Daftar Kategori: Ulasan


Kitab Kuning dan Tantangan Peradaban Dunia Baru
Abadi Wijaya Rabu, 12 Juli 2023 . in Berita . 1640 views

 

5724_halaqoh.jpg
HALAQAH: Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si saat menjadi moderator dalam sesi planery 1 dalam perhelatan Halaqah Ulama Nasional di Ponpes Sunan Drajat Lamongan. Rabu (12/7/2023).

 

HUMAS UIN MALANG-Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, hadir langsung dalam ajang Halaqah Ulama Nasional Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, pada Rabu (12/7/2023).

Neng Ilfi, panggilan akrabnya, dipercaya menjadi moderator pada sesi diskusi panel yang membahas tema "Kitab Kuning dan Tantangan Peradaban Dunia Baru" dalam Halaqah Ulama Nasional ini. Dua narasumber yang juga tokoh NU turut hadir, yaitu Rais Syuriyah PBNU KH. Masdar Farid Mas'udi dan Prof. Dr. KH. M. Machasin, MA.

5722_hal.jpg

Dalam paparannya, Neng Ilfi menyampaikan bahwa membaca kitab kuning bagi para santri dan kiyai menghadapkan mereka pada berbagai produk ilmu, seperti fikih, aqidah, dan muamalah. Namun, metode belajar kitab kuning yang selama ini dianggap sangat sulit memerlukan terobosan agar kitab kuning tetap bisa dipelajari dengan mudah di era 4.0 ini. "Kemampuan membaca dan mengkaji kitab kuning memang mengalami penurunan," ujarnya.

Hal ini dikarenakan banyak yang menganggap bahwa pembahasan kitab kuning dalam era digital ini tidak lagi relevan dengan zaman. Oleh karena itu, pembahasan kitab kuning tidak bisa terlepas dari peran kiai, guru, dan juga persoalan akhlak terhadap para santri. "Intinya, keberadaan kitab kuning ini harus bisa menerima keterbukaan pemikiran, sehingga kitab kuning dapat lebih fleksibel dan dekat dengan masyarakat," tegasnya.

5723_laqoh.jpg

Dalam diskusi panel tersebut, Rais Syuriyah PBNU KH. Masdar Farid Mas'udi dan Prof. Dr. KH. M. Machasin, MA, juga memberikan pandangan mereka terkait tantangan yang dihadapi dalam mempelajari dan memahami kitab kuning. Mereka sepakat bahwa penurunan minat dalam mempelajari kitab kuning dapat diatasi melalui inovasi metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, menyampaikan harapannya agar terdapat terobosan dalam pembelajaran kitab kuning sehingga tetap menarik bagi generasi muda. Dia juga mengajak semua pihak untuk membuka diri terhadap perubahan dan keterbukaan pemikiran agar kitab kuning dapat terus berkembang dan bermanfaat dalam menghadapi perubahan zaman.

5725_ulama.jpg

Halaqah Ulama Nasional Nahdlatul Ulama merupakan ajang penting yang dihadiri oleh para ulama dan tokoh agama untuk membahas isu-isu terkini dan memberikan pandangan terkait tantangan dalam menjaga keaslian dan relevansi ajaran Islam di era modern.

Lebih Lanjut »
Perkuat Moderasi Beragama, Gus Ulil Ajak Akademisi Agar Lebih Kaya
Abadi Wijaya Selasa, 11 Juli 2023 . in Berita . 426 views
5726_siapa.jpg

 

