HUMAS UIN Malang - Inisiatif publik membangun perdamaian menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024. Forum ini berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada 1 – 4 Februari 2024.
Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Ahmad Zainul Hamdi mengatakan AICIS ke-23 ini mengusung tema 'Redefining The Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Rights Issues'. Ada tujuh sub tema yang akan dibahas, salah satunya Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial.
Menurut Ahmad Inung, panggilan akrabnya, subtema Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial berfokus pada bagaimana yurisprudensi politik Islam merespons isu-isu perang dan perdamaian pasca-kolonialisme. Hal ini masih menjadi isu penting kemanusiaan karena fakta perang dan konflik juga masih terus terjadi.
“Interpretasi fiqh siyasah tentang perang dan perdamaian memang berbeda-beda di antara para sarjana. Perbedaan itu dipengaruhi oleh latar belakang, konteks historis, sosial-politik dan kebudayaan para akademisi di berbagai negara. Karenanya, penting untuk mendiskusikan di ranah akademik,” sebut Ahmad Inung di Semarang, Rabu (31/1/2024).
Sejumlah isu yang akan dibahas antara lain prinsip-prinsip fiqh siyasah merespons problem kedaulatan dan independensi negara bangsa (sovereignty and independence), pertahanan diri kolektif sebuah negara (collective self defense), resistensi terhadap kolonialisme baru (resistance to new colonialism), resolusi konflik dan membangun perdamaian (conflict resolution and peacebuilding), hubungan internasional antar negara (international relation) yang menekankan prinsip keadilan, saling memahami dan menjaga perdamaian antar negara, partisipasi negara-negara muslim dalam organisasi dan perjanjian internasional (international organization), serta isu bagaimana sebuah bangsa seharusnya dikelola (state governance).
Terpisah, Ketua Steering Committee (SC) AICIS 2024 Prof Mukhsin Jamil mengatakan, sejumlah hasil riset akan dipaparkan dan dibahas dalam sesi panel untuk subtema ‘Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial’, salah satunya yang ditulis Asfa Widiyanto dalam Religious Minority and Peaceful Coexistence. Asfa Widiyanto dalam tulisannya memperlihatkan begitu problematiknya status minoritas yang mereka pikul sambil berjuang untuk hidup berdampingan secara damai di tengah-tengah lanskap sosial yang beragam.
Demikian pula, inisiatif modal sosial dan rekonsiliasi konflik, yang dicontohkan komunitas Syiah Sunni Sampang Madura, yang ditulis Maskuri dalam Social Capital and Conflict Reconciliation for Peace. Maskuri menggarisbawahi pentingnya jaringan komunal dalam membina perdamaian dan rekonsiliasi sekalipun dirinya sedang berada di bawah bayang-bayang kekerasan agama.
Bhirawa Anoraga dalam Crowdfunding for Inter-Faith Peace juga mengupas munculnya inisiatif perdamaian dari gerakan akar-rumput di berbagai wilayah. Dia mencontohkan kegiatan filantropi yang diinisiasi para pemuda dan LSM di Indonesia. Di level akademik, Mardi Lestari dalam Internalizing an Islamic Culture of Inner and Social Peace, mencontohkan bagaimana usaha perdamaian dilakukan di level pendidikan tinggi melalui internalisasi budaya Islam yang mengajarkan kedamaian batin dan sosial.
Sementara Adnan, melalui riset bertajuk Fiqh Siyasah on War And Peace in The Post-Colonial Era, berusaha mengeksplorasi bagaimana perang dan perdamaian di wilayah Sulawesi, menawarkan wawasan regional tentang persinggungan doktrin agama dan realitas politik dalam penyelesaian konflik.
Di level negara ASEAN, Ridwan dalam artikelnya ‘Politics of Interfaith Dialogue in Indonesia’ mencontohkan bahwa politik dialog antaragama, mulai dari Forum Perdamaian Dunia hingga Religion Twenty (R20) menjadi suatu keniscayaan yang harus dirawat untuk mengatasi ketegangan agama dan mendorong dialog sebagai jalan menuju perdamaian.
