Daftar Kategori: Berita


SHARING SESSION CAREER DEVELOPMENT FAKULTAS EKONOMI BERSAMA BANK INDONESIA DAN PT NESTLE INDONESIA
Abadi Wijaya Sabtu, 22 Oktober 2022 . in Berita . 583 views
4507_sharing-session-career-development.jpg
Ibu Hanifika Indriarida, S.E. (Head of Area Nestle Central Java Indonesia)

HUMAS-Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar acara Economy Festival Tahun 2022. Salah satu rangkaian acara yang dikhususkan kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang ini adalah Sharing Session Career Development yang bertajuk Making Steps to Build the Future, Sabtu (22/10).

4508_dema-fe.jpg
Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang

DEMA FE mendatangkan narasumber General Administrator – Public Relation Section Bank Indonesia Malang, Ibu Erma Zein, S. Akun dan Head of Area Nestle Central Java Indonesia, Ibu Hanifika Indriarida, S.E. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang Ibu Dr. Indah Yuliana, S.E., M.M.

Materi pertama disampaikan oleh Ibu Erma tentang pengembangan diri.

4509_sharing-session-career-development.jpg

“Kita harus mencoba mengeksplor diri untuk tahu kemampuan yang kita miliki, seperti membangun relasi yang baik dengan Bapak/Ibu Dosen dan juga tidak lupa untuk mempertahankan nilai akademik” jelasnya.

Sedangkan Ibu Hanifika Indriarida menyampaikan

“Jangan menyia-nyiakan proses yang kita hadapi dan kita jalani saat menempuh jenjang kuliah, karena setiap proses tersebut dapat dituliskan dalam Curriculum Vitae yang kita persiapkan untuk ke jenjang yang akan dihadapi setelah perkuliahan” jelasnya.

Dengan diadakannya Sharing Session Career Development ini diharapkan menambah wawasan mahasiswa untuk mengembangkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi dunia kerja. (sm)

 

Editor : Sahda Marissa

Lebih Lanjut »
SEMARAK PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL DI UIN MALIKI MALANG
Putut Wahyu Hardiyanto Sabtu, 22 Oktober 2022 . in Berita . 638 views
4501_panitia.jpg

HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) gelar uparaca peringatan Hari Santri Nasional. Acara yang mengikut sertakan seluruh warga kampus dan sivitas akademika tersebut berlangsung secara offline di Lapangan Utama, Kampus UIN I, Jl. Gajayana No. 50 Kota Malang.Sabtu(22/10)

Semarak dan kemeriahan selalu mengiringi agenda tersebut karena hal ini telah menjadi agenda penting dan rutin tiap tahun. Ada salah satu keunikannya yakni pada seragam yang dipakai saat mengikuti acara tersebut. Seluruh para pesertanya mengenakan baju ala santri yakni bagi laki-laki memakai kopyah hitam, baju putih dan sarung serta bersandal japit. Begitu pula dengan yang perempuan yakni memakai atasan muslim putih dan bawah warna gelap serta memakai sandal.

4503_panitia.jpg

Prosesi upacara Hari Santri Nasional di UIN Maliki Malang berlangsung dengan lancar dan penuh hikmad. Sedangkan yang menjadi pembina upacara kali ini adalah wakil rektor (WR II) Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si. Pada kesempatan itu, Ning Ilfi sapaan akrabnya ini menyampaikan pidato dari Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) H. Yaqut Cholil Qoumas sekaligus juga arahan dari Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin,MA.

4502_panitia.jpg

Selanjutnya semarak pelaksanaan upacara itu lebih terasa dengan dinyanyikan bersama lagu Mars Syubanul Wathan dan Mars Resolusi Jihad. Pada momen inilah semua yang hadir saat upacara, mulai dari pimpinan universitas, para dekan fakultas, dosen-dosen, para staf hingga seluruh mahasantri melantunkan bersama lagu tersebut dengan antusias dan penuh penghayatan.(ptt)

Lebih Lanjut »
PENDIDIKAN KAUM SARUNGAN
Abadi Wijaya Jumat, 21 Oktober 2022 . in Berita . 807 views

 

4499_rektor.jpg
Oleh: M. Zainuddin*

                              

Tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai hari Santri Nasional oleh Presiden RI, Joko Widodo melalui Keppres Nomor 22 tahun 2015. Ketetapan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa para santri memiliki peran besar dalam pembangunan bangsa, termasuk pemerdekaan Republik ini. Ketetapan tersebut bertepatan dengan deklarasi Resolusi Jihad yang dilakukan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari di Surabaya pada tanggal 22 Oktober 1945.

