Daftar Kategori: Berita


PROF. RATNO: PERHATIKAN PANCASILA JURNAL!
Abadi Wijaya Sabtu, 29 September 2018 . in Berita . 1319 views
1635_prof-ratno.jpg
Prof. Drs. Ratno Lukito, MA., DCL. Saat mengulas tentang Pancasila Jurnal dalam Workshop Pelatihan Jurnal di LPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (28/9)

GEMA-Materi workshop pelatihan jurnal dilanjutkan dengan materi tentang Tips Menulis Jurnal. Pelatihan sehari inimerupakan kerjasama antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (29/9). Pelatihan ini sampai pada materi terakhir yang diberikan oleh Ratno Lukito. Sesi yang sekaligus sebagai materi penutup ini berlangsung hangat. Materi yang diselingi dengan goyonan menambah rileks suasana pelatihan.
Guru Besar Ilmu Hukum UIN Sunan Kalijaga ini mengulas unsur-unsur pokok dalam sebuah jurnal. “Terdapat lima hal penting yang harus diperhatikan,” jelas Prof. Ratno. Guru Besar yang telah menulis diberbagai jurnal internasional ini menyebutnya sebagai Pancasila Jurnal. Kelima hal pokok inilah yang menjadikan jurnal berbeda dengan karya tulis lainnya, seperti skripsi ataupun tesis.
Poin pertama adalah background discourse.Poin ini merupakan latar ilmiah dari topik riset yang akan dikemukakan. Kedua, research question yang akan meng-guide arah dari sebuah riset. Selanjutnya adalah theoritical framework, resource overview, dan yang terakhir adalah method of study. “Jika pancasila jurnal ini diperhatikan dengan baik maka akan didapatkan jurnal yang berkualitas” jelasnya. (nhl)

Lebih Lanjut »
PROF. EUIS: EDITING PROCESS JURNAL BUTUH TELITI
Iffatunnida Jumat, 28 September 2018 . in Berita . 1191 views
1634_euis.jpg

GEMA-Sesi lain dalam workshop dan studi banding di Jurnal Al Jami’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta diampu oleh Prof. Euis Nurlaelawati, MA. Materi fokus pada editing and reviewing yang menjadi salah satu proses penting dalam penerbitan jurnal, Jumat (28/9).
Ia menyatakan, banyak sekali editor yang kurang teliti atau bahkan ngawur dalam mengoreksi artikel. Karena kurangnya manajemen waktu, editor akhirnya mengece artikel ala kadarnya. “Padahal tugas ini sangat krusial. Harus dicek dan recheck,” imbuh Guru Besar Ilmu Hukum tersebut.
Tak hanya mengedit sesuai gaya selingkung jurnal, tugas lain ialah memastikan bahwa argumen penulis sudah sesuai dengan data yang ada. “Kita tentu tidak mau artikel yang diterima tidak berbobot,” ujarnya.
Karena itu, lanjut dosen Fakultas Syariah dan Hukum tersebut, sang penelaah artikel jurnal harus peka dengan menempatkan diri sebagai pembaca. Karenanya, yang harus diperhatikan ialah apakah pernyataan sudah jelas dan relevan dengan data.
Tak berhenti di situ, masih banyak lagi aspek yang menjadi tugas para editor juga reviewer. Salah satu yang menjadi problem utama ialah tata bahasa. “Bahkan seseorang yang sudah menerbitkan buku-buku populer pun tidak lepas dari kesalahan mendasar ini,” tutur Bu Euis, sapaan akrabnya.
Ia pun memperlihatkan hasil editan beberapa artikel. Termasuk artikelnya yang mendapat banyak koreksi dari jurnal lain. “Tidak usah malu kalau dilihat. Saya pun belajar dari cara orang me-review artikel saya,” kata pengampu mata kuliah Metode Penelitian dan Penulisan Hukum tersebut di akhir sesinya. (nd)

Lebih Lanjut »
PROF. AL MAKIN: MENCARI DAN MENJAGA TEMAN
Iffatunnida Jumat, 28 September 2018 . in Berita . 2031 views
1633_makin.jpg

