Daftar Kategori: Berita


EXECUTIVE MEETING BERSAMA SEKJEN RAI
Abadi Wijaya Senin, 24 Februari 2020 . in Berita . 750 views
2635_dinner1.jpg
CINDERAMATA: Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag memberikan buku puisi karangannya kepada Sekjen RAI Dr. Muhammad Bin Abdul KArim Al-Issa di hotel Sighasari Kota Batu, Senin (24/2).


GEMA-Segenap pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan pertemuan terbatas dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rabithah al Alam al Islami (RAI) Saudi Arabia Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa di hall Singhasari Resort Kota Batu, Senin (24/2).
Mengawali pertemuan terbatas tersebut Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr. Uril Bahruddin menyampaikan terimakasih dan ucapan selamat datang kepada Sekjen RAI serta mengenalkan progres perkembangan kampus ber logo ulul albab di hadapan Sekjen RAI.
Selain pucuk pimpinan UIN Maliki Malang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut dua tamu kehormatan yaitu Dr. Alwi Sihab dan Prof. Dr. Haji Said Agil Husin Al Munawar, MA yang ditunjuk UIN Maliki sebagai promotor dalam penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada Sekjen RAI Saudi Arabia Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa.
Mengawali pertemuan eksklusif tersebut Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag juga menjelaskan persoalan perubahan derastis yang terjadi di UIN Maliki Malang, dia menjelaskan bahwa UIN Malang sebelumnya telah mendapatkan bantuan dari Islamic Development Bank (IDB) dan pembangunan tersebut berjalan dengan baik sesuai dengan harapan dan saat ini UIN Malang terus berupaya untuk mengembangkan kampus tiga yang rencananya akan digunakan untuk Fakultas Kedokteran, serta pembanguan masjid dan asrama mahasiswa untuk belajar kajian agama Islam lebih mendalam.

2636_dinner2.jpg


Mendengar paparan Prof. Haris, Sekjen RAI Saudi Arabia Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa menjelaskan bahwa RAI bertujuan untuk merangkul semua pihak, karena sesungguhnya RAI ini sendiri bertujuan untuk kemaslahatan umat sedunia. “Saya di undang ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk diberikan gelar kehormatan merupakan kehormatan bagi RAI dan khusunya bagi saya sendiri,” paparnya.
UIN Malang dengan RAI memiliki tujuan yang sama yaitu menebar ilmu, baik ilmu keagamaan maupun ilmu umum. “Ilmu umum jika diajarkan untuk kemaslahatan mausia maka sejatinya itu juga masuk ilmu Agama,” terangnya.

2637_dinner3.jpg


UIN Malang memiliki banyak keistimewaan salah satunya kampus ini memiliki makhad untuk kepentingan pendidikan bagi mahasiswanya dan mengajarkan keilmuan yang memiliki karakter integrasi. “Untuk itu saya sangat senang sekali bisa berkunjung ke Indonesia khususnya ke UIN Malang dan melihat langsung salah satu kampus Islam terbaik di Indonesia,” ungkapnya.
“Saya berharap UIN Malang bisa terus memberikan manfaat bagi kepentingan perkembangan peradapan Islam ke depan dan semoga pertemuan ini membawa manfaat,” tutupnya.
Di akhir pertemuan kedua belah pihak melakukan penandatangan nota kesepahaman kerjasama atau MoU antara RAI dan UIN Maliki Malang dan dilanjutkan makan malam bersama.

2638_dinner5.jpg
Lebih Lanjut »
ADA FESTIVAL BUDAYA ARAB BULAN APRIL
Iffatunnida Senin, 24 Februari 2020 . in Berita . 854 views
2631_pkpba2.jpg

GEMA-Setiap semester genap, Program Khusus Perkuliahan Bahasa Arab (PKPBA) mengadakan Mukhayyam Arabi. Tidak seperti tahun sebelumnya, atas instruksi Unit Pusat Pengembangan Bahasa, kegiatan tahunan ini dilaksanakan di lingkungan Kampus Satu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Karena banyaknya jumlah kelas, maka pihak PKPBA membagi acara menjadi lima gelombang setiap minggunya.

