HUMAS UIN MALANG – Aula Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Malang menjadi saksi semangat mahasiswa Tadris Bahasa Inggris (TBI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dalam acara Sosialisasi dan Penguatan Modul Ajar yang digelar pada Kamis (9/1). Selain sebagai upaya memperkuat pemahaman tentang Modul Ajar, kegiatan ini juga menjadi ajang pembekalan bagi mahasiswa yang akan menjalani asistensi mengajar di sekolah-sekolah mitra.
Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan narasumber Dra. Zahroul Mufida, seorang guru berpengalaman dari MTsN 3 Malang. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan yang dirancang untuk mempersiapkan mereka menjadi pendidik yang lebih profesional dan inovatif.
Dalam pemaparannya, Dra. Zahroul Mufida menekankan pentingnya keseimbangan antara perencanaan dan pelaksanaan dalam pendidikan. Ia menyampaikan kutipan inspiratif: "Pekerjaan yang baik tanpa perencanaan akan menjadi sulit. Perencanaan yang baik tanpa pelaksanaan akan menjadi arsip."
Narasumber juga memberikan wawasan tentang bagaimana Modul Ajar dapat menjadi alat yang efektif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna di kelas. "Perencanaan yang matang harus diimbangi dengan pelaksanaan yang terarah agar hasilnya maksimal," tambahnya.
Acara ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan praktik penyusunan Modul Ajar. Peserta diberikan contoh-contoh modul yang relevan, yang dapat mereka gunakan selama masa asistensi mengajar.
Abbas Rifa’i salah satu mahasiswa TBI mengungkapkan manfaat besar yang didapatkan dari kegiatan ini. “Pembekalan ini sangat membantu kami dalam mempersiapkan diri untuk asistensi mengajar. Kami jadi lebih paham bagaimana menyusun dan menerapkan modul ajar yang efektif,” ungkapnya.
Dengan keberhasilan acara ini, diharapkan mahasiswa TBI dan PBA UIN Malang dapat menjadi tenaga pendidik yang unggul, berbekal kemampuan menyusun dan menerapkan Modul Ajar dengan baik selama menjalani asistensi mengajar.
HUMAS UIN MALANG – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Profesi Pendidikan Apoteker UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melaksanakan tes seleksi bagi calon mahasiswa baru pagi ini. Bertempat di laboratorium komputer Fakultas Sains dan Teknologi lantai 3, seleksi ini diikuti oleh 123 peserta, termasuk satu peserta asing asal Mesir, Hagar Yahya Abdelfattah Mahmoed Muhamed. Kamis, 9 Januari 2025.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maliki Malang, Prof. Dr. apt. Roihatul Mutiah, SF., M.Kes., menjelaskan bahwa seleksi ini merupakan kali kelima yang diadakan oleh program studi tersebut. “Seleksi ini bertujuan untuk mencari mahasiswa yang berkualitas, sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi calon apoteker yang ahli dan profesional,” ujarnya.
Seleksi dilakukan dalam dua tahap, yakni tes berbasis komputer (CBT) dan wawancara. CBT berlangsung dengan lancar pada pagi hari, dilanjutkan wawancara untuk menggali lebih dalam potensi dan motivasi peserta. Prosedur ini juga diberlakukan bagi peserta asing, termasuk Hagar Yahya, yang mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai standar yang telah ditetapkan.
Prof. Roihatul menambahkan, dari 123 peserta yang mengikuti seleksi, hanya 40 calon mahasiswa yang akan diterima. "Kami berharap melalui proses seleksi yang ketat ini, lulusan program profesi apoteker UIN Maliki Malang tidak hanya dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu, tetapi juga mampu lulus dengan hasil yang memuaskan, bahkan 100 persen," paparnya optimis.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen UIN Maliki Malang dalam mencetak apoteker profesional yang siap menghadapi tantangan dunia kesehatan modern. “Kami berharap, semua peserta yang lolos nantinya dapat membawa nama baik UIN Maliki Malang dan berkontribusi nyata di dunia farmasi, baik di dalam maupun luar negeri,” tutup Prof. Roihatul.
Seleksi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mengingat keterlibatan peserta asing menjadi bukti daya tarik dan kualitas pendidikan profesi apoteker di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
HUMAS UIN MALANG, (8/1) – Gedung Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bergemuruh oleh semangat mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dalam acara Sosialisasi dan Pelepasan Mahasiswa Asistenasi Mengajar untuk semester genap tahun akademik 2024/2025. Acara ini menjadi momentum penting, dihadiri oleh Dekan FITK Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd, beserta jajaran pimpinan, dan ratusan mahasiswa yang akan melaksanakan tugas mulia di sekolah-sekolah mitra.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd, memberikan pesan yang menggugah semangat para peserta. "Mahasiswa FITK adalah representasi terbaik dari kampus kita. Jaga nama baik almamater, tunjukkan dedikasi, dan jadikan pengalaman ini sebagai langkah awal menuju keberhasilan di dunia pendidikan," ujarnya dengan penuh keyakinan.
