GEMA-Di era modern ini, masih saja ada golongan yang menganut nilai patriarki sehingga menempatkan kaum pria di level tertinggi. Paham ini lah yang kemudian sering menimbulkan masalah di tengah masyarakat karena memberikan porsi kecil kepada wanita. Prof. Dr. Roibin, M.HI. mencoba mencari akar masalah paham ini. Menurutnya, paham ini merupakan paham yang terlalu kuno karena jika dirunut, sistem patriarki ada di zaman pra Islam, Rabu (17/2). Setelah Islam datang dengan ajaran-ajaran dalam al Quran, lanjutnya, posisi wanita pun menjadi lebih terhormat. “Islam memberi ruang yang seimbang untuk kaum pria dan wanita,” jelas Prof. Roibin. Tak hanya itu, dalam Quran dan Sunnah, banyak dalil yang melindungi kaum wanita sehingga tidak dibenarkan jika ada golongan yang menganggap kaum wanita terbelakang. “Dengan ajaran yang dibawa Islam, martabat wanita diangkat,” imbuh Bapak kelahiran Nganjuk, 18 Desember 1968 tersebut. Ia menambahkan wanita saat ini memiliki ruang bebas yang sama dengan pria. Mereka bisa menempuh pendidikan dan memiliki jabatan setinggi-tingginya. Dengan ini, ia berharap tak ada lagi kasus pelecehan ataupun pengucilan di masyarakat terhadap kaum wanita. Prof. Roibin dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kajian Islam untuk Fakultas Syariah. Dengan pengukuhan ini, ia merupakan profesor ketujuh yang dimiliki fakultas tersebut. (nd)
GEMA-Tertanggal 18 Januari 2021, menurut Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi memiliki tiga profesor baru lagi. Ketiganya ialah Prof. Dr. Roibin, M.HI. (Bidang Ilmu Kajian Islam), Prof. Dr. Nur Asnawi, M.Ag. (Bidang Ilmu Ekonomi Islam), dan Prof. Dr. Roihatul Mutiah, S.F., M.Kes., Apt. (Bidang Ilmu Biologi Farmasi). Dengan turunnya tiga SK ini, maka pihak kampus menjadwalkan pengukuhan ketiga guru besar di bulan Februari. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi kampus berlogo Ulul Albab. Sebab, dengan bertambahnya profesor, maka reputasi kampus akan terangkat. Idealnya, minimal jumlah profesor mengikuti jumlah prodi di kampus. UIN Malang memiliki 43 prodi, namun jumlah profesor belum mencapai angka tersebut. Karenanya, Rektor Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. pernah menyatakan akan berusaha agar kampus memenuhi syarat ideal. Caranya ialah dengan meneruskan program percepatan guru besar bagi dosen yang sudah memenuhi syarat. Program ini pun diatur secara maksimal bersama Unit LP2M dengan mengadakan klinik penulisan ilmiah selama beberapa hari di luar Kota Malang. Mengutip sambutan Prof. Haris saat menyerahkan SK tenaga kependidikan Januari lalu, sebelum masa jabatannya habis, ia ingin agar UIN Malang terus menambah jumlah profesor setidaknya di angka 35 (18/1). Semoga, program kerja yang digagas rektor dapat tercapai sehingga kiprah UIN Malang semakin menggema tak hanya di level nasional namun juga internasional. (nd)
UIN Malang menerima penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang (5/2)
GEMA-Dalam acara tahunan yang dihelat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kota Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dinyatakan sebagai salah satu penerima Piagam Penghargaan PRISMA. Penyerahan piagam dilaksanakan di Aula lt. 2 KPPN Kota Malang yang dihadiri oleh penyelenggara dan para penerima penghargaan, Jumat (5/2). UIN Malang menerima penghargaan sebagai Satuan Berkinerja Terbaik I Kategori Badan Layanan Umum (BLU) atas Kinerja Pelaksanaan Anggaran Periode Triwulan IV Tahun 2020. Bukti resmi prestasi ini tercantum dalam Keputusan Kepala KPPN Kota Malang No. KEP-24/WPB.16/KP.04/2020 tanggal 29 Januari 2021. Tahun ini, penghargaan PRISMA mengusung tema Sinergi Mengawal Pemulihan Kesehatan untuk Kebangkitan Ekonomi dan Langkah-Langkah Strategis Tahun 2021.
