Daftar Kategori: Berita


UIN MALIKI BEKALI PELATIHAN PEKERTI
Fatkhul Ulum Rabu, 17 November 2021 . in Berita . 469 views
3455_pekerti.jpg
HUMAS. Rektor UIN Maliki Malang Prof.Dr.H.M.Zainuddin, M.A. membuka acara Pembekalan Pelatihan Pekerti di Gedung Rektorat Lt 5 (Rabu,17/11)

UIN Maliki Gelar Pembekalan Pelatihan PEKERTI

HUMAS-Lembaga Penjaminan Mutu(LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) mengadakan pembekalan kegiatan pelatihan pekerti untuk para dosen muda. Agenda yang terlaksana atas kerjasama dengan Universitas Negeri Malang (UM) ini secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA di Ruang Aula Lt. 5, Gedung Rektorat Ir. (HC) Soekarno.Rabu(17/11)

3457_pekerti.jpg

Menindaklanjuti laporan pelaksanaan dari pelatihan pekerti tersebut diwakili oleh Kabiro bidang Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (AAKK), Dr. H. Barnoto. Dalam sambutannya, Barnoto menyampaikan beberapa perihal tentang pentingnya daripada pelatihan pekerti tersebut. Secara singkat ia juga menginformasikan terkait jadwal pelaksanaan pelatihannya. "Pelatihan ini secara resmi akan dibuka oleh Rektor dan setelah itu dimulainya pelatihan minggu depan, yakni selama satu minggu mulai Senin-Sabtu(22-27/11) bertempat di Kampus UM", paparnya. Oleh karena itu, Kabiro yang sebelumnya menjabat di AUAK IAIN Kediri itu menghimbau agar para peserta menyiapkan diri dan segala kebutuhan yang diperlukan selama mengikuti pelatihan pekerti nanti.

3456_pekeri.jpg
Sambutan Kabiro bidang Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (BIRO AAKK), Dr. H. Barnoto dalam acara pembekalan pelatihan PEKERTI

Kemudian dalam arahannya, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Zainuddin, MA menyampaikan bahwa adanya pelatihan pekerti itu sangat penting karena hal itu merupakan bagian dari implementasi dari Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. UU tersebut menegaskan bahwa guru dan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lainnya yang dipersyaratkan satuan Pendidikan tinggi tempat bertugas serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sehingga Prof. Zain sapaan akrabnya ini berharap semua peserta dapat mengikuti pelatihan pekerti itu dengan sebaik-baiknya. "Saya minta semua dosen yang hadir ini sebagai peserta bisa intens, istiqomah dan amanah selama mengikuti pelatihannya hingga pada akhirnya bisa memiliki sertifikat sebagai dosen/tenaga pendidik yang sesuai dengan UU no. 14 tadi!", ujarnya. Mengakhiri sambutannya, Prof. Zain mengucapkan selamat mengikuti pelatihan kepada para peserta dan mendoakan agar semuanya diberikan kesehatan lahir batin.(ptt)

Lebih Lanjut »
KUPAS TUNTAS SOAL MODERASI BERAGAMA, PSMB UIN MALIKI GELAR WEBINAR
Abadi Wijaya Rabu, 17 November 2021 . in Berita . 7235 views
3450_k.jpg


HUMAS-Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosial Budaya UIN Maulana Malik Ibrahim (PSMB UIN Maliki) menggelar webite seminar (webinar) dengan mengusung tema "Wasathiyah Fi Al-Islam: Antara Teori dan Praktik". Tidak tanggung-tanggung, Pusat Studi yang berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat(LP2M) ini menghadirkan tiga narasumber yang ahli, mumpuni dan berkompetensi di bidang tersebut, yakni:KH. Makhruf Khozin, Dr. Aep Saepulloh Darusmanwiati, MA dan Muhammad Yahya, Ph.D. Selasa(16/11)

3451_z.jpg

Latarbelakang diadakan webinar kali ini, yakni karena sampai sekarang sebagian besar kalangan masyarakat atau bangsa Indonesia belum begitu paham tentang hakikat moderasi beragama. Sehingga dari berbagai perspektif yang ada dan berbeda-beda memunculkan pemahaman yang keliru. Ada yang mengartikan moderasi beragama dengan mensejajarkan sikap liberal hingga mengabaikan norma-norma yang berada di dalam ajaran agamanya sendiri, dsb. Oleh karena itu melalui webinar ini akan dibahas secara detail baik dari segi teori-teorinya hingga prakteknya.

