HUMAS-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) raih prestasi tingkat nasional. Organisasi yang bernama Satmenwa 811"Wira Cakti Yudha" ini menjadi runner up pada ajang Latihan Integrasi Pemuda Nusantara Ksatria Cendekia. Agenda rutin di tahun kelimanya ini diselenggarakan oleh Komando Menwa Jayakarta, Universitas Negeri Jakarta.Rabu(26/10)
Agenda tingkat nasional itu berlangsung selama lima hari di bulan September lalu tepatnya pada tanggal 19 hingga 23 September(19-23/10) dan kali ini diikuti oleh 41 Resimen Mahasiswa dari 13 universitas yang berasal dari tujuh provinsi. Pembukaannya dilaksanakan di Lapangan Tenis, Kampus B, UNJ dengan inti agendanya adalah seminar dan berbagai perlombaan yang berlangsung selama tiga hari(20-22/10). Rangkaian seminarnya terdiri dari presentasi essay, seminar nasional dengan tema "Enterpreneurship, Menwa Mengabdi" dan diakhiri dengan acara pesiar. Sedangkan untuk perlombaan yang diadakan pada acara tersebut antara lain: lomba renang, lomba halang rintang dan lomba menembak.
Kemudian dalam keikutsertaannya, tim Menwa UIN Maliki Malang, yang diketuai atau dikoordinir (Co)oleh Rizki Wijayanti sekaligus sebagai official team dengan dua rekannya yakni Jihaan Nur Fahira dari Prodi HKI, Fakultas Syariah) dan Ari Prasetyo(jurusan Psikologi) berhasil meraih juara dua(Runner Up)pada cabang Lomba Essay. "Alhamdulillah, kali ini kami sebagai tim delegasi dari Satmenwa UIN Maliki Malang bisa meraih juara II pada cabang lomba essay, "ucap Rizki Wijayanti. Selain mengungkapkan rasa syukurnya, ia juga merasa bangga dan banyak mendapatkan pengalaman berharga bersama rekan timnya selama ikut kegiatan tersebut. Menurutnya, dari kegiatan itu dapat menjadi ajang silaturahmi dengan para sesama anggota menwa dari berbagai daerah di Indonesia. "Kami merasa senang dan bisa saling tukar pengalaman serta ilmu-ilmu kemenwaan dengan peserta lainnya dan yang pastinya lebih bahagia saat kembali dengan membawa penghargaan atas prestasi kami di lomba essay, "pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Memasuki hari ke dua perhelatan Internatonal Conference on University Community Engagement (ICON-UCE) 2022 yang dilaksanakan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon salah satu dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Sri Andriani mendapat kesempatan menjadi pendamping terbaik pengabdian kepada masyarakat, Selasa (25/10).
Hadir sebagai dewan juri inspirational service figure Helmi Ali dari lembaga Rahima Jakarta, dan Elyasa KH. Dharwis dari lembaga Agramatrix.
Dewan juri tertarik dengan konsep pengembangan Pok Darwis yang berfungsi untuk pengembangan desa wisata, mulai dari proses awal dan bagaimana cara menggaet sumber dananya hingga membentuk komunitas desa wisata yang bersinergi.
Sri Andriani menjelaskan, awal melakukan pengabdian kepada masyarakat tentu akan berhadapan dengan sumber pendanaan. Akan tetapi, jika pengabdian kepada masyarakat dititik beratkan pada dana maka akan sulit untuk berkembang. Akan tetapi. Pengabdian yang ditawarkan bersinergi, berkesinambungan dan mandiri. "Tahapan ini biasa dirasakan oleh masyarakat yang hendak berkembang," jelasnya.
Potensi yang bisa dikembangkan, kata dia, beraneka ragam mulai dari pengerajin cobek, sendal, tas, rajut, makanan, hingga desa wisata. "Masyarakat butuh penggerak dan pendampingan saja untuk memanfaatkan potensi yang ada," jelasnya.
RAMAI: Pengunjung ekspo mencoba kopi herbal, rokok sehat serta permen anti Covid gratis di stan ekspo UIN Maliki Malang
HUMAS-Perhekatan ekspo hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam ajang ICON UCE di IAIN Syekh Nurjati Cirebon 'digruduk' massa atau pengunjung pameran. Pasalnya, hasil produk yang dipamerkan kali ini LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memamerkan berbagai macam produk unggulan, Selasa (25/10).