Antusiasme para mahasiswa terasa sejak awal acara. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian. Aura optimisme memenuhi ruangan, seolah menggambarkan kesiapan mereka untuk menghadapi tantangan nyata di lapangan.
Program ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan wujud komitmen FITK untuk mencetak calon pendidik yang berkualitas dan berintegritas. Para mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai sekolah mitra, membawa misi besar untuk memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan.
Bagi mahasiswa, momen ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Salah satu peserta, Muhammad Haidar, mengungkapkan rasa bangganya, "Ini adalah peluang emas bagi kami untuk belajar langsung di lapangan. Kami siap membawa nama baik UIN Malang ke sekolah-sekolah mitra."
Acara yang berlangsung dengan lancar ini diakhiri dengan semangat membara dari seluruh peserta. Gelombang optimisme dan dedikasi terlihat jelas di wajah mereka, menjadi bukti bahwa mahasiswa FITK siap memberikan kontribusi terbaiknya untuk pendidikan Indonesia.
Dengan bekal ilmu dan pesan moral yang kuat, mahasiswa FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kini melangkah pasti menuju dunia pendidikan, membawa harapan besar untuk membangun generasi unggul di masa depan.
HUMAS UIN MALANG - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi membuka pembekalan bagi mahasiswa yang akan mengikuti program Asisten Mengajar Luar Negeri di Malaysia dan Thailand. Acara pembekalan ini digelar pada hari. Rabu, 8 Januari 2025, bertempat di Gedung Sport Center dan dihadiri oleh Dosen, mahasiswa terpilih, serta pimpinan fakultas.
Program Asisten Mengajar Luar Negeri ini merupakan inisiatif UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa, serta memperkenalkan sistem pendidikan di luar negeri. Dalam acara pembekalan tersebut, Dekan FITK, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd. mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam dunia pendidikan global, serta mempersiapkan mereka untuk menjadi pendidik yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan budaya pendidikan yang berbeda.
“Program ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan mengajar mereka di negara-negara dengan sistem pendidikan yang berbeda, seperti Malaysia dan Thailand. Ketika Asistensi Mengajar Mahasiswa harus selalu berkoordinasi dan berkonsultasi dengan guru pamong, karena sejatinya kalian adalah asisten mereka dalam mengajar. Kami berharap, setelah mengikuti program ini, mahasiswa dapat membawa pulang pengalaman berharga yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan di Indonesia,” ujar Prof. Nur Ali dalam sambutannya.
Selama pembekalan, mahasiswa diberi pemahaman tentang budaya pendidikan di Malaysia dan Thailand, serta keterampilan yang diperlukan untuk menjadi asisten mengajar yang efektif di luar negeri. Selain itu, para peserta juga mendapatkan informasi terkait administrasi, logistik, serta persiapan-persiapan lainnya yang dibutuhkan selama mereka menjalani tugas sebagai asisten mengajar di luar negeri.
Antusiasme mahasiswa yang terpilih sangat tinggi. Mereka mengaku siap untuk menghadapi tantangan mengajar di luar negeri, serta memperkaya wawasan dan pengetahuan mereka tentang sistem pendidikan internasional. Program Asisten Mengajar Luar Negeri ini akan berlangsung selama enam bulan, dengan kegiatan mengajar langsung di sekolah-sekolah mitra di kedua negara tersebut.
Abdurrauf Salah satu Perwakilan Mahasiswa Mengungkapkan kesiapannya untuk melaksanakan Asistensi Mengajar Luar Negeri. "AM LN merupakan sebuah kesempatan emas bagi saya untuk merasakan atmosfer jalannya kegiatan belajar mengajar di luar negeri, dalam hal ini ialah Malaysia.
Melalui serangkaian proses pembekalan dari fakultas, dan pembelajaran secara mandiri terkait lingkungan pendidikan di negara tujuan saya merasa siap untuk menunaikan kewajiban ini sepenuhnya".
Dengan adanya program ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat memperluas jaringan internasional, serta menjadi tenaga pendidik yang siap bersaing di era global.
