GEMA-Pembekalan mekanisme dan pemasaran jadwal program baca kitab dan tahfidz bagi mahasiswa Fakultas Syariah dilangsungkan di Ged. D Lt. 2, Minggu (16/9). Kegiatan khusus bagi Fakultas Syariah ini, dibuka langsung oleh Ketua Unit Turots dan Tahfidz Fakultas Syariah Ustadz Abdul Rozaq. Pembekalan yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad itu memiliki misi untuk mencetak lulusan Fakultas Syariah menjadi seorang yang ahli dalam membaca kitab ataupun ahli dalam menghafal al-Qur’an. Program Fakultas yang bekerja sama dengan PKPBA dalam tenaga pengajarnya ini menggunakan model pembelajaran bertingkat. Terdapat level tertentu yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat memberikan keefektifan dalam setiap pertemuannya. Mulai dari level satu yang mempelajari ilmu ilmu dasar seperti nahwu shorof, Kemudian di level 2, pembelajaran mulai dipusatkan kepada kitab dari masing masing jurusan. Untuk Syariah adalah Hidayatul Mujtahid, sedangkan untuk IAT menggunakan Tafsir Jalalain. Kedua level ini masih menggunakan model Passive learning. Karenanya, dosen masih menjadi pusat dari kegiatan pembelajaran. Sedangkan untuk level 3, metode yang diguunakan ialah active learning. Pada tingkatan ini, mahasiswa dituntut untuk menjadi pemeran utama dalam pembelajaran. Fungsi dosen terbatas sebagai korektor saja. “Memang kami sengaja membedakan pada level 3, dikarenakan adanya harapan penuh terhadap mereka agar selain mengikuti pembelajaran dikelas, mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam perlombaan,” Ungkap salah satu dosen pengajar yang enggan disebut namanya itu. (aqa)
PENJELASAN: Juniardi menjelaskan Augmented Reality kepada pengunjung di stan UIN Malang
GEMA-Fakultas Sains dan Teknologi tak pernah absen menjadi peserta pameran pendidikan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018. Bertempat di kampus IAIN Datokarama, Kota Palu, Sulawesi Tengah, perwakilan Fakultas Saintek kembali mempresentasikan karyanya kepada pengunjung (17-20/9). Perwakilan tim robotika, Juniardi Nur Fadila membawa mesin pencetak tiga dimensi, drone rakitan, juga Augmented Reality. Tim Jurusan Fisika, Aulia, membawa lidah elektronik, sedangkan tim Jurusan Biologi, Safira, membawa Oshibana (kreasi bunga kering), minuman dari bunga, dan lainnya. Para pengunjung tak hanya sekadar melihat karya-karya yang dipamerkan, namun juga meminta tim Saintek untuk menjelaskan karya yang terbilang baru tersebut. Seorang pengunjung bahkan rela menunggu hasil cetakan tiga dimensi. “Mumpung bisa lihat prosesnya langsung, kalau tidak ada pameran begini, tidak mungkin bisa lihat,” tuturnya. Tak hanya meladeni pengunjung kalangan mahasiswa, Juniardi bahkan menjelaskan karya komunitasnya ke siswa sekolah dasar yang berkunjung untuk studi lapangan pelajaran Bahasa Inggris. “If you shoot this picture, there is an explanation about it automatically,” jelasnya. (nd)
PAMERAN: Tim UIN Press sibuk melayani rombongan mahasiswa IAIN Palu yang memburu referensi di stan UIN Malang di AICIS 2018
GEMA-Pameran pendidikan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018 diadakan di Kota Palu, Propinsi Sulawesi Tengah. Tim UIN Malang juga turut berpartisipasi membuka stan yang bertempat di IAIN Datokarama, Palu (17-20/9). Selain karya mahasiswa, buku-buku terbitan UIN Press masih menjadi salah satu daya tarik stan Kampus Ulul Albab. Menurut pantauan Gema, sebelum stan benar-benar siap, sudah banyak pengunjung yang berkerumun untuk melihat buku-buku yang tengah ditata. Tim UIN Press pun mulai mempromosikan buku-buku dengan beragam tema tersebut. Tak sampai sejam, sudah puluhan buku yang terjual. Muhammad Karim, staf UIN Press, menyatakan, khusus untuk pameran AICIS 2018, pihaknya memberi diskon untuk seluruh buku. Diskonnya pun tak tanggung-tanggung, hingga 50%. “Untuk mahasiswa IAIN Palu, saya kasih diskon yang lebih banyak lagi karena mereka butuh untuk referensi kuliah,” promonya. Di antara sekian banyak mahasiswa yang berkunjung, tampak pula mahasiswa baru IAIN Kota Palu yang membeli buku sesuai jurusannya. “Saya mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, jadi saya butuh buku-buku untuk memperdalam kemampuan berbahasa Arab,” tutur Ramlan. Sore hari, sebelum stan UIN Malang ditutup, tersisa sekitar 40 eksemplar buku yang akan dijual lagi keesokan harinya. (nd)
