HUMAS-Kepala Biro Adminsitasi Umum Perencanaan dan Keuangan (Kabiro AUPK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd mengajak seluruh tenaga kependidikan di lingkungan UIN Maliki Malang untuk bekerja disiplin dan ikhlas melayani, Senin (6/6). Mantan Kasubdit Kemenag itu mengajak seluruh karyawan untuk bersama-sama bekerja keras disertai dengan niat yang benar untuk mewujudkan cita-cita kampus ini yaitu menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul dan bereputasi internasional. "Saat ini UIN Malang mempunya cita-cita atau mimpi besar yaitu menjadi kampus unggul bereputasi internasional," terangnya.
Alumnus S3 Administrasi Pendidikan ini mengajak bekerja lebih serius lagi untuk merealisasikan visi UIN Maliki Malang, impian masa depan perguruan tinggi ini menjadi kampus unggul yang memiliki keistimewaan dan kelebihan sehingga kampus ini bisa dikenal di kancah internasional. "Inilah cita-cita UIN Malang ke depan," tegasnya. Lalu apa tugas kita untuk mewujudkan mimpi itu? Tanya dia. Yaitu berjuang bersama dengan cara bekerja semaksimal mungkin dengan keunggulan dan kemampuan yang dimiliki. "Modalnya bisa diawali dengan niat yang baik dan benar-benar dilaksanakan," arahnya.
Kabiro AUPK menegaskan bahwa tugas manusia di dunia ini hanya dua dan sudah tertuang di surat Alfatihah, yaitu beribadah dan meminta pertolongan atas segala usaha yang sudah dilakukan kepada Allah SWT. "Oleh karena itu, menjadi manusia tidak boleh sombong, se-pintar dan se-unggul apapun manusia tetap memiliki kekurangan," terangnya. Jadi jangan pernah sombong dengan prestasi kerjanya karena yang patut dipuji hanya Allah SWT saja. Cinta dan kasihnya manusia itu tidak asli, manusia masih punya nafsu, hatinya bisa berubah tergantung kondisi dan karakter orangnya masing-masing. "Oleh karena itu, bekerja jangan mencari pujian orang lain, niatkan di setiap untuk ibadah karena Allah dan niat yang benar akan jadi bekal ibadah saat kita kembali nanti," pesannya. Untuk itu, selain berusaha yang diawali niat yang baik maka juga harus disertai dengan doa. "Ayo, selesai solat juga doakan kampus ini bisa menjadi unggul dan bereputasi internasional dan semoga apa yang dicita-citakan kampus ini bisa terealisasi," ajaknya.
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menyelenggarakan kuliah tamu dengan tema “Membumikan Konstitusi untuk Mencetak Generasi Milenium Sadar Konstitusi”. Acara yang berlangsung baik secara offline dan online ini diinisiasi oleh Fakultas Syariah yang dikemas dengan model hybrid. Bertempat di Aula Lt. 5, Gedung Ir. (HC). Soekarno dan dihadiri oleh segenap pimpinan universitas, pimpinan fakultas Syariah dan sivitas akademika UIN Maliki serta para mahasiswa Fakultas Hukum se-Malang Raya.
Tidak tanggung-tanggung acara kuliah tamu kali ini menghadirkan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI), Prof. Dr. H. Anwar Usman, SH., MH sebagai keynote speaker dan Hakim MK RI, Prof. Dr. Enny Nurbaningsih, SH., M. Hum sebagai narasumbernya.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah UIN Maliki Malang, Dr. Sudirman, MH menjelaskan sekilas tentang fakultas yang sedang dipimpimpinya. Dikatakan bahwa saat ini fakultas itu sedang tumbuh kembang dan selalu berupaya untuk menjadi Fakultas Syariah terbaik di Indonesia. Oleh karena itu, sampai saat ini tidak pernah berhenti melakukan berbagai terobosan. Salah satunya melalui kerjasama dan bersinergi dengan Mahkamah Konstitusi(MK) Republik Indonesia.
