HUMAS UIN MALANG-Kiprah ukiran sejarah yang dirintis oleh UIN Maulana Maliki Ibrahim tiada pernah mengenal kata henti ataupun putus. Kali ini kampus berlogo Ulul Albab melakukan peresmian atas pembangunan Gedung Dormitory atau Ma'had Al Jamiah Putra dan Putri yang berada Kampus 3. Agenda penting ini jadi lebih monumental karena secara langsung diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas. Berlokasi di halaman depan gedung Islamic Tutorial Center, Kampus 3 UIN Maliki. Jumat (27/1)
Pada kesempatan ini, rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin, MA dalam sambutannya menyampaikan sekilas berbagai hal terkait program dan progres pembangunan kampus 3, diantaranya yakni area ma'had yang diresmikan ini memiliki luas 42.000 /4,2 Ha sedangkan Area Arrahim seluas 215.000 / 21,5 Ha. Total luasan yang akan dibangun 54.000 meter. Spesifikasi ma'had yang dibangun berkualitas premium dengan kapasitasnya sekitar 244 kamar. Rincian detail Gedung yang dibangun, yakni: zona 1 Area Ma'had putra dan Ma'had Putri, Islamic Tutorial Centre. Untuk zona 2 atau Ar-rahim meliputi Research & Data Center (Pusat Informasi, Penelitian & Pangkalan Data IT), Lab Integratif & Museum Pendidikan Islam, Gedung Perkantoran dan Perkuliahan (Kedokteran, Farmasi, Tehnik).
Mengakhiri sambutanya rektor asal Bojonegoro ini menegaskan kembali terkait arahan dari Gus Men."Kita di PTKIN didorong untuk terus mengembangkan kemajuan kampus menuju pendidikan tinggi sampai berlevel internasional atau go international!", ucapnya. Sehingga pembangunan bidang infrastruktur merupakan salah satu usahanya. Oleh karena itu, harapan besar diungkapkan oleh Prof. Zain semoga pembangunan di kampus 3 berjalan lancar sesuai target, dan juga sesuai dengan UU atau aturan yang berlaku dan yang paling penting yakni aman.
Sementara itu, dibalik pentingnya berbagai arahan yang disampaikan oleh Menteri Agama RI, Gus Yaqut atau yang lebih akrab disapa dengan Gus Men diberikan apresiasi tinggi yang pertama adalah Ma'had di UIN Maulana Maliki Ibrahim Malang merupakan satu-satunya Ma'had Al Jamiah di Indonesia yang mampu menampung semua mahasiswa barunya secara keseluruhan. Apresiasi kedua yakni atas terselesaikanya proyek pembangunan gedung tersebut yang lebih cepat dari tempo waktu yang ditargetkan. "Jadi sesuai hitungan progresnya ternyata penyelesaian pembangunannya menyisakan waktu 190 hari dan itu berati selesai lebih cepat! ", terangnya. Maka beliau pun berharap hal itu bisa menjadi teladan bagi PTKIN lainnya.
Terakhir, peresmian simbolis dilakukan dengan pemukulan gendang tradisional oleh Rektor UIN Maliki dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Muhammad Ali Ramdhani. Dilanjutkan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita oleh Gus Menteri.(ptt)
PERESMIAN GEDUNG: Menteri Agama RI menandatangani prasasti gedung ITC UIN Maliki Malang.
HUMAS UIN MALANG - Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr H.M. Zainuddin, MA, menyatakan komitmen terus mengembangkan kampus menjadi pusat pendidikan internasional. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada Menteri Agama atas dukungan dalam pembangunan kampus ini, berharap perjalanan pembangunan kampus tiga berjalan lancar.
"Saya meminta Menteri untuk meresmikan gedung Makhad dan Islamic Tutorial Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini," paparnya.
Menteri Agama, Gus Yaqut, memberikan apresiasi terhadap Makhad UIN Maliki Malang, menyebutnya satu-satunya Makhad al Jamiah yang mampu menampung mahasiswa baru secara keseluruhan di Indonesia. Namun, ia menekankan agar keberadaan Makhad tidak membebani biaya kuliah mahasiswa, mengusulkan pemenuhan biaya operasional dengan memanfaatkan aset negara berharga ekonomi tinggi.
Gus Yaqut melihat Makhad al Jamiah sebagai "vaksin" penangkal faham radikal, menyoroti perlunya perhatian khusus dari Kementerian Agama. Selain itu, ia menekankan transparansi dalam struktur organisasi Makhad, termasuk status pengasuh yang harus jelas, serta menantikan keberkahan dari pendirian Makhad untuk memberikan dampak positif dan menghilangkan faham radikalisme.
