GEMA-Pasca melaksanakan perlombaan antar TPQ di Dusun Sumberpasir, peserta KKM UIN Mengabdi 2019 menutup rangkaian kegiatannya dengan pengajian umum, Jumat (25/1). Acara yang melibatkan pemuda desa setempat tersebut dilaksanakan di halaman Musholla al Ihsan. Ketua Pelaksana Muhammad Sholihudin mengatakan acara pengajian umum sudah menjadi budaya warga. "Warga setempat sangat antusias ketika ada kegiatan keagamaan," tuturnya. Terbukti ada ratusan warga yang menghadiri agenda tersebut. Tampak hadir juga perangkat desa setempat. Agenda malam puncak Gebyar TPQ ini dimeriahkan penampilan anak-anak di desa tersebut. Para santri Yayasan Pendidikan Al Mustofa menunjukkan kebolehan dalam menghafal Asmaul Husna dan Asmaus Suroh dalam al Quran. Disusul dengan anggota IPPNU Desa Sumberpasir yang membawakan lagu pop islami. Pengumuman pemenang Gebyar TPQ Sumberpasir dilaksanakan menjelang acara inti. Salah satu Dosen UIN Malang Agus Supriyono dihadirkan untuk mengisi pengajian umum. Ia membahas amalan jariah yang tidak terputus pahalanya. Hal ini sesuai dengan hadis masyhur yang menyebutkan tiga perbuatan yang tak terputus ganjarannya. Yakni amal jariah, ilmu bermanfaat, serta doa untuk orang tua. (ir/nd)
Isroqunnajah Wakil Rektor III saat memberikan penghargaan CARDION 2019 kepada Chairul Syarif (Perwakilan Walikota Batu)
GEMA-Chairul Syarif Staff Administrasi Umum Pemkot Batu hadir dalam mengapresiasi kegiatan Cardion 2019. Kedatangannya selain untuk mewakili Walikota Batu juga untuk membuka secara resmi Grand Opening Semifinal-Final Cardion 2019. Olimpiade tingkat nasional ini berlangsung di Lt. 4 Rumah Singgah Kampus 2 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu (26/01).
Cardion (Science and Primary Medical Competition) 2019 adalah olimpiade sains dan kedokteran dasar serta try out SBMPTN yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Olimpiade ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2018 lalu. Di tahun ini ada dua bidang uji yang masuk dalam rangkaian acara Cardion 2019, yaitu Olimpiade Sains dan Kedokteran Dasar, serta Try Out SBMPTN Saintek.
Sesuai data yang disampaikan panitia, peserta Cardion tahun ini mengalami grafik peningkatan yang cukup tinggi. Peningkatan ini dipengaruhi oleh strategi baru yang digunakan panitia Olimpiade Sains dan Medis 2019.
Menurut Basyar Adnani Ketua Pelaksana Cardion 2019, kegiatan tahun ini disiapkan dengan matang atas evaluasi tahun sebelumnya sehingga menghasilkan beberapa inovasi baru.
Pertama, menambah dua daerah rayon sosialisasi dengan total tujuh rayon di Indonesia. Ketujuh rayon itu meliputi Surabaya, Jogja, Jombang, Makassar, Tasikmalaya, Malang, dan Jakarta. Selanjutnya, selain membuka pendaftaran online panitia juga memfasilitasi fitur freeonline lainnya, yaitu berupa materi full kedokteran dan try out online. “Dengan adanya try out online tersebut diharapkan mampu memudahkan peserta yang belum pernah mengikuti olimpiade ini,” tutur Mahasiswa Kedokteran angkatan 2017 ini.