3452_bn.jpg


Pada kesempatan sebelum dibuka secara resmi webinar tersebut, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Zainuddin, MA memberikan apresiasi tinggi. Ia sangat mensupport adanya kajian atau forum semacam webinar tentang moderasi beragama. Sehingga besar harapan dari Profesor asal Bojonegoro ini agar di akhir acara webinar bisa merumuskan beberapa hal yang terkait dengan model desiminasi moderasi beragama, khususnya di perguruan tinggi.

3453_ags.jpg


Kemudian dalam sambutannya, Ketua LP2M, Dr. Agus Maimun, M. Pd. menyampaikan pentingnya moderasi beragama. Dapat dikatakan bahwa pada dasarnya kita berbicara moderasi agama berarti berbicara tentang khazanah intelektual pesantren, terutama kitab kuning, Kitab kuning sebagai dari inti intelektualitas pesantren menjadi pemahaman yang dinamis. Bagi pesantren, sudah terbukti menampikan wajah Islam yang ramah tanpa marah serta toleran tanpa kebencian. Namun, tantangan yang dihadapkan masa ini terutama di media massa adalah menjamurnya informasi tentang Islam-islam yang tidak mengapresiasi Islam moderat. “Saya kira kita perlu hati-hati menangkal berbagai pendapat, terutama yang mentuhankan pendapatnya sendiri, merasa lebih benar, paling punya dalil, merasa paling absah menjadi penguasa tunggal dalam menerjemah bahasa agama kepada masyarakat dan sebagainya", paparnya.

3454_dt.jpg


Lanjut masih dari Agus Maimun, bahwa hal itu seakan-akan orang lain dalam menerjemahkan bahasa agama tidak punya dalil dan cenderung dianggap pelaku bid’ah. "Nah, inilah tantangan kita bagaimana bisa memberikan jawaban terhadap anggapan tersebut sehingga menunjukkan bahwa islam washatiyah juga berlandaskan pada ajaran agama yang benar. ” jelasnya.
Sementara itu menurut KH. Makhruf Khozin, saat penyampaian materinya, menjabarkan bahwa tengah-tengah atau washatiyah banyak disebutkan dalam al-Qur’an seperti bagaimana tidak terlalu pelit dan tidak terlalu boros, tetapi hemat dan tidak sombong dan tidak rendah diri tetapi tawadhu dalam akhlak. Kemudian, Makruf Khozin juga menjelaskan cara beragama dalam realitanya dengan lintas agama bahwa dalam beribadah itu sudah jelas seperti dalam ayat lakum dinukum wa liyadiin, dalam segi sosial boleh bersepakat atau muamalah seperti jual beli. Lalu ada ranah tengah-tengah dimana beberapa hal ada yang membolehkan, ada nada juga yang melarang seperti ucapan selamat kepada beda keyakinan, do’a lintas agama. “Di situ akan ditemukan kemana keilmuan itu akan condong, tapi tidak sampai dari mereka ini kemudian membawa ke ranah ibadah, tidak sampai ke ranah betul-betul ritualnya. Hanya di tengah-tengah itu,” jelasnya. KH. Makhruf juga menjelaskan moderat dalam bernegara, yakni daulah islamiyah dimana negara dengan sistem agama, secara sistem negara tidak menggunakan sistem islam meskipun mayoritas pendudukanya islam seperti Indonesia dan pemisahan antara agama dan negara.
Kemudian narasumber kedua, Dr. Aep Saepullah Darusmanwiati, MA. menjelaskan makna wasath dari ayat-ayat al-Quran dan juga beberapa pendapat ulama, seperti kata wasatho dan wustho dalam surat al-Baqarah ayat 143 dan ayat 238 serta pendapat imam as-Syafii dan imam at-Thabari. “Ini memperkuat bahwa washatiyah adalah hal yang diinginkan dalam agama kita tercinta,” jelasnya.
Washatiyah dalam agama ini mencakup dalam semua aspeknya, baik dalam ranah aqidah, syari’ah dan akhlak atau tasawuf. Kemudian, menurut Dr. Aep bahwa ciri menuju washatiyyah adalah sanadnya harus nyambung kepada guru baik ilmu riwayahnya atau tasawufnya, penguasaan ilmu alat, ushul fiqh dan ilmu bahasa, pematangan ilmu maqosid syariah, menurunkan ayat-ayat al-Quran sesuai azbabun wurud, menghormati ummat Nabi Muhammad SAW, orang yang ingin berijtihad harus kepada ahli di bidangnya, mengambil faedah turats dari ulama dahulu kala namun mengungkap peluang konteksnya yang berbeda dengan terdahulunya dan memilih hukum sesuai dengan keadaan.
Sedangkan, untuk materi terakhir dari Muhammad Yahya, Ph. D lebih menjurus pada praktek daripada moderasi beragama di Indonesia. Di awali dengan penjelasan singkat terkait isu sentral tentang moderasi agama di Indonesia, khususnya di wilayah Kementerian Agama RI.
Dilanjutkan dengan contoh-contoh model moderasi beragama hingga mampu menyimpulkan rumusan secara umum terkait moderasi beragama. "Jadi maksud dari moderasi beragama adalah cara pandang, sikap dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama, yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan Umum berdasarkan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa."jelasnya.
Lanjut masih kata Ustadz Yahya, sapaan akrabnya itu menambahkan bahwa keberhasilan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat Indonesia dapat terlihat dari tinggi rendahnya empat indikator berikut : Komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penerimaan terhadap tradisi.(alf/ptt)