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. mengungkapkan rasa syukur sekaligus terima kasih atas penghargaan yang diberikan KPPN Kota Malang. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, UIN Maliki Malang selalu berusaha dan menaati aturan yang berlaku dalam memberikan layanan terbaik yang berkualitas tidak hanya kepada sivitas akademika tetapi juga masyarakat umum. Hal tersebut meliputi berbagai layanan baik itu di bidang akademik, adminstrasi umum (keuangan), maupun kemahasiswaan. "Penghargaan ini adalah cermin sekaligus modal bagi kami sebagai pengelola instansi pendidikan untuk selalu meningkatkan pelayanan terbaiknya dalam rangka mewujudkan UIN Maliki Malang menuju Smart Islamic University," tutur Prof. Haris. (ptt/nd)
GEMA-Kesehatan itu justru bisa dinikmati, dilihat dan diketahui oleh orang yang sedang sakit. Hal ini seperti pepatah arab yakni “asshihatu taajun laa ya' rifuhaa illal mariidho”. Artinya kesehatan adalah mahkota yang bertengger di atas kepala orang sehat, tapi hanya orang yang sakit yang bisa melihatnya. Maknanya, begitu pentingnya kesehatan itu apalagi jika hal itu dimaknai oleh orang yang sedang saklit pastilah luar biasa. Namun demikian, jangan sakit dulu terus baru merasakan sehat tetapi mari selalu mensyukuri nikmat kesehatan. Itulah yang rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag sampaikan saat memberikan sambutan pembuka acara webinar tentang kesehatan. Kamis(4/2)
Inisiatif terselenggaranya acara Webinar atau seminar online tersebut yang bertema “Hidup sehat, segar dan bugar di masa pandemi” menurut Prof. Haris sapaan akrab rektor UIN Maliki adalah sebagai salah satu sumbangsih kepada warga bangsa Indonesia, khususnya bagi warga negara Indonesia yang menjadi bagian dari keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Masih kata Prof. Haris bahwa karena begitu berharganya kesehatan bahkan sehat itu menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi saat beribadah, misalnya pada ibadah haji. “Oleh karena itu kesehatan harus diutamakan karena dengan sehat orang bisa beraktivitas, bekerja, bahkan orang bisa beribadah dengan sempurna apabila ia dalam kondisi sehat,” ucapnya.
Selanjutnya, agama juga sangat mengupayakan agar pengikutnya terjamin kesehatannya. Sehingga upaya yang seperti ini (webinar tentang kesehatan-red), menurut Prof. Haris sangat penting dan ia berharap bisa diikuti oleh semua pengguna jasa UIN Maliki Malang dan umumnya oleh msyarakat semuanya. “Inilah bukti nyata usaha UIN Maliki memberikan pencerahan, bimbingan, memberikan sesuatu yang berguna untuk semua khalayak, masyarakat dan terutama untuk keluarga besar UIN Maliki,”jelasnya.
Di akhir sambutannya, Prof. Haris menghimbau kepada siapa saja misal saudara dan keluarga lainnya ada yang sedang terkena wabah covid-19 ini, diharapkan bersabar dan terus optimis bahwa Tuhan selalu bersama kita. Disertai berbagai upaya dan ikhtiar yang lebih jelasnya akan dibahas dalam sesi bicara para narasumber webinar. Mendatangkan para pakar kesehatan yang berkompetensi di bidangnya, antara lain: Dr.dr. Achdiat Agoes,SP.S (sekretaris P2KM UIN Maliki), dr. Iwal; Reza Ahdi,Sp.PD(Sekretaris Prodi Profesi Dokter FKIK UIN Maliki) dan dari ketua tim gugus tugas pencegahan covid-19, dr. Christiyaji Indradmojo, Sp.EM. Dan tidak tanggung-tanggung untuk kelancaran acara tersebut yang bertindak sebagai host adalah wakil rektor bidang AUPK yakni Dr. Ilfi Nurdiana,M.Si. (ptt)
BUGAR: dr. Iwal Reza Ahdi, Sp.PD. menjelaskan manfaat vaksin untuk mengurangi penyebaran Covid-19
