Daftar Kategori: Berita


DUA NAMA ILMUWAN MEDIS DIABADIKAN DI GEDUNG BARU FKIK
Iffatunnida Senin, 6 Juli 2020 . in Berita . 676 views
2823_gedn1.jpg

GEMA-Pasca pelaksanaan Sholat Jumat di masjid Kampus Tiga UIN Malang, Rektor Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. meresmikan nama dua gedung baru (3/7). Gedung Program Studi Profesi Dokter diberi nama Gedung Ibnu Thufail, sedangkan Gedung Perkuliahan Farmasi dinamakan Gedung Al-Biruni. Kedua tokoh yang diabadikan namanya ini terkenal di kalangan filsuf. Namun, sumbangsih keduanya di bidang medis sangat besar dan berpengaruh.
Rektor menyatakan, sebelum memutuskan kedua nama ini, ada beberapa daftar nama dari tokoh terkenal yang menjadi kandidat. Nama-nama tersebut kemudian dibagikan melalui aplikasi berbagi pesan WhatsApp. Diskusi pun terjadi. “Setelah melalui berbagai pertimbangan, dua nama ini yang diputuskan untuk diabadikan di gedung FKIK,” ujarnya.
Menurut sejarah, masih kata Prof. Haris, kedua filsuf yang dipilih namanya tersebut merupakan cendekiawan multi disipliner. Ibnu Thufail juga aktif di bidang hukum karena ia merupakan seorang pejabat pengadilan sekaligus seorang dokter yang termasyhur. Sedangkan, Al-Biruni ialah seorang matematikawan yang memberi sumbangsih sangat besar di bidang obat-obatan.

2824_gedn2.jpg


Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes., Sp.Rad(K) yakin bahwa pemberian nama untuk kedua gedung akan membawa pengaruh positif. Pasalnya, dua nama besar ilmuwan Islam lah yang dikukuhkan. “Semoga mahasiswa FKIK dapat menjadikan keduanya role model di bidang medis,” doanya. Ia pun menyiapkan dua tumpeng sebagai tanda peresmian nama gedung yang berlokasi di Dusun Precet, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu tersebut. (ptt/nd)

 

Lebih Lanjut »
PROF. ZAINUDDIN: AKHLAK TAK HANYA SEBATAS SOPAN SANTUN
Iffatunnida Jumat, 3 Juli 2020 . in Berita . 1162 views
2821_borang-perpus.jpg

GEMA-Di awal tahun 2020, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Agama (8/1). Ia menyinggung permasalahan kehidupan beragama disandingkan dengan kehidupan berdemokrasi pada orasi ilmiah yang disampaikan di Aula Gedung Rektorat lt. 5. Beragam masalah yang timbul dalam suatu negara seharusnya menjadi sorotan para pakar di bidang pendidikan, khususnya pendidikan agama.
Ia menyatakan, output pendidikan tercermin dari akhlak seseorang. Kata “akhlak” di sini sering diartikan secara sempit. “Orang-orang memahami akhlak sebatas sopan santun. Padahal, akhlak karimah itu mencakup berbagai kebajikan,” paparnya. Salah satu kebajikan yang sering diabaikan ialah menjaga alam semesta. Secara tak sadar, banyak sekali perilaku manusia yang berimbas negatif bagi lingkungannya sendiri.
Dalam konteks demokrasi, lanjutnya, akhlak ditunjukkan dengan komitmen dan moralitas. Keduanya akan keluar dengan alami sebagai bukti dari hasil pendidikan. “Sudah sepatutnya ada reorientasi pendidikan agama di sekolah,” lugas wakil rektor bidang akademik UIN Malang ini. Dalam reorientasi tersebut, perlu diperhatikan lagi ajaran untuk kesadaran sosial. “Kita tahu manusia adalah makhluk sosial, jadi sepatutnya diberi bekal kebermasyarakatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, seiring dengan mengajarkan kesadaran dalam kehidupan bermasyarakat, ada juga hal yang harus ditanamkan dalam pendidikan agama. “Bahwa agama harus dipahami sebagai suatu kebenaran, bukan hanya sebagai identitas, simbol, dan politis,” jabarnya.
Ajaran agama, masih kata Prof. Zainuddin, harus dipahami maknanya secara substansial. Dengan pemahaman yang menyeluruh tentang agama di institusi pendidikan, maka tidak mustahil akan lahir manusia dengan akhlak yang benar-benar mulia di segala aspek. “Ini akan menjadi indikator keberhasilan dakwah agama dalam dunia pendidikan,” tutur Pria kelahiran Kabupaten Bojonegoro ini.
Namun, permasalahan yang mengaitkan agama di suatu negara bukan cuma menjadi tanggung jawab pribadi ataupun pelaku pendidikan. Harus ada peran pemerintah agar problem tersebut tidak berlarut. “Peran negara menjadi esensial untuk mengantisipasi dan juga mengatasi masalah kehidupan beragama dan demokrasi di Indonesia, seperti konflik, ekstremisme, terorisme, dan intoleransi,” jelasnya.
Pengukuhan Prof. Zainuddin Januari lalu menambah jumlah guru besar di UIN Malang. Total 13 profesor yang dimiliki kampus berlogo Ulul Albab itu. Jumlah tersebut tentu masih jauh dari ideal. Pasalnya, jika dirasiokan dengan jumlah dosen dan mahasiswa, UIN Malang harus memiliki 84 guru besar yang tersebar di seluruh program studi. (nd)