Beragam studi yang dilakukan para sarjana ini secara kolektif menjelaskan bahwa pembangunan perdamaian yang berasal dari banyak sudut pandang, mulai dari inisiatif akar rumput hingga studi regional dan dialog global, terus dilakukan dan patut dikembangkan. Dengan memanfaatkan jaringan komunal, memberdayakan suara-suara marginal, dan mendorong literasi agama, masyarakat dapat membangun jalan menuju perdamaian dan harmoni yang berkelanjutan di dunia yang semakin beragam dan saling terhubung.
SHARING: WR II UIN Maliki Malang saat sharing dengan para pimpinan Fakultas Syariah.
HUMAS UIN MALANG - Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Maliki Malang, memimpin pertemuan strategis di Fakultas Syariah. Agenda utamanya adalah melakukan koordinasi untuk mencapai program strategis kampus dalam menjadikan UIN Maliki Malang sebagai perguruan tinggi Islam unggul berprestasi internasional. Selasa, 31 Januari 2024. Dalam pertemuan tersebut, dilakukan monitoring, evaluasi, dan penyampaian target yang tercantum dalam Indikator Kinerja Universitas (IKU). Visi yang dikejar adalah menjadikan kampus ini sebagai lembaga pendidikan Islam yang bersaing di tingkat internasional. Wakil Rektor II menekankan perlunya kerja keras dari berbagai sektor, baik akademik maupun non-akademik, untuk mendukung visi tersebut. Kontribusi semua pihak diharapkan agar kampus ini terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang diperhitungkan secara internasional. Upaya mencapai visi tersebut melibatkan langkah-langkah konkret, seperti publikasi di jurnal internasional, pelayanan akademik unggul, dan tata kelola keuangan mandiri. Pemerintah pusat pun menaruh perhatian khusus dengan menargetkan UIN Maliki Malang menjadi kampus PTNBH pada tahun 2025. Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi, visi, dan misi kampus ke depan. Pemeliharaan citra kampus melalui pemberian layanan prima dan peningkatan daya saing lulusan di dunia kerja menjadi fokus utama. Selain itu, yang tak kalah pentingnya juga persoalan membangun jaringan lulusan dengan dunia kerja, perguruan tinggi ini harus hadir dan memberikan pendampingan kepada para alumninya dan mengupayakan agar mampu terserap di dunia kerja. "Career Development Center memiliki peran penting dalam menjembatani para lulusan dengan perusahaan sebagai pemberi kerja," ungkapnya. Dengan langkah-langkah strategis ini, UIN Maliki Malang berkomitmen untuk terus meraih prestasi dan meningkatkan reputasinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul dan bereputasi internasional.
HUMAS UIN MALANG - Puncak kesuksesan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Karangnongko ditandai dengan malam puncak yang menandai penutupan resmi kegiatan (29/1). Acara penutupan tersebut dihelat di aula desa, dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perangkat desa, perangkat dusun, tenaga kesehatan (nakes), dan aparat militer desa.
Acara diawali dengan pembacaan berita acara penutupan dilakukan oleh koordinator desa dari mahasiswa yang merangkum berbagai kegiatan, hasil, dan pencapaian yang telah dicapai selama periode KKN. Berita acara ini menjadi dokumentasi resmi yang mencatat jejak perjalanan mahasiswa selama berada di desa Karangnongko.
Sambutan dari dosen pembimbing lapangan, Bapak Rasmu'in, M.Pd.I, menyampaikan ucapan terima kasih kepada desa Karangnongko yang telah menyambut mahasiswa dengan hangat, "Terima kasih telah bersedia menerima anak-anak kami dengan tangan terbuka dan mau direpotkan selama 41 hari. Terima kasih sekali lagi kami sampaikan telah membimbing dan bekerja sama menyukseskan program anak-anak kami."
Sambutan Kepala Desa Karangnongko Kecamatan Poncokusumo
Sambutan hangat dari Ibu Kepala Desa, Ibu Hj. , yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi mahasiswa dalam pembangunan di desa. Beliau mengungkapkan harapannya bahwa keterlibatan mahasiswa dalam KKN dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.
"Saya selaku pribadi dan mewakili pemerintahan desa mengucapkan banyak terima kasih dengan adanya adek-adek KKM di sini sangat membantu kami," tuturnya.