HUMAS UIN MALANG – Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosial Budaya LP2M UIN Malang mengundang KH. Ulil Abshar Abdalla sebagai pembicara utama di Kajian Literacy Enrichment on Religious Moderation di Aula Micro Teaching, Selasa (11/7).
Gus Ulil, sapaan akrab KH. Ulil Abshar Abdalla, beliau menyampaikan narasi moderasi beragama di tengah para akademisi UIN Malang dengan santai dan lugas. Dalam penyampaiannya, beliau menyebutkan konsep dasar moderasi beragama, menurutnya, moderasi beragama ini sebagai eksplorasi dari dua dimensi (kepentingan pemerintah dan kepentingan masyarakat) yang sejalan dengan tema yang diangkat.
“Pertama, dimensi pemerintah sebagai respon aktif terhadap dinamika baik secara nasional maupun global yang bersifat regulatif, membatasi dengan aturan. Sedangkan dimensi kedua itu kepentingan masyarakat entitasnya berada dalam keberagaman yang bersifat ekploratif, memperkaya tanpa adanya batasan-batasan,” terangnya.
Ia menambahkan, hal ini tidak lain adalah buah dari kompromi politik. Moderasi beragama berawal dari gagasan yang muncul dan dimiliki oleh umat Islam. Semula, bacaan ini sebagai skrip partikular di tubuh umat Islam yang kemudian diupgrade menjadi skrip yang digeneralisir guna menanggapi dinamika dalam kehidupan beragama.
“Wacana ini yang semula merupakan wacana partikular, kemudian menjadi wacana universal, artinya digeneralisir,” paparnya.
Beliau juga menerangkan bahwa moderasi beragama muncul karena terjadinya dinamika dalam tubuh umat Islam. Akan tetapi, kita tidak bisa menggunakan perspektif Islam saja saat menjelajahi moderasi beragama, karena kondisi Indonesia dengan kebhinekaan dan keberagamannya yang harus melibatkan perspektif agama lain.
Sejak Kemenag RI merilis dokumen “Moderasi Beragama” pada tahun 2019, bacaan moderasi beragama sudah menjadi sebuah politik keagamaan yang disiasati oleh pemerintah dalam mencegah baik ekstremisme ataupun radikalisme.
Beliau memandang politik “moderasi beragama” ini sebuah gagasan yang bukan sekedar muncul dari ruang kosong. Tetapi gagasan itu mempunyai “silsilah” dan genealogi.
Dari segi genealogi, ada tiga silsilah atau sumber gagasan bagi moderasi beragama yang disumbangkan oleh beberapa kalangan. Pertama, pemikiran dari Nahdlatul Ulama. Yang kedua, ide yang bersumber dari Muhammadiyah. Yang terakhir, tak kalah penting , pembaharuan yang bersumber dari tokoh reformis dan intelek, salah satunya Nurcholish Madjid yang pemikirannya mewarnai sumbangsih terhadap pembacaan moderasi beragama ini.
“Tiga silsilah yang bersumber dari NU, Muhammadiyah, dan tokoh reformis yang berhasil dicampur hingga menjadi adonan moderasi beragama sebagaimana dirumuskan oleh Kemenag,” pungkasnya. (sf)
Pewarta: Sulthan Elsyam
Fotografer: Sulthan Elsyam
Editor: Abadi

Lebih Lanjut »
Gus Ulil: Wacana Moderasi Beragama Milik Semua Umat
Iffatunnida Selasa, 11 Juli 2023 . in Berita . 768 views
5719_gus.jpg

UIN MALANG-Masih menjadi bahasan yang menarik, moderasi beragama menjadi tema utama dalam pembicaraan KH. Ulil Abshar Abdalla di hadapan sivitas akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (11/7). Dalam materinya, ia mencoba membicarakan tema tersebut dalam perspektif yang berbeda. Alasan Gus Ulil, sapaan akrabnya, moderasi beragama adalah wacana yang sangat luas sehingga jika ditilik dalam bahasan yang sempit, justru tidak akan terlihat sisi uniknya.
Saking luasnya bahasan tersebut, Gus Ulil menuturkan bahwa moderasi beragama bukan lagi wacana yang partikuler, "Namun saat ini sudah menjadi bahasa universal. Bahasan semua umat," jelas menantu KH. Mustofa Bisri itu. Jika hanya memusatkan moderasi beragama di kalangan Muslim, maka akan sangat keliru.

5720_gus1.jpg

Memang benar, lanjutnya, moderasi beragama muncul karena terjadinya dinamika dalam tubuh umat Islam. Namun karena ini Indonesia dengan kebhinekaannya, maka tidak bisa menggunakan perspektif Islam saja saat menjelajahi moderasi beragama. Karena itu, Kementerian Agama Republik Indonesia mengajak seluruh tokoh agama yang ada di Indonesia untuk merumuskan hal ini.
Di awal membawakan materinya, Gus Ulil menyinggung dasar konseptual moderasi beragama. Menurutnya, ada dua kepentingan ketika membicarakan tema ini. Pertama, bahwa dalam moderasi beragama ada kepentingan pemerintah. Tema ini merupakan bentuk respon aktif pemerintah tentang dinamika global yang terjadi di tengah masyarakat Islam, yang merupakan golongan mayoritas di Indonesia. Pemerintah mencoba menjadi mediator di tengah banyaknya tantangan, seperti kasus kekerasan, radikalisme, Islamisme, dan jihadisme. Tantangan-tantangan ini menurut pemerintah perlu dicarikan solusi. Sebagai pemegang regulasi, tentu tugas utama mereka adalah membuat aturan-aturan yang implementatif dan aplikatif agar tidak ada lagi chaos dan ketidakstabilan. "Maka, di sudut pandang ini, pemerintah memiliki kepentingan regulatif dalam wacana moderasi beragama," tambah Gus Ulil.

