HUMAS UIN MALANG – Peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 173 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi memulai program pengabdian di Desa Tawangsari, Kabupaten Malang, pada Jumat (20/12). Acara pembukaan yang digelar di Balai Desa Tawangsari berlangsung khidmat, dihadiri oleh perangkat desa, mahasiswa peserta KKM, dan masyarakat setempat.
Kegiatan dimulai dengan doa bersama, menciptakan suasana yang penuh harapan. Dalam sambutannya, Kepala Desa Tawangsari, Bapak Miftakhul Anwar, menyampaikan apresiasi atas partisipasi para mahasiswa yang siap berkontribusi dalam mengembangkan desa.
“Kehadiran mahasiswa UIN Malang di Desa Tawangsari merupakan langkah positif yang kami sambut dengan antusias. Kami berharap keberadaan mereka dapat membawa perubahan nyata, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan pembangunan desa,” ujar Bapak Miftakhul Anwar. Beliau juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menawarkan inovasi sekaligus solusi bagi tantangan yang dihadapi masyarakat.
Sebagai simbol dimulainya program KKM, pemukulan gong dilakukan oleh perwakilan mahasiswa dan perangkat desa. Momen tersebut menjadi penanda komitmen bersama untuk menghadirkan kontribusi yang bermakna.
Program KKM ini merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pemberdayaan desa. Selama beberapa pekan ke depan, mahasiswa UIN Malang akan menjalankan berbagai kegiatan, seperti pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta edukasi di bidang kesehatan dan lingkungan.
Semangat kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa dan warga Desa Tawangsari diharapkan mampu menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cerminan ideal dari hubungan harmonis antara akademisi dan komunitas lokal dalam membangun masa depan yang lebih baik.
HUMAS UIN MALANG - Kelompok Philoxenia dari program KKM UIN Malang 2024 melaksanakan misi mulianya di Dusun Glagah Ombo, sebuah dusun yang dikenal dengan suasana religius. Salah satu kegiatan utama mereka adalah mengadakan pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), sebuah lembaga yang berperan penting dalam membentuk fondasi keislaman generasi muda di dusun tersebut.
Program ini dilaksanakan pada hari Rabu, 25 Desember 2024, dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan agama anak-anak dusun sekaligus membangun generasi muda yang memiliki landasan nilai-nilai Islami yang kokoh.
Kegiatan mengajar ini dijalankan setiap sore di gedung TPQ Dusun Glagah Ombo. Dengan penuh semangat, para mahasiswa kelompok Philoxenia mendampingi anak-anak dalam mempelajari Al-Qur'an, mulai dari membaca, menulis, hingga menghafal ayat-ayat suci Al-Quran.
Selain itu, mereka juga memberikan pembelajaran tentang tata cara sholat, doa-doa harian, serta nilai-nilai akhlak yang luhur. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mahasiswa menggunakan metode pembelajaran yang kreatif, seperti permainan edukatif, nyanyian islami, hingga aktivitas mendongeng kisah para nabi.
Gifta, salah seorang anggota kelompok Philoxenia, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat belajar anak-anak. “Anak-anak di sini memiliki semangat luar biasa untuk belajar. Kami merasa bangga bisa berkontribusi dalam memperkuat pemahaman agama mereka,” ujarnya penuh antusias.
Metode pengajaran yang digunakan kelompok Philoxenia didesain agar menarik dan mudah dipahami. Anak-anak diajak untuk belajar tajwid dengan lagu-lagu sederhana yang mudah diingat, menghafal surah pendek melalui permainan kelompok, dan mendalami kisah-kisah nabi dengan gaya mendongeng interaktif. Suasana belajar yang penuh kehangatan ini tidak hanya meningkatkan semangat belajar anak-anak, tetapi juga menciptakan pengalaman spiritual yang bermakna.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Dusun Glagah Ombo dan pengurus TPQ setempat. Ibu Sri, salah satu ustadzah TPQ, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran para mahasiswa. “Kehadiran mahasiswa KKM ini membawa energi baru. Anak-anak jadi lebih antusias belajar, dan kami sangat terbantu dengan program-program yang mereka jalankan,” tuturnya.
