Rapat terbuka senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dalam rangka memperingati hari lahir ke-60 tahun
GEMA-Senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengekar rapat terbuka senat dalam rangka memperingati hari lahir UIN Malang yang ke-60 tahun. Kamis (28/10).
Ketua Senat UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan. M.Ag menjelaskan HUT Ke-60 kali ini bertajuk 'Menjadi kampus unggul dan bereputasi internasional', tentu tema ini menjadi harapan kita bersama untuk kemajuan UIN Malang.
Menjadi kampus unggul tentu tidak bisa di lepas dari mutu layanan dan sistem akademik yang baik, pemerintah ousat telah memberikan keleluasaan kepada setiap perguruan tinggi, dengan takeline kampus merdeka belajar sebagai penanda dan peluang bagi setiap perguruan tinggi untuk berupaya meningkatkan daya saing yang tinggi. "Ini peluang bagi pengelola perguruan tinggi untuk mengembangkan mutu pendidikannya," paparnya.
Selain itu, menjadikan kampus ini unggul dan bereputasi internasional yang memiliki daya saing tinggi tentu dibutuhkan kerja keras untuk membangun image trust yang positif kepada masyarakat. "Alhamdulillah UIN Malang telah menjadi kampus terbaik dan telah terakreditasi A, ini harus terus dipertahankan," paparnya.
Diakhir sambutannya, Prof. Muhtadi mengajak seluruh anggota senat untuk berdoa bersama agar di hari lahirnya yang ke-60 ini semakin berkah dan terus memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. "Selamat hari ulang tahun yang ke-60 dan semoga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin unggul dan menjadi kampus yang bereputasi internasional" tutupnya.
HUMAS-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Lomba Qiro’atul Kutub (Qirtub) hadir menyemarakkan HUT UIN Maliki ke-60 di tahun 2021 ini. Lomba Qirtub ini sangat meriah meski dilaksanakan melalui dalam jaringan (daring) karena memang kondisi masih pandemi covid-19. Lomba berlangsung selama dua hari Selasa-Rabu(26-27/10) bertempat di beberapa ruang perkuliahan Gedung B, sesuai kategori kitab yang dilombakan.Rabu(27/10)
Lomba Qirtub yang pertama sukses dalam memeriahkan HUT UIN Maliki karena antusiasme peserta dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa, Sumetera dan daerah lainnya. Lomba yang berfokus kepada membaca kitab kuning ini terdiri dari tiga kategori sesuai dengan kitab yang dilombakan, yakni kitab Sulamut Taufiq, Fathul Mu’in dan Fathul Qorib. Namun sebagai salah satu syaratnya, yakni peserta yang dapat mengikuti lomba ini harus berusia maksimal 20 tahun.
Kriteria penilaian dalam lomba ini mencakup harokat, I’rob, mufrodat dan kandungan. Salah satu juri lomba Qirtub ini, kategori lomba baca Kitab Fathul Qorib, yakni Dr. Abdul Aziz, M. Pd memberi kesan bahwa peserta yang ikut lomba ini beragam dan unik sekali karena peserta terbiasa mengartikan kitab kuning dengan Bahasa Jawa, jadi ada beberapa peserta bingung ketika disuruh mengartikan salah satu mufrodat ke dalam Bahasa Indonesia. “Lomba Qiro'atul Kutub ini bagus untuk memberikan penghargaan kepada santri-santri yang mampu membaca kitab kuning dan juga menjadi media kepada pesantren yang berkaitan dengan membaca kitab kuning serta mengenalkan bahwa UIN Maliki mempunyai tekad untuk menjaga khazanah keilmuan pesantren,” ujarnya.
