Sambutan Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.PdI dalam kegiatan apel pagi Senin, 07 Maret 2022.
HUMAS-Bertindak sebagai pembina apel pagi kali ini, Kepala Biro Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (Kabiro AAKK) UIN Maliki Malang, Dr. Barnoto, M. Pd. I memberikan review singkat tentang tujuan dari sistem pendidikan nasional. Pelaksanaan apel pagi seperti agenda sebelumnya yakni berlokasi di teras depan gedung Rektorat Ir.(HC) Soekarno dan yang bertugas adalah fakultas Ekonomi.Senin(7/3)
Dalam arahannya, kabiro yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala AUAK di IAIN Kediri ini memaparkan tujuan penting dari sistem pendidikan di Indonesia dengan mengacu pada Undang-undang (UU) Nomer 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional terutama yang tertuang pada poin atau pasal ketiga. Diungkapkan oleh Barnoto bahwa tujuan dari pendidikan nasional adalah dalam rangka untuk berkembangnya potensi peserta didik. "Menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab", ungkapnya.
Oleh karena itu, masih kata Kabiro AAKK ini bahwa dengan berpacu pada UU tersebut maka apa pun jenis pendidikan yang dilaksanakan di Indonesia, terutama pembelajaran program studi(prodi) yang dijalankan di UIN Maliki Malang dengan mengedepankan penguatan keilmuan, keimanan dan ketaqwaan maka sebenarnya tujuan dari sistem pendidikan itu adalah terwujudnya akhlak yang mulia. "Sehingga apabila di UIN Maliki Malang, para dosen, seluruh karyawan dan mahasiswanya telah memiliki akhlak mulia, itu sungguh luar biasa sekali", tegasnya.
Hal terebut juga sangat membantu mewujudkan tujuan utama kampus Islam berlogo Ulul Albab ini yakni menjadi universitas unggul bereputasi internasional yang pada akhirnya mencapai level World Class Islamic University. "Namun pastinya semua itu tidak bisa terwujud tanpa adanya kerja keras, kebersamaan dan kedisiplinan. Sehingga apabila pimpinan memiliki cita-cita yang tinggi maka harus sampai titik akar/paling bawah juga bisa berjalan bersama untuk saling mendukung terwujudnya cita-cita itu! ", pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang), Prof. Dr. Zainuddin, MA berikan uraian(review) tentang model pendidikan moderasi beragama di Perguruan tinggi (PT). Hal tersebut disampaikan saat orang nomer wahid di kampus berlogo Ulul Albab ini menjadi salah satu narasumber pada acara Webinar Jadi ASN SOLUTIF dengan mengusung tema "ASN, integritas, dan Penguatan Program Moderasi Beragama di Kampus dan Madrasah".Rabu(2/3)
Dalam kesempatan itu Prof. Zain begitu sapaan akrab rektor UIN Maliki Malang mengawali materinya dengan menerangkan tentang Islam moderat yang meliputi pengertian Islam, misi Islam, bekal dalam ber-Islam dan ruang lingkup ajaran Islam hingga pusat pendidikan karakter yang terdiri dari tiga komponen, yakni Tuhan, manusia dan alam semesta.
Lanjut, pada uraian inti model pendidikan moderasi beragama di perguruan tinggi menurut rektor asal Bojonegoro ini ada tiga macam, yakni pertama model scientific (rasional-empirik). "Ya pastinya hal ini bersifat rasional dan empirik karena memang ilmiah", terangnya.
Kedua, model pendidikan bersanad yakni pembelajaran dengan bercermin pada perilaku Rasulullah baik saat di Makkah maupun di Madinah. " Inilah Role Model yang mesti kita ikuti yang kemudian dilanjutkan oleh para sahabat besar sampai pada sahabat kecil Rasulullah, lalu para ulama' yang tentunya sudah benar-benar diakui", terangnya.
Ketiga, model pendidikan yang didesiminasikan melalui program Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat). "Jadi Kesimpulannya adalah model pendidikan moderasi beragama di perguruan tinggi itu bersifat integrarif dan berbasis pada pendekatan scientific kemudian dilakukan melalui Tri Dharma Perguruan tinggi", pungkasnya.
