HUMAS-Pondok Agung, Kecamatan Kasembon di Gedung Yayasan Hidayatush Syibyan telah diadakan pembelajaran Kitab Kuning atau Turats bersama kakak-kakak KKM atau Kuliah Kerja Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 106. dengan penuh semangat dan gembira Pembelajaran Kitab Kuning tersebut dilaksanakan pukul 18.00 s. d 20.00 WIB. Adapun Kitab yang dipelajari adalah Kitab Alala.Senin(26/12)
Kitab Alala atau yang berjudul asli Alala Tanalul Ilma ini sudah tidak asing lagi terdengar oleh berbagai ulama dan santri di jagat raya ini. Kitab yang ditulis oleh cendekia muslim ini membahas berbagai aspek terkait tata cara belajar dan Akhlak. Kitab yang luar biasa ini hanya memuat 37 bait didalamnya yang tentunya bagi kalangan pesantren sudah tidak asing lagi. Kitab klasik ini diterbitkan oleh pesantren terkemuka di Jawa Timur, yaitu pesantren Lirboyo. Adapun subtansi dari Kitab ini pun sebagian besar nya dituqil atau diambil dari Kitab taklim mutaalim yang dikarang oleh Syeikh burhanuddin al-Zarnuji
Yudistira Abdi Rizki, salah satu mahasiswa jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah mengungkapkan bahwasanya penerapan mata kuliah Qiraatul Kutub bisa di Implementasikan dalam kegiatan Pembelajaran Kitab ini. Menurutnya bisa berbagi ilmu juga merupakan kebahagiaan tersendiri. Tidak sampai disitu, Tazkia Adiba As-Samawi salah satu mahasiswa Tadris Bahasa Inggris, mengaku sangat senang sekali bisa berbagi ilmu dengan para santri di Madrasah Hidayatush Syibyan yang merupakan pengalaman pertamanya. "Alhamdulillah bisa meramaikan suasana di Madin ini dengan pembelajaran Kitab Alala. Semoga para santri diberikan ilmu yang bermanfaat dan berguna di masa depan nya dan yang paling terpenting adalah keberkahan yang didapat". Ungkap Mahasiswi yang sering disapa Kia.
Yudistira Abdi Rizki mengungkapkan dalam pembelajaran bahwasanya di pertemuan pertama ini akan membahas tentang bagaimana cara memperoleh ilmu yang didalam kitab tersebut dijelaskan ada 6 hal. "Ya perlu diketahui oleh adek-adek semuanya, bahwa kata mushonif atau pengarang kitab di sini menyebutkan 6 hal jika ingin memperoleh ilmu diantaranya adalah Kecerdasan, Semangat, Sabar, Biaya, Petunjuk Guru dan Waktu yang lama". Tegas nya
Lebih jauh dari situ, kegiatan pembelajaran Kitab Alala ini akan dilakukan setiap hari kecuali hari Kamis (malam jumat) dan Hari Minggu (Malam Senin) pengajian libur.(yar/*)
HUMAS-Kementerian Agama menggelar survei Indeks Profesionalisme dan Moderasi Beragama (IPMB)Tahun 2022. Survei itu digelar berbasis Computer Assisted Test (CAT). Kali ini, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menjadi bagian panitia lokal (panlok) acara tersebut. Ratusan Aparatur Sipil Negara(ASN) sebagai peserta mengikuti agenda itu dengan tertib. Sedangkan lokasinya berada di ruang-ruang Laboratorium, Lt. 3, Gedung B. J. Habibie, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek).Selasa(27/12)
Menurut informasi dari pusat Kemenag di Jakarta, Sekjen Kemenag Nizar mengatakan bahwa survei IPMB bertujuan mendukung pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 dan Rencana Strategis Kementerian Agama. Survei tersebut juga sebagai upaya mewujudkan sumber daya manusia aparatur yang profesional dan moderat. Survei IPMB akan dilakukan dalam dua tahap, yakni pada tahap pertama, survei diikuti seluruh Pegawai ASN Kementerian Agama. Survei itu dilaksanakan secara serentak berbasis lokasi kabupaten/kota pada hari ini pada titik lokasi yang telah ditentukan, "tegas Prof. Nizar.
