PENGARAHAN: WR I Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag saat memberikan pengarahan pra workshop MKU-MKKU.
HUMAS UIN MALANG-Penguatan nilai-nilai ulul albab dan moderasi beragama serta anti korupsi sebagai landasan dalam peningkatan kurikulum Mata Kuliah Umum (MKU) dan Mata Kuliah Kekhasan Universitas (MKKU) di universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus di godok, Senin (31/7/2023).
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag dalam arahannya persiapan workshop evaluasi CPMK dan RPS MKU-MKKU berbasis ulul albab, moderasi beragama, dan nilai-nilai anti korupsi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kegiatan workshop ini merupakan salah satu proses insersi nilai Ulul Albab dan Moderasi beragama serta anti korupsi sebagai upaya perbaikan sistem akademik dan dokumen kurikulum MKU - MKKU. "Untuk itu, saya minta para koordinator MKU - MKKU bisa mengikuti workshop ini dengan serius," pintanya.
Persoalan kurikulum, tambah dia, menjadi nyawa utama dari keberlangsungan universitas ini. Untuk itu, workshop ini sangat penting sekali dan membutuhkan dukungan dan keseriusan dari semua pengampu mata kuliah MKU-MKKU dalam upayanya membawa kampus ini menjadi unggul dan bereputasi internasional. "Alhamdulillah secara kelembagaan UIN Maliki Malang saat ini sudah terakreditasi Unggul dari BAN-PT," paparnya.
Sekali lagi, mohon para peserta workshop bisa mengikuti kegiatan ini dengan serius agar upaya ini bisa membuahkan hasil untuk kemajuan pendidikan di kampus ini. "Saya sangat berharap pemasaran MKKU pada semester ganjil ini bisa menyesuaikan dengan apa yang telah disepakati dan diperkuat dengan adanya SK Rektor tersebut," jelasnya.
Selain itu, bagi ketua konsorsium bisa dihidupkan kembali untuk proses review, membuat buku ajar, dan juga membuat soal ujian hingga pelaporan pencapaian hasil pembelajaran yang sudah menjadi indikator kinerja utama yaitu nilai ulul albab dan moderasi beragama dan anti korupsi bagi para mahasiswa. "Sekali lagi, upaya ini semua untuk mengantarkan mahasiswa dan lembaga ini menjadi unggul, dan berputasi internasional," pungkasnya.
HUMAS UIN MALANG-Menjadi sebuah keniscayaan bahwa keberadaan Webometrics yang menjadi lembaga pemeringkatan universitas dunia telah merilis daftar universitas terbaik dunia termasuk Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia, khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk tahun 2023. Pembaruan pemeringkatan ini dilakukan secara periodik dua kali setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli. Pada edisi Juli 2023, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil meningkatkan posisinya dari peringkat ke 7 mendjadi peringkat ke-3 webometrics di antara seluruh PTKIN. Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, mengungkapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama yang solid dan komitmen terhadap kualitas pendidikan dan riset kepada seluruh civitas akademik khususnya LP2M yang menjadi garda terdepan untuk dapat meraihnya. “Kita harus terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan juga riset agar UIN Malang bisa menjadi kampus terbaik, unggul dan bereputasi internasional,” ajaknya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag terus berupaya mendorong sivitas akademika untuk meningkatkan hasil karya ilmiahnya hingga terpublikasikan di jurnal internasional. “Hal ini tentu sangat membantu sekali terhadap capaian pemeringkat di webometrics,” paparnya. Kampus UIN Malang terus berupaya konsisten menjadi kampus terbaik dengan menghadirkan