GEMA-Menyambut tim jurnal UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Prof. Al Makin, Ph.D. menceritakan sejarah perkembangan Jurnal Al Jami’ah, Jumat (28/9). Workshop sekaligus studi banding ke Ruang Redaksi Jurnal Al Jami’ah berlangsung seharian.
Prof. Makin menjelaskan suka-duka pengelola jurnal di institusinya. Jatuh-bangun tentu menjadi hal yang normal di awal penguatan jurnal. Dalam hal ini, komitmen dan konsisten pengelola sangat dibutuhkan. “Alhamdulillah, Jurnal Al Jami’ah sangat beruntung karena pengelolanya sangat setia, sehingga kami berjalan hingga saat ini,” imbuhnya.
Selanjutnya, kendala yang sering dihadapi jurnal manapun yaitu kurangnya jumlah artikel. Prof. Makin menyebutkan satu solusi yang kadang terabaikan, menjalin pertemanan. Mengikuti forum-forum jurnal antar perguruan tinggi menjadi cara untuk mencari dan menjalin silaturahim.
Cara ini, menurut editor in-chief Jurnal Al Jami’ah tersebut, tidaklah sesimpel yang dibayangkan. Bisa jadi, di tengah jalan, silaturahim akan terputus sehingga akses pun tertutup. “Esensi jurnal itu ya menambah teman sekaligus ilmu ,” tuturnya
Workshop dan studi banding ini diikuti oleh pengelola dari empat jurnal UIN Malang. Yakni, Jurnal Ulul Albab, Jurnal El Harakah, Jurnal Jurisdictie, dan Jurnal de Jure. (nd)

Lebih Lanjut »
MENGENAL HUKUM KELUARGA LEBIH DALAM
Abadi Wijaya Jumat, 21 September 2018 . in Berita . 13465 views
1630_syariah.jpg

GEMA-Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar internasional, Kamis (20/9). Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Syariah beserta dengan Dosen dan staf. Acara ini didatangi dua narasumber profesional dalam bidang Hukum Keluarga Islam dan konvensional, Prof. Dr. Muhammad Amin Suma dan Dr. Dorothee Schulze.
Prof. Amin memaparkan dalam seminar, bahwa landasan hukum Islam adalah Al-Quran dan Al-Hadits. “Tujuan dari landasan hukum islam dalam keluarga adalah menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.” Tegas profesor pakar hukum dan HAM ini. Bahkan tidak ada UUD Negara yang melegalkan pernikahan sejenis sampai saat ini. Dikarenakan melanggar tatanan dan aturan kehidupan sosial. Sama halnya dengan negara German, “Menjaga nilai keluarga dan kesejahteraan anak adalah tujuan dari Hukum Keluarga.” Ungkap Dorothee pakar Hukum Keluarga di German ini.
Pada dasarnya baik dari hukum islam dan hukum konvensional dalam pernikahan memiliki tujuan yang sama. Hanya dalam beberapa hal biasa terjadi perbedaan dalam memahami pernikahan itu sendiri. Seperti administratif, mekanisme, dan adat kebiasaan masyarakat. “Bukan berarti perbedaan dalam sudut ini merubah esensi dan tujuan dari pernikahan itu sendiri.” Tambah prof. Terbaik di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Diakhir paparan seminar dari kedua narasumber ini menyampaikan bahwa, baik di negara German dan di Indonesia sama-sama memiliki tingkat perceraian yang tinggi. Hal yang mendasar dari problem ini adalah kurangnya pemahaman masyarakat atas arti keluarga dan tujuan pernikahan itu sendiri. (ofi)

Lebih Lanjut »
AICIS 2018: HASIL PEMIKIRAN YANG BERMANFAAT
Iffatunnida Jumat, 21 September 2018 . in Berita . 853 views
1629_opening-aicis.jpg

GEMA-Kota Palu menjadi tuan rumah Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018. Bertema “Islam in a Globalizing World: Text, Knowledge, and Practice”, STAIN Datokarama, Palu terpilih menjadi (18-20/9) pengelola wadah berkumpulnya cendekiawan lokal dan internasional ini. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka perhelatan akbar tahunan Kementerian Agama tersebut di Hotel Mercure.
Ia berharap, hasil diskusi dalam konferensi internasional ini menguatkan program di lingkungan Kemenag. Khususnya dalam transformasi PTKIN dimana STAIN berubah menjadi IAIN dan kemudian universitas. “Kita harap semakin banyak perguruan tinggi yang fokus pada integrasi keilmuan melalui berbagai riset,” imbuhnya.
Tak hanya manfaat bagi institusi pendidikan, hasil pemikiran para cendekiawan diharapkan dapat memecahkan beragam persoalan di masyarakat. Baik itu permasalahan sosial, adat, maupun keagamaan seperti maraknya intoleransi belakangan ini.
Bersamaan dengan pelaksanaan AICIS 2018, pameran pendidikan pun digelar di kawasan kampus IAIN Datokarama Palu. Peserta pameran ialah perguruan tinggi di bawah naungan Kemenag. Tak hanya itu, pihak kampus juga menggelar pameran bagi setiap fakultas di tempat yang sama. (ptt/nd)