Mahasiswa Kedokteran UIN Malang ini terus memberikan inovasi Cardion di setiap tahunnya, salah satunya dengan membentuk smart system untuk bekal menuju Go International. (syf/nhl)
NGAJI: Ustaz M. Mafatihur Ridlo, M.HI. mengisi pengajian bersama masyarakat Dusun Pandaan, Sukorame, Tumpang
GEMA-Mengakhiri KKM UIN Mengabdi 2019 di Dusun Pandaan, Sukorame, Tumpang, peserta KKM beserta warga menggelar pengajian umum, Kamis (24/1). Kegiatan yang bertempat di area Masjid al Aman ini mendatangkan Ustaz M. Mafatihur Ridlo, M.HI. dari Sukorejo, Pasuruan. Dalam pemaparannya tentang barokah, ia menyatakan apa yang dilakukan mahasiswa UIN Malang adalah salah satu bentuknya. Yakni mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari selama kuliah. “Ilmu tidak ada berkahnya sebelum diamalkan,” lugasnya. Program semacam KKM yang dilakukan Kampus Ulul Albab, menurut alumni pondok di Tambak Beras itu, merupakan media untuk menyempurnakan keilmuan. “Karena nantinya setelah lulus, kalian juga akan kembali berkegiatan di tengah masyarakat,” lanjutnya. Ia pun melanjutkan bahasannya mengenai rasa bersyukur. Jarangnya seseorang bersyukur akan menimbulkan salah satu penyakit hati, iri. Ia menekankan para hadirin di pengajian tersebut untuk menjauhi iri dan dengki. “Hilangnya iri akan menciptakan kerukunan dalam hidup bersama,” imbuhnya. Daripada memupuk iri, ia menambahkan, seseorang sepatutnya melihat apa saja nikmat yang telah diberi Sang Pencipta. Sekecil apapun nikmat tersebut bagi manusia, jika ia bersyukur, maka akan terasa besar. Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan M. Anwar Firdausy juga menyampaikan sambutannya di malam tersebut. Ia berharap, peserta KKM mengambil banyak pelajaran selama pelaksanaan KKM selama sebulan itu. “Belajar apa saja yang bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta pemahaman kalian di lapangan nantinya,” pesan dosen Fakultas Humaniora
Meskipun diguyur hujan, acara malam tersebut berjalan lancar. Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan penampilan grup salawat banjari an Nur, Sukorejo, Pasuruan. Peserta KKM beserta masyarakat setempat membaur untuk menyukseskan acara bertajuk Membangun Kebersamaan demi Kemajuan Hidup tersebut. (ptt/nd)
TERNAK: Dosen Pembimbing Lapangan KKM, Abdul Basid mengunjungi area ternak kelinci di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau
GEMA-Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 108 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Kalisongo, Kabupaten Malang mencoba mengembangkan ekonomi masyarakat desa melalui peternakan Kelinci, Jumat (25/1). Ternak kelinci di desa tersebut dianggap potensial karena area kosongnya masih terbilang luas. Penanggung Jawab Abdul Wahid Zaini mengungkapkan, tak hanya area saja yang mendukung. Namun, ketersediaan pangan untuk ternak kelinci pun sangat mudah didapatkan. Tak hanya alasan itu, ia juga menyatakan, ternak kelinci terbilang cukup mudah serta cepat. “Program ini bisa jadi jangka panjang dan diteruskan untuk mahasiswa UIN Malang yang akan KKM di tahun selanjutnya,” tutur mahasiswa semester enam Jurusan PGMI ini. (ofi/nd)
GEMA-Pengelola J-PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) mengundang seluruh pengelola jurnal di UIN Malang dalam Workshop Peningkatan Mutu dan Kelola Jurnal, Rabu (23/1). Dekan FITK Dr. Agus Maimun dan Koordinator Rumah Jurnal Dr. Sri Harini membuka acara tersebut di Perpustakaan Pusat. Dalam pemaparan Dekan FITK, kegiatan tersebut ditujukan untuk me-review jurnal yang sudah berjalan, khususnya di Jurnal Pendidikan Agama Islam. Fokus bahasan ialah peningkatan mutu dalam penataan dan penulisan jurnal. Ia pun menambahkan, workshop semacam ini adalah tempat belajarnya para pengelola dalam mempersiapkan akreditasi jurnal yang dikelola. “Di sini lah kita sama-sama belajar agar kualitas jurnal kita meningkat dan dapat terakreditasi,” tuturnya berharap. Mochammad Tanzil Multazam, pemateri, menyampaikan beberapa hal terkait telaah jurnal, tugas editor, juga hal lain terkait penulis. Tak ketinggalan, ia juga membahas referensi jurnal. “Referensi ini esensial, agar kita bisa melihat link sumber paper yang diambil oleh si penulis,” jelas pria berkacamata tersebut. (gl/nd)
GEMA-Menjelang Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa), Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Malang melantik KPU (Komisi Pemilhan Umum) dan Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu), Kamis (17/1). Pihak SEMA berharap, pengurus baru memiliki integritas untuk bertugas dalam mengatur pelaksanaan Pemilwa mendatang. Dalam pelantikan di Aula Gedung C Lt. 3 tersebut, Ketua SEMA Ongky Saputro menekankan pentingnya integritas sebagai wujud kepribadian seseorang. Kepribadian yang dimaksud ialah menumbuhkan kejujuran, adil, dan menjunjung tinggi asas demokrasi. “Jika semua pengurus memiliki kepribadian tersebut, saya yakin Pemilwa akan sangat berkualitas,” harapnya. Ongky mengungkapkan akan ada hal berbeda di Pemilwa tahun ini. “Proses pemilihan akan dilakukan serentak di tingkat fakultas dan universitas,” tuturnya. Ia ingin pengurus di fakultas dan universitas dapat bekerjasama dengan selaras dan harmonis untuk mengawal pelaksanaan Pemilwa UIN Malang. Pelantikan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Isroqunnajah dan Kabag Kemahasiswaan dan Alumni Abdul Aziz. (ptt/nd)