     Kemajuan dan perkembangan sains dan teknologi serta budaya modern yang begitu akseleratif membuat banyak kalangan dan pemerintah khawatir akan berpengaruh fatal terhadap kehidupan manusia dan bahkan semua makhluk yang ada di bumi ini. Ketika perubahan sosial-budaya dalam masyarakat kita kian terasa, maka tuntutan terhadap peran agama semakin besar, sementara kepergian kiai atau ulama satu demi satu kian bertambah dan belum cukup signifikan penggantinya, maka pada gilirannya tuntutan terhadap keberadaan ulama pun tak kalah besarnya, sebab merekalah sebagai pembawa misi agama dan pewaris para Nabi. Selain itu memang kiai dengan pesantrennya telah memiliki kontribusi besar dalam pembangunan nasional.

     Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, memiliki andil dalam pengembangan kepribadian, antara lain adanya perhatian besar kiai terhadap santri, rasa hormat dan tawadhu santri terhadap kiai, hidup sederhana, hemat dan mandiri, kesetiakawanan, saling menolong, disiplin serta tahan uji. Dalam kehidupan pesantren terlihat leburnya individualisme dan egoisme. Apalagi kalau dikaitkan dengan persoalan pengangguran, pesantren tidak akan khawatir dengan pekerjaan, sebab pesantren memang tidak menjanjikan kerja (promise of job). Tujuan pendidikan pesantren yang asasi adalah untuk mencetak manusia berilmu dan berkepribadian luhur. Dua entitas ilmu dan kepribadian tersebut harus dimiliki oleh seorang santri. Berilmu saja tanpa disertai moral akan beresiko tinggi, begitupun sebaliknya. Meski begitu, lulusan pesantren pada umumnya tidak kenal menganggur, karena dengan modal soft skill-nya mereka bisa bekerja di hampir semua sektor.

     Sistem pendidikan pesantren hingga saat ini masih yang terbaik, karena tiga hal: Pertama, pola pendidikan live in (tinggal di ma’had) selama masa belajar. Kedua, adanya kurikulum yang tersembunyi (hidden curriculum) dari para kiai dan ustaz yang menjadi role model bagi para santrinya. Ketiga, tradisi santri yang memiliki sikap dan karakter yang excellent yaitu tawadhu’, ulet, dan mandiri. Sikap-sikap tersebut menjadi kebutuhan yang sangat didambakan di era modern seperti sekarang ini. 

     Selain itu, pendidikan di pesantren juga bersifat inklusif dan tidak membatasi usia santri. Siapapun bebas belajar (nyantri) di pesantren, termasuk yang tidak memiliki biaya hidupnya. Karena para kiai memiliki tanggungjawab dan perhatian besar terhadap keberlangsungan pendidikan anak bangsa. Tradisi pendidikan khas pesantren inilah yang kemudian menginspirasi para pengelola pendidikan di beberapa perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKIN) untuk menyelenggarakan program ma’had yang memadukan pendidikan tinggi dengan pesantren, seperti contohnya yang sudah berlangsung lama di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Jayalah santri, jayalah kiai, jayalah pesantren dan jayalah kita semua.***

    *Rektor UIN Maliki Malang

Lebih Lanjut »
LOMBA NADHAMAN KITAB KUNING RAMAIKAN PERINGATAN HUT DAN HARI SANTRI
Abadi Wijaya Jumat, 21 Oktober 2022 . in Berita . 626 views

 

4496_kitab.jpg

HUMAS-Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-61 dan peringatan hari santri nasional 2022, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar lomba nadhaman kitab kuning bagi mahasantri Al Aly. Kegiatan kali ini berlangsung di Masjid at Tarbiyah, Kamis (20/10).

Penanggung jawab pelaksana lomba nadhaman kitab kuning Muhammad Nuruddien, menjelaskan bahwa lomba kali ini digelar untuk memperingati HUT UIN Maliki Malang sekaligus menggali skill mahasantri dalam kemampuannya menghafal kitab kuning yang berbahasa arab gundulan (tanpa harakat, red). Kitab yang dilombakan kali ini yaitu Kitab Turats, kata turats sendiri dalam bahasa Arab berarti warisan, maksudnya adalah buku-buku warisan atau peninggalan ulama-ulama klasik terdahulu. "Dengan digelarnya lomba nadham kitab ini diharapkan mahasantri bisa mempertahankan keilmuan turats para ulama terdahulu," jelasnya.