Kelompok Philoxenia berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter anak-anak yang tangguh, berbudi pekerti luhur, dan berakhlak mulia. Mereka juga ingin memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk terus mendukung pendidikan agama sebagai pondasi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat kelompok Philoxenia UIN Malang dalam menjalankan misi sosial dan keagamaan. Mereka tidak hanya membantu anak-anak TPQ untuk memahami agama dengan lebih baik, tetapi juga memberikan teladan bagaimana generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Kelompok ini percaya bahwa melalui pendidikan, mereka dapat turut membangun generasi Qurani yang unggul dan menjadi kebanggaan bangsa. (sf)
Kontributor: Sirly Nafisa & Muhammad Kifah Abdan Syakuro
HUMAS UIN MALANG – Sebanyak 10 mahasiswa program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) mengunjungi sejumlah situs budaya penting di Desa Nyurlembang, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (24/12/2024).
Situs-situs kebudayaan yang ada di desa tersebut, di antaranya adalah Batu Lileh, Dende Solah, dan Pejenengan atau Kemaliq. Situs ini menjadi saksi bisu kekayaan budaya yang masih terjaga hingga kini.
Eksplorasi Batu Lileh
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Batu Lilih, salah satu dari tujuh mata air yang tidak pernah kering. Tempat ini dipercaya memiliki kesakralan tinggi oleh masyarakat setempat. Dipandu oleh Riko, pemuda lokal yang bersemangat menceritakan sejarah dan tradisi di balik situs tersebut, mahasiswa mendapatkan wawasan mendalam tentang berbagai prosesi adat, seperti pengangkatan kyai, hafiz, kepala dusun, dan kepala desa, yang sering menggunakan mata air ini.
"Pelestarian adat dan budaya adalah tanggung jawab kita bersama, terutama di tengah kemajuan era digital," ujar Muhammad Nur, Ketua Kelompok KKM Mandiri Integrasi. Ia juga menambahkan bahwa modernisasi seharusnya tidak menghapuskan nilai-nilai tradisi lokal.
Legenda Buaya Putih di Dende Solah
Perjalanan berlanjut ke situs budaya Dende Solah, yang menyimpan cerita tentang seekor buaya putih yang ditemukan warga di sawah. Setelah dirawat hingga mati, tubuh buaya itu disimpan di tempat tersebut hingga hanya menyisakan tulang belulang. Masyarakat setempat sangat menghormati dan mensakralkan situs ini karena percaya bahwa buaya tersebut adalah jelmaan.
Namun, karena kekhawatiran terhadap potensi kesyirikan, seorang kyai yang dihormati di Lombok Timur memutuskan untuk memindahkan tulang-tulang buaya tersebut. Keputusan ini diambil untuk menjaga masyarakat dari kepercayaan berlebihan yang bertentangan dengan ajaran agama. Meski demikian, Dende Solah tetap menjadi simbol penting tradisi dan kepercayaan masyarakat Nyurlembang.
Keunikan dan Kesakralan Situs Pajenengan
Situs terakhir yang dikunjungi adalah Pajenengan atau Kemaliq, yang dikenal sebagai tempat kramat oleh masyarakat. Di dalamnya terdapat dipan berkelambu putih, dua tombak, senjata, dan alat perang lainnya. Penjaga situs, Pak Deddy, menjelaskan bahwa situs ini sering dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah dengan tujuan yang beragam.
Salah satu kisah menarik dari situs ini adalah keyakinan masyarakat tentang tombak yang ada di dalamnya. Jika tombak tersebut miring ke arah tertentu, dipercaya dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat di wilayah yang bersangkutan. Tombak ini juga pernah digunakan untuk mendamaikan konflik antar kampung serta meredam kebakaran.
Namun, situs ini memiliki aturan ketat. Perempuan yang sedang haid atau dalam keadaan tidak suci tidak diperkenankan masuk ke area tersebut. Hal ini mencerminkan nilai-nilai kesucian yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat.
Memanfaatkan Era Digital untuk Pelestarian Budaya
Kunjungan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan mahasiswa tentang tradisi lokal, tetapi juga menjadi upaya untuk mendukung visi Kepala Desa Nyurlembang, Lukman Nul Hakim, yang ingin menjadikan desanya sebagai destinasi wisata budaya. Dengan memanfaatkan teknologi digital, para mahasiswa berharap dapat membantu menyebarkan informasi tentang situs-situs budaya tersebut ke khalayak yang lebih luas.
Batu Lileh, Dende Solah, dan Pajenengan (Kemaliq) adalah bukti nyata betapa pentingnya menjaga tradisi dan warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi. Di era globalisasi yang serba cepat, melestarikan nilai-nilai budaya menjadi langkah penting untuk menjaga identitas bangsa. (sf)
HUMAS UIN MALANG - Kelompok Philoxenia program KKM UIN Malang lewat dua anggotanya menunjukkan dedikasinya dalam syiar Islam. Hal ini dibuktikan dengan majunya Muhammad Muzakki menjadi khotib pada ibadah salat Jumat di Masjid Baitun Nur, Dusun Glagah Ombo, Jumat (20/12/2024) lalu.