Kegiatan penutupan ini menjadi momentum berharga untuk menyerahkan sertifikat karya yang merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi selama masa KKM. Sertifikat tersebut melambangkan prestasi dan kontribusi positif berupa website yang memudahkan akses informasi seputar desa Karangnongko. Charles Iqbal Rizanta, ketua KKM kelompok 81 berharap website yang dirancangnya dapat mempermudah alur administrasi desa Karangnongko, "Semoga website ini membantu mempermudah administrasi warga desa Karangnongko."
HUMAS UIN Malang - Kementerian Agama akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2024. Sekjen Kemenag Nizar Ali mengatakan, Rakernas akan mengevaluasi sejumlah capaian kinerja 2023 sekaligus target program 2024. Rakernas juga akan merumuskan sejumlah langkah strategis dalam rangka menguatkan rajutan kerukunan umat pascapemilu 2024.
Rakernas Kementerian Agama akan berlangsung di Semarang, 5 – 7 Februari 2024. Forum rapat tertinggi ini akan diikuti para pejabat Eselon I dan II, Kanwil Kemenag Provinsi, serta pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Rakernas kali ini mengangkat tema “Transformasi Kementerian Agama Menuju Indonesia Emas 2045”.
“Rakernas akan menjadi forum strategis untuk mengevaluasi sejumlah capaian kinerja 2023. Bersamaan itu, akan dikaji kembali juga target Kemenag 2024 berikut strategi pencapaiannya,” sebut Nizar di Jakarta, Selasa (30/1/2024).
Menurut Nizar, Rakernas 2024 sangat strategis karena dua alasan. Pertama, tahun ini merupakan tahap akhir dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Pada saat yang bersamaan, RPJMN 2020 – 2024 juga merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025.
“RPJMN 2020-2024 akan memengaruhi pencapaian target pembangunan dalam RPJPN. Kita mencitakan Indonesia dengan tingkat kesejahteraan setara dengan negara-negara berpenghasilan menengah atas yang memiliki kondisi infrastruktur, kualitas sumber daya manusia (SDM), layanan publik, serta kesejahteraan rakyat yang lebih baik,” ujar Nizar.
Sebagai kementerian yang bertugas dalam pembangunan di bidang agama, Kemenag mempunyai peran strategis dalam peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan agama dan keagamaan. Hasil kerja keras itu mulai kentara. Kualitas lembaga pendidikan binaan Kementerian Agama makin maju dan kompetitif, bahkan menjadi pilihan utama masyarakat.
“Kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan binaan Kemenag terus meningkat. Pada saat yang sama, kualitas layanan publik di Kemenag juga terus ditingkatkan. Tahun 2023 menjadi momentum penting proses transformasi digital di Kemenag hingga banyak mendapat prestasi dan apresiasi,” sambungnya.
Kedua, tahun ini diselenggarakan pemilihan umum. Potensi terjadinya segregasi harus dimitigasi agar kerukunan umat tetap terjaga. Menurut Nizar, Kemenag mengemban mandat penguatan moderasi beragama guna terus merawat kerukunan umat.
“Kerukunan sangat penting, karena menjadi prasyarat kelangsungan pembangunan. Ini salah satu peran strategis Kemenag dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional,” terang Nizar.
“Sekali lagi, kerukunan dan persatuan umat harus tetap terjaga pasca Pemilu demi kelangsungan pembangunan menyongsong Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.
Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Setjen Kemenag Nurudin menambahkan, Rakernas Kemenag 2024 bertujuan mempertajam arah kebijakan Kementerian Agama dalam mencapai target rencana strategis 2020-2024. Forum ini juga akan menjadi ajang untuk mensosialisasikan program direktif Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
“Selain evaluasi 2023, kami akan merumuskan strategi pelaksanaan program 2024, meningkatkan tata kelola kepemerintahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik Kementerian Agama,” sebut Nurudin.
Kemenag banyak meraih prestasi dan apresiasi sepanjang 2023. Namun, hal itu tidak menutup mata untuk terus mengidentifikasi sejumlah kelemahan, termasuk mitigasi risiko dalam pelaksanaan program 2024. “Bagaimana strategi pelaksanaan program Kementerian Agama 2024 akan dibahas bersama dalam forum ini,” tegasnya.