Sedangkan pelaksanaan IPMB di UIN Maliki Malang, diikuti oleh ratusan peserta. Menurut, ketua Organisasi, Kepegawaian dan Hukum(OKH), Umik Hanik bahwa jumlah peserta ASN yang mengikuti survei IPMB di UIN Maliki Malang sejumlah 674 peserta. Hal tersebut dibuat skema dengan jadwalnya dibagi tiga sesi dan disediakan ruang untuk pelaksanaannya sejumlah 12 ruang. "Jumlah peserta survei IPMB ada 674 ASN dan pelaksanaannya terbagi menjadi tiga sesi dengan disediakan 12 ruangan dan satu ruangan lagi sebagai cadangan," jelasnya.(ptt)
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) kembali menerima kunjungan tamu dari luar daerah. Kali ini, rombongan tamu agung berasal dari Provinsi Jawa Tengah, yakni Institut Agama Islam Negeri Kudus(IAIN KUDUS). Tidak tanggung-tanggung, rombongan tamu yang berjumlah kurang lebih 10 orang tersebut langsung dipimpin oleh Rektor IAIN Kudus, Prof. Dr. Abdurrohman Kasdi, Lc.,M.Si. Datangnya tamu disambut langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang beserta jajarannya di ruang Rektor, Lt. 1,Gedung DR. (HC). Ir, Soekarno.Senin(26/12)
Berdasarkan surat permohonan yang sebelumnya telah dikirimkan ke UIN Maliki Malang bahwa tujuan kunjungannya dalam rangka benchmarking terkait transformasi status lembaga dari IAIN menuju ke UIN Kudus. Dalam sambutannya Prof. Abdurrahman sapaan akrab rektor IAIN Kudus ini pun menyampaikan bahwa selain bersilaturahmi maka tujuan utama kehadirannya bersama tim rombongan tidak lain ingin share dan diskusi terkait pengalaman dan wawasan kampus berlogo Ulul Albab dalam pengembangan status lembaga dan pengelolaan BLU-nya.
Merespon hal tersebut, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin,MA menyambut dengan ramah dan terbuka. "Selamat datang di kampus kami ini, dan sungguh bahagia bisa menerima hadirnya bapak ibu semua dari IAIN Kudus,"ucapnya.
Selanjutnya, Prof. Zain sapaan akrabnya ini mengawali tanggapannya dengan menjelaskan informasi umum tentang kampus yang sedang dipimpinnya saat ini.
Setelah itu, dilanjutkan pemaparan singkat terkait best practise dari bidang AUPK disampaikan oleh Wakil Rektor (WR II) UIN Maliki Malang, Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M. Si. yang intinya menyampaikan tentang anggaran dan tata kelola aset untuk lembaga.
Dilanjutkan oleh wakil rektor (WR IV) bidang kerja sama dan pengembang kelembagaan, Dr. H. Isroqunnajah,M.Ag dengan penjelasannya terkait berbagai bentuk dan bukti kerja sama lembaga dengan berbagai instansi. "Intinya, di sini kami tidak hanya ingin memberi tetapi bagaimana kita juga bisa saling menerima utamanya pada hal yang bermanfaat, "terangnya.
Terakhir, sebelum tim tamu rombongan berinteraksi menemui setiap unit yang bersangkutan, Kabiro AUPK UIN Maliki Malang, Dr. Ahmad Hidayatullah,M.Pd menambahkan terkait kekurangan dan kelebihan satker BLU dan juga pengelolaan aset di ranah bisnis. "Itu semua sebenarnya, dilakukan demi berupaya bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, utamanya para mahasiswa dalam mempermudah akses pendidikan yang berjalan di UIN Maliki Malang.(ptt)
HUMAS-Kelompok 169 kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang 2022 Desa Tanggung Kecamatan Turen, Kbupaten Malang memulai kegiatan pengabdian setelah melakukan pembukaan KKM di desa tersebut. Kelompok 169, Adhikariang, yang memiliki arti membawa misi memberikan dan mewujudkan program kerja kepada masyarakat melalui pengabdian melaksanakan pembukaan dan penyerahan KKM pada, Kamis (22/12) di Kantor Desa Tanggung.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tanggung, Bapak Duriyadi dan seluruh perangkat desa setempat beserta dengan Dosen Pembimbing Lapangan kelompok Adhikariang, Bapak Musleh Harry, SH., M. Hum. Kelompok yang beranggotakan 16 mahasiswa dari kelompok 169 (Adhikariang) dan 15 anggota dari kelompok 170 melaksanakan pembukaan KKM dengan khidmat.
Pembukaan acara KKM Desa Tanggung, Turen ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bukti kerja nyata mahasiswa UIN Malang melalui bentuk pengabdian di bidang sosial kemasyarakatan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pariwisata dan ekonomi. Selain itu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga memberikan kebebasan dalam inovasi program kerja dan tidak meninggalkan nilai dari “Ulul Albab”. Pelaksanaan KKM UIN Malang 2022 sebagai wujud pengabdian dan bentuk nyata dari implementasi ilmu yang didapatkan selama di lingkungan akademik dapat diterapkan dengan baik kepada masyarakat.
