya. Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA menyambut niat baik Dekan Fakultas Studi Islam UIII untuk berkolaborasi dengan UIN Maliki Malang dalam rangka meningkatkan mutu dan reputasi kampus Islam. Dengan visi menjadi kampus unggul yang bisa menjadi pusat peradaban Islam dunia tentu dibuthkan networking atau jaringan yang luas baik dengan perguruan tinggi local maupun internasional. “UIN Maliki Malang sendiri terus berupaya meningkatkan reputasinya menjadi kampus unggul dan bereputasi internasional bekerja sama dengan Jepang, Malaysia, Australia, dan juga Saudi Arabia,” paparnya. Selain itu, UIN Maliki Malang juga telah mendapatkan penghargaan dari ADIKTIS atau yang dikenal sebagai ajang untuk mengapresiasi perguruan tinggi keagamaan Islam baik negeri maupun suwasta atas berbagai capaian dan prestasi yang diseleksi secara ketat oleh tim Kemenag. “Alhamdulillah, UIN Malang terpilih menjadi kampus dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak,” jelasnya kepada rombongan Fakultas Studi Islam UIII. Rektor juga menyampaikan bahwa, UIN Maliki Malang saat ini terus berupaya melakukan pengembangan infrastruktur kelembagaan bekerjasama dengan Saudi Found Divelopment (SFD) untuk pembangunan kampus III UIN Maliki yang berada di Kawasan Batu. “Alhamdulillah UIN Maliki Malang saat ini memiliki empat kampus, kampus 1 di jalan gajayan, kampus II di Pendem, Junrejo, Kota Batu, Kampus III di jalan Locari, Precet, Kota Batu, dan kampus IV rencananya berada di daerah Turen Kabupaten Malang yang rencananya akan di dirikan Fakultas Agrokompleks,” terangnya.
HUMAS UIN MALANG-Bagian Organisasi Kepegawaian dan Hukum (OKH) Universitas Islam negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerjasama dengan Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama mengadakan kegiata Pelatihan Teknis Karya Tulis Ilmiah bagi Tenaga Kependidikan atau karyawan di lingkungan UIN Maliki Malang, Senin (20/2). Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan LPM gedung Rektorat lt. 4 itu diikuti oleh seluruh Tenaga Kependidikan di lingkungan UIN Maliki Malang guna meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis karya ilmiah.
Kegiatan ini baru pertama kali di adakan untuk Tendik, dan rencananya pelatihan gelombang satu ini akan berlangsung selama lima hari kedepan yaitu dari Senin hingga Jumat. Menurut Aziz salah satu panitia menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan menulis karya ilmiah bagi karyawan ini akan dibagi menjadi beberapa gelombang. “Minggu berikutnya yaitu Senin 27 Februari 2023 dilangsungkan kegiatan pelatihan angkatan ke-2 dan seterusnya,” paparnya. Saat di tanya soal rencana tindak lanjut pasca kegiatan pelatihan ini, Ia menjelaskan semua peserta akan tetap di monitoring untuk dilakukan proses pendampingan hingga para karyawan menghasilkan karya risetnya dan terpublikasikan. Selain itu, manfaat dari penelitian ini ditujukan untuk kepentingan pribadi, khusunya saat para ASN hendak mengajukan kenaikan pangkat maupun lainnya. “Setidaknya, tendik memiliki kesempatan untuk melakukan penelitian hingga menysun hasil risetnya dan terpublikasikan di juranl nasional maupun internasional,” tegsanya.
Sementara itu, Kepala Pusdiklat tenaga Administratif, Dr. Syafi’I, M.Ag memaparkan setiap pegawai memiliki kesempatan yang sama yaitu menjabat sebagai pegawai fungsional yang harus terus berinovasi dan adaptif terhadap tantangan dan perkembangan zaman, sehingga hasil inovasinya bisa berdampak positif terhadap perkembangan lembaganya. “Pelatihan ini diharapkan betul-betul merangsang dan melatih kita untuk bisa mengeluarkan gagasan-gagasan ilmiah sesuai dengan fungsi dan disiplin keilmuan di unit dan pekerjannya masing-masing,” paparnya.