4497_kitabb.jpg

Selain itu, lomba ini juga untuk mengasah kompetensi para mahasantri dan mencari peserta terbaik yang bisa diharapkan menjadi delegasi lomba kitab kuning di kanca nasional maupun internasional. "Semoga para pemenang lomba ini bisa menjadi delegasi UIN Maliki Malang di perlombaan qiraatul kutub tingkat nasional maupun internasional," harapnya.

4498_kitabbb.jpg

Saat ditanya soal aspek penilian lomba, M Nuruddien menjelaskan bahwa ada tiga aspek utama penilaian lomba kali ini yaitu dari aspek kelancaran hafalan, pemahaman, serta nahwu sorrof nya. "Jika terdapat skor penilaian yang sama, maka dewan juri akan mengutamakan di aspek pemahamannya," jelasnya.

 

Lebih Lanjut »
AGUS MULYONO: DOSEN UIN MALIKI MALANG KUPAS QIRBAH DI AICIS 2022 LOMBOK
Abadi Wijaya Jumat, 21 Oktober 2022 . in Berita . 1108 views

 

4495_agus.jpg
Panelis AICIS 2022 di Lombok

HUMAS-Agus Mulyono, dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi panelis dada AICIS 2022. Tampil di room meeting 8 Fakultas Syariah UIN Mataram Lombok di hari kedua, Jumat (21/10).

Agus mempresentasikan makalahnya yang berjudul Development of Qirbah Made of Goats, Cow and Buffalo Skin to Increase Drinking Water Quality (Effort to Community the use of Qirbas and Reduce the use of Plastic)

Menurut Agus, penelitian yang dilakukan kali ini bermula dari hadits tentang Qirbah (tempat minum terbuat dari kulit. Red), sehingga menimbulkan rasa penasaran untuk lebih jauh lagi mempelajari Qirbah.

Bunyi hadits tersebut adalah “Diriwayatkan dari Jabir Radliallahu ‘anhu…, Rasulullah mengunjungi sebuah rumah milik kaum Anshor bersama seorang sahabatnya dan berkata kepada pemilik rumah : “Bila engkau memiliki air di dalam qirbah ( wadah air dari kulit) yang tersisa dari semalam, berikan kepada kami untuk minum; bila tidak biarlah kami minum dari aliran airnya langsung.” (Sahih Bukhari).

Dari hadits tersebut, kata Agus, menunjukkan bahwa terdapat hikmah yang besar berkaitan dengan penggunaan qirbah, bahwa nabi memilih minum dari aliran airnya langsung, jika tidak ada air yang disimpan satu malam dalam qirbah.

Apa itu hikmahnya?, Bisa jadi salah satunya adalah berkaitan dengan kualitas air minum, bahwa kualitasnya air minum akan meningkat jika air berada di dalam qirbah dalam satu malam. “Inilah yang menjadi ide untuk kami teliti lebih lanjut,” jelasnya.

Pebelitian yang dilakukan ini untuk melihat kualitas air yang disimpan dalam qirbah (dengan variasi lama penyimpanan air) yang terbuat dari kulit sapi, kulit domba, kulit kerbau, kulit kelinci dan lain sebagainya dan kemudian membandingkannya dengan kualitas air yang disimpan dalam botol berbahan plastik, kaca, kendi, keramik, juga berbahan bambu, batok kelapa, serta kulit buah labu dan beberapa bahan lainnya.

“Kemudian mengukur parameter fisika, kimia, dan biologi. mengukur PH, konduktivitas, kadar oksigen, jumlah bakteri tertentu (yang sebelumnya sengaja dimasukkan bakteri tertentu dan kemudian diamati kembali pertumbuhan bakteri tersebut,” jelasnya.

Hasilnya riset ini, tambah dia, menunnjukan bahwa qirbah dapat meningkatkan kualitas air minum dibandingkan dengan wadah yang lain. Menurut beberapa literatur ukuran standar qirbah jaman dulu bisa menampung air sekitar 38 liter. Ulama fiqih menggunakan ukuran 5 Qirbah yang setara dengan 2 Kullah air atau setara 190 liter. Ukuran 5 qirbah atau 2 kullah inilah yang menjadi batasan air yang tidak tercemari oleh najis.
“Tapi untuk keperluan praktis, qirbah bisa dibuat ukuran kecil yang bisa dibawa kemana-mana,” harapnya sembari mencontohkan botol berukuran 500 ml.

