HUMAS-Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama (KKN KNMB) 2022 di Papua sudah berjalan tiga pekan, dari rencana 40 hari yang dicanangkan. Bebagai kegiatan sudah terealisasi dengan baik, diantaranya program pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kegiatan pelatihan UMKM ini dilaksanakan di gedung serbaguna Desa Sabron Sari, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura. Rabu(3/8)
Kegiatan pelatihan UMKM mendemonstrasikan pembuatan olahan makanan berbahan pisang dan daun kelor kepada warga kampung. “Pohon pisang dan kelor merupakan tanaman yang melimpah ruah di wilayah ini. Pemanfaatan bahan baku yang mudah ditemukan, akan diolah menjadi dua produk unggulan, keripik pisang rasa milo dan selai kulit pisang,” ucap Rahmawati. Perempuan anggota Dharma Wanita IAIN Fattahul Muluk menjelaskan pihaknya akan membantu kegiatan tersebut agar dapat meningkatkan nilai guna kulit pisang. “Masyarakat selama ini menganggap kulit pisang sebagi sampah, padahal manfaatnya banyak. Diantaranya membuat olahan keripik kulit pisang dengan mengkombinasikan dengan beberapa varian baru,” jelasnya.
Lanjut, dalam pelatihan ini, mahasiswa KKN juga memberikan cara bagaimana mengolah daun kelor menjadi produk teh daun kelor. “Daun kelor diolah menjadi produk unggulan teh daun kelor untuk menjadi minuman pendamping sehari-hari masyarakat. Produk ini sudah dilengkapi dengan cara packaging dan juga keterangan expired date-nya,” jelasnya. Ia menjelaskan bahwa manfaat lain dari olahan teh daun kelor sangat banyak. “Selain memiliki manfaat kandungan gizi tinggi pada daun kelor, proses pembuatannya mudah dengan mengeringkan daun kelor hingga kandungan airnya tidak ada,” tuturnya. Setelah itu, daun yang sudah disangrai cukup ditumbuk dan dimasukkan kedalam kantong teh yang sudah disediakan, lalu teh daun kelor sudah siap disajikan.
Kegiatan pelatihan ini mendapatkan apresiasi luar bisa dari Kepala Desa Sabron Sari, Marwan Hasyim. “Saya berpesan kepada masyarakat di sini untuk melanjutkan kegiatan ini meski adik-adik mahasiswa nati pulang kembali ke kampus” ujarnya. Selanjutnya, ketua Bumdes Sabron Sari, Rita juga mengapresiasi program yang dilakukan oleh mahasiswa KKN KNMB ini. “Kami dapat pengetahuan baru terkait pengembangan dan pembuatan produk UMKM yang didemonstrasikan oleh adik-adik mahasiswa, khususnya dalam pembuatan olahan keripik pisang aneka rasa dan teh daun kelor,” imbuhnya.
Jiharudin peserta KKN dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu tujuan dari KKN KNMB di Papua. “Alhamdulillah kegiatan ini mendapat banyak antusias dari masyarakat khususnya ibu-ibu, terlihat dari semangat mereka mencatat bahan dalam proses pembuatan produk,” jelasnya. Mahasiswa jurusan Psikologi yang menjabat sebagai Ketua Divisi Humas dalam KKN KNMB ini menjelaskan bahwa sebelum pelatihan digelar diadakan diskusi terlebih dahulu dengan masyarakat untuk mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan demi kelancaran kegiatan.” Kami selalu mengadakan diskusi sebelum program digelar agar masyarakat terlatih untuk terlibat secara emosional” ujarnya lagi.
