HUMAS UIN Malang - Prof. Dr. Umi Sumbulah M. Ag., selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik mengawali dengan menyampaikan informasi – informasi penting mengenai workshop penulisan bahan ajar, “Penulisan bahan ajar ini nantinya dapat berupa buku ajar atau dapat juga berupa monograf.” Ujar beliau. Kegiatan Pra workshop penulisan bahan ajar yang dilaksanakan di ruang senat rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada hari Selasa, 25 Juli 2023 ini bertujuan untuk melakukan penyamaan persepsi untuk draft tentang sistematika bahan ajar. Kegiatan ini dihadiri oleh para wakil dekan 1 seluruh fakultas di UIN Malang, Kepala Pusat Moderasi Beragama UIN Malang, Tim Lembaga Penjaminan Mutu, perwakilan dari Maliki Press, dan beberapa dosen undangan lainnya.
Para dosen yang terlibat dalam kegiatan ini diberi waktu satu pekan untuk melakukan koordinasi dengan tim masing – masing, dan kemudian berdiskusi untuk menyamakan persepsi. Adapun materinya adalah berupa keilmuan yang dapat disesuaikan dengan program studi masing – masing, insersi atau fondasi ulul albab, moderasi, dan antikorupsi.
Pra Workshop Penulisan Bahan Ajar
Dr. H. Achmad Khudori Soleh, M. Ag., selaku salah satu PIC kegiatan ini, menyampaikan bahwa salah satu dari beberapa hal penting terkait kegiatan ini adalah diperlukannya editor yang tersertifikasi. Menindaklanjuti hal tersebut, maka kedepannya akan diadakan pelatihan editor professional berlisensi LSP. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan oleh penyampaian kisi – kisi pembuatan bahan ajar versi Maliki Press oleh Dr. Saiful Amin, M. Pd., selaku Ketua Uin Maliki Press. Adapun salah satunya adalah bahwa naskah tersebut tidak boleh plagiasi dengan maksimal turnitin 30%, dan penerjemahannya harus sudah melalui tahap proofreading dari Pusat Pengembangan Bahasa UIN Malang. Prof. Dr. Umi Sumbulah M. Ag., berharap supaya bahan ajar ini dapat terbit di tahun 2023 baik dalam bentuk buku ajar ataupun monograf.
HUMAS UIN Malang - Mudir Pusat Mahad Al-Jami’ah, Dr. H. Badruddin Muhammad, M. HI., menyampaikan sambutannya dalam workshop Pengembangan Sumber Daya Musyrif/ah (PSDM), bahwa mahad ini adalah lembaga yang bertugas dan memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan keagamaan pada seluruh mahasiswa baru selama satu tahun. Oleh karena itu, sumber daya musyrif dan musyrifah harus mumpuni dan mampu melaksanakan tugas serta tanggung jawab dengan baik. Musyrif dan musyrifah ini nantinya akan didistribusikan ke mahad – mahad yang ada di kampus 1, kampus 2, dan yang terbaru adalah kampus 3 yang akan selesai dibangun pada Agustus mendatang, sehingga akan bisa segera ditempati. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, juga menyampaikan bahwa menjadi musyrif dan musyrifah dapat meningkatkan kemampuan leadership dan manajemen yang lebih baik.
Kegiatan yang bertempat di Aula Rektorat lantai 5 ini diikuti oleh 322 peserta, yang terdiri dari musyrif/ah, santri tahfiz, dan takmir masjid. Peserta workshop ini tentunya adalah mereka yang terpilih dan telah mengikuti serangkaian seleksi, mulai dari administrasi, membaca Alquran, tes tulis dan interview. Ramadhani, salah satu peserta yang mengikuti PSDM ini sangat bersyukur bisa mengabdi menjadi musyrif. “Alhamdulillah, dengan mengikuti Workshop PSDM Musyrif/ah membuat semangat dan niat lebih tertata lagi, apalagi di periode tahun ini saya diamanahi untuk menjadi musyrif di Mahad Kampus 3 yang mana sangat jauh dari tempat perkuliahan saya di kampus 1. Meskipun dengan jarak yang sangat jauh, tidak membuat saya putus semangat dalam mengabdi di MSAA.” Jawabnya saat ditanya bagaimana perasaan menjadi musyrif di kampus 3.
