HUMAS UIN MALANG - Rombongan dari Rajamangala University Thailand melakukan kunjungan dan penjajakan kerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang pada sore ini. Rombongan tersebut terdiri dari sejumlah pejabat, antara lain asisten Prof. Dr. Wannaporn Siripala, deputy head of Education and Society Department, Ms. Saralee Sukpichayakarn - Asst. Director for Academics, Ms. Kaewkan Ngaesamrit - Secretary of Education and Society Department, Mr. Chatchai Rakthin - Vice Director, Dr. Yaoping Liu - Director, Assoc. Prof. Dr. Yudhi Arifani, dan Head of Education and Society Department.
Kedatangan rombongan Rajamangala University Thailand disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. Prof. Umi menyampaikan ucapan selamat datang di kampus dengan logo Ulul Albab ini. Beliau juga menjelaskan bahwa UIN Malang tengah berupaya menjadi kampus unggul dengan reputasi internasional. "Setiap dosen di UIN Malang diharuskan aktif melaksanakan tridharma perguruan tinggi, dan setiap dosen diupayakan harus memiliki ID Scopus," papar Prof. Umi.
Setelah sambutan, rombongan diajak untuk mengunjungi sarana dan prasarana penunjang akademik di kampus yang terletak di Jalan Gajayana No. 50 Malang ini. Salah satu hal yang menarik perhatian rombongan Rajamangala adalah kelengkapan literasi di Perpustakaan Pusat UIN Malang. Dr. Yaoping Liu menyatakan bahwa kunjungan ilmiah ini bertujuan untuk melihat secara langsung sistem layanan akademik yang diterapkan di UIN Malang. "Kami ingin mengetahui lebih dekat pengelolaan kampus ini dan sekaligus berdiskusi tentang rekonstruksi praktis dan inovatif yang telah dilakukan oleh UIN Malang," jelas Dr. Liu. Kunjungan ini diharapkan dapat membuka pintu kerjasama antara Rajamangala University Thailand dan UIN Malang dalam bidang pendidikan dan penelitian. Semoga kolaborasi ini dapat memberikan manfaat positif bagi kedua perguruan tinggi dan meningkatkan kualitas pendidikan di kedua negara.
HUMAS UIN MALANG - Dalam rangka pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2023. Kegiatan ini merupakan agenda wajib mahasiswa semester 5 yang disebar di beberapa daerah Kabupaten Malang yang salah satunya terdapat di Desa Argosari, Jabung (27/12).
Kuliah Kerja Masyarakat tersebut berlangsung dalam kurun 40 hari mahasiswa akan mengabdi di Desa Argosari, yang dimulai dari 20 Desember 2023 sampai 31 Januari 2024.
Pembukaan tersebut dibuka langsung oleh kepala desa Argosari yaitu bapak Arifin beserta jajaran perangkat desa yang lain dan juga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok 17 yaitu pak Soleh M. pd. dan ibu Rahmatika Sari Amalia S. Psi. M. Psi. selaku DPL dari kelompok 18
Dengan diadakannya pembukaan KKM ini menandakan dimulainya pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dan juga penyerahan pihak kampus kepada pihak desa secara simbolis.
“Mohon dibimbing mahasiswa kami dalam melaksanakan pengabdiannya, tegur saja apabila melakukan hal kurang berkenan bapak ibu," ucap Bu Rahma.
HUMAS UIN MALANG - Mahasiswa KKM 18 UIN Maulana Ibrahim Malang tahun 2023 membantu dalam mendidik anak-anak di dusun Genton, desa Argosari, kecamatan Jabung, dengan mengajarkan mereka mengaji.
Kegiatan ini kami laksanakan pada hari senin 25 Desember 2023, bertempat di TPQ dusun Gentong. Kegiatan mengaji ini dihadiri anak-anak dari jilid 1 hingga jilid 6 tilawati di dusun Gentong yang diadakan setiap hari kecuali hari minggu. Anak-anak dengan senang hati datang ke TPQ pukul 2 siang hingga jam 4 sore dalam menuntut ilmu agama. Mereka belajar mengaji dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat.
