INTERVIEW: Kabag Umum A Zubairi saat diinterview oleh WR I, II, III, dan IV di rumah Singgah Batu, Jumat (4/10).
GEMA-Proses asesmen di hari kedua ini seluruh pejabat eselon III dan IV mengikuti proses interview. Satu persatu mulai digali potensinya lebih dalam oleh asesor ahli, tak terkecuali WR I, II, III, IV dan perwakilan dari Kabag Kepegawaian Kemenag Pusat juga turut menginterview 47 calon pejabat struktural tersebut, Jumat (4/10).
Kabag dan Kasubbag tersebut nantinya akan diposisikan jabatannya sesuai dengan hasil asesmen. Kabag OKH UINMalikiMalang Umihanik menjelaskanbahwaasesmeniniuntukmemposisikanpejabatstrukturaldilingkunganUINMalangberadadi jabatan yang tepatsesuai dengan potensiyangdimiliki. Sehingga bisamenunjangkinerjanyadimasing-masing satkeryangada. "Menempatkan posisipejabat struktural harussesuaidengankompetensiyang dimilikinya," jelasnya.
Ibu dari dua putra itu berharap asesmen ini bisa berjalan dengan lancar dan menghasilkan data kopetensi dari eselon III dan IV lebih akurat, sehingga dihasilkan jabatan yang sesuai dengan kompetensi, dan lebih transparan dalam hasil asesmennya. "Untuk menetapkan para pejabat, UIN Malang menghadirkan Tim asesor ahli yang brsertifikat dan juga melibatkan Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kemenag pusat," pungkasnya.
GEMA-Salah satu dosen Jurusan Ilmu al Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Syariah, Miski merilis bukunya berjudul Islam Virtual: Diskursus Hadis, Otoritas, dan Dinamika Keberislaman di Media Sosial. Perilisan tersebut dibarengi dengan acara Bedah Buku yang dihadiri oleh mahasiswa Jurusan IAT dan umum, Jumat (27/9). Beberapa dosen jurusan tersebut juga tampak hadir di Halaqoh Ma’had lt. 1. Miski menjelaskan bahwa inspirasi bukunya berawal dari banyaknya unggahan meme atau gambar berisi hadis yang bermunculan di media sosial. Unggahan tersebut dilengkapi dengan caption yang cenderung berpaham tunggal atas hadis yang dikutip. Hal ini membuatnya gusar. Pasalnya, hadis tidak bisa dipahami secara tunggal karena tidak semua ucapan Nabi Muhammad berkaitan dengan hukum atau aturan. Adakalanya, hadis memuat kisah-kisah terdahulu. “Nabi memiliki konteks tersendiri. Kadang hukum, pelajaran, atau urusan dunia yang tidak berkonsekuensi mengikat kita,” jelasnya. Ia mencontohkan hadis tentang tasyabbuh atau menyerupai umat beragama lain. Hadis tersebut sering digunakan untuk larangan mengucapkan selamat ulang tahun, memberi hadiah Valentine, dan merayakan tahun baru. Miski menjelaskan pada masa lalu di Arab, Islam merupakan agama muda yang tidak mudah dibedakan dari Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Maka, untuk membedakannya Rasulullah memerintahkan beberapa hal seperti berjenggot. “Para ulama sendiri masih berbeda pendapat mengenai tasyabbuh apa yang diharamkan dan diperbolehkan,” imbuhnya. Agar hadis-hadis yang beredar tetap relevan dengan konteks zaman now, ia menjelaskan tiga cara. Pertama kajian secara komprehensif. Kedua, kritis dengan tidak menggunakan satu sudut pandang saja. Terakhir, Hermeunetis agar kontekstualis terhadap teks hadis. Karunia Hazyimara, salah satu peserta bedah buku menyatakan, kajian seperti ini dibutuhkan bagi kalangan muda. Apalagi mereka yang sehari-harinya selalu berselancar di media sosial. “Para konsumen hadis instan di medsos bisa belajar untuk lebih kritis setelah membaca buku ini yang memang disesuaikan dengan zaman medsos,” tuturnya. (*/nd)
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan asesmen kepada 47 pejabat eselon III dan IV di lingkunagan UIN Maliki Malang. Asesmen ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari dan berakhir Jumat, (4/10) di Rumah Singgah Batu. Asesmen kali ini dibuka langsung Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nur Diana M.Si, dan didampingi langsung Kabiro AUPK Drs. Mahfudh Shodar, M.Ag. Mengawali sambutannya Ilfi menegaskan bahwa proses asesmen ini sudah sepatutnya dilakukan setiap dua tahun sekali untuk mengidentifikasi kompetensi dari Bapak Ibu. “Asesmen ini tidak lain untuk meningkatkan layanan di UIN Maliki Malang,” paparnya. Untuk itu, tambah dia, melalui asesmen ini nantinya akan diketahui kompetensi dari calon pejabat struktural ini agar kedepannya dalam mengemban amanah di jabatannya tidak salah orang. “Setidaknya, asesmen ini bisa digunakan untuk evaluasi sekaligus menentukan posisi tendik di UIN Malang,” jelasnya.