2630_pkpba1.jpg


Beragam kompetisi antar kelas diselenggarakan. Seperti, Lomba Yel, Estafet Kata, Ghina Arabi, dan Presentasi Makanan. Seluruh lomba tentu menggunakan Bahasa Arab. Mahasiswa dituntut aktif agar pembelajaran dalam kelas selama ini dapat dipraktikkan. Para dosen PKPBA pun ditunjuk menjadi juri. Tak terkecuali komandan Unit PPB, Dr. M. Abdul Hamid.
Mukhayyam Arabi akan ditutup dengan acara yang lebih meriah. Penyelenggara akan mengadakan Festival Budaya Arab yang diikuti perwakilan jurusan. Rencananya, festival tersebut akan digelar pada akhir April. (nd)

Lebih Lanjut »
PENELITIAN YANG BERDAYAKAN MASYARAKAT
Iffatunnida Senin, 24 Februari 2020 . in Berita . 830 views
2627_risetmasy3.jpg

GEMA-Hari kedua Workshop Metodologi Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset, pakar Pengembangan Masyarakat Islam, Dr. Agus Afandi menjelaskan hal-hal penting, Sabtu (22/2). Terutama dalam kaitannya dengan penelitian yang bertujuan untuk pengembangan kemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa penelitian yang nantinya dilakukan dosen-dosen UIN Malang harus bisa memberdayakan masyarakat.
Sehingga, masyarakat tak hanya sekadar dijadikan objek penelitian namun tetap bisa merasakan manfaat dari kegiatan itu. Seiring dengan mengedukasi masyarakat melalui pengabdian masyarakat berbasis riset, para peneliti juga dituntut mampu mengorganisir masyarakat. “Tentu semua rangkaian penelitian kita ini tujuannya satu, membangun perubahan sosial dengan memberdayakan masyarakat,” papar dosen UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.
Mengawali materi di hari kedua workshop, Unit LP2M UIN Malang juga menghadirkan Kepala Desa Tlekung, Mardi. Ia menyampaikan kepada para dosen tentang profil desa sekaligus geografisnya. Hal ini agar calon peneliti mengetahui benar struktur dan karakter Desa Tlekung yang menjadi objek riset tahun ini.
Mardi menjelaskan bahwa mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai peternak sapi dan petani sayur. Hal ini berjalan selama bertahun-tahun. Namun, semenjak maraknya kegiatan impor dari pemerintah pusat, desanya pun terkena dampak. “Penjualan ternak sapi dan sayur hasil panen tidak sebanding dengan biaya yang kami keluarkan saat merawatnya,” jelasnya.
Karena itu, banyak para peternak sapi yang kemudian lebih memilih beternak ayam petelur karena biaya perawatan yang lebih rendah. “Sedangkan petani-petani sayur di sini akhirnya mencari kerjaan lain yang lebih menghasilkan,” urainya.
Maka ia dan warga Desa Tlekung sangat mengapresiasi program Unit LP2M UIN Malang yang menjadikan desanya sebagai objek riset. Ia berharap, riset yang dilakukan para dosen nantinya akan membawa hasil positif, “Terutama untuk penghasilan warga kami.”
Pasca Shalat Dhuhur, para dosen diajak untuk melihat secara langsung Desa Tlekung. Mereka juga diberi kesempatan untuk mengunjungi rumah-rumah warga. Hal ini dilakukan agar tercipta gambaran penelitian yang ingin dilakukan di desa yang masuk wilayah Kota Batu tersebut. (nd)

Lebih Lanjut »
KELOLA LINGKUNGAN AGAR TIDAK BERMASALAH
Iffatunnida Jumat, 21 Februari 2020 . in Berita . 628 views
2629_risetmasy5.jpg

GEMA-Dalam Workshop Metodologi Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset, Unit LP2M mengundang Ir. Zuhdi, MT. dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur sebagai pemateri, Jumat (21/2). Ia menuturkan, setelah dilantik menjadi Gubernur Jatim, hal utama yang dilakukan oleh Khofifah Indar Parawansah ialah memeriksa area hulu-hilir Sungai Brantas.
Hasilnya, masyarakat sekitar sungai memiliki edukasi yang kurang. Terutama dalam pengelolaan lingkungan hidup. Tak heran, sungai di Jatim juga masuk sebagai salah satu yang terkotor di Indonesia. Dampak negatifnya ialah, area-area sekitar sungai sering longsor hingga terhantam banjir walau curah hujan tidak tinggi.
Dari sekian program kerja yang dirancang, gubernur Jatim juga menjadikan lingkungan hidup sebagai isu prioritas. “Setidaknya ada lima hal yang menjadi fokus di area ini,” tutur Zuhdi. Kelima hal itu ialah, pengelolaan sumber daya air, pengelolaan sampah dan limbah B3, pengelolaan sumber daya lahan, pengendalian pencemaran udara, dan pengelolaan wilayah pesisir.
Tentu pemprov tidak bisa melakukan semua ini sendiri. Dengan banyaknya perguruan tinggi di wilayah Jatim, pemprov turut mendorong kegiatan penelitian yang fokus pada pemberdayaan masyarakat. (nd)

