RAMAH: Plt. Bupati Drs. H. M. Sanusi, MM saat akan me-lounching salah satu program KKM Green Smart Living di Desa Duwet Krajan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, Minggu (20/1)
GEMA-Kuliah Kerja Mahasiswa kelompok 71 dan 208 menggagas ide kreatif di tempat KKM-nya. Bertempat di Desa Duwet Krajan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, mahasiswa UIN Maliki Malang ini mencoba menyelesaikan masalah yang ada di tengah masyarakat. Gagasan ini diberi nama Green Smart Living.
“Setelah datang kami bersilaturahmi ke warga desa untuk menanyakan masalah apa yang kerap dihadapi,” ujar Moh. Danu Zahidi. Ketua KKM Kelompok 208 ini menceritakan bahwa hampir 3 hari lebih anggota KKM tidak melakukan apapun selain mencari informasi dari masyarakat. Hingga akhirnya tercetuslah ide besar Green Smart Living untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat tersebut.
Ide ini memiliki empat tagline yang menjadi fokus dari ide ini. Tagline meliputi #desatanpasampah, #desahijaudanasri, #desamelekteknologi, dan #lembagakeuangansyariah. “Setelah melalui presentasi di depan Lurah, petinggi desa, dan Sekcam ide ini dapat dilaksanakan,” terang Danu. Mahasiswa semester 6 ini menerangkan bahwa ide ini merupakan penggabungan dari green smart dan smart living.
Program KKM ini mendapat perhatian langsung dari Abd. Haris Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Sanusi Plt. Bupati Malang. Dan program ini akan secara resmi di-lounching bersama bupati, rektor, dan masyarakat desa. (nhl)
JELAS: Rektor ITB Prof. Dr. Kadarsah Suryadi, DEA saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk Strategi Menuju World Class University, Jumat (18/1).
GEMA-Seluruh pimpinan di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti FGD dengan tajuk Strategi Menuju World Class University bersama Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, Jumat (18/1).
Dalam paparan materinya, Prof. Kadarsah mengajak sharing indikator apa saja yang harus dimiliki oleh perguruan tinggi untuk menuju WCU.
WCU merupakan adanya pengakuan secara internasional, baik dari aspek institusinya maupun lulusannya. "Apakah mutunya sudah sesuai dengan standar internasional atau tidak?" papar Rektor ITB Periode 2015-2020 ini.
Selain itu, kata rektor kelahiran 1962 tersebut, UIN Malang harus melakukan continous improvement secara internasional. Selain itu, miliki layanan berstandar internasional yang bisa dibuktikan melalui akreditasi institusi secara internasional juga harus dipenuhi.
"Saya kira UIN Malang sudah proses menuju WCU, dan salah satu buktinya kampus ini memiliki jumlah mahasiswa asing yang jumlahnya cukup banyak," papar rektor yang dilantik pada 20 Januari 2015 tersebut.
Selain itu, UIN Malang juga sudah melakukan banyak hal untuk mengantarkannya menuju WCU. Salah satunya, para dosen melakukan excellent in research. Melalui program menulis 1000 buku ini salah satu upaya Rektor UIN Malang untuk menggenjot publikasi research dari para dosen. "Langkah itu tentunya akan miliki nilai tambah yang signifikan untuk kemajuan UIN Malang," jelas rektor ke-16 ITB tersebut. (*/nhl)
SERIUS: Rektor ITB Prof. Dr. Kadarsah Suryadi, DEA saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk Strategi Menuju World Class University, Jumat (18/1).
GEMA-Rektor ITB Prof. Dr. Kadarsah Suryadi, DEA kembali hadir di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang ketiga kalinya. Kedatangannya kali ini sebagai narasumber utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk Strategi Menuju World Class University, Jumat (18/1).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Gedung Rektorat Lt.4 itu dihadiri seluruh pimpinan di lingkungan UIN Malang.
Mengawali paparan materinya, Prof. Kadarsah banyak melontarkan pujian kepada UIN Malang. Dia mengagumi keberadaan kampus berlogo Ulul Albab ini yang memiliki konsep keilmuan integratif.
Keistimewaan UIN Maliki Malang jika dibanding dengan UIN yang lain, memiliki gedung mahad. Kapasitasnya yang mampu menampung mahasiswa hingga 4500 inilah yang menjadikan UIN Malang memiliki nilai lebih dibanding yang lain. "Ini merupakan keistimewaan UIN Maliki Malang," tegasnya.
Selain itu, kampus yang asri dengan suhu yang sejuk juga menjadikan kampus ini cocok untuk iklim akademik. "Sehingga mahasiswa bisa lebih nyaman dalam belajar di kampus ini," terangnya. (*/nhl)
Kakesdam VBrawijaya Malang Kolonel Ckm dr. Moh Arif Harianto Sp.B saat penandatangan MoU bersama Rektor UIN Maliki Malang, Rabu (16/1).
