GEMA-Mengawali webinar, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menuturkan, selama kurang lebih dua bulan masa WFH (Work from Home), banyak hal yang telah dilakukan kampus, Selasa (16/6). Ini membuktikan bahwa kesan WFH membosankan dan pasif itu tidak benar. “Justru banyak hal yang kita capai selama WFH ini,” imbuhnya. Ia melanjutkan, jumlah artikel ilmiah yang ditulis dosen dalam dua bulan terakhir semakin meningkat. Artikel ini kemudian juga diajukan untuk diterbitkan di jurnal ilmiah terkemuka. Bahkan, buku-buku bertema Covid-19 (Corona Virus Disease) karya kolaborasi dosen-dosen UIN Malang juga sudah memasuki tahap penerbitan. Prof. Haris menambahkan, ada hal yang juga membuatnya bahagia. Yakni berkaitan dengan calon guru besar. “Total yang tercatat untuk mengajukan guru besar ada 20 dosen di tahun 2020 ini,” paparnya. Jumlah tersebut tentu melampaui targetnya di awal tahun. Dengan jumlah pengajuan yang banyak ini, ia yakin target guru besar tahun ini akan tercapai. (nd)
GEMA-Rapat Anggota Tahunan (RAT) kali pertama ini diselenggarakan secara virtual oleh Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pasalnya, situasi masa pandemi covid-19 sampai saat ini belum jua berakhir. Hadir langsung saat acara, Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag beserta jajaran pimpinan dan pengurus KPRI UIN Malang, perwakilan anggota serta perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil di Malang. Acara dilaksanakan di ruang rektor Lt. 1 Gedung Ir. Soekarno. Sabtu(13/6)
Seperti tahun-tahun sebelumnya, RAT virtual kali ini diawali dengan penyampaian laporan pertanggung jawaban (LPJ) baik dari dari pengurus dan juga pengawas. Dr. Umrotul Hasanah selaku Ketua Koperasi menyampaikan hasil laporan kepada para anggota meskipun tidak secara langsung bertatap muka. Kemudian dilanjut sesi pemilihan ulang kepengurusan KPRI UIN Maliki baru, yakni periode 2020 s/d 2022. Berbeda dengan tahun yang sebelumnya, karena RAT kali ini secara virtual maka dilakukanlah pemilihan voting online dengan dibantu aplikasi Zoom.
Akhirnya hasil voting kali ini memilih dan sekaligus melantik Dr. Suwandi, M.HI sebagai anggota Pengawas Koperasi yang sebelumnya juga menempati jabatan dan posisi yang sama. Sedangkan jabatan penting lainnya, seperti ketua koperasi, sekretaris, dsb tidak ada perubahan karena masa bakti jabatannya belum berakhir. Meskipun pada RAT kali ini tidak ada pembagian hadiah ataupun doorprice tetapi pelaksanaan rapat rutin setiap satu tahun sekali ini tetap berjalan dengan meriah dan lancar. (ptt)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang tokoh pimpinan dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam acara website seminar (Webinar) Nasional. Mengambil tema "Menjalin Ukhuwah di Tengah Wabah", acara diskusi yang berbasis virtual ini diselenggarakan di ruang rektor, Lt. 1 Gedung Ir. H. Soekarno, Kampus I UIN Maliki Malang, Kamis (11/6). Hadir secara langsung saat acara, para Wakil Rektor, para Kabiro, jajaran dekanat, Kasubbag, kepala unit-unit dan para dosen serta sivitas akademika UIN Maliki lainnya. Dalam sambutannya, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag mengungkapkan agar Indonesia bisa terhindar dari berbagai ancaman terutama saat masa pandemi covid-19 ini maka perlu dibangun persatuan atau ukhuwah.