Rakernas Kemenag 2024 akan dibuka Menag Yaqut Cholil Qoumas. Sejumlah narasumber dijadwalkan akan hadir adalah Menteri Keuangan (Kebijakan Fiskal APBN 2024 Pada Fungsi Agama dan Fungsi Pendidikan), Menteri PPN/Kepala BAPPENAS (Sasaran Pembangunan Nasional Dalam Rangka Bidang Keagamaan Menuju Indonesia Emas 2045), Menteri PAN-RB RI (Arah Transformasi Pelayanan Publik Menuju Indonesia Emas 2045), perwakilan Sekretariat Negara (Kolaborasi Fungsi Agama Antar Kementerian/Lembaga), serta Ketua PBNU (Merajut Kerukunan Umat Beragama Menuju Indonesia Emas 2045).
HUMAS UIN MALANG | Berkolaborasi dengan King Salman Global Academy, Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil mengadakan Seminar Internasional dengan Pemateri Sekretaris Jenderal Global Academy Bahasa For Arabic Languange pada Senin, (29/1).
Acara yang digelar di Aula Rektorat Lt.5, turut hadir Rektor UIN Malang Prof Dr HM. Zainuddin MA. Beliau menekankan komitmen UIN Malang dalam peningkatan keilmuan yang berbasis integrasi ilmu agama dan Ilmu sains. Upaya tersebut diwujudkan dalam program unggulan kampus seperti program Mahad Al-Jami'ah dan Pusat Pemgembangan Bahasa.
Rektor UIN Malang juga menegaskan upaya tersebut terus dilakukan demi mewujudkan universitas unggul dan bereputasi internasional. "Dengan adanya program mahad 1 tahun bagi mahasiwa baru, selain pengetahuan yang di dapat di kampus, diharapkan juga dapat meningkatkan kemampuan dalam pengetahuan agama," ujarnya.
Seminar ini dihadiri oleh civitas akademika mulai dari mahasiswa, Dosen dan tenaga pendidik pengembangan bahasa. Bersamaan dengan kegiatan seminar ini, juga turut digelar pelatihan untuk tenaga pendidik sebagai upaya pengembangan keterampilan mengajar bagi para tenaga pendidik agar kualitas program pebgembangan bahasa terus meningkat.
Kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung dari 29 Januari - 2 Februari 2024. Diharapkan dengan terlaksananya kegiatan ini, kualitas tenaga pendidik program pengembagan bahasa dapat meningkat sehingga dapat melahirkan mahasiswa yang juga mahir dalam penguasaan bahasa arab.
HUMAS UIN Malang - Para akademisi Indonesia dan sejumlah negara akan bertemu di Semarang pada Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23. Ajang tahunan ini digelar Ditjen Pendidikan Islam Kementerian dan akan berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, 1 - 4 Februari 2024.
Selain akademisi, turut hadir para tokoh agama dari sejumlah negara. Mereka akan mendiskusikan beragam persoalan kontemporer dalam bingkai tema 'Redefining The Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Rights Issues'.
Pada tahap awal, panitia telah menyeleksi 1.957 artikel yang dikirim calon peserta konferensi, hingga terpilih 328 paper terbaik. Para penulis berasal dari 10 negara, yaitu Afghanistan, Armenia, Mesir, Indonesia, Irak, Malaysia, Moroko, Nigeria, Pakistan, dan Sri Lanka. Mereka terbagi dalam tiga kelompok, Invited Papers (80), Open Panel (100), dan Extended Panel (148).
"AICIS kali ini bertujuan untuk mendefinisikan kembali peran agama, terutama Islam, dalam menghadapi tantangan kemanusiaan kontemporer di kancah global," terang Staf Khusus Menag bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo di Jakarta, Senin (29/1/2024).
"Termasuk peran dalam menguatkan persaudaraan kemanusiaan. Gelaran AICIS bertepatan dengan momentum Hari Internasional Persaudaraan Manusia yang ditetapkan PBB sejak 2020 untuk diperingati setiap 4 Februari," sambungnya.