Lanjut, masih kata Sudirman selain penyelenggaraan kuliah tamu dengan tema yang sangat menarik, juga turut diresmikan secara langsung Moot Court Corner. Ruangan tersebut berfungsi sebagai tambahan fasilitas bagi mahasiswa utamanya di fakultas Syariah UIN Maliki Malang yang sebagian besar peralatannya berasal dari hibah Mahkamah Konstitusi.
Sedangkan Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag dalam sambutanya sejenak sebelum membuka acara kuliah tamu, menegaskan akan pentingnya generasi milenial agar tidak sekedar paham tapi juga melek dan juga sadar kontitusi. Mengingat bahwa para generasi itulah yang kelak menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan. “Dengan memahami konstitusi, para generasi milenial saat ini dapat terhindar dari pengaruh sikap kontraproduktif, koruptif, deskriptif dan lain sebagainya", ucapnya.
Kemudian pada kesempatan itu, Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Prof. Anwar Usman memberikan pernyataan bahwa dalam rangka mencetak generasi milenial yang melek dan paham terhadap konstitusi, tidak cukup hanya dengan cara yang tekstual melainkan dibutuhkan berbagai langkah yang benar dan nyata. Dalam hal ini, Ketua MK menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi sehingga bisa terhindar dari paham-paham radikalisme maupun inkonstitusional.
“Inilah kesempatan yang tepat untuk memberikan penjelasan dan pemahaman mendalam terkait nilai-nilai Pancasila dan Konstitusi agar tidak timbul paham radikalisme dan sebagainya,” ungkapnya.
Selanjutnya, acara inti diisi oleh Hakim Mahkamah Konstitusi RI, Prof. Dr. Enny Nurbaningsih, SH., M. Hum dan diikuti dengan penuh antusias serta seksama oleh seluruh peserta kuliah tamu tersebut. (ptt)
HUMAS-Lagi, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang akan mengadakan kuliah tamu dengan tajuk Membumikan konstitusi untuk mencetak generasi millennium sadar konstitusi. Kuliah tamu kali ini menghadirkan langsung Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Dr. Anwar Usman, S.H. sebagai keynote speaker dan Hakim Mahkamah Konstitusi Ri Prof. Dr. Enny Nurbaningsih, S.H., M.Hum serta Dr. Zaenul Mahmudi, MA salah satu dosen Fakultas Syariah UIN Maliki Malang.
Kegitan kuliah tamu ini diagendakan akan berlangsung Sabtu (4/6) besok bertempat di Auditorium gedung Rektorat Lt.5. “Kegiatan ini rencanannya akan dimulai pukul 08.30 sampai dengan 12.30 WIB,” terang Rais salah satu panitia penyelenggara. Rais berharap, kegiatan yang diagendakan satu hari ini bisa menyedot minat sivitas akademika UIN Maliki Malang khususnya mahasiswa Fakultas Syariah. “Kegiatan ini diselenggarakan secara offline dan bagi mahasiswa yang tidak bisa hadir dikampus bisa mengikuti kegiatan kuliah tamu ini dengan zoom meeting di https://us06web.zoom.us/j/85671291971?pwd=b0JCUTdpSGMvQzhENkZvaWhJSzQvQT09” terangnya. Semoga, tambah dia, dengan hadirnya ketua MK di kampus ini bisa memberikan wacana dan semangat baru bagi generasi milenial khususnya di UIN Malang akan pentingnya konstitusi. “Konstitusi menjadi prinsip dasar dalam memperkuat hukum dan ketatanegaraan di Indonesia,” tutupnya.