Agus menjelaskan, hikmah yang lain dari Qirbah adalah dengan menggunakan qirbah mungkin bisa mengatasi masalah sampah plastik yang semakin menumpuk karena memang sangat sulit terurai. “Sementara qirbah akan cepat terurai oleh tanah karena dari bahan organik,” jelasnya.

Mungkin ada jutaan domba, kambing dan sapi dipotong setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi manusia, ini berarti ada jutaan kulit yang sebagiannya bisa dibuat Qirbah yang cukup memenuhi seluruh penduduk di dunia. Dan ini juga memotivasi untuk terus mengembangkan peternakan tidak saja untuk memenuhi kebutuhan daging tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan kulit untuk berbagai keperluan manusia. “Jadi tidak akan pernah kekurangan kulit, jika terus mengembangkan dunia peternakan,” paparnya.

Ini juga, kata dia, merupakan peluang menjadi bisnis yang menarik untuk terus mengembangkan peternakan, dan juga peluang untuk memulai membuat qirbah. “Ayo mumpung belum banyak persaingan peluang ini bisa dimanfaatkan,” ajaknya.

Lebih Lanjut »
AICIS 2022 RESMI DIBUKA DENGAN PEMUKULAN GENDANG BELEQ
Abadi Wijaya Jumat, 21 Oktober 2022 . in Berita . 619 views
4494_aicis.jpg
OPENING: Pemukulan gendang beleq


HUMAS-Pembukaan The 21 th Annual International Conference on Islamic Studies atau yang akrab di sevut AICIS 2022 yang tahun ini diselenggarakan UIN Mataram NTB Lombok ini diresmikan langsung Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dengan ditandai pemukulan gendang beleq.
Gendang beleq itu sendiri merupakan salah satu musik tradisional yang telah diwariskan orang terdahulu masyarakat Suku Sasak yang mendiami pulau Lombok, musik ini biasa digunakan oleh masyarakat untuk penyambutan tamu istimewa yang terus dilestarikan hingga sekarang.
Pada pembukaan AICIS kali ini ada empat pimpinannyang naik kepanggung kehormatan untuk melakukan pemukulan gendang beleq yaitu Gus Menteri, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Dr. H. Syafi’i, M.Ag, dan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah.
AICIS menjadi ajang bergengsi di lingkungan Kemenag yang dijadikan ajang silaturahim bagi para praktisi peneliti lokal maupun internasional. AICIS tahun ini mengangkat tema FUTURE RELIGION IN G-20: Digital Transformation, Knowledge management, and Social Resilience yang akan dijadwalkan selama tiga hari yaitu tanggal 20-22 dilaksanakan di UIN Mataram Lombok dan 1-4 November 2022 dilanjutkan di Bali.

Lebih Lanjut »
MENAG: AICIS 2022 PERLU AKSI NYATA
Abadi Wijaya Kamis, 20 Oktober 2022 . in Berita . 435 views
4488_aicis.jpg


HUMAS-The 21 th Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2022 yang diselenggarakan di NTB Lombok dengan tuan rumah UIN Mataram Lombok pada tanggal 20-22 Oktober 2022 secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas ditandai dengan pemukulan gendang belek.
AICIS sudah menjadi ajang tahunan berkumpulnya para praktisi peneliti lokal maupun internasional. AICIS tahun ini mengangkat tema FUTURE RELIGION IN G-20: Digital Transformation, Knowledge management, and Social Resilience.

4489_aicis1.jpg


Gus menteri mengawali sambutannya mengapresiasi perhelatan AICIS yang dinilai telah menjadi miniatur kajian Islam yang tidak hanya moderat tapi juga bisa membentuk mentalitas yang kuat baik di sektor wawasan intelektual, agama, politik, maupun gerakan sosial kultural. "Sayang berharap AICIS yang mempertmukan para akademisi ini bisa membuat aksi nyata menuju bangsa yang moderat dalam beragama," tegasnya.
Gus Yaqut meminta agar perhelatan konferensi skala internasional ini tidak hanya mampu menghasilkan paper atau artikel hasil penelitian saja. Akan tetapi, bisa membuat gerakan masif bagaimana Indonesia dengan kemajemukannya ini bisa menjadi contoh bagi negara lain akan toleransi dan moderasi agama masyarakatnya kuat.  "Saya rasa permintaan ini tidak berlebihan sesuai dengan tema AICIS tahun ini," tegasnya.