Bertepatan pada seri acara ke-73, acara rutin yang tayang setiap hari Rabu ini selain mengundang narasumber dari UIN Maliki Malang juga dari Kantor Kemenag Kabupaten Jombang (Kan Kemenag Kab.Jombang) dan Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jombang Jawa Timur(JATIM).(ptt)
HUMAS-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) Prof. Zainuddin. MA berikan respon positif terkait SE Menag RI tentang pedoman penggunaan pengeras suara atau TOA di Masjid dan Mushola.Jumat(25/2)
"Jadi surat edaran yang dikeluarkan oleh Menag RI, Yaqut Cholil Qoumas tentang pedoman penggunaan pengeras suara atau TOA sesungguhnya memiliki tujuan yang positif", ucapnya di awal jawabannya.
Menurut Rektor asal Bojonegoro ini, bahwa tujuan dikeluarkannya SE tersebut adalah agar masyarakat itu tetap aman tentram dan damai hingga tidak ada gegaduhan atau keluhan diantara mereka. "SE ini sesungguhnya merupakan kelanjutan dari SE yang sudah ada pada saat menteri Agama Pak. Lukman Hakim Syaifuddin dulu", terangnya.
Menurutnya, adanya SE itu juga akan meneguhkan kembali bahwa Kementerian Agama memiliki bidang dalam pembinaan umat beragama memiliki tanggungjawab untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis antar umat beragama dalam masyarakat yang majemuk atau prural. "Kita ini adalah masyarakat yang majemuk terdiri dari enam Agama. Oleh karena itu perlu adanya petunjuk surat edaran yang berhubungan dengan umat beragama seperti SE dari Menag tersebut", terangnya.
Lanjut, masih dari orang nomer wahid di UIN Maliki Malang ini, bahwa apa yang telah diterbitkan oleh Menag saat ini selaras dengan program presiden tertuang dalam rencana program jangka menengah nasional(RPJMN) Tahun 2020 s/d 2024. Yakni pada poin pertama sebagai program prioritasnya adalah revolusi mental dan kebudayaan nasional dan poin ketiga, yakni memperkuat moderasi beragama.
Selanjutnya masih menurut Prof. Zain, begitu sapaan akrabnya bahwa hal itu juga sesuai dengan visi misi Kemenag RI yang tertuang dalam peraturan Menag 18 tahun 2020. "Sehingga adanya SE yang mengatur penggunaan pengeras suara merupakan salah satu saja dari implementasi untuk mewujudkan misi ketertiban dan ketenangan dalam kehidupan bermasyarakat yang memang prural ditinjau dari berbagai aspeknya",pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Dharma Wanita Persatuan(DWP) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) tidak pernah ketinggalan untuk ikut serta dalam agenda yang telah ditetapkan DWP Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Buktinya DWP yang sekarang dipimpin oleh dra. Shofiyah Zainuddin kali ini mengikuti Webinar Nasional dengan tema Pola Hidup Sehat Melalui Gizi Optimal Sebagai Insvestasi Jangka Panjang. Karena acara melalui daring yakni via aplikasi Zoom meeting maka segenap pengurus DWP UIN Maliki ikut serta bergabung dari Ruang Halaqoh, Ma’had Al ‘Aly. Selasa (22/2)
Secara detail, dr. Putri Sakti Dwi Permanasari, M.Gizi., Sp.GK sebagai narasumbernya memaparkan berbagai hal tentang kesehatan dan gizi. Dokter.Putri begitu sapaan akrabnya itu juga mengulas secara singkat definisi kata sehat menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009, yaitu “Sehat adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial dan ekonomis”. Oleh karena itu dokter ahli spesialis gizi itu mengajak seluruh peserta webinar untuk memberikan beragam macam menu makanan yang bergizi bagi keluarga. Lanjut, dokter Putri juga menyarankan untuk melakukan olahraga demi menjaga kesehatan jasmani,dan beribadah untuk kesehatan rohani.
Selain itu juga ditambahkan Dokter Putri bahwa sebenarnya sehat itu tidak bisa terlepas dari apa yang menjadi kebiasaan kita sebagai bagian dari pola hidup kita sendiri. Segala kebutuhan terutama tentang gizi, nutrisi dan protein yang diperlukan tubuh mesti seimbang dan itu juga harus disesuaikan dengan umur kita.