“Pesan saya, laksanakan KKM dengan baik dan maksimal, hormati masyarakat dan tetap menjaga tata krama, sebab kegiatan ini adalah proyeksi nyata implementasi ilmu-ilmu yang telah didapatkan di kampus agar bermanfaat bagi semua orang,” pesan Bapak Musleh, selaku dosen pembimbing lapangan KKM Desa Tanggung 2022. (Fer)
Kontributor: Kelompok 169 Mahasiswa KKM 2022 Editor: Ferika Sandra
HUMAS-Beri Imunisasi Anak-Anak SD dan Sederajat (BIAS) merupakan salah satu program dari Kementerian Kesehatan sebagai upaya meningkatkan kesehatan dan kualitas SDM melalui usaha kesehatan sekolah. Hal itu telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi sebagai salah satu upaya preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian kekebalan tubuh harus dilaksanakan secara terus menerus, menyeluruh, dan dilaksanakan sesuai standar sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan dan memutus mata rantai penularan. SD Negeri 1 Ngebruk turut melaksanakan kegiatan BIAS dengan dibantu oleh Mahasiswa KKM UIN Malang pada, Rabu (21/12) pagi.
Kelompok KKM di Desa Ngebruk Kecamatan Poncokusumo terbagi atas dua kelompok, yakni kelompok 133 dan kelompok 134. Pemahaman terhadap pentingnya imunasasi pun turut serta dijelaskan kepada siswa/i SD/sederajat oleh kelompok KKM UIN Malang, yan terbagi menjadi beberapa grup kerja kegiatan BIAS.
Salah satu mahasiswi jurusan Sastra Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus anggota KKM, Mulqohibah Jamaliyah Nur Alifah, mengatakam bahwa keikutsertaan terhadap kegiatan BIAS dan pemberian penyuluhan singkat kepada siswa/i SD menjadi salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat. Adanya hal itu, perhatian terhadap kesehatan anak sejak dini telah mulai diterapkan di desa Ngebruk.
“Kegiatan Imunisasi ini adalah kegiatan yang bagus dan sangat bermanfaat untuk masyarakat sebagai langkah yang sangat tepat untuk lebih paham akan pentingnya imunisasi. Saya dan kawan-kawan KKM di Desa Ngebruk pun merasa sangat senang dapat turut serta dalam kegiatan BIAS ini,” tukasnya. (Fer)
HUMAS - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyalurkan mahasiswanya ke berbagai wilayah di Kabupaten Malang dalam program KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa). Tema pengabdian kali ini "Membangun Desa Berkelanjutan" dengan harapan mahasiswa bukan hanya sekedar teoretis namun juga praktik langsung di masyarakat.
Salah satu pengabdian KKM reguler tersebut, yakni kelompok 157 dengan total 15 mahasiswa yang berlokasi di Desa Tawangrejeni Turen. Program KKM tersebut resmi di buka pada Senin (19/12).
Bapak Riyanto selaku kepala desa pada Selasa (20/12), menyampaikan bahwa Tawangrejeni merupakan akronim dari "Tawang seng rejone ngijeni" atau dalam Bahasa Indonesia bermakna tawang yang ramai sekali.
Asal muasal penamaan tersebut karena dahulu terdapat pohon tawang yang sangat besar. Kemudian oleh masyarakat sekitar ditebang dan dijadikan sebagai tempat untuk berkumpul. Ramainya orang yang datang ke tempat tersebut melahirkan kata "Tawangrejeni".
Kepala Desa Tawangrejeni mengatakan bahwa mayoritas masyarakat di daerah tersebut bermatapencaharian sebagai petani. Masyarakat juga dinilai memiliki ilmu agama yang baik ditandai dengan 25 TPQ yang telah terdaftar. "Harapannya kalian (mahasiswa KKM) dapat berbagi ilmu dari kampus dan menularkan pada masyarakat," imbuhnya.