Lebih Lanjut »
PERPUSTAKAAN UIN MALANG SIAP PERTAHANKAN NILAI AKREDITASI A
Abadi Wijaya Rabu, 1 Juli 2020 . in Berita . 870 views
2821_borang-perpus.jpg
Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA Wakil Rektor I saat membuka Rapat Penyusunan Borang Akreditasi di Aula Lt. 1 Perpustakaan, Rabu (1/7).

GEMA-Pengelola perpustakaan pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Rapat Penyusunan Borang Akreditasi di Aula Lt. 1 Perpustakaan. Acara yang akan berlangsung selama dua hari ini dilaksanakan dengan model diskusi tim, Rabu-Kamis (1-2/7).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA Wakil Rektor bagian Akademik berharap unit perpustakaan UIN Maliki Malang mampu mempertahankan status akreditasinya, yakni dengan nilai Akreditasi A. Oleh karena itu, melalui acara penyusunan Borang Re-akreditasi UPT Pusat Perpustakaan ini, tim harus mempersiapkan dengan matang untuk mempertahankan sertifikat berstandar Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini. "Saya ingin perpustakaan UIN Miliki ini tetap terakreditasi A, sehingga bisa mengiringi status institusi dari Universitas kita yang juga terakreditasi A," harap Prof. Zain.

2822_borang-perpus.jpg

Selanjutnya, masih menurut Prof. Zain jika dinilai dari segi fisiknya, perpustakaan UIN Maliki sudah bagus bahkan tidak kalah dengan perpustakaan yang ada di universitas luar negeri. Namun tentunya masih perlu dilakukan perbaikan terencana oleh pengelola perpus. Oleh karenanya, dengan adanya acara tersebut bisa juga dimanfaatkan tim perpus untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait kelebihan dan kekurangan perpustakaan UIN Maliki Malang.

"Silahkan nanti Pak. Mufid dan tim yang hadir dalam acara ini membahas apa yang masih kurang dari perpustakaan kita ini dan selanjutnya bisa disampaikan kepada pimpinan untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti," pesannya sembari membuka acara tersebut secara resmi. (ptt/nhl)

Lebih Lanjut »
DEKAN FE UIN MALIKI: MENUNGGU KONTRIBUSI NYATA PARA ALUMNI
Abadi Wijaya Senin, 29 Juni 2020 . in Berita . 781 views
2810_fe1.jpg

Penulis dan Foto: Putut Wahyu H. | Editor: Ajay

GEMA-Keluarga besar Fakultas Ekonomi (FE) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar temu alumni di masa pandemi covid-19. Acara yang diadakan secara virtual ini berlangsung di meeting room, Lt. 1 Gedung Megawati Soekarnoputri, Fakultas Ekonomi, Kampus 1 UIN Maliki, Senin (29/6).
Acara yang diinisiasi oleh jajaran pimpinan Fakultas Ekonomi ini mengusung tema Memetik Ilmu Berharga di Masa Pandemi Civid-19. Hadir saat acara, Ketua Senat UIN Maliki, seluruh pimpinan dekanat Fakultas Ekonomi, Kepala Jurusan (kajur), Sekretaris Jurusan (sekjur) dan perwakilan dosen-dosen Fakultas Ekonomi.