HUMAS UIN MALANG - Malang, 8 Januari 2025 – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), telah mengadakan pembukaan program asistensi mengajar bagi mahasiswa pada hari Rabu, 8 Januari 2025. Acara yang berlangsung di Gedung Sport Center ini dihadiri oleh Mahasiswa, Dekanat, Prodi, DPL dan Tim Micro teaching.
Pembukaan asistensi mengajar ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan mengajar mereka serta mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan. Dalam sambutannya, Dekan FITK, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari upaya fakultas untuk mendukung mahasiswa dalam memperoleh pengalaman langsung di lapangan serta meningkatkan kompetensi mereka sebagai calon pendidik yang berkualitas.
“Melalui program asistensi mengajar ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami teori dan praktik pendidikan, serta mampu menghadapi berbagai situasi di kelas. Selain itu, program ini juga merupakan bentuk sinergi antara dunia akademik dan dunia nyata dalam mempersiapkan guru-guru masa depan yang berkompeten,” ujar Prof. Nur Ali.
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas dalam acara tersebut, dengan banyaknya peserta yang mendaftar dan siap mengikuti program ini. Asistensi mengajar ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa serta membekali mereka dengan keterampilan praktis yang akan sangat berguna dalam karier mereka di dunia pendidikan.
Program ini akan berlangsung selama satu semester, dengan berbagai kegiatan seperti observasi kelas, pengajaran langsung, dan evaluasi pembelajaran yang akan dilakukan secara berkala. Dengan adanya program ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat menjadi tenaga pendidik yang berkualitas dan siap menghadapi dinamika pendidikan di Indonesia
HUMAS UIN MALANG - KKM 17 Vidyantara UIN Malang tahun 2024/2025 mengadakan kegiatan sosialisasi parenting di SDN 3 Wringinanom (8/1). Acara ini dihadiri oleh wali murid kelas 3 serta pengurus paguyuban kelas 1 dan 2.
Ibu Dr. Hj. Rofiqah, CHt., M.Pd., seorang dosen psikologi dari UIN Malang, membahas pentingnya peran orang tua dalam mendidik dan membimbing anak di lingkungan keluarga. "Parenting atau pola asuh memiliki dampak besar terhadap perkembangan emosional, sosial, dan akademik anak," ungkapnya.
Materi yang dibawakan mencakup strategi membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak, cara memahami kebutuhan psikologis anak, hingga memberikan dukungan yang dapat meningkatkan rasa percaya diri anak. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, di mana para wali murid diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman mereka dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan.
Dengan adanya sosialisasi seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para wali murid mengenai pentingnya pendidikan karakter anak sejak dini. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada peserta, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
HUMAS UIN MALANG - Setelah sehari sebelumnya sudah mengenalkan Abate atau Larvasida lewat sosialisasi, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok Sahityabhavana dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang membagikan Abate yang berbentuk bubuk atau butiran kecil yang digunakan untuk membunuh larva nyamuk, terutama jenis Aedes aegypti. Pembagian yang berlangsung Minggu (5/1/2025) kemarin, ditujukan sebagai langkah pencegahan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ada di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Sebagai informasi, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Salah satu anggota kelompok Sahityabhavana, Dira, menjelaskan cara penggunaan Abate ini cukup sederhana. Yaitu, abate cukup ditaburkan di bak mandi atau di tempat-tempat yang terdapat genangan air untuk membasmi jentik-jentik yang mana bisa berpotensi menjadi nyamuk atau jentik-jentik.
Menurut Dira, jenis nyamuk yang membedakan antara nyamuk DBD dengan nyamuk biasanya adalah pola belang putih ini menyerupai bentuk huruf "lyra" pada bagian punggung, dan biasanya nyamuk DBD berukuran kecil dibandingkan nyamuk biasa.
Edukasi yang telah disampaikan sebelumnya untuk mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan pencegahan penyakit demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan abate yang dibagikan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara penggunaan abate yang benar dan aman dalam memberantas jentik nyamuk di lingkungan rumah dan sekitarnya.
Seperti informasi yang dihimpun, Abate mempunyai kandungan utama, yaitu bahan kimia bernama Temepos. Andika selaku ketua kelompok menuturkan, Temepos ini zat aktif yang bekerja dengan cara menghambat sistem enzim pada larva nyamuk, sehingga mereka tidak dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa, temepos juga dianggap efektif dalam membunuh jentik nyamuk tanpa mencemari lingkungan.