Sedangkan Dosen Pembimbing Lapangan(DPL) dari IAIN Fattahul Muluk, Ika Putra Viratama berpesan agar mahasiswa KKN KNMB dapat membuat tim untuk mensosialisasikan produk olahan tersebut. “Silahkan bentuk tim sebagai tindak lanjut untuk produksi kedepannya, dapat berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai izin edar untuk pemasarannya agar produk ini tidak putus,” paparnya. (Sy/ptt)
HUMAS-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki), Prof. Dr. M. Zainuddin, MA secara resmi melepas kontingen UIN Maliki Malang untuk ikut berjuang dan bertanding di ajang Pekan Seni dan Olahraga(PESONA) ke-1. Event akbar tingkat nasional yang kali pertama ini akan diselenggarakan di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung mulai besok tanggal 8 s/d 13 Agustus(8-13/8). Prosesi pelepasan kontingen bertempat di ruang Loby, Lt.1 Gedung Rektorat, DR. (HC). Ir. Soekarno.Kamis(4/8)
Dalam sambutannya, Prof. Zain sapaan akrab rektor UIN Maliki Malang ini menyampaikan bahwa untuk event-event seperti halnya PESONA ini dan yang lainnya, UIN Maliki Malang tidak pernah absen dalam mengirimkan delegasinya. "Jadi kampus UIN Maliki ini seperti sudah jadi tradisi yang sebelumnya akan selalu dan pasti mengirimkan kontigen! ," tegasnya.
Pada kesempatan kali ini, kontingen UIN Maliki Malang mengirimkan 73 personil, terdiri dari 62 atlit didampingi 11 pelatih dan pembina atlit. Sedangkan jumlah cabang perlombaan yang diikuti ada 13 lomba, antara lain: 6 (Enam) cabang lomba seni(Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), Pop Solo Islami, Cipta Lagu Islami, Puitisasi Al Quran, Kaligrafi) dan 7 (tujuh) cabang lomba olahraga(Tenis Meja, Catur, Volly Ball, Basket, Bulutangkis, Futsal, Panjat Dinding).
Sedangkan untuk delegasi dari masing-masing Fakultas, adalah sebagai berikut: Fakultas yang paling banyak mengirimkan delegasinya, yakni Fakultas Ekonomi: 21 Mahasiswa, Fakultas Humaniora: sembilan mahasiswa, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan: satu mahasiswa, Fakultas Psikologi: empat mahasiswa, Fakultas Saintek: sembilan mahasiswa, Fakultas Syariah mengirimkan sembilan mahasiswa dan terakhir Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan(FKIK) juga sembilan mahasiswa.
Mengakhiri sambutannya, rektor berharap kepada seluruh anggota kontingen untuk selalu menjaga kesehatan dan siap mengikuti semua perlombaan hingga berhasil meraih juara. "Tentu doa Kami semua semoga dari awal keberangkatan, perjalanan sampai kembali pulang diberi fresh, sehat dan tentunya membawa kemenangan. Hal ini ibarat jihad jadi inshaa Allah diridhoi oleh Allah SWT," pungkasnya.(ptt)
HUMAS-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar workshop atau pelatihan menulis artikel ilmiah untuk jurnal bereputasi. Agenda yang dipelopori oleh Unit Pusat Pengembangan Bahasa(P2B) melalui Program Khusus Pengembangan Bahasa Inggris(PKPBI) itu dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kualitas artikel atau karya tulis ilmiah para tenaga penddidik di UIN Maliki Malang. Workshop yang terjadwal selama dua hari dalam waktu yang terpisah(2 dan 8 Agustus) tersebut bertempat di ruang sidang, Lt.3 Gedung Rektorat dan diikuti oleh 40 peserta (dosen PKPBI).Selasa(2/8)
Dalam sambutannya sesaat sebelum membuka acara workshop tersebut, Direktur Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Abdul Hamid, MA menyampaikan bahwa sekarang ini dosen tidak hanya dituntut untuk mengajar para mahasiswa, tetapi juga harus mampu menulis artikel penelitian yang dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional. Hal ini dilakukan karena sangat mendukung dan sejalan dengan visi kampus UIN Maliki menuju World Class University.
Prof, Hamid begitu sapaan akrabnya ini juga menambahkan bahwa Pusat Pengembangan Bahasa sendiri telah memiliki jurnal yang terakreditasi sinta 4 dan 5. Hal tersebut menurutnya telah cukup memberikan bukti bahwa para dosen mampu menghasilkan karya-karya tulisan ilmiah yang dapat dikonsumsi masyarakat luas. “Lha adanya wadah yang sudah disiapkan untuk mempublish artikel-artikelnya itu, maka diharapkan dapat lebih produktif dalam menulis artikel ilmiah,”ucapnya.