Ustadz Imam Bukhari dan Ustadzah Ummul, selaku ketua dan pengajar TPQ dusun Gentong, menyambut baik kegiatan pendampingan yang dilakukan, karena merasa terbantu dalam proses belajar mengaji yang berlangsung. “Alhamdulillah, saya sangat senang akan hadirnya tim KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam membantu mengajar mengaji di TPQ ini, terutama mengetahui bahwa jumlah tenaga pengajar di TPQ kurang memadai untuk mengajar 80 siswanya,” ucap Ustadzah Ummul.
Kelompok 18 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap, dengan kegiatan ini anak-anak lebih bersemangat dalam belajar mengaji, dan memunculkan rasa beriman kepada Allah SWT dengan mencintai Al-Qur’an, karena Al-Qur’an penting untuk kehidupan akhirat kelak.
HUMAS UIN MALANG - Pada hari Sabtu yang cerah, mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Kelompok 166, mendatangi rumah ketua RW. 02 dan RW. 03, ketua RT, dan Ustadz/Ustadzah TPQ dikediaman masing-masing hal ini agar menyatukan langkah dalam acara silaturahmi penuh makna.
Kunjungan peserta KKM 166 ke berbagai pihak penting di RW 2 dan RW 3 membawa senyuman dan pendekatan yang positif ke kediaman ketua RT. 05, RT. 06, RT. 07, dan RT. 08 berkumpul untuk berdiskusi dan menyampaikan izin tinggal. Ketua RW. 02, Bapak Anton menyamlaikan, "silaturahmi seperti ini membangun hubungan yang erat di antara kita," ujarnya.
Langkah selanjutnya mahasiswa KKM 166 bersilaturahmi ke RW. 03, bertemu dengan ketua RT. 09, RT. 10, RT. 11, dan RT. 12. Kedatangan mereka disambut antusias oleh ketua RW. 03, yang menyampaikan, "kami senang melihat inisiatif positif ini dan berharap untuk kerjasama yang lebih erat," ucapnya.
Mereka juga berkunjung ke kediaman Ustadz/ustadzah TPQ di RW. 03, untuk membicarakan tentang izin mengajar.
Ustadzah TPQ, Ibu Nur Bayati, menyambut baik inisiatif ini dengan senyuman. "Kami sangat senang dengan adanya izin ini. Semoga kerjasama ini menjadi berkah untuk pendidikan anak-anak di TPQ," ujarnya.
Ketua Kelompok 166, Arjuna menyatakan, "Silaturahmi hari ini adalah langkah awal untuk membangun hubungan yang positif. Kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar."
Semua mahasiswa KKM 166 berkumpul dengan rasa optimis dan semangat, menunjukkan bahwa melalui komunikasi dan kerjasama, lingkungan RW. 02 dan RW. 03 dapat terus tumbuh sebagai tempat yang harmonis dan peduli. Silaturahmi hari ini bukan hanya sekedar pertemuan, tetapi adalah fondasi untuk membangun masa depan yang lebih baik bersama-sama.
HUMAS UIN MALANG – Warga Kelurahan Sedayu, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, bersama LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah) setempat, menggalang dana dari sisa uang belanja sehari-hari. Uang koin tersebut dikumpulkan melalui kotak amal yang telah disediakan pengurus LAZISNU di setiap rumah.
Program penggalangan dana ini digunakan untuk mendukung tiga program andalan, yaitu NU Smart, NU Care, dan NU Dakwah. Program NU Smart ditujukan untuk menyupport guru-guru TPQ di kelurahan sebanyak 18 TPQ. Sementara itu, program NU Care akan memberikan bantuan sebesar 40% kepada kaum dhuafa, dan NU Dakwah akan mengadakan program pengajian dengan menyediakan konsumsi sesuai kemampuan.