layanan yang terbaik dan memberi dedikasi yang tinggi kepada masyarakat. Komitemen UIN Malang ingin memberikan pendidikan yang terbaik melalui disiplin ilmu yang seimbang yaitu integrasi ilmu agama dan sains. “hal itu sudah menjadi ciri khas UIN Maliki Malang yang terus dipertahankan dan dikembangkan hingga sekarang,” paparnya. Ia meyakini bahwa pendidikan menjadi tonggak utama dalam menjalankan setiap lini kehidupan, jika pendidikannya baik maka outputnya akan menjadi baik dan berkualitas, begitu juga dengan apa yang dilakukan oleh mesin pemeringkat kelas dunia seperti webometrics ini. Pemeringkatan ini didasarkan pada tiga indikator utama yaitu dampak atau visibilitas, keterbukaan atau transparansi, dan keunggulan. Universitas Islam Negeri yang berhasil menempati peringkat tinggi menunjukkan prestasi akademik dan pengakuan global dalam bidang pendidikan dan penelitian. Berikut adalah daftar pemeringkatan terbaru untuk bulan Juli 2023: 1. UIN Sunan Gunung Djati Bandung: Peringkat ke-1 PTKIN , Peringkat ke-23 Nasional, dan Peringkat ke-2309 Global 2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Peringkat ke-2 PTKIN , Peringkat ke-41 Nasional, dan Peringkat ke-3309 Global 3. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Peringkat ke-3 PTKIN , Peringkat ke-76 Nasional, dan Peringkat ke-5128 Global 4. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: Peringkat ke-4 PTKIN , Peringkat ke-78 Nasional, dan Peringkat ke-5177 Global 5. IAIN Palangka Raya: Peringkat ke-5 PTKIN , Peringkat ke-82 Nasional, dan Peringkat ke-5282 Global 6. UIN Walisongo Semarang: Peringkat ke-6 PTKIN , Peringkat ke-83 Nasional, dan Peringkat ke-5295 Global 7. IAIN Ponorogo: Peringkat ke-7 PTKIN , Peringkat ke-91 Nasional, dan Peringkat ke-5480 Global 8. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi: Peringkat ke-8 PTKIN , Peringkat ke-94 Nasional, dan Peringkat ke-5525 Global 9. IAIN Parepare: Peringkat ke-9 PTKIN , Peringkat ke-99 Nasional, dan Peringkat ke-5587 Global 10. UIN Sunan Ampel Surabaya: Peringkat ke-10 PTKIN , Peringkat ke-115 Nasional, dan Peringkat ke-5978 Global 11. IAIN Pontianak: Peringkat ke-11 PTKIN , Peringkat ke-117 Nasional, dan Peringkat ke-6006 Global 12. IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa: Peringkat ke-12 PTKIN , Peringkat ke-124 Nasional, dan Peringkat ke-6094 Global 13. UIN Raden Intan Lampung: Peringkat ke-13 PTKIN , Peringkat ke-136 Nasional, dan Peringkat ke-6251 Global 14. UIN Sumatera Utara: Peringkat ke-14 PTKIN , Peringkat ke-137 Nasional, dan Peringkat ke-6289 Global 15. IAIN Tulungagung: Peringkat ke-15 PTKIN , Peringkat ke-149 Nasional, dan Peringkat ke-6478 Global 16. UIN Salatiga: Peringkat ke-16 PTKIN , Peringkat ke-150 Nasional, dan Peringkat ke-6482 Global 17. UIN Antasari Banjarmasin: Peringkat ke-17 PTKIN , Peringkat ke-156 Nasional, dan Peringkat ke-6528 Global 18. UIN Sultan Syarif Kasim Riau: Peringkat ke-18 PTKIN , Peringkat ke-160 Nasional, dan Peringkat ke-6573 Global 19. IAIN Ambon: Peringkat ke-19 PTKIN , Peringkat ke-161 Nasional, dan Peringkat ke-6574 Global 20. IAIN Sultan Amai: Peringkat ke-20 PTKIN , Peringkat ke-169 Nasional, dan Peringkat ke-6687 Global 21. UIN Mataram: Peringkat ke-21 PTKIN , Peringkat ke-171 Nasional, dan Peringkat ke-6698 Global 22. UIN SAIZU Purwokerto: Peringkat ke-22 PTKIN , Peringkat ke-187 Nasional, dan Peringkat ke-6854 Global 23. UIN Alauddin Makassar: Peringkat ke-23 PTKIN , Peringkat ke-199 Nasional, dan Peringkat ke-7016 Global 24. UIN Ar Raniry: Peringkat ke-24 PTKIN , Peringkat ke-205 Nasional, dan