Lebih Lanjut »
MAHASISWA BIDIKMISI WAJIB BERPRESTASI
Abadi Wijaya Rabu, 19 September 2018 . in Berita . 992 views
1628_opening-bidikmisi.jpg


GEMA-Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi (KBMB) menyelenggarakan agenda sambut mahasiswa baru bidikmisi di Ged. Rektorat Lantai 5 UIN Malang, (15/9).
Taaruf Mahasiswa Bidikmisi ini merupakan agenda sosialisasi kepada 183 mahasiswa baru dari berbagai jurusan yang dibina oleh kemahasiswaan dan di hadiri oleh Prof.Abdul Haris,M.Ag selaku Rektor UIN Malang, Gus Isyroqunnajah (Wakil Rektor 3), Bagian Kemahasiswaan, Pembimbing KBMB, dan alumni KBMB.
Dalam sambutannya Bp Prof Abd. Haris, M.Ag memotivasi para peserta. “Restasi tidak hanya diukur melalui nominal yang didapat, akan tetapi berprestasilah di segala bidang kehidupan kalian.” yang artinya memaksimalkan ilmu yang dimiliki agar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas.
“Saya berharap dengan adanya ta’aruf mahasiswa bidikmisi ini dapat membantu mahasiswa baru dalam menjalankan amanah yang akan diemban selama 8 semester, melalui proker yang telah disampaikan,” ujar M Gus Ahlu Naja KBMB semester 3 Jurusan PAI.
Dika Frantiko Ketua Pelaksana Ta’aruf Mahasiswa Bidikmisi pun menuturkan, dan pula dengan ada agenda-agenda KBMB dapat menambah kerukunan dan komunikasi, sebab kita adalah satu keluarga.
Seusai sambutan yang disampaikan oleh Pak Rektor di lanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda simbiolik bahwa resmi dibukanya Pembukaan Ta’aruf Mahasiswa Bidikmisi. (syf)

 

Lebih Lanjut »
PECAHKAN MASALAH KONTEMPORER
Abadi Wijaya Rabu, 19 September 2018 . in Berita . 5206 views
1627_bertahan.jpg


GEMA-Unit Turots Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang putuskan hasil rumusan permasalahan Hukum Keluarga dalam Hillul Masail Al Muashirah (HMM), Sabtu (15/9). Acara yang diadakan di halaqah mahad putra ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Syariah, Himpunan Alumni Mahad, dan dibuka untuk umum.
Acara rutin bulanan Unit Turost kali ini membahas tentang suatu kejadian nyata yang dialami oleh subyek Hukum Keluarga di daerah Aceh. Seorang dokter sebagai istri memiliki empat anak, suatu ketika istri selingkuh dengan laki-laki. Suami dari istri tersebut mengucapkan kalimat talak Thollaktuki sebanyak tiga kali. Kemudian istri tadi menikah sirri dengan selingkuhanya. Agar pernikahan sirri dapat diakui oleh negara ia meminta cerai dari suami sahnya di pengadilan. Tetapi suaminya tidak menghendaki perceraian tersebut. Akhirnya hakim pengadilan menjatuhkan talak raj’i terhadap keduanya. Selesai putusan persidangan oleh hakim suami sah tersebut menyetubuhi istrinya. Maskipun ia telah mengucapkan talak ba’in terhadap istrinya.
Setelah dimusyawarahkan dan dirumuskan masalah dari kejadian ini, perumus dan musohih yaitu Ahmad Izzuddin, M.HI dan Ahmad Samthon, M.HI. terdapat tiga point dalam perumusan masalah ini yaitu, pertama talak yang terjadi pada istri adalah talak ba’in karena hakim tidak dapat menjatuhkan talak raj’i jika suami sudah menjatuhkan talak ba’in terhadap istrinya. Kedua, jika talak sudah jatuh secara syar’i dan masa tunggunya sudah habis, maka nikah sirrinya dihukumi sah secara agama. Dengan syarat nikah sirrinya sesuai dengan syarat dan rukun yang sudah ditetapkan agama. Ketiga, perbuatan suami dalam menyetubuhi istrinya termasuk perzinahan karena suami telah menjatuhkan talak ba’in dan istri belum bercerai degan istri barunya.
Perumus menambahkan solusi melihat kasus seperti ini sering terjadi dalam Pengadilan Agama. Hakim harus mengklarifikasi lebih dalam saat proses persidangan.(ofi)