Selanjutnya, tidak tanggung-tanggung pada agenda di hari pertama ini, menghadirkan narasumber yang telah ahli di bidangnya yakni alumni Universitas Gajah Madja, Dr. Eric Kunto Aribowo, M.A. Dalam kesempatan ini, narasumber berfokus pada pemanfaatan aplikasi Pubish or Perish untuk mendukung penulisan artikel ilmiah. Aplikasi itu sangat membantu karena pengguna dapat dengan mudah mencari artikel dari metada (bukan fulltext) yang telah terhubung dengan database, seperti Crossref, Google Scholar, PubMed, Scopus, Semantic Scholar and Web of Science. Selain itu, peserta juga belajar strategi dan cara mencari referensi dengan benar, mengekspor hasil pencarian referensi dan mencari jurnal tujuan.
Kemudian pada sesi berikutnya pemateri menjelaskan tentang penggunaan Reference Management Software (RMS) dan salah satu cara kerjanya cara kerjanya, yakni Zotero. Pemateri mempraktekkan zotero mulai dari cara menyimpan dan mengolah referensi, membuat kutipan di GoogleDocs hingga menemukan fulltext, menambah plug-in yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah.(alf/ptt)
HUMAS-“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada pengurus ma’had yang telah menyelenggarakan acara workshop SDM. Hal ini penting untuk memberi pembekalan kepada anda semua(musyrif dan musyrifah-red) karena ma’had itu merupakan salah satu distingsi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, selain dari adanya pusat pengembangan bahasa asing(Bahasa Inggris, Arab dan Mandarin), Hai’ah Tahfidzul Qur’an(HTQ) dan Integrated Learning Model(ILeM)”. Hal inilah yang disampaikan oleh rektor UIN Maliki Malang saat memberikan sambutan pada pembukaan workshop Pengembangan Sumber Daya Musyrif dan Musryifah tahun 2022. Acara yang mengusung tema “Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Membangun Karakter Ummatan Wasathiyah Melalui Pemberdayaan Musyrif-Musyrifah” ini bertempat di Auditorium Lt.5, Gedung Rektorat DR.(HC). Ir. Soekarno.Rabu(3/8)
Dalam kesempatan itu, Prof. Zain sapaan akrab rektor UIN Maliki Malang menjelaskan tentang Ma’had Al Jami’ah yang merupakan salah satu distingsi dari kampus Islam berlogo Ulul Albab ini yang hal tersebut tidak ada atau tidak dimiliki oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri(PTKIN) dan Perguruan tinggi Negeri(PTN) lainnya. Lanjut rektor asal Bojonegoro ini pun menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada PTKIN lain yang memiliki Ma’had yang dikelola secara profesional dan benar-benar ma’hadi. “Karena di beberapa PTKIN itu meski kampusnya sudah baru, besar dan disediakan ma’had seperti di kampus kita ini namun ternyata santrinya tidak siap, ada yang beralasan karena jauh, karena mungkin tradisi dan karena tidak ada Kyainya, maksudnya kurang adanya Kyai seperti di malang ini,”ungkapnya. Menurut Prof. Zain, jika di Malang banyak sekali Kyai yang berminat untuk menjadi bagian pembina ma’had dan usianya masih muda-muda. Selain itu, masih kata rektor bahwa di PTKIN lainnya juga tidak memiliki rumah Kyai seperti yang ada di UIN Maliki Malang.
“Oleh karena itu ma’had yang ada di kampus kita tercinta ini menjadi percontohan bagi yang lainnya,” ucapnya dengan bangga. Apalagi ma’had di UIN Maliki Malang juga memiliki musyrif dan musyrifah yang jumlahnya kurang lebih 300 orang, mereka semua sebagai pengurus dan pendamping bagi para mahasantri selama berada di ma’had.(ptt)
HUMAS-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) menyerahkan Surat Keputusan(SK) Kenaikan Pangkat kepada sejumlah abdi negara atau Aparatur Sipil Negara(ASN) di lingkungan kampus. Acara penyerahan itu bertempat di ruang Loby, Lt.1 Gedung Rektorat, DR.(HC).Ir. Soekarno.Selasa(2/8)
Dalam agenda kali ini sebenarnya tidak hanya para tenaga pendidik (Tendik) dan tenaga kependidikan sebagai ASN yang menerima SK Kenaikkan Pangkat namun menariknya, ternyata rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin, MA juga menerima SK tersebut. Prosesi penyerahannya dilakukan secara simbolis oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi, Umum, Perencanaan dan Keuangan(AUPK), Dr. Ilfi Nurdiana,M.Si dengan disaksikan langsung oleh para Wakil Rektor dan para Kabiro.