Khutbah Jumat disampaikan oleh salah satu anggota kelompok Philoxenia yang membawakan tema “Silaturrahmi”. Dalam khutbahnya, Muzakki, sapaan akrabnya, mengajak jamaah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan yang disampaikan disusun dengan bahasa yang lugas dan relevan dengan kondisi masyarakat, sehingga mudah dipahami dan dilakukan dalam sehari-hari.
"Saya mengusung tema berjudul Silaturrahmi dikarenakan ini merupakan awal pertemuan kami dengan warga Dusun Glagah Ombo. Saya harap dengan tema ini, dapat mempererat hubungan kita selaku mahasiswa KKM dengan masyarakat setempat", tutur Muzakki saat khutbah.
Selain Muzakki yang menjadi khotib Jumat, ada nama Naufal Afif Hermiansyah yang dipercaya menjadi imam salat Jumat. Bacaan yang merdu dan tartil, salat berlangsung khusyuk dan penuh makna. Para jamaah merasa terinspirasi oleh kehadiran mahasiswa yang tidak hanya menunjukkan kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan dalam memimpin ibadah.
“Kami sangat bangga dan bersyukur melihat anak-anak muda yang berilmu dan berakhlak seperti mereka. Meskipun diminta untuk memimpin khutbah dan menjadi imam secara mendadak, mereka dapat melaksakan baik dan lancar saat penyampaian khutbah. Semoga ini menjadi contoh bagi generasi muda di Dusun Glagah Ombo,” ungkap Pak Latif selaku Kepala Dusun Glagah Ombo.
Keberanian yang dilakukan dua mahasiswa ini tidak hanya menjadi ajang bagi kelompok Philoxenia untuk mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat di dusun.
Warga merasa kehadiran mereka sebagai contoh yang membawa manfaat baik secara spiritual maupun sosial. Selain itu, kesempatan tersebut menjadi momen istimewa yang menguatkan hubungan spiritual antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat.
Dihubungi terpisah, Naufal Afif Hermiansyah, sebagai imam salat jumat awalnya sempat tidak percaya diri, namun akhirnya ia berani untuk menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.
"Sebenernya saya merasa belum pantas untuk melaksanakan tugas ini, akan tetapi karena ini amanah dari warga sekitar saya mengusahakan untuk melaksanakannya dengan baik," ujarnya.
Naufal, sapaan akrabnya, juga mengaku bahagia karena pengalamannya itu. "Saya selaku imam yang memimpin sholat Jum'at merasa bersyukur dan senang karena mendapat kesempatan yang menurut saya berharga dan dapat menambah pengalaman baru saya," ungkapnya.
Dengan melibatkan diri dalam kegiatan keagamaan seperti ini, kelompok Philoxenia berharap dapat memberikan teladan sekaligus menumbuhkan semangat beragama yang kuat di tengah masyarakat Dusun Glagah Ombo. Mereka percaya, sinergi antara mahasiswa dan masyarakat adalah langkah awal menuju kebangkitan moral dan spiritual yang lebih baik. (sf)
Kontributor: Sirly Nafisa dan Muhammad Kifah Abdan Syakuro
HUMAS UIN MALANG - Kelompok 188 Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melakukan survei dan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Dalam kegiatan yang berlangsung dari tanggal 26 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025, mahasiswa KKM membantu UMKM di Desa Mulyoarjo untuk mendaftarkan usaha mereka di Google Maps. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengunjung dalam mencari kebutuhan mereka di desa tersebut.
Selain itu, mahasiswa KKM juga membantu UMKM yang berkenan untuk didaftarkan QRIS, agar memudahkan pembayaran secara cashless. Namun, sebagian besar UMKM di Desa Mulyoarjo belum siap untuk mendaftar QRIS karena pembayaran tersebut belum banyak digunakan di desa tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan perekonomian desa. Dengan demikian, diharapkan UMKM di Desa Mulyoarjo dapat lebih berkembang dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi UMKM di Desa Mulyoarjo dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa," ujar salah satu mahasiswa KKM.
HUMAS UIN MALANG - Mahasiswa KKM kelompok 52 UIN Malang meluncurkan program bimbingan belajar di MI Nurul Huda Desa Sumberngepoh pada 26 Desember 2024. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan mendukung siswa memahami pelajaran dengan lebih baik.