"Ukhuwah harus dibangun agar dapat terhindar dari fitnah, ancaman dan segala hal yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)!," tegasnya. Apalagi, tambah dia, bahwa wabah Covid-19 ini telah menyerang dan mengancam kehidupan masyarakat di Indonesia, bahkan mengancam kebahagiaan masyarakat di berbagai negara yang ada di dunia ini. “Sehingga, terselenggaranya webinar ini diharapkan bisa menjadi jalan menjalin ukhuwah dan silaturahmi meskipun dengan cara virtual,” terangnya. Prof. Haris berharap, melalui webinar ini bisa menuangkan ide ataupun gagasan dari setiap tokoh untuk membantu memberikan solusi dalam menyelesaikan segala permasalahan yang dialami bangsa dan negara Indonesia terutama saat adanya wabah Cuvid-19 ini.
Masih kata Prof. Haris, sesungguhnya peran penting antara NU dan Muhammadiyah sudah berjalan dengan baik sejak lama. Bahkan ketika bangsa yang memiliki bendera pusaka merah putih ini berjuang menuju pintu kemerdekaan. “Kedua organisasi ini selalu terlibat aktif mensupport terwujudnya persatuan di Indonesia,” jelasnya. Oleh karena itu, UIN Maliki Malang memandang penting adanya suatu ukhuwah. Hal ini tidak hanya berlaku antara NU dan Muhammadiyah tetapi juga ormas-ormas lainnya. “Terutama ormas Islam untuk kepentingan Indonesia, khususnya dan umunya untuk negara-negs di seluruh belahan dunia,” pungkasnya mengakhiri. (ptt)
GEMA-Begitu banyak konflik yang terjadi di negeri ini pada waktu yang bersamaan. Apalagi di saat pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease), banyak sekali oknum yang dengan sengaja mencari bahan untuk mengadu domba masyarakat dan pihak pemerintah, khususnya. Seberapa keras kita berusaha, konflik dalam hidup manusia tidak akan pernah habis. Pasalnya, menurut Ketua Umum PP. Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. secara sosiologis, konflik akan selalu ada selama manusia hidup. Hal ini ia sampaikan pada webinar yang diselenggarakan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (11/6). Ia menyatakan, walau konflik selalu ada, namun ujung dari konflik tersebut tetap bergantung pada manusia. Apakah ingin diselesaikan atau dibiarkan berkepanjangan dan berkelanjutan. Sayangnya, banyak sekali konflik di kehidupan manusia yang dibiarkan tanpa solusi. Alhasil, konflik pun berujung perpecahan. Maka, Prof. Haedar menegaskan,”Ada baiknya kita belajar dewasa untuk mencegah perpecahan.” Menurut Bapak kelahiran Bandung tersebut, ada tiga faktor yang sering menimbulkan perpecahan. Pertama ialah ghonimah. Secara histori, ghonimah diartikan harta rampasan perang. Namun, dalam konteks kekinian, ghonimah dapat disamakan dengan tiga hal yaitu jabatan atau kekuasaan, harta, dan segala hal yang bersifat prestisius. Yang sering terjadi, lanjut Prof. Haedar, ialah perpecahan karena kekuasaan. Segala cara dilakukan agar jabatan yang diincar didapatkan. Namun, seringkali cara yang ditempuh lebih ke arah negatif. Bahkan, konflik tetap terjadi ketika sudah mendapatkan jabatan incaran. “Jika (jabatan) sudah di tangan, akan susah dilepas. Akan dipertahankan walau harus mengorbankan persaudaraan,” lugas guru besar kelahiran 1958 ini. Faktor kedua ialah perbedaan paham keagamaan. Ini sering terjadi di Indonesia dan negara-negara dengan mayoritas muslim karena banyaknya organisasi Islam dengan paham yang beraneka ragam. “Hal ini makin rumit saat konflik keagamaan bertemali dengan politik keagamaan,” imbuh guru besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut. Solusi