Workshop yang dilaksanakan pada Selasa (25/7) ini diisi dengan penyampaian materi terkait pembinaan ta’lim dan sistem akademik ma’had oleh pemateri yang luar biasa. Materi pertama terkait ta’lim afkar disampaikan oleh Kyai Syuhadak. Beliau menyampaikan bahwa ta’lim afkar diberikan kepada mahasantri di ma’had atas dasar 4 pilar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, serta kematangan professional. Para musyrif dan musyrifah diharapkan mampu turut menyukseskan program ta’lim afkar ini dan dapat membantu agar kelas – kelas berjalan dengan kondusif. Topik selanjutnya adalah terkait ta’lim Alquran, yang disampaikan oleh Kyai Hasyim. Beliau menyampaikan bahwa ta’lim Alquran ini terdiri dari 6 jenis, yaiti ta’lim itu sendiri, tashih, tadarus Alquran, bengkel baca Alquran, wisuda juz amma, dan evaluasi. Adapun pemateri terakhir adalah Ustad Ahmad Subeh yang menjelaskan mengenai sistem akademik ma’had. Hal ini berakitan dengan presensi mu’allim dan mu’allimah, baik secara online ataupun secara manual oleh musyrif dan musyrifah, presensi mahasantri, serta perekapan nilai.
HUMAS UIN Malang – Mahasiswa KKN Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Malana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar berjudul “Sejarah Islam Thailand: Jejak masuknya islam di Thailand, dan perkembangan islam dari masa ke masa di Thailand”. Seminar ini dilaksanakan di Masjid Al Istiqomah, Bangmot, Bangkok, Thailand. Acara tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan untuk mewujudkam moderasi beragama, meningkatkan pemahaman dan saling mengenal budaya serta sejarah islam di wilayah Asia Tenggara.
Seminar yang dilaksanakan pada 22 Juli 2023 ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa S1, S2, S3 dan masyarakat setempat. Mereka sangat antusias untuk mendengarkan paparan tentang perkembangan islam di Thailand dan bagaimana sejarahnya islam dapat berkembang dengan aman dan mendapatkan perhatian oleh raja Thailand.
Dalam pembukaan acara, Ketua Panitia KKN Internasional UIN Malang, Khairul Ikhsan menyatakan, “Seminar ini merupakan wujud moderasi beragama untuk memperkuat hubungan antarbangsa dan memperkaya wawasan keislaman di kawasan Asia Tenggara. Kami berharap melalui seminar ini, peserta dapat memahami lebih dalam tentang peran Islam dalam membentuk sejarah di Thailand dan dampaknya bagi peradaban di kawasan ini.”
Narasumber dalam seminar ini adalah ajarn (guru) Sukre Sarem, Sekretaris Masjid Al Istiqomah dan sekaligus pakar keislaman Thailand yang telah melakukan penelitian mendalam tentang sejarah perkembangan agama Islam di Thailand dari waktu ke waktu. Beliau menyajikan data-data yang menarik dilengkapi dengan foto dan berbagai peristiwa penting antara dirinya dan raja dalam menyoroti keterkaitan antara Islam di Thailand dengan budaya di thailand. Ajarn Sukre menyebutkan bahwa “Saya telah menulis ini semua dan melakukan penelitian mengenai muslim di Thailand, Jumlah masjid yang ada di Thailand dan peristiwa peristiwa penting antara islam dan raja di Thailand. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik, raja selalu mensupport dan tidak ada permasalahan dengan warga muslim di Thailand, sehingga muslim Thailand saat ini lebih merasa aman untuk bertempat tinggal dan melaksanakan ibadah”
Dalam sesi tanya jawab, peserta seminar aktif berdiskusi dan bertukar pikiran, mencermati berbagai peristiwa bersejarah yang telah membentuk identitas agama dan budaya di Thailand. Seminar ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kerjasama akademis dan budaya antarbangsa.
Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan oleh panitia kepada narasumber sebagai tanda terima kasih atas kontribusi ilmiahnya dalam seminar ini. Mahasiswa KKN Internasional UIN Malang berharap bahwa kegiatan semacam ini akan terus diadakan untuk memperkaya pengetahuan dan meningkatkan pemahaman tentang peradaban Islam di Asia Tenggara
HUMAS UIN Malang – Tak tanggung-tanggung, sebanyak 7 Mahasiswa Fakultas Humaniora berhasil lolos MOSMA (MORA Overseas Student Mobility Awards) 2023 dan menjadi kebanggaan bagi UIN Malang. Mereka adalah Riska Andriani (Buffalo State University), M Farhan Abdillah Arif (Columbia University), Jihan al Humairoh (Columbia University), Santi Agustin (York College of Pennsylvania), Aulia Nailufar Firdausi Aziz (Columbia University) dan Balya Muhammad Izzat (University of Rochester) dari jurusan Sastra Inggris yang mendapatkan kesempatan belajar di Amerika, serta Muhammad Zarnubi dari jurusan Bahasa dan Sastra Arab berkesempatan belajar di Maroko. Mereka akan berangkat ke kampus tujuan pada akhir bulan Agustus dan memulai perkuliahan pada bulan September-Desember 2023.
MOSMA merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia dan merupakan salah satu implementasi dari Kurikulum Merdeka yang menawarkan program student mobility dengan durasi maksimal 6 bulan. Para mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini akan mendapatkan kredit yang dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS) di kampus asal mereka. Adapun komponen pendanaan dari program ini berupa tuition fee, biaya transportasi, visa, asuransi, living allowance, dan settlement allowance.
Riska Andriani, salah satu penerima MOSMA sangat bersyukur dengan kesempatan yang dia dapatkan untuk bisa belajar di Amerika. “Pengen improve our knowledge sih, karena kan aku dari Sastra Inggris, jadi ingin lebih mendalami ilmu dan sosial budaya yang ada di sana.” Jawab Riska saat ditanya alasan mengapa mengikuti MOSMA.
Program MOSMA ini terbilang sangat ketat untuk diikuti karena setiap pendaftar harus menyertakan sertifikat bahasa Inggris/Arab untuk diseleksi. Tak berhenti disini, bagi peserta yang lolos administrasi, mereka harus menyiapkan diri untuk mengikuti tes wawancara menggunakan bahasa asing.
Balya, mahasiswa Sastra Inggris yang menerima program MOSMA ini merasa takut ketika berada di Luar Negeri. “Takut aja, gimna nanti makannya di sana. Harus nanya-nanya dulu dimana tempat makan makanan halal.” Ujurnya.
Kesempatan ini merupakan gerbang emas bagi masa depan ke-7 Mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Malang. Semoga dengan adanya program ini, mereka dapat berkembang dan mewujudkan mimpi-mimpinya melalui belajar di kampus Luar Negeri. Selamat untuk kalian, kami bangga dengan prestasi ini.
HUMAS UIN MALANG – Sebagai tanda kelulusan resmi dan menyandang gelar sarjana pendidikan, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Kegiatan Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2022/2023 pada Jumat pagi (21/7), bertempat di Aula Rektorat UIN Malang. Diikuti oleh 523 calon wisudawan dan wisudawati serta dihadiri oleh dekanat dan pimpinan masing-masing program studi.
Berdasarkan Laporan Akademik yang dibacakan oleh Bapak Abdul Walid, M.Pd bahwa sebanyak 523 mahasiswa yang mengikuti yudisium kali ini terdiri dari 510 mahasiswa S1 dan 13 mahasiswa Pascasarjana.
Syafiatul Maf'udah mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa Arab mampu menyelesaikan masa studi selama delapan semester dengan IPK 3,97 sekaligus lulusan terbaik FITK pada Yudisium Periode Juni 2023 tahun akademik 2022/2023. Nurma Millatina mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3.96. Selanjutnya, penghargaan pada lulusan terbaik tingkat Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) diberikan kepada Lutfi Adinda Sasabila dengan raihan IPK 3.95, dengan delapan semester. Sedangkan lulusan terbaik prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, yaitu Candra Avista dengan IPK 3.93, masa studi delapan semester. Terakhir, lulusan terbaik Pascasarjana (S2) Prodi Pendidikan Matematika diraih oleh Asfira Zakiatun Nisa’ dengan IPK 3.94, masa studi dua semester.