Lebih Lanjut »
SYARI'AH ADAKAN SEMINAR INTERNATIONAL
Fatkhul Ulum Rabu, 17 November 2021 . in Berita . 391 views
3448_seminar-internasional.jpg
OPENING : Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A. (dua dari kiri) saat menghadiri pembukaan seminar International dengan Negara Brunaidarussalam dan Korea Selatan. Rabu (17/11).

HUMAS-Rabu, 17 November 2021.Fakultas syari'ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak mau ketinggalan dengan fakultas lain dalam menggalang kerjasama dengan Negara lain. kerjasama ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan yang lebih bagi para dosen dan karyawan serta para mahasiswanya. hal ini dituangkan dalam bentuk kerjasama di bidang akademik atau MoU yang dibangun antara Fakultas Syari'ah dengan Negara Brunaidarussalam dan Negara Korea Selatan.

3449_seminar-internasional.jpg


adapun MoU yang dibangun dalam bidang akademik dengan Negara tersebut adalah :
1. Internship.
2. Riset dan Publikasi Ilmiah
3. Student,staff, dan lecture exchange
4. Sharing information and source about muslim development in Korea and Indonesia
5. Double Degre.

Selain manifestasi perluasan jejaring Akademik, kegiatan ini juga merupaakan wadah aktualisasi diri bagi mahasiswa International Class Program.adapun pemakalah yang akan hadir dipilih dari kalangan mahasiswa International Class Programe.

 

Lebih Lanjut »
MANFAAT BAGI PENGELOLA JURNAL
Iffatunnida Selasa, 16 November 2021 . in Berita . 1304 views
3445_eval2.jpg
Ketua LP2M, Dr. Agus Maimun memberikan sambutan pra pembukaan kegiatan evaluasi jurnal