Tidak cukup di situ, menurutnya masih ada beberapa hal yang menjadi kunci pokok dalam menjaga kesehatan yakni menjaga asupan nutrisi, mengatur jam tidur atau istrahat yang cukup, olahraga atau aktivitas fisik yang teratur dan merasa bahagia dengan lingkungan sekitar. "Perasaan nyaman akan menimbulkan hati senang lalu memicu munculnya hormon bahagia yang akhirnya akan menjadikan pribadi sehat baik lahir maupun batin," pungkasnya.(ptt)
Sambutan Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. dalam kegiatan Apel Pagi ke 6 ASN UIN Maliki Malang
HUMAS-Apel pagi setiap hari Senin bagi Aparatur Sipil Negara(ASN) di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang)secara substansial merupakan suatu usaha merapatkan barisan dalam memenuhi target dan tujuan kampus. Terkait banyaknya rencana ataupun agenda pada periode ini (2021-2025) semuanya dilakukan untuk menyongsong roadmap UIN Maliki Malang yakni recognisi dan bereputasi internasional. Hal inilah yang disampaikan oleh Wakil Rektor bidang Kerja sama dan Pengembangan Lembaga(WR 4) Dr. Isroqunnajah, M. Ag saat menjadi pembina apel pagi.Senin(21/2)
Berlokasi di teras depan Gedung Rektorat Ir. (HC) Soekarno, apel pagi berjalan penuh hikmad dan yang bertugas saat itu adalah fakultas Psikologi. Gus Is, begitu sapaan akrab WR 4 ini memaparkan secara ringkas terkait berbagai strategi yang mesti dilakukan kampus berlogo Ulul Albab, diantaranya memperhatikan capaian ranking di Webometric, Akreditasi Program studi (APS), Akreditasi Perguruan Tinggi(APT), dll.
Oleh karena itu untuk memaksimalkan usaha mencapai target universitas disarankan semua elemen kampus terutama para ASN sebagai abdi negara mesti mampu berjalan dan bekerjasama menjalankan tugas dan fungsi (tusi)nya sesuai aturan yang berlaku. Mengakhiri sambutannya, Gus Is mengajak kepada seluruh peserta apel untuk bersama-sama berikhtiar dan berdoa yang terbaik untuk kemajuan lembaga serta berharap agar wabah virus corona segera sirna dan Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi semua warga UIN Maliki.(ptt)
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Zainuddin, MA. didampingi Wakil Rektor II Bidang AUPK Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si. saat menanda tangani MoU dengan berbagai perguruan tinggi jawa timur.
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki) kembali dikunjungi tamu istimewa dari Perguruan Tinggi Islam di Jawa Timur. Tamu tersebut ialah Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI Tabah) Lamongan dan Universitas K.H A. Wahab Hasbullah(UNWAHA) Jombang. Prosesi penyambutannya berlokasi di ruang Rektor, Lt.1, Gedung Rektorat Ir.(HC) Soekarno.Kamis(17/2) Tamu yang hadir diwakili langsung oleh masing-masing pimpinan yakni Rektor UNWAHA Jombang, Dr. Anton Muhibuddin, M.P bersama tim dan Rektor IAI Tabah Lamongan, Dr. Alimul Muniroh, M.Ed juga bersama timnya. Tujuan utama dari kunjungan kedua Perguruan Tinggi tersebut selain bersilaturahim yakni ingin menjalin kerja sama dengan UIN Maliki Malang melalui penandatangan nota kesepahaman bersama atau Memorandum of Understanding(MoU). Secara garis besar, latar belakang dari munculnya MoU dari masing-masing Perguruan Tinggi Islam itu adalah ingin menjalin kerjasama dalam pengembangan kelembagaan dan juga manajemen akademik. Rektor Unwaha menyampaikan besar harapan dari pihaknya dengan adanya kerjasama itu bisa belajar banyak hal dari UIN Maliki Malang. Mulai dari belajar tatanan akdemiknya, pengelolan program studi, pembinaan dosen-dosennya, serta ke depan bisa mendapatkan pendampingan serta support secara teknis bisa menaikkan animo masyarakat agar lebih berminat studi lanjut di perguruan tinggi swasta itu.