Sejatinya, yudisium ini sarana untuk mengevaluasi kesiapan mahasiswa dari aspek akademik maupun kemahasiswaan secara holistik terkait dengan kelengkapan syarat mendapatkan ijazah.
“Ini menjadi ajang untuk memberikan penguatan intelektual, spiritual dan soft skill para mahasiswa sehingga lebih mantap menatap masa depan,” Ujarnya.
Kemudian, ia menambahkan, meminta para wisudawan untuk tidak berhenti menuntut ilmu dan selalu mengedepankan kemampuan keilmuannya beserta karakter-karakter Islami yang diaplikasikan. Dan yang terpenting mereka dapat memanfaatkan waktu menjadi hal yang produktif.
“Ilmu yang didapatkan, mesti diamalkan demi kemaslahatan dunia dan akhirat, karena hari ini harus lebih baik daripada kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini,” Pungkasnya.
HUMAS UIN MALANG – Di antara ratusan wajah yang berseri di acara Yudisium Periode Juni tahun 2023 (21/7). Syafiyatul Maf’udah, mahasiswi S1 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab meraih IPK tertinggi dengan jumlah IPK 3,97 dan masa studi yang ditempuh selama 3 tahun 5 bulan.
Meraih IPK tinggi, ia menceritakan alasan memilih Prodi PBA di UIN Malang. Salah satunya, karena adanya keinginan meneruskan kemampuan bahasanya saat di pesantren dulu dengan dukungan dan doa restu kedua orang tua serta gurunya. “Menjadi seorang ahli di dalam bahasa Arab dan tak lupa dengan adanya restu dan Ridho dari kedua orang tua dan juga guru yang ada di pesantren,” Ujar perempuan dengan segudang prestasi itu. “Saya biasanya membagi waktu sesuai porsinya saja dan hasilnya itu lebih maksimal,” Lanjutnya.
Syafiyatul Maf’udah
Menurutnya, kesuksesan seorang itu ketika kita melihat saat kondisi susah atau tidaknya kehidupan. Padahal, di balik dari kesuksesan ini ada nilai yang bisa dipelajari, yaitu proses atau perjuangan yang harus dikorbankan. “Sukses itu tidak sekedar ketika sudah senang di ujung hasilnya, tapi banyak itu banyak nangisnya karena banyak perjuangannya, banyak hal hal yang harus dikorbankan,” Jelasnya.
Ia juga berpesan kepada adik-adik mahasiswa FITK, khususnya PBA, dalam perkuliahan itu kita mencari pengalaman dan kesempatan sebanyak mungkin karena menurutnya, pengalaman itu bisa jadi tidak dijumpai lagi ketika S2 ataupun S3, dan tidak lupa untuk tetap mempertahankan prestasi yang telah diukirnya. “Kalau bisa, carilah pengalaman sebanyak-banyaknya karena pengalaman itu tidak akan terulang seperti ketika di S1 dan tetap pertahankan terus, kalau bisa lebih ditingkatkan. semangat jangan segan segan untuk bertanya kepada kami,” Ungkap perempuan asal Jombang itu,” Nasihatnya sambal tersenyum.
Dekan FITK UIN Malang, Nur Ali beserta jajarannya mengapresiasi prestasi Syafiya dan berharap agar prestasi ini dapat ditiru oleh mahasiswa lain agar lebih semangat dan terpacu untuk lebih baik. "Saya bangga atas capaian Syafiya, IPK tertinggi se-fakultas. Semoga, prestasinya dapat menjadi umpan bagi mahasiswa yang lain terpancing untuk lebih baik lagi, agar tradisi baik ini tetap dipertahankan,” Harap beliau.
“Jika engkau ingin agar Allah tetap memberikan hal yang engkau sukai, maka gigihlah dalam mengerjakan apa pun yang Allah sukai.”
