HUMAS UIN MALANG – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang 15 dan 155 Desa Wonomulyo menggelar kegiatan senam bersama dengan murid-murid TK PGRI Wonomulyo dan wali murid. Kegiatan yang bertujuan mempererat kebersamaan ini berlangsung penuh antusiasme, Sabtu, 4 Januari 2025
Senam dimulai dengan sesi pemanasan yang dipimpin oleh mahasiswa KKM. Murid-murid TK mengikuti pemanasan dengan ceria, menunjukkan semangat mereka. Setelah sesi pemanasan, anak-anak TK melanjutkan kegiatan dengan jalan sehat, menjelajahi daerah sekitar desa bersama teman-teman dan guru.
Di sisi lain, wali murid dan mahasiswa KKM tetap melanjutkan senam di lapangan. Dengan gerakan energik yang dipandu oleh instruktur dari siswa, suasana menjadi semakin seru. Kolaborasi ini menjadi ajang olahraga yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antara semua pihak yang terlibat.
Antusiasme terlihat jelas dari setiap peserta, baik anak-anak, wali murid, maupun pelajar. Salah satu wali murid menyatakan, “Kegiatan ini sangat menyenangkan. Anak-anak terlihat sangat bersemangat, dan kami juga merasa senang bisa berpartisipasi.” Kebersamaan dalam kegiatan ini menciptakan momen positif di awal tahun.
Senam bersama ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program KKM UIN Malang di Desa Wonomulyo. Selain mempererat hubungan, kegiatan ini juga meningkatkan pentingnya kesehatan dan kebugaran bagi masyarakat setempat
HUMAS UIN MALANG – Dalam semangat gotong royong, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bersama warga Dusun Telaga Ngembang, Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, bergandengan tangan memperbaiki saluran air yang rusak di bantaran sungai. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.00, sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas publik yang menjadi bagian dari tradisi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Mengatasi Kerusakan Akibat Banjir dan Longsor
Saluran pipa yang diperbaiki ini sebelumnya rusak parah akibat banjir dan longsor yang melanda daerah bantaran sungai. Pipa tersebut memiliki peran penting dalam menyalurkan air ke pemandian umum di pinggir sungai, yang sering digunakan warga setelah bekerja di perkebunan atau persawahan.
Meskipun warga Telaga Ngembang sudah memiliki pemandian khusus dengan aliran air yang melimpah, pemandian umum ini tetap dipertahankan sebagai simbol tradisi dan sejarah. Tempat tersebut dahulu digunakan untuk berbagai kegiatan adat, seperti memandikan pengantin, anak-anak yang akan dikhitan, hingga membersihkan beras untuk tradisi "begawe", yaitu ritual adat menjelang pernikahan.
Tantangan dan Kolaborasi
Proses perbaikan menghadapi tantangan berat karena kondisi tanah di bantaran sungai yang rentan longsor, serta banyaknya pohon tumbang yang menghalangi akses. Namun, kerja sama yang erat antara mahasiswa KKM dan warga setempat akhirnya berhasil menyelesaikan perbaikan dengan baik.
Muhammad Nur, Ketua KKM Mandiri Integrasi, mengungkapkan pentingnya gotong royong dalam kegiatan ini. “Gotong royong adalah jiwa masyarakat Indonesia. Dengan semangat kebersamaan, masalah apa pun dapat diselesaikan. Selain memperbaiki saluran air, kegiatan ini juga menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi dan sejarah yang ada di Desa Nyurlembang,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dusun Telaga Ngembang, Bapak Sahariono, yang menyampaikan rasa bangga atas partisipasi aktif mahasiswa KKM. “Tradisi gotong royong adalah identitas masyarakat Desa Nyurlembang. Ini adalah bentuk kekuatan sosial yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Apa yang dilakukan hari ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan,” ungkapnya.
Melestarikan Tradisi, Menjaga Warisan
Tidak hanya memperbaiki saluran air, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya tradisi lokal. Pemandian umum di Telaga Ngembang menjadi simbol warisan budaya yang menghubungkan generasi masa kini dengan masa lalu. Tempat ini menyimpan nilai sejarah dan adat yang kaya, termasuk dalam prosesi adat seperti "rantok" atau penyucian beras untuk "begawe".