Sebagai kaum terpelajar, kata Syafi’I, harus bisa mengeksplor kemampuan meneliti melalui karya tulisnya. Oleh karena itu, sekecil apapun gagasan yang muncul harus ditulis guna untuk mengembangkan diri dan Lembaga ini. “Untuk itu, agar gagasan itu bisa memberikan manfaat harus ditulis dan dipublikasikan,” pungkasnya. (jj)
HUMAS–Ikatan Keluarga Hai’ah Tahfizh Al-Qur’an (IKHFA’) UIN Malang menyelenggarakan agenda khotmil rutinan Ahad Legi dan kajian kitab At-Tibyan yang bertempat di Rumah Tahfizh Ummairah Arjosari Blimbing Malang (Kediaman Ustadz Sholihin, pembina HTQ) pada Minggu(19/2). Kegiatan khotmil rutinan ini dilaksanakan setiap satu bulan sekali dengan adanya sistem pergiliran tempat dari rumah ke rumah anggota IKHFA’
Berdasarkan data kehadiran dalam acara khotmil kali ini dihadiri oleh beberapa angkatan mulai angkatan 2007-2019. Agenda lintas angkatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi alumni, bernuansa Qur’any. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Ustad Musthofa Al-Makkiy, M.Pd., pembina IKHFA’ bahwa kegiatan dilaksanakan agar sambung rasa sambung silaturahmi tetap terjaga.
“Sambung rasa sesama pecinta Al-Qur’an seperti ini, saya harap tali silaturahmi tidak terputus karena di sini ada wadahnya, tujuan kedua sama-sama nderes seperti tujuan awal masuk di HTQ, sama-sama murojaah Al-Qur’an jadi hafalannya tetap terjaga,” terang pembina IKHFA’ tersebut.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan apresiasi tinggi dari pengurus, pembina hingga anggota IKHFA’ dari berbagai angkatan. Agenda ini merupakan salah satu wujud inovasi program IKHFA’ sebagai wadah para alumni dengan program yang terfokus pada sosial dan silaturahmi.
“Pada tahun 2010-2016 kita mulai menata sambil melihat anggota-anggota yang masih menetap di Malang, pada tahun 2017-2022 itu sudah mulai terstruktur dan rutin kegiatan-kegiatan khotmil Al-Qur’an.Nah, untuk IKHFA’ saat ini periode 2022-2023 ini sudah mulai banyak program yang tertata dengan baik mulai dari sistem, struktur, sertapublikasinya,” sambungnya.
IKHFA’ merupakan wadah para alumni dalam program khotmil rutinan Ahad Legi.Salah satu nilai penting agar para alumni terus melanggengkan kebudayaan yang telah tertanam di HTQ, yaitu rutinan Ahad Legi dan Kajian Kitab At-Tibyan sebagai sarana diskusi hadis guna mengembangkan ilmu agama. Dilaksakannya khotmil rutinan Ahad Legi menjadi salah satu agenda yang mencakup banyak manfaat. Mulai dari segi penyambung silaturahmi hingga ajakan kepada sesama penjaga Al-Qur’an untuk kembalikan nuansaQur’ani dengan tujuan yang sama.
“Kebaikan yang tidak terorganisir, ajakan tidak diwadahi, tidak terstruktur itu akan kalah dengan kebatilan atau kejahilan. Maka yang benar adalah kegiatan dan niat baik bisa dikumpulkan, diorganisir, diwadahi melalui sebuah program sehingga akan lebih maksimal dalam mengisi sertamemotivasi nilai-nilai keislaman yang baik,” pungkas Ustad Musthofa Al-Makkiy. (Iwa/Fer)
HUMAS UIN MALANG-Pelaksanaan apel pagi kali ini di pimpin langsung Kepala Biro AAKK, Dr. H. Barnoto. M.Pd.I, peserta apel kali ini diajak bersama-sama menjaga zikir, fikir, dan amal saleh dalam setiap pekerjaan dan tanggung jawab yang di emban sebagai ASN. Senin (20/2). Untuk mencapai itu, dibutuhkan pola pikir yang baik sehingga bisa berdampak pada sikap positif terhadap setiap perilaku. Ia meyakini bahwa Indonesia baik berawal dari lembaga yang baik, termasuk semua lembaga yang berada di bawah Kemenag. "Termasuk UIN Maliki Malang sebagai lembaga perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kemenag," jelasnya.