Latar belakang program ini adalah beberapa siswa MI Nurul Huda memerlukan dukungan tambahan di luar jam sekolah untuk mengatasi kesulitan belajar. Oleh karena itu, program ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian dan dukungan kepada masyarakat dalam aspek pendidikan. Kepala madrasah, Bapak Salim, menaruh kepercayaan kepada mahasiswa KKM kelompok 52 untuk melaksanakan program ini.
Pelaksanaan program bimbingan belajar dilakukan setiap Senin, Kamis, dan Jumat selama libur sekolah di ruang kelas MI Nurul Huda. Materi yang diajarkan mencakup IPAS, Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Arab, dan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Pidato, Puisi, dan Melukis. Mahasiswa KKM berperan sebagai tutor dengan metode pengajaran interaktif dan menyenangkan.
Antusiasme siswa-siswi sangat besar, mereka aktif menjawab pertanyaan dan percaya diri maju ke depan. Salah satu siswi kelas 5, Vera, menyatakan bahwa ia sangat senang dan merasa lebih relax dalam belajar bersama kami karena metode mengajar yang tidak monoton.
Program ini merupakan wujud kontribusi nyata mahasiswa KKM kelompok 52 UIN Malang dalam mendukung kemajuan pendidikan di Desa Sumberngepoh. Diharapkan kegiatan ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa-siswi MI Nurul Huda dan meningkatkan kualitas pendidikan di Desa tersebut.
HUMAS UIN MALANG - KKM UIN Malang Desa Ngadireso melakukan kegiatan jaga malam misa natal yang bertempat di Pertapaan Karmel Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang (24/12/2024). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat rasa toleransi antar umat beragama terkhusus bagi mahasiswa KKM UIN Malang Desa Ngadireso. Kegiatan tersebut merupakan acara tahunan yang diselenggarakan di Pertapaan Karmel sebagai bagian dari perayaan untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus pada Hari Natal. Acara ini dihadiri oleh umat Katolik dari berbagai kalangan, yang berkumpul untuk mengikuti rangkaian ibadah dan doa bersama.
Pertapaan Karmel sendiri merupakan tempat bagi umat Katolik untuk bertapa dan menjalankan ritual-ritual peribadatan. Pertapaan ini juga menjadi simbol kerukunan antar umat beragama khususnya di Desa Ngadireso Kecamatan Poncokusumo.
Selain dihadiri oleh mahasiswa KKM UIN Malang yang ada di Desa Ngadireso, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perangkat Desa Ngadireso, Linmas Desa Ngadireso, Kepolisian Poncokusumo dan Koramil Poncokusumo. Hal ini selaras dengan salah satu tema yang dibawakan oleh KKM UIN Malang dalam pengabdian masyarakat tahun ini yaitu toleransi antar umat beragama. Oleh karena itu, Bapak Purnomo selaku salah satu perwakilan dari perangkat Desa Ngadireso mengajak para mahasiswa KKM UIN Malang untuk ikut terjun dalam mengimplementasikan kegiatan toleransi antar umat beragama. Dalam hal ini, turut membantu pengamanan malam misa natal di Pertapaan Karmel Ngadireso Poncokusumo.
“Adanya pertapaan ini merupakan simbol nyata toleransi antar umat beragama di Desa Ngadireso, contohnya masyarakat Ngadireso turut membantu jika ada acara di Pertapaaan Karmel, para biarawati juga sangat menghargai adat-adat umat muslim di sekitaran Pertapaan Karmel bahkan beberapa kali kita undang mereka juga datang” ujar Bapak Farid selaku Sekretaris Desa Ngadireso.
Melalui kesempatan kunjungan KKM UIN Malang di tempat tersebut, diperoleh banyak sekali pengalaman dan pengetahuan baru dalam hal menghormati disetiap perbedaan yang ada didalam suatu daerah, kehadiran KKM UIN Malang juga menjadi bukti bahwa toleransi antar ummat beragama merupakan aspek penting dalam kehidupan bermasyarakat. Desa Ngadireso sendiri juga patut dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain dalam hal toleransi antar umat beragama yang sudah dijalankan hampir 5 dekade.
HUMAS UIN MALANG - Sebanyak 36 mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, terbagi dalam tiga kelompok, yaitu Kelompok 48, 118, dan 188, memulai program pengabdian mereka yang akan berjalan hingga 30 Januari 2025 mendatang. Pembukaan resmi dilaksanakan di Balai Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Senin (23/12/2024).
