GEMA-Dosen dan karyawan UIN Malang yang telah membayar pajak penghasilan wajib melapor dengan cara mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Tax Center Fakultas Ekonomi (FE) membuka jasa pelayanan isi bareng SPT untuk PPh 21 tahun 2018. Acara tahunan ini terselenggara di Laboratorium Statistik FE, Rabu-Kamis (13-14/3). Ketua Pelaksana Sulis Rochayatun mengatakan tahun ini waktu pengisian dipersingkat menjadi dua hari agar Wajib Pajak tidak menunda seperti tahun sebelumnya. “Seperti yang kami prediksi, hari pertama jumlah Wajib Pajak (WP) membeludak dibanding hari kedua,” jelasnya. Pasalnya jumlah WP yang datang di hari pertama mencapai 400 lebih, sedangkan hari kedua hanya sekitar 50 orang. Kendala yang banyak terjadi saat pengisian SPT adalah WP lupa password untuk masuk ke akun pengisian e-filing di laman DJP online. Mahasiswa yang bertugas melayani dan WP memandu mereka untuk masuk ke e-mail yang digunakan untuk mendaftar e-filing. “Sebelumnya harus memasukkan kode e-fin terlebih dahulu, baru kita buka e-mail,” jelas Zulasfi, salah satu relawan Tax Center. Setelah itu, akan ada kotak masuk yang menuntun WP untuk mengganti password akun. “Sebaiknya password akun DJP disamakan dengan password e-mail, agar tidak lupa,” tegas Sulis. Tidak sedikit juga WP yang lupa kode e-fin, e-mail, dan password. “Kalau sudah begini, WP harus mengurus langsung ke kantor DJP,” pungkas pembina Tax Center tersebut. (ir/nd)
GEMA-Komunitas mahasiswa di UIN Malang selalu berkembang. Tak hanya yang tergabung dalam OMIK yang biasa disebut Unit Kegiatan Mahasiswa, namun ada juga yang bernaung dalam fakultas maupun jurusan. Seperti El-Farabi yang ada dalam asuhan Fakultas Humaniora. Meski tergolong baru, komunitas musik tersebut sudah kerap kali diundang dalam beberapa acara. Dibentuk pada awal 2018, anggota komunitas ini tergolong rutin latihan setiap minggunya. Beberapa mahasiswa tentu sudah tidak asing dengan alunan-alunan musik yang sering terdengar di gedung Fakultas Humaniora. Menurut Dr. Siti Masitoh, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, anggota El-Farabi sudah sering mendapat undangan untuk perform. “Untuk saat ini masih di Kotamadya dan Kabupaten Malang,” imbuhnya. Untuk mengenalkan komunitas ini pada khalayak, Masitoh menyatakan akan mengadakan acara rilis. “Kami rencanakan pada 19 Maret ini,” ujarnya berbagi informasi. Dalam acara launching tersebut, panitia mengemasnya dalam Apresiasi Seni dan Budaya. Kegiatan tersebut, lanjutnya, juga sekaligus meramaikan Hari Musik Nasional yang diperingati di Bulan Maret, tepatnya setiap 9 Maret. Tak hanya diisi dengan performance anggota El-Farabi, beberapa dosen Fakultas Humaniora juga akan turut serta mempersembahkan tarian, vokal, dan deklamasi puisi. (nd)
GEMA-Sesi akhir asesmen lapangan, seluruh asesor Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) beserta jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik) UIN Malang berkumpul di Ruang Senat Rektorat Lt. 4, Kamis (14/3). Dalam kesempatan itu, para asesor menyampaikan hasil wawancara dengan dosen, tendik, mahasiswa, alumni, serta pengguna jasa. Dimulai dengan Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D. yang menyimpulkan hasil wawancara dengan mahasiswa dan alumni UIN Malang. Ada beberapa hal yang menjadi sorotan alumni. Utamanya terkait fisik UIN Malang yang semakin hari semakin megah dibanding beberapa tahun sebelumnya. Alumni pun, menurut Prof. Marwan, memberikan saran untuk dicatat pihak kampus. Mereka ingin agar pihak UIN Malang, terkhusus para dosen, agar lebih melebarkan sayap keilmuannya. “Keilmuan dosen tidak bisa diragukan lagi, cuma dirasa kurang speak up ke luar kampus atau bahkan di kancah nasional,” jelasnya. Selanjutnya, Prof. Dr. Budi