Proses pengambilan dana dilakukan dengan cara door-to-door di setiap RW oleh petugas pengambil yang telah terorganisir dengan baik. Program ini murni dilakukan oleh warga untuk warga. Penghitungan uang koin yang sudah terkumpul dilakukan di masjid Riyadhul Nahdliyyin oleh ibu-ibu PKK dan mahasiswa KKM UIN Malang 165 (22/12).
Pak Arif, Ketua Jaringan Pengelola (JP) Lazisnu Kelurahan Sedayu, menjelaskan bahwa program ini berjalan di wilayah Nu sendiri, dan telah berlangsung selama 5 tahun. "Setelah uang koin terkumpul, jumlahnya akan dihitung dan selanjutnya diserahkan kepada Lazisnu Opsis Kecamatan Turen yang menaungi ranting-ranting di Kecamatan," ujarnya.
"Alhamdulillah uang yang terkumpul pada malam ini sebanyak 7.240.700," imbuhnya.
Program ini sebagai bentuk dukungan sosial dan kepedulian terhadap sesama. Proses penggalangan dana dilakukan setiap bulannya dan diikuti oleh seluruh warga Kelurahan Sedayu dalam acara seperti tahlil kubro yang diadakan di masjid.
Dalam menjalankan program ini, Pak Arif berharap agar masyarakat setempat dapat terus mendukung program-program sosial yang dilakukan oleh Lazisnu dan warga Sedayu, serta menyadari pentingnya membantu dan berbagi kepada sesama untuk meningkatkan kesejahteraan dalam masyarakat.
HUMAS UIN MALANG - Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab sukses menggelar acara tahunan "masrohiyyah" dengan dihadiri 400 penonton (23/12).
Masrohiyyah merupakan sebuah Mata Kuliah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Semester 5 yang dimana tugasnya adalah satu angkatan harus membuat sebuah pementasan drama dalam rangka syiar bahasa arab serta menyalurkan kreatifitas mahasiswa PBA baik berupa film maupun teater panggung.
Mahasiswa PBA dari Angkatan 2021 (Al-Eizzah) memilih untuk mengadakannya berupa tater panggung di gedung Sport Center (SC).
Tema Masrohiyyah tahun 2023 diberi nama “SYAJARAH” dengan judul drama “Wardatus Zuhur” yang bermakna “Bunga Mawar”. Sesuai dengan filosofi dari tema Masrohiyyah, teater drama ini menceritakan tentang sejarah, yakni sejarah Sayyidah Fatimah Azzahra yang ceritanya dikemas dengan menampilkan tokoh penting bernama Alina yang akan membawa penonton untuk lebih mengenal siapa sosok Fatimah Azzahra.
“Untuk persiapannya memang sudah sejak bulan Mei, namun kita baru bisa fokus menggarap Masrohiyyah ini menjelang akhir bulan September karena sempat terpotong libur semester, kemudian ada kegiatan HMPS seperti GAZA dan Milad sehingga kita baru bisa mulai latihan pada bulan Oktobernya," ungkap mas Zalal selaku direktur Masrohiyyah.
Turut hadir pula Dosen-Dosen PBA yang ikut menyaksikan acara Masrohiyyah sampai selesai. Ustadzah Mamlu’ dalam sambutannya mengaku merasa terharu dengan segala proses yang telah dilalui oleh teman-teman PBA angkatan 2021 untuk bisa menyelenggarakan acara sebesar ini dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya.
“Atas nama prodi dan juga seluruh dosen, kami mengucapkan terimakasih kepada teman-teman PBA Angkatan 2021 karena telah menyiapkan semuanya dengan baik, kami selalu merasa terharu kalau sudah ada di momen ini, karena momen ini adalah momen yang mahal.”
Teater diawali dengan pengenalan tokoh utama drama yang dikemas dalam penampilan Grand Opening, lalu dilanjut penampilan teater Drama dan diakhiri dengan penampilan Group Band Theme Song Masrohiyyah.