Agenda pembukaan ini dihadiri oleh Kepala Desa Mulyoarjo, perangkat desa, kepala dusun, kepala takmir, ibu-ibu PKK, dan kepala-kepala TPQ di sekitar desa. Momen pembukaan diawali dengan apel rutin hari Senin di balai desa, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi peresmian KKM UIN Malang 2024 dengan simbolisasi pemotongan tumpeng oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Potongan pertama secara simbolis diberikan kepada Kepala Desa Mulyoarjo sebagai tanda sinergi antara mahasiswa dan masyarakat.
Merasa didukung penuh masyarakat sekitar, mahasiswa berharap dapat menunaikan program-program yang telah direncanakan dengan baik. Hilman, salah satu mahasiswa KKM mengaku senang bisa dekat dengan masyarakat dan ingin berperan di lingkungan desa. "Kami berharap program yang kami ajukan tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjalin tali hubungan kekeluargaan antara mahasiswa dan warga," ungkapnya syukur.
Mahasiswa disambut hangat oleh Kepala Desa Mulyoarjo, Bapak Rokhim, yang memberikan pesan bermakna. "Adik-adik mahasiswa harus membeli kebutuhan sehari-hari di toko-toko desa saya. Dengan begitu bisa membuat masyarakat desa senang dan membantu perekonomian mereka. Mahasiswa diharuskan berbaur bersama masyarakat, karena kalian kami anggap sebagai keluarga, bukan tamu," ujarnya dalam sambutan.
Ajang KKM ini bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk melaksanakan program kerja mereka yang berfokus pada pengembangan pendidikan, ekonomi lokal, dan kegiatan sosial lainnya. Program-program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat dan menciptakan perubahan positif di Desa Mulyoarjo.
Selain itu, kebersamaan menuju kemajuan desa diutamakan. pasalnya, acara pembukaan ini menjadi langkah awal sekaligus simbol kuat dari semangat gotong royong dan kolaborasi. Dengan awal yang baik ini, KKM di Desa Mulyoarjo diharapkan mampu membawa manfaat yang signifikan dan keberlanjutan bagi desa. (sf)
Kontributor: Wildatul Bahriyah dan Farid Ramadhani
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, lewat program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 62 dan 132 memulai masa pengabdian di masyarakat (23/12/2024) dengan mengangkat tema "Moderasi Beragama, Pencegahan Stunting, Kemiskinan Ekstrem, dan Parenting", di Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare.
Pembukaan KKM ini berlangsung harmonis di Balai Desa Kaliasri, dihadiri Kepala Desa Kaliasri, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok 62, Bapak Alfan Nur Azizi, M.Pd., serta diikuti para peserta mahasiswa masing-masing kelompok KKM.
Keharmonisan itu ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh DPL, Bapak Alfan Nur Azizi, M.Pd., yang diserahkan kepada Kepala Desa Kaliasri, Bapak Gaguk. Sementara itu, terlihat dari raut wajah para mahasiwa dengan semangat pengabdian yang besar. Lebih-lebih peserta KKM disambut hangat oleh perangkat desa dan masyarakat Desa Kaliasri.
Bapak Alfan Nur Azizi, M.Pd., dalam sambutannya, mengingatkan peserta agar memanfaatkan masa pengabdian. "40 hari program KKM ini, gunakan untuk mengabdikan diri sebaik-baiknya. Semuanya harus aktif mengikuti kegiatan masyarakat desa dan menjadikan pengalaman berharga yang dapat diterapkan di masa depan," ungkapnya.
Selanjutnya, Pak Alfan, sapaan akrabnya, langsung menyerahkan peserta KKM untuk didampingi penuh oleh Kepala Desa Kaliasri dan masyarakat setempat, dengan harapan mahasiswa dapat belajar dan menerapkan ilmunya dengan maksimal.
Kepala Desa Kaliasri, Bapak Gaguk, menyambut bangga kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang. Menurutnya, dengan dipercaya kembali, Desa Kaliasri akan berkolaborasi dengan mahasiwa untuk menyelaraskan teori yang dipelajari di kampus dapat dipraktikkan langsung di lapangan.
Selain itu, Bapak Gaguk mengingatkan mahasiswa agar menghargai nilai-nilai toleransi di masyarakat. Tak terkecuali dalam setiap kegiatan keagamaan perayaan hari besar yang melibatkan seluruh umat beragama di masyarakat Desa Kaliasri.
Terakhir, acara pembukaan ini ditutup dengan doa, seraya berharap program ini dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat dan para mahasiswa. (sf)