NGAJI: Salah satu santri TPQ Desa Sumberpasir mengikuti MTQ yang diadakan kelompok 49 dan 184 KKM UIN Malang
GEMA-Melihat banyaknya jumlah tempat belajar mengaji di Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, kelompok 49 dan 184 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang pun berinisiasi mengadakan lomba antar santri Taman Pendidikan al Quran (TPQ), Minggu (20/1). Event yang diberi nama Gebyar TPQ Sumberpasir 2019 ini dilaksanakan di area MI Nahdlatul Ulama desa setempat. Ketua Kelompok KKM Romaldy Abdul Fattah menerangka, ada 14 TPQ yang berpartisipasi dalam rangkaian penutupan kegiatan KKM tersebut. Peserta berasal dari empat dusun di Desa Sumberpasir. “Para pemenang akan kami umumkan saat malam puncak sekaligus pengajian akbar,” jelasnya. Gebyar TPQ ini, tutur Nindy, salah satu panitia, melombakan tiga kategori lomba. Yakni Musabaqoh Tartil al Quran, Azan, dan Menggambar. Ada sekitar 39 santri yang berpartisipasi aktif dalam lomba yang digagas kelompok KKM UIN Malang ini. “Setiap TPQ kami target untuk mengirimkan maksimal dua peserta,” ujarnya. Pihak desa menyambut positif kegiatan yang digagas oleh mahasiswa-mahasiswa UIN Malang. Kepala Dusun Muhammad Qomari yakin, lomba yang digagas ini akan meningkatkan motivasi belajar para santri. “Khususnya meningkatkan semangat santri TPQ untuk semakin rajin belajar mengaji,” paparnya. (ir/nd)
KHUSYUK: Peserta Syauqi XI saat melaksanakan Salat Hajat Taqwiyah al Hifdzi di Masjid Ulul Albab, Kamis (17/1)
GEMA-Salat merupakan bentuk sebuah doa. Maka Syauqy XI mengadakan kegiatan rutin salat Taqwiyah al Hifzhi, Kamis (17/1). Program ini dilakukan dua pekan sekali pada hari Kamis. Kegiatan salat Hajat ini dilakukan secara berjamaah di Masjid Ulul Albab. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta dan panitia Syauqy XI akan dipimpin oleh Ahmad Jaini alumni UIN Maliki Malang Jurusan Matematika angkatan 2011.
Tata cara salat Hajat untuk menguatkan hafalan ini serupa dengan salat Dhuha empat rakaat. Namun, pada rakaat pertama membaca Surah Yasin dan rakaat kedua membaca Surah ad Dukhan. Sedangkan rakaat ketiga membaca Surah as Sajdah dan terakhir rakaat empat membaca Surah al Mulk.
Salat ini berdasarkan hadits yang menerangkan bahwa sahabat Ali bin Abi Thaib mengadukan hafalan al Qurannya yang terlupa kepada rasul. Kemudian Rasulullah memerintahkan Ali untuk salat Hajat. Dari segi keshahihan hadits ulama berbeda pendapat beberapa mengatakan dhoif. Namun, menurut Imam Bukhori hadits ini shahih berdasarkan dalil al Quran yang menyatakan agar meminta pertolongan Allah melalui sabar dan salat.
“Tujuannya menunjukkan kepada teman-teman bahwa terdapat salat khusus, salat hajat, untuk meminta kepada Allah agar dikuatkan hafalannya,” terang Fadhil Agus Bahari. Sie Acara Syauqi XI ini menerangkan bahwa sebenarnya salat ini dilaksanakan selama tujuh hari, bahkan 15 hari. Namun menurutnya, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan bahwa ada salah hajat untuk menguatkan hafalan al Quran. (br/nhl)
Abd. Haris Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat lounching program KKM Kelompok 71 dan 208 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Green Smart Living, Minggu (20/1).GEMA-Mahasiswa KKM kelompok 71 dan 208 menghadirkan Drs. H. M. Sanusi, MM Bupati Kabupaten Malang (plt) dan Rektor UIN Malang di desa KKM-nya. Program gagasan mereka Green Smart Living berhasil menarik kedua tokoh ini bertandang untuk me-lounchingnya langsung, Minggu (20/1). Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Duwet Krajan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.
“Kegiatan KKM ini harus diikuti dengan research di tempat KKM,” terang Prof. Haris dalam sambutannya. KKM yang diisiasi oleh UIN Maulana Malik Ibrahim ini memang berfungsi untuk mendampingi masyarakat dalam menyelesaikan masalah yang ada. Sehingga dengan research setidaknya akan diketahui dua hal. Yang pertama, lanjut orang nomor wahid UIN Malang ini, bahwa dengan research akan diketahui pengaruh KKM terhadap suatu desa. Dan yang kedua, akan diketahui bagaimana cara untuk mengembangkan desa menjadi desa unggul.
“Saya menyambut baik acara ini, karena untuk menjadi desa yang berkembang diperlukan campur tangan dari banyak pihak,” ujar Sanusi Bupati Kab. Malang (plt). Dalam sambutannya, teman satu almamater dengan Rektor UIN Malang ini memberikan contork Desa Pujon Kidul. Perkembangan desa ini sangat signifikan. “Sekarang omset desa ini mencapai 40 M dalam setahun,” jelasnya memotivasi.
Lawatan kedua tokoh di Malang ini adalah untuk me-lounching program KKM Kelompok 71 dan 208 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Green Smart Living. Semoga program ini dapat bermanfaat bai masyarakat dan menjadikan desa Duwet Krajan menjadi salah satu desa unggul di Indonesia. (nhl)