Kesuksesan lomba qirtub pada HUT UIN Maliki ini memberikan nilai positif tidak hanya kepada kampus UIN Maliki sendiri, tetapi juga kepada masyarakat luas, terutama para santri. Aziz berharap lomba ini bisa menjadi tradisi baru di kampus UIN Maliki. “Lomba ini akan dilaksanakan di tahun-tahun selanjutnya agar dapat menjaga tradisi pesantren dan melatih para santri untuk membaca kitab kuning dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar,” pungkasnya.(alf/*)
GEMA-Di hari ulang tahun yang ke-60 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar khitan gratis bagi masyarakat, pelaksanaan khitan gratis ini sebagai salah satu bentuk pengabdian UIN Malang kepada masyarakat, Rabu (27/10).
Acara khitan yang berlangsung di Klinik Ummi ini di tangani langsung oleh tim dokter dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Malang. Tampak hadir Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nur Dianah, M.Si, Wakil rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Isroqunnajah, M. Ag. serta para panitia dan tamu undangan.
Dalam sambutannya Dr. Ilfi Nur Dianah menegaskan bahwa pelaksanaan khitan masal ini sudah menjadi agenda tahunan di UIN Malang, pasalnya pelaksanaan khitan gratis di UIN Malang sangat dinati oleh warga sekitar, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. "Alhamdulillah, Poli Ummi UIN Malang sudah beberapa kali melaksanakan proses khitan gratis dan selalu disambut baik oleh warga sekitar," tuturnya.
Sementara itu, Dr. Isroqunnajah dalam tausiah singkatnya mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan, untuk menjaga kesucian bagi laki-laki muslim salah satunya melalui proses khitan seperti yang di lakukan pagi ini. "Khitan itu untuk menjaga kesucian dan kebersihan, sesuai dengan apa yang telah di contohkan oleh nabi Ibrahim," terangnya. Semoga, tambah dia, proses pelaksanaan khitan ini berjalan lancar dan mereka yang di khitan dijadikan anak yang salih, berbakti kepada kedua orang tuanya dan berguna bagi agama nusa dan bangsa. "Khitan menjadi salah satu syariat Islam yang harus ditunaikan bagi laki-laki," Usai acara, para peserta khitan mendapatkan bingkisan dari El-Zawa UIN Maliki Malang
UIN MALANG-Karena HUT ke-60nya berdekatan dengan Hari Santri Nasional 2021, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan agenda khusus bagi santri-santri di berbagai pondok pesantren. Agenda kompetisi Kitab Kuning dijadwalkan paling awal, Selasa (26/10). Menurut Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., pihak universitas ingin memberi apresiasi bagi santri yang pandai membaca kitab-kitab Islami klasik serta yang memiliki hafalan nadhom. Nantinya, para pemenang pertama hingga ketiga di kedua lomba ini akan diberi kemudahan untuk registrasi studi di UIN Malang di program studi keagamaan. Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr. Isroqunnajah, M.Ag. menambahkan, lomba yang digelar disesuaikan dengan dunia santri. Kita-kitab serta nadhoman yang diperlombakan ialah Fathul Qorib, Alfiyah, Imrithu, dan Aqidatul Awam. Sementara itu, Ketua Pelaksana HUT UIN Malang Dr. Nur Ali mengungkapkan, pihak kampus juga mengadakan penulisan Book Chapter dengan tema “Santri Penggerak, Santri Merdeka”. Adapun sub-tema dalam buku berkaitan dengan santri di era pandemi, santri dan bonus demografi, santri milenial di era society 5.0, transformasi pesantren, Indonesia di mata santri dan problem sosial. “Book Chapter ini sebagai wadah untuk menuangkan gagasan para santri, dosen, mahasiswa dan alumni lewat karya yang berkualitas”, tegas Nur Ali.