2811_fe2.jpg


Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Ahmad Sani Suprianto menyampaikan bahwa tujuan diadakannya acara temu alumni yakni saling bertukar informasi. Baik informasi terkait perkembangan dan capaian dari Fakultas Ekonomi, UIN Maliki dan sebaliknya informasi dari para alumni yang telah berkarier di bidang apa pun dan yang berada di mana saja. Menurut dosen yang sebentar lagi menyandang guru besar di UIN Maliki Malang ini bahwa hal tersebut penting demi meningkatkan kualitas dan reputasi Fakultas Ekonomi. “Temu alumni virtual ini untuk saling tegur sapa dan memantau perkembangan para alumni di luar negeri,” teragnya.

2812_fe3.jpg


Hal senada juga disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Nur Asnawi, M. Ag menegaskan bahwa kontribusi para alumni FE UIN Maliki memiliki peran yang sangat penting sekali. Menurutnya, saat ini FE UIN Maliki telah menanti-nanti dan berharap adanya kontribusi nyata dari para alumninya. “Kontribusi para alumni tidak hanya dibutuhkan sebatas pada saat akreditasi institusi tetapi lebih dari itu, yakni demi proses pengembangan kelembagaan institusi menuju reputasi dan rekognisi FE UIN Maliki,” tegasnya.

2813_fe4.jpg


Oleh karena itu, tambah dia, kontribusi dari para alumni sangat kami butuhkan tidak hanya sebatas saat akreditasi institusi namun juga saat pengembangan kelembagaan institusi menuju reputasi dan rekognisi kelembagaan tahun 2020 ini. “Marilah solidaritas internal yang telah terjalin selama ini tetap dijaga dan itu semua demi kemajuan bersama, FE UIN Maliki Malang,” pungkasnya. (ptt/*)

2814_fe5.jpg
Lebih Lanjut »
WARNA WARNI INDAH TROTOAR UIN MALANG
Abadi Wijaya Jumat, 26 Juni 2020 . in Berita . 633 views
2809_warna-warni.jpg

GEMA-Upaya untuk melakukan pengecatan ulang trotoar di dalam halaman kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus dilakukan. Kegiatan yang diikuti oleh para pimpinan dan tenaga pendidik serta adminstrasi itu dilakukan secara gotong royong. Bahkan para ibu-ibu pun tak mau kalah, mereka juga turut andil mengecat trotoar, Jumat (26/6).
Al hasil, trotoar di sepanjang jalan kampus menjadi kembali kinclong dan fresh dengan warna pilihan yang membuat kampus UIN Malang berbeda dengan kamus lainnya. Selamat beraktifitas dan semoga semua sivitas akademika bisa belajar dikampus ulul albab ini dengan nyaman dan terus bisa menikmati indahnya nuansa kampus UIN Maliki Malang.

Lebih Lanjut »
UIN MALANG HARUS TERUS BERINOVASI
Abadi Wijaya Jumat, 26 Juni 2020 . in Berita . 598 views
2806_khot1.jpg

GEMA-Sadar akan ketatnya persainagan perguruan tinggi di era digital 4.0 ini membuat Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menghimbau kepada seluruh pimpinan untuk membuat formasi pendidikan yang sesuai dengan era industri ini. Hal itu disampaikan usai mengadakan khotmil Quran yang bertempat di kantor Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Gedung Rektoral Lt.3, Jum’at (26/6).
Dalam arahan singkatnya Prof. Haris meminta agar kedepan UIN Maliki bisa menjadi kampus rujukan bagi mahasiswa luar yang hendak studi lanjut. Khususnya bagi Program Pascasarjana baik magister maupun doktoralnya. UIN Malang jauh hari sudah bercita-cita formasi penerimaan mahasiswa baru lebih didominasi oleh Program Pascasarjana dengan prosentasi 40 persen mahasiswa baru strata S1 dan 60 persennya mahasiswa pascasarjana. “Inilah yang diharapkan oleh para pendiri kampus ini sejak lama,” paparnya.