GEMA-Banyaknya pro-kontra mengenai program vaksinasi Covid-19 di masyarakat, disinyalir karena kurangnya sosialisasi atas manfaat vaksin itu sendiri. Dalam paparannya, dr. Iwal Reza Ahdi, Sp.PD. menjelaskan bahwa penyuntikan vaksin ke sejumlah orang akan menciptakan ‘lingkungan’ baru di masa pandemi ini. Ia menyebutnya dengan pembentukan kekebalan kelompok. Dengan adanya sekelompok orang yang sudah divaksin di tengah masyarakat, maka mereka mampu menjauhkan sejumlah individu yang lebih lemah dari paparan Covid-19. Hal ini ia sampaikan pada webinar kesehatan yang dihelat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui channel resmi YouTube milik kampus dan juga aplikasi Zoom, Kamis (4/2). Dalam paparannya juga, ia memberikan gambaran bahwa vaksin membantu seseorang untuk membentuk antibodi yang kebal Covid-19. Dengan banyaknya individu yang melakukan suntik vaksin tersebut, maka kehidupan normal (baru) yang diimpikan semua orang akan cepat tercapai. Dokter spesialis penyakit dalam ini juga menjabarkan apakah seseorang perlu dirawat di rumah sakit jika terpapar Covid-19. Menurut peraturan, hanya mereka yang mengalami gejala level sedang dan berat yang dirawat di rumah sakit. “Sedangkan yang bergejala ringan, sangat dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing,” lanjut dr. Iwal. Selama menjalani masa isolasi, masih kata dr. Iwal, hanya berdiam diri adalah hal yang tidak disarankan oleh dokter. Ada beberapa kebiasaan yang harus dilakukan mereka yang terpapar virus. Di antaranya ialah rajin mengecek suhu tubuh dua kali sehari. “Jika tiba-tiba mengalami peningkatan yang drastis, maka harus segera menghubungi tenaga kesehatan,” jelas sekretaris Prodi Pendidikan Dokter UIN Malang. Selain itu, tidak boleh berinteraksi dengan anggota keluarga yang tidak terpapar Covid-19. Kamar tempat isolasi pun harus dipastikan memiliki ventilasi udara yang baik. Kamar juga harus mendapat cahaya sinar matahari. Dengan mematuhi aturan isolasi mandiri yang baik, maka bisa dipastikan seseorang akan segera pulih dari paparan virus. (nd)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ikut serta mengisi acara Webinar seri ke-20 yang terselenggara atas kerjasama Itjen Kemenag, Kanwil dan PTKN. Acara yang bertema ASN, Integritas dan Pendidikan Kala Pandemi ini mengundang tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Abd. Haris,M.Ag. (Rektor UIN Maliki Malang), Prof. Abdul Mujib (Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Drs. Zahdi Taher, M.HI. (Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu), dan satu keynote speaker Drs. H. Nur Arifin, M.Pd. (Inspektur Wilayah II, Inspektorat Jenderal Kemenag RI), Rabu (3/2).
Materi Prof. Haris lebih fokus pada nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara(ASN), yakni profesionalitas, menghindari diskriminatif, selalu menjunjung tinggi etika leluhur, menghargai komunikasi, serta saling berkonsultasi. Itu berarti pembinaan yang diberikan kepada ASN harus mengacu pada aturan. “Semuanya berorientasi untuk kemaslahatan karena orang yang baik adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya,” paparnya.
Poin lainnya yang tidak kalah penting, yakni proses pendidikan tinggi di masa pandemi. Menurut Prof. Haris, sebagai seorang pemimpin ia mencontohkan dirinya sendiri sebagai rektor UIN Maliki Malang. Ia mengambil kebijakkan demi kemaslahatan yakni proses perkuliahan selama pandemi dilakukan secara online. Hal ini pun juga ia sampaikan ketika diundang dalam pertemuan rektor PTN se-Jatim di UNAIR Surabaya. “Alhamdulillah, semua rektor PTN yang hadir saat acara itu setuju, setelah saya jelaskan kebijakkan itu disertai logika-logika akademik,” ucapnya dengan lega.