GEMA-Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Agus Maimun memberikan dukungannya pada pelaksanaan kegiatan Hasil Evaluasi Menuju Peningkatan Kualitas Jurnal Ilmiah di Ruang Meeting lt.3 Gedung Rektorat, Selasa (16/11). Di hadapan para pengelola jurnal, ia menyatakan bahwa banyak sekali nilai manfaat yang bisa diraih ketika mengelola jurnal ilmiah. "Tidak hanya untuk diri para pengelola, tapi juga memberi imbas pada prodi, fakultas, dan tentunya universitas," imbuhnya.
Ia menuturkan bahwa kegiatan pengelolaan jurnal ilmiah seharusnya dimuarakan pada upaya peningkatan akreditasi prodi dan institusi. Ketika kualitas suatu jurnal meningkat, maka nilai suatu prodi akan naik. "Hal tersebut tentunya akan berimbas positif pada akreditasi dan juga imej universitas sebagai pengembang keilmuan," jelas Agus Maimun.
Selanjutnya, pihak LP2M akan terus memantau perkembangan jurnal-jurnal di UIN Malang. Baik itu yang masih merintis, yang telah terakreditasi nasional, maupun yang menuju reputasi internasional. Tak hanya itu, LP2M juga akan memotivasi para dosen di UIN Malang untuk giat menulis. "Khususnya para dosen muda yang pastinya masih semangat dan produktif untuk mengembangkan keilmuannya," paparnya. (nd)

Lebih Lanjut »
SUSUN PEDOMAN KEPELATIHAN UKM
Abadi Wijaya Selasa, 16 November 2021 . in Berita . 570 views

 

3447_ukm.jpg

HUMAS-Unit Bagian Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan penyusunan buku pedoman kepelatihan bagi organisasi kemahasiswaan atau biasa disebut Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM). Kegiatan ini diikuti 34 pelatih UKM yang terdaftar di Unit bagian Kemahasiswaan dan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kepala Biro(Kabiro) AAKK, Selasa (16/11).

Kegiatan dibuka oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Zainuddin, M.A. Dalam arahannya, ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangatlah penting agar sesuai dengan roadmap UIN Maliki Malang, yakni unggul dan bereputasi Internasional. Oleh karena itu, Prof. Zain begitu sapaan akrabnya ini berharap dengan diadakannya forum itu dapat digali berbagai macam minat bakat mahasiswa yang ada di UKM, kemudian dalam penyusunan buku pedomannya mesti sesuai dengan standar kepelatihan yang ada hingga nantinya dapat menghasilkan berbagai prestasi baik ditingkat nasional maupun Internasional.

Sementara itu Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Dr. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag. menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mensinergikan pelatih-pelatih dengan bahan penyusunan pedoman yang berlaku sehingga nantinya para mahasiswa bisa menjalani pelatihan dengan baik dan mampu meraih capaian prestasi baik tingkat Nasional maupun Internasional.(Ulm/*)

Lebih Lanjut »
MUTU JURNAL DI UIN MALANG DIEVALUASI
Abadi Wijaya Selasa, 16 November 2021 . in Berita . 766 views
3444_eval.jpg

GEMA-Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar workshop evaluasi mutu jurnal ilmiah bagi pengelola jurnal di lingkungan UIN Maliki Malang, Selasa (16/11).