Peringatan Hari Persaudaraan Manusia Internasional ini didasarkan pada momentum ditandatanganinya Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan pada 4 Februari 2019 oleh Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus. Sebagai kelanjutan dari itu, didirikan Zayed Award for Human Fraternity.
"Alhamdulillah, tahun ini NU dan Muhammadiyah telah ditetapkan sebagai penerima Zayed Award for Human Fraternity," sebut Wibowo.
Kembali ke AICIS 2024, Wibowo memaparkan ada tujuh isu atau sub tema yang akan dibahas, yaitu 1) Agama, Nasionalisme, dan Kewarganegaraan di Asia Tenggara; 2) Dampak Isu dan Ketegangan Keagamaan Internasional terhadap Nasionalisme, Kewarganegaraan, dan Hak Asasi Manusia; 3) Krisis Kesetaraan, Keadilan, dan Kemanusiaan; 4) Ketegangan Agama dan Kemanusiaan Global; 5) Isu Gender, Spiritualitas, dan Minoritas; 6) Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial; dan 7) Kebijakan berbasis Maslahah Mursalah, Kesetaraan, dan Pemberdayaan.
"Isu besarnya adalah peran agama dalam menguatkan nasionalisme, merespons krisis keadilan dan kesetaraan, masalah gender, serta kemaslahatan umat, termasuk yang berkenaan dengan krisis iklim," jelas Wibowo.
Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Ahmad Zainul Hamdi merinci, ada 25 sessi panel yang disiapkan panitia untuk mendiskusikan isu-isu yang menjadi sub tema. Sejumlah akademisi, dalam dan luar negeri, dijadwalkan hadir dan ikut sumbang pemikiran.
Mereka adalah Dr. (HC). K.H Yahya Cholil Staquf (Nadhlatul Ulama Central Board), Prof. Dr. Ismail Fajrie Alatas (New York University), Prof. Rahimin Afandi bin Abdul Rahim (Universitas Malaya), Prof. Dr. Claudia Saise (Humboldt-Universität zu Berlin), Prof. Dr. Dora Marinova (Curtin University, Australia), Prof. Dr. Abdul Djamil, MA (State Islamic University Walisongo Semarang, Indonesia), Prof. Dr. Kamaruzaman (Asian Muslim Action Network), Prof. Dr. Hassanein Al-Saeed Hassanein Ahmed (Suez Canal University, Egypt), Prof. Madya Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni (Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam), Assistant Professor Dr. Jassim Mohammed Harjan (University of Baghdad, Iraq), Fazlur Rahman bin Kamsani (Middle East Institute National University of Singapore), dan Dr. Fatma Mohamed Mansour (Suez Canal University)
Religious Leaders Summit
Berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu, AICIS 2024 akan diperkuat dengan adanya temu para pemuka/pemimpin lembaga keagamaan atau religious leaders summit.
Sebanyak 14 tokoh agama dari berbagai negara terkonfirmasi hadir, yaitu KH. Yahya Cholil Staquf (Indonesia), Pimpinan PP Muhammadiyah (Indonesia), Prof. Philip Kuntjoro Widjaja (Indonesia), Mayor Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, S.I.P. (Indonesia), Venerable Dr. Vanh Keobundit (Laos), Venerable Dr. Yon Seng Yeath (Cambodia), Mr. Bounthavy Phonethasin (Laos), YB Datuk Dr. Hasan bin Bahrom (Malaysia), Phra Dr. Anilman Dhammasakiyo (Thailand), Pdt. Gomar Gultom (Indonesia), Romo Hery Wibowo (Indonesia), Ws. Andi Gunawan, ST (Indonesia), Dr. A. Elga J. Sarapung (Indonesia), dan Bishop Pablo Virgilio Siongco David (Philippines).
"Para tokoh ini akan ikut serta dalam membahas solusi atas serangkaian persoalan kontemporer dari perspektif keagamaan. Ini sejalan dengan COP28 di Dubai pada akhir 2023 yang juga mulai melibatkan tokoh agama dalam pembahasan krisis iklim," sebut Ahmad Zainul Hamdi yang juga akrab disapa Inung.