Ilfi berpesan, setidaknya setiap tendik di UIN Malang harus tetap percaya diri untuk terus mengasah kompetensi dirinya. Bagi tenaga administrasi harus bisa menguasai dua bahasa yaitu Bahasa Arab dan Inggris. Pasalnya, UIN Malang saat ini sudah menuju taraf pengakuan internasional. “Untuk itu, kompetensi yang dimiliki tendik harus terus dikembangkan, jangan sampai terlena ada di zona nyaman,” pesannya. Sementara itu, salah satu Asesor dari Psikologika Malang Dr. Ilhamuddin Nukman menegaskan bahwa asesmen ini untuk menggali kompetensi secara komprehensif yang dimiliki para pejabat eselon III dan IV di UIN Malang. “Saya berharap semua peserta serius mengikuti proses asesmen ini, sehingga hasilnya bisa lebih akurat,” harapnya.
Ilham sapaan akrabnya menjelaskan bahwa semua peserta akan dinilai melalui tiga tahap, yaitu Psikotes, Leaderless Group Discussion (LGD), dan proses wawancara. “Hari kedua, semua peserta akan di interview langsung oleh Wakil Rektor Bidang AUPK, WR Bidang Kemahasiswaan, dan WR Bidang Kerjasama. “Kepala Biro Kepegawaian Kemenag Pusat yang diwakili Kabag Asesmen juga akan menginterview peserta secara random,” jelasnya.
GEMA-Hari kedua Diseminasi Jurnalistik Reporter Kampus 2019 diadakan Rabu (26/9). Berbeda dengan hari sebelumnya, kali ini diseminasi fokus pada teknik penulisan berita, editing, dan fotografi. Acara dibuka dengan materi Teknik Reportase dan Editing oleh Iffatunnida. Seminar kemudian dilanjutkan oleh Fariza Arafani, mantan reporter GEMA yang bertugas sejak 2008. Dalam seminarnya, wanita yang akrab disapa Ica ini mengungkap pengalamannya selama menjadi reporter. “Teman-teman sangat beruntung ya, ada wadah (belajar menulis) seperti ini,” ungkapnya. Menurutnya, GEMA dapat memberikan ilmu dan memperluas jaringan sosial tanpa mengganggu kuliah. Diseminasi ditutup dengan pelatihan Fotografi Jurnalistik. Materi ini diberikan oleh Abadi Wijaya selaku fotografer senior di Tabloid GEMA. Salah satu peserta diseminasi, Fajar Rinaldi, mengaku bahwa ia sangat senang dengan adanya pelatihan ini. Mewakili rekan-rekan sejawatnya, Fajar mengungkapkan rasa terima kasihnya pada tim Informasi dan Publikasi (Infopub). Ia mengaku sangat senang telah diberi kesempatan untuk belajar. Ia pun berharap, para peserta bisa istiqomah. “Saya sangat senang akhirnya belajar ilmu Jurnalistik. Ibaratnya setelah ini tuh tinggal aksinya,” ungkapnya. Nantinya, para peserta akan menempuh masa trainee selama satu bulan. Hal ini dimaksudkan supaya ada seleksi alam sebelum resmi menjadi reporter kampus. (*/nd)