Melalui gotong royong ini, mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang tidak hanya berkontribusi secara fisik tetapi juga mendukung pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara masyarakat dan mahasiswa mampu memberikan dampak positif yang mendalam, baik untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk menjaga tradisi yang berharga. (mn/sf)
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang akhirnya secara resmi diterima oleh pihak Desa Nyurlembang dalam sebuah acara pembukaan dan serah terima, Kamis (2/1/2025). Meskipun telah berada di desa selama dua minggu, acara pembukaan ini sempat tertunda akibat beberapa kendala teknis.
Koordinasi Sebelum Resmi Diserahterimakan
Ketua KKM, Muhammad Nur, mengungkapkan bahwa selama dua minggu sebelumnya, mahasiswa sudah aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak desa, termasuk kepala desa, kepala dusun, karang taruna, dan perangkat desa lainnya. “Meskipun acara serah terima baru dilakukan sekarang, kami telah mendapatkan izin resmi untuk memulai program kerja. Sambutan hangat dari pihak desa sangat membantu kami untuk beradaptasi,” ujarnya.
Kehadiran Tokoh dan Perwakilan Penting
Acara pembukaan berlangsung lancar dan dihadiri oleh berbagai pihak penting, di antaranya Kepala Desa Nyurlembang Bapak Lukman Nul Hakim, Ketua PKK, Ketua BPD, Bhabinkamtibmas, Ketua BUMDes, staf desa, kepala dusun, serta perwakilan Camat Narmada. Penyerahan mahasiswa dilakukan oleh Ketua Ikatan Alumni UIN Malang Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Muhammad Asroruddin, HS., M.Pd, yang mewakili Dewan Pembina Lapangan, Dr. Hambali, yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, H. Muhammad Asroruddin, HS., M.Pd menyampaikan bahwa KKM Mandiri Integrasi merupakan program mandiri yang tetap melibatkan persetujuan antara desa dan kampus. Ia berharap mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi nyata dalam memajukan Desa Nyurlembang.
Hal tersebut diperkuat oleh sambutan Kepala Desa Nyurlembang, Bapak Lukman Nul Hakim, yang mengungkapkan rasa terima kasih dan harapan besar terhadap kehadiran mahasiswa. “Kami menyambut kedatangan mahasiswa KKM UIN Malang dengan hangat. Semoga keberadaan mereka membawa dampak positif dan dapat bersinergi dengan seluruh elemen desa,” ujar Lukman.
Serah Terima Simbolis
Penyerahan secara simbolik dilakukan oleh Sekretaris Camat Narmada, Bapak Hermansyah, bersama Kepala Desa Nyurlembang, Bapak Lukman Nul Hakim, dan perwakilan DPL, H. Muhammad Asroruddin, HS., M.Pd. Seremoni ini ditandai dengan pengalungan lanyard kepada perwakilan mahasiswa KKM.
Harapan dari Mahasiswa KKM
Ketua KKM, Muhammad Nur, mengaku senang atas kelancaran acara ini. Ia mewakili seluruh mahasiswa KKM menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak desa. “Kami berharap kehadiran kami tidak hanya membawa manfaat bagi diri kami sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Nyurlembang,” tuturnya.
Sinergi untuk Desa Nyurlembang
Kegiatan ini menjadi awal dari perjalanan mahasiswa KKM Mandiri Integrasi di Desa Nyurlembang. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui berbagai program kerja yang telah direncanakan. (mn/sf)
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) kian berkontribusi besar dalam pengelolaan program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (27/1/2024). Melalui pendekatan inovatif berbasis Sketsa Desa, Bagan Musim, dan Diagram Kelembagaan (SKB), program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nyata masyarakat.