5721_gus2.jpg


Kepentingan selanjutnya adalah milik masyarakat. Di sisi ini, ada istilah kepentingan eksploratif. Berbeda dengan pemerintah sebagai regulator, tugas masyarakat adalah menggali sebanyak mungkin apa saja yang bisa dipelajari dari wacana tersebut. Sebagai masyarakat, ketika membahas moderasi beragama, tentunya akan memiliki point of view yang sangat berbeda dari pihak pemerintah.
Gus Ulil mengapresiasi adanya kajian moderasi beragama di dalam institusi pendidikan seperti UIN Malang. Ia yakin, dalam lingkup edukasi, bahasan tersebut akan dieksplor dari sudut pandang yang beragam. "Di tengah masyarakat, tentu ada pergulatan, diskusi, juga ragam argumen yang pro dan kontra yang tentunya akan memperkaya literasi moderasi beragama ini," paparnya.
Gus Ulil menjadi pembicara utama dalam Kajian Literacy Enrichment on Religious Moderation yang dihelat oleh Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosial Budaya di bawah naungan LP2M UIN Malang. Dalam kajian yang bertempat di Aula Gedung Micro Teaching tersebut, Mokhammad Yahya, Ph.D, kepala pusat studi tersebut menyatakan, pihaknya ingin agar bahasan moderasi beragama selalu hidup di kalangan pendidikan. Hal ini menurutnya adalah salah satu upaya kampus untuk memutus tali radikalisme yang masih sering terjadi. Dalam forum tersebut, turut hadir pula Rektor UIN Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. (nd)

Lebih Lanjut »
Ajak Seluruh ASN UIN Malang Sukseskan PMB 2023
Abadi Wijaya Senin, 10 Juli 2023 . in Berita . 521 views
5718_inam.jpg
Kepala SPI UIN Maliki Malang Dr. H. Muhammad In’am Esha saat memimpin apel. Senin (10/7/2023).

HUMAS UIN MALANG-Ketua Satuan Pengawas Internal UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Muhammad In’am Esha, memimpin apel pagi hari ini. Dalam arahannya, dia mengajak seluruh keluarga besar UIN Maliki Malang untuk aktif mensukseskan kegiatan yang sangat penting, yaitu penerimaan mahasiswa baru (PMB) Jalur Mandiri. Apel pagi tersebut berlangsung pada hari Senin (10/7/2023).
Dr. H. In'am Esha menekankan kepada seluruh ASN UIN Maliki Malang agar memahami dengan baik mengenai jalur masuk PMB yang ada di kampus tersebut. Dia meminta agar tidak ada satupun ASN yang tidak mengetahui informasi mengenai jalur PMB di UIN Maliki Malang. "Jangan sampai ada yang mengatakan tidak tahu soal informasi PMB, karena ini menjadi hajat dan kewajiban kita bersama untuk memahami jalur PMB di UIN Maliki Malang ini," tegasnya.
Menurutnya, hal ini merupakan tugas penting dan tanggung jawab bersama bagi seluruh ASN. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlangsungan UIN Maliki Malang yang tercinta. PMB ini menjadi perhatian utama bagi seluruh civitas akademika UIN Maliki Malang. Pasalnya, keberlangsungan kampus UIN dengan logo ulul albab ini sangat ditentukan oleh proses penerimaan mahasiswa baru. Semakin banyak minat untuk bergabung, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap keberlangsungan pendidikan tinggi di UIN Maliki Malang. "Sekarang kita dihadapkan pada persoalan persaingan yang semakin ketat, terutama di bidang pendidikan tinggi baik di PTN maupun PTS," paparnya.
Oleh karena itu, Dr. H. In'am Esha menekankan bahwa seluruh ASN harus mampu mengajak calon mahasiswa baru agar memiliki minat untuk kuliah di UIN Maliki Malang. "Bagaimanapun, kampus ini membutuhkan peran nyata dari seluruh ASN di lingkungan UIN Maliki Malang agar senantiasa dapat menyebarkan informasi PMB seluas-luasnya dan mengajak calon mahasiswa baru untuk kuliah di kampus ini," ujarnya dengan tegas.