Peringkat ke-7059 Global 25. IAIN Curup: Peringkat ke-25 PTKIN , Peringkat ke-208 Nasional, dan Peringkat ke-7073 Global 26. IAIN Padangsidempuan: Peringkat ke-26 PTKIN , Peringkat ke-223 Nasional, dan Peringkat ke-7211 Global 27. IAIN Kudus: Peringkat ke-27 PTKIN , Peringkat ke-241 Nasional, dan Peringkat ke-7530 Global 28. IAIN Lhokseumawe: Peringkat ke-28 PTKIN , Peringkat ke-243 Nasional, dan Peringkat ke-7584 Global 29. UIN SMH Banten: Peringkat ke-29 PTKIN , Peringkat ke-250 Nasional, dan Peringkat ke-7654 Global 30. IAIN Surakarta: Peringkat ke-30 PTKIN , Peringkat ke-253 Nasional, dan Peringkat ke-7771 Global 31. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau: Peringkat ke-31 PTKIN , Peringkat ke-257 Nasional, dan Peringkat ke-7815 Global 32. IAIN Metro Lampung: Peringkat ke-32 PTKIN , Peringkat ke-266 Nasional, dan Peringkat ke-7929 Global 33. UIN Raden Fatah: Peringkat ke-33 PTKIN , Peringkat ke-268 Nasional, dan Peringkat ke-7942 Global 34. IAIN Kendari: Peringkat ke-34 PTKIN , Peringkat ke-278 Nasional, dan Peringkat ke-8007 Global 35. IAIN Syekh Nurjati Cirebon: Peringkat ke-35 PTKIN , Peringkat ke-288 Nasional, dan Peringkat ke-8160 Global 36. IAIN Pekalongan: Peringkat ke-36 PTKIN , Peringkat ke-296 Nasional, dan Peringkat ke-8281 Global 37. UIN Imam Bonjol: Peringkat ke-37 PTKIN , Peringkat ke-319 Nasional, dan Peringkat ke-8626 Global 38. IAIN Kediri: Peringkat ke-38 PTKIN , Peringkat ke-333 Nasional, dan Peringkat ke-8864 Global 39. IAIN Samarinda: Peringkat ke-39 PTKIN , Peringkat ke-370 Nasional, dan Peringkat ke-9603 Global 40. IAIN Bukittinggi: Peringkat ke-40 PTKIN , Peringkat ke-381 Nasional, dan Peringkat ke-9776 Global 41. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri STAIN Bengkalis Kampus Melayu: Peringkat ke-41 PTKIN , Peringkat ke-384 Nasional, dan Peringkat ke-9821 Global 42. Kiai Haji Achmad Siddiq Jember: Peringkat ke-42 PTKIN , Peringkat ke-385 Nasional, dan Peringkat ke-9821 Global 43. IAIN Sorong: Peringkat ke-43 PTKIN , Peringkat ke-453 Nasional, dan Peringkat ke-10962 Global 44. UIN Raden Mas Said Surakarta: Peringkat ke-44 PTKIN , Peringkat ke-464 Nasional, dan Peringkat ke-11060 Global 45. IAIN Kerinci: Peringkat ke-45 PTKIN , Peringkat ke-482 Nasional, dan Peringkat ke-11266 Global 46. IAIN Madura: Peringkat ke-46 PTKIN , Peringkat ke-493 Nasional, dan Peringkat ke-11499 Global Pengumuman pemeringkatan ini tentunya menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia, guna mengukur sejauh mana posisi mereka di tingkat nasional maupun internasional. Semoga ke depannya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan PTKIN di Indonesia semakin berprestasi dan mendapatkan pengakuan yang lebih luas di kancah global.
HUMAS UIN MALANG -Rutinitas apel pagi kali ini, Senin (31/7/2023) dipimpin langsung Kepala Biro AAKK Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. H. Barnoto, M.Pd.I. Dalam arahannya, Dr. Barnoto menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh pegawai di lingkungan UIN Maliki Malang atas layanan prima yang diberikan kepada stakeholder kampus ini, utamanya layanan kepada para mahasiswa. Ia juga menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa baru yang ditargetkan tahun ini berjumlah 5000 mahasiswa dari lima jalur yang sudah dilaksanakan beberapa bulan yang lalu. Ini artinya, ada penambahan jumlah mahasiswa baru yang awalnya hanya 4000 mahasiswa tahun 2023 ini menjadi 5000 mahasiswa baru. "Jumlah ini sesuai dengan target pada indikator kinerja utama kampus ini untuk menambah 1000 mahasiswa baru," jelasnya.