bagi perbedaan paham agama ini ialah dialog. Namun, menurutnya, walau solusi ini terlihat sederhana, praktiknya sangat susah. Banyak pihak yang terkadang tidak ingin duduk dan menyampaikan pendapatnya dengan kepala dingin. “Banyak yang gak sabar saat proses dialog. Semua ingin menang,” tutur Prof. Haedar. Faktor penyebab perpecahan yang terakhir ialah faktor luar. Hal ini bisa saja dalam bentuk peperangan antar negara seperti yang terjadi di Palestina. Juga segala pemicu lain yang sering luput dari pengawasan. “Maka yang perlu kita lakukan untuk meminimalisir hal ini ialah bersikap seksama, waspada,” paparnya. Webinar kali ini bertema Merawat Ukhuwah di Tengah Wabah. Selain Ketua Umum PP Muhammadiyah, sedianya, Ketua Umum PBNU juga didaulat menjadi narasumber. Namun karena agenda lain, maka Sekjen PBNU Dr. Helmy Faishal Zaini, M.Si. yang menggantikan. (nd)
Penulis & Foto: Putut Wahyu Hardianto | Editor: Ajay
GEMA-Adanya pandemi Covid-19 ternyata tidak selalu berdampak negatif. Meski memang banyak sekali pengaruhnya bagi kehidupan manusia pada umumnya. Tetapi hal tersebut tidak banyak mengganggu proses interaksi dan komunikasi antar sesama. Salah satunya ketika akademisi muslim di Indonesia ingin menjalankan tradisi halal bihalal (HbH) dan reuni temu alumni seusai Hari Raya Idul Fitri. Hal ini sebagaimana yang dilakukan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kedua tradisi itu secara virtual, Rabu (10/6). Acara HbH dan reuni virtual yang baru pertama kalinya ini bisa terlaksana melalui salah satu aplikasi online, yakni Zoom. Berlokasi di ruang rektor Lt. 1 Gedung Ir. Soekarno. Dihadiri langsung oleh rektor beserta jajarannya, ketua forum alumni UIN Maliki, para Guru Besar/dosen senior, para dekan, para Kabiro, ketua unit-unit terkait dan juga dosen serta para staf/karyawan yang bertugas.
Dalam sambutannya, Prof. Abd. Haris, M. Ag menilai bahwa acara online kali pertama dalam rangka silaturahmi ini lebih praktis, efisien dan ternyata prosesnya tidak rumit. Apalagi mahasiwa UIN Maliki tidak hanya berasal dari Indonesia saja. Sampai sekarang di kampus nomor satu di PTKIN se-Indonesia ini memiliki mahasiwa asing lebih dari 42 negara dari berbagai penjuru dunia. Sehingga, masih kata Prof. Haris para alumninya pun tidak hanya di Indonesia tetapi tersebar di mana saja bahkan di luar negeri. Ada yang masih melanjutkan studinya dan ada juga yang sudah bekerja di beberapa negara, misalnya : Thailand, Singapura, Turki, Belanda, Amerika, Jerman, Jepang, Inggris, Rusia dan Australia. "Mari kita saling menyapa sesama alumni melalui acara virtual ini,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni UIN Maliki Malang, Prof. Dr Kasuwi Saiban, M.Ag saat memberikan pengantar, mengatakan bahwa tujuan dari reuni ini tidak lain untuk menjalin silaturahim antar alumni UIN Maliki Malang di mana pun mereka berada, baik di dalam atau di luar negeri. “Meski via online, tetapi semua masih bisa saling menyapa, bertukar informasi hingga jalin kerjasama,” sambutnya. Selanjutnya, Prof. Dr. H. Mulyadi selaku senior dan guru besar di UIN Maliki Malang. Turut hadir langsung saat acara. Beliau menjadi sesepuh karena merupakan alumni angkatan 1974. Dahulu berasal dari jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Pada kesempatan itu beliau diminta untuk memberikan penjelasan terkait berbagai persiapan menuju new normal life. Sehingga beliau begitu antusias mengikuti acara reuni daring tersebut.