Sehingga di akhir materinya, Prof. Haris mengajak semua untuk mengutamakan kesehatan di masa pandemi. “Semoga wabah Covid-19 ini segera berlalu dan kehidupan kembali normal dan proses pendidikan bisa berjalan lancar,” pungkasnya.(ptt/nd)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk kali pertamanya mengadakan program vaksinasi nasional Covid-19. Melalui Prof. Abd. Haris, M. Ag selaku rektor secara resmi menyerahkan vaksin Covid-19 kepada Kepala Unit Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) Prof. Dr. dr. Bambang Pardjianto. Acara tersebut diselenggarakan di Poli Klinik UMMI yang diketuai dr. Christyaji Indradmojo, Minggu (31/1).
Dalam sambutannya, Prof. Haris sapaan akrab Rektor UIN Maliki menyampaikan bahwa UIN Maliki Malang selain berkomitmen melayani di bidang pendidikan juga memiliki peran penting dalam melayani di bidang kesehatan masyarakat. Salah satunya dengan adanya kegiatan vaksinasi yang dilakukan oleh P2KM bersama Poli Klinik UMMI untuk membantu masyarakat dalam usaha mencegah dan mengatasi penyebaran virus COVID-19.
Apalagi, masih kata Prof. Haris kegiatan vaksinasi merupakan salah satu program pemerintah pusat untuk seluruh bangsa Indonesia. Sehingga UIN Maliki pun bertekad kuat membantu program yang telah dicanangkan pemerintah tersebut sebagai usaha membantu masyarakat di bidang kesehatan, khusus melindungi dari penyebaran virus COVID-19. Pemberian vaksin dimulai dari para tenaga medis atau tenaga kesehatan(nakes) yang ada di wilayah kampus UIN Maliki terutama dari Poli Klinik UMMI dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Hal itu, menurut Prof. Haris karena para nakes merupakan pihak yang banyak berhubungan dan tugasnya erat kaitannya dengan penanganan soal kesehatan. Rencana selanjutnya vaksinasi tidak hanya untuk pihak kampus saja namun juga akan diberikan kepada lainnya.
"Kami sebagai pimpinan bersama P2KM dan Poli Klinik UMMI UIN Maliki memiliki komitmen tinggi bahwa hal ini (vaksinasi-red)tidak hanya untuk warga UIN namun sebenarnya yang dilakukan UIN itu untuk masyarakat, UIN untuk seluruh bangsa Indonesia ini, bahkan jika memungkinkan UIN untuk seluruh bangsa yang ada di dunia" ungkap Prof. Haris penuh antusias.
Mengakhiri sambutannya, orang nomer wahid di UIN Maliki ini memberikan apresiasi yang tinggi kepada kepala negara Presiden RI Jokowi beserta seluruh kabinetnya dan para menterinya yang telah bersungguh-sungguh berupaya mencegah dan mengatasi penyebaran COVID-19 di Indonesia. Kemudian ucapan terima kasih ia sampaikan kepada pimpinan daerah, mulai dari Walikota, Bupati di Malang Raya dan juga Batu serta semuanya yang selama ini telah bekerja sama dengan UIN Maliki dalam menangani masalah COVID-19. (ptt)
GEMA-Di tengah gencar-gencarnya pembangunan Zona Integritas(ZI) di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, masih terselip suatu pertanyaan besar. Hal itu terkait terpilihnya Fakultas Syariah sebagai Pilot Project-nya. Lebih penasaran lagi, karena Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Abd Haris yang langsung menetapkan pilihan tersebut. Namun demikian, akhirnya terjawab sudah pertanyaan itu sesaat sebelum dimulainya monitoring dan evaluasi (monev) pendahuluan pembangunan ZI oleh tim verifikator dari Dirjend Pendis Kemenag RI. Tim verifikator hanya terdiri satu orang saja, yakni Muhammad Aziz Hakim, M. H. Pelaksanaan monev tersebut berada di ruang rapat kantor Unit Satuan Pengawas Internal(SPI), Lt. 4 Gedung Rektorat.Jumat(29/1)
Wakil Rektor bidang AUPK UIN Maliki Malang, Dr. Ilfi Nurdiana, M. Si memberikan penjelasan secara detail tentang alasan dipilihnya Fakultas Syariah oleh rektor menjadi Pilot project pembangunan ZI.