Baksos diikuti oleh beberapa kakek dan Nenek lansia
HUMAS UIN Malang - Hj. Shofiyah Zainuddin, ketua DWP (Dharma Wanita Persatuan) UIN Malang bersama anggota dan pengurusnya melaksanakan kunjungan bakti sosial ke Griya Lansia Husnul Khatimah Wajak (21/7). Kegiatan ini mengusung tema “Muharrom, Peduli Sesama dalam mewujudkan Ukhuwah Insyaniyyah.” Selaras dengan tema, Ibu-ibu DWP UIN Malang turut menyumbang dalam rangka amal Muharrom pada kegiatan baksos ini.Kegiatan dimulai dari senam lansia, sambutan-sambutan, pembagian bingkisan kepada Kakek/Nenek lansia dan para sukarelawan beserta pengurus griya, dilanjutkan dengan wisata rohani berkeliling griya. Senam lansia diikuti dengan antusias dan gembira.
Sambutan Ibu Rektor
Ibu Rektor menuturkan dalam sambutannya bahwa kunjungan ini diselenggarakan untuk memperluas tali silaturrahim serta berbagi kebahagiaan bersama Kakek/Nenek lansia yang dibina di Griya Lansia Husnul Khatimah. Melalui kegiatan ini, Ibu Rektor berharap dapat berbagi kepada para lansia dan turut membahagiakannya. “Kita semua akan melewati masa tua yang tentu saja mendambakan perhatian, kesejahteraan, dan tentunya kehangatan. Oleh karena itu, kita semua harus berempati satu sama lain.” Tambah Ibu Rektor.
Terdapat juga sambutan dari perwakilan Griya Lansia Husnul Khotimah yang menuturkan; “Griya Lansia ini milik kita bersama, bukan hanya milik saya ataupun para sukarelawan, tetapi milik semuanya. Griya ini juga dapat beroperasi karena orang-orang dermawan yang turut berkontribusi menyumbang.” Ujar Bu Mufi.
HUMAS UIN MALANG – Memperingati hari catur sedunia yang tepat pada hari ini Kamis (20/7), atlet catur UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berbenah dan berlatih untuk meningkatkan kompetensinya di bidang percaturan.
Salah satu atlet catur UIN Malang yang berhasil meraih cukup banyak kemenangan sekaligus mengharumkan nama Kampus Ulul Albab, Catur Adi Sagita. Beberapa kejuaraan yang pernah ia ikuti seperti, Petra Chess Competition mendapatkan Juara 3 Kategori Single Blitz pada tahun 2023, Juara 1 Kategori Catur Cepat Putera di ajang PESONA UIN tingkat nasional tahun 2022 silam.
Catur tertarik menekuni bidang catur ini awalnya karena coba-coba dan terus mengembangkan kemampuannya dengan melawan orang-orang dewasa di sekitarnya. “Seru sih, mas. Kalau mengalahkan orang dewasa, seperti ada rasa bangga dalam diri. Sampai sekarang jadi termotivasi untuk berkembang,” Jawabnya. Lebih lanjut, Catur menceritakan pengalaman yang sering terjadi. Misalnya, teknis bermain harus cekatan. “Pada game 1 dan 2 itu diusahakan harus menang, karena itu jadi titik biar bisa masuk top 3, kalau kalah di awal, game selanjutnya kita harus menggebu-gebu biar menang terus hingga masuk top 3,” Jelasnya.
Ketua Cabang Catur UIN Malang, Ravi Mahendra mengungkapkan bahwa perlu adanya pelestarian catur kepada khalayak umum, yang dinilai sedikitnya minat dari masyarakat terhadap bidang ini. “Penting untuk melestarikan catur di kalangan masyarakat, karena sekarang sudah mulai turun minat masyarakat pada olahraga ini,” Ungkap Saklar, sapaan akrab Ravi Mahendra.