HUMAS-Di era milenial saat ini, peran media massa sangatlah penting. Salah satunya dalam usaha membantu perkembangan informasi di bidang edukasi terutama di perguruan tinggi. Melalui media massa, sebuah perguruan tinggi bisa meningkatkan citra positifnya sebagai lembaga akademik di ruang publikasi lintas instansi. Begitu halnya dengan harapan besar Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. M. Zainuddin, MA saat memberikan sambutan di awal acara penandatanganan MoU dengan beberapa rekan media baik online maupun offline. Acara berlangsung di ruang rektor, Lt. 1,Gedung Ir. (HC). Soekarno.Jumat(3/6)
Dalam sambutannya, Prof. Zain sapaan akrab rektor UIN Maliki ini menjelaskan akan peran pentingnya media massa terutama terkait usaha kampus berlogo Ulul Albab ini dalam menyiapkan diri menjadi World Class University. Salah satu perannya itu adalah meningkatkan grade lembaga, yakni dengan mempublikasikan berbagai informasi maupun berita yang positif. Oleh karena itu, besar harapan rektor asal Bojonegoro ini agar para rekan media massa bisa terlibat dalam merealisasikan cita-cita kampus UIN Maliki sesuai roadmapnya kali ini.
Sedangkan hakikat dari MoU atau kerjasama dengan para rekan media massa, menurut Prof. Zain memiliki prinsip bersinergi dan kolaborasi dalam rangka meningkatkan citra positif, terutama bagi UIN Maliki yakni melalui publikasi yang konsisten untuk berbagai capaian prestasi baik dari dosen maupun mahasiswa serta lembaga sendiri.
Oleh karena itu, rektor mengajak untuk semua rekan media massa agar mensupport publikasi yang positif dan selanjutnya meminta agar dihapus berbagai berita negatif yang sebelumnya ada dan terekam di jejak digital. "Lembaga kami ini mengharapkan dukungan publikasi berita positif yang bersifat inovatif dan berisi berbagai prestasi terutama di bidang pendidikan", pungkasnya.(ptt)
HUMAS- Salah satu isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah Pengabdian kepada Masyarakat. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim malang (UIN Maliki Malang) sebagai bagian dari Perguruan tinggi berbasis Islam yang berada di bawah naungan Kementerian Agama RI telah melaksanakannya secara terstruktur dan kontinyu. Kali ini, ada satu tim dari pelaksana agenda tersebut yang berlokasi Pondok Pesantren(Ponpes) Bahrul Ulum Al-Fattah, Desa Ganjaran, Kec. Gondanglegi, Kabupaten Malang. Program dari pengabdiannya yakni meningkatkan keterampilan dan kemandirian santri melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme dan sabun eco-enzyme.Jumat(3/6)
Dr. Agus Mulyono, M.Kes, dosen UIN Maliki Malang sebagai pemateri menyampaikan isi pelatihan secara detail namun praktis dimulai dengan pengantar pengenalan eco-enzyme dan berbagai manfaatnya, serta seruan pentingnya menjaga lingkungan dengan mengurangi penggunaan produk-produk detergen dan sabun. Lanjut, Agus menjelaskan cara pembuatan eco-enzyme dengan bahan-bahan tertentu yang telah disiapkan disertai praktik secara langsung hingga nanti diperoleh eco-enzyme yang sudah jadi dan dapat digunakan untuk banyak hal. Salah satunya adalah bahan pembuatan sabun.
Menurut Agus, agar manfaat eco-enzyme bagi kesehatan bisa lebih praktis, maka bisa dibuat menjadi sabun dengan bahan alami(herbal). Adapun bahan-bahan yang digunakan, antara lain: minyak kelapa sawit, alkali, air, campuran eco-enzyme, pewangi dan alat cetak. "Selain bermanfaat bagi diri sendiri, memproduksi sabun herbal sendiri bisa menjadi peluang usaha bagi kemandirian para santri Ponpes Bahrul Ulum Al-Fatah jadi misal untuk menambah pemasukan maka bisa memproduksi dan menjual sabun herbal tersebut, " terangnnya di akhir materi pelatihan.