Dipimpin oleh Ibu Sukri Dewi Rahmadyawati, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Nyurlembang, kegiatan ini juga menghadirkan Widuri Handayani, sekretaris PKK, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Widuri menjelaskan pentingnya memahami dasar hukum, pengelolaan program, dan struktur kelembagaan dalam mendukung keberlanjutan PKK. Ia menegaskan, “Program adalah ruhnya lembaga. Penyusunan yang tepat membutuhkan pengkajian matang. Metode SKB memungkinkan program berbasis kebutuhan, bukan sekadar keinginan.”
Nyurlembang: Pelopor Inovasi Perencanaan Berbasis SKB
Kecamatan Narmada menjadi satu-satunya wilayah yang menggunakan pendekatan SKB dalam penyusunan program PKK. Desa Nyurlembang, sebagai salah satu dari dua desa yang mengadopsi metode ini, menunjukkan komitmen tinggi dalam membangun program strategis yang mengintegrasikan analisis sketsa desa, perubahan musim, dan struktur kelembagaan.
Menurut Ibu Dwi, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Nyurlembang, kolaborasi dengan mahasiswa KKM sangat membantu. “Anak-anak KKM sangat luar biasa. Kontribusi mereka sangat signifikan dan memberikan dasar kuat bagi keberlanjutan program kami,” ungkapnya.
PKK: Inklusif untuk Semua
PKK kerap diidentikkan dengan perempuan, namun kegiatan ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan laki-laki dalam mendukung keberhasilan program. Dalam diskusi interaktif, mahasiswa KKM menekankan perlunya kolaborasi lintas gender untuk menciptakan program yang inklusif dan berdaya guna bagi seluruh masyarakat.
Mahasiswa KKM juga memperkenalkan ide-ide kreatif berbasis digital untuk memperkuat program PKK. “Pengalaman ini mengajarkan kami untuk berpikir inovatif dan lebih memahami kebutuhan masyarakat,” ujar Muhammad Nur, ketua kegiatan KKM ini.
Sinergi untuk Kesejahteraan Berkelanjutan
Melalui kolaborasi ini, Desa Nyurlembang diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain dalam menyusun program berbasis kebutuhan nyata. Metode SKB tidak hanya relevan untuk PKK, tetapi juga dapat diterapkan secara luas dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang nyata. Mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang tidak hanya belajar dari masyarakat tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan desa.
Dengan pendekatan SKB, Desa Nyurlembang tidak hanya memperkuat nilai tradisi lokal tetapi juga menunjukkan kesiapan untuk beradaptasi dengan tantangan zaman. Program berbasis kebutuhan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama lintas generasi dan sektor mampu menciptakan perubahan yang bermakna. (mn/sf)
HUMAS UIN MALANG - Moderasi beragama menjadi fokus utama dalam membangun karakter generasi muda yang toleran dan cinta damai. SDN 02 Mulyoarjo telah mengimplementasikan berbagai program untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada anak-anak sejak dini (6-20/1).
Salah satu program yang dilaksanakan adalah Sekolah Plus Ngaji (SPN) yang berlangsung setiap Selasa hingga Kamis sebelum kegiatan belajar mengajar. Selain itu, sekolah juga menyelenggarakan kegiatan keagamaan lainnya seperti sholat Dhuha, pembacaan Yasin, dan Tahlil setiap hari Jumat.
Kepala Sekolah SDN 02 Mulyoarjo, Anna Kristiani, yang beragama Kristen, menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan berbasis nilai moderasi beragama. Ia tidak membatasi para muridnya untuk mengikuti agamanya, sehingga menjadi contoh nyata toleransi dan moderasi di sekolah dasar.
SDN 02 Mulyoarjo juga menampung anak-anak berkebutuhan khusus, seperti tuna rungu, depresi, dan terlambat dalam kemampuan membaca. Namun, mereka memiliki sikap toleransi yang tinggi sehingga tidak ada perbedaan di antara mereka.
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 6 hingga 20 Januari dan memberikan dampak positif pada pembentukan karakter siswa yang lebih religius dan toleran.
