PROFESIONAL: Nunung salah satu pekerja tengah memasang keramik lantai di depan pintu masuk gedung FKIK UIN Maliki Malang. Selasa (4/12).
GEMA-Menjelang pelaksanaan penanaman pohon di kampus tiga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sejumlah infra struktur yang belum ramung di Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan (FKIK) yang berada Desa Precet Kota Batu itu terus dikebut. Salah satunya pengerjaan pemasangan keramik lantai di depan pintu masuk FKIK. Selasa (4/12). Tampak sejumlah karyawan bangunan mengerjakan proses pemasangan keramik lantai tersebut. Salah satunya Nunung pekerja asala Wagir malang tersebut, dia menyampaikan bahwa proses pengerjaan keramik ini harus selesai tanggal 5 Desember ini. Pasalnya, UIN Malang akan memiliki hajat besar dan mengundang sejumlah tokoh penting di Jawa Timur, salah satunya yaitu Gubernur Jatim, Soekarwo dan beberapa kepala dinas baik di Kota Batu, Kabupaten malang hingga perwakilan petinggi kampus yang tergabung dalam Forum Rektor PTKIN. “Pengerjaan ini terus kami kebut dan targetnya tanggal 5 Desember ini harus selesai,” paparnya. Kepala Bagian Administrasi Umum A. Zubairi menjelaskan bahwa, pengerjaan infra struktur di UIN Mailiki MAlang ini tidak pernah ada habisnya. Pasalnya, setiap bangunan yang digunakan tentu memilki kekuatan yang berbeda-beda, belum lagi persoalan yang ditimbulkan oleh perubahan alam. Hal itu bisa menyebabkna bangunan retak, keramik lantai membludak dan genting bocor akibat terpaan angin yang cukup kencang. "Beberapa minggu yang lalu, genting di atas gedung Perpustakaan pusat tersapu angin kencang dan guyuran hujan deras. Alhamdulillah airnya tidak sampai mengenai buku dan kejadian itu dapat teratasi dengan cepat," kenangnya.
GEMA-Gerakan menanam pohon terus dilakukan oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kali ini UIN Maliki Malang bekerjasama dengan Persemian Permanen Jember dan Mojokerto serta DAS Brantas Jatim. Senin, (3/12). Jumlah pohon yang akan ditanam sejumlah 6850 batang di atas lahan seluas tujuh hektar yang direncanakan akan ditanam 6 Desember 2018 akan dihadiri langsung Gubernur Jatim Soekarwo sebagai wujud dan komitmen gerakan DAS Brantas Jawa Timur. Ketua Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Dr. Sri Harini, M.Si menegaskan bahwa tujuan dilakukan gerakan menanam pohon kali ini untuk pemulihan daerah aliran sungai dan sumber mata air di sekitar kampus tiga yang sudah mengalami pengurangan debit air. “Penanaman pohon ini tidak lain untuk menjaga kelestarian lingkungan dan pemulihan sumber mata air di daerah kampus,” paparnya. Dr. Rini panggilan akrab Dr. Sri Harini, M.Si menjelaskan bahwa kebutuhan air bagi kelangsungan kehidupan saat ini semakin meningkat. Selain itu penanaman pohon di kampus tiga ini juga untuk pemenuhan kebutuhan oksigen bagi manusia dan makhluk hidup lain. “Selain itu juga untuk menyerap racun yang bersumber dari polusi industri dan kendaraaan bermotor,” tegasnya. Sementara itu, Manajer Persemaian Permanen Jember Heri Handrianto menjelaskan bahwa pihaknya memberikan bantuan jenis tanaman pohon buah sebanyak 95 batang, dengan ketinggian rata dua meter, tanaman ini masuk kategori tanaman seremonial, dan bisa diberbuah dalam jangka waktu dua tahunan. Jenis tanaman yang sudah siap tanam ini diantaranya sirsat dan nangka. “Nanti akan ada lima jenis tanaman yang akan ditanam di atas lahan kampus tiga UIN Malang ini, yang 95 batang bantuan dari PP Jember dan yang 45 dari PP Mojokerto,” terangnya.
