GEMA-Mulai 28 Desember 2018, sebanyak 2683 peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang siap melakukan pengabdian secara langsung kepada masyarakat. Rabu, (12/12). KKM kali ini difokuskan pada lima permasalahan, diantaranya aktivitas da'wah, pendidikan, seni dan budaya, kesehatan, persoalan ekonomi kreatif dan teknologi tepat guna yang bisa dikembangkan bagi masyarakat setempat. Ketua Panitia KKM Abtokhi menjelaskan bahwa kegiatan KKM ini bukan hanya sebatas kegiatan seremonial saja, kegiatan ini merupakan implementasi dari tridarma perguruan tinggi yang salah satu isinya yaitu pengabdian kepada masyarakat. Abtokhi pada pelaksanaan rapat perdana KKM meminta kepada semua dosen pendamping yang jumlahnya 124 dosen tersebut untuk untuk memberikan pendampingan kepada kelompok mahasiswanya masing-masing secara inten. "Mohon kepada Bapak Ibu DPL untuk memantau segala aktivitas yang dilakukan mahasiswa saat di lapangan," pintanya.
Jumlah lokasi yang dipilih kali ini ada 138 desa dengan rincian 19 desa berada di wilayah Kota Batu, dan sembilan kecamatan di kabupaten Malang. "Sekarang tinggal proses pengajuan surat izin KKM dan setiap kelompok melakukan survey ke lokasinya masing-masing," paparnya. Semua pelaksanaan KKM tahun ini, kata dia progres program kerja hariannya harus diupload di sipemas.uin-malang.ac.id. mahasiswa cukup moto lokasi di tempat dan memberikan catatan sebagai laporan ter update. "Kelompok yang aktif mengupload kegiatan harian di website tentu akan ada rewardnya," paparnya.
GEMA-Momentum peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia yang digelar di kampus tiga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi momen penuh sejarah, sebanyak 1000 tamu undangan dan partisipan ikut hadir dalam gerakan menanam pohon (6/12). Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag kali ini ikut gerakan menanam pohon secara langsung. Guru besar yang fasih membuat sajak puisi itu menanam pohon jenis Buah Bisbul (Diospyros discolor Willd.), atau yang akrab disebut juga dengan buah mentega. Dewasa ini, Buah Bisbul semakin langkah dan sulit ditemukan. Pasalnya, buah ini makin dilupakan keberadaannya. Bisbul sendiri memiliki banyak nama, ada yang menyebutnya buah mentega, sembolo (Jawa) dan buah lemak (Melayu). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Mabolo atau Velvet Apple. Sedangkan nama ilmiah tumbuhan ini adalah Diospyros discolor.
GEMA-Pelaksanaan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di wilayah kampus tiga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Telekung diwarnai momentum bersejarah (6/12). Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menyerahkan langsung sertifikat lahan taman kota kepada UIN Maliki Malang. Taman kota tersebut seluas 20 hektar dan rencananya tempat tersebut selain sebagai wisata edukasi juga akan dijadikan sebagai tempat research bagi para siswa atau mahasiswa. Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag mendukung keberadaan taman kota yang berada di dalam wilayah kampus 3 yang luanya tak kurang dari 100 hektar tersebut. Prof. Haris menegaskan bahwa menjaga lingkungan dengan cara menyiapkan lahan terbuka hijau dan gerakan menanam pohon ini sudah menjadi anjuran Rasulullah. "Nabi dalam Hadisnya bersabda barangsiapa yang ingin beramal tanamlah pohon,” terangnya. Semoga, tambah Prof. Haris, gerakan menanam pohon ini bisa terus dibudayakan dan tentunya bisa meberikan manfaat bagi masyarakat secara luas,” harapnya.
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ditunjuk langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi Percontohan atau Pilot Projec kawasan penghijauan khususnya diwilayah kampus tiga yang terletak di dua desa yaitu Desa Telekung dan Desa Junrejo sebagai kawasan Echo Green Park (6/12). Kerjasama yang ditandai dengan melakukan gerakan menanam pohon sebanyak 8650 itu dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, dan Kepala Dinas PP Das Brantas, para Ormas, dan tokoh masyarakat sekitar turut hadir mengikuti gerakan menanam pohon. Wagub Jatim Saifullah Yusuf dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan agar tetap seimbang khusunya di wilayah das. Untuk itu, keseimbangan alam ini harus betul-betul diperhatikan, jangan sampai manusia harus menjaga alam ini agar tetap seimbang. “Pemulihan das sudah menjadi tanggungjawab kita bersama,” paparnya. Kerusakan das akan berdampak multidimensi, pengaruhnya pada ketahanan air untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi manusia. Indek ketersediaan air di Jawa harus terus dijaga, jangan sampai air yang menjadi kebutuhan pokok malah habis akibat perkembangan industri yang tidak diimbangi dengan keseimbangan tata ruang. “Untuk itu mari HMPI kita jadikan momentum pentingnya menanam pohon sebagai salah satu langkah kongrit untuk pemulihan Das,” ajaknya. Saifullah menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung HMPI ini, atas komitmen dan kerjasamanya yang baik untuk berupaya meningkatkan kualitas das yang sehat. “Mari kita bersama-sam berupaya menjaga kelestarian lingkungan ini dengan cara menjaga dan menanam pohon,” pungkasnya.