 

Reporter: Ajay

Fotografer: Ajay

Editor: Ajay

Lebih Lanjut »
MENWA UIN Malang Kembali Berjaya di Ajang Nasional
Abadi Wijaya Minggu, 9 Juli 2023 . in Berita . 781 views
5727_menwa.jpg
Membanggakan

 

HUMAS UIN MALANG-Universitas Jember dengan sukses menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat nasional pertama yang diikuti oleh resimen mahasiswa dari seluruh Indonesia. Lomba ini melibatkan tiga kategori ketangkasan, yaitu bongkar pasang senjata, halang rintang, dan lempar pisau dan kapak, serta dua kategori lainnya, yaitu menembak dan lintas alam.
Kompetisi ini digelar di Secaba Rindam V Brawijaya, Jember, dan berhasil menarik perhatian dari 63 perguruan tinggi yang berpartisipasi. Peserta yang berkompetisi berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mereka bertanding dengan semangat tinggi untuk meraih gelar juara dalam lomba resimen mahasiswa.
Dalam kategori ketangkasan, peserta ditantang dalam tiga jenis lomba. Lomba pertama adalah bongkar pasang senjata, di mana peserta harus menggunakan senjata SSAN, yaitu senapan serbu yang biasa digunakan oleh TNI. Lomba kedua adalah halang rintang, yang terdiri dari 20 jenis rintangan yang menantang. Lomba ketangkasan ketiga adalah lempar pisau dan kapak, di mana peserta harus menunjukkan ketepatan dan keahlian dalam melempar objek tersebut.
Tak hanya itu, ajang ini juga memasukkan lomba menembak, di mana peserta diuji kemampuan menembak dengan akurasi tinggi. Lomba terakhir adalah lintas alam, di mana para peserta harus menyelesaikan jalur sepanjang 5 kilometer dengan menggunakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) lengkap, termasuk helm safety dan tali safety. Kecepatan dan waktu yang tepat menjadi faktor penentu dalam lomba ini.
Tiga peserta yang menunjukkan kemampuan luar biasa dalam kategori ketangkasan dan lintas alam berhasil mencuri perhatian. Aurin Priluna Andianto BSA 20, Lukman Wahid Akuntansi 22, dan Nurwahidah BSA 20 berhasil meraih gelar juara dalam lomba ketangkasan. Mereka menunjukkan prestasi yang gemilang dalam bongkar pasang senjata, lempar pisau dan kapak, serta mengatasi semua rintangan dalam halang rintang.
Nurwahidah juga berhasil meraih dua penghargaan, yaitu juara kedua dalam lomba ketangkasan putri dan lomba lari lintas alam putri. Prestasinya yang gemilang tidak hanya dihargai dengan piala, tetapi juga dengan dana dan sertifikat penghargaan.
Setelah kompetisi selesai, seluruh peserta dan panitia mengadakan acara malam kebersamaan dan study tour pada tanggal 9 Juli. Acara ini menjadi momen berharga untuk mempererat persahabatan dan memperluas wawasan di antara para peserta.
Dengan suksesnya ajang olahraga tingkat nasional ini, Universitas Jember membuktikan diri sebagai tuan rumah yang mampu menggelar kompetisi dengan baik. Mereka memberikan pengalaman yang berkesan bagi semua peserta dan menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung olahraga mahasiswa di Indonesia.

Pewarta: Ahmad Muzaini dan Syaputri Maharani

Foto: Dok Menwa

Editor: Ajay

 

Lebih Lanjut »
Peserta KKN Persemakmuran 2023 Resmi Diberangkatkan
Iffatunnida Jumat, 7 Juli 2023 . in Berita . 1221 views
5715_budal.jpg

UIN MALANG-Pasca pembekalan sehari sebelumnya, 170 peserta KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel resmi diberangkatkan secara simbolis oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., Jumat (7/7). Para peserta, dosen pembimbing lapangan, pihak LP2M, serta ketua Kecamatan Dau menghadiri seremonial pemberangkatan tersebut di depan Gedung Rektorat. Rektor menyatakan, belum pernah ada gebrakan program kolaborasi antar perguruan tinggi seperti yang digagas oleh instansi pendidikan tinggi Ex IAIN Sunan Ampel ini.
Karenanya, rektor merasa bahwa KKN kolaborasi kali ini terasa spesial dan luar biasa. Keempat kalinya terlaksana, tahun ini UIN Malang mendapat giliran sebagai host, setelah tahun sebelumnya bertempat di UIN SATU Tulungagung. Rektor juga mengapresiasi bahwa para mahasiswa yang mengikuti KKN kolaborasi ini berasal dari program studi yang berbeda-beda. Dengan begitu, masyarakat di lingkungan KKN nanti akan mendapat manfaat dari beragam latar belakang keilmuan yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. “Ibaratnya kalian itu Toserba atau toko serba ada. Apa yang dibutuhkan masyarakat, bisa diakomodasi semuanya,” jelas Prof. Zain dalam sambutan pembukaannya.

5716_budal1.jpg

Ada tiga hal yang dipesan oleh rektor UIN Malang. Pertama, ia berharap agar seluruh mahasiswa menjaga nama almamater masing-masing. Hal itu bisa dilakukan dengan tidak berbuat kesalahan dalam hal tingkah laku. Kedua, para mahasiswa juga harus pandai menempatkan diri. Mereka dilarang menjadi sumber konflik di tengah masyarakat. “Sesuai amanah Kementerian Agama, kedepankan toleransi dan moderasi beragama,” imbuh Prof. Zain. Hal yang terakhir ialah, rektor ingin agar para mahasiswa memanfaatkan waktu KKN ini semaksimal mungkin. Caranya ialah dengan melakukan riset akademik sekaligus. Sehingga, pasca KKN, tak hanya sekadar laporan akademik saja yang didapat, namun juga ada manfaat untuk studi selanjutnya.

5717_budal2.jpg

Sementara itu, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd., Kepala LP2M UIN Malang menerangkan, bahwa KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel ini akan dilaksanakan hingga 11 Agustus mendatang. Selain bertempat di 4 desa di wilayah Kecamatan Dau, para peserta juga ada yang ditempatkan di 3 desa dalam area Kecamatan Jabung. Untuk mendampingi dan memonitori pelaksanaan KKN ini, ada 15 DPL yang terpilih dari berbagai jurusan.
Prof. Agus juga berpesan agar yang menjadi hal utama dalam pelaksanaan KKN ini ialah untuk peningkatan spiritual dan pemberdayaan masyarakat. Sesuai amanah bupati Kabupaten Malang, maka program yang dilaksanakan juga meliputi penanganan kasus stunting dan peningkatan kemampuan parenting. (nd)

Lebih Lanjut »
Fakultas Saintek Siap Berangkatkan Mahasiswa KKN Luar Negeri
Iffatunnida Kamis, 6 Juli 2023 . in Berita . 916 views
5710_kknln.jpg