Produk yang dipamerkan kali ini menyangkut hasil makanan, produk obat-obatan dan kesehatan, hingga produk karya hasil pendampingan para dosen UIN Maliki Malang kepada masyarakat.
Sekretaris LP2M UIN Maliki Malang Abtokhi menjelaskan tim LP2M UIN Maliki Malang turut memeriahkan perhelatan akbar ini mulai dari membuka dua stan ekspo produk penelitian, seminar hasil penelitian, hingga workshop pengabdian. "Tak hanya itu, UIN Maliki Malang juga mendelegasikan Sri Andriani salah satu dosen Fakultas Ekonomi untuk ikut lomba diajang tokoh inspiratif pengabdian kepada masyarakat," jelasnya.
Setidaknya, kata dia, ICON UCE ini bisa memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil dan masyarakat luas untuk saling berbagi pendapat dari berbagai pengalaman tentang konsepsi pengabdian kepada masyarakat, serta mMpemberikan kesempatan kepada berbagai pihak dalam usaha-usaha pengembangan kemitraan di PTKI dengan masyarakat. "ICON UCE ini juga menjadi agenda rutinitas Kemenag untuk menyusun agenda kerja riil dalam rangka mengarusutamakan pemberdayaan masyarakat berbasis riset dengan melibatkan komunitas dan elemen masyarakat," jekasnya.
Sementara Kepala pusat Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Saiful Mustofa menjelaskan bahwa yang menjadi sasaran utama kegiatan ICON UCE ini adalah para akademisi, peneliti, dan pengabdi masyarakat pada PTKI seluruh Indonesia, Non-Governmental Organization (NGO), dan
seluruh unsur Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. "Semoga tim LP2M UIN Maliki Malang bisa kembali ikut meramaikan perhelatan ICON UCE yang ke-5 dua tahun ke depan," harapnya.
HUMAS-Kabar baik datang dari Kementerian Agama Republik Indonesia(Kemenag RI). Pasalnya, hari ini Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terima tamu agung, yakni kunjungan dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah. Pertemuan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta. Keduanya membahas terkait peningkatan kualitas layanan dan kemudahan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah bagi jemaah Indonesia. Hadir dalam pertemuan itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief beserta jajarannya, para Staf Khusus Menteri Agama, dan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz. Hadir juga Dubes Saudi di Indonesia Essam Al-Tsagafi dan jajaran Kementerian Haji dan Umrah.Senin(24/10)
Pada kesempatan itu disampaikan oleh Gus Yaqut sapaan akarabnya ini bahwa mulai sekarang visa umrah bisa berlaku hingga 90 hari dan jemaah bisa berkunjung ke seluruh wilayah Saudi. Hal ini merupakan informasi yang sangat menggembirakan, khususnya buat umat Islam yang ingin datang ke Tanah Suci.
Sementara itu, kepada Menag, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah mengaku senang bisa mengunjungi Indonesia, negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Menurutnya, hal ini merupakan kunjungan resmi pertama Menteri Haji Saudi ke Indonesia.
"Saya sangat gembira bisa bertemu saudara saya, Menteri Yaqut. Kami juga sangat antusias untuk memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah haji Indonesia,"ucap Menteri Haji Tawfiq. Menurutnya, komunikasi dirinya dengan Menag RI terus berjalan secara intensif dalam rangka meningkatkan kualitas layanan jemaah haji. "Ini adalah bagian terpenting dari upaya peningkatan pelayanan terbaik yang harus kami berikan ke jemaah haji dan umrah,"jelasnya.
Kemudian, Menteri Haji Tawfiq menjelaskan ada sejumlah kemudahan yang akan diberikan kepada jemaah umrah Indonesia. Pertama, pihaknya telah menghapus syarat mahram bagi jemaah perempuan. Kedua, masa berlaku visa umrah diperpanjang hingga 90 hari. Ketiga, visa umrah bisa digunakan untuk mengunjungi seluruh wilayah Saudi, tidak hanya untuk ke Makkah dan Madinah saja. Disinggung soal syarat vaksin meningitis, Menteri Haji Tawfiq menegaskan bahwa tidak ada persyaratan kesehatan apa pun bagi jemaah umrah. "Tidak ada syarat kesehatan dan tidak ada syarat umur,"tegas Tawfiq. Lanjut, masih kata Tawfiq bahwa pemerintah Saudi juga telah menyiapkan platform 'Nusuk'. Dengan aplikasi ini, setiap orang bisa memilih paket yang ada. "Visa akan keluar tidak lebih dari 24 jam. Kami terus berusaha memberikan kemudahan," papar Menteri Tawfiq.
Sedangkan yang terkait haji, Menag Yaqut berharap Pemerintah Arab Saudi dapat menambah kuota haji Indonesia. Menag juga meminta syarat pembatasan usia 65 tahun dihapus karena jumlah jemaah haji lansia sangat banyak. Akan hal ini, Menteri Saudi mengatakan bahwa saat ini fokusnya adalah meningkatkan pelayanan. Menteri Tawfiq mengaku belum bisa memastikan jumlah kuota haji 2023. "Kami berharap setelah pandemi membaik, kuota akan kembali normal,"harapnya.
Merespons harapan Menag Yaqut tentang penghapusan syarat usia 65 tahun, Menteri Haji Tawfiq menyampaikan bahwa pemberlakuan syarat itu dalam konteks kondisi pandemi Covid-19. Jika ada perbaikan keadaan, tentu akan ada perubahan kebijakan terkait pembatasan umur. "Saya yakin kalau sudah normal kondisinya, maka akan ada kelonggaran. Kabar baiknya, pandemi Covid-19 sudah semakin mereda," tandasnya.(hms/ptt)
HUMAS-Sudah terhitung cukup lama hingga saat ini, dimulai sekitar pertengahan tahun 2022 ini bahwa Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sudah menerapkan cash less pada semua pembayaran agar tidak ada lagi rasa “curiga” atau menghindari rasa praduga tak bersalah terhadap petugas atau staf yang ada di lapangan. Layanan tersebut Berorintasi Pelayanan Akuntabel Kompeten Harmonis Loyal Adaptif Kolaboratif (BerAkhlak). Salah satunya, fakultas yang kini dinahkodai oleh Dr. Sri Harini, M.Si ini telah melakukan inisiatif dan inovasi modern terkait layanan pembayaran legalisir ijazah melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).Senin(24/10)
Hal tersebut, dilakukan oleh Fakultas Saintek UIN Maliki Malang bukan hanya sebatas inovasi tetapi karena adanya tuntutan perkembangan zaman era digital saat ini juga sebagai tindaklanjut dari adanya Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 2685 Tahun 2022 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Pilot Project Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2022, Fakultas Sains dan Teknologi bertekat kuat melukukan perbaikan – perbaikan pada semua layanan, tidak terkecuali juga pada layanan legalisir.
Sebagai informasi bahwa Legalisir Ijazah merupakan salah satu unit bisnis dari Badan Layanan Umum, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 525/PMK.05/2016 tanggal 30 Desember 2016 tentang Tarif Layanan, Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Pada Kementerian Agama. Dalam PMK tersebut, biaya legalisir sebesar Rp.2.000,- (dua ribu rupiah)/lembar.
Sementara itu, seperti yang perlu kita ketahui bahwa QRIS merupakan standar kode QR Nasional untuk memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia yang diluncurkan oleh Bank Indonesia(BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada 17 Agustus 2019 ingin membantu sebagai pilot project Pembangunan. Dalam hal ini, QRIS tersebut juga memiliki link yang langsung tersambung ke Rekening Pendapatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sehingga tujuan layanan itu adalah untuk mempermudah pengguna (user) dan meningkatkan pendapatan BLU. Pengguna dalam hal ini adalah para alumni, sangat dipermudah dan begitu transparan dalam pembayaran melalui QRIS. Cukup dengan tiga langkah, yakni: “scan lalu masukan nominal dan bayar”, tidak perlu lagi bingung mencari kembalian. Pembayaran yang sudah masuk ke QRIS, akan langsung terkirim ke Rekening Pengelolaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tanpa ada potongan administrasi apa pun.