Sementara itu, Bu Alimul sapaan akrab rektor IAI Tabah Lamongan menyampaikan bahwa minat adanya kerjasama itu dilandasi adanya keinginan belajar dari UIN Maliki Malang. “Bagi kami, hal ini menjadi momen yang sangat bagus karena bisa belajar banyak ilmu dari universitas Islam Negeri sekaliber UIN Maliki Malang yang telah memiliki berbagai capaian, baik capaian prestasi dsb,. Sehingga nanti kami tidak hanya belajar tentang pengelolaan akademik namun ke depannya nanti kami juga ingin bekerjasama di bidang pengembangan sumber daya manusia(SDM)”, paparnya. Menanggapi hal tersebut, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Zainuddin,MA bersama jajaran pimpinan lainnya menerima dengan tangan terbuka atau welcome. Intinya kampus berlogo Ulul Albab di Kota Malang ini bersikap terbuka untuk menjalin kerjasama dengan instansi atau lembaga manapun. Bahkan sebelumnya UIN Maliki telah melakukan MoU dengan para pondok pesantren(Ponpes) yang sekarang tidak terhitung jumlahnya. “Tidak hanya perguruan tinggi tetapi pada kami juga ada kerjasama dengan sekolah Umum dan Madrasah namun karena pandemi jadi kunjungan dari sekolahan dibatasi”, ungkapnya. Mengakhiri sambutannya, Prof. Zain sapaan akrabnya menyampaikan secara singkat tentang pentingnya relasi. Ia berharap dengan banyaknya relasi maka akan banyak membawa manfaat bagi instansi apalagi sekarang zaman era digital dan teknologi informasi maka silaturahim melalui komunikasi itu mesti dijaga demi lancarnya kerjasama.(ptt)
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag. dalam sambutan Apel Pagi yang ke 5.
HUMAS-Apel pagi di hari Senin ini merupakan agenda rutin kedinasan yang kelima kalinya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pimpinan kampus yang berligo Ulul Albab ini bahwa yang bertugas adalah Fakultas Humaniora. Lokasi pelaksanaan apel pagi seperti yang dilakukan oleh petugas sebelumnya, yakni berada di teras depan Gedung Rektorat Ir. (HC) Soekarno.Senin(14/2)
Bertepatan dengan itu, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim MalangMalang(WR 3), Dr. Ahmad Fatah Yasin, M. Ag diberi amanah menjadi pembina apel. Dalam sambutannya, Ustadz Fatah Yasin begitu sapaan akrabnya ini menyampaikan tentang berbagai macam atau jenis tipologi pekerja. Pertama, seorang pekerja yang cerdas dan disiplin, kedua seorang pekerja yang tidak cerdas tetapi dia disiplin, ketiga seorang pekerja yang cerdas tetapi dia tidak disiplin dan terakhir yang keempat adalah seorang pekerja yang tidak rajin dan juga tidak disiplin. "Mari dan coba kita instropeksi diri masing-masing kita ini masuk pada tipologi yang mana atau nomer berapa?", ucapnya.
Para peserta upacara dari fakultas Humaniora dan Budaya dalam apel pagi ke 5
Selanjutnya, Wakil Rektor yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Program Studi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah(Kaprodi S2 PGMI) ini berharap adanya apel pagi setiap hari Senin bisa menumbuhkan jiwa dan semangat baru kepada seluruh Aparatur Sipil Negara(ASN) UIN Maliki Malang baik para dosen(tenaga pendidik) maupun para karyawan (tenaga kependidikan) bisa menjadi seorang pekerja di tipe atau model yang pertama, yakni bekerja dengan cerdas dan juga displin. "Oleh karena itu Kami para pimpinan selalu mensupport dan memotivasi kepada para jajaran di bawahnya agar selalu bekerja lebih baik dari hari kemarin, lebih baik dari minggu kemarin dari bulan kemarin dan tahun kemarin!", pungkasnya.(ptt)
Sambutan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Zainuddin, MA. dalam rangka pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., Prof. Dr. H. Agus Maimun M.Pd. dan Prof. Dr. H. Nur Ali M.Pd.