GEMA-Propses pembangunan gedung laboratorium dan ruang kuliah untuk Prodi Farmasi dan Profesi Apoteker Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus dikebut, tak kurang dari 100 pekerja kontruksi bangunan bekerja keras menyelesaikan proses pembangunan gedung bertingkat empat tersebut. Senin (3/12). Pembanguna gedung yang berada di desa Precet Kota Batu tersebut dilakukan sejak 23 Juli 2018 dan ditergetkan selesai 29 Desember 2018. Drafter pembangunan gedung laboratorium, Anggoro Setiawan (45) menjelaskan proses pembangunan gedung ini alhamdulillah berjalan dengan lancar. Akan tetapi, ada sedikit kendala yang dihadapi salah stunya cuaca penghujan dan adanya musim hajatan di desa Precet yang masyarakat biasa menutup jalan utama dengan terop. “Alhamdulillah, meski begitu, pembangunan tetap lancar dan semoga bisa rampung tepat pada waktunya,” harapnya. Soal logistik bahan bangunan, Anggoro menjelaskan semuanya aman dan terkendali, poses pengerjaan kontruski dilakukan mulai pagi hingga sore hari, bahkan jika memang harus segera diselesaikan para pekerjanya diminta untuk lembur hingga malam hari. “Tapi tidak setiap malam para pekerja lembur kerja, hanya waktu tertentu saja sebagian pekerja memang diminta untuk lembur hingga pukul 10.00 sampai dengan 00.00 WIB,” terangnya. Sementara itu, hal senada juga disampaikan salah satu pegawai kontruksi, Priadai (49) asal Tajinan Malang. Proses pembangunan semua lancar dan hanya terkendala hujan dan jauhnya lokasi tempat tinggal membuat dia sedikit mengeluh. “Kendala pembangnan tidak ada, hanya jauh saja dari lokasi rumah saya,” ujarnya.
GEMA-Prestasi seolah tak pernah redup di kalangan mahasiswa UIN Malang. Damar Adyun Muhammad mahasiswa Jurusan Teknik Informatika berhasil meraih medali emas di Ajang Kejuaraan Ju Jitsu, Jumat-Sabtu (24-25/11). Kegiatan tingkat Provinsi Jawa Timur tersebut terlaksana di Institut Teknologi Nasional Malang. Damar, sapaan akrabnya, mengisahkan awal ketertarikannya pada Ju Jitsu karena banyaknya ajang kejuaraan yang memotivasinya berprestasi. Bimbingan dari kakak tingkatnya ketika Madrasah Aliyah dan komitmen latihan juga menjadi faktor keberhasilan prestasinya. “Semua ada prosesnya, seperti petani yang menuai panen, komitmen dari awal menanam benih hingga mendapatkan hasil yang maksimal,” tutur mahasiswa semester lima ini. Masih kata Damar, persiapannya untuk kejuaraan Ju Jitsu dilakukan dengan tetap membagi waktu antara belajar dan latihan. Jika melewatkan waktu latihan ia akan menambalnya dengan mengasah kemampuannya sendiri. Selama latihan ia memfokuskan menjaga stamina fisik dan menghafal berbagai teknik. “Saya sangat bersyukur masih bisa membanggakan orangtua dan universitas,” tutupnya. (na/mir)
GEMA-Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang Dr. M. Zainuddin, MA angkat bicara mengenai penggunaan grup Whatsapp di kampus. Ia meminta kepada seluruh warga kampus untuk bijak di dunia media sosial (medsos), Kamis (29/11). Tidak semua permasalahan internal kampus dapat di-bully bebas di medsos. "Hal ini malah tidak memberikan solusi malah memperkeruh permasalahan," paparnya. Permasalahan kecil, lanjutnya, bisa jadi besar. Pasalnya, para komentator medsos tidak melakukan investigasi secara menyeluruh. Kebanyakan yang komentar tidak melalui data yang valid. Sehingga informasi yang disebarkan jadi hoax. Ia mencontohkan, jika ada masalah sarana prasarana, maka jangan langsung membuat pernyataan kontroversial di medsos. Pimpinan yang bersangkutan cukup mengajukan secara tertulis untuk segera ditindaklanjuti. “Cara ini tentu lebih arif dan bijak," tuturnya. (aj/nd)
GEMA-Meningkatkan mutu kualitas lulusan di perguruan tinggi memang bukan hal yang mudah. Namun, hal tersebut bukanlah mustahil untuk diwujudkan oleh kampus berlogo ulul albab ini, Kamis (29/11). Yunus Nasuha, staf Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Malang, mengatakan universitas yang tidak memiliki sistem manajemen yang jelas akan sulit berkembang. Masyarakat pun akan sulit memberikan kepercayaannya pada kampus seperti itu. "Kampus yang tidak memiliki tata kelola yang baik sulit mendapatkan mahasiswa. Bahkan bisa ditinggalkan," terangnya. Ia melanjutkan, universitas berkembang tentu memiliki visi dan misi yang jelas. Di dalamnya, ia memiliki sistem yang saling bersinergi. "Untuk mencapai global recognition, suatu universitas memerlukan tata kelola yang baik dan benar," papar pria berkacamata ini. (aj/nd)