UIN MALANG-Perayaan HUT ke-60 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berdekatan dengan Hari Santri Nasional (HSN) 2021. Karenanya, kampus menyelenggarakan beragam acara. Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si. menyatakan akan ada banyak kegiatan untuk mengasah kompetensi sivitas akademik, kegiatan spiritual, dan juga sosial. Rangkaian acara dibuka pada pelaksanaan Upacara HSN 2021 secara virtual pada 22 Oktober lalu. Selanjutnya, masih kata Ilfi, pihak kampus mengadakan beberapa perlombaan bertema keagamaan, kreativitas, juga desain. Antara lain ialah Lomba Baca Kitab Kuning, Lomba Hafalan Nadhoman, Lomba Konten Video Kreatif, Desain Logo dan Maskot. Seluruh lomba tersebut dilaksanakan daring. Pihak kampus juga mengadakan bakti sosial berupa Khitan Massal. Panitia akan mengumpulkan peserta dari masyarakat sekitar kampus selama seminggu. “Acara khitanannya sendiri akan dihelat pada 27 Oktober bertempat di Klinik UMMI,” jelas Dr. Nur Ali, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Pada 28 Oktober, Khotmil Quran dan Doa Bersama juga masuk dalam agenda. Pada kesempatan itu, pihak kampus berharap agar seluruh sivitas akademik bersama-sama mendoakan UIN Malang yang sedang menuju international recognition. Sehingga, nantinya target menjadi PTKIN yang unggul dan bereputasi internasional akan tercapai tidak lama lagi.
HUMAS-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) pada tahun ini dipercaya menjadi tuan rumah atas pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Dasar ( TES SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di wilayah Jawa Timur. Lokasi tes SKD yang berlangsung selama lima hari kedepan, Senin-Jumat(25-29/10) ini berada di gedung Sport Center(SC) UIN Maliki. Senin(25/10)
Kabiro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Maliki Malang, Drs. H. Mahfudz Shodar, M. Ag mewakili tim panitia lokal di kampus berlogo Ulul Albab tersebut dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Badan Kepegawaian Kanreg II, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur kepada UIN Maliki untuk menjadi tempat penyelenggaraan Tes SKD CPNS Formasi tahun 2021. Ia berharap pelaksanaan tes yang akan diikuti lebih dari 2.500 peserta tersebut bisa berjalan dengan baik, lancar dan sukses serta aman tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 yang ketat.
Selain itu ia juga berharap kepada seluruh peserta tes SKD untuk bisa mengikuti segala aturan yang berlaku yang telah ditentukan sehingga agar semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Menurut Kabiro kelahiran asal Lamongan ini, tes SKD merupakan serangkaian tahapan tes CPNS yang harus dilalui untuk bisa menuju tes selanjutnya, sehingga diharapkan peserta bisa meraih poin sesuai passing grade yang telah ditentukan atau bisa melebihinya. "Semoga anda semua, para peserta tes SKD ini bisa mengikuti tes dengan baik dan sukses sehingga bisa lolos menuju tes berikutnya", pungkasnya. (ptt)
HUMAS-Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki) semakin giat dalam membina sekaligus menjalin keharmonisan antar anggotanya meski saat ini masih masa pandemi covid-19. Buktinya, bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1443 H ini, DWP UIN Maliki mengadakan agenda silaturahmi yang diisi dengan membaca dan melantunkan bersama Sholawat Nabi. Acara yang mengusung tema Momentum Maulid Nabi untuk Mempererat Tali Silaturahim di Tengah Pandemi itu bertempat di Gedung Laktasi, Kampus I UIN dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Selasa(19/19)
Prosesi pembacaan dan melantunkan bersama sholawat Nabi dipandu serta didampingi oleh para pengurus DWP dari divisi Sosial Budaya(Sosbud). Acara pun berjalan lancar dan penuh khidmat. Kemudian pada kesempatan itu juga ada sesi pelatihan keterampilan membuat tas behel. Sesi itu dipresentasikan oleh Bu Zulia Hidayatul Laly. Materinya didapat dari pengalaman belajar beliau ketika mengikuti workshop yang diadakan oleh DWP Kota Malang sebulan yang lalu.
Sementara itu, saat memberikan sambutan, Hj. Shofiyah Zainuddin, Ketua DWP UIN Maliki Malang menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh semua pengurus serta anggota DWP UIN Maliki Malang, diantaranya:
Pertama, Bu Shofi, begitu sapaan akrabnya itu berharap agar DWP UIN Maliki Malang segera menyusun schedule kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun dan hal tersebut merupakan tugas yang diamanahkan pada bagian kesekretariatan DWP.