Prof. Mulyadi berharap, alumni UIN Maliki bisa selalu menjaga nama baik almamater kampus dan mengharumkan nama universitas serta berkontribusi dalam bentuk apa pun. Tidak hanya pemikiran pada kurikulum tetapi bisa berkontribusi secara material. "Seperti apa yang disampaikan Pak Rektor, bahwa UIN Maliki Malang sedang proses membangun Rumah Tahfidz Al-Qur’an, mari kita support penuh apa pun yang bisa menjadikan kampus kita tercinta ini lebih maju dan berkembang!," pintanya sambil mengakhiri sambutannya. (ptt)
Reporter & Foto: Putut Wahyu Hardianto | Editor: Ajay
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maliki Malang selalu menunjukkan peranan pentingnya dalam masyarakat. Kali ini terbukti sebagai ujung tombak pelaksana salah satu Tri Dharma Perguruan tinggi, yakni melakukan berbagai program untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. LP2M melalui salah satu program prioritasnya yakni UIN MENGABDI mengadakan kegiatan pembinaan dan pendampingan kampung mandiri Qoryah Thoyyibah di RW 13, Kelurahan Purwodadi, Kec. Blimbing, Kota Malang, Selasa (9/6). Hadir saat kegiatan, Ketua Tim Satgas covid-19 UIN Maliki Malang, dr. Christyaji Indradmojo, Dr. Ahmad Abtokhi, M.A dan Dr. Syaiful Mustofa, M. Ag (perwakilan LP2M), Kapolresta Malang serta Dandim Kota Malang.
Menurut Sekretaris LP2M UIN Maliki Malang Abtokhi, bahwa kegiatan kali ini merupakan awal dari bagian agenda UIN MENGABDI yang telah menjadi program di kampung mandiri Qoryah Thayyibah. Launchingnya sudah dilaksanakan bulan Ramadan kemarin, tepatnya Sabtu (23/5) di dua lokasi, yakni Cipto Mulyo RW 2, Kecamatan Sukun dan Mergosono RW 1, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Agenda yang dilakukan di RW 13, Kel. Purwowadi, Sumpil yakni pemberian bantuan sosial berupa pembagian sembako. Selain itu, juga ada pelatihan perawatan dan pemulasaran jenazah hingga pemandian jenazah yang dikoordinir timnya dari perwakilan Polresta Malang. Mereka pun mengajak warga untuk melihat dan terlibat langsung dalam pelatihan tersebut. Tujuannya agar warga masyarakat paham benar dengan cara pemulasaran jenazah yang tidak hanya positif covid-19 melainkan jenazah lain yang memiliki riwayat penyakit menular. Lanjut masih kata Abtokhi, bahwa UIN MENGABDI bekerjasama dengan Polresta Malang dan Dandim kota Malang ini melalui kampung mandiri Qoryah Thayyibah diharapkan ke depan bisa mengikutsertakan para dosen UIN Maliki untuk terlibat di dalamnya. “Sehingga akan lebih optimal dalam melakukan berbagai program pembinaan dan pendampingan kampung mandiri tersebut,” harapnya. (ptt)
Penulis & Foto: Putut Wahyu Hardianto | Editor: Ajay
GEMA-Tidak hanya melalui media cetak saja kiprah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan syiar pendidikan. Namun kampus yang berlogo Ulul Albab ini terus berupaya menjalin kerjasama dengan media online ternama di wilayah Malang Raya, salah satunya dengan Tugumalang.id, media online partner resmi Kumparan.com dan juga Jawa Pos Radar Malang. Acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua belah pihak dilaksanakan di ruang rektor Lt. 1, Gedung Rektorat UIN Maliki Malang. Tepatnya seusai acara Silaturahim Media di Resto Batavia, Jl. Jakarta, Kota Malang, Senin (8/6).