HUMAS-Masih berselang seminggu terhitung dari hari Rabu kemarin(2/2) di bulan kedua awal tahun 2022 ini, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki), kembali mengukuhkan para dosennya sebagai Guru Besar(gubes) yang baru. Kali ini ada tiga dosen yang semuanya dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan(FKIK). Prosesinya berlangsung di Aula Lt.5, Gedung Rektorat Ir.(HC) Soekarno dengan menerapkan protokol kesehatan(prokes) covid-19 yang ketat.Rabu(9/2)
yang di kukuhkan sebagai Guru Besar Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd,. Prof. Dr. H. Agus Maimun M.Pd., Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd.
Tiga gubes yang baru tersebut, yakni: Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd sebagai Guru Besar Bidang llmu Teknologi Pembelajaran, Prof. Dr. H. Agus Maimun M.Pd sebagai Guru Besar Bidang llmu Pendidikan Islam, dan Prof. Dr. H. Nur Ali M.Pd sendiri yang sekarang menjadi nahkoda FKIK UIN Maliki dilantik sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam. Rasa bangga dan syukur diungkapkan oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Zainuddin,MA. Dalam sambutannya sekaligus mewakili segenap pimpinan universitas, ia berharap program penambahan guru besar di UIN Maliki Malang tidak berhenti di sini. “Jadi pengukuhan guru besar hari ini bukanlah yang terakhir namun akan terus berlanjut dan itu akan kita galakkan melalui program yang didampingi oleh para wakil rektor serta senat UIN Maliki Malang”, ungkapnya.
Sekarang kampus Islam berlogo Ulul Albab di Malang Raya ini telah memiliki 34 guru besar dan harapannya pada tahun ini akan bertambah lagi hingga 20 guru besar atau bahkan bisa lebih dari itu. Prof. Zain sapaan akrab rektor UIN Maliki menyampaikan bahwa saat ini di kampus yang ia pimpin masih memiliki stok calon atau bakal gubes sebanyak 20 sampai 30 dosen. “Oleh karena itu, mari kita support dan beri dukungan penuh kepada para rekan dosen agar segera menyusul untuk menjadi guru besar yang baru!’, terangnya.Adanya para guru besar di UIN Maliki Malang bisa menjadi aset besar bagi kampus dalam mewujudkan program besarnya sebagai jalan menyongsong menuju World Class Islamic University.(ptt)
HUMAS-Adanya apel pagi ini merupakan tugas kedinasan dari Kementrian Agama yang diberikan kepada rektor sebagai pimpinan Perguruan tinggi seperti UIN Maliki ini bahkan seluruh satuan kerja(satker) yang berada di bawah naungan Kemenag RI. Sesungguhnya baik PNS maupun Non-PNS itu adalah ASN sehingga memiliki hak dan kewajiban yang sama. Jangan sampai dari kita ini hanya menuntut haknya namun juga harus memenuhi segala kewajibannya sebagai ASN. Hal inilah yang disampaikan oleh Wakil Rektor bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan(AUPK) UIN Maliki Malang Dr. Ilfi Nurdiana, M. Si saat menjadi Pembina Apel di agenda rutin setiap senin pagi yang diselenggarakan di teras depan gedung Rektorat, Ir. (HC) Soekarno.Senin(7/2)
Ning Ilfi begitu sapaan akrab dari WR bidang AUPK UIN Maliki ini menyampaikan bahwa baik PNS maupun Non-PNS itu adalah ASN. Oleh karena semuanya diperlukan sama baik hak dan kewajibannya sehingga para ASN khususnya di UIN Maliki Malang harus melaksanakan tugas kedinasan, salah satunya yakni apel setiap pagi di hari Senin. Menurutnya, bisa hadir dan menjalankan apel pagi merupakan kesempatan berharga. Sehingga harapan ke depan pelaksanaan apel pagi bisa dilakukan di setiap fakultas. "Apabila apel pagi seperti ini bisa dilakukan di setiap fakultas/satker lainnya maka pimpinan fakultas misalnya, bisa memberikan arahan, melakukan monitor ataupun evaluasi setiap minggu sehingga kinerja tidak akan terputus", terangnya.
Mengakhiri sambutannya, Ning Ilfi mengajak seluruh warga dan sivitas akademik untuk bersemangat melakukan kedisplinan diri masing-masing sesuai dengan ketentuan atau aturan yang berlaku. "Mari kita bersama-sama mematuhi aturan yang ada agar ASN UIN Maliki Malang bisa menjadi teladan, tidak hanya sikap tetapi juga perilaku dan kinerjanya!", pungkasnya.(ptt)