Nurani R., M.Si. menyampaikan garis besar informasi yang didapat ketika berdiskusi dengan dosen, tendik, dan pengguna jasa. Beberapa catatan disampaikan oleh dosen dan tendik terkait hal yang dapat memotivasi kinerja dan keilmuan. “Mereka ingin ada sebuah bentuk penghargaan yang dapat dijadikan motivasi untuk berkembang lagi,” tutur wanita berkacamata tersebut. Sementara itu, dari sisi pengguna jasa lulusan UIN Malang, Prof. Budi menyoroti beberapa hal yang cukup unik. “Seluruh pengguna jasa menyatakan bahwa lulusan UIN Malang memang cukup menonjol khususnya dalam perilaku,” ia melanjutkan, “Bahkan mereka jadi penggerak di lingkungan kerjanya untuk mengadakan kegiatan religius.” Sebelum mengakhiri sesi, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menyampaikan apresiasi atas kunjungan keempat asesor yang ditunjuk BAN-PT. Ia berharap, agar momen asesmen ini menjadi bahan evaluasi bagi institusinya agar semakin berkembang dan membangun imej positif. Ia pun tak lupa mendeklamasikan syair yang ia buat hari itu yang ditujukan khusus untuk keempat asesor. Selama sehari, keempat asesor yang diutus BAN-PT melakukan tugasnya dalam tahapan asesmen lapangan. Tahapan ini adalah tahap kedua dari rangkaian reakreditasi universitas yang diajukan UIN Malang. Untuk kepentingan tersebut, pihak kampus memajang pameran UIN Malang dari masa ke masa di lt. 1 Gedung Rektorat. Selain itu, di lt. 4, setiap fakultas memajang produknya di stan yang dipersiapkan panitia. Sedangkan di lt. 5, beberapa karya kaligrafi juga terpampang. UIN Maliki Press juga nampak membangun stan untuk memajang buku-buku terbitan sivitas akademik UIN Malang. (nd)
GEMA-Dalam salah satu sesi audiensi saat asesmen lapangan, Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D. memeriksa Road Map Pembangunan UIN Malang 2005-2030, Kamis (14/3). Menilik kelima tahapan yang tertera, UIN Malang pada 2019 ini berada di tahap tiga, yakni regional recognition and reputation. Pada tahap ketiga tersebut, UIN Malang menarget pembangunan imej di skala regional dari 2016 hingga 2020. Faktanya, menurut data yang terkumpul, UIN Malang bahkan sudah mulai menjajaki tahap keempat. Yaitu tahap international recognition and reputation. “Ini berarti UIN Malang sudah bisa dikatakan melangkah ke tahap yang lebih tinggi dibanding targetnya. Itu tentu pencapaian yang bagus,” pujinya disambut tepuk tangan hadirin di Aula Rektorat Lt. 5. Fakta ini didasarkan pada data statistik penerimaan mahasiswa asing yang tidak hanya berasal dari skala Benua Asia. “Dari 29 asal negara mahasiswa asing ini, bahkan sudah sampai ke Benua Afrika. Ini berarti sudah bukan sekadar skala regional lagi,” tambah Prof. Marwan. Ditambah lagi, menurut data yang didapatkan oleh tim asesor, UIN Malang rutin menerima students exchange. Juga, menjadi tuan rumah bagi mahasiswa dari Benua Australia yang mengikuti In-Country Program di Fakultas Humaniora yang fokus pada pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia. Prestasi ini, tentu menjadi poin plus bagi UIN Malang. Kampus di Jalan Gajayana ini selalu giat berbenah dan mengembangkan setiap aspek di lingkungannya. Hasil akreditasi yang memuaskan tentu sangat diharapkan seluruh sivitas akademik UIN Malang agar bisa menuju tahapan menuju World Class University. (nd)
SIAP ASESMEN: Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris bersama keempat asesor dari BAN-PT