UIN Maliki dengan lambang ulul albabnya sudah sangat relevan dengan surat Al-Baqarah ayat 152, bagaimana manusia yang beriman untuk selalu mengingat Allah dalam setiap waktu. "Apapun kesibukan kita, harus tetap diimbangi dengan selalu mengingat kepada Allah, sehingga bisa melahirkan pekerjaan yang berkualitas karena hari-harinya hadir untuk Allah SWT," ajaknya. Pekerjaan yang berkualitas, kata dia, tentu tidak bisa lepas dari disiplin. Diantaranya disiplin hati yang mampu menjadi tonggak utama dan akan memberikan dampak luar biasa terhadap setiap pekerjaan yang akan dilakukan. "Sebagai ASN, jika ini dikembangkan maka akan menjadi aura yang kuat dan tentunya akan berdampak pada etos dan produktivitas kerja," terang Barnoto.
Selain itu, juga akan meningkatkan keharmonisan dalam mewujudkan tugas dan fungsinya sebagai ASN. Ulul albab bukanlah simbul saja. Alquran sudah menjelaskan itu, dan jika dikaitkan dengan kelembagaan tentu akan menguatkan setiap kinerja dan ibadah seorang hamba. "Dengan mengingat kepada Allah hati akan menjadi tentram, dan ini menjadi modal kita dalam menjalankan tugas sehari-hari sehingga bekerja bisa lenih enjoy," paparnya. Badan yang sehat itu bermula dari hati yang sehat. "Untuk itu mari bersama-sama menguatkan generasi ulul albab di kampus kita tercinta ini," pungkasnya
UIN MALANG-Dalam satu institusi, sudah sepatutnya segalanya berjalan beriringan. Termasuk dalam institusi Pendidikan, seluruh dosen harus memiliki visi-misi yang sama saat menyampaikan materi ajar. Hal ini menjadi fokus Pusat Studi Islam dan Sains (PSIS) saat menyelenggarakan Pengarahan Rektor dan Sosialisasi Falsafah Ulul Albab, Kamis (16/2) di Aula Pertemuan Gedung Rektorat lt. 5. Sebagai kampus yang concern di bidang integrasi keilmuan, seluruh materi yang diajarkan kepada mahasiswa tentu harus terintegrasi dengan sumber-sumber keislaman, yakni al-Quran dan hadis. Rektor Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. menyatakan pentingnya pembelajaran keilmuan yang terintegrasi. “Karena semua ilmu asalnya dari ayat qauliyyah dan kauniyyah,” paparnya saat menjelaskan bukunya berjudul Falsafah Pendidikan dan Standar Kompetensi Lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. “Riset-riset mengenai konektivitas dalil-dalil dalam Quran dan hadis juga bersifat urgen,” tambah Prof. Zain.
Untuk itu, praktik kolaborasi studi antardisipliner atau rukun keilmuan harus diadakan. “Bisa saja dosen-dosen dengan bidang ilmu yang berbeda, mengemukakan pendapatnya masing-masing dan dikolaborasikan hingga ada keilmuan baru yang muncul,” jelas Prof. Zain di depan undangan yang terdiri dari seluruh dosen UIN Malang di berbagai fakultas dan jurusan. Rektor juga mengemukakan pentingnya membiasakan diri dengan produk teknologi. Menurutnya, “Perkembangan teknologi yang masif jangan diartikan secara negatif. sebaliknya, kita harus menjadikan teknologi canggih ini sebagai alat untuk memahami ilmu yang bersumber dari al-Quran dan hadis.” Sementara itu, Ketua PSIS, Dr. Begum Fauziyah, M.Farm. menyatakan pihaknya akan terus merutinkan program diseminasi integrasi Islam dan sains dengan dukungan LP2M UIN Malang setiap tahunnya. Buku tentang falsafah Pendidikan yang ditulis rektor, menurutnya harus dijadikan acuan oleh seluruh dosen saat merencanakan pembelajaran. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Nomor 1290 Tahun 2022 mengenai Buku Falsafah Pendidikan Ulul Albab: Standar Kompetensi Lulusan dan Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI dan SNPT. Pihak PSIS berharap agar integrasi Islam dan sains senantiasa dapat dipraktikkan oleh para pengajar sehingga nilai-nilainya dapat dipahami dan tumbuh di setiap program studi dan fakultas. (nd)
HUMAS UIN MALANG-Pusat Studi Islam dan Sains Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang seluruh tenaga pendidik (dosen) untuk mengikuti diseminasi falsafah ulul albab sebelum proses perkuliahan semester genap berlangsung. Kamis (16/2).