Oleh karena itu, ini tidak lepas dari upaya kerja keras dan doa dari seluruh keluarga besar UIN Maliki Malang. Selain itu, diharapkan seluruh karyawan harus siap menyambut kehadiran mahasiswa baru di kampus ini, untuk itu jangan sampai ada satupun karyawan yang tidak mengetahui informasi ini. "Agustus ini mahasiswa baru sudah mulai melaksanakan validasi untuk menempati Ma'had al Jamiah. "Mari kita sambut para mahasiswa baru dengan sikap dan perilaku yang ramah dan mari kita tunjukkan dedikasi kita terhadap kampus ini dengan memberikan layanan prima," ajaknya. Perkuliahan perdana akan dimulai 28 Agustus ini, dan semoga semua senantiasa diridhoi dan diberikan kelancaran oleh Allah SWT. "Mari kita doa bersama agar upaya yang kita lakukan ini senantiasa dicatat oleh Allah SWT sebagai amal soleh dan penuh dengan keberkahan," tutupnya seraya diamini peserta apel.
HUMAS UIN Malang – Perjalanan Mukhammad Iskandar Amrulloh, seorang mahasiswa Prodi (Program Studi) Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Keguruan mulai menekuni fotografi dimulai sejak usia 10 tahun. Mahasiswa asal Sidoarjo itu kemudian semakin tertarik menekuni fotografi tersebut hingga menjadi hobi yang disukainya.
Pada tahun 2021, Iskandar, sapaan akrabnya, berani mencoba untuk memotret aktivitas olahraga, sepak bola dan futsal. Dimulai saat ia menerima job dari tim sepak bola amatir di Sidoarjo membuatnya bersemangat untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya. Walaupun dia sedang menempuh studi di UIN Malang, tetapi dia sangat enjoy menekuni bidangnya dengan mengatur waktunya dengan baik karena sudah terbiasa dengan aktivitas yang jauh dari kampusnya itu. Terbukti, semakin banyak pengalaman semakin banyak pula job yang menghampirinya, mulai tawaran dari berbagai kompetisi maupun Event Fun Football, semua diterimanya demi meningkatkan kemampuannya.
Di awal tahun 2023 lalu, ia memotret kegiatan Bank Jateng Friendship Run - Borobudur Marathon 2023, dan yang terbaru beberapa waktu kemarin, ia dipercaya untuk memotret pada Opening Ceremony Event Development Basketball League (DBL) East Java Series di Graha Pena Surabaya.
Hal yang memotivasi dirinya saat itu adalah ketika keinginannya membantu keluarga yang saat itu sedang terdampak pandemi Covid-19. Tak sedikit kendala yang harus dihadapinya di tengah kuliah sambil “bekerja”. “Kendalanya mungkin jam tidur yang dikurangi demi bisa kuliah sambil bekerja, kendala lainnnya mungkin pas ada tugas yang deadlinenya mepet,” Ungkapnya.
Ia berpesan kepada teman-teman sebayanya bahwa usia muda harus dimanfaatkan sebagai batas kemampuan untuk menentukan masa depan kita. “Di usia muda sekarang itu usia emas, dimana usia muda adalah untuk mengukur batas diri kita, jadi jangan pernah merasa capek di usia muda karena yang menentukan kedepannya adalah saat ini,” Pesannya.
Iskandar juga menambahkan, pentingnya memanfaatkan waktu dan memohon doa restu dari kedua orang tua. “Gunakan waktu yang ada, usaha maksimal, doa terus dipanjatkan, dan yang penting minta restu orang tua selalu. work hard pray hard,” Begitu imbuhnya.