Sesi Foto bersama Anak-anak setelah menuliskan surat untuk ibu
HUMAS UIN MALANG - Posko KKM Kelompok 166 menjadi saksi perayaan yang sarat makna dan kehangatan, Jumat (22/12).
Kelompok ini merangkul sebagian anak-anak dari RT 08/RW 02 Sedayu Turen, berkumpul untuk merayakan Hari Ibu dengan kegiatan istimewa.
Sejak siang, suasana di Posko KKM 166 terasa meriah. Anak-anak dengan antusias membuat surat dengan menuangkan rasa terimakasih kepada ibu masing-masing. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi wadah pendidikan bagi anak-anak untuk menghargai peran luar biasa ibu dalam kehidupan mereka.
Salah seorang anggota KKM Kelompok 166 menjelaskan tujuan dari kegiatan ini, "Kami ingin menyampaikan kepada anak-anak nilai-nilai kekeluargaan dan rasa terima kasih kepada ibu. Ini bukan hanya perayaan, tetapi juga momen edukatif untuk membentuk karakter anak-anak kita," ujarnya.
Anak-anak sedang menuliskan surat cinta di hari ibu
Puncak acara terjadi ketika anak-anak dengan penuh antusiasme menuliskan ucapan dan terimakasih dalam surat, yang kemudian akan mereka berikan kepada ibu masing-masing. Kata-kata cinta dan apresiasi terukir indah, menjadi ungkapan terima kasih mereka untuk ibu yang begitu berarti dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang mahasiswa KKM Kelompok 166 yang memimpin acara menyatakan harapannya, "Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat lebih menghargai perjuangan ibu-ibu mereka. Ini bukan hanya perayaan sekali waktu, tetapi langkah kecil untuk membentuk generasi yang penuh cinta dan penghargaan terhadap keluarga," harapnya.
Perayaan ini tidak hanya menggugah emosi dan menyelipkan senyuman, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang berharga. Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk mengajarkan nilai-nilai positif kepada generasi penerus.
HUMAS UIN MALANG-Kementerian Agama Republik Indonesia siang ini kembali menggelar penyerahan SK pengangkatan dan pengambilan sumpah jabatan kepada sepuluh ribu lebih ASN PPPK hasil optimalisasi. Jumat (22/12/2023).
Sekjen Kemenag RI Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag pada sambutannya via zoom mengucapkan selamat dan terimakasih kepada semua pihak yang telah turut serta mensukseskan upaya para honorer di Kementerian Agama ini menjadi ASN melalui jalur optimalisasi. "Ini patut disyukuri bersama, melalui jalan yang panjang akhirnya honorer di kementerian agama bisa menjadi ASN," ungkapnya.
Proses panjang ini, tambah beliau, merupakan bentuk ikhtiar dan buah kesabaran para tenaga honorer melakukan pengabdian kepada negara. Oleh sebab itu, status sebagai ASN ini harus disyukuri dengan cara menjadi abdi negara yang memiliki integritas dan profesionalitas yang tinggi. "Kita patut bersyukur para tenaga honorer yang hari ini telah dilantik sebagai ASN PPPK ini telah resmi menjadi abdi negara," paparnya.
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA bersyukur para pegawai honorer di uin telah disumpah sebagai ASN. "Saya ucapkan selamat kepada 92 ASN PPPK yang telah disumpah jabatan ini," ungkapnya.
Perlu diingat, keberhasilan ini tidak luput dari peran dan doa kedua orang tua, oleh sebab itu bersyukur itu tidak hanya dengan ucapan saja, akan tetapi juga harus disertai dengan tidakan yang nyata.
Ada lima budaya kerja ASN di Kementerian Agama yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggungjawab, dan keteladanan. "Integritas itu bisa diartikan bahwa ASN di kementerian agama RI harus memiliki kepribadian yang tangguh lahir batin. Apa yang di ucapkan itu benar dan sesuai dengan apa yang dilakukannya. "Loyalitas dan dedikasi ASN sepenuhnya untuk kepentingan negara," pesannya.