"Pertemuan mereka akan menjadi ajang berbagi perspektif dan wawasan berbasis pengalaman mereka dalam merespons isu-isu kemanusiaan dan kedamaian. Hasil pembahasan para pemuka agama dibahas dalam sesi On Stage Discussion yang menghasilkan Semarang Charter," sambungnya.
Pameran Peradaban Islam
Selain Religious Leaders Summit yang akan menghasilkan Deklarasi Piagam Semarang, ada sejumlah acara yang juga akan memeriahkan AICIS 2024. Pertama,
Islamic Culture and Civilization Expo atau pameran budaya dan peradaban Islam. Para pengunjung AICIS akan diajak menyaksikan warisan peradaban melalui artefak dan manuskrip kuno dalam tampilan interaktif yang menarik.
"Temukan keindahan seni dan arsitektur Islam yang menakjubkan, mulai dari kaligrafi rumit dan pola geometris yang memukau hingga masjid megah dan istana yang menakjubkan. Ini adalah dunia sastra dan filsafat Islam," sebut Inung.
Kedua, Islamic Higher Education Expo and Journal Clinique atau Expo Pendidikan Tinggi Islam dan Jurnal Clinique. Even ini menampilkan beragam hasil karya akademik sejumlah universitas dan institusi Islam bergengsi di Indonesia dan negara-negara lain. Ada juga Klinik Jurnal untuk meningkatkan kualitas riset dan keterampilan menulis akademis.
"Termasuk meningkatkan peluang keberhasilan publikasi di jurnal bereputasi dengan bimbingan dan dukungan ahli," sebut Inung.
Ketiga, wisata budaya ke Kota Tua Semarang untuk menyelami suasana peninggalan zaman kolonial, berupa kemegahan arsitektur bangunan yang dihiasi pengaruh Eropa. "Panitia juga akan memberikan kesempatan untuk masuk ke Gereja Blenduk yang bersejarah, sebuah bangunan Katolik yang terus melayani jemaatnya hingga saat ini," papar Ahmad Inung.
Terakhir, Festival Makanan Halal Semarang. Para pengusaha kuliner lokal akan menyelenggarakan Semarang Halal Food Festival yang menampilkan beragam menu hidangan halal dari berbagai daerah.
"Akan ada pesta durian selama pameran," tandasnya.
HUMAS UIN MALANG - Pusat Pengembangan Bahasa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Abdul Hamid, menggelar seminar internasional untuk memperingati bulan Bahasa Arab Dunia. Acara ini menjadi wujud komitmen UIN Malang dalam mengembangkan pemahaman dan apresiasi terhadap bahasa Arab, serta mempromosikan kerjasama internasional dalam bidang kebahasaan. Senin, 29 Januari 2024.
Dalam seminar yang berlangsung di aula rektorat Lt.5 UIN Malang ini mengundang seorang pemateri ternama, Abdullah Bin Saleh Washmi, Sekretaris Jenderal Akademi Kerajaan Salman Saudi Arabia. Abdullah Bin Saleh Washmi dikenal sebagai tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam memajukan pembelajaran bahasa Arab di tingkat internasional. Prof. Dr. Abdul Hamid, Ketua Pusat Pengembangan Bahasa UIN Malang, menyatakan, "Seminar ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di lingkungan kampus. Selain itu, kehadiran Abdullah Bin Saleh Washmi sebagai pembicara utama semakin memperkaya wawasan peserta tentang perkembangan bahasa Arab secara global." Paparnya.
Abdullah Bin Saleh Washmi membahas berbagai isu terkini seputar bahasa Arab, termasuk tantangan dan peluang dalam pengajaran bahasa tersebut di era modern. Ia juga berbagi pengalaman sukses Saudi Arabia dalam mempromosikan dan melestarikan bahasa Arab sebagai bagian dari warisan budaya dan intelektual. Peserta seminar berasal dari berbagai kalangan, termasuk dosen, mahasiswa, dan praktisi bahasa Arab. Mereka diberikan kesempatan untuk berdiskusi, bertanya, serta berbagi pengalaman seputar pengajaran dan pembelajaran bahasa Arab di berbagai konteks.