Masih ada satu lagi, yakni Layanan Legalisir berbasis Online. Program tersebut ditujukan kepada para alumni yang tidak bisa datang langsung ke fakultas, cukup dari rumah saja, legalisir akan dikirim oleh kurir ke alamat tujuan. Cukup mengupload scan (pdf) ijazah asli dan mengisi form di laman https://saintek.uin-malang.ac.id/legalisir-online, lalu pihak admin kampus akan menggandakan, melegalisirkan dan mengirimkan ke alamat tujuan. Fakultas Saintek juga sudah bekerjasama dengan PT. POS Indonesia tbk. sehingga biaya pengiriman dapat menggunakan sistem Cash on Delivery (CoD), untuk meminimalisir kelebihan atau pun kekurangan biaya pengirim.(sbr/ptt)
HUMAS-“Pada kesempatan ini saya ingin berpesan bahwa kita semua di sini adalah orang yang telah dipilih oleh Allah untuk bekerja di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan perlu diketahui bahwa bekerja itu ada dua hal, yakni pertama bahwa bekerja itu adalah panggilan jiwa dan yang kedua bekerja itu adalah profesi”. Hal inilah yang disampaikan oleh Wakil Rektor (WR III) bidang Kemahasiswaan UIN Maliki Malang, Dr. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag selaku Pembina upacara saat memberikan amanatnya di agenda apel pagi. Acara bertempat di teras depan Gedung Rektorat, DR.(HC).Ir. Soekarno.Senin(24/10)
Menurut Ustadz fatah Yasin, begitu sapaan akrabnya ini bahwa yang pertama bekerja adalah panggilan jiwa. Hal ini berati bahwa diciptakannya manusia oleh Allah itu telah diwajibkan untuk bekerja dan tidak boleh sia-sia dalam masa hidupnya. Oleh karena panggilan jiwa, lanjut WR III ini pun mengajak semua para peserta upacara apel pagi untuk selalu bersyukur. “Ingatlah di luar sana banyak sekali yang telah bekerja dan banyak penghasilannya tetapi mereka merasa tidak cukup, dan di sini Alhamdulillah kita merasa cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kita, ”ucapnya. Lanjut, beliau menambahkan lagi bahwa adanya panggilan jiwa maka bekerja itu mesti tetap dilaksanakan dan diniati sebagai ibadah. “Bekerja itu adalah ibadah!, "tegasnya. Sehingga apabila bekerja itu adalah ibadah maka menurut WR III ini bahwa segala sesuatu yang ada kaitannya dengan pekerjaan yang kita lakukan dan segala gerak tingkah laku kita di dalamnya akan dicatat oleh Allah SWT sebagai nilai-nilai yang berpahala. “Oleh karena itu bekerja itu tidak perlu disuruh orang, diperintah oleh atasan atau pimpinan tetapi pekerjaan yang telah diberikan dan diamanhkan kepada kita, sudah merasa terpanggil dengan sendirinya untuk segera dikerjakan sebaik-baiknya!, “terangnya.
Kemudian yang kedua, menurut Ustadz Fatah Yasin bahwa bekerja itu adalah profesi. Dal hal ini profesi diartikan harus dikerjakan secara profesional, karena berkaitan dengan profesional maka pekerjaan mesti dilakukan sesuai dengan jobdiskripsinya masing-masing. “Bekerja itu professional jadi kita harus berjihad!, “tegasnya. Berjihad dalam hal ini diartikan dengan semangat. Semangat dalam segala aspek, semangat menjalankan tugas, semangat dalam menerima beban tugas dan semangat yang berkaitan dengan pekerjaan. Dalam Bahasa jawa dikatakan “Ora Sembrono”. “Oleh karena itu, apabila ora sembrono maka berati pekerjaan itu mesti ada hasil kinerjanya dan punya produk, “ujarnya.
Terakhir, WR III ini pun menekankan akan pentingnya kita dalam memposisikan diri dalam pekerjaan. “Jadilah orang yang selalu dicintai banyak orang bukan orang yang selalu mencintai banyak orang, “ucapnya. Hal ini memiliki arti apabila kita bekerja maka usahakan hasil pekerjaan kita banyak disukai oleh banyak orang dan bukan sebaliknya menjadi orang yang menyukai hasil pekerjaan orang lain. Sehingga, sekali lagi beliau menegaskan lebih baik pekerjaan kita dicintai banyak orang daripada kita sendiri mencintai pekerjaannya banyak orang. “Ini artinya ada panggilan diri kita untuk bekerja lebih profesional lagi!, “pungkasnya.
OPENING: Direktur Dirjen Pendis Kemenag RI saat membuka kegiatan ICON UCE
HUMAS-Kegiatan bergengsi Internatonal Conference on University Community Engagement (ICON-UCE) 2022 kali ini dilaksanakan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang diagendakan akan berlangsung selama tiga hari dan berakhir hingga 26 Oktober 2022, Senin (24/10).