HUMAS UIN MALANG, Kamis, (26/12) – Dalam upaya mendukung pelestarian budaya lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Abdi Sembalun dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kunjungan inspiratif ke Bale Adat, pusat warisan budaya Desa Sembalun Bumbung. Kunjungan ini tidak hanya memperkenalkan mereka pada keindahan tradisi lokal, tetapi juga memberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam pelestarian budaya melalui latihan Tarian Tandang Mendet, sebuah tarian sakral yang penuh filosofi.
Tarian Tandang Mendet merupakan bagian tak terpisahkan dari upacara adat Ngayu-Ngayu, sebuah ritual syukur masyarakat setempat atas berkah alam yang melimpah. Gerakan dalam tarian ini melambangkan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Dipandu oleh kepala adat dan seniman lokal, latihan ini berlangsung di pendopo utama Bale Adat, tempat yang juga menjadi pusat berbagai kegiatan seni dan budaya di desa tersebut.
Selain pendopo, Bale Adat juga terdiri dari rumah-rumah tradisional yang memiliki fungsi khusus, seperti tempat penyimpanan pusaka dan lokasi ibadah kuno. Nilai sakral bangunan ini dijaga ketat, sehingga tidak semua orang, termasuk wisatawan, diizinkan untuk memasukinya. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan nilai sejarah dan keaslian warisan budaya tersebut.
Mahasiswa KKM juga mempelajari nilai sejarah Bale Adat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan dakwah Walisongo. Salah satu peninggalan bersejarah yang masih dilestarikan adalah pagar tua yang mengelilingi area tersebut, simbol spiritual dan sejarah yang dihormati masyarakat setempat.
Pada tahun 2017, Desa Sembalun Bumbung diresmikan sebagai Pusat Peradaban Dunia, menunjukkan pentingnya nilai budaya dan sejarah desa ini. Warisan budaya tersebut kini menjadi potensi besar untuk pengembangan pariwisata berbasis budaya dan sejarah, sekaligus meningkatkan literasi sejarah bagi masyarakat dan wisatawan.
“Partisipasi kami dalam latihan Tarian Tandang Mendet adalah bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian tradisi. Kami bangga bisa belajar langsung dari masyarakat lokal dan berharap pengalaman ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mencintai budaya lokal,” ujar salah satu mahasiswa KKM.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya, sekaligus memperkuat posisi Desa Sembalun Bumbung sebagai destinasi wisata budaya yang tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga memberikan edukasi berharga bagi generasi mendatang.
HUMAS UIN MALANG– Dr. Tarranita Kusumadewi, MT salah satu dosen arsitektur di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, telah menambah daftar panjang dosen bergelar doktor di fakultas tersebut. Ia mampu menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu 8 semester dengan IP 4.00 dan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude pada Program Doktor Ilmu Lingkungan di Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang. Dengan disertasi berjudul “Pemodelan Mitigasi Urban Heat Island (UHI) di Kawasan Permukiman Kota Malang,” Tarranita berhasil menyelesaikan program doktoralnya di bawah bimbingan Promotor Prof. Dr. Ir. Surjono, M.TP., Prof. Amin Setyo Leksono, S.Si., M.Si, Ph.D., dan Dr. Yunifa Miftachul Arif, M.T. Senin, 6 Januari 2025.