Lebih Lanjut »
SINERGITAS UNIVERSITAS DAN PEMPROV ATASI MASALAH
Iffatunnida Jumat, 21 Februari 2020 . in Berita . 630 views
2628_risetmasy4.jpg

GEMA-Kasi Pemberdayaan Masyarakat Tertinggal di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kukuh Tri Sandi, MT., M.Sc. memberi materi kepada sekitar 80 dosen UIN Malang. Materi ini diberikan pada Workshop Metodologi Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset yang digagas Unit LP2M di Home Theater, Jumat (21/2).
Ia membeberkan fakta bahwa Jatim menempati posisi atas sebagai daerah yang tinggi tingkat kemiskinannya di Indonesia. Hal ini tentu berbanding terbalik mengingat Jatim tercatat memiliki banyak potensi. Sebut saja, potensi wisata alam dan juga taman rekreasi buatan, potensi pertanian mengingat banyaknya daerah dengan lahan subur, serta potensi perikanan air tawar dan air laut.
Maka, peran perguruan tinggi di khususnya wilayah Jatim menjadi krusial. Apalagi, Jatim adalah tempat dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang selalu menjadi favorit lulusan Sekolah Menengah Atas tiap tahunnya.
Pihak pemerintah provinsi berharap, seluruh perguruan tinggi di Jatim membantu mengentaskan kemiskinan. Salah satu cara ialah dengan melakukan penelitian berkala sehingga ada evaluasi dan juga solusi.
Seluruh kegiatan penelitian yang melibatkan masyarakat, harus linier dengan program Pemprov Jatim. “Sehingga ada sinergi antara penelitian di universitas dan program-program yang dicanangkan pemerintah daerah,” paparnya.
Pihak Pemprov Jatim berharap, penelitian yang dilakukan dosen fokus pada pemberdayaan. Dengan begitu, masyarakat bisa bergeliat dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka. Di kemudian hari, pemerintah daerah berharap tidak ada lagi cap Jatim sebagai wilayah miskin. (nd)

Lebih Lanjut »
REKTOR: AJARKAN HASIL RISET, BUKAN BUKU
Iffatunnida Jumat, 21 Februari 2020 . in Berita . 625 views
2625_risetmasy1.jpg

GEMA-Bergeliatnya riset dalam arahan Unit Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), dosen-dosen di UIN Malang pun makin antusias. Pada Workshop Metodologi Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset, sebanyak 80 dosen dari berbagai fakultas menyimak rangkaian materi dari narasumber di bidangnya, Jumat (21/2).
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. turut hadir untuk membuka resmi acara tersebut. Ia mengapresiasi para dosen yang semangat melakukan riset. Pasalnya, riset merupakan hal utama yang dilihat asesor saat menilai suatu perguruan tinggi. Dengan tingginya kegiatan riset, tentu kampus akan ikut terangkat pamornya.
Tak hanya itu, ia menuturkan bahwa sudah seharusnya riset menjadi rujukan saat melakukan pembelajaran. “Yang diajarkan ke mahasiswa itu ya hasil riset, bukan hanya materi yang tertulis dalam buku-buku,” tegasnya. Mengajarkan hasil penelitian kepada mahasiswa, tentu akan memperlihatkan fakta dibalik teori yang diajarkan dalam kelas. Mahasiswa juga akan lebih paham pemakaian suatu teori di masyarakat.