Seusai menerima SK, Prof. Zain begitu sapaan akarb rektor UIN Maliki Malang ini memberikan arahan kepada para ASN di kampus Islam berlogo Ulul Albab. Disampaikannya bahwa adanya kenaikan pangkat merupakan hal yang harus disyukuri. “Bapak Ibu semuanya tentu kenaikan pangkat ini mesti kita syukuri bersama karena itu merupakan karya kita semua”, ucapnya.
Oleh karena itu, Profesor asal Bojonegoro ini berharap proses seperti kenaikan pangkat bisa dicapai sampai tingkatan tertinggi. Ihktiar dalam mengemban amanah dalam jabatan atau pangkat yang baru itu bisa diwujudkan dengan semakin bertanggungjawab, disiplin, kinerja yang baik dengan tidak lupa menjalan kan Tri dharma Perguruan Tinggi. “Misalnya, Saya sendiri sebagai rektor mesti menerjemahkan, mematuhi aturan-aturan Menteri Agama, mensukseskan program-programnya, dan tentunya Bapak Ibu juga harus mendukung itu semua”, terangnya.
Lanjut, orang nomor Wahid di UIN Maliki Malang ini berharap agar semua warga kampus mampu bersatu, bersinergi, berkolaborasi, saling membantu, bersama mematuhi berbagai peraturan demi kemajuan lembaga. Semuanya itu dilakukan demi mendukung dan mewujudkan visi besar kampus UIN Maliki Malang yakni Unggul Bereputasi Internasional. (ptt)
HUMAS-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan PTKIN yang memiliki jumlah mahasiswa asing terbanyak se-Indonesia. Mahasiswa tersebut berasal dari berbagai negara dan tersebar di beberapa benua. Hal tersebut merupakan salah satu prestasi yang tepatnya pada akhir tahun 2020 lalu mendapat penghargaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam(Dirjen pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Berbagai keuntungan bagi perguruan tinggi yang memiliki mahasiswa asing adalah, pembauran budaya dan penguasaan bahasa asing serta pertukaran pengalaman sehingga membentuk pola dalam lingkungan ilmiah. Selain itu dengan adanya mahasiswa asing yang belajar di perguruan tinggi di Indonesia, tentu akan memperoleh pengakuan dan citra yang berbeda dari masyarakat dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, di kampus berlogo Ulul Albab ini juga memiliki program khusus penerimaan mahasiswa asing beserta beasiswa prestasi bagi mahasiswa tersebut. Sebagai persiapan, langkah awal dan penentuan tindak lanjutnya Wakil Rektor bidang Akademik, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M. Ag, Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Dr. Isroqunnajah, M.Ag, didampingi Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (Kabiro AAKK) mengadakan rapat koordinasi. Bertempat di ruang sidang Lt. 3, Gedung Rektorat. Senin(1/8)
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Umi Sumbulah sapaan akrab Wakil Rektor bidang Akademik UIN Maliki Malang memaparkan tentang berbagai kebijakan dari adanya program PENERIMAAN MAHASISWA BARU(PMB) INTERNASIONAL DAN PARTIAL SCHOLARSHIP ISS (INTERNASTIONAL STUDENT SCHOLARSHIP). Beliau menjelaskan kebijakan sekaligus dasar pelaksanaan program itu mulai dari adanya Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 60 dan 61); hingga merujuk pada SK Rektor Nomor 505 Tentang Tim Perumusan Rencana Strategis World Class University (WCU) 10 Tahun ke Depan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun Anggaran 2019.