Lebih Lanjut »
PERTAHANKAN KIPRAH PRESTASI MAHASISWA UIN
Abadi Wijaya Rabu, 19 September 2018 . in Berita . 1002 views
1626_pemenang.jpg


GEMA-Sukarabic Festival, yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin-Rabu (9-12/9). Festival tingkat nasional ini diikuti oleh seluruh Universitas di Indonesia, bahkan tahun ini Universitas Sains Islam Malasysia USIM turut menjadi peserta. Termasuk delegasi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Acara yang diadakan oleh Himpunan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga ini meliputi banyak bidang lomba. Seperti Pidato Bahasa Arab, Esai Bahasa Arab, Debat Bahasa Arab, Puisi Bahasa Arab, MQK Alfiyah Ibnu Malik dan perlombaan yang berkaitan dengan seni seperti Kaligrafi, Eksebisi Nadzm Alfiyah dan Ghina Arabi atau Pop Arab. Kegiatan festival ini diadakan selama empat hari lamanya.
Juara umum Festival Sukarabic tahun ini berhasil direbut oleh Mahasiswa UIN Maliki. Dengan perolehan juara sebagai berikut. Juara 1 Khitobah oleh Hasna’i masruhani, Juara 3 Khitobah oleh Siti Khafidhotus Sa’baniyah, kedua mahasiswa tersebut perwakilan dari Al-Kindy Pendidikan Bahasa Arab. Juara 1 Ghina Arabi oleh Hadi Asrori perwakilan dari UKM Seni Religius. Perwakilan dari El-Jidal Bahasa dan Sastra, menjadi Afdholul Mutanadzir oleh Aad Nur Sayyidus Suhur Baking dan Mar’atun Nailur Rif’ah.
Perolehan hasil menjadi juara umum bukan hal yang mudah, perlu persiapan yang matang dan mentalitas tinggi. “Menjadi pribadi yang dapat memberikan manfaat dan selalu memberikan hal terbaik untuk kampus Maliki.” Harapan Hadi Asrori, Juara 1 Ghina Arabi di Sukarabic Festival.(ofi)

Lebih Lanjut »
FOKUS KULIAH DI LUAR NEGERI
Abadi Wijaya Rabu, 19 September 2018 . in Berita . 733 views
1625_ln.jpg


GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), mengadakan seminar international di Aula Fakultas Humaniora Lt.3, Jumat (14/9). LP2M mengundang tamu istimewa yakni, Dr. Shirley Ann Baker Alliant International University, USA dan Dr. Dorothee Schulze University of Cologne German sebagai narasumber. Acara ini diikuti oleh 20 delegasi mahasiswa reguler atau International Class Program (ICP) dari setiap fakultas.
Shirley menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri. Hal pertama yang harus didahulukan adalah kesuksesan akademis, seperti aktif dalam perkuliahan, bekerja dengan kelompok, dan memiliki komunikasi baik dengan Dosen dan Profesor. Hal yang tidak kalah penting juga paparnya adalah pengalaman pribadi. Menurut doktor lulusan Amerika ini, penglaman adalah hal yang mahal. Seperti bersosialisasi dengan penduduk asing, berlibur ke tempat bersejarah, dan memahami adat kebiasaan warga negara asing. “Keseimbangan menjadi hal utama melihat tujuan ke luar negeri adalah untuk belajar.” Tegasnya dalam seminar tersebut.
Kesempatan juga menjadi hal yang tidak boleh ditingglakan di luar negeri, seperti meningkatkan kemampuan dalam berbahasa, penelitian, dan membentuk jaringan untuk ke depanya. Mahasiswa harus dapat memaksimalkan tiga hal untuk dapat meraih kesuksesan. Tiga hal tersebut adalah science, knowledge, dan experiences.(ofi)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up