Sementara itu, tanggapan dari Muthmainnah, M.Si., Dosen Fisika UIN Maliki Malang sekaligus penyelenggara pengabdian di tempat itu bahwa memang benar adanya kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para santri tentang eco-enzyme meliputi pengertian, pelatihan pembuatannya, hingga berbagai manfaatnya. Selain itu, selaras dengan apa yang dijelaskan oleh Dr. Agus Mulyono bahwa eco-enzyme juga dapat diaplikasikan dan dijadikan sebagai bahan campuran pembuatan sabun mandi. Manfaat dari eco-enzyme antara lain sebagai pembersih lantai, disinfektan, insektisida dan cairan pembersih selokan,"ucapnya.(*/ptt)
BERI SELAMAT: Rektor UIN Maliki Malang menyalami pengurus Dema dan Sema yang baru dilantik
HUMAS-Siang ini, Kamis (2/6) Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. DR. H.M. Zainuddin, MA dan para wakil rektor serta dekan hadir di ruang lobby gedung Rektorat untuk mengikuti kegiatan pelantikan Pengurus Dewan Mahasiswa (Dema) dan Senat Mahasiswa (Sema) periode 2022/2023 UIN Maliki Malang.
Usai diambil sumpah, Prof. Zainuddin meminta para aktifis intra kampus ini untuk turut bersama berperan aktif dalam mengembangkan kampus yang berlogo ulul albab ini. “Saya minta para aktifis kampuis ini bisa berperan aktif mengebangkan kampus ini,” pintanya. Seorang aktifis, kata mantan WR I ini tidak boleh memiliki IPK di bawah 3.00, bagaimanapun seorang organisatoris harus memiliki tiga prinsip utama yaitu tetap memiliki kreatifitas konseptual, kreatifitas sosial, dan spiritual. “Menurut saya ini menjadi ciri mahasiswa UIN Maliki Malang,” tegasnya.
Selain itu, Seorang aktifis kampus juga dituntut untuk berperan aktif menguatkan NKRI ini, tentunya dengan cara sesuai dengan disiplin keilmuannya masing-masing. “Jangan sampai diantara kalian ada yang terlibat gerakan ekstrim dan inkonstitusional,” pesannya tegas kepada puluhan pengurus Dema-Sema. Kemudian, lanjut mantan Dekan FITK itu, seorang aktifis kampus juga harus bisa membimbing dan mengarahkan adik-adiknya untuk mengukir prestasi baik di kancah nasional maupun internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut tentu dibutuhkan komunikasi yang efektif dengan pimpinan. “Melalu komunikasi ini diharapkan bisa ditemukan solusi setiap masalah yang di hadapi, sehingga apa yang dicita-citakan kampus ini bisa tercapai,” arahnya. Dengan cara mengukir prestasi di setiap kompetisi ini tentu akan membawa nama baik kampus ini menjadi banyak dikenal baik di tingkat nasional mapun internasional. “Saya ucapkan selamat, dan laksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.
HUMAS-Lembaga Pemeriksa Halal(LPH) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) siap diakreditasi. Hal ini ditandai dengan adanya kunjungan tim assesmen yang akan melakukan visitasi akreditasi terhadap unit LPH tersebut. Kedatangan tim assesmen disambut ramah oleh rektor beserta jajarannya, para kabiro, para dekan, para ketua unit terkait lainnya serta tim LPH UIN Maliki Malang. Proses assesmen akreditasi akan berlangsung selama tiga hari, yakni Rabu-Jumat(1-3/6) di Kantor Pusat LPH dan Halal Center, Gedung RKB.Rabu(1/6)
Dalam sambutannya, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin, MA sekilas menjelaskan tentang unit LPH. Adanya lembaga atau unit tersebut sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 2018. Apalagi di kampus Islam berlogo Ulul Albab itu ada tujuh fakultas dan yang program studinya terkait dengan LPH diantaranya Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) yakni prodi Farmasi, Fakultas Sains dan teknologi(Saintek), yakni prodi Kimia dan Biologi serta Fakultas Syariah. "Inshaa Allah di sini memiliki komponen unit Halal Center yang paling lengkap dibandingkan PTKIN yang ada lainnya. Karena selain ditunjang oleh keilmuan dari fakultas juga didukung adanya unit tertentu yang mengkaji tentang fatwa-fatwa dalam syariat Islam", terangnya.