ICON-UCE 2022 tahun ini mengambil tema Post-Pandemic Resilience: From Islamic Higher Education to Social Transformation atau “Resiliensi Pasca Pandemi: Dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk Transformasi Sosial”
Perhelatan ICON UCE dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T, Bapak Bupati Cirebon, Wali Kota Cirebon serta para aparat kepolisian dan unsur TNI juga turut hadir dalam pembukaan ICON UCE di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Rektor IAIN Syekh Nurjati selaku tuan rumah menyampaikan terimakasih kepada Menteri Agama RI yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan sepenuhnya atas perhelatan akbar ICON UCE di IAIN Syekh Nurjati. "Dan terimakasih pula kepada seluruh PTKIN yang turut hadir berpartisipasi mengikuti kegiatan ekspo pendiidkan, produk penelitian hingga kolaborasi hasil penelitian di ICON UCE ini," ucapnya saat menyambut perhelatan nasional ini.
Sementara itu, Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T dalam sambutannya mengajak seluruh peserta yang hadir untuk sejenak mendokan keselamatan Dr. Swendi, M.Ag salah satu staf FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tengah mengalami insiden kecelakaan di ruas Tol Cipali saat hendak menghadiri acara ICON UCE ini. "Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesembuhan kepada beliau dan mampu melewati masa kritisnya," doanya bersama.
Terlepas dari itu, Ali Ramdhani juga mengajak seluruh PTKIN untuk senantiasa saling berbagi dan melengkapi satu sama lain untuk bisa maju bersama mengembangkan PTKIN yang ada di seluruh Indonesia. "Aya maju bersama dan jangan sampai ada sekat pembatas antara satu sama lain, karena kekuatan itu berada di kebersamaan dan saling silaturahim seperti ini," kata dia saat membuka perhelatan ICON UCE.
Selain itu, dalam opening seremoni kali ini juga dilaksanakan lounching buku pengabdian dengan Tiga metode sekaligus yaitu metode PAR , ABCD, dan juga Learning sistem. "Semoga dengan diresmikannya buku ini akan semakin menebarkan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat khususnya para peneliti," paparnya.
Sementara itu, Rektor Syekh Nurjati Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag menjelaskan bahwa perhelatan ICON UCE ke-4 tahun ini memiliki 12 sub tema yang berbeda diantaranya yaitu Perguruan Tinggi dalam Penguatan Ekonomi Masyarakat, Pendampingan dan Advokasi Anggaran Desa, Hemat Energi, Bank Sampah, dan Teknologi Terapan, Filantropi Islam dan Resiliensi Masyarakat, Peningkatan Kesehatan Masyarakat, Perguruan Tinggi dalam Tanggung Jawab Sosial, Pengabdian Masyarakat Berbasis Moderasi
Beragama, Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pemberdayaan Masyarakat, Kreativitas dan Inovasi Pelayanan KKN, Kemitraan Penta-Helix PTKI dalam Pemberdayaan Masyarakat, Gender dan Anak dalam Perubahan Sosial. "Dan yang terakhir yaitu Best Practice Integrasi Tri Dharma PTKI," jelas Rektor IAIN Syekh Nurjati.
Saat ditanya soal target ICON UCE tahun ini, orang nomor satu ini menegaskan bahwa target utamanya yaitu sebagai ajang silaturahim antar PTKIN untuk memuat makalah (research based) terkait metodologi dan karya-karya pengabdian yang telah dan sedang diselenggarakan, juga dilakukan training metode pengabdian kepada masyarakat yang terfokus pada dua metode yaitu Participatory Action Research (PAR) dan Asset Based Community Development (ABCD).
Selain itu, tambah dia, juga ada ekspose dan diseminasi hasil karya pengabdian dan karya inovasi terbaik di lingkungan PTKI dengan berbagai stakeholder. "Nanti diakhir kegiatan juga akan ada pemberian penghargaan atas penyelenggaraan KKN terbaik, tokoh inspiratif pengabdian kepada masyarakat, dan juga program
PKM terbaik dilombakan dan diikuti oleh seluruh dosen dan peneliti di PTKIN seluruh Indonesia," pungkasnya.
HUMAS-Unit Kesehatan Haji Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan Simposium Internasional dengan tajuk The 3rd Annual Health Symposium on Hajj and Umrah (ANSHAR) 2022 secara daring, Sabtu-Minggu (22-23/10).