Kemudian dilanjut penjelasan dari Kabiro AAKK UIN Maliki, Dr. Barnoto, M.Pd.I yang menerangkan perihal timeline-nya bahwa pendaftarannya telah dibuka hingga 29 Juli kemarin. Proses tinjauan dokumen yang diterima dilakukan pada tanggal 30 Juli lanjut di sesi Portofolio pada 1 Agustus. Kemudian ada tahapan interview dilakukan pada tanggal berikutnya yakni 2 Agustus dan terakhir keputusan hasilnya besok tanggal 4 Agustus 2022.
Ditambahkan lagi oleh Barnoto, bahwa interview Penerimaan Mahasiswa Baru Internasional akan dilaksanakan secara online dimulai pukul 14.00 WIB sampai selesai bertempat di ruang Biro AAKK dan ruang Bagian Administrasi Akademik Lt.3 Rektorat. Terakhir, adanya wacana akan dibuka kembali pendaftaran ISS sampai dengan tanggal 22 Agustus 2022. "Jadi bagi siapapun Anda yang belum mengetahui informasi tersebut dapat mengakses dan sekaligus mendaftar secara online, melalui io.uin-malang.ac.id/Iss2022",pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) mendapat kunjungan tamu rombongan dari UIN Raden Mas Said, Surakarta. Kedatangan tamu yang terdiri dari kurang lebih sepuluh personil itu disambut ramah oleh Wakil Rektor (WR II) Bidang Bidang Administrasi Umum,Perencanaan dan Keuangan(AUPK) UIN Maliki, Dr. Ilfi Nurdiana, M. Si didampingi Kepala Biro AUPK, Dr. Ahmad Hidayatullah,M.Pd, Kepala Satuan Pengawas Internal(SPI) Dr. Muhammad In'am Esa, M.Ag dan Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data(PTIPD) Abid Yusron, S.Kom serta para staf terkait lainnya. Pertemuannya berlangsung di ruang senat,Lt.4, Gedung Rektorat,DR.(HC).Ir. Soekarno.Senin(1/8)
Mewakili tim tamu UIN Raden Mas Said, Surakarta Dr. M. Usman, M.Ag selaku Wakil Rektor Bidang AUPK dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan dari kehadirannya bersama tim yang terdiri dari dua unit yakni Unit SPI dan PTIPD. Namun sebelumnya, Usman mengucapkan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk bisa berkunjung secara langsung atau bertemu secara tatap muka dengan para pimpinan dan para kepala Unit terkait. "Terima kasih atas semuanya, tujuan kehadiran kami kesini pertama untuk bersilaturahmi dan tujuan utama berikutnya yakni ingin "sinau" atau belajar dari UIN Maliki terkait berbagai kebijakan dan pengalamannya selama ini dalam pengelolaan remunerasi melalui aplikasi yang dijalankan oleh Pusat Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Remunerasi (P3SR)", ungkapnya.
Menanggapi maksud dan tujuan dari kehadiran tim tamu dari UIN Raden Mas Said maka WR II UIN Maliki Malang, Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si menyambut dengan tangan terbuka. "Terima kasih atas kunjungannya dan mempercayakan kepada kami untuk diajak belajar bareng atau "sinau" dari pengalaman kami sebagai PTKIN bagian satker Badan Layanan Umum(BLU) dalam menjalankan dan mengelola aplikasi remunerasi," ucapnya.
Lanjut, dalam kesempatan itu Ning Ilfi begitu sapaan akrabnya ini juga menyampaikan salah satu capaian prestasi yang diraih dalam hal manajemen BLU yakni menjadi Satker BLU terbaik di Jawa Timur tepatnya semester akhir periode tahun 2021. "Jadi Kami(UIN Maliki Malang) ini terpilih menjadi PT satker Pengelola BLU terbaik di Jawa Timur mengalahkan para PTN besar yang ada di Malang ini, misal ada Universitas Brawijaya dan juga UM," jelasnya.