Sebelumnya, perhelatan momen silaturahim dengan dengan awak media yang dihadiri para pimpinan redaksi itu Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. Abd. Harris M.Ag didampingi para wakil rektor (warek) menerangkan tentang makna dakwah bagi kehidupan umat manusia. Menurut Prof. Haris, hidup akan lebih bernilai jika diiringi dengan dakwah baik di dalam keluarga, tempat kerja maupun masyarakat secara luas. Hal ini tentu, kampus membutuhkan dukungan riil dari media informasi. Sehingga, kata dia, dibutuhkan sinergisitas dengan pengelola media agar terwujud suatu hal yang luar biasa. Pasalnya kampus dan media merupakan bagian dari alat untuk dakwah. "Dan sesungguhnya kita jangan mempermasalahkan terkait alat dakwahnya, karena tujuannya sama yakni untuk umat,” tegas profesor asal Lamongan ini. Hal senda juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang , Dr Uril Bahruddin, MA bahwa hidup ini sesungguhnya medan dakwah. "Apapun yang kita lakukan dan apapun profesi kita, kalau diniatkan dakwah, akan menjadi luar biasa," pungkasnya. (ptt)
Penulis & Foto: Putut Wahyu Hardianto | Editor: Ajay
GEMA-Guna mensinergikan pentingnya media infomasi publikasi dengan dunia edukasi di perguruan tinggi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjalin Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Jawa Pos Radar Malang. Kali ini sebagai bukti konkrit kerja sama diwujudkan dalam penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). UIN Maliki Malang diwakili oleh Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag (Rektor) dan Jawa Pos Radar Malang diwakili oleh Kurniawan Muhammad (Direktur), Senin (8/6). Acara MoU bagi kedua instansi ini dilaksanakan di ruang rektor, Lt. 1 Gedung Ir. Soekarno. Disaksikan langsung para wakil rektor dan pimpinan redaksi Jawa Pos Radar Malang beserta timnya.
Wakil Rektor bagian bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Dr. Uril Bahruddin, menjelaskan bahwa kerjasama yang terjalin ini sangatlah penting bagi UIN dan Radar Malang. UIN Maliki Malang sebagai institusi yang fokus di bidang pendidikan tinggi sedangkan Jawa Pos Radar Malang sebagai media publikasi yang berdedikasi. “Jika kedua belah pihak melakukan kerjasama untuk kepentingan syiar pendidikan maka akan sangat bermanfaat sekali,” jelas Uril.
Sehingga, kata dia, keduanya bisa berkolaborasi dan akan menselaraskan jalannya informasi edukasi yang dipublikasikan secara tepat, saling menguatkan dan memberikan lebih banyak manfaat bagi siapa pun terutama masyarakat. "Semoga penandatanganan berkas kerjasama ini membawa keberkahan dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas," ungkapnya sambil membuka acara inti. (ptt)
Langkah tegas pemerintah memberlakukan PSBB, social distancing, dan physical distancing di berbagai wilayah membuat sebagian mahasiswa UIN Malang tidak bisa pulang ke kampung halaman dan kesulitan bertahan hidup di Kota Malang. Hal ini membuat Fakultas Syariah menginisiasi penggalangan dana bagi mahasiswa terdampak yang masih berada di Malang.
Bantuan yang berhasil dikumpulkan melalui El Zawa (lembaga zakat UIN Malang) adalah Rp. 18.150.000,-. Dana tersebut diserahkan langsung oleh jajaran dekanat Fakultas Syariah kepada 60 mahasiswa yang membutuhkan. Penyaluran dana tentu saja diawali dengan mekanisme pendataan mahasiswa (Program Studi Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Tata Negara, dan Ilmu Alquran dan Tafsir) yang masih berada di Malang dan verifikasi oleh Kaprodi.
Pembagian dana bantuan dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 12 Mei 2020 dan 13 Mei 2020. Pembagian dana secara bertahap ini dilakukan agar dapat memudahkan proses pelaksanaan dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Selain dibagikan kepada mahasiswa, sisa dana juga diinfaqkan ke El Zawa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Sebagai bentuk transparansi penyaluran dana, pihak pelaksana pemberian bantuan menyatakan bahwa detil informasi mengenai penggalangan dan penyaluran dana akan dilaporkan kepada Rektor UIN Malang, dan keluarga besar Fakultas Syariah.