Panitia Simposium Internasional ANSHAR 2022 FKIK UIN Maliki Malang
Kegiatan ini selaras dengan visi Program Studi Pendidikan Dokter FKIK UIN Maliki Malang yang berkomitmen untuk mencetak lulusan Dokter dengan keunggulan ilmu kedokteran wisata, khususnya haji. Forum ilmiah ini ditujukan kepada dosen, peneliti, mahasiswa, dan pegiat ilmu kesehatan haji, baik dari internal maupun eksternal civitas akademika UIN Maliki Malang untuk saling berbagi hasil penilitian terkini terkait permasalahan bidang kesehatan pada penyelenggaraan Haji.
Tema yang diusung pada tahun ini adalah Heat Emergency on Hajj Pilgrims yang berfokus pada 5 topik, yaitupelayanan dan manajemen kesehatan (dokter, perawat, dan apoteker), perawatan kulit yang terbakar sinar matahari (medis, keperawatan, dan farmasi), pengembangan kosmetik/peralatan kesehatan haji dan umrah, ilmu keperawatan dan kefarmasian, serta topik yang berkaitan dengan kesehatan.
Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, M.Kes, Sp.Rad (K), Dekan FKIK UIN Maliki Malang dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para partisipan yang mengikuti Simposium Internasional tersebut meskipun secara virtual. Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA juga turut menyapa partisipan yang hadir. "Seminar ini diharapkan dapat mempersiapkan tenaga kesehatan dalam menghadapi permasalahan kesehatan Haji di tahun 2023 mendatang," ujarnya dalam sambutannya.
Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia saat menyampaikan Opening Speech
Berbagai pembicara telah berpartisipasi pada kegiatan kali ini, seperti Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D dari Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia yang telah memberikan opening speechnya pada Sabtu (22/10), lalu. Pada hari ini, akan disampaikan presentasi oral oleh beberapa keynote speakers, seperti Dr. Anas Khan, MBBS, MHA, SBEM selaku Director General of the Global Center for Mass Gatherings Medicine of Ministry of Health, Saudi Arabia dan masih banyak yang lainnya. (ndi/acg)
HUMAS-Tujuh mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (Prodi BSA) Fakultas Humaniora, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) yang tergabung dalam komunitas El-Jidal patut diacungi jempol. Setelah sebelumnya tim debat Bahasa Arab ini telah berhasil menempati juara pertama dalam ajang Festival Padang Pasir di Semarang, kali ini juga berhasil membawa pulang dua piala debat Bahasa Arab dan satu piala lomba syair dalam Festival Gebyar Bahasa Arab (GBA) yang digelar IAIN Syech Nurjati Cirebon, Sabtu (22/10).
Ummi Hasanah, M. Zaimul Umam, dan M. Husain Rifa’i yang tergabung dalam tim inti debat Bahasa Arab telah memenangkan posisi pertama dalam perlombaan nasional tersebut. Serta tim kedua yang terdiri dari Betty Ayunda Wulandari, Sopyan Ade Saputra, dan Maurra Fatimah Azzahro berhasil meraih posisi ketiga pada kategori lomba yang sama. Hingga predikat Best Speaker satu dan dua didapatkan oleh Ummi Hasanah dan Betty Ayunda Wulandari
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, karena kerja keras tim membuahkan hasil yang memuaskan. Saya harap pencapaian kami juga dapat menjadi pemicu mahasiswa UIN Malang lainnya untuk terus menorehkan prestasi dalam perlombaan apapun,” ujar Ummi Hasanah, Ketua Tim Debat El-Jidal.
Selain tim debat, pada cabang lomba puisi bahasa Arab, Robiah Mahmudah, juga berhasil menduduki juara pertama festival tersebut. Lima kategori yang diraih ketujuh mahasiswa BSA, berhasil menempatkan tim El-Jidal UIN Malang sebagai Juara Umum pada ajang festival Gebyar Bahasa Arab 2022 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Capaian gemilang yang mengharumkan kampus UIN Malang di kancah nasional, menjadi sorotan para tim-tim debat bahasa Arab dari seluruh Indonesia. Pasalnya, dalam satu pekan ini mahasiswa BSA UIN Malang mampu mengantongi tiga piala lomba debat pada dua event nasional.
“Berhadapan dengan tim El-Jidal UIN Malang, sangat membutuhkan effort luar biasa,” ungkap Ketua Tim Debat dari UNIDA Gontor, Faris Istiqlal, pada pertemuan singkat dengan jurnalis Sahabat Kampus.(Na/Fer)