HUMAS UIN Malang - Komunitas debat kebanggaan UIN Malang, LADEC (Law Debate Community), kembali menorehkan prestasi dalam kompetisi debat hukum nasional pada Pasundan Law Fair 2023 yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Hukum Universitas Pasundan di Bandung. Adapun tim delegasi LADEC ini beranggotakan 3 orang yaitu Laila Novita Maulidatul Ula, Kamiliya Noer Rakhmah, dan Abdillah Reza Mardiana. Sebelum mengikuti babak semifinal dan final di Universitas Pasundan Bandung pada tanggal 27 Juli 2023, tim LADEC telah melalui tahap penyisihan yang dilaksanakan secara online dengan mengirimkan sebuah video debat dengan mosi sistem proporsional terbuka. Setelah dinyatakan menjadi salah satu dari 8 tim yang lolos ke tahap selanjutnya, tim LADEC berangkat menuju Universitas Pasundan untuk mengikuti babak semifinal dan final dengan mosi hukum kepemiluan. “Contoh kaya pemilihan presiden melalui musyawarah. Mosinya adalah pemilihan presiden melalui jalur musyawarah. Pemilihan presiden ini apakah bisa lewat musyawarah. Nah, itu kalau pro/setuju presiden dipilih melalui musyawarah, kalau kontra tidak setuju jika presiden dipilih melalui musyawarah dengan alasan berbagai hal. Tapi alasannya harus berdasarkan hukum, berdasarkan fakta, berdasarkan teori dan berdasarkan pendapat – pendapat dari ahli hukum, serta praktisi – praktisi pemilu tersebut.” Jelas Laila Novita ketika menjelaskan gambaran mosi untuk tahap semifinal dan final.
Persiapan untuk kompetisi ini telah dilakukan oleh tim LADEC sejak pertengahan bulan Juni yang lalu. Mereka sudah melakukan riset dan mencari bahan terkait mosi untuk kompetisi tersebut. Salah satu hal menarik yang didapati oleh tim LADEC adalah ketika tahap perempatfinal mereka harus bertanding sebanyak tiga kali dengan tim lain dikarenakan nilai yang seri. Namun, pada tahap semifinal tim LADEC belum berhasil untuk masuk ke final, sehingga tim LADEC memperebutkan juara 3. Meskipun cukup banyak kesulitan yang dihadapi oleh tim LADEC, khususnya saat melakukan riset, namun akhirnya tim LADEC bisa menghadapinya dan memperoleh juara 3. “Kesannya ada sedihnya, ada kecewanya, tapi lebih dominan senengnya. Ya kami percaya bahwa usaha tidak akan menghianati hasil.” Ucap Laila Novita.
HUMAS UIN Malang – Program KKN Internasional UIN Malang merupakan salah satu kegiatan kolaborasi dengan instansi dan lembaga luar negeri. Tahun ini, kegiatan unggulan kampus berjuluk Ulul Albab mengangkat tema “Membangun Peradaban di Dunia Internasional”, dimana peradaban tentu tidak akan terlepas dari segala interaksi manusia di dalamnya. Keberadaan interaksi tersebut memerlukan suatu nilai yang dapat mempersatukan ragam pikiran dan gagasan. Salah satu sarana tersebut melalui prinsip persaudaraan (ukhuwah), dimana salah satunya adalah Ukhuwah Islamiyah.
Dalam gelaran KKN Internasional ini, salah satu program kerja yang diusung adalah mengadakan kegiatan NgajiMod. Kegiatan ini merupakan perkumpulan mahasiswa Indonesia di Thailand yang beragama Islam. Kegiatan semacam ini mampu menjadi pondasi kerukunan umat beragama di kancah internasional. "Kegiatan semacam ini sangat membantu kami (para) mahasiswa perantauan di Thailand untuk mendapatkan tempat berdiskusi dan bertukar pikiran dengan saudara seiman dan sebangsa,” tutur salah satu peserta kegiatan NgajiMod.
NgajiMod merupakan akronim dari kata “Ngaji Bangmod”, hal ini karena kegiatan ini cukup untuk memayungi mahasiswa Indonesia yang berdomisili di sekitar area Bangmod, Bangkok. Selain itu, terdapat program serupa dengan lokasi yang berbeda seperti NgajiChula (Ngaji Chulalongkorn), Ngaji-KU (Ngaji Kasetsart University), dan lainnya. Program tersebut sengaja diinisiasi oleh mahasiswa sebagai sarana menjaga khazanah keislaman di tengah tantangan Islam sebagai agama minoritas di tengah masyarakat yang dominan non-muslim.