Oleh karena itu, mengakhiri sambutannya WR II ini memotivasi sembari mempersilahkan kepada tim tamu rombongan dari UIN Surakarta untuk berdiskusi dan bertanya berbagai hal yang ingin dipelajari terkait remunerasi dan aplikasinya. "Silahkan nanti diperhatikan apapun yang telah jauh-jauh dari Surakarta untuk dibawa kesini dan harapannya PTKIN maju bersama",paparnya. Jadi beliau menambahkan apabila UIN Surakarta sudah maju maka UIN Maliki akan lebih maju lagi. Semoga UIN Surakarta segera menyusul UIN Maliki Malang dan inshaa Allah giliran UIN Maliki akan segera menuju World Class University. "Semakin Kami dikejar maka Kami akan semakin berlari kencang!", pungkasnya.(ptt)
UIN MALANG-Bakar Batu, terdengar aneh bahkan tidak masuk akal. Namun, hal itu sudah dilakoni masyarakat Papua secara turun-temurun. Bahkan, dalam setahun mereka bisa melaksanakan tradisi Bakar Batu beberapa kali. Sebagai salah satu delegasi KKN-KNMB (Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama) di Provinsi Papua, saya berkesempatan mengikuti salah satu tradisi Bakar Batu di Kampung Sabron Sari, Kecamatan Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Sabtu (30/7). Tradisi ini diawali dengan menyiapkan beberapa lapis kayu dan batu yang disusun secara teratur. Setelah itu masyarakat serentak membakar kayu-kayu tersebut hingga menjadi abu. Sembari menunggu, mereka menyiapkan beberapa lubang yang mereka sebut sebagai kolam makanan. Lubang-lubang itu diisi dengan bahan makanan. Berdasarkan pengamatan saya saat itu, para warga menimbun jagung, ketela, dan ubi di kolam tersebut. Dalam Bakar Batu lainnya, kolam juga bisa diisi babi, ayam, jagung, ubi, dan talas.
Setelah kolam terisi penuh, mereka menutupinya dengan beberapa lembar daun pisang. Barulah mereka mengangkat batu yang tadi sudah dibakar ke kolam-kolam makanan menggunakan capitan dari kayu. Mereka menyusun rapi batu dan daun pisang di kolam tersebut. Sekitar 1 hingga 2 jam kemudian, makanan dalam kolam pun matang. Ketika menunggu, warga mengikuti rangkaian acara sebelum makan bersama dimulai. Acara diawali dengan pembukaan dan beberapa sambutan dari para tokoh dan aparat setempat. Setelah beberapa sambutan tersampaikan, barulah masuk ke dalam pelaksanaan ritual ibadah umat Kristen. Para tamu undangan dan tamu masyarakat non-Papua di sekitar pun ikut serta dalam tradisi tersebut. Mereka juga memberikan sumbangan uang pada tas noken panitia. Panitia akan mengucapkan "Waa, Waa, Waa," yang artinya terima kasih kepada orang yang memberi sumbangan. Selesai prosesi acara, barulah mereka duduk membuat lingkaran. Beberapa orang anggota lingkaran itu akan lari bulak-balik mengambil makanan di kolam yang sudah ditimbun tadi. Orang yang sudah makan dari suatu lingkaran tidak bisa berpindah ke lingkaran lain, khususnya yang dari lingkaran dengan menu babi, tidak boleh menuju lingkaran masyarakat muslim. Menurut Timotius Weya, Tradisi Bakar Batu adalah wujud kekeluargaan dan solidaritas suku Papua. Tradisi ini memungkinkan mereka yang berlebih untuk berbagi, baik itu hasil panen ataupun sumbangan dalam bentuk lainnya. “Keluarga kami dari Nimbokrang, Keroom, dan Jayapura yang tidak memiliki perkebunan, yang yatim piatu, dan yang serba kesusahan berkumpul di sini dan makan bersama,” papar ketua RT 08 itu. Dalam tradisi tersebut, tak ada perbedaan. Pejabat pun duduk melingkar dan makan bersama marga mereka yang tidak mampu. Makanan akan dibagikan rata tanpa terkecuali. “Karena ada menu babi, biasanya kami menyiapkan kolam khusus yang isinya ayam untuk saudara kami yang muslim,” jelasnya.