2626_risetmasy2.jpg


Ketua LP2M, Dr. Tutik Hamidah mengungkapkan bahwa kegiatan penelitian kali ini sejalan dengan program pemerintah daerah. “Sekarang pemerintah kita sedang bergeliat membangun desa-desa agar tidak ada lagi istilah desa tertinggal dan tak tersentuh pembangunan,” jelasnya.
Ibu berkacamata tersebut melanjutkan, di seluruh perguruan tinggi, kegiatan penelitian diharuskan merujuk pada program pemerintah provinsi hingga daerah setempat. Khususnya penelitian yang melibatkan pembangunan kualitas masyarakat. “Semua harus linier. Harus sejalan,” lugas Bu Tutik, sapaan akrabnya.
Workshop dari Unit LP2M ini dilaksanakan selama dua hari (21-22/2). Hari pertama dilakukan dalam kampus, tepatnya di Home Theatre Fakultas Humaniora. Sedangkan hari kedua, seluruh peserta mendapatkan materi di Kantor Desa Tlekung, Kota Batu objek penelitian pengabdian masyarakat tahun ini. (nd)

Lebih Lanjut »
BENARKAH TEKNOLOGI MENINGKATKAN PEMBELAJARAN?
Iffatunnida Kamis, 20 Februari 2020 . in Berita . 889 views
2624_pkpbi1.jpg

GEMA-Mengawali materinya dengan pertanyaan singkat tersebut, Prof. Bambang Yudi Cahyono, Ph.D. berbagi mengenai TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge), Kamis (20/2). Makin eratnya pelajar atau mahasiswa dengan gawai, membuat para akademisi memutar otak agar gawai tetap bisa digunakan saat proses belajar.
Lebih khusus, Prof. Yudi, sapaan akrab pemateri, menuturkan untuk memasukkan teknologi dalam kelas English for Specific Purposes (ESP) di universitas. Tidak semua produk teknologi dimanfaatkan dalam pembelajaran. Dosen harus pintar memilih media mana yang lebih akrab di kalangan mahasiswa. “Mellihat survey di tahun 2019, YouTube dan WhatsApp menjadi media populer di kalangan pemuda Indonesia,” jelasnya.
Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) tersebut melanjutkan, dua media itu sangat tepat jika dimanfaatkan di kelas ESP. Video-video yang terunggah di laman berbagi video YouTube tentu bisa dipilih untuk menjadi materi kelas. “Jika ada yang mengajar kelas persiapan pramugari, video-video profil tentang pramugari tentu akan menjadi materi yang pas,” imbuhnya.
Setelah memberi waktu mahasiswa untuk mencari video yang sesuai dengan jurusannya, dosen dapat memberi tugas melalui aplikasi WhatsApp. “Minta mereka untuk membagi tautan video dan setelah itu mereka juga diminta mempresentasikan isi video yang didapat,” papar mantan Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris di Pascasarjana UM ini.
Selanjutnya, mahasiswa juga diminta untuk menuliskan konten video beserta opini mereka dalam bentuk esai singkat. “Ini agar kelas ESP benar-benar mengkombinasikan visual, listening, speaking, dan juga writing skills mahasiswa,” ucapnya di akhir sesi.
Prof. Yudi menjadi salah satu pemateri dalam workshop tahunan yang digagas Program Khusus Perkuliahan Bahasa Inggris (PKPBI), Unit Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim. Workshop ini ditujukan tidak hanya untuk dosen di PKPBI, namun juga membuka peluang bagi dosen di luar kampus untuk mengembangkan keterampilan pedagoginya. (nd)

Lebih Lanjut »
KEBENCIAN: TERORISME ZAMAN MODERN
Iffatunnida Kamis, 20 Februari 2020 . in Berita . 882 views
2622_psgaeks.jpg