Dalam disertasinya, Tarranita mengungkapkan bahwa urbanisasi di Kota Malang selama sepuluh tahun terakhir telah menghasilkan pembangunan infrastruktur yang signifikan, terutama di kawasan permukiman. Perubahan ini memicu fenomena **Urban Heat Island (UHI)**, yaitu kondisi di mana suhu di area perkotaan lebih tinggi dibandingkan daerah pedesaan. “Fenomena UHI memberikan dampak negatif bagi perkotaan, seperti peningkatan gelombang panas, penyakit kronis, degradasi kualitas udara, konsumsi energi berlebihan, dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati,” jelasnya. Penelitian Tarranita berfokus pada pulau panas permukaan perkotaan (SUHI) yang teridentifikasi di kawasan permukiman Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan pola distribusi UHI di kawasan permukiman Kota Malang, menentukan karakteristik kawasan permukiman tipikal UHI berdasarkan data kawasan eksisting, serta membuat pemodelan mitigasi UHI dengan strategi yang tepat. Menggunakan data terbuka dari Google Earth Engine (GEE) yang diolah melalui QGIS, Tarranita menghasilkan peta spasial persebaran UHI berdasarkan variabel yang memengaruhi. Model prediksi divalidasi menggunakan Machine Learning Support Vector Regression (ML SVR), sementara simulasi kondisi mikroklimat dilakukan dengan software ENVI-met. “Pendekatan ini memastikan keakuratan data dan model mitigasi yang dihasilkan,” jelasnya. Tarranita mengidentifikasi 42 kawasan permukiman terencana dan 115 kawasan permukiman tidak terencana di Kota Malang yang terdampak UHI dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan indikator tapak dan bangunan, kawasan ini terbagi menjadi dua kategori: high building density dan medium building density. Pada kawasan permukiman terencana, pola jalan didominasi oleh grid dan paralel, sedangkan kawasan permukiman tidak terencana lebih banyak menggunakan pola irregular grid dan organic. Tarranita memodelkan kawasan permukiman ini menggunakan SketchUp dan memvalidasinya dengan software ENVI-met, menunjukkan tingkat akurasi tinggi dengan selisih temperatur maksimal 0,3°C. Strategi mitigasi diterapkan menggunakan metode TOPSIS-Fuzzy dan diuji kembali dalam model simulasi ENVI-met. Hasil menunjukkan penurunan suhu rata-rata yang signifikan berada di kawasan Permukiman Terencana: Penurunan suhu mulai dari 0,31°C hingga 2,5°C. Kawasan Permukiman Tidak Terencana: Penurunan suhu mulai dari 1,53°C hingga 2,61°C. “Hasil ini menunjukkan bahwa solusi mitigasi lebih efektif diterapkan di kawasan permukiman tidak terencana. Pemodelan ini dapat menjadi dasar kebijakan pembangunan kawasan permukiman berkelanjutan di Kota Malang,” ungkap Tarranita. Penelitian ini menawarkan langkah strategis untuk mengurangi dampak UHI di kawasan perkotaan melalui mitigasi berbasis data dan simulasi. Tarranita berharap hasil penelitiannya dapat diimplementasikan dalam kebijakan pengelolaan lingkungan dan perencanaan kota. Sebagai mantan Kaprodi Arsitektur UIN Malang, Tarranita terus menunjukkan komitmen dalam pengembangan ilmu arsitektur dan lingkungan. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan berkelanjutan di Kota Malang. Selamat kepada Dr. Tarranita Kusumadewi atas prestasinya, dan semoga bisa terus berkontribusi untuk kemajuan kualitas pendidikan di negeri tercinta ini!.
HUMAS UIN MALANG - Dalam upaya menciptakan generasi sehat dan cerdas, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) “Philoxenia” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Mewujudkan Anak Sehat Melalui Pola Asuh Cerdas”, di Balai Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, pada Minggu (5/1/025).
Kegiatan ini sengaja dirancang untuk menginspirasi masyarakat lewat edukasi parenting dan gizi anak sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Melalui pola asuh yang tepat dan gizi seimbang, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya peran keluarga dalam mencetak generasi berkualitas.
Acara ini dihadiri oleh puluhan warga, mayoritas adalah orang tua muda dan kader posyandu yang memiliki peran penting dalam komunitas. Suasana Balai Desa Sumbersuko tampak ramai dengan antusiasme peserta yang hadir, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk belajar lebih banyak tentang pengasuhan anak.
Dalam sesi pertama, tim KKM Philoxenia memaparkan materi mengenai pencegahan stunting, sebuah isu yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Stunting, yang merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi kronis, dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik dan kecerdasan anak. “Kami ingin para orang tua memahami bahwa pemberian makanan bergizi saja tidak cukup. Penting juga untuk menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung,” ujar Najwa Arifah, salah satu anggota KKM Philoxenia.
Untuk memperkaya wawasan peserta, acara ini menghadirkan narasumber ahli di bidang kesehatan anak dan parenting, yakni Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd., C.HT, yang dikenal sebagai pakar parenting dan konselor keluarga. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pola asuh yang cerdas mencakup pemberian kasih sayang, komunikasi yang baik, serta penguatan karakter sejak dini.