GEMA-UIN Malang eratkan kerjasama dengan Kesdam VBrawijaya Malang.Penandatangan nota kesepahaman ini bertempat di ruang Rektor Gedung Dr. Ir. Soekarno Universitas Islam Negeri Malang, Rabu (16/1). Momen penting dihadiri langsung oleh Kakesdam VBrawijaya Malang Kolonel Ckm. dr. Moh Arif Harianto Sp. B. bersama Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris M. Ag.
Penandatangan MoU ini merupakan tindak lanjutdari kerjasama yang telah dimulai sejak tahun 2015. Guna melindungi secara legal kedua lembaga, baik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang maupun Kesdam VBrawijaya Malang. Tak hanya itu,agendaini juga untuk peningkatan pelayanan kesehatan dan kesepakatan dengan RST Soepraoen sebagai rumah sakit pendidikan utama FKIK UIN Malang.
“Hubungan ini bukan hanya sekedar hubungan biasa, namun juga akan meningkatkan kualitas Kesdam kedepannya,” ungkap Ari Harianto Kakesdam V Brawijaya. Senada dengan ini, Prof. Haris mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan awal dimulainya hubungan kekeluargaan antara kedua belah pihak.“Kerjasama ini baik kedepannya, yaitu untuk membangun kekeluargaan," timpal pimpinan UIN Malang ini.
Terakhir, rektor berharap agar suatu hari anak-anak dari hadirin melanjutkan studinya di FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.Menurutnya, dengan adanya perjanjian ini prospek fakultas ini akan lebih cerah. (gl/nhl)
SELAMAT: Rektor saat memberikan selamat kepada salah satu pejabat baru di lingkungan UIN Maliki Malang, Rabu (16/1).
GEMA-Pagi ini, rektor akan melantik 10 pejabat baru di lingkunagn UIN Malang, Rabu (16/1). Upacara pelantikan ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. Wakil Rektor dan sejumlah Dekan Fakultasturut hadir pada upacara pelantikan tersebut.
Acara yang dilsaksanakan di Ruang Rektor Gedung Rektorat Lantai Satu ini awalai dengan pembacaan Fatihah. Yang kemudian dilanjutkan dengan pemanggilan nama-nama pejabat. Di antara nama pejabat yang dilantik adalah Hj. Umi Hanik SE. sebagai Kepala Bagian Organisasi Kepegawaian dan hukum, Dr. H. Sutikno Edianto sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi, dan Abdul Ghofar A.S. Hi. sebagai Kepala Sub Bagian Organisasi dan Hukum Bagian Organisasi Kepegawaian dan Hukum, yang kemudian disusul tujuh penerima jabatan baru lainnya.
Setelah pengambilan sumpah yang dipimpin langsung oleh Rektor dan disaksikan oleh WR 1 dan WR 2, orang nomor wahid kampus hijau ini memberikan sambutan. Dalam kesempatan ini, Prof. Haris memberikan tiga pesan untuk 10 Pejabat Baru.
“Saya berpesan agar setelah pelantikan ini, masing-masing mengetahui peran dan tugasnya masing-masing,” jelasnya. Tentunya pesan pertama ini harus menjadi dasar bagi setiap pejabat baru untuk dapat segera beradaptasi dengan jabatannya. Kedua, dengan jabatan ini ada sebuah tuntutan untuk elakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi. “Dan yang terakhir adalah bekerja keras dan selalu ikhlas,” pesannya di akhir sambutan. (lg/nhl)
BANGGA: Sesi foto bersama Dr. Muhammad sekeluarga dengan jajaran penguji sesaat setelah Ujian Terbuka di Gd. B Twin Towers Lt. 2 UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (14/01).
GEMA-Selain mengajar di Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Muhammad juga menyelesaikan studi S3-nya. Ujian terbuka Program Doktoral ini berlangsung di Gd. B Twin Towers Lt. 2 UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (14/01).
Doktor berusia 28 tahundi Fakultas Syariah tersebut mengangkat disertasi dengan tajuk Argumen Polemik Atas Autentisitas Teks al Quran. Judul disertasi yang sempat mengejutkan pembimbing tersebut dilatarbelakangi sebab kegelisahan penulis ketika membaca beberapa kitab ‘Ulumul Quran.
“Banyak perbedaan, baik dari golongan ataupun riwayat sahabat yang berpendapat mengenai al Quran mengalami pengurangan dan penambahan,” tutur promovendus ketika menyampaikan sebagian disertasinya. Sedangkan, hal ini bersangkutan dengan kepercayaan umat Islam bahwa al Quran tidak akan mengalami perubahan hingga akhir zaman.
“Sejauh ini, menurut anda pribadi apakah Al Quran autentik atau tidak?”tanya Dr. Ahmad Nur Fuad, MA.Salah satu promotor dalam Ujian Terbuka ini mencoba menggali lebih dalam tentang disertasi ini. “Al Quran tetaplah autentik,” jawab Muhammad Promovendus Ujian Terbuka kali ini. Dosen Fakultas Syariah UIN Malang ini mendasarkan jawabannya atas riwayat sejarah.Menurut disertasi dan penelitiannya, pada masa sebelum wafatnya Rasul, Al Quran telah dibaca dua kali dan ditasmi’ langsung oleh sahabat Zaid bin Tsabit.