Gema- Dalam meningkatkan mutu layanan dan perbaikan Jurusan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan Visitasi Akreditasi di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UIN Malang, Jumat (14/9). BAN PT kali ini mengirim dua Asesor yakni Prof. Drs. Djoko Suhardjanto,. M.Com, Ph.D., Ak yang merupakan Guru Besar Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta dan Dr. Faisal, SE.,M.Si.,Ph.D., CMA., CRP., CERG dari Universitas Diponegoro. Hadir dalam visitasi ini segenap para pimpinan UIN Malang, para guru besar ekonomi, para dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi. Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Nur Asnawi, MA menyampaikan bahwa visitasi ini merupakan hal yang biasa dilakukan disetiap institusi sebagai bagian dari kontrol yang harus dilakukan. Visitasi ini untuk melakukan continous improvement atau perbaikan secara berkelanjutan dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang sejalan dengan dinamika zaman. Zaman revolusi industri 4.0, zaman serba otomasi, zaman pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik sehingga dibutuhkan kesiapan SDM yang handal dan berkualitas. "Kebutuhan SDM yang handal ini diperlukan penataan internal yang salah satunya menggunakan parameter akreditasi," jelasnya. Sementara itu Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag berharap visitasi akreditasi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi bisa memberikan perubahan kedepan bagi kemajuan jurusan. “Selama ini jurusan akuntansi telah melakukan berbagai upaya dan secara maksimal dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswanya, semoga visitasi hasilnya juga maksimal,” harapnya. Sementara itu, Prof. Djoko Suhardjanto salah satu asesor mengatakan kepada segenap para dosen dan pegawai jurusan untuk mempersiapkan berkas-berkas dan laporan yang akan dijadikan bahan evaluasi. “Kami disini hanya mengkonfimasi apa saja yang telah dilakukan Jurusan Akuntasi, terkait hasil dan keptusan kami serahkan sepenuhnya dari BAN-PT,” jelasnya.
GEMA-Tim Project Management Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) berkunjung ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Misi mereka khusus untuk berbagi informasi Program 5000 Doktor Luar Negeri kepada seluruh sivitas akademika. Acara dihelat di Auditorium Fakultas Humaniora Lt.3, Kamis (13/9). Salamah Agung, Ph.D., tim Diktis, mengungkapkan bahwa program ini jauh dari yang ditargetkan. Pasalnya, dari target 1000 kandidat doktor yang ingin dicapai per tahunnya, baru sekitar 200 aplikan yang dinyatakan lolos. “Tentu ini menjadi evaluasi kami,” imbuhnya. Setelah mengevaluasi, lanjut Salamah, ada beberapa hal yang menjadi catatan Diktis sebagai penyedia beasiswa. Masalah utama ada pada proposal disertasi yang diserahkan pendaftar beasiswa doktor. Kurangnya bimbingan dalam penyusunan proposal berakibat pada buruknya kualitas itu sendiri. “Sehingga proposal yang kami seleksi, kebanyakan kurang matang dan jauh dari standar,” tutur dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu. Tak hanya proposal, kemampuan bahasa asing disinyalir menyumbang faktor gagalnya menembus beasiswa. Apalagi, Kementerian Agama fokus pada pemberian beasiswa di luar negeri. “Proposal bagus, administrasi siap, tapi bahasanya lemah, tentu menjadi sebab gagal,” tambah Amir, salah satu tim Diktis yang juga mengisi sosialisasi tersebut. Dalam sosialisasi tersebut, Kabiro AAK UIN Malang Drs. Achmad Heru Achadi turut mendorong dosen-dosen muda di kampus untuk memanfaatkan kesempatan ini. Meraih beasiswa doktor tak hanya baik untuk tiap dosen namun juga berimbas positif bagi pengembangan keilmuan di Kampus Ulul Albab. (ptt/nd)
PROFESIONAL: DR. Dorothee Schulze dari German University saat menyampaikan materi penelitian di Fakultas Syariah UIN Maliki Malang. Senin (10/9).