3443_opening.jpg


Kepala Pusat Publikasi Ilmiah Dr. M. Anwar Firdausy, M. Ag dalam sambutannya menjelaskan bahwa menjadi pengelola jurnal tidaklah muda, setiap pengelola harus siap “gila”. Dengan tanggung jawab yang berat dan honorarium yang tidak seberapa setiap pengelola jurnal dituntut harus bisa menjaga mutu jurnal yang berkualitas, mulai dari substasi artikel jurnal, manajemen pengelolaannya, hingga persoalan SDM yang dimilikinya. “Artikel yang baik butuh manajemen yang baik, dan manajemen yang baik butuh SDM yang bermutu,” tegasnya.
Dia melanjutkan, prestasi universitas akan selalu dilihat dari kualitas jurnalnya. Semua perguruan tinggi saat ini saling berlomba menuju jurnal yang yang terakreditasi di Sinta hingga terindek Scopus. “Sebagai pengelola jurnal dipaksa untuk memberikan jurnal yang bermutu dan terindek scopus,” pungkasnya.
Ketua LP2M UIN Maliki Malang Dr. Agus Maimun, M.Pd dalam sambutannya juga meminta untuk semua pengelola jurnal di UIN Maliki harus tetap semangat meskipun gaji bagi pengelola sangat kecil, jadikan pengabdian bapak ibu sebagai pengelola jurnal sebagai ibadah.
Saat ini, diakui atau tidak di perguruan tinggi ternama yang dicari bukan rektornya akan tetapi para pengelola jurnalnya yang sudah terindek Scopus. “Saya sudah keliling kampus, dan yang banyak dicari para pengelola jurnal,” paparnya.
Saya berharap, workshop ini bisa memberikan nilai tambah, paling tidak para pengelola jurnal di lingkungan UIN Maliki Malang bisa melakukan evaluasi diri terkait subtansi mutu jurnal hingga persoalan manajemen pengelolaannya. “Semua pengelola jurnal di perguruan tinggi saat ini saling berlomba menuju jurnal yang bereputasi internasional,” jelasnya.
Secara akademik, jurnal itu sebagai media untuk menyampaikan ide dan gagasan dari para dosen dan peneliti agar hasil researchnya bisa di publikasikan dan dibaca oleh masyarakat secara luas. Sekarang ini orang butuh jurnal yang bermutu, pasalnya antara penulis dan pengelola saling memberikan nilai tambah saat proses akreditasi program studi maupun institusinya. “Semua harus bermuara untuk meningkatkan prodi dan institusi, jika tidak, kita yang akan rugi!,” tegasnya.
Workshop ini merupakan rangkain kegiatan terakhir di tahun 2021, dan semoga acara peningkatan mutu jurnal seperti ini bisa di lanjutkan di tahun 2022 mendatang. “Krena kegiatan seperti ini sangat membantu meningkatkan mutu jurnal yang bereputasi di UIN Maliki Malang,” pungkasnya.

Lebih Lanjut »
PAKSA DIRI JADI PENGELOLA YANG 'GILA'
Iffatunnida Selasa, 16 November 2021 . in Berita . 747 views
3442_eval1.jpg
Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Ketua LP2M membuka kegiatan evaluasi jurnal

GEMA-Kepala Pusat Publikasi Ilmiah M. Anwar Firdausy membuka kegiatan Hasil Evaluasi Menuju Peningkatan Kualitas Jurnal Ilmiah di Ruang Meeting lt.3 Gedung Rektorat, Selasa (16/11). Ia mengungkapkan bahwa tidak akan mudah mengelola jurnal ilmiah. Apalagi jika masih merintis. Maka, ia menegaskan agar para pengelola sungguh-sungguh mengurus jurnal yang diamanahkan. "Kalau perlu sampai kita gila dengan pengelolaan jurnal," imbuhnya.
Ia melanjutkan, kegiatan ini akan sangat berbeda dengan kegiatan pengembangan mutu jurnal yang pernah diadakan sebelumnya. Pengelola jurnal tidak akan menerima materi, namun langsung mendapat evaluasi sesuai terbitan. "Jadi kita tahu apa yang harus diperbaiki secara manajemen dan juga substansi," tutur Dosy, sapaan akrabnya.
Acara yang berlangsung selama sehari penuh ini diikuti oleh para pengelola jurnal di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebulan sebelumnya, Pusat Publikasi Ilmiah telah meminta para pengelola untuk mengajukan jurnalnya sebagai bahan evaluasi. Para evaluator merupakan pakar di kancah jurnal ilmiah di Indonesia, yakni Prof. Dr. Istadi dan Eko Didik Widianto, MT dari Universitas Diponegoro, Semarang. (nd)

Penulis: Iffatunnida

Fotografer: Abadi Wijaya

Lebih Lanjut »
LPM UIN MALIKI GELAR PELATIHAN AKREDITASI INTERNASIONAL FIBAA
Fatkhul Ulum Senin, 15 November 2021 . in Berita . 506 views
3441_fiba.jpg