Gus Yaqut juga menyampaikan kegembiraannya karena target penyelesaian gedung Dormitory dan ITC masih tersisa 190 hari dari target yang ditentukan, berharap hal ini menjadi contoh positif bagi PTKIN lainnya.
HUMAS UIN MALANG- UIN Maulana Malik Ibrahim Malang atau yang lebih familiar dengan sebutan UIN MALIKI tahun ini menjadi tuan rumah dalam acara forum rektor PTKIN Se-Indonesia. Kali ini, kampus megah hijau Islami yang berlokasi di pusat kota Malang akan menjadi pusat kunjungan para pimpinan PTKIN (rektor) dari berbagai daerah di Nusantara. Agenda agung yang diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kelembagaan PTKIN tersebut berpusat di Aula lt. 5, Gedung Rektorat DR. Ir (HC) Soekarno. Kamis(25/1)
Dalam kesempatan ini, Ketua Forum Rektor Prof. Masnun Tahir, menyampaikan pentingnya agenda seperti ini karena ini merupakan simbol sinergi antar lembaga pendidikan Tinggi IsIam. Ia pun bersama para rektor lainnya berharap untuk agenda ini tdk hanya di dalam negeri tapi ke depan bisa dilaksanakan di luar negeri. "Alhamdulillah, sampai saat ini usulan tersebut telah diproses dan semoga nanti cepat selesai hingga hasilnya bisa terealisasikan", pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Ahmad Zainul Hamdi memberikan tanggapannya selain terkait penguatan dan pengembangan prodi keagamaan. Diharapkan oleh beliau bahwa forum rektor tersebut bisa mengambil perihal yang strategis. "Forum ini harus mengambil wilayah setrategis! " tegasnya. Oleh karena, sebenarnya menurut Prof. Inung sapaan akrab Direktur Diktis Kemenag RI ini bahwa banyak sekali isu" setrategis yg bisa diambil pada forum rektor untuk dimanfaatkan utamanya dalam rangka menghadapi tantangan PTKIN ke depannya.
Kemudian, sebagai tuan rumah rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya agenda tersebut. Beliau pun merasa bangga hingga kali pertama rektor asal Bojonegoro ini mengucapkan salam kepada kolega yakni kepada para rektor PTKIN yang telah hadir. Kedua, ucapan terima kasih atas kehadirannya karena mereka(para rektor) yang datang berasal dari segala penjuru nusantara."Kami sebenarnya mengundang seluruh rektor PTKIN se-Indonesia, namun karena memang berbagai faktor pastinya ada yang berhalangan dan itu wajar hingga kita semua bisa memakluminya", ujarnya.
Ketiga, disampaikan oleh Prof. Zain sapaan akrabnya ini bahwa besok pagi akan ada peresmian dua gedung mahad putra dan putri di kampus III UIN Maliki di Batu oleh Gus Men sapaan akrab Menteri Agama RI. Oleh karena itu, mengakhiri sambutannya, orang nomer wahid di UIN Maliki ini memohon doa dan restunya semoga agenda besok berjalan lancar dan sukses serta selanjutnya pembangunan kampus 3, yang berlafadz Ar-Rohiim bisa rampung sesuai targetnya.(ptt)
HUMAS UIN MALANG - MAN 2 Ponorogo menjadi pelopor dengan kegiatan "Campus Goes to School" di awal tahun 2024 (25/1).
Kepala Kemenag Kota Ponorogo, Dr. H. Muh. Nurul Huda, M.Ag meresmikan acara ini di Aula Ponorogo. Acara ini berlangsung meriah dan istimewa dengan kehadiran Rektor IAIN Ponorogo, Kepala Kemenag Ponorogo, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten Ponorogo, civitas UIN Malang Kepala Seksi Pendidikan Madrasah se-Jawa Timur, Kepala Madrasah MAS dan MAN se-Kabupaten Ponorogo, Kepala SMA se-Kabupaten Ponorogo, Kapolres Ponorogo, para alumni, serta siswa dan siswi kelas 12 dari seluruh SMA, SMK, dan MA/MAN di Jawa Timur.
Kepala Madrasah Drs. Tarib, M.PdI., menjelaskan bahwa tujuan dari Campus Goes to School ini adalah memberikan sosialisasi kepada siswa kelas 12 tentang berbagai kampus, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang tepat saat melanjutkan ke perguruan tinggi.