Oleh karena itu, Prof. Zain sapaan akrab rektor UIN Maliki ini berharap dalam lembaga yang diketuai oleh Begum Fauziyah, M. Farm telah siap diakreditasi dan sangat diharapkan memperoleh nilai yang maksimal dan hasil yang terbaik.
Sementara itu, proses visitasi akreditasi kali ini dilakukan oleh tim assesmen Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama Republik Indonesia (BPJPH) Kemenag RI. Tim tersebut terdiri dari enam orang, yakni: KH. Aizzuddin Abdurrahman, Prof. Dr. rer. nat. Fredy Kurniawan, S. Si., M. Si, Dr. H. Ali Imron, M. Ag., Neni Widyana, S.Si., Apt, M.SE, M. Djamaluddin, S. Ag, M.Pd.I(Koordinator Bidang Standarisasi Produk Halal BPJPH) dan yang terakhir Nala Tartila, SH. (ptt)
HUMAS-Di penghujung bulan Mei 2022, tim Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) UIN Malang melakukan benchmarking ke Kantor Inspektorat Boyolali, Jawa Tengah. Kunjungan perdana dari UPG UIN Malang ke Inspektorat Boyolali tersebut merupakan langkah awal untuk memulai tata kelola serta optimalisasi peranan UPG UIN Malang yang baru terbentuk setahun terakhir, Jumat (27/5).
Tim UPG UIN Malang yang berkunjung ke Inspektorat Boyolali diantaranya Dr. Khoirul Hidayah, M.H. selaku ketua Tim UPG UIN Malang, Abdul Ghofar Ahmad Chan, S.H. selaku sekretaris, dan 3 anggota lainnya Abdul Kadir, M.H, Sheila Kusuma Wardani Amnesti, M.H., Fathul Qorib, M.H. Inspektorat Boyolali selaku institusi penerima kunjungan memiliki rekam jejak penghargaan yang membanggakan dalam hal pengendalian gratifikasi.
Selama dua tahun berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Boyolali mendapat penghargaan tingkat Nasional terkait pengendalian Gratifikasi yang diselenggarakan oleh KPK. Dalam kunjungan kali ini UPG UIN Malang disambut oleh Drs. Gatot Murdianto selaku Inspektur Inspektorat Boyolali dan Achmad Nasution, S.E.,M.Si selaku Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Inspektorat Boyolali.
Disampaikan oleh Bapak Gatot tentang pengalaman Inspektorat Boyolali dalam merintis UPG serta zona Integritas melalui banyak tekanan dari berbagai pihak. Namun, dari pimpinan tertinggi setempat yakni Bupati Boyolali memberi support dan motivasi penuh terlaksananya kegiatan pengendalian gratifikasi tersebut.
Dengan spirit “Berbagi Tanpa Gratifikasi” dibuktikan dengan adanya komitmen Bupati Boyolali dalam hal pelaporan parcel lebaran kepada UPG Kabupaten Boyolali. Disusul dengan para ASN laiinnya yang mulai terbuka untuk melaporkan pemberian lainnya kepada UPG Boyolali. Selain komitmen pimpinan, upaya Inspektorat Boyolali selanjutnya adalah membentuk UPG Pembantu di masing-masing Unit Kerja hingga di tinngkat desa di Kabupaten Boyolali.