GEMA-Fakultas Syariah Jurusan Al Ahwal Al Syahsiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Mengadakan kelas penelitian bersama DR. Dorothee Schulze German University, Senin (10/9). Kelas ini dilaksanakan di ruang sidang Fakultas Syariah Lt. 1. Diikuti oleh mahasiswa International Class Program Al Ahwal Al Syahsiyah. Dorothee mejelaskan bahwa setiap mahasiswa harus memahami beberapa unsur penting sebelum penelitian itu dilakukan. Salah satunya harus ada unsur menarik pembaca, hal baru, dan measurable atau dapat terukur. “Penelitian harus dapat memberikan kesan menarik terhadap pembaca,” ungkap Hakim Jerman yang penuh pengalaman ini. Sehingga judul penelitian adalah permasalahan hukum baru dimana belum terdapat penyelesaian konkret sebelumnya. Konsultan Hakim senior Jerman ini, juga menjelaskan unsur-unsur yang harus difahami bagi setiap mahasiswa dalam melakukan penelitian. Diawali dengan database pengumpulan data, dapat juga didapatkan dari komunitas penelitian dunia. Manufacturing an expose pembuatan proposal, outline menjelaskan penelitan secara garis besar. Distinguish memilih dan memilah bagian yang akan diteliti. Saintific discourse membuat pendekatan secara keilmuan dan teoritis. Correct citation membubuhkan sumber rujukan secara jelas. Dan unsur terakhir yang tidak kalah penting yaitu time schedule membuat jadwal untuk melaksanakan penelitian tersebut. “Semua tahapan itu harus dilakukan dengan penuh tanggungjawab agar penelitian yang dihasilkan menarik dan bisa memberikan data kongkrit bagi pembaca,” paparnya. Harapan Dorothee dalam kelas penelitian ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan disiplin ilmu yang ada dengan konsisten. Untuk menciptakan peneliti yang ahli bertaraf internasional. “Konsistensi itu harus dimiliki oleh para peniti,” pungkasnya. (ofi)
GEMA-Dalam rangka menyambut tahun baru Islam tepatnya tanggal 1 Muharram 1440 Hijriyah Unit el Zawa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mengadakan santunan terhadap anak-anak yatim dan putra-putri karyawan non PNS UIN Malang. Selasa (11/9). Santunan yang berlangsung di Gedung Rektorat tersebut diawali dengan sambutan Rektor Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag, dalam sambutannya dia mengajak seluruh tamu undangan yang hadir untuk mengintropeksi diri untuk bersama-sama berusaha menjadi insan yang lebih baik lagi. Prof. Haris juga mengutip salah satu Ayat Suci Alquran surat At Taubah ayat 20-21 yang berbunyi “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” “Semoga, UIN Malang semakin memberikan manfaat kepada orang-orang di sekitar kampus terutama kaum dhuafa dan yatim,” harap Prof. Haris. Usai memberikan sambutan, kegiatan santunan ditutup dengan doa yang langsung dipimpin ketua el Zawa, Bapak Nurul Yaqien, usai doa selesai Rektor beserta tim el Zawa UIN Maliki Malang mebagikan paketan bingkisan yang berisi sepatu, sajadah, dan uang saku kepada anak-anak yatim dan putra-putri karyawan non PNAS UIN Malang. “Semoga acara santunan ini senantiasa mendapat ridho dan UIN Malang semaikn berkah,” doanya. (*)