2807_khot2.jpg


Bapak kelahiran Lamongan itu menilai pembelajaran dipascasarjana saat ini sudah luar biasa. Akan tetapi, jangan terlena dengan prestasinya hingga akhirnya tidak melakukan inovasi dan gagasan untuk terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas lulusannya. “Ingat, bahwa barometer keberhasilan suatu pendidikan itu bisa dilihat dari output lulusannya,” tegasnya.
Kedepan, tambah dia, Pascasarjana di UIN Maliki harus memiliki integrasi dengan program setudi yang ada di program sarjana S1. “Hal ini agar bisa menggenjot minat dari calon mahasiswa pascasarjana ke depan,” harapnya.
Selain itu, hasil penelitian para dosen yang spektakuler harus terus digenjot dan dipublikasikan. Sehingga penemuan dari dosen tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas. Misalkan saja hasil penemuan kabut anti virus atau yang akrab di sebut Kavi itu serta hasil penemuan wastafel elektrik untuk menjaga kebersihan dalam menghadapi pandemi covid-19 ini. “Semoga semua hasil penemuan ini bisa bermanfaat dan bagi dosen yang lain agar segera menyusul membuat penemuan baru yang bisa bermanfaat untuk masyarakat luas,” tegasnya.

Lebih Lanjut »
ORANG TUA HARUS ATUR EMOSI DAN ENERGI
Iffatunnida Selasa, 23 Juni 2020 . in Berita . 740 views
2840_psga.jpg

GEMA-Pusat Studi Gender dan Anak bersama Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang Yulia Indriati, Direktur Keluarga Kita dalam webinar bertema Peran Keluarga dalam Menghadapi New Normal Life, Senin (22/6). Dalam sesinya, ia mencoba menjelaskan tantangan yang dihadapi para orang tua dalam masa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease). Tantangan itu muncul karena situasi belajar anak yang berpindah dari sekolah ke rumah (Study from Home).
Yulia menyatakan, perubahan situasi belajar ini turut mengaduk-aduk tatanan kehidupan sehari-hari di rumah. Karenanya, energi orang tua terbagi. Ketika energi tersebut tidak memadai, maka muncul lah emosi. “Saat seperti ini kita tahu bahwa mengatur emosi dan energi untuk berbagai macam kerjaan rumah itu penting,” jelasnya.
Ia melanjutkan, jika biasanya orang tua pasrah dengan pendidikan anaknya pada institusi pendidikan, kali ini mereka harus turut berpartisipasi dalam prosesnya. “Sisi positifnya ialah ada kolaborasi maksimal guru di sekolah dan orang tua dalam proses belajar anak,” tuturnya. Di sini lah pentingnya kekompakan dari kedua pihak.
Dalam proses menjadi pendamping belajar, masih kata Yulia, orang tua pun dituntut untuk bisa beradaptasi dengan teknologi. Bagi mereka yang sudah terbiasa dengan teknologi seperti platform e-learning, maka tidak ada masalah. “Masalahnya, Indonesia ini kan luas, dan tidak semua orang tua di daerah-daerah melek teknologi,” imbuhnya.
Hal ini karena infrastruktur di Indonesia tidak merata. Wajar jika sebagian besar orang tua di daerah mengeluhkan pemakaian teknologi dalam proses Study from Home. Alhasil, banyak sekali orang tua yang kecewa karena hasil belajar anak tak sesuai harapan.
Dalam hal ini, Yulia menjelaskan beberapa hal penting dalam perubahan tatanan belajar anak. Pertama, orang tua sepatutnya tidak terlalu memasang target yang terlalu tinggi. “Apalagi jika targetnya dipatok dari besaran angka,” imbuhnya. Daripada fokus pada nilai, ia lebih menyarankan agar orang tua lebih menitikberatkan pada pendampingan belajar. Pasalnya, tak banyak orang tua yang tahu tipe belajar anaknya sendiri. “Pahami keunikan anak-anak kita terutama gaya belajarnya, sehingga kita bisa menemaninya secara maksimal,” pesan Yulia. (nd)

Lebih Lanjut »
PEDULI KEBERSIHAN: FAKULTAS SAINTEK UIN MALANG CIPTAKAN WASTAFEL OTOMATIS
Abadi Wijaya Selasa, 23 Juni 2020 . in Berita . 558 views
2805_oto.jpg