HUMAS-Lembaga Penjaminan Mutu(LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) menggelar pelatihan/workshop Akreditasi Internasional FIBAA (Foundation for International Business Accreditation). FIBAA ini merupakan agen Eropa yang berorientasi internasional untuk penjaminan dan pengembangan kualitas dalam pendidikan tinggi. Pelatihan yang berlangsung selama empat hari Senin-Kamis(15-18/11) ini diadakan tidak lain tujuannya sebagai salah satu bentuk mendukung terwujudnya visi universitas yakni unggul dan bertaraf internasional. Acaranya bertempat di Meeting Room LPM dan Ruang Sidang Senat, Lt. 4, Gedung Rektorat. Senin(15/11) 

Menurut Wakil Rektor bidang Akademik UIN Maliki Malang, Prof. Umi Sumbullah terkait kunci suksesnya proses akreditasi Internasional bagi sebuah instansi, yakni faktor penyelesaian dokumen. Oleh karena itu, Prof. Umi begitu sapaan akrabnya berharap kepada semua peserta workshop selama beberapa hari kedepan didampingi tim FIBAA untuk fokus mempelajari berbagai kriteria dan mengumpulkan bagian berkas dokumen akreditasi agar sesuai dengan standar internasional yang telah ditentukan. 

Sementara itu dalam arahannya Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Zainuddin, MA tidak jauh berbeda memiliki harapan yang besar bahwa kehadiran tim FIBAA mampu membantu dan mendampingi sekaligus menilai seberapa jauh prosentase capaian UIN Maliki untuk menuju akreditasi internasional. Penilaiannya mungkin bisa dimulai dari sumber daya manusia (SDM), banyaknya program studi(prodi) terakreditasi A, jumlah guru besar, jurnal internasional/terindek Scopus, dsb. 

Sehingga, Prof. Zain sapaan akrab Rektor UIN Maliki ini menghimbau kepada seluruh peserta workshop yang terdiri dari para kepala program studi(kaprodi) dan para sekretaris prodi(sekprodi) untuk memanfaatkan peluang berharga itu dengan sebaik-baiknya. "Saya ingin Bapak/ibu peserta workshop ini bisa hadir secara intens, mendengarkan dan belajar bersama tim dari Malikal Institut dari awal hingga akhir! ", pungkasnya.(ptt)

Lebih Lanjut »
WAMENAG RI RESMI AKHIRI PWN 2021 PALEMBANG
Fatkhul Ulum Sabtu, 13 November 2021 . in Berita . 400 views
3440_tutup.jpg

HUMAS- Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI) H. Zainut Tauhid Saadi secara resmi menutup kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) tahun 2021 di Jakabaring Sport City, Palembang.Sabtu(13/11) 

Dalam arahannya, Waakil Menteri Agama menyampaikan bahwa sebagai anggota Pramuka mesti selalu waspada terhadap paham Radikalisme dan Ekstremisme. Karena kedua paham itu menjuruskan sasaran utamanya adalah generasi muda. Apalagi di era zaman saat ini, tantangannya begitu rumit hal itu terbukti dengan menjamurnya intoleransi radikalisme dan ekstremisme yang dibumbui dengan maraknya berita bohong dan ujaran kebencian di berbagai media, baik media cetak, elektronik dan juga media sosial/medsos.

Menurut Wamenag, para generasi muda merupakan kelompok yang masih dianggap cukup rentan untuk dijadikan sasaran dan diincar oleh para penyebar fitnah radikal, terutama dalam kematangan ideologi dan sikap keberagamanya.

Oleh karena itu, Zainur berharap agar seluruh anggota pramuka menjadi orang yang cerdas. Cerdas yang dimaksud antara lain: cerdas dalam menerima informasi dan harus memiliki pemahaman yang moderat. "Gerakan Pramuka secara tidak langsung bisa menjadi sarana strategis untuk melakukan tabayyun ataupun cek and ricek. Dan pada posisi inilah para anggota pramuka akan memiliki pemahaman agama moderat seperti halnya yang dipelajari di kampus", pungkasnya.(ulm/*)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up