Kedua, menetapkan bersama terkait agenda pertemuan rutin DWP UIN Maliki Malang setiap sebulan sekali yakni pada hari Rabu di Minggu kedua.
Ketiga, dalam menindaklanjuti undangan dari DWP Kota Malang, dipilihlah Bu Mukhtamaroh sebagai perwakilan delegasi dari DWP UIN Maliki untuk hadir pada pertemuan rutin yang akan diisi "Pelatihan Hand Painting dengan Media Hijab". Agenda tersebut dilaksanakan pada Kamis(21/10), bertempat di Ruang Srikandi, Lt. 2 Gedung Kartini yang beralamatkan di Jl. Tangkuban Perahu No. 1/B, Kota Malang.(ptt)
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) mengadakan kajian rutin di hari Jumat. Pada pekan kedua bulan Oktober ini diisi dengan sholawatan, bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Agenda kali ini menjadi sangat spesial karena menghadirkan salah seorang budayawan ternama di Nusantara, yakni sang Celurit Emas, K.H. Zawawi Imron. Acara yang mengusung tema Kajian Makna dan Tradisi Shalawatan ini dilaksanakan secara luring di lobi rektorat Lt. 1 dan juga bisa diikuti secara virtual dimana pun berada. Jumat(15/10)
Hadir saat acara Prof. Zainuddin,MA, Rektor UIN Maliki Malang, para wakil rektor, para dekan dan juga perwakilan dosen. Di samping itu, dimeriahkan juga oleh grup banjari dari Pusat Bahasa UIN Maliki Malang yakni Al Markazi.
Menyambut awal acara, Prof. Zain sapaan akrab Rektor UIN Maliki menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah menjadi tradisi kampus. Narasumbernya tidak hanya dari golongan akademisi dalam kampus, namun juga sering mengundang narasumber dari luar, seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, pejabat pemerintahan, hingga kaum budayawan seperti saat ini. “Oleh karena itu, agenda rutinan ini selain untuk pengembangan intelektual akademik juga dalam rangka pengembangan spiritual,” ucapnya.
Sementara itu, dalam ceramahnya K.H. Zawawi Imron mengupas tentang kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Setidaknya ada empat hal yang bisa dipetik, yakni perjuangan Rasulullah dalam berdakwah, kehadiran beliau di kehidupan umat manusia, bentuk kecintaan umatnya kepada beliau dan akhlak beliau di era modern.
K.H. Zawawi Imron memulai ceramahnya dengan rasa syukur yang harus diungkapkan karena hal yang terindah perihal cintanya Nabi Muhamad pada umatnya. Hal itu menurut Kyai Zawawi mengingatkan kita sebagai umat Rasulullah hidup jauh dari masa beliau tetapi tetap akan mendapatkan cinta (syafa’at) nya. “Nabi Muhammad SAW menjadi ranking pertama sebagai tokoh berpengaruh perjuangan di dunia,” ujarnya. Perjuangan dalam hal dakwah, Rasulullah menjadi teladan yang terbaik. Dalam berdakwah, Rasulullah tidak pernah menyuruh orang lain berbuat baik sebelum beliau berbuat terlebih dahulu. Tangan beliau selalu digunakan untuk merangkul bukan untuk memukul. Selain itu, Beliau sangat mengutamakan akhlak. Melalui keindahan akhlak Rasul, seolah-olah tidak ada yang menyuruh untuk berbuat sesuatu, tetapi membuat kita tergugah untuk menirunya.
Kemudian, Kyai Zawawi munuturkan bahwa cinta itu bahasa yang lebih tinggi daripada kata-kata ilmiah. Getaran hati ini yang dapat menghadirkan Rosululloh SAW dalam hati kita. “Jika Rosululloh sebagai Rahmatan lil'aalamiin, tentara kasih sayangnya adalah kita,”ungkapnya. Dengan bersholawat, kita mudah merasakan bertemu dengan rosul. Namun bagi kaum pernyair sungguh tidak mampu melukiskan Cinta Rasulullah SAW.