GEMA-Muhammad Sahni Arja, salah satu mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Malang menjadi perwakilan Indonesia dalam Elite Academy Qatar Debate di Doha, Qatar. Acara ini diselenggarakan seminggu (20-27/9). Arja mengatakan, lebih dari 388 peserta mengikuti seleksi dari berbagai negara. Namun, hanya 40 peserta yang terpilih untuk mengikuti acara ini. “Dari Asia Tenggara hanya ada dua negara, Indonesia dan Thailand. Saya satu-satunya yang mewakili Indonesia,” tutur mahasiswa asal Rokan Hilir, Riau tersebut. Ia melanjutkan, acara tersebut ditujukan untuk melatih debator muda untuk menjadi duta debat Bahasa Arab di negara masing-masing. “Dengan menjadi duta, kami bisa menyebarkan Bahasa Arab melalui metode tersebut,” paparnya. Kiprahnya di dunia debat tidak dapat diragukan. Ia menyukai Bahasa Arab sejak belajar di pondok pesantren hingga akhirnya tertarik mengikuti debat Bahasa Arab. Arja pun memiliki banyak pengalaman perlombaan di bidang ini. “Saya mulai dengan ikut lomba debat di sekolah hingga sekarang bisa ke luar negeri,” kisahnya. Tak ingin jemawa, ia mencoba selalu menyebarkan semangat dan motivasi ke teman sesama mahasiswa. Menekuni hobi adalah hal yang Arja tekankan. “Selagi masih berstatus mahasiswa jangan pernah berhenti mencari peluang dan tekuni hobi yang kamu rasa adalah passion-mu,” tutur mahasiswa angkatan 2015 ini. (nba/nd)
GEMA-Tashih Quran menjadi salah satu program Pusat Ma’had al Jami’ah (PMJ) yang diwajibkan bagi seluruh mahasiswa baru UIN Malang. Program ini menarget mahasiswa agar dapat membaca al Quran sesuai tajwid dan makharijul huruf. Kegiatan itu diasuh oleh mushahih (penguji) yang telah ditunjuk oleh PMJ. Idealnya, mahasiswa selama masih tinggal di Ma’had harus meng-khatam-kan 30 juz al Quran. Namun, jika masih ada yang belum menyelesaikan kewajibannya setelah keluar dari Ma’had, maka ia tidak serta-merta bebas tanggung jawab. Bagi mahasiswa yang belum khatam, ia tetap wajib melanjutkan Tashih Quran di tahun kedua dan seterusnya. Hal ini karena program PMJ terintegrasi dengan pendidikan di universitas. Mahasiswa yang belum memiliki syahadah (ijazah) khatam Tashih Quran, maka ia tidak dapat memrogram mata kuliah keagamaan di kampus. Jika tidak memrogram mata kuliah rumpun keagamaan tersebut, maka otomatis mereka tidak dapat mengikuti ujian seminar proposal sebagai salah satu syarat wisuda. Menurut pantauan reporter Gema, hingga saat ini, masih banyak mahasiswa tingkat atas yang berusaha menyelesaikan kewajibannya tersebut. Mereka bisa langsung menemui mushahih yang selalu ada di tempat yang ditetapkan PMJ. Yakni, di Masjid at Tarbiyah bagi mahasiswa dan Masjid Ulul Albab bagi mahasiswi. Tashih Quran dapat dilakukan pada hari aktif perkuliahan dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. (fri/nd)
GEMA-English Festival (EF) merupakan agenda tahunan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Inggris UIN Maulana Malik Ibrahim.Tahun ini beberapa rangkaian acara turut memeriahkan EF. Lomba Akustik menjadi salah satu lomba pembuka sebelum acara puncak EF. Lomba yang dilaksanakan di depan Fakultas Humaniora tersebut dimulai pukul 10.50 WIB dengan panggung seadanya, Minggu (29/9). Juri acara ini adalah Bustomil Karim dan Nibras Filianto, mahasiswa semester 5 Fakultas Ekonomi. Pemenang Lomba Akustik ini akan diumumkan pada puncak acara (6/10). Acara ini bertema Be Brave to Fight Your Fears and Be a Superhero of