Rektor IAIN Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., juga memberikan pesan, "Hari ini, kalian tidak perlu mencari informasi jauh-jauh, cukup di MAN 2 Ponorogo dalam acara Campus Goes to School. Tetapi, jangan lupa, di Ponorogo, juga ada Kampus IAIN Ponorogo yang tak kalah menarik dengan kampus lain."
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Ponorogo, Dr. Muh. Nurul Huda, M.Pd., mengungkapkan hal serupa, "Tidak perlu repot-repot melihat kampus jauh-jauh. Cukup di acara Campus Goes to School, kalian bisa memilih dan bertanya tentang kampus serta jurusan yang diminati."
Semoga Goes To Campus MAN 2 Ponorogo menjadi langkah awal yang bermanfaat bagi para siswa kelas 12 dalam merencanakan masa depan mereka di perguruan tinggi.
HUMAS UIN MALANG - Setelah mengajar kurang lebih 2 minggu, KKM 165 UIN Malang berpamitan dengan siswa SDN 1 Sedayu sebagai bentuk akhir dari kegiatan mengajar mereka (25/1).
Kegiatan penutupan diawali dengen berkunjung ke setiap kelas, mulai dari kelas 1-6. Haru dan sedih tergambar saat kakak KKM berpamitan. "Sedih saat kakak mau pulang, kami ga bisa lagi diajar kakak," ujar siswa kelas 1.
"Terima kasih banyak susah mau ngajar kami, mohon maaf jika kami susah diatur saat belajar di kelas kak," ujar Dhifa, siswa kelas 6.
Setelah berpamitan ke semua siswa, mereka berkumpul di perpustakaan untuk berpamitan kepada seluruh guru dan staf. "Ya begini Mas Mbak, rasanya ngajar, rasanya jadi guru. Capek iya, ngurusi anak-anak yang berbeda-beda pemikirannya," ujar Pak H. Syaifudin Zuhri, S.Ag selaku Kepala Sekolah.
"Experience is the best teacher, jadikan pengalaman mengajar kalian disini sebagai guru terbaik dalam hidup kalian," imbunya.
"Kami nggeh berterima kasih banyak susah diberikan kesempatan untuk mengajar di SDN 1 Sedayu ini," jelas Akhyar, ketua KKM 165.
Kegiatan dututup dengan pemberian kenang-kenangan dari KKM 165 UIN Malang kepada SDN 1 Sedayu.
HUMAS UIN MALANG - Gelaran Forum Group Discussion (FGD) dalam Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia berlangsung di Gedung Ir. Soekarno (Rektorat) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis malam (25/1).
Turut hadir dalam FGD ini, Direktur Diktis Kemenag, Prof. Dr. H. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag beserta para Pimpinan Rektor PTKIN se-Indonesia, ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan UIN Malang.
Prof. Dr. H. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag, selaku Direktur Diktis Kemenag, menyampaikan ada beberapa isu strategis yang harus diintegrasi bersama antar pihak. "Isu strategis itu salah satunya, tentang eksistensi PTKIN agar bisa bersaing dengan PTN," jelasnya.
Sementara Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA. mengaku bahagia bisa beramah tamah santai bersama seluruh pimpinan untuk melepas penat di luar aktivitas padat. "Malam hari ini khusus bagi bapak/ibu pimpinan sekalian untuk mendinginkan pikiran, hiburan di tengah penuhnya agenda dan tugas sehari-hari," ungkapnya.
Rektor yang berpredikat profesor itu, menceritakan agenda UIN Malang esok hari akan meresmikan Ma'had Mahasantri yang kedua di Kampus 3 UIN Malang di Batu dan rencananya akan dihadiri langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. "Besok pagi kita akan bersama Gus Men untuk meresmikan ma'had di kampus 3, beliau flight dari Jakarta langsung ke Malang," sambungnya.
Sebagai tuan rumah dalam forum ini, UIN Maliki Malang menyambut hangat seluruh rektor maupun pimpinan PTKIN dengan menampilkan tarian nusantara, Tari Gandrung Malang yang dibawakan mahasiwa dan mahasiswinya. Tentu, penampilan yang memukau tamu undangan memberi kesan positif hingga kompak memberikan applause.
Menariknya juga dalam rangkaian forum ini memperkenalkan jajaran rektor PTKIN Se-Indonesia, yang menyebut nama-nama pimpinan yang ditandai dengan pemberian souvenir Bunga Mawar Merah Putih berjumlah 80 set yang dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antar pimpinan rektor PTKIN Se-Indonesia.
Terakhir, Ketua Forum Rektor PTKIN Se-Indonesia, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag berharap sekaligus menyampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada tuan rumah yang telah menyambut dengan meriah forum ini. "Saya harap forum seperti ini sering diadakan untuk mempererat silaturahmi kita dan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Sohibul Bait (tuan rumah, red), kita cukup terhibur malam ini," ucapnya.