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M Zainuddin, MA. beserta para wakilnya turut hadir dalam kegiatan ini. Mengawali kegiatan diseminasi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag menjelaskan bahwa mengawali perkuliahan semester genap ini, semua dosen harus memilki kemampuan kelmuan integrasi Islam dan sains. "Ini sesuai dengan pengembangan keilmuan di UIN Maliki Malang yaitu integrasi Islam dan sains," tegasnya.
Akreditasi internasional di tahun 2022 sudah submit 8 Prodi dan jika ditotal semuanya hingga tahun 2023 ini berjumlah 17 Prodi yang di dalamnya menyangkut sosial humaniora dan sains teknologi. "Semua upaya ini tentu dibutuhkan upaya dan kerja keras dari kita semuanya," paparnya.
Bagi dosen yang belum studi lanjut segera studi lanjut dan bagi yang sudah doktor bisa mengajukan ke guru besar. "Saya ucapkan selamat bagi para dosen yang sudah lulus program doktoralnya," ucapnya.
Selain itu, bagi para dosen diminta untuk selalu aktif menjalankan tridharma perguruan tinggi yang didalamnya ada pengajaran, penelitian dan juga pengabdian, khusus untuk hasil penelitian diupayakan bisa terus digenjot proses publikasinya hingga tersubmit di jurnal nasional maupun jurnal internasional, "Saya mohon bapak ibu bisa meningkatkan kualitas tulisannya sehingga bisa menambah kridibiltas kampus ini di kancah internasional," harapnya.
Sementara itu, hal senda juga disampaikan Prof. Zainuddin, MA merasa senang sekali dengan animo dan semangat dari para dosen UIN Maliki Malang mengikuti diseminasi falsafah ulul albab ini.
Prof. Zain meminta para dosen bisa mengimplementasikan integrasi dan moderasi beragama di bawah payung ulul albab. Setiap mata pelajaran baik teknik, biologi, kedokteran, semua harus mengandung kesan moral yang berbasis pada Al-Qur'an. "Saya minta apapun yang diajarkan itu berdasarkan al Qur'an dan Hadis," pesannya.
Kuncinya untuk menguasai ilmu keislaman itu para dosen harus memiliki kemampuan memahami bahasa Arab. Tidak hanya itu saja, untuk memahami ilmu sainspun juga dibutuhkan kemampuan bahasa asing khusunya bahasa inggris. "Untuk itu saya menganjurkan dua bahasa ini harus dikuasai oleh seluruh dosen agar proses integrasi ini bisa tersampaikan dengan baik kepada para mahasiswanya," tegasnya.
Soal publikasi penelitian, orang nomor satu di UIN Maliki Malang ini meminta agar setiap karya ilmiahnya bisa terpublikasikan di jurnal nasional maupun internasional. "Hal ini akan berdampak juga pada Webometrics, UniRank yang selalu update memberikan perankingan terhadap perguruan tinggi di seluruh dunia," paparnya.
Ketua Pusat Studi Islam dan Sains Begum Fauziyah, S.Si. M. Farm berharap kegiatan diseminasi ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada para dosen di UIN Maliki Malang sehingga kedepan bisa mewujudkan mimpi besarnya yaitu menjadi kampus terbaik yang unggul dan bereputasi internasional. "Semoga kegiatan tahunan ini bisa memberikan keberkahan dan manfaat untuk pengembangan lembaga ini," tutupnya.