“Semoga ilmu yang saya dapatkan sejauh ini dapat bermanfaat dan bisa lanjut ke profesor,” harap doktor muda ini di akhir sidangnya. (syf/nhl)
GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malaik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag mengawali kinerjanya di tahun 2019 ini mengajak seluruh pimpinan baik ditingkat universitas, fakultas, unit dan lembaga berkomitmen melakukan perubaha demi kemajuan kampus berlogo ulul albab ini, Rabu (16/1). Melalui ajakan yang disampaikan melalui WhatsApp itu, orang nomor satu di UIN Malang itu meminta para pemangku jabatan untuk berkomitmen bersama-sama melakukan perubahan. Perubahan itu bisa dimulai dari diri sendiri melalui prilaku disiplin, tepat waktu, efisien dan tidak menggunakan uang negara yang tidak tepat sasaran. “Kebutuhan kampus ini sangat banyak, dan semua membutuhkan anggaran yang cukup,” jelasnya. Melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, tambah dia, tentu menjadi impian semua orang. Akan tetapi melakukan perubahan dan inovasi tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan, dalam prosesnya dibutuhkan komitmen yang kuat dalam menghadapi segala tantangan yang di hadapi. “Tanpa itu semua, jangan harapa ada perubahan,” tegasnya. Di tahun 2019 ini, kata Prof. Haris, para pimpinan harus diikrar kembali untuk terus berupaya melakukan komitmen perubahan dalam rangka memajukan UIN Maliki Malang. “Memimpin adalah amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat,” pesannya mengakhiri.
GEMA-Segenap panitia pelaksana Focus Group Discussion melakukan persiapan melalui rapat perdananya. Kegiatan yang bertajuk Strategi Menuju World Class University (WCU) tersebut direncankan akan mengundang Rektor Institut Teknologi Bandung Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA pada Jumat mendatang (18/1, Red). Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di ruang pertemuan Gedung Rektorat Lt.4. Senin (14/1). Mengawali koordinasi perdana, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA yang sekaligus penanggungjawab kegiatan meminta agar pelaksanaan FGD ini betul-betul dimaksimalkan, dia meminta agar seluruh pimpinan dan kepala unit serta lembaga bisa hadir dalam forum tersebut. Pasalnya, dalam FGD kali ini Prof. Kadarsah akan menyampaikan kiat-kiat sukses menuju WCU, dan UIN Maliki Malang saat ini sudah melakukan proses menuju WCU. “Saya berharap kehadiran beliau bisa kita manfaatkan untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari beliau, istilahnya nimba ilmu,” paparnya. Dalam kesempatan tersebut, diharapkan Prof. Kadarsah mebagikan tips bagiamana menjadikan perguruan tinggi yang bisa go internasional seperti yang sudah dilakukan ITB. “Dalam FGD kita harus aktif dan banyak bertanya bagaimana langkah-langkahnya,” pesanya. Sementara itu, Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menghimbau agar selama bulan Januari seluruh pimpinan diminta tidak melakukan kegiatan keluar kota. Pasalnya, perguruan tinggi yang berlogo ulul albab ini harus mempersiapakan diri untuk dilakukan akreditasi ulang oleh tim asesor dari BAN-PT. “Untuk itu saya menghimbau agar jangan ada satupun yang keluar kota apalagi melakukanperjalanan keluar negeri,” pintanya.
GEMA-Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Dokter (HMPPD) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Science Primary Medical Olympiad 2019 (Cardion). Acara ini merupakan olimpiade Sains dan Kedokteran Dasar milik prodi Jurusan Pendidikan Kedokteran UIN Malang, Ahad (13/1). Menurut data yang terhimpun, tahun ini peserta meningkat dua kali lipat. Jumlahnya mencapai 1391 tim dari tujuh rayon se-Indonesia. Asal peserta tak hanya dari Malang Raya, melainkan juga Surabaya, Jombang, Yogyakarta, Makasar, Jakarta, dan Tasikmalaya. Dalam babak penyisihan, nantinya akan diambil 40 Tim untuk memasuki babak selanjutnya. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris menyampaikan bahwa olimpiade ini digelar untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutama calon mahasiswa yang masih sekolah di SMA/MA sederajat tentang prodi yang tergolong baru ini. Prof. Haris pun berharap, ajang serupa nantinya bisa ditingkatkan skala, tak hanya di lingkup nasional. “Sekarang masih nasional, ke depan harus sudah bisa skala internasional karena UIN Malang memiliki banyak mahasiswa asing di berbagai prodi,” imbuhnya. Ridho Anggera, penanggung jawab Rayon Malang menyampaikan, pihaknya sangat bangga dengan jumlah peserta yang meningkat di event tahunan ini. Tahun sebelumnya, peserta berasal dari empat rayon dengan jumlah tim 700. Namun tahun ini, bisa menjaring seribu lebih tim dari tujuh rayon di seluruh Indonesia. “Kami harap, ini jadi salah satu cara yang sangat bagus untuk memperkenalkan Prodi Pendidikan Kedokteran UIN Malang di Indonesia,” tuturnya. (kh/nd)