Sebagai tenaga pendidik atau dosen di lingkungan UIN Maliki Malang dihimbau untuk terus melaksanakan tridharma perguruan tinggi, abik pengajaran, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Dosen UIN Maliki Malang harus produktif, setiap dosen harus bisa nulis jurnal yang terpublikasi di jurnal nasional atau internasional. "Jadi dosen harus tahu betul tupoksinya," ujarnya.
Sementara itu, Ketua OKH UIN Maliki Malang H. Umi Hanik, S.E., MM menegaskan bahwa jumlah pegawai PPPK yang dilantik di UIN Maliki Malang ada 93 pegawai. Akan tetapi yang resmi mengikuti pelantikan siang ini hanya 92 ASN PPPK saja. "Satu pegawai belum bisa mengikuti pelantikan disebabkan ada proses revisi data di kepegawaian pusat," paparnya.
Ibu berkacamata ini juga menyebutkan bahwa adanya tambahan tenaga kependidikan pada jalur PPPK ini ditekankan pada outputnya bukan pada kuantitasnya saja. Di era digitalisasi ini, pemerintah terus berupaya melakukan proses perampingan bagi pegawainya. Hal ini mengacu pada outputnya, dengan berkembangnya teknologi ini tentu akan membawa dampak bagi pegawai secar nyata. "Sehingga kehadiran teknologi ini, pekerjaan yang awalnya harus dikerjakan oleh lebih dari tiga orang bisa dipangkas cukup satu orang saja," ujarnya.
Umi Hanik juga memaparkan bahwa total pegawai di lingkungan UIN Maliki Malang saat ini memiliki 1.176 pegawai baik PNS, PPPK, maupun BLU. "Serapan tenaga kependidikan di UIN Maliki Malang hanya 26 orang saja dari total 293 pegawai yang lulus menjadi ASN kategori PPPK," tegasnya.
HUMAS UIN MALANG - FITK UIN Malang sukses melaksanakan kunjungan studi ke Universitas Negeri Semarang (UNNES) (22-23/12).
Kegiatan yang berlangsung di Aula lantai 3 Fakultas Ilmu Psikologi dan Pendidikan UNNES ini, dibuka secara langsung oleh Dr. Marno, M.ag sebagai perwakilan dari FITK UIN Malang. Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada dekan FIPP dan universitas atas waktu dan kesempatan yang diberikan.
Kegiatan yang menciptakan suasana belajar dan relaksasi akademik diikuti oleh anggota forum ketua kelas (FKK) dan DEMA Sema FITK.
Prof. Dr. Edi Purwanto, M.Si, selaku Dekan FIPP Universitas Negeri Semarang, memberikan pandangan inspiratif. Beliau menekankan pentingnya kerjasama untuk kemajuan negeri menuju Indonesia emas tahun 2045. Beliau juga mengatakan pentingnya kerjasama seperti halnya dalam berburu, di mana hasil terbaik dapat diperoleh melalui usaha bersama.
"Mahasiswa memiliki peran besar dalam perubahan masyarakat karena mahasiswa memiliki kecerdasan, keterampilan, dan keberanian mereka sebagai pendorong perubahan, namun tidak semua mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang positif, melainkan hanya mereka yang memiliki kecerdasan dan sikap tanpa pamrih untuk memajukan negara," ujarnya.
"Studi visit ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar untuk FIPP Unnes dan FITK UIN Malang," tambahnya.
Diharapkan bahwa melalui inisiatif berbagi pengetahuan seperti ini, semangat kolaborasi dan komitmen untuk perubahan positif akan terus berkembang di lingkungan akademik, mendorong Indonesia menuju tujuan ambisiusnya pada tahun 2045.
Terdapat sesi diskusi dalam kegiatan ini yang mengusung tema "Leadership dan Learning Community Menyongsong Indonesia Emas 2045" serta sharing seasion diantara mahasiswa.