Ibu Kepala Dusun Jamuran, menerima ide teman-teman mahasiswa KKM dengan sangat baik serta mendukung program sosialisasi dan penggunaan Abate ini. Menurutnya, memang di Dusun Jamuran ini saat musim hujam marak pertumbuhan nyamuk. "Saya dan para warga sangat berterimakasih dengan dibagikannya Abate untuk mengurangi serta mencegah penyebaran penyakit demam berdarah di kampung ini," ujarnya senang.
Terakhir, ia berharap kegiatan ini bisa menggugah masyarakat agar masyarakat sadar pentingnya pencegahan penyakit demam berdarah melalui langkah pemberantasan sarang nyamuk dan semoga abate yang dibagikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk mengurangi populasi jentik nyamuk di lingkungan mereka. (sd/sf)
HUMAS UIN MALANG - Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan membangun empati masyarakat terhadap pencegahan virus Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi pencegahan virus DBD dengan penggunaan Abate atau Larvasida untuk mengontrol fase larva (jentik) nyamuk, di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang terselenggara pada Sabtu (4/1/2025) lalu, bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya penggunaan abate sebagai salah satu langkah pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD), serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan penyebaran nyamuk penyebab DBD.
Diikuti langsung oleh ibu-ibu desa setempat, mereka terlihat antusias menyimak promosi yang disampaikan rekan-rekan mahasiswa KKM. Ketua kelompok Sahityabhavana, Andika menyebut kunci utama dalam hidup sehat ialah dengan lingkungan yang bersih. Menurutnya, dengan mewujudkan lingkungan bersih maka kita akan terhindar dari berbagai penyakit, salah satunya DBD ini. Seperti diketahui, penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang dapat berpotensi serius karena dapat menyebabkan komplikasi seperti perdarahan berat, kerusakan organ, hingga kematian jika tidak segera ditangani.
Virus Dengue ini terdiri dari empat sterotipe berbeda (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4), sehingga seseorang bisa terinfeksi lebih dari sekali dengan gejala-gejala yang dapat ditimbulkan biasanya diawali demam tinggi mendadak (40°C atau lebih), sakit kepala parah, terutama di belakang mata, nyeri otot dan sendi yang sering disebut "breakbone fever", ruam kulit (bercak merah) pada tubuh, mual dan muntah serta pendarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah. Dan ciri nyamuk DBD adalah tubuhnya berwarna hitam dengan pola belang putih pada kaki dan tubuhnya.
Zikra, salah satu anggota Sahityabhavana, mengatakan angkah-langkah pencegahan, salah satunya dengan penggunaan abate sebagai larvasida untuk membunuh jentik-jentik nyamuk yang ada di tempat penampungan air. Ditanya soal alasan memilih penggunaan abate, Zikra menjelaskan, abate sangat efektif untuk mengendalikan semua jentik nyamuk pada dosis rendah sekaligus sebagai pertahanan pertama terhadap penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.
Lebih lanjut Zikra menerangkan tata cara penggunaan abate ini. "Salah satu cara pencegahan yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan abate untuk membasmi jentik nyamuk di tempat penampungan air. Jadi nanti abate ditaburkan di bak mandi atau di tempat- tempat yang terdapat genangan air untuk membasmi jentik-jentik yang mana bisa berpotensi menjadi nyamuk," terangnya.
Pertama, ia menyebutkan, abate hanya dapat digunakan pada tempat penampungan air seperti bak mandi, selokan, gentong air atau bisa juga pada pot- pot yang terkena air hujan dan ada genangan didalamnya. Setelah itu, gunakan abate secukupnya, untuk 10 liter abate cukup taburkan 1 gram abate. Dan yang terakhir, abate bisa langsung ditaburkan atau bisa didiamkan di plastik dengan syarat plastik abatenya ditusuk- tusuk dengan jarum, hal ini ditujukan agar bak mandi tidak kotor dan mengulangi pemakaian abate setiap 2-3 bulan sekali.
Para mahasiswa berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan program-program yang mendukung kesejahteraan masyarakat, salah satunya pencegahan terhadap demam berdarah dengan mempraktikkan penggunaan abate dengan benar dan konsisten, terutama pada musim hujan yang rentan terhadap peningkatan kasus penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.
Ditemui terpisah, Kepala Desa Sukodadi, Bapak Suwi Santoso merespon, langkah ini tidak hanya melindungi kesehatan diri sendiri, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga, dan berharap dapat mengurangi penyebraba virus DBD. Dirinya juga mengapresiasi atas ide yang diinisiasi oleh teman-teman mahasiswa UIN Malang, karena memasuki musim penghujan perlu digalakkan kembali pencegahan virus ini. (sd/sf)