Dalam kegiatan ngaji seperti itu, gelaran acara yang dilakukan meliputi tilawah al-Quran bersama, pembacaan sari tilawah, dan diskursus seputar pengetahuan umum, baik sains, teknologi, maupun sosial dengan integrase terkait nilai-nilai Islam. Hal ini sejalan dengan konsep yang dicanangkan UIN Malang sebagai Kampus Ulul Albab dalam mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman.
Diskursus semacam itu sudah seyogianya dimasifkan dalam rangka mengintelektualisasikan pengetahuan ke dalam nilai keislaman dan menginternalisasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Bersama diskursus tersebut, sudah menjadi barang tentu juga turut meningkatkan dan mempererat tali persaudaraan di antara mahasiswa Indonesia di Thailand. Harapannya, kegiatan semacam ini tetap diperjuangkan keberlanjutannya dan senantiasa mampu menjadi tempat untuk bercengkerama dan berinteraksi membangun peradaban yang beramal ilmiah dan berilmu amaliyah.
KERJASAMA: Pdt. Izak Lattu, Ph.D Dekan Fakultas Teologi UKSW mengajukan kerjasama dengan UIN Maliki Malang, Jumat (28/7/2023).
HUMAS UIN MALANG-Siang ini, utusan dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga hadir di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (28/7/2923). Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag dan juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. H. A. Fatah Yasin, M.Ag dan juga Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag hadir secara langsung menyambut hangat tamu dari UKSW. Mengawali sambutannya, Prof. Umi menyampaikan permintaan maaf Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA tidak bisa hadir dikarenakan sedang menjalankan ibadah umrah. Selanjutnya Prof. Umi mengenalkan para dekan fakultas yang hadir, dan juga menyampaikan profil kelembagaan UIN Maliki Malang. Mulai dari sejarah singkat UIN Maliki Malang dan juga jumlah fakultas dan program studi program sarjana dan juga Pascasarjana beserta prodinya. "UIN Malang berupaya mengembangkan studi Islam dan kearifan lokal," paparnya. UIN Malang, kata Prof. Umi, selalu terbuka untuk menjalin kerjasama dengan pihak luar, UIN Maliki Malang mendapat mandat dari Kementerian Agama untuk menjalin relasi baik dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk bersama menguatkan moderasi beragama yang menjadi program prioritas pemerintah. "Jadi ini sangat relevan untuk menjalin kerjasama dengan lintas agama, tinggal menyesuaikan saja bentuk kerjasamanya yang sesuai dengan Tridharma perguruan tinggi," paparnya. Sehingga pengembangan kajian lintas agama akan lebih konsen untuk dilakukan jika kerjasama dengan UKSW dengan UIN Maliki Malang dilakukan. Sehingga busa menghadirkan moderasi beragama yang inklusif, moderat dan saling menghargai satu sama lain. "Sehingga mampu menghadirkan keharmonisan dan menghadirkan ajaran agama yang toleran dan penuh perdamaian," harap Prof. Umi. Hal senada juga disampaikan Dr. H. Isroqunnajah bahwa terlepas dari perbedaan UIN Maliki Malang bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) telah mengelola perbedaan antar lintas agama. Jadi kehadiran UKSW ini untuk menjalin kerjasama dengan UIN Maliki Malang ini harus di follow up dengan serius. Caranya bisa membuat satu kegiatan yang bisa disaksikan oleh dunia bahwa multikulturalisme di Indonesia ini bisa harmonis dan penuh kedamaian dan toleransi. "Setidaknya kerjasama ini harus ditindak lanjuti dengan kegiatan yang strategis," ajaknya. Sementara itu, Pdt. Izak Lattu, Ph.D Dekan Fakultas Teologi UKSW dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadirannya di UIN Maliki Malang ini untuk menjalin silaturahmi sekaligus melakukan kerjasama dengan kampus PTKIN terbaik di Malang. "Terima kasih atas sambutan hangatnya dari UIN Maliki Malang," ungkapnya. Relasi lintas agama di UKSW, kata dia, terus dikembangkan melalui pembukaan Prodi Sosiologi Agama, sehingga dengan adanya prodi baru tersebut bisa dilakukan langkah strategis untuk bisa menjalin kerjasama dengan UIN Maliki Malang. "Dengan adanya kerjasama ini para dosen dan mahasiswa UKSW bisa berkolaborasi melakukan risetnya dengan UIN Maliki Malang," tegasnya. UKSW selama ini memiliki jalinan relasi yang baik dengan temen-temen muslim, bahkan UKSW ini menyiapkan slot juga untuk mahasiswa muslim yang berminat untuk bergabung dengan kampus UKSW. "Kami terbuka sekali untuk menjalin relasi dan riset bersama," ungkapnya. "Oleh sebab itu, Saya berharap rencana kerjasama ini bisa dilakukan khususnya untuk tridharma perguruan tinggi," tutupnya.