Kegiatan terbaru Inspektorat Boyolali mengadakan lomba Penghargaan Insan UPG Pembantu yang diikuti oleh 114 UPG Pembantu di Kabupaten Boyolali. Dr. Khoirul Hidayah, M.H selaku Ketua UPG UIN Malang pun tertarik menelaah lebih lanjut inovasi Inspektorat Kab. Boyolali terkait UPG. Dijelaskan lebih lanjut oleh Achmad Nasution, S.E.,M.Si selaku Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Inspektorat Boyolali tentang web www.jagaboy.boyolali.go.id didalam web tersebut memuat SiHarka Boy untuk pelaporan kekayaan ASN Boyolali, MCD Boyolali tentang pembangunan berkelanjutan, MCP monitoring Center Pencegahan Korupsi, Survei Penilaian Integritas, WBS Whistleblowing System, Sistem Informasi Reformasi Boyolali, serta e-Monev UPG Pembantu Boyolali.
Melalui web tersebut UPG Pembantu di masing-masing unit kerja melapor serta menerima rapor triwulan terkait kinerja pengendalian gratifikasi unit masing-masing. Sehingga terpantau secara transparan serta membangun motivasi karena dengan nilai rapor UPG pembantu yang baik akan ada penghargaan tersendiri dari Inspektorat serta pimpinan Kabupaten Boyolali. Dengan prestasi gemilang UPG serta Inspektorat Boyolali, Dr. Khoirul Hidayah, M.H berharap UPG UIN Malang termotivasi untuk membangun tata kelola lebih baik lagi sehingga spirit Integritas dan Anti Korupsi semakin membumi di UIN Malang.
HUMAS-Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama(Dirjen Pendis) Kemenag, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP.,MT berkunjung di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki). Kedatangannya bersama pendamping dan stafnya disambut ramah oleh pimpinan universitas yang kali ini diwakili oleh para wakil rektor(WR). Setibanya di kampus Islam berlogo Ulul Albab, Prof. Dhani begitu sapaan akrabnya itu langsung menuju ruang rektor guna beristirahat sejenak dan beramah tamah bersama para jajaran pimpinan lainnya mulai Kabiro, para dekan dan para pimpinan unit terkait lainnya.Jumat(27/5)
Dalam kunjungannya kali ini, banyak hal yang menjadi topik pembahasan terkait internasionalisasi kelembagaan Perguruan Tinggi Islam Negeri(PTKIN). Namun demikian ada satu hal yang Pak Dirjend harapkan, yakni keinginan beliau agar lembaga perguruan tinggi Islam sekaliber UIN Maliki segera merubah statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum(PTN-BH). Karena menurutnya dengan menjadi PTN-BH akan memiliki jangkauan manajemen yang lebih fleksibel, tepat guna dan lebih leluasa terutama dalam mengelola pendayagunaan sumber daya yang dimiliki oleh UIN Maliki sendiri. "Ke depannya Saya memiliki keinginan kuat untuk mendukung penuh pembangunan layanan di UIN Maliki Malang ini menjadi lebih prima dengan bertransformasi dari Badan Layanan Umum(BLU) menjadi PTN-BH", terangnya.
Selanjutnya, Pak Dirjend pun menambahkan jika dilihat dari aspek perangkat keilmuannya, beliau tidak meragukan lagi bahwa UIN Maliki Malang sebenarnya telah siap. Apalagi selain berbasic prodi ilmu-ilmu keagamaan yang sudah tentu bidangnya juga memiliki prodi lainnya, diantaranya: prodi Kimia, Biologi, teknik informatika, dll. "Jadi jika kita telah memahaminya tinggal mengintegrasikan ilmu-ilmu yang dulunya telah hadir menjadi keilmuan praktis yang sekarang bisa diambil manfaatnya untuk menyelesaikan masalah di lingkungan masyarakat.
Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan(WR 4) UIN Maliki Malang, K.H. Isroqunnajah dalam kesempatan itu menjelaskan progres terkait berbagai upaya pengembangan yang telah dilakukan oleh satu-satu kampus Islam berlogo Ulul Albab di Kota Malang ini. "Alhamdulillah, begitu respect-nya Pak Dirjend setelah kami utarakan beberapa informasi terkait apa yang telah kampus ini lakukan demi pengembangan lembaga",ucapnya.(ptt)