Seminar internasional ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk lebih meningkatkan kesadaran akan pentingnya bahasa Arab sebagai alat komunikasi internasional dan pemersatu umat Islam. “Selain itu, kerjasama antarlembaga dan negara dalam pengembangan bahasa ini diharapkan dapat semakin ditingkatkan, menciptakan jaringan yang kuat dalam mendukung pengajaran bahasa Arab di tingkat global,” tegas beliau.
Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H, M. Zainuddin, MA dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ilmu berbasis integrasi, yaitu ilmu agama dan sains. Komitmen ini tercermin dalam upaya UIN Malang dalam mengembangkan program-program unggulan, seperti ma'had al jamiah, pusat pengembangan bahasa, dan lembaga haiah tahfidzul Quran (HTQ). Rektor menyoroti pentingnya integrasi antara ilmu agama dan sains sebagai pondasi utama dalam memberikan pendidikan yang holistik kepada mahasiswa. "UIN Malang berkomitmen untuk menyatukan ilmu agama dan sains, menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki keahlian dalam bidang keagamaan, tetapi juga memahami dan dapat berkontribusi dalam perkembangan sains dan teknologi," ujarnya.
Salah satu langkah konkret yang diambil oleh UIN Malang adalah melalui program ma'had al jamiah, pusat pengembangan bahasa, dan lembaga Haiah Tahfidzul Quran. “Program ini dirancang untuk memberikan pendidikan agama yang mendalam, pengembangan bahasa Arab, dan memfasilitasi para mahasiswa dalam memahami dan menghafal Al-Quran,” jelasnya. Rektor juga menekankan kebijakan baru yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru di UIN Malang. Mereka diwajibkan untuk tinggal di ma'had selama satu tahun penuh sebagai bagian dari program belajar ilmu agama dan bahasa Arab. "Mahasiswa baru di UIN Malang di tahun pertama wajib mengikuti program bahasa Arab, atau yang akrab disebut PKPBA," papar Rektor. Program ini diharapkan dapat memberikan landasan yang kuat bagi mahasiswa untuk memahami kedua ilmu tersebut, menciptakan lulusan yang memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai keagamaan dan kemajuan sains. “Dengan langkah-langkah ini, UIN Malang berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing tinggi di berbagai bidang,” pungkasnya mengakhiri.
HUMAS UIN MALANG | Kedatangan Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Coumas, menja sejarah indah dalam rangka peresimian Gedung Mahad 3 dan Gedung Islamic Tutorial Center UIN Malang (26/1).
Kehadiran beliau disambut suka cita oleh seluruh Civitas Akademika UIN Malang. Diiringi dengan suara permainan banjari, menambah kemeriahan penyambutan Menteri Agama Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Agama, Bapak Yaqut Cholil mengatakan bahwa Mahad UIN Malang adalah Mahad Kampus yang dapat menampung seluruh mahasiswa baru pada tingkat pertama. Beliau juga mengapresiasi pembangunan Mahad yang tergolong cepat. Pasalnya sisa hari pengerjaan masih tergolong banyak.
Adanya Mahad ini merupakan suatu vaksin yang dapat menangkal paham radikal. Beliau berharap agar keberlangsungan Mahad harus benar-benar diperhatikan, mulai dari biaya operasional dan struktur organisasinya.
Di kesempatan yang sama, Rektor UIN Malang, Prof Dr HM. Zainuddin MA, menyampaikan dalam sambutannya bahwa Tahun ini akan ada penambahan mahasiswa menjadi 5.500. Oleh karena itu, adanya Mahad 3 ini adalah untuk mempersiapkan keberlangsungan program Mahad 1 tahun bagi mahasiswa baru.
"Sistem pendidikan yang berasrama ini merupakan program yang dimiliki UIN Malang dimana pendidikan berlangsung 24 jam sehingga dapat menghasilkan lulusan yang berpengetahuan, bijaksana dan berakhlak mulia," ungkapnya.
Dalam peresmian ini, juga turut hadir para Rektor PTKIN se-Indonesia yang sebelumnya menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) Rektor PTKIN se-Nusantara 2024 yang berlangsung di Aula Lantai 5 UIN Malang.
Dengan peresmian gedung Mahad ini, diharapkan dapat menjadi proses yang baik dalam menciptakan lulusan UIN Malang yang Intelektual dan menguasai keilmuan islam.