Humas UIN Malang - Program Studi Magister Bahasa dan Sastra Arab (MBSA) di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi program Jalur Fast Track melalui Zoom Meeting (Jumat, 28 Juli 2023). Acara tersebut dihadiri oleh para Kaprodi dan sekprodi MBSA, Prof. Dr. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag., dan Dr. Laily Fitriani, M.Pd., serta Kaprodi dan sekprodi BSA, Dr. Abdul Basid, S.S., M.Pd., dan Moh. Zawawi, M.Pd.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk membantu menjawab berbagai pertanyaan dan keresahan yang mungkin dialami oleh mahasiswa yang masih meragukan atau belum yakin untuk mengambil jalur Fast Track Magister Bahasa dan Sastra Arab. Program ini merupakan sebuah kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki potensi akademik dan motivasi tinggi untuk menyelesaikan program magister dengan waktu yang lebih singkat dan intensif.
Dalam acara tersebut, dua mahasiswa alumni program Fast Track MBSA, Nusrotun Nida dan Ihwanarotama turut diundang untuk memberikan pengalaman serta kesan mereka selama mengikuti program Fast Track di prodi MBSA UIN Malang. Kehadiran mereka memberikan gambaran nyata tentang manfaat dan tantangan yang mereka hadapi selama menempuh program tersebut.
Sosialisasi Program Fast Track Magister BSA
Sosialisasi Program Jalur Fast Track MBSA ini mendapatkan respons positif dari peserta yang hadir. Mereka merasa terbantu dengan adanya kesempatan bertanya langsung kepada pihak-pihak terkait dan mendengarkan pengalaman langsung dari para alumni program Fast Track. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan minat dan kepercayaan mahasiswa dalam mengikuti program Fast Track MBSA di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
HUMAS UIN MALANG-Untuk meningkatkan jumlah publikasi dosen dan mempercepat kenaikan pangkat dosen, Fakultas Ushuludin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu mengadakan kegiatan "Workshop Penulisan Artikel di Jurnal Internasional". Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 Juli 2023, di Gedung Pelatihan Lantai 2, UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu.
Workshop tersebut menghadirkan dua orang nara sumber yang kompeten, yaitu Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, Dosen Fakultas Ekonomi dan Kaprodi S2 Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta Tim Penilai PAK Dosen Nasional. Narasumber kedua adalah Dr. Vivin Maharani Ekowati, M.Si, M.M, Dosen Fakultas Ekonomi dan editor jurnal MEC-J, Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. H. Khairuddin, M.Pd membuka acara tersebut, didampingi oleh Dr. Aan Sopian, M.Ag, Dekan FUAD. Dalam sambutannya, Wakil Rektor mengungkapkan pentingnya publikasi jurnal sebagai sarana komunikasi akademik, penyebaran hasil penelitian, pengembangan budaya akademik di perguruan tinggi, dan percepatan kenaikan pangkat dosen menuju Guru Besar.
Prof. Sani menyoroti pentingnya penulisan artikel yang substansial, mengikuti gaya IMRaD, dan memilih jurnal yang tepat untuk meningkatkan reputasi akademik. Dr. Vivin menekankan pencegahan plagiasi dengan menggunakan cek Turnitin dan mencatat referensi menggunakan tool seperti Mendeley atau Zotero.
Kegiatan berlangsung selama 2 hari dengan peserta sebanyak 41 dosen dari FUAD, yang mengajukan kepangkatan ke Lektor Kepala maupun Guru Besar. Sebelum penutupan, 5 artikel telah disubmit ke Jurnal Internasional Scopus setelah direview oleh Prof. Sani dan Dr. Vivin. Harapannya, artikel-artikel ini akan mendapatkan respon positif dari Editor Jurnal dan segera terbit. (San)