GEMA-Menjadi sarjana yang hafal al Quran adalah target utama bagi lulusan program studi IAT UIN Malang. Untuk mendorong terwujudnya keinginan itu, tentunya dibutuhkan langkah nyata dalam memfasilitasi mahasiswa. Salah satunya adalah melalui kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru 2018 yang mengusung tema Urgensi Tahfidz al Quran sebagai Upaya Membentuk Pribadi Qurany dan Menjaga Keutuhan NKRI ini diharapkan dapat membantu meningkatkan motivasi mahasiswa dalam menghafal, Sabtu (9/9). Kedatangan K. H. Moh. Fathoni Dimyati, Lc, sebagai pemateri pada kegiatan yang diselenggarakan di Aula Gedung C Lt. 3 ini semakin menumbuhkan kesan terbaik bagi seluruh isi ruangan. Sosok yang juga sebagai figur yang ahli dalam bidang ilmu menghafal al Quran ini selama 4 jam lamanya ini berhasil menumbuhkan ulang semangat mahasiswa dalam menghafal al Quran. Bagi beliau yang juga selaku pengasuh salah satu pondok Tahfidz di Pasuruan itu, sangatlah besar kewajiban bagi penghafal quran yang memiliki kesibukan selain mengaji. Seperti halnya Mahasiswa IAT yang juga dituntut untuk mendalami ilmu umum selain al Quran. Beliau menyampaikan kiat kiat agar mahasiswa tetap fokus pada tujuan utama yaitu menghafal al Quran. Pandai pandai mengatur waktu ialah salah satu cara yang beliau sampaikan pada mahasiswa baru IAT UIN Malang. Selain itu juga anjuran untuk tidak henti hentinya dalam murojaah atau mengulang ulang kembali hafalan yang sudah lama pun juga harus lebih diperhatikan bagi penghafal yang memiliki kesibukan diluar al quran. "Yang juga tidak kalah penting ialah tetaplah menjaga keinginan kuat untuk menjadi seorang penghafal al Quran," pungkas kiai asal Pasuruan itu. (aqa)
GEMA-Sebanyak 40 Mahasiswa baru mengikuti Prospek 2018 (Program Orientasi Studi dan Pengembangan Akademik Jurusan IAT). Kegiatan yang diusung oleh Dema Fakultas Syariah dan Mahasiswa IAT 2017 ini dilangsungkan di Aula gedung C Lt. 3, Sabtu (9/9). Kegiatan yang bertujuan untuk pengenalan program program unggulan dalam jurusan yang tergolong baru di kampus hijau ini berlangsung meriah. Mulai dari pembukaan dari Ketua Jurusan Ustadz Nasrullah, hingga penampilan syahril qurany oleh 3 mahasiswa baru yang sangat berpengalaman menambah kesan tersendiri dalam rangkaian acara. Ustadz Nasrullah selaku ketua jurusan mengatakan kekagumannya terhadap mahasiswa. Mulai dari panitia penyelenggara hingga peserta, beliau mengatakan jika jurusan IAT ini memiliki potensi besar untuk maju dengan bibit bibit unggul ini. Dengan adanya Orientasi untuk Maba ini, Nasrullah berharap jika seluruh mahasiswa baru semakin bersemangat dalam menuntaskan hafalan ataupun menjaga sampai selesainya studi di kampus. "Harapan terbesar pribadi saya ialah dapat mengantarkan seluruh mahasiswa untuk menjadi generasi unggul yang qurany," Ungkap Dosen yang juga mengampu mata kuliah Ilmu Tajwid itu. (aqa)