4490_aicis2.jpg


Masih kata Gus Menteri, hari ini dunia mengalami resesi global, perang, hingga pertentangan keyakinan masih terjadi, sebagai cendekia muslim tidak boleh diam saja,  harus memilih mana yang bisa diperbantukan untuk peradaban manusia.
Sejarah telah membuktikan bahwa agama sering dijadikan sebagai pijakan perang dan konflik telah terjadi dengan mengatasnamakan agama. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memandang dirinya sebagai kelompok ekslusif. "Jika tampilan ini masih mendominasi agama akan dijadikan alasan yang nyaman untuk berkonflik," terangnya.

4491_aicis3.jpg


Untuk itu, tambah dia, mari tunjukkan ke dunia bahwa ajaran agama islam itu penuh rahmat dan selalu mengajarkan untuk saling menghargai antar sesama karena semua itu sudah menjadi ketentuan Allah SWT. "Masalah ini sudah dijelaskan di surat Almaidah ayat 48," tegasnya.
Turut hadir Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Dr. H. Syafi’i, M.Ag, dan Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag serta Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah.
AICIS tahun ini menghadirkan sepuluh pembicara ahli yaitu James B. Hoesterey dari Emory University yang sekaligus  Associate Professor and Winship Distinguished Research Professor of Religion (2019-2022), Yenny Wahid, Eny Retno Yaqut, Yo Nonaka, Mujiburrahman, Jeremy Menchik, Ali Munhanif, Masdar Hilmy, Azmil Mohd Tayeb, dan Iik Arifin Mansurnoor.

4492_aicis4.jpg


Dalam sambutannya, Ali Ramdhani meminta hasil AICIS bisa diimplementasikan untuk riset studi keislaman yag mendukung toleransi dan keharmonisan di tengah masyarakat. Ini akan menjadi pondasi terhadap moderasi beragama yang senantiasa memberikan nuansa keharmonisan ditengah kemajemukan masyarakat yang ada di Indonesia. "Saya ucapkan terimakasih kepada panitia yang telah menyiapkan AICIS yang spektakuler ini meski penuh dengan keterbatasan," ungkapnya.

4493_aicis-5.jpg


Sementara itu, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menjelaskan banyak orang menanyakan perkembangan agama di tengah era digitalisasi ini. Dengan adanya AICIS ini setidaknya bisa dilakukan transformasi yang bisa menghadirkan kebaikan bagi semuanya. "Semoga AICIS ini bisa menggerakkan para pemuda bangsa menjadi generasi unggul dan moderat dalam beragama" harapnya.

Lebih Lanjut »
SERAHKAN PIALA JUARA UMUM PORNIKA X, INILAH PESAN REKTOR
Putut Wahyu Hardiyanto Selasa, 18 Oktober 2022 . in Berita . 518 views
4471_panitia.jpg

HUMAS-"Selamat dan sukses kepada tim pramuka SMAN 3 Kota Blitar yang kali ini telah meraih prestasi sebagai juara umum di ajang Prestasi Olahraga Seni dan Kepramukaan (PORNIKA) X Gerakan Pramuka Gugus Depan Kota Malang, Basis Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang)". Hal itulah yang disampaikan oleh rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin, MA saat memberikan sambutan sebelum menyerahkan piala PORNIKA X di ruang Loby, Lt. 1, Gadung Rektorat, DR. (HC). Ir. Soekarno.Selasa(18/10)

Selain memberikan ucapan selamat kepada tim pramuka SMAN 3, Kota Blitar, Prof. Zain sapaan akrab rektor UIN Maliki Malang ini berpesan kepada para anggota tim agar selalu semangat dan semakin rajin belajar serta berlatih di dalam organisasi kepramukaan. Oleh karena, menurut orang nomor Wahid di UIN Maliki Malang ini, Pramuka merupakan salah satu organisasi yang bisa membentuk mental diri, kepribadian dan juga kepemimpinan. "Di kampus kami ini saja banyak dari para dosen ataupun pengajar yang dulunya berasal dari aktivis pramuka dan sebaliknya juga ada para mahasiswa yang lulus dan sukses itu dulu juga aktif di kepramukaan, "ucapnya. Mengakhiri, sambutannya sekali lagi Prof. Zain mengucapkan selamat, selamat dan sukses. "Tetap semangat dan tingkatkan prestasi anda!,"pungkasnya.