GEMA-Keempat asesor Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) tiba di UIN Malang untuk menjalankan tugasnya, Kamis (14/3). Mereka ialah Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D. (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta), Prof. Dr. Budi Nurani R., M.Si. (Universitas Padjajaran, Bandung), Dr. Akhmad Rifa’i, M.Phil. (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), dan Dr. Suparto, M.Ed., Ph.D. (UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta). Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. beserta jajaran pimpinan universitas dan fakultas menyambut keempat tamu agung yang tiba di Gedung Rektorat pukul 07.40 WIB. Mereka disuguhi presentasi maket pembangunan kampus tiga dan dilanjutkan dengan penjelasan pohon keilmuan UIN Malang. “Semua mahasiswa harus menempuh mata kuliah wajib seperti Kewarganegaraan, Bahasa Arab dan Inggris di dua tahun awal studinya,” jelas Prof. Haris. Selanjutnya, audiensi di Aula Rektorat Lt.5 dimulai. Sesi ini dihadiri oleh rektor dan para wakilnya, jajaran pimpinan tingkat fakultas dan jurusan, beberapa alumni, serta perwakilan mahasiswa. Tampak pula, rektor UIN Malang periode 2009-2013, Prof. Dr. Imam Suprayogo. Dalam sambutan pembukanya, Prof. Haris menjabarkan sejarah pembangunan UIN Malang yang dulunya masih berafiliasi dengan IAIN Yogyakarta pada 1961. Pada perkembangannya, UIN Malang sudah mengembangkan pedoman keilmuan sendiri yang berlandaskan integrasi. “Kami merujuk pada dua entitas pendidikan yang dituliskan Prof. A. Malik Fadjar yakni pendidikan pesantren dan pendidikan perguruan tinggi,” papar rektor kelahiran Lamongan itu. Ia juga berharap, agar dalam asesmennya, para asesor dapat memberi kritik serta masukan untuk kemajuan UIN Malang. Pasalnya, hasil akreditasi adalah salah satu penentu masa depan UIN Malang pada periode lima tahun mendatang. Sesi tanya jawab pun dilakukan. Setelah sekitar 30 menit, asesor meminta agar sesi ini dipindah di ruangan yang lebih kecil agar diskusi semakin intens. Sehingga, kegiatan tersebut dialihkan ke Ruang Rapat Senat di Lt. 4 Gedung Rektorat. (nd)
Prof. Dr. H. A. Malik Fadjar saat bersilaturahmi ke UIN Malang, Rabu (13/3).
GEMA-Siang ini, Rabu (13/3) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kedatangan tamu kehormatan Prof. Dr. H. A. Malik Fadjar, M.Sc salah satu anggota dewan pertimbangan presiden RI 2014-2019. Kedatangan Prof. Malik langsung disambut Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA, serta para dekanat di lingkungan UIN Maliki.
Kehadiran Prof. Malik di UIN Malang dijadwalkan akan mengisi kuliah umum di Program Pascasarjana UIN Maliki dengan tajuk Peran Strategi Pendidikan Islam di Era Reformasi Sosial.
Pria kelahiran Yogjakarta 80 tahun silam ini dalam arahannya berpesan bahwa mengemban amanah mengembangkan perguruan tinggi itu memang tidaklah mudah. Yang perlu diperhatikan bukan hanya persoalan fisik saja, akan tetapi yang lebih penting lagi adalah meningkatkan SDM-nya. "Jangan sampai kita terjebak dan sibuk dengan persoalan pengembangan bangunan saja," pesan Mantan Menteri Pendidikan Nasional Kabinet Gotong Royong 2001-2004 ini.
Mengelola kampus itu, kata dia, memang membutuhkan manajemen yang baik, tanpa itu, institusi pendidikan sulit berkembang. Selain itu, juga harus bisa mengikuti dan memanfaatkan teknologi yang berkembang. "Semua itu dibutuhkan SDM yang mumpuni dan memadai," terangnya.
Kampus ini, kata Prof. Malik, membutuhkan SDM yang masih muda dan bisa dengan cepat menerima perubahan ke arah yang lebih baik dan mengikuti pola perkembangan di era global ini. "Yang tua bisa dijadikan sebagai pengarah dan dewan pembina," lanjut Manten Menteri Agama Kabinet Reformasi Pembangunan ini.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang 1983-2000 itu berharap, siapapun rektornya di UIN Maliki Malang ini harus tetap bisa menjaga pola komunikasi yang komunikatif, jangan sampai terputus, apa lagi sengaja diputus. "Hal ini dibutuhkan komitmen, jangan sampai mencari kebanggaan di eranya masing-masing," pesannya.
Selain itu, UIN Maliki Malang selalu dihadapkan dengan persaingan perguruan tinggi yang super ketat. Kompetisi selalu dilakukan dengan perguruan tinggi yang lebih maju dari UIN Maliki Malang. Setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu SDM yang cukup dan memadai, memiliki netwoking yang luas dengan memiliki pola komunikasi uang baik, dan memiliki kompetensi yang tinggi. "Tiga hal itu jika dimiliki UIN Maliki Malang akan mampu bersaing dengan perguruan tinggi maju lainnya," pungkas pria kelahiran 22 Februari ini. (*/nhl)
GEMA-Tahun ini Kota Malang resmi meraih predikat “Kota Terkondusif” dalam menjalankan ibadah dengan berbagai pemeluk agama. Hal tersebut membuktikan, perbedaan agama bukan penghalang hidup damai dan tentram. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama UIN Malang menggelar dialog dengan berbagai tokoh dan pemeluk agama di Ruang Pertemuan Rektorat Lt. 3, Senin (11/3). Ahmad Taufiq, Ketua FKUB Kota Malang menyatakan bahwa penghargaan yang diterima menjadi barometer untuk seluruh wilayah. Khususnya di Jawa Timur. “Kita pun bisa menjadi barometer bagi Indonesia nantinya,” imbuhnya. Dalam kegiatan tersebut, Taufiq membuka sesi dialog. Dalam sesi tersebut, ia menerima keluhan yang dialami seluruh perwakilan agama. Serta, menerima aspirasi untuk kebaikan bersama. “FKUB dibentuk sebagai wadah aspirasi seluruh agama untuk mengawal NKRI tetap rukun,” jelasnya. Mengingat masa Pemilihan Umum, ia pun memberikan pesan. Berita sumbang dari oknum yang tak bertanggungjawab pasti masih akan menghiasi beragam media. Untuk itu, setiap individu harus membentengi diri agar tidak mudah terhasut apalagi sampai memecah belah kerukunan beragama. “Tetap kedepankan keagungan akhlak,” pesannya. (syf/nd)
GEMA-Tax Center Fakultas Ekonomi mempersiapkan agenda tahunan Isi Bareng Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), Senin (11/3). Acara yang akan dilaksanakan pada 13-14 Maret tersebut bertempat di Laboratorium Statistika Fakultas Ekonomi. Sasaran kegiatan ialah dosen dan karyawan UIN Malang yang berkewajiban untuk membayar pajak penghasilan. Ketua Pelaksana Sulis Rochayatun mengatakan Wajib Pajak (WP) harus memperhatikan kelengkapan yang dibawa saat pengisian SPT. “Diantaranya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) beserta password, e-fin, email, dan bukti potong,” jelasnya. Jika lupa password, maka harus mengingat email yang digunakan untuk mendaftar e-filing. “Nanti tinggal searching ‘e-filing’ di email tersebut,” terang Sulis. Tahun ini, kegiatan isi bareng SPT bertepatan dengan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT). Sulis berharap petugas yang terdiri dari Asisten Laboratorium Akuntansi dan Relawan Pajak Tax Center FE bisa memberikan yang terbaik. “Kami siapkan 35 petugas yang terbagi di empat gelombang selama dua hari pengisian,” jelas dosen yang juga pembina Tax Center tersebut. Selain petugas dari mahasiswa, tiga pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Malang juga turut hadir untuk mendampingi. “Ada kemungkinan muncul eror yang hanya bisa ditangani oleh pihak DJP,” tegas Sulis. Gelombang pertama akan dilaksanakan 13 Maret pukul 08.00-12.30 WIB, gelombang kedua pukul 13.00-15.30 WIB pada hari yang sama. Gelombang ketiga dan keempat pada tanggal 14 Maret akan dilaksanakan pada jam yang sama dengan gelombang sebelumnya. “Kami memberikan porsi petugas lebih di hari pertama karena WP yang datang diprediksi akan lebih banyak daripada hari kedua,” pungkas Sulis. (ir/nd)
GEMA-Unit Pengembangan Kreativitas Mahasantri (UPKM) Jam’iyyah Dakwah Wa Funnun Islamy (JDFI) menyelenggarakan Festival Banjari (Fesban) ke-5 se-Jawa Timur. Festival salawat ini berlangsung meriah di Lapangan Utama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu (9/3). Fesban dilaksanakan untuk membumikan seni Islami yang ada di nusantara termasuk salawat banjari. Selain itu, pihak panitia juga menampung minat dan bakat peserta untuk memberikan performa terbaiknya di lomba ini. Agenda tahunan ini diikuti oleh semua kategori di tingkat regional Jawa Timur. Dari data yang diterima panitia JDFI, terdapat 67 grup yang berpartisipasi. “Masing-masing berasal dari berbagai kota dan instansi, pun juga berbagai usia,” tutur Syahrizal Asrori, Ketua Pelaksana Fesban 2019. Siapapun lanjutnya, boleh berpartisipasi di lomba ini. Panitia tidak memberikan patokan usia dan status pendidikan. Karenanya, ada tim gabungan yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan pria berumur. Ada pula yang berasal dari kalangan pesantren atau non-pesantren. “Sengaja tidak diberikan batasan agar mereka bisa mempersiapkan performanya dengan bebas dan bagus,” ujar Musyrif Mabna Al Farabi ini. (syf/nd)