GEMA-Inilah bukti inovasi hasil studi di UIN Maliki Malang serasa tiada henti. Salah satunya piranti cuci tangan produk rakitan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Secara resmi, alat yang umumnya dikenal dengan sebutan westafel itu di launcing oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Dr. H. Isroqunnajah, M. Ag dan Wakil Rektor bidang AUPK Dr. Ilfi Nurdiana, M Si. Pelaksanaannya tepat di samping teras depan Gedung BJ. Habibie Fakultas Saintek UIN Maliki Malang, Selasa (23/6).
Dalam pengantarnya, Gus Is sapaan akrab Dr. Isroqunnajah, M. Ag menjelaskan bahwa westafel produk Fakultas Saintek UIN Maliki ini berbeda dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan penggunaan westafel tersebut tidak secara manual namun melaui sensor. Selain itu, westafel produk Fakultas yang dipimpin oleh Dr. Sri Harini, M. Si ini didesain khusus bisa secara otomatis mengeluarkan air dalam jumlah terbatas dengan waktu tertentu. Sehingga setelah pemakaiannya, westafel tersebut tidak perlu dimatikan lagi karena sudah otomatis berhenti sendiri. "Jadi kita tidak perlu memegangnya ketika menggunakan westafel ini" terangnya.
Selanjutnya, masih kata Gus Is bahwa westafel sensor tersebut rencananya akan disediakan di lingkungan kampus UIN Maliki terutama pada setiap fakultas. Kemudian, bagi siapa pun yang ingin membuat model westafel sensor yang serupa milik UIN Maliki itu tidak masalah. Apalagi biaya pembuatannya juga tidak mahal. "Cukup dengan Rp. 100.000,- s/d Rp. 125.000,- sudah bisa untuk merakitnya sampai selesai," imbuhnya.
Ditemui saat uji coba westafel tersebut, Dr. Ilfi Nurdiana, M. Si menyatakan bahwa aplikasi alat tersebut sesuai standart dari WHO. "Kinerja westafel ini cukup simpel. Debit air yang dikeluarkan kurang lebih 600-700 mil dalam waktu 20 detik, sehingga sangatlah efisien, praktis dan juga hemat. Selamat kepada Fakultas Saintek UIN Maliki atas inovasinya ini," ucapnya seusai mempraktikkan pemakaian alat tersebut. (ptt)

Lebih Lanjut »
KEPALA PUSAT DITUNTUT GIAT DAN KREATIF
Iffatunnida Senin, 22 Juni 2020 . in Berita . 791 views
2839_kapus.jpg

GEMA-Mengakhiri minggu ketiga Juni, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. melantik empat kepala pusat di lingkungan kampus, Jumat (19/6). Mereka ialah Dr. Nur Ali, M.Pd. (Kepala Pusat Penelitian), Dr. Syaiful Musthofa, M.Pd. (Kepala Pusat Pengabdian), Ahmad Mukhlis, MA. (Kepala Pusat Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Remunerasi), dan Prof. Dr. dr. Bambang Pardjianto, Sp.B., Sp.BP.,RE(K) (Kepala Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat). Pelantikan yang dilaksanakan di Ruang Rektor ini hanya dihadiri Kepala Pusat Penelitian dan Kepala Pusat Pengabdian. Sedangkan lainnya mengikuti pelantikan secara daring.
Rektor berpesan agar seluruh kepala pusat mulai merencanakan program-program terbaru atau melanjutkan yang pernah diatur pada periode sebelumnya. “Kami harap agar kepala pusat mempunyai kreativitas yang tinggi agar nantinya segala program kerja dapat berkontribusi pada kemajuan bangsa,” tutur Prof. Haris.
Khusus bagi kepala pusat yang hadir di tempat pelantikan, rektor pun berharap agar nantinya ada tindakan yang mendorong dosen-dosen di UIN Malang untuk giat meneliti. “Ini juga untuk mempercepat penyelesaian studi dosen-dosen yang sedang S3,” lanjutnya.
Namun sebelumnya, rektor meminta agar ada perubahan dasar sebelum merancang program penelitian dan pengabdian masyarakat. Ia meminta agar tema besar dan arah penelitian dan pengabdian segera dirumuskan bersama. “Kampus harus punya standar penelitian dan pengabdian yang bereputasi internasional sesuai visi misi universitas,” lugas rektor kelahiran Lamongan tersebut. (nd)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up