UIN MALANG-Pasca mengisi Pembekalan KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel di pagi hari, Ketua LP2M dan Kepala Pusat Studi Pengabdian kepada Masyarakat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meluangkan sesi khusus untuk pembekalan peserta KKN Kolaborasi Luar Negeri dan KKN MBKM (Merdeka Belajar-Kampus Merdeka), Kamis (6/7). 9 peserta KKN Kolaborasi Luar Negeri yang akan berangkat ke Thailand tersebut merupakan mahasiswa-mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi. Sedangkan, 1 peserta lagi ialah mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mengikuti rombongan dari UIN Malang.
Ketua LP2M, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd. mengapresiasi semangat Fakultas Sains dan Teknologi yang rutin mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti KKN Kolaborasi Luar Negeri. Hal ini tak hanya akan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa sebagai peserta KKN, namun juga sebagai kegiatan pendukung universitas menuju kampus bertaraf internasional. Pasalnya, UIN Malang saat ini sedang dalam fase International Recognition seperti yang tercantum dalam Roadmap hingga 2030. “Segala kegiatan bertaraf internasional ini akan memberikan nilai plus bagi UIN Malang untuk meraih visi dan misinya,” papar Prof. Agus Maimun.
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Syaiful Mustofa, M.Pd. dalam kesempatan tersebut fokus pada mengingatkan peserta KKN akan apa yang harus mereka lakukan semasa menjalani program pengabdian. Ia meminta mahasiswa untuk memeriksa kembali program kerja yang akan dilakukan di lokasi KKN. Hal ini terkait dengan penagihan laporan kegiatan yang akan diminta pihak kampus sebagai bukti telah terlaksananya KKN Kolaborasi Luar Negeri.
Syaiful menegaskan, bahwa yang harus dieksplor oleh para peserta KKN ialah aplikasi hard dan soft skills. Karena peserta berasal dari Fakultas Saintek, maka pihak kampus berharap agar ada program berbasis internet atau website yang nantinya ditinggalkan untuk lembaga tujuan KKN. “Selain itu, di ranah hard skills, para mahasiswa bisa mengajarkan kemampuan yang dimiliki seperti bela diri, mengaji untuk grup Ibu-Ibu, ataupun mengajarkan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing bagi yang memiliki sertifikasi BIPA,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, peserta KKN Kolaborasi Moderasi Beragama yang akan berangkat ke Tanah Toraja turut hadir. Seluruh peserta KKN akan diberangkatkan secara simbolis oleh rektor UIN Malang keesokan hari (7/7) di depan Gedung Rektorat. (nd)

Lebih Lanjut »
4 Prodi Teknik UIN Malang Siap Submit
Abadi Wijaya Kamis, 6 Juli 2023 . in Berita . 2832 views

 

5708_pr.jpg

HUMAS UIN MALANG- Workshop finalisasi dan submit empat program studi (Prodi) Teknik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi agenda yang wajib diikuti sebagai bagian dari Saudi Fund Development (SFD). Keempat Prodi tersebut meliputi Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, dan Pengajuan Proposal Program Studi Teknik Elektro.
Kegiatan ini diadakan di Hotel Baobab Prigen, Pasuruan dan diresmikan langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA. Workshop ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari Rabu hingga Jumat (5-7/7/2023).

5709_rektor.jpg


Dalam arahannya, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA menyampaikan bahwa program studi Teknik yang sedang difinalisasi harus segera memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Menurutnya, kelengkapan dokumen tersebut merupakan kebutuhan mendesak agar kampus ini dapat mencapai tujuannya sebagai kampus Islam terbaik. Pemenuhan standar pendirian program studi Teknik sesuai Peraturan DIKTI harus dipenuhi, karena hal tersebut menjadi penentu kelayakan dan kesiapan UIN Maliki Malang untuk menambah program studi baru. Prof. Zainuddin meminta semua pihak terlibat untuk melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan agar proses submit keempat program studi teknik ini dapat berjalan lancar.
Upaya ini merupakan langkah penting menuju UIN Maliki Malang yang unggul dan bereputasi internasional. Prof. Zainuddin menekankan perlunya kerja keras, kerja tepat, dan doa yang terbaik untuk lembaga yang mereka cintai.

5711_bareng.jpg


Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kelembagaan, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag, yang juga menjadi Penanggung Jawab Pelaksanaan 4 Prodi Teknik, memberikan materi tentang Kebijakan Pembukaan Program Studi Teknik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam agenda finalisasi proposal dan submit ini, panitia juga mengundang Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah (LLDikti) Provinsi yang dihadiri oleh Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. Dyah Sawitri menjelaskan secara detail persyaratan yang harus dipenuhi saat submit maupun pada saat visitasi. Sawitri menyatakan bahwa jika persyaratan pendirian program studi telah terpenuhi, PDDIKTI siap memberikan bantuan.
"Jika semua dokumen persyaratan sudah lengkap, segera lakukan klik sebagai tanda disetujui dan menjadi dasar untuk langkah selanjutnya pada PDDIKTI, dan kami siap membantu UIN Maliki Malang," ujar Dyah Sawitri.