4472_putut.jpg

Sesaat sebelum penyerahan piala oleh rektor kepada ketua tim pramuka SMAN 3 Kota Blitar maka dilakukan penandatanganan berita acara yang disaksikan langsung oleh Wakil Rektor (WR III) Bidang Kemahasiswaan UIN Maliki Malang, Dr. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag, Pembina, Pelatih, serta para pengurus inti organisasi pramuka UIN Maliki Malang.(ptt)

Lebih Lanjut »
UIN MALIKI MALANG PERKUAT MODERASI BERAGAMA DI KALANGAN MAHASISWA
Putut Wahyu Hardiyanto Selasa, 18 Oktober 2022 . in Berita . 638 views
4475_panitia.jpg
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang gelar workshop moderasi beragama. Acara yang diinisiasi oleh salah satu unit di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat(LP2M) yakni pusat studi moderasi beragama ini mengambil tema "Countering Religious Exstrimism and Nurturing Religious Moderation". Bertempat di Aula Lt. 5, Gedung Rektorat, DR. (HC). Ir. Soekarno.Selasa(18/10) 
4476_panitia.jpg
Tidak tanggung-tanggung, agenda yang ditujukan kepada mahasiswa senior, khususnya yang yang telah menempuh kuliah semester lima ke atas tersebut menghadirkan seorang narasumber yang dulunya adalah mantan narapidana teroris (napiter) dan saat ini menjadi perintis rumah moderasi beragama di Depok yakni Ustadz Sofyan Tsauri. Dan yang menambah berkesannya acara itu bahwa keynote speakernya adalah rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. 
Pada kesempatan itu, Ustadz Sofyan Tsauri menjelaskan banyak hal utamanya tentang radikalisme dan ekstremisme. Bahkan narasumber yang dulunya juga merupakan anggota Polri ini sekilas juga menceritakan pengalamannya saat menjadi teroris hingga berubah haluan menjadi ustadz seperti yang sekarang ini. Dari berbagai hal yang diterangkan oleh Utadz Sofyan ini, ada yang berhubungan erat dengan ranah mahasiswa, salah satunya yang ia tekankan adalah terkait tipe pelajar atau orang akademisi yakni orang sosial dan saintis. Ia menyampaikan bahwa di dalam jurnal-jurnal psikologi tertulis ada perbedaan mendasar antara orang sosial dan orang saintis atau eksakta. Orang/pelajar bidang sosial cenderung mempunyai daya imunitas atau sudut pandang lain ketika melihat suatu persoalan sehingga kebal dengan doktrin serupa. Sedangkan orang-orang saintis, cenderung hanya terpaku pada hal yang dihadapannya saja. Oleh karena itu, ia menyarankan agar tidak merasa heran apabila di fakultas-fakultas eksakta cenderung lebih rawan tersangkut paham radikalisme.
4477_panitia.jpg
Pernyataan tersebut disampaikannya sesuai data yang merupakan hasil penelitian pelaku sembilan dari sebelas pelaku oleh psikolog di Amerika. Sehingga, ia mengatakan kebanyakan pemimpin jihad di dunia memiliki background dari bidang eksakta atau saintis. "Mereka yang menjadi teroris adalah orang yang hijrah, namun tidak memiliki guru atau bimbingan yang baik. Mereka cenderung memahami ilmu secara sempit, "ujarnya.
Dalam hali ini, fenomena hijrah tanpa guru atau bimbingan yang baik diibaratkan syariat islam itu seperti halnya dengan matematika atau hitam dan putih. Oleh karena itu, banyak orang-orang saintis akhirnya terjebak akibat pola saintis yang ada di dalam diri mereka sendiri. Dahsyatnya doktrin yang dibawa kelompok itu dianggap memang begitu berbahaya mengingat waktu untuk mempelajari ilmunya saja sangat singkat, hanya dalam hitungan hari atau minggu. "Inilah yang sebenarnya menjadi titik kekurangannya, namun dibalik itu mereka sudah merasa dan mampu menyatakan mendapatkan nilai-nilai yang dianggap sebagai kebenaran, "jelasnya.
4478_panitia.jpg
Sehingga, di akhir pemaparannya Ustadz Sofyan berpesan kepada para peserta atau mahasiswa agar selalu hati-hati dan waspada ketika berinteraksi, berteman, bergaul hingga dalam berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun berada bahkan juga saat bersosial media. Usai materi yang disampaikan oleh narasumber utama, maka acara dilanjutkan dengan diskusi yang langsung dipandu oleh Ketua Pusat Studi Moderasi Beragama UIN Maliki Malang, Ustadz Mokhammad Yahya, Ph.D dan didampingi oleh Ustadz Ahmad Izzudin, M.HI.(ptt) 

 

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up