GEMA-Universita Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Persemaian Pohon Das Brantas Jatim melakukan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah kampus tiga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang berada di Desa Telekung Kecamatan Junrejo Kota Batu (6/12). Dalam kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) mengundang 1000 partisipan untuk melakukan gerakan menanam nasional pemulihan das sungai. Kegiatan yang bertajuk Das sehat, sejahterakan rakyat itu dihadiri langsung pejabat tinggi di lingkungan Pemprof Jatim yang kali ini dihadiri Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf, Pimpinan pemerintah daerah, kabupaten dan kota, hingga tokoh masyarakat, ormas dan pemuda Desa Telekung dan Junrejo. Ketua Panitia HMPI UIN Maliki Malang Dr. Sri Harini, M.Si menjelaskan kegiatan yang mengundang sejumlah pejabat Pemprov Jatim, PP Das Brantas Jatim ini bertujuan untuk melakukan gerakan pemulihan penjagaan lingkungan di daerah aliran sungai, agar sumber matair bisa terjaga dengan baik. Pasalnya, air menjadi kebutuhan vital bagi kelangsungan hidup manusia, sehingga kelestarian lingkungan di sekitar sumber mata air harus terus dijaga dengan cara menanam bibit pohon. "Pohon memiliki kemampuan menyimpan air hujan sangat baik, sehingga saat musim kemarau tiba, air sumber mampu mencukupi kebutuhan bagi masyarakat," paparnya. Kegiatan HMPI kali ini disupport bibit tanaman sebanyak 8650 batang yang terdiri dari bibit Sirsat, Kelengkeng, Matoa, Durian, Nangka, Jambu Kristal dan pohon Mangga. "Semua bibit sudah ditanam di atas lahan 7 hektar di atas lahan kampus 3 UIN Maliki Malang," tegasnya. Sri Harini menjelaskan kegiatan penghijauan kampus tiga ini rencanya akan selalu diadakan setiap tahun sekali, UIN Malang ditunjuk oleh Pemprov Jatim sebagai pilot project dalam pemulihan ekologi khususnya diwilayah sumber mata air yang ada di kampus 3. "UIN Malang sudah sepakat melakukan kerjasama dengan Pemprov Jatim tiga tahun kedepan, semua kebutuhan akan disupport langsung oleh pemerintah, dan proyek ini harus berhasil," paparnya.
GAPURA pintu masuk UIN Maliki Malang tidak masuk daftar renovasi
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus berupaya melakukan renovasi di kampsu satu (Face off). Salahsatunya penambahan gedung Ma’had Putra, pelebaran jalan utama di dalam kampus, renovasi pagar dan pembangunan tiang video tron kampus. Juma’at (7/12). Akan tetapi, meski kondisi bahu jalan di perlebar hingga delapan meter, hal itu tidak merubah kondisi gapura pintu masuk tersebut tidak akan dilakukan proses pemugaran atau renovasi. Penangung jawab pembangunan atau Project Management Unit (PMU) Dr. Zainal Habib, M. Hum menjelaskan bahwa UIN Maliki Malang untuk saat ini tidak melakukan renovasi gapura atau gerbang pintu masuk dan keluar yang berada didepan kampus. Kondisi gapura, baik sebelah Utara maupun Selatan tidak akan ikut dipugar karena pada tahun ini masih fokus pada persoalan pelebaran jalan saja. Tergetnya transportasi di kampus ini bisa lancar dan jika ada tamu membawa rombongan dengan jumlah besar. “Kita sering sekali kedatangan tamu, jika ada bus masuk kedalam kampus sering macet, untuk itu renovasi fasilitas publik ini kita utamakan agar lebih nyaman dan kondusif,” paparnya. (ptt/*)
GEMA-Ada lagi proyek pembangunan gedung yang lumayan besar di kampus satu Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu pembangunan gedung ma’had putra Al Ali. Lahan yang terbatas membuat lokasi kantin jadi sasaran utama untuk dirombak menjadi gedung Ma’had Al Ali. Juma’at (7/12). Lokasi pembangunan yang berada di tengah gedung ma’had putra tersebut membuat orang tak banyak tahu. Pasalnya, lokasi yang be berada dikawasan ma’had putra itu memang hanya diakses oleh mahasantri putra saja. Ketua PMU Zainal Habib menjelaskan bahwa pembangunan ini untuk menambah kapasitas kamar bagi mahasantri putra. Saat ini, ma’had putra hanya mampu menampung 1500 mahasantri putra saja. Sementara, setiap tahunnya jumlah peminat mahasiswa baru yang mendaftar ke UIN Maliki Malang tidak kurang dari 16 ribu