“Perkembangan anak tidak hanya bergantung pada faktor biologis, tetapi juga pola pengasuhan yang diberikan orang tua. Penting bagi kita untuk menciptakan lingkungan yang penuh cinta agar anak merasa aman dan mampu berkembang secara optimal,” jelas Dr. Rofiqah.
Selain itu, Sigita Ardelia Fista, S.Tr Gz, seorang ahli gizi, menambahkan bahwa masalah stunting bisa dicegah jika orang tua konsisten menyediakan makanan yang mengandung gizi seimbang. “Gizi yang baik adalah investasi jangka panjang. Anak yang mendapatkan nutrisi cukup sejak dini akan memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh sehat dan cerdas,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya berupa sesi pemaparan materi, tetapi juga melibatkan peserta dalam diskusi interaktif. Para orang tua berkesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber mengenai berbagai tantangan pengasuhan yang mereka hadapi. Salah satu peserta, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim KKM Philoxenia. “Kami jadi lebih paham tentang pentingnya mendukung anak bukan hanya lewat makanan bergizi, tetapi juga perhatian dan pola asuh yang baik,” ujarnya.
Sebagai penutup, tim KKM Philoxenia membagikan brosur edukasi yang berisi informasi praktis mengenai pola asuh cerdas dan tips pencegahan stunting. Brosur ini diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan di Desa Sumbersuko. Kami percaya bahwa perubahan kecil yang dilakukan hari ini akan membawa manfaat besar bagi generasi mendatang,” tutur Kifah Abdan, salah satu anggota KKM, penuh harap.
Dengan keberhasilan kegiatan ini, KKM Philoxenia berharap dapat terus melaksanakan program-program edukasi serupa, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapat manfaat. Langkah kecil ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya besar menciptakan Indonesia yang lebih sehat dan cerdas. (sn-kf)
Kontributor: Sirly Nafisa & Muhammad Kifah Abdan Syakuro
HUMAS UIN MALANG - Hari pertama tahun ajaran baru 2025, KKM 86 UIN Malang mengunjungi MI Al-Amin Desa Wonorejo. Kunjungan pada tanggal 6 Januari 2025 ini diawali dengan kegiatan istighosah bersama yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin.
Kehadiran anggota KKM disambut hangat oleh seluruh siswa, kepala sekolah, guru, dan staff sekolah MI Al-Amin. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan para mahasiswa KKM untuk membantu dalam berbagai kegiatan di sekolah tersebut.
Rencananya, mulai tanggal 7 Januari 2025, anggota KKM akan membantu proses pengajaran di kelas. Selain itu, mereka juga akan turut berpartisipasi dalam persiapan PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni) tingkat kecamatan, dengan berfokus pada berbagai cabang seperti olahraga, pidato dalam berbagai bahasa, seni lukis, kaligrafi, tilawah, dan masih banyak lagi.
Ketua KKM 86, Naufal Miqdad, menyatakan kegembiraannya atas amanah yang diberikan dan tidak sabar untuk merasakan pengalaman baru dalam mengajar anak-anak MI. Ia berharap kegiatan KKM ini dapat berjalan dengan lancar dan memberi manfaat besar bagi kedua belah pihak.
Kepala Sekolah MI Al-Amin juga mengungkapkan rasa terima kasihnya secara langsung atas kesediaan anggota KKM 86 UIN Malang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah. Saat ditemui di ruang kepala sekolah, beliau juga menyampaikan harapannya, semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan mendukung kemajuan sekolah. Sebagai bentuk apresiasi, guru-guru dan staff sekolah menyediakan ruang khusus untuk anggota KKM selama mereka mengabdi di MI Al-Amin.
Kegiatan di sekolah ditutup dengan silaturahim yang penuh keakraban antara anggota KKM dan seluruh guru serta staff MI Al-Amin di ruang guru. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan kegiatan KKM ini dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan pendidikan di MI Al-Amin, khususnya bagi mahasiswa KKM 86 UIN Malang.