GEMA-Dalam Rapat Tinjauan Manajemen yang berlangsung selama tiga hari itu (28-30/11), segala persoalan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang sudah terjadi di tahun 2018 menjadi pokok bahasan. Salah satunya, persoalan remunerasi bagi dosen dan karyawan. Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) UIN Malang Dr. In’am Esha menyatakan, pihaknya terus berupaya mengevaluasi sistem remunerasi yang sudah berjalan. Setiap keputusan yang diambil sebelum kompensasi kinerja digelontorkan tentunya sudah melalui prosedur yang jelas. “Persoalannya ada pada kejujuran individunya. Dia amanah atau tidak?” terangnya. Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA. mengungkapkan banyak keluhan terkait kompensasi P3. Ia menghimbau agar dalam pengisian laporan kinerja, didasarkan pada apa yang benar-benar dilakukan. “Mohon jangan asal mengisi P3 tanpa data yang jelas,” pintanya. (aj/nd)
GEMA-Persoalan ketersediaan lahan parkir di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sudah kronis. Hal itu karena meningkatnya jumlah kendaraan yang digunakan mahasiswa. Persoalan ini dikemukakan oleh Wakil Rektor Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si., Kamis (29/11). Ia menegaskan untuk segera melakukan penataan ulang lahan parkir. Lahan yang ada harus dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan parkir. “Pastinya tanpa mengabaikan keindahan lingkungan. Jangan sampai, tatanan parkir merusak pemandangan kampus,” tambahnya. Rektor UIN Malang juga menginstruksikan agar problem parkir ini bisa segera diatasi dan dicarikan jalan solusinya. "Alhamdulillah UIN Malang sudah bekerja sama dengan beberapa bank untuk menyediakan parkir vertikal," pungkasnya. Sementara itu, dua bulan terakhir, sivitas akademik tentu menyaksikan para pekerja renovasi yang sibuk mem-face off lingkungan UIN Malang kampus satu. Beberapa fasilitas dirombak dan jalanan diperluas. Termasuk pagar depan kampus. Prof. Haris menegaskan bahwa hal ini adalah tindakan darurat yang diputuskan pihak kampus. Terutama pelebaran jalan. “Sering kita lihat, kalau ada bus masuk, maka tidak akan ada kendaraan lain yang bisa melintas karena terlalu sempit,” deskripsinya. Ia melanjutkan, semua ini dilakukan untuk kenyamanan sivitas akademik dan para tamu yang berkunjung. "Face off kampus satu bukan untuk menghabiskan anggaran, tapi karena sudah kebutuhan," paparnya menekankan. (aj/nd)
GEMA-Direktur Diktis Kemenag RI Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag hadir pada RTM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (28/11). Ia mengapresiasi UIN Malang yang masuk dalam tiga kampus terbaik PTKIN. Karena itu, pihaknya mempercayakan UIN Malang sebagai pilot project pengaplikasian Sistem Manajemen Strategis Elektronik (e-SMS) di lingkungan PTKI. Program ini merupakan upaya Diktis untuk mendorong PTKI memiliki data akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kita upayakan tertib administrasi dengan selalu meng-update data,” imbuhnya. Contohnya berupa data jumlah mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Jika institusi patuh e-SMS, lanjut pria kelahiran 1970 ini, kecepatan update data sangat dibutuhkan. Bahkan dalam hitungan detik. “Selama ini, banyak PTKI yang tidak memiliki data pasti. Sehingga mereka sering mengarang bebas tanpa didasari data yang kuat,” imbuhnya. Sementara itu Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. menegaskan bahwa keberadaan e-SMS bukan untuk memenuhi kepentingan individu atau lembaga saja. Akan tetapi, lebih kepada kepentingan bersama untuk menghadirkan akurasi data yang valid. "Kita mulai bekerja cepat, cerdas, dan sesuai sasaran. Jika ada salah satu tugas yang tidak berjalan maka saya selaku rektor akan turun langsung," tegasnya. (aj/nd)