Hal tersebut, ia sampaikan saat memberikan sambutan sebelum dimulainya agenda verifikasi/monev pendahuluan pembangunan ZI di UIN Maliki Malang. Seperti informasi yang ia dapat dari rektor bahwa terpilihnya Fakultas Syariah menjadi Pilot Project yakni memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulannya adalah Fakultas Syariah telah memiliki beberapa komponen, syarat dan kriteria yang sesuai untuk membangun ZI dibandingkan dengan fakultas lainnya. "Sebenarnya ada satu fakultas lagi yang cukup memiliki kriteria dan memenuhi syarat, namun Pak Rektor tetap memilih Fakultas Syariah", ucap Ning Ilfi sapaan akrabnya.
Selain itu, ada satu alasan terpenting lagi yang lebih menguatkan yakni Fakultas Syariah adalah satu-satunya fakultas di UIN Maliki yang berhubungan erat dengan hukum. Oleh karena erat kaitannya dengan hal itu (zona integritas-red), Fakultas Syariah menjadi pilihan yang pertama selanjutnya akan diikuti oleh fakultas-fakultas lainnya yang ada di UIN Maliki Malang. "Setelah ini nanti kami akan langsung membentuk tim di setiap fakultas untuk berjalan seirama mencontoh dari fakultas syariah. Sehingga nanti pada Desember 2021 nanti kita bisa lebih siap semuanya", pungkasnya.
Acara monev tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Prosesnya dengan diskusi dan tanya-jawab langsung. Dihadiri oleh Ketua SPI, Wakil dan sekretaris tim Pilot Project ZI, perwakilan LPM, dan para staf Unit terkait lainnya.(ptt)
GEMA-Kedatangan tamu istimewa dari Dirjend Pendis Kemenag RI, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Abd. Haris, M.Ag bersama Wakil Rektor (WR) bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK) Dr. Ilfi Nurdiana, M. Si menyambutnya dengan hangat dan penuh keramahan di ruang Rektor, Lt. 1 Gedung Ir. (HC).Soekarno. Didampingi pula oleh beberapa perwakilan tim PMPZI UIN Maliki, tamu tersebut Muhammad Aziz Hakim, M. H yang bertugas sebagai verifikator tahap awal proses pembangunan Zona Integritas(ZI) di UIN Maliki Malang, Jumat (29/1).
Sebagaimana informasinya bahwa saat ini kampus Islam yang belum lama ini mendapatkan predikat PTKIN dengan mahasiswa asingnya terbanyak di ajang ADIKTIS 2020 kemarin, kini sedang bertekad bulat dan berikhtiar penuh untuk membangun Zona Integritas mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi(WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Kali ini Fakultas Syariah ditunjuk oleh rektor UIN Maliki sebagai Pilot Project awal pembangunan ZI. "Saya memilih Fakultas Syariah sebagai Pilot Project dalam mengawali proses pembangunan Zona Integritas di UIN Maliki ini karena memang fakultas itu memiliki keunggulan tersendiri dibanding fakultas lainnya yang ada di sini", ucap Prof. Haris tanpa menguraikan lagi alasannya.
Komitmen UIN Maliki Malang terkait Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas (RBZI) pun sudah terbukti dengan jelas, apalagi kemarin bersamaan dengan upacara peringatan HAB Kemenag ke-75 telah dilakukan deklarasi Zona Integritas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Dalam kegiatan tersebut Rektor membacakan naskah deklarasi Zona Integritas, Menetapkan dan Menandatangani Maklumat Pelayanan Berkualitas, penandatanganan pakta integritas oleh rektor dan jajaran pimpinan serta Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas di UIN Maulana Malik Ibrahim.
Prof. Haris sapaan akrab rektor UIN Maliki sebelum dimulai verifikasi tahap awal ini, memberikan paparan singkat terkait dengan proses pembangunan ZI atau evidence yang telah dilakukan dengan dibantu pemaparan oleh wakil tim PMPZI.
"Saya berharap kehadiran Pak Aziz di sini nanti dalam proses verifikasi tahap awal pembangunan Zona Integritas bisa memberikan saran, masukan dan evaluasi serta support kepada kami khususnya tim PMPZI UIN Maliki sebelum tiba tahap penilaiannya nanti", pungkas Prof. Haris.
Selanjutnya, pelaksanaan verifikasi dilakukan di ruang rapat kantor SPI,Lt.4 Gedung Rektorat. Dihadiri oleh Wakil Rektor bidang AUPK, Ketua SPI, Wakil ketua dan Sekretaris tim Pilot Project serta staf yang tergabung dalam tim PMPZI UIN Maliki Malang. (ptt)