Selanjutnya, Kyai Zawawi menjelaskan hakikatnya Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi acara yang diulang-ulang, tetapi juga haru bisa memperbarui cinta kita kepada baginda. Berbagai bentuk ekspresi cinta umat Islam di nusantara, seperti di Banyuwangi yang membuat telur berbentuk bunga pada saat acara Maulid Nabi. "Ini wujud ekspresi budaya, tidak ada yang melarang. Selama tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. Oleh karenanya, hal ini menjadi momentum terbaik untuk memperbarui rasa kecintaan kita dan ini tradisi yang luar biasa di tanah air kita, jangan sampai dibuang! ", paparnya.
Terakhir, Kyai Zawawi meningatkan bahwa akhlakul karimah di jaman modern sangat diperlukan. Kita umatnya harus meniru akhlak Rasulullah SAW. Apabila kita bertanya bagaimana akhlak beliau, akhlak Rosulullah SAW seperti tersurat dan tersirat dalam Al Quran. “Rasul itu Al Quran yang berbentuk manusia,” jelasnya. Sesungguhnya, jika kita membaca Al Quran, kita itu ibaratnya bertemu Rasulullah SAW dan ketika kita membaca sholawat, kita bertemu dengan Allah SWT.
Begitulah pesan-pesan Sang Celurit Emas, K.H. Zawawi Imron, selama acara. Tidak lupa beliau menyampaikan syair-syair dari penyair terkenal, seperti Khoiril Anwar, penyair Lebanon, dan tokoh ternama lainnya.(alf/ptt)
HUMAS- Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada minggu minggu ini sedang gencar melakukan Audit Mutu Internal (AMI) salah satunya audit yang dilakukan di Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Shari’ah. Kegiatan yang berlangsung di ruang meeting Lt. 1, Gedung Megawati Soekarnoputri Fakultas Ekonomi ini bukanlah untuk melakukan penilaian/asesmen, melainkan untuk melihat kesesuaian antara pelaksanaan program dengan perencanaan kegiatan yang telah dibuat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat dan dihadiri oleh para pimpinan Fakultas Ekonomi, Tim Auditor dan team Percepatan Akreditasi Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Shari’ah. Kamis (14/10).
Ketua Program studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Prof. Dr. H. Nur Asnawi, bersama tim memberikan penjelasan mengenai kurikulum yang berlaku di prodi tersebut, mulai dari Rencana Pembelajaran Semester (RPS) hingga kegiatan mahasiswa lainnya. Paparan tersebut dilihat, dicermati, dilakukan verifikasi langsung oleh Tim Auditor yang diketuai oleh Ibu Rizkie Amelia, M. Pd.
Menurut Prof. Asnawi, kegiatan Audit ini merupakan kegiatan yang harus dilakukan untuk memperbaiki tata kelola yang masih kurang relevan, bahkan belum sesuai standart. Oleh karena itu, perlu kehadiran Tim auditor untuk melihat lebih dekat celah yang ada, ruang kosong yang perlu diisi, hingga sejalan dengan standart operating procedure (SOP) yang ditentukan . " Ya, dengan dilakukan audit secara internal seperti ini kita akan lebih tau sesuatu yang kurang, yang harus diisi, sebagai langkah untuk terus berbenah (continuous improvement)", ujarnya.
Meski kalahiran Prodi S-3 Ekonomi Syari’ah masih relatif baru tepatnya 06 Januari 2021, namun program studi in ini memiliki peminat cukup tinggi, mulai dari mereka yang masih fresh graduate, pengusaha, tenaga pendidik, bahkan sampai para birokrat. Adapun kompetensi keilmuan yang diharapkan setelah lulus mereka bisa menjadi seorang akademisi, researcher atau peneliti, dewan pengawas shari’ah, maupun entrepreneur.(alf/ptt)