Rencananya kelompok KKM 157 Tawangrejeni mengadakan program mengajar TPQ, One Day one Juz , Bimbingan Belajar, serta ikut andil dalam kegiatan masyarakat baik di sektor keagamaan, perekonomian, maupun pendidikan yang berlangsung hingga 22 Januari 2023. (lfz/acg)
HUMAS-Pelaksanaan apel pagi di minggu akhir bulan Desember ini berjalan lancar. Meski sempat diwarnai suasana hujan namun agenda rutin setiap senin pagi di teras depan Gedung Rektorat ini tetap terasa hikmat.Senin(26/12)
Bertindak sebagai pembina upacara apel pagi kali ini, Ketua Satuan Pengawasan Internal(SPI)UIN Maliki Malang, Dr. H. In'am Esha memberikan arahan yang singkat terkait laporan kinerja. Dimana pada kesempatan tersebut intinya beliau ingin mengingatkan dan menghimbau agar lebih siap dan sigap dalam menyiapkan laporan kinerja karena sekali lagi ditekankan bahwa saat ini sudah menjelang akhir tahun. "Semoga di akhir tahun ini laporan kinerja kita sudah rampung dan selanjutnya sebagai persiapan menyambut tahun depan bisa melakukan program dengan lebih baik lagi, "terangnya.
Sementara itu, tepat usai pelaksanaan upacara Kabiro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (Kabiro AUPK) UIN Maliki Malang,Dr. Ahmad Hidayatullah,M.Pd meminta waktu sejenak kepada para peserta upacara untuk tidak bubar lebih dulu. Pada kesempatan tersebut, Pak Karo sapaan akrabnya ini memberikan wejangan sekaligus motivasi kepada semuanya untuk lebih meningkatkan kedisiplinan diri. "Kampus kita ini memiliki mimpi besar yakni Unggul Bereputasi Internasional. Untuk menjadi unggul itu tidak gampang, mesti ada tekad maka mari bersama bangun komitmen dan tingkatkan disiplin diri di setiap lini!, " jelasnya. Oleh karena itu, mengakhiri arahannya, Kabiro AUPK ini mengajak dan menghimbau agar bisa menciptakan kebiasaan kinerja yang lebih baik dengan salah satunya meningkatkan kedisiplinan diri.(ptt)
HUMAS-Memasuki hari kelima Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 145 ikut serta dalam gotong royong pembangunan rumah salah satu warga Dusun Simpar Desa Wringinanom, Jumat (23/12).
Dalam gotong royong tadi pagi dilakukan peletakan batu pertama dan pengecoran rumah milik Bapak H. Muchsin yang berada di tepi pekarangan sepanjang jalan menuju Dusun Simpar. Keikutsertaan kelompok 145 Mahasiswa KKM yang diwakili 5 mahasiswa disambut hangat oleh Supriyono dan warga lainnya. Tak hanya sambutan hangat, pujian terus mengalir ketika semangat kerja keras mahasiswa KKM hingga terlihat keringat yang bercucuran selama gotong royong.
"Jarang-jarang anak muda sekarang yang mau bantu gotong royong dan membaur bersama warga, sebagai bentuk pengabdian masyarakat." Ujar Supriyono
Lebih lanjut, Supriyono mengapresiasi mahasiswa yang bisa bersosialisasi dengan warga.
"Senang melihat mereka bisa membantu kami ngecor rumah ini, bangga kami pada mereka." Lanjut beliau dengan memuji
Gotong royong di Dusun Simpar hari ini ditutup dengan makan bersama warga di lokasi pembangunan. Rasa lelah terbayarkan ketika mereka bercengkrama satu sama lain sekaligus membangun rasa kekeluargaan mahasiswa KKM dengan warga Simpar Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo. (sf/sm)
Kepala Dusun Sedawun, Bapak Marsudi membuka kegiatan KKM UIN Maliki Malang 2022 dengan pemotongan pita. Beliau menjelaskan,
“Saya berharap keterbatasan yang ada di dusun ini tidak membatasi rangkaian program kerja yang telah disusun oleh mahasiswa KKM kelompok 215 ini. Pesan saya untuk selalu melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan karena masyarakat Dusun Sedawun antusias melakukan kegiatan-kegiatan positif.” jelasnya.
Ketua kelompok KKM 215, Yoka Ilham Purnama menambahkan
“Program-progam yang akan dilakukan di Dusun Sedawun semaksimal mungkin untuk menyesuaikan dengan kondisi dusun ini. Sehingga output yang diberikan akan lebih efektif dan berkelanjutan karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, kegiatan-kegitan yang akan dilakukan semaksimal mungkin untuk memanfaatkan sumber daya alam dusun setempat seperti hasil tani, dan sebagainya”.
Kelompok KKM 215 berharap dengan pemanfaatan sumber daya alam di dusun tersebut menjadi salah satu upaya untuk lebih meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dusun setempat. (as/sm)