Your Talent dan diikuti oleh 10 tim yang merupakan mahasiswa semester 1 dan 3. "Dengan adanya acara ini saya berharap sebagai mahasiswa baru bisa lebih mengenal satu sama lain dan solidaritasnya lebih kuat lagi," papar Rian, salah satu peserta. Perlombaan kali ini cukup meriah. Banyak suporter dari setiap tim hadir untuk memberi dukungan. Penampilan yang dibawakan setiap tim pun sangat memuaskan. "Saya senang sekali bisa mengikuti acara ini karena lagu yang mereka bawakan sangat kekinian, yah walaupun saya hanya sebagai suporter," ujar Nihaya, mahasiswa semester 1. Dengan lagu-lagu yang kekinian mahasiswa semakin antusias meramaikan acara tersebut. (zan/nd)
GEMA-Sebanyak 80 mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) mengikuti pelatihan singkat Pramuka Pra Siaga, Minggu (29/9). Kegiatan yang bertempat di Hotel Selecta Batu selama dua hari ini mendatangkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Malang untuk mengenalkan hasil peresmian seusai upacara Hari Pramuka (14/8) di Cibubur lalu. UIN Malang menjadi pionir dalam mengkampanyekan pra siaga ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka (Pusdiklat) Malang, Wage Munawwar. "Sejatinya, mendidik anak agar memiliki karakter yang baik harus dimulai seawal mungkin. Saya harap, Pramuka ini menjadi usaha dari keinginan tersebut," tuturnya penuh harap. Pramuka pra siaga bukanlah sebuah jenjang atau tingkatan dari Gerakan Pramuka. Melainkan sebagai upaya pengenalan nilai-nilai kepramukaan untuk anak-anak usia 3 sampai 7 tahun. Pelatihan sedini ini ditujukan agar dapat menumbuhkan keberanian secara alami yang kemudian dapat menjadi karakter unggul. (aqa/nd)
GEMA-Tahun ini merupakan tahun kedua pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Lebih dari 100 mahasiswa ikut berpartisipasi, namun hanya lima orang yang berhasil masuk ke grand final. Acara ini diadakan di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Minggu (29/9). Mawapres kali ini bertujuan untuk menginspirasi mahasiswa di bidang akademik maupun non-akademik. Maka diangkatlah tema Peran Vital Pemuda dalam Mewujudkan Persatuan Bangsa. Pemilihan Mawapres didasarkan pada prestasi dan skill yang dimiliki selain juga kecantikan fisik. Nurulitasari Budi Utami, Ketua Pelaksana Mawapres menyatakan bahwa ada yang berbeda di tahun ini. Tahun sebelumnya, Mawapres dan Duta Kampus diseleksi terpisah. “Tahun ini Mawapres juga sekaligus menjadi Duta Kampus UIN Malang,” tuturnya. Keluar sebagai pemenang Mawapres 2019 ialah Ihda Filzafatin Habibah (Jurusan Pendidikan Bahasa Arab) dan Tegar Dhananjaya Widyoyoko (Jurusan Psikologi). Ihda mengatakan dalam perjalanan ke grand final banyak seleksi yang harus dihadapi. “Di setiap babak seleksinya semakin susah,” papar mahasiswi semester tiga tersebut. Tidak hanya itu Duta UIN Malang memiliki ciri khas sendiri, yaitu bisa membaca kitab kuning, mengaji, dan paham tentang kampus. “Yang penting kita percaya diri aja menghadapi lawan-lawan kita,” pesannya. (lf/nd)