Tradisi Bakar Batu selalu dihadiri oleh banyak marga keluarga suku Papua. Mereka datang berbondong-bondong dari pagi dan pulang saat matahari terbenam. Biasanya, sesi makan selesai sekitar pukul 16.00 WIT, namun mereka tetap menari tarian khas Papua setelah selesai makan. Salah satu mace, panggilan ibu dalam masyarakat Papua, juga menjelaskan bahwa dana sumbangan yang terkumpul biasanya diperuntukan bagi kepentingan bersama dan pembangunan infrastruktur seperti gereja. Tak hanya itu, dana itu juga acapkali digunakan untuk membantu masyarakat Papua yang terdampak bencana. Intinya, Tradisi Batu Bakar ini tidak sebatas ajang silaturahmi saja, namun juga ajang tolong-menolong dan toleransi ala masyarakat adat Papua. (*/nd)
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik IbrahimMalang kembali kedatangan tamu istimewa mulai dari kepala daerah hingga Dirjen Pendis hadir di UIN Maliki Malang diantaranya Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, ST., MT Dirjen Pendis Kemenag RI dan Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, S.Ag, MML. Jumat (29/7).
Dalam arahannya, Bupati Lumajang meminta agar UIN Maliki Malang bisa mengembangkan kampus berlogo ulul albab ini di Lumajang. Lumajang dikenal dengan icon gunung semerunya ini memiliki kawasan hutan yang cukup luas, sehingga jika dimanfaatkan untuk kawasan perguruan tinggi sangat memungkinkan sekali. "Jadi pengelolaan kawasan hutan dengan tujuan khusus untuk pengembangan pendidikan ini akan menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat di Lumajang," paparnya.
Saat ini, kata Thoriq, kampus yang paling dekat dengan Lumajang hanya ada dua yaitu UIN Maliki Malang dan IAIN Jember. Sehingga jika UIN Maliki Malang hadir di Lumajang tentu akan memberikan dampak positif dan tentunya akan sangat representatif. Apalagi jika ada studi khusus untuk keilmuannya semisal ilmu pertanian, peternakan atau bahkan pengembangan ilmu kebencanaan seperti yang ada di Jepang. "Lumajang secara geografis masuk dalam wilayah rentan dengan bencana alamnya, jadi saya ingin UIN Maliki Malang bisa membangun kampus di Lumajang dengan prodi khusus yang mempelajari tentang kebencanaan yang dimaksud," harapnya.
Selama ini, tambah dia, pemerintah selalu kewalahan saat terjadi bencana dikarenakan memang butuh persiapan yang matang, masyarakat juga perlu diberi edukasi yang tepat agar bisa lebih berhati-hati dan mengurangi korban bencana alam. "Alhamdulillah hari ini pemerintah Lumajang sudah membangun 2000 rumah relokasi dan saya ucapkan terima kasih atas bantuannya dari UIN Maliki Malang," ucapnya.
Dirjen Pendis Kemenag RI Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, ST., MT menilai kampus UIN Maki Malang sebagai smart kampus yang telah melakukan banyak terobosan. Kampus smart itu harus cepat dan gesit dalam menangkap peluang dan ini UIN Malang sudah melaksanakannya. "Saat ini keilmuan berbasis integrasi dinilai sangat relevan dan ini hanya ada di UIN Maliki Malang," paparnya.
Soal rencana hadirnya kampus UIN Maliki Malang jadi di Lumajang tentu diharapkan bisa memberikan warna baru, sehingga diharapkan bisa mengurai persoalan pengelolaan lingkungan yang berbasis agama dan ilmiah.
"Pengelolaan limbah pertanian dan juga fenomena alam di Lumajang dibutuhkan penanganan langsung dari akademisi khususnya UIN Maliki Malang," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga menjelaskan bahwa UIN Maliki Malang telah MoU dengan ITB dan juga perguruan tinggi ternama lainnya selain itu UIN Maliki Malang juga telah membangun sinergitas dengan PTKIN dalam upayanya mengembangkan lembaga ini menjadi yang terdepan. "Untuk itu, kamu ucapkan terima kasih atas supportnya dan semoga Apa yang diharapkan bisa segera terealisasikan sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat," harapnya.