MALAYSIA - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat internasional “International of Community Engagement Program”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ma’had Ihya Al Ahmadi Banting Selangor Malaysia, mulai tanggal 02 sampai 31 Januari 2024. “Tujuan kegiatan ini untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa menambah pengalaman akademik di luar negeri dengan cara mengabdi. Belajar bermasyarakat di level Internasional agar mempunyai wawasan global” jelas Syaiful Mustofa, Kepala Pusat Pengabdian UIN Maliki Malang.
“Alhamdulillah kami semua merasa bahagia bisa mengikuti program pengabdian di Malaysia ini, dan diterima dengan baik. Kami kerasan seperti di negeri sendiri” ujar Ahmad Muhlis F ketua kelompok. Pendapat ini dikuatkan rekannya, “Alhamdulillah secara keseluruhan kegiatan di Malaysia ini lancar, aman, dan semoga bermanfaat. Kami semua merasa happy, hari pertama kedatangan masih kaku karena belum adaptasi, hari berikutnya enjoy dan dinikmati” ujar Mupi Anisah bersemangat, salah satu mahasiswi dari Prodi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dari pihak lembaga di Malaysia menunjuk dua orang sebagai penanggung jawab kegiatan. “Selama kegiatan di sini para adik pelajar UIN Malang dipersilahkan untuk konsultasi dan koordinasi kegiatan setiap saat jika dibutuhkan” ujar ustadzah Nurul Afidah penanggung jawab kegiatan mahasiswi putri. Sedangkan untuk mahasiswa putra diserahkan ke ustadz Wafi, begitu panggilan akrabnya.
Peserta program pengabdian di Malaysia ini diikuti sepuluh mahasiswa dari berbagai program studi. Tiga mahasiswa dari prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Muhammad Adzomu Darojatan Indallah, Siti Ainurrohmah, Sovie Najwa Nabila. Tiga mahasiswa prodi Manajemen yaitu Ahmad Muhlis Fanmddamkhul Fard, Nurul Ifadhoh, dan Vanessa Devistian Kurnia Efendi. Satu mahasiswa prodi Sastra Arab, Azzahra Amalia. Satu mahasiswa prodi Sastra Inggris, Vionna Adzkia Putri. Satu mahasiswa prodi Perbankan Syariah, Zahwa Angelica. Satu mahasiswa prodi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD, Mupi Anisah.
Sejak kehadiran peserta program pengabdian di Malaysia awal tahun 2024 lalu, untuk urusan di luar lembaga mahasiswa berkoordinasi dengan Ustadz Masrukhin, pengusaha asal Malaysia. Beliau ditunjuk oleh UIN Malang sebagai koordinator pengabdian masyarakat di Asia Tenggara, membantu urusan administrasi dan akomodasi. “Selamat datang di Malaysia semoga kalian senang. Untuk segala urusan kalian semua bolehlah laporkan ke saya. Disini saya telah diamanahkan pimpinan UIN Malang untuk selalu mendampingi kalian. Tak perlu risau lah” ujarnya dengan logat Melayu saat briefing di Café MIA. Selama berkegiatan di Malaysia, kesepuluh mahasiswa ditempatkan di dua homestay yang berbeda, untuk putra dan putri. Tidak jauh dari tempat pusat kegiatan.
Bentuk kegiatan ini dibagi dua, hard skill dan soft skill . Hard skill meliputi tari, menggambar, fotografi, bela diri, melukis, menyanyi, olah raga, sholawat al Banjari, bahasa Arab & Inggris, dan public speaking. Adapun untuk soft skill meliputi desain grafis, desain media pembelajaran Quiz Team, Kahoot, Duo Lingo, dan Microsoft Office.
Harapannya, semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Manfaat dalam pengembangan akademik mahasiswa. Bravo Malaysia. Bravo Indonesia. Semoga silaturrahim akademik ini bisa berlanjut teruusss. Allahu A’lam. (Kontributor: Mupi Anisa & SyaifulMustofa)
THAILAND - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kerjasama dengan Al Hidayah Waqaf Foundation for Education and Social Development, Songkhla Thailand dalam bentuk program pengabdian masyarakat “International of Community Engagement Program”. Program ini dilaksanakan mulai tanggal 04 Januari sampai 04 Pebruari 2024. “Tahun ini merupakan tahun kedua dalam kegiatan pengabdian di Thailand dan bekerjasama dengan lembaga yang sama. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa menambah pengalaman akademik di luar negeri dengan cara mengabdi, agar mempunyai wawasan global yang kuat” jelas Syaiful Mustofa, Kepala Pusat Pengabdian UIN Maliki Malang.