Menurut Saklar, sapaan akrab Ravi Mahendra, menjadi atlet catur itu asik dan menyenangkan karena dengan bermain catur membuat penasaran untuk berpikir lebih focus. Inilah yang membuat dirinya tertarik menekuni olahraga catur. “Dulu, coba-coba bermain catur. Asik dan seru karena bikin kita mikir dan penasaran terus,” Katanya.
UKM Catur UIN Malang siap bertanding di PEMPROV Jatim II
Saat ini, tim Catur UIN Malang sedang berlaga di POMPROV yang berlangsung di Jember. Ravi berharap dan meminta doa serta dukungan kepada seluruh warga UIN Malang agar pulang membawa prestasi yang membanggakan. “Mohon doa dan dukungan di ajang POMPROV di Jember, semoga kami mendapatkan juara pada cabang catur ini dan bisa membanggakan kampus,” Harapnya.
UIN MALANG-Posisi Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di suatu lembaga pendidikan seharusnya menjadi basis akademis. Artinya, PSGA diharapkan dapat berkontribusi positif dalam pengambilan keputusan atau kebijakan strategis yang tentunya ramah gender dan anak. Tak hanya itu, keberadaan PSGA di kampus dianggap urgen karena perannya dalam penyelesaian isu-isu kekerasan seksual ataupun isu lainnya yang terkait mental. Karenanya, PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengumpulkan para dosen dan tendik di lingkungan kampus dalam Focus Group Discussion (FGD) Dewan Pakar Gender yang bertema Menuju Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG). Acara yang berlangsung sehari ini bertempat di Ruang Pertemuan Gedung Perpustakaan Pusat lt. 1, Kamis (20/7). Dalam pelaksanaannya, FGD didesain sebagai acara yang full diskusi. Setiap pakar dan dosen hadir berkesempatan menyuarakan pengalaman atau concern-nya selama berkecimpung menangani isu gender dan anak. Seperti yang terlihat saat Prof. Dr. Mufidah, M.Pd. menyampaikan beragam pengalaman yang pernah ia alami selama bertahun-tahun berkecimpung di ranah studi gender. Menurutnya, meski saat ini isu gender equality sudah marak diperbincangkan, namun praktiknya tidak maksimal. Ia memberi contoh di kancah perpolitikan, "Maskulinitas di dunia politik itu masih luar biasa besar karena wanita masih dianggap beban." Terkait posisi PSGA di sebuah perguruan tinggi, ia berkomentar, seharusnya PSGA tidak fokus menangani orang-orang bermasalah. "Seperti yang sampai saat ini terjadi, akhirnya PSGA isinya penuh masalah," imbuhnya. Menurut Prof. Mufidah, PSGA perlu disupport dengan unit Woman Crisis Center dan Family Corner untuk menampung segala permasalahan. Sehingga, PSGA fokus pada melebarkan sayapnya dan mengokohkan posisinya sebagai pusat studi yang memiliki kedudukan strategis dalam pembangunan kampus.
Di awal acara, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Sudirman Hasan, MA. setuju jika dikatakan PSGA memilik posisi strategis dalam lembaga sekelas universitas. Pasalnya, universitas berisi banyak mahasiswa di usia mencari jati diri dan membangun relasi. Pada aplikasinya, mereka sering menggunakan cara yang beresiko tinggi yang tidak disadari sejak awal. "Sering sekali kami temukan para mahasiswa yang sedang dalam pencarian jodoh ini, melewati norma-norma yang seharusnya dijaga," tutur Prof. Sudirman. Karena itu, PSGA diharapkan dapat memberi edukasi secara konsisten dan memfasilitasi mereka yang membutuhkan bantuan moral. "Kita tentunya berharap tidak ada lagi kekerasan yang terjadi. Kalaupun ada, semoga masalah itu teratasi secara profesional sehingga tidak ada pihak yang dirugikan," paparnya. Sementara itu, Dr. Istiadah, MA., Kepala PSGA UIN Malang menyatakan pihaknya ingin agar FGD yang dilaksanakan sehari ini dapat secara maksimal membincang isu-isu sekaligus solusi-solusi yang kontributif. Dengan menghadirkan para pakar dan dosen yang concern dengan isu gender, ia yakin pelaksanaan FGD ini tidak sia-sia. (nd)