5712_aakk.jpg


Kepala Biro AAKK UIN Maliki Malang, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, juga menyampaikan hal serupa. Workshop finalisasi proposal Prodi Teknik dan submit ini membutuhkan konsentrasi serius dan tinggi, sehingga digelar di luar kampus dengan tim teknis yang solid dan tanpa lelah untuk mewujudkan program studi yang dimaksud. Barnoto memohon doa dari seluruh civitas akademika, mulai dari unsur pimpinan hingga cleaning service, agar dengan doa dan usaha maksimal, segala urusan ini dimudahkan oleh Allah SWT.
Kehadiran workshop ini menjadi penting dan mendesak untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Oleh karena itu, Wakil Rektor II Bidang Anggaran, Akuntansi, dan Keuangan, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, turut hadir secara kontinyu untuk mengawal dari sisi anggaran.
Dengan workshop ini, diharapkan bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat memenuhi persyaratan pendirian keempat program studi Teknik yang sedang difinalisasi. Hal ini akan meningkatkan standar kampus dan membawa lembaga pendidikan ini menuju keunggulan serta reputasi internasional.

Lebih Lanjut »
170 Mahasiswa KKN Persemakmuran Ikuti Pembekalan di UIN Malang
Iffatunnida Kamis, 6 Juli 2023 . in Berita . 1028 views
5705_exiain5.jpg

UIN MALANG-Sebelum terjun ke masyarakat pada Jumat (7/7), 170 peserta KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel diberi beragam materi oleh pihak host tahun ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada materi pertama, peserta KKN dikenalkan dengan Ketua Camat Dau, Drs. Hadi Sucipto, M.AP., karena tempat KKN nantinya akan berlokasi di wilayah kecamatan tersebut.
Dalam acara Pembekalan KKN di Aula Gedung Rektorat lt.5 UIN Malang, Kamis (6/7), Hadi Sucipto mengenalkan secara general masyarakat yang ia ayomi. Berpenduduk kurang lebih 70.143 jiwa, Kecamatan Dau mewilayahi 10 desa dan 37 dusun. Semuanya tersebar di area seluas 4.272,69 hektar. Ia juga menuturkan bahwa 60% penduduknya bermatapencaharian di sektor pertanian. Tak heran, Kecamatan Dau, banyak memiliki wisata atau spot-spot yang berbasis pertanian, seperti agro wisata hingga kawasan bumi perkemahan.

5706_exiain6.jpg


Karena letaknya yang tak jauh dari kota, tutur Hadi, Kecamatan Dau tergolong kawasan urban. Artinya, masyarakat sudah melek akan teknologi informasi, namun tidak menutup kemungkinan, sebagian lain juga masih tertinggal.
Tak hanya mendapatkan materi dari Ketua Camat Dau. 170 peserta KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel juga menerima berbagai materi dari beberapa kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Materi mengenai “Pendekatan Pengabdian Masyarakat Berbasis ABCD (Asset-Based Community Development)” disampaikan oleh Drs. Agus Afandi, Kepala Pusat PkM UIN Sunan Ampel Surabaya. Materi “Pemetaan dan Teknik Identifikasi Aset dalam Pendekatan ABCD” disampaikan Dr. Muhammad Muntahibun Nafis, Kepala Pusat PkM UIN SATU Tulungagung.
Pada sesi pasca Dhuhur, materi tentang “Mengembangkan Desain Desa Inovatif: Mengidentifikasi Masalah, Menyusun Desain dan Roadmap” dijelaskan Fery Diantoro, M.Pd.I., Kepala Pusat PkM IAIN Ponorogo. Mahasiswa juga dibekali dengan “Bentuk Kegiatan Inovatif dan Kreatif” yang dibahas oleh Dr. M. Liwa Irrubai, Kepala Pusat PkM UIN Mataram. Materi terakhir disampaikan oleh Dr. Zainal Anshori, Kepala Pusat PkM UIN KHAS Jember, yang membahas mengenai “Perubahan yang Diharapkan dari Program KKN secara Berkelanjutan”.

5707_exiain7.jpg

170 peserta KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel ini nantinya akan diberangkatkan serentak pasca seremonial pada, Jumat (7/7). Rencananya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. akan meresmikan mulainya KKN ini secara langsung di depan Gedung Rektorat. Selanjutnya, para peserta akan diantarkan menuju Kantor Kecamatan Dau. Di sana, para kepala desa dan dusun akan menyambut para mahasiswa dari 9 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (UIN Malang, UIN Surabaya, UIN Tulungagung, UIN Jember, UIN Mataram, UIN Samarinda, IAIN Kediri, IAIN Ponorogo, dan IAIN Madura). (nd)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up