GEMA-Aktivis perempuan dan anak di wilayah Jawa Timur hadir dalam Kursus Singkat “Perempuan dan Pencegahan Ekstremisme” yang dihelat Pusat Studi Gender dan Anak UIN Malang, Rabu (19/2). Bekerjasama dengan The Asian Muslim Action Network (AMAN), suatu lembaga aktivis perempuan dan anak global, PSGA berbagi wawasan mengenai ekstremisme juga pencegahan dan penanggulangannya. Ruby Kholifah, Direktur AMAN Indonesia, menjadi pembicara utama di acara yang bertempat di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat lt. 3 tersebut.
Menurut Ruby, untuk memisahkan istilah terorisme yang sering dikaitkan dengan gerakan keagamaan, pihaknya menggunakan istilah ekstremisme. “Karena walau sering dikaitkan dengan agama, buktinya teror juga dilakukan orang di negara Barat dan tidak berhubungan dengan agama,” jelasnya.
Di zaman modern ini, bentuk terorisme atau ekstremisme pun semakin berkembang. Ada juga ekstremisme yang tidak disadari sering dilakukan oleh banyak kalangan. “Salah satunya ialah rasa kebencian,” tutur Ruby. Banyaknya kritik yang dilontarkan pada pemerintahan oleh sekelompok orang, terkadang keluar dari tujuan awal kritik itu sendiri. “Awalnya ingin memberi masukan, namun berujung pada hal yang negatif,” jelasnya.
Pendapat yang dikemukakan dengan cara yang tidak benar akhirnya menjadi sebuah gerakan menggiring opini yang juga meracuni pikiran kaum awam. Akibatnya, kehidupan bernegara diliputi rasa negatif.
Di sinilah, menurut Ruby, peran sebuah organisasi non-ekstremisme untuk mengedukasi masyarakat. “Kita ajarkan untuk membedakan kritik dan benci,” tegasnya. Suatu kritik harusnya membuahkan hasil yang positif. Sebaliknya, rasa benci yang ditunjukkan secara kontinyu akan menimbulkan fitnah yang besar. (nd)

Lebih Lanjut »
PEGAWAI WAJIB BISA BAHASA ARAB-INGGRIS
Abadi Wijaya Kamis, 20 Februari 2020 . in Berita . 1008 views
2623_vsi.jpg
HAFALAN: Seluruh karyawan non PNS UIN Maliki Malang dites kemampuan menghafal Visi UIN Malang di hadapan Rektor langsung, Rabu (19/2).


GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menyerahkan perpanjangan SK Kontrak bagi karyawan non PNS di lingkungan UIN Maliki, Rabu (19/2).
Bertempat di Masjid at Tarbiyah ratusan karyawan yang terdiri dari dosen dan tenaga pendidik menerima SK kontrak kerja 2020. Sebelum SK diserahkan Prof. Haris memberikan pengarahan agar bekerja didasarkan pada niat ibadah dan penuh kedisplinan. Dalam arahannya beliau mengajak seluruh karyawan untuk selalu disiplin dan mensyukuri semua nikmat yang diberikan Allah SWT dengan memperbanyak mengucapkan Alhamdulillah. "Lebih baik mendapat rezeki banyak dan bersyukur dari pada mendapat rezeki sedikit tapi tidak bersyukur," terangnya.
Bersyukur itu, kata dia, tidak hanya kepada Allah SWT saja akan tetapi juga kepada sesama manusia, jika ada manusia yang tidak mau bersyukur terhadap sesama manusia, maka dia akan sulit mau bersyukur kepada nikmatnya Allah SWT. “Untuk itu, ayo kita biasakan hidup ini dengan dipenuhi rasa syukur,” terangnya.
Selain itu, memasuki era industri digital 4.0 dan persaingan global saat ini, seluruh dosen dan karyawan UIN Maliki harus menguasai minimal dua bahasa asing, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris. ini sudah menjadi tantangan yang harus di hadapi. "Untuk itu semua pegawai mulai saat in saya wajibkan agar kembali belajar bahasa Arab dan Inggris melalui program yang sudah dijalankan oleh lembaga pusat bahasa UIN Malang," paparnya.
Sementara itu, Kabiro AUPK Drs. A. Heru Achadi Hari turut mengajak semua keluarga besar UIN Maliki Malang untuk menjaga kebersihan, baik disektor harta maupun dalam hal tanggung jawab dalam pekerjaan. Jagalah hati agar tetap bersih, jangan ada rasa suudzon terhadap siapapun. "Mulai saat ini marilah kita kerja yang bagus agar rezeki yang diperoleh menjadi berkah," ajaknya.
Usai sambutan, Ketua OKH UIN Maliki Malang menyerahkan sertifikat barang dan jasa (Barjas) kepada enam pegawai yang lulus ujian, merekapun diminta satu persatu untuk menghafalkan visi misi UIN Maliki yaitu Terwujudnya pendidikan tinggi integratif dengan memadukan sains dan Islam yang bereputasi internasional.

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up