“Alhamdulillah kami semua merasa senang bisa mengikuti kegiatan pengabdian ini, apalagi kegiatan dilaksanakan bersama-sama dengan beberapa kampus lain. Bisa kolaborasi program kerja” ujar Yuni Syakila Wardah, mahasiswi Prodi Bahasa dan Sastra Arab. Perempuan asal Singaraja Bali ini menjelaskan bahwa ketika tiba di Thailand bertemu dengan kampus lain yang mempunyai program sama yaitu melaksanakan pengabdian. Pendapat ini dikuatkan rekannya “Alhamdulillah kami bisa bertemu dari kampus lain dan kolaborasi program kerja. Juga bertemu dengan guru dan murid dari Sumatra Utara dalam rangka study exchange” ujar Yuanda Irsyiatul Muhimma, dari prodi PAI asal Pasuruan.
Peserta program pengabdian UIN Malang di Thailand ini diikuti tiga belas mahasiswa dari berbagai program studi. Empat mahasiswa dari prodi Farmasi yaitu Afrih Namya Qayyima, Bella Tri Yuliana Putri, Hawa Ainul Fanfa, Rara Puspita Putri. Empat mahasiswa prodi Sastra Arab yaitu Muhammad Riyadi Nugraha, Prafitriyani Putri, Yuni Syakila Wardah, Zul Shawabi. Tiga mahasiswaa dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Annis Nur Jamilah, Farhana Izzatul Humairoh, Yuanda Irsyiatul Muhimma. Satu mahasiswaa dari Prodi Pendidikan Ilmu Pendidikan Sosial (P-IPS). Dan satu mahasiswa prodi Manajemen yaitu Aida Fitriah.
Kegiatan pengabdian berpusat di tiga tempat meliputi Pattanawittaya School Yhala, Santiwittaya School Pattani, dan Muslimeen Suksa School Hat Yai. Di lokasi terakhir ini peserta pengabdi dari UIN Malang bertemu dengan dosen Universitas Muria Kudus dalam rangka kunjungan, dan rombongan study exchange dari SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Sumatra Utara. “Selamat tiba di Thailand rombongan dari dosen Universitas Muria Kudus, dan pelajar dari Sumatra Utara. Satu minggu yang lalu juga hadir mahasiswa UIN Malang yang melaksanakan pengabdian di lembaga kami” sambut ustadzah Salfar, salah satu pengurus lembaga dengan logat bahasa Melayu (10/01/2024).
Dalam pertemuan ini ditampilkan kegiatan public speaking, reading, dan game dalam bahasa Inggris dan Thailand. Kegiatan ditutup acara makan bersama dengan menu hidangan khas Thailand, tapi rasanya sama dengan masakan di Indonesia hanya beda istilah saja. (Kontributor: Yuni Syakila Wardah & Syaiful Mustofa).
PERSIAPAN: Rektor UIN Maliki Malang pose bersama para Rektor PTKIN yang hadir di UIN Maliki Malang. Kamis 25 Januari 2024.
HUMAS UIN MALANG - Seluruh pimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang tengah sibuk mempersiapkan pertemuan akbar yang dijadwalkan akan dihadiri oleh para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Acara tersebut juga akan dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi dari Kementerian Agama RI pusat, termasuk Gus Menteri Yaqut Cholil Qoumas. Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kelembagaan PTKIN menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut. FGD ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif untuk meningkatkan kelembagaan PTKIN di Indonesia. Selain itu, acara ini juga akan menjadi momen penting untuk melakukan peresmian gedung dormitory, yang akrab disebut Ma'had Al Jamiah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Peresmian gedung dormitory ini dijadwalkan akan dilaksanakan di atas lahan Kampus tiga Kota Batu pada Jumat, 26 Januari 2024. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, telah dengan cepat dan matang menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses.
Dalam keterangan singkatnya, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan kesan apik dan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat. Lebih dari itu, ia berharap bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat terus memberikan manfaat dan kontribusinya bagi kemajuan bangsa Indonesia, khususnya dalam menyiapkan generasi emas pada tahun 2045. Gus Menteri Yaqut Cholil Qoumas juga dijadwalkan akan turut hadir dalam acara tersebut, menunjukkan dukungan penuh dari Kementerian Agama RI pusat terhadap upaya peningkatan kualitas PTKIN di Indonesia. Acara ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan peran PTKIN dalam mendidik generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing.