GEMA-Segenap Panitia Wisuda Periode I Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar rapat koordinasi akhir di ruang pertemuan Gedung Rektorat Lt.3, Rabu (13/2). Hadir Kabiro AAKK A. Heru Achadi Hari memberikan pengarahan kepada seluruh panitia agar prosesi wisuda ini disiapkan dengan matang. Meski sebagai kegiatan rutinitas, tapi jangan sampai ada satupun panitia yang menyepelekan kegiatan wisuda tersebut. "Ini momen pelepasan bagi para wisudawan dan akan dihadiri langsung oleh orangtuanya masing-masing, jadi berikanlah layanan dengan sebaik mungkin," harapnya. Heru menjelaskan bahwa rencananya proses wisuda ini akan digelar di bulan Januari, akan tetapi dikarenakan pimpinan masih fokus persiapan reakreditasi institusi akhirnya pelaksanaannya baru bisa dilaksanakan bulan Februari. "Semoga acara wisuda ini bisa berjalan sukses dan lancar," doanya sembari diamini panitia wisuda yang hadir. Sementara itu, persoalan ijazah wisudawan, Bapak yang hobi fitnes tersebut menegaskan bahwa semua ijazah para wisudawan sudah siap semua dan dihimbau kepada para wisudawan untuk tidak khowatir persoalan legitimasi akreditasi institusinya. "Ijazah sudah tercetak semua dan tidak ada masalah dengan persoalan akreditasi institusi," tegasnya.
GEMA-Alhamdulillah, proses make up kampus satu di jalan gajayana no.50 Malang ini terus dilakukan melalui program Jumat bersih yang digagas langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. Melalui kegiatan Jumat bersih seluruh karyawan dan dosen mulai pagi pukul 07.00-09.00 WIB diajak gotong royong membersihkan dan membenahi seluruh fasilitas yang rusak di kampus I UIN Maliki, Senin (11/2). Kegiatan yang dilakukan setiap hari Jumat itu beraneka ragam, mulai dari mengecat trotoar di dalam kampus, membersihkan halaman, menanam phon, membudidayakan ikan dan burung serta membersihkan tempat fasilitas umum di dalam kampus. “Alhamdulillah, kampus I sudah mulai tampak bersih dan rapi dan terimakasih atas dukungannya untuk senantiasa kerjabakti membersihkan kampus ini setiap hari Jumat,” syukurnya.
Jumat bersih ini, sudah menjadi tanggunjawab kita bersama, untuk itu dimohon kepada seluruh karyawan, dosen dan mahasiswa UIN Maliki untuk senantiasa saling menjaganya. Jangan sampai menunggu perintah dari pimpinannya, karena menjaga kebersihan kampus ini sudah menjadi tanggungjawab kita bersama. “Marilah kita jaga kebersihan kampus ini bersama,” ajaknya.
GEMA-Sebanyak 360 pegawai non PNS Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali di perpanjang SK pegawai non PNS nya. Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag mengingatkan dalam sambutan singkatnya bahwa SK itu sama dengan Amanah dan setiap amanah yang diberikan tentu membutuhkan pertanggungjawaban baik di dunia maupun di akhirat kelak. Senin (11/2). Prof. Haris menghimbau agar dalam menjalankan amanah tersebut seluruh pegawai di UIN Maliki ini bisa menjalankan dengan sebaik mungkin. Pasalnya, selain bekerja kita semua juga dituntut untuk senantiasa melaksanakan hak Allah SWT, baik melalui ibadah yang wajib maupun yang sunnah seperti melaksanakan shalat duha dengan berjamaah sepert ini. “Mendekatkan diri melalui shalat duha seperti ini patut untuk diistiqomahkan,” harapnya. Selain itu, kata dia, salat duha ini juga bisa membukakan pintu rizki yang berkah. Ada pepatah mengatakan bahwa orang yang tidak bersyukur terhadap sesama manusia itu biasanya sulit untuk bersyukur kepada Allah SWT. Syukur itu, kata Prof. Haris, tidak hanya ucapan. Akan tetapi juga harus dibarengi dengan tindakan yang positif sesuai dengan apa yang tengah diperintahkaNya. “Syukur itu sebenarnya menjalankan nikmat sesuai dengan perintahNya,” tegasnya. Misalnya saja yang bertugas sebagai sekuriti ya menjaga keamanan dan kedisiplinan di kampus ini, yang bagian kebersihan menjaga agar suasana di dalam kampus ini tetap asri bersih dan indah, yang dosen bertugas mengajar dan mendampingi mahasiswanya, dan begitujuga yang bagian tenaga pendidik mengerjakan tugsanya masing-masing. “Jika semuanya dilakukan dengan penuh amanah maka semua akan berjalan dengan baik,” terangnya.
GEMA–Hak setiap manusia tidak terbatas sandang, pangan, dan papan. Udara yang bersih pun menjadi hal setiap orang. Hal ini diungkapkan Billy Aries dari Climate Institute dalam talkshow yang digagas instansinya bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM di Aula Gedung C Lt. 3, Senin (11/2). Talkshow lingkungan bertema Ledakan Penduduk dan Ancaman Polusi Udara tersebut juga menghadirkan Dekan Syariah Dr. Saifullah, M.Hum. sebagai pembicara. Billy menjelaskan, hak terhadap udara bersih ini telah diatur UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Walau telah dicantumkan dalam undang-undang, sepatutnya seluruh warga negara turut berpartisipasi dalam merealisasikannya. Nyatanya, kesadaran akan menjaga lingkungan yang minim menjadi isu yang selalu membayangi kondisi Indonesia. Salah satu yang menjadi sorotan ialah kepadatan penduduk. “Angka kelahiran di negara kita tinggi,” tuturnya. Akibatnya, lanjut Billy, kepadatan penduduk terjadi khususnya di kota-kota besar, seperti Malang Raya. Malang sebagai salah satu tujuan favorit pendidikan semakin dianggap over populated. Dr. Saiful menambahkan, para pendatang di Malang Raya cenderung membawa kendaraan pribadi, sehingga, “Polusi udara kian bertambah seiring dengan volume kendaraan di jalan yang juga bertambah.” Wajar jika banyak yang akhirnya merasa kualitas udara semakin menurun. Selain peraturan mengenai penyertaan kendaraan ketika berpindah ke tempat baru, ada beberapa hal yang disarankan bagi pembicara. Salah satunya pendekatan urbanism. Cara itu dilakukan dengan memfokuskan penduduk dan kendaraan di satu titik. Nantinya, akan disediakan pula transportasi umum di kawasan padat penduduk tersebut. “Sehingga, tidak semua area terdampak,” jelasnya. (ich/nd)
GEMA-Tahun ini, pelaksanaan penyerahan SK bagi pegawai non PNS berbeda dengan tahun sebelumnya. Penyerahan SK 2019 kali ini digelar di daalam Masjid At Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (11/2). Kepala Biro AUPK Mahfudh Shodar menegaskan bahwa pelaksanaan penyerahan SK pegawai non PNS yang jumlahnya mencapai 360 orang tersebut memang sengaja dilaksanakan di dalam Masjid At Tarbiyah, dan insyaallah ini merupakan klai pertamanya dilakukan di kampus ini. “Tujuan kami untuk mengajak kepada seluruh karyawan dan dosen agar bekerja itu harus seimbang dengan ibadahnya kepada Allah SWT,” terangnya. Dengan begitu, kata dia, diharapkan melalui pelaksanaan shalat duha dan istighotsa berjamaah seperti ini bisa menjernihkan hati untuk melaksanakan amanah sebagai pegawai di UIN Maliki Malang. “Dan semoga Allah SWT meridhoi dan memberikan kemudahan terhadap pekerjaan kita masing-masing,” doanya seraya diamini seluruh karyawan dan dosen yang hadir. Selain itu, tambah Mahfudh, selain penyerahan SK juga digelar doa bersama untuk mendoakan Tiga kegiatan yang cukup besar di tahun 2019 ini, yaitu pelaksanaan proses akreditasi ulang institusi, rencana pelaksanaan pembangunan kampus 3 di Desa Precet, Sumbersekar Batu, dan pelaksanan Pionir. “Mari Bapak Ibu kita berdoa setiap saat agar reakreditasi UIN Maliki Malang mendapatkan skor nilai yang terbaik dari yang terbaik,” doanya, amiin.
GEMA-Rektor Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. mengajak seluruh tenaga pendidik dan staf di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkumpul di Masjid at Tarbiyah. Himbauan rektor ini berkaitan dengan pembaharuan dan pembagian Surat Keputusan (SK) rektor tahun 2019, Senin (11/2). Tak seperti tahun sebelumnya yang bertempat di Aula Rektorat Lt. 5, penempatan di masjid tentu mempunyai tujuan khusus. Sebelum pembagian SK, rektor mengajak seluruh yang hadir untuk melaksanakan jamaah Salat Dhuha. Dilanjutkan dengan pembacaan istighosah. Prof. Haris berharap, dengan begitu, tak hanya SK saja yang turun, namun juga keberkahan rejeki di kemudian hari. “Ini namanya masjidisasi SK,” ujarnya tersenyum. Rektor kelahiran Kabupaten Lamongan tersebut menaruh harapan agar seluruh sivitas akademik UIN Malang membiasakan Salat Dhuha. “Seminggu sekali kita adakan secara berjamaah di masjid kampus ini,” ajaknya. Dengan cara ini, ia ingin mengingatkan pula agar semua kalangan selalu merasa bersyukur atas segala hal yang diberikan Allah swt. “Cara bersyukur salah satunya juga dengan datang dan pulang kerja tepat waktu. Jadi ucapan dan tindakan selaras,” jelasnya.
Sebanyak 360 SK dibagikan oleh rektor kepada tenaga pendidik (dosen) dan staf Kampus Ulul Albab. Selanjutnya ia berharap, agar ke-360 pegawai yang menerima SK baru tidak akan mendadak mengundurkan diri. Pasalnya, semua yang menerima SK baru didasarkan pada evaluasi tahunan dan seleksi ketat. “Kita juga menolak beberapa yang tidak berpartisipasi aktif,” imbuhnya. Terakhir, Prof. Haris mengajak seluruh sivitas akademik untuk menanamkan rasa cinta pada UIN Malang. Cinta tentu karena merasa memiliki institusi. Jika sudah cinta, ia yakin, semua kalangan akan bersama-sama merawat dan mengembangkan kampus. “Contohnya, kegiatan Jumat bersih beberapa minggu terakhir ini kita isi dengan cat trotoar. Semua dilakukan oleh dosen dan karyawan. Tidak ada yang dibeda-bedakan,” paparnya. (ir/nd)
WORKSHOP: Assoc. Prof. Handoyo Puji Widodo saat mengisi materi di Workshop EAP yang diselenggarakan PKPBI.
GEMA-Banyak hal mengenai pembelajaran bahasa asing yang harus dibenahi. Unit Program Khusus Pengembangan Bahasa Inggris (PKPBI) mengundang seluruh dosen pengampu English for Academic Purposes (EAP) untuk mengevaluasi pembelajaran yang telah berjalan, Senin (4/2). PKPBI khusus mengundang Assoc. Prof. Handoyo Puji Widodo untuk mengisi workshop di Home Theatre Fakultas Humaniora tersebut. Pria yang menjadi Associate Professor di Shantou University, Guangdong, Cina ini menyoroti nama mata kuliah bahasa asing yang tidak jelas. Menurutnya, penamaan mata kuliah seharusnya mencerminkan target akhir pembelajaran. Jika hanya sekedar Bahasa Inggris satu dan dua, maka target tidak akan terpampang jelas. Lain halnya, lanjut dia, jika diganti dengan kemampuan yang diajarkan. Seperti Reading, Writing, dan sebagainya. Bahkan, penamaan sesuai skill menurutnya masih harus lebih khusus lagi. “Misalnya English for Academic Oral Presentations yang mengarahkan mahasiswa untuk lihai dalam presentasi di seminar internasional, atau Academic Reading in Social Sciences yang fokus pada penambahan kemampuan baca bagi yang di jurusan sosial,” jelas pemilik gelar Ph.D dari Universitas Adelaide, Australia tersebut. Ia pun menyoroti silabus mata kuliah Bahasa Inggris di beberapa perguruan tinggi yang terkesan monoton. “Di setiap pertemuan, kegiatannya sama, ceramah, diskusi, dan presentasi. Tidak variatif,” lugasnya. Seharusnya, dosen lebih mengeksplorasi lagi gaya pengajaran untuk level mahasiswa. Apalagi, tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan awal bahasa asing yang sama. “Yang lebih tahu keadaan mahasiswa ya dosen sendiri, membaca hasil penelitian tentang pengajaran akan membantu kita mencari gaya pengajaran yang cocok,” tutur pria yang berdomisili di Banyuwangi ini.
Workshop yang diberi tema The Design of EAP Materials: Content-Based, Text-Based, and Task-Based Approaches ini dihadiri pula oleh dosen-dosen Bahasa Inggris dari luar UIN Malang. Uzlifa, peserta asal Universitas Islam Lamongan menuturkan, ia sangat tertarik dengan tema yang ditawarkan PKPBI. “Kayak gini ini kan kami butuh, Mbak. Biar pas ngajar itu ada variasinya,” ujar ibu satu anak ini. (nd)
GEMA-UIN Malang bekerjasama dengan Dirjen Pendis Kemenag RI menyenggarakan Koordinasi Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama PTKIN Se-Indonesia. Forum ini dilaksanakan dalam rangka persiapan dan konsolidasi Pelaksanaan kegiatan PIONIR IX 2019 di Atria Hotel Malang, Selasa-Kamis (29-31/1).
Sejak awal penetapan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai tuan rumah bersikap welcome dalam menyambut antusias peserta forum. Dalam sambutannya di hari kedua, Drs. H. Issroqunnajah, M.Ag menyampaikan bahwa Pionir tahun ini harus belajar dari pengalaman yang sudah diperoleh dari tahun yang lalu. Hal ini untuk mengatasi beberapa problem yang biasa terjadi pada saat pelaksanaan lomba, misalnya pemilihan dan penetapan juri.
“Kita minta dukungan yang luar biasa dari bapak dan ibu semua yang hadir,” mohon Gus Is (sapaan akrabnya). Artinya, lanjutnya, kegiatan ini menjadi tanggungjawab bersama untuk mensukseskannya. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa sejak merumuskan mata lomba di acara Pionir, UIN Malang selalu melibatkan semua perwakilan PTKIN. “Akhirnya dengan penuh optimis, jika kita sukses berarti sukses itu milik kita bersama,” tegas WR III UIN Malang ini dengan penuh optimis.
Pada sesi sebelumnya, yang diisi oleh staf Walikota Malang bahwa Pemkot akan turut andil dalam mensukseskan agenda nasional ini. Support ini akan diberikan setelah ada kepastian tentang jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Sehingga dapat ditentukan juri yang berkompetensi, qualified, kredibel dan profesional. Tentunya hal ini disertai dengan adanya ketentuan yang sesuai standart agar pelaksanaan lomba bisa lancar, maksimal dan sesuai target bersama. (ptt/nhl)
GEMA-Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Dr. A. Muhtadi Ridwan mengundang seluruh tim publikasi Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) yang dijadwalkan akan dilaksanakan awal Februari mendatang, Jumat (25/1). Rapat tim publikasi yang dilakukan di ruang meeting gedung Rektorat Lt.4 itu membahas rundown acara tentaif pelaksanaan APT di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam kesempatan itu, Muhtadi meminta tim publikasi salaing bekerjasama agar proses pelaksanaan publikasi APT ini bisa maksimal. "Semua kegiatan peliputan bisa disesuaikan dengan rundown acara," terangnya. Kedatangan tim asesor, mulai dari bandara hingga pelaksanaan asesmen semuanya bisa dipublikasikan baik dengan media fotografi maupun videografi. "Semua tim dokumentasi harus paham alur pelaksanaan APT ini," pesannya. Selain itu, proses asesmen lapangan rencananya akan dilakukan oleh lima orang dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) itu akan hadir di UIN Malang untuk melakukan verifikasi ulang di lapangan. Baik dari aspek akademik, pelayanan, mutu pendidikan, serta sarana dan prasarana penunjang yang ada di UIN Maliki ini. "Tentu, semua penilaian menjadi hak prioritas tim asesor, dan semoga semua Pimpinan baik di tingkatan universitas, fakuktas dan kepala lembaga dan unit siap memberikan jawaban yang tepat dan realistis," harap Muhtadi. Muhtadi menambahkan, performance saat ini sudah menjadi tren dalam proses APT, tim asesor tentunya juga akan memberikan penilaian terhadap kesiapan perguruan tinggi dalam menyambut proses reakteditasi. "Semoga, apa yang sudah diupayakan oleh tim APT UIN Malang bisa memberikan hasil terbaik dan bisa menjadikan Perguruan tinggi ini tetap terakreditasi A dengan skor tertinggi," doanya.