peminat. “Setiap tahun UIN Malang hanya bisa menerima tak kurang dari empat ribu mahasiswa baru saja, karena terkendala terbatasnya ma’had yang tersedia,” jelasnya. Oleh karena itu, tambah Habib, adanya gedung mahad baru ini diharapkan bisa menambah jumlah penerimaan mahasiswa baru di UIN Maliki Malang. Saat ditanya soal sumber dana pembangunan, Habib menjelaskan bahwa dana yang digunakan untuk pembangunan bersumber dari dana APBN karena memang nominalnya di bawah 1 M. “Target pembangunan gedung tersebut selesai pada tanggal 31 Desember 2018 ini. Bekerja sama dengan PT. Kembar Jaya Abadi dengan biaya Rp. 10.217.100.000,00,” terangnya. (ptt/*)
GEMA-Keterbatasan lahan yang dimiliki kampus satu Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Jalan Gajayana No.50 Kota Malang membuat para petinggi kampus berlogo ulul labab ini harus berfikir ekstra mengatasi soal kurang lengkapnya sarana dan prasarana (Sarpras) kampus.Jumat (7/12). Penangung jawab pembangunan atau Project Management Unit (PMU) Dr. Zainal Habib, M. Hum menjelaskan bahwa UIN Maliki Malang di akhir tahun ini melakukan banyak pembangunan infrastruktur misal persoalan renovasi tampak (Face off) di kampus satu, salah satunya dilakukan renovasi pelebaran jalan yang awalnya hanya lima meter saja ditambah menjadi delapan meter. Habib menjelaskan pengembangan infrastruktur di kampus I, II dan III ada yang bersifat multi year atau bertahap. Khusus untuk pembangunan pelebaran jalan, renovasi pagar di kampus satu dan pembangunan gedung laboratorium Program Studi Farmasi dan Profesi Apoteker ditargetkan akhir Desember sudah selesai. “Target 30 Desember ini harus selesai,” paparnya. Pengembangan Sarpras ini untuk meningkatkan pelayanan kepada stakeholder atau mahasiswa UIN Maliki Malang. Saat ini sedang dilakukan beberapa perbaikan infrastruktur diantaranya renovasi pagar kampus yang sudah karatan dan pelebaran jalan. “Kampus satu sering kedatangan tamu dengan menggunkan transportasi bus, dan kondisi jalan yang tidak memadai membuat sirkulasi kendaraan menjadi terhambat,” terangnya. Dana renovasi ini, kata Habib, bersumber dari APBN dan rencannaya untuk pengembangan sarparas ini akan dilakukan secara berkala. Semua proyek ini dilakukan sistem lelang dan untuk pelebaran jalan dimenangkan CV. Handayani, sedangkan renovasi pagar dimenangkan CV. Rejoso Jaya asal Gondanglegi Kabupaten Malang. “Alhamdulillah untuk prosentasi pengerjaan proyek ini sudah mencapai 50 persen dan semoga akhir Desember semua sudah selesai,” pungkasnya. (ptt/*)
DIKEBUT: Tampak dua pekerja kontruksi mengerjakan tiang video tron UIN Maliki Malang. Jumat (7/12).
GEMA-Pentingnya media untuk mempublikasikan seputar kegiatan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi prioritas bagi segenap pimpinan UIN Malang. Seperti pengadaan video tron berukuran raksasa yang rencananya akan dipasang depan gedung Rektorat dengan posisi miring tepatnya di pinggir Jalan Gajayana itu pengerjaannya terus dikebut. Jum’at (7/12). Sejumlah pegawai kontruksi tampak mengerjakan proses pembangunan tiang video tron. Ketua Project Management Unit (PMU) Dr. Zainal Habib, M. Hum menjelsakna bawa ke depan UIN Malang tidak lagi menggunakan sepanduk untuk mempublikasikan segala bentuk kegiatan yang ada di kampus berlogo ulul albab ini. Melalui video tron raksasa ini diharapkan bisa mengakomodir semua informasi ter-update yang ada di kampus untuk disebarlusakan kepada masyarakat. “Semoga dengan adanya media ini ke depan informasi UIN Malang bisa terakomodir baik ditingkatan universitas maupun fakultas,” harapnya. Saat ditanya soal titik pemasangan video tron, Ketua PMU lulusan filsafat UGM itu menjelaskan bahwa persoalan pemasangan tentu akan lebih dekat dengan jalan umum. Tepatnya mengadap ke jalan Gajayana, akan tetapi para pekerja saat ini masih mengalami banyak kendala, diantaranya penataan kabel pinggir jalan yang masih semarwut dan adanya tiang listrik yang harus dipindah. “Untuk proses perapian kabel dan pemindahan tiang listrik akan minta bantuan petugas PLN bekerjasama dengan bagian umum UIN Maliki Malang,” tegasnya. (ptt/*)