Daftar Kategori: Ulasan


PROF. AGUS BERBAGI TIPS BERBAUR DI MASYARAKAT SAAT KKN
Iffatunnida Kamis, 6 Juli 2023 . in Berita . 843 views
5702_exiain2.jpg

UIN MALANG-Tentu bukan hal mudah untuk tinggal di lingkungan baru bagi mahasiswa peserta Program Pengabdian Masyarakat. Dalam Pembekalan Peserta KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel di Aula Gedung Rektorat lt. 5, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd., berbagi mengenai peluang dan tantangan saat melakukan program pengabdian, Kamis (6/7).
Hambatan utama sebelum pelaksanaan pengabdian masyarakat tentu berkaitan dengan perizinan. Baik itu perizinan dari kampus sebagai pemilik mahasiswa peserta KKN, maupun perizinan pejabat masyarakat yang menjadi tujuan KKN. Tentu saja hal ini merupakan persoalan teknis yang hanya dapat diselesaikan antara pihak yang berkepentingan, yakni pihak universitas dan pejabat di masyarakat.

5703_exiain3.jpg


Selanjutnya, masih kata Prof. Agus, akan muncul tantangan-tantangan lain di pihak peserta KKN, mahasiswa. Saat tiba di lingkungan baru, persoalan yang muncul ialah apakah para mahasiswa dapat membiasakan diri dengan masyarakat yang asing bagi mereka. Hal ini menjadi salah satu isu utama di awal pelaksanaan KKN. karenanya, Prof. Agus menuturkan, “Harus ada pembiasaan di diri mahasiswa terhadap perbedaan cara dan gaya hidup.” Mahasiswa sebagai tamu, tidak boleh bersikap seenaknya sendiri tanpa mempertimbangkan norma-norma di masyarakat setempat.
Oleh karena itu, Ketua LP2M memberikan solusinya. Ia ingin agar mahasiswa sebagai peserta KKN mencoba mencintai tempat tinggal baru mereka. “Jadikan tempat KKN itu sebagai bagian dari hidup kalian,” imbuh mantan Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan ini. Terkait budaya baru yang akan ditemui di masyarakat tempat KKN, ia ingin agar mahasiswa tidak menerima mentah-mentah. “Saring budaya baru yang kalian temui, tentunya tetap memperhatikan toleransi,” pesannya.
Saat meresmikan program pembekalan ini, Prof. Agus juga menjelaskan beberapa skema KKN yang diimplementasikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selain KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel, kolaborasi lain yang dilakukan antara lain ialah KKN MBKM, KKN Internasional, dan KKN Nusantara Moderasi Beragama.

5704_exiain4.jpg


Menurut informasi dari Kepala Pusat Studi Pengabdian Masyarakat, Dr. Syaiful Mustofa, M.Pd. Tahun ini, mahasiswa UIN Malang juga berkesempatan mengikuti KKN Nusantara Moderasi Beragama. Tahun ini, ada dua lokasi tujuan skema KKN tersebut, yakni Parepare, Propinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Halmahera Barat di Propinsi Maluku Utara. Sementara itu, untuk KKN Internasional, tahun ini UIN Malang memberangkatkan mahasiswa ke Mesir dan Thailand. (nd)

Lebih Lanjut »
KKN PERSEMAKMURAN WUJUD KEGUYUBAN KAMPUS EX IAIN SUNAN AMPEL
Iffatunnida Kamis, 6 Juli 2023 . in Berita . 1141 views
5700_exiain.jpg

UIN MALANG-Salah satu skema KKN yang diimplementasikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali dilaksanakan sambil mengisi liburan semester genap Tahun Akademik 2022-2023. Skema kali ini yang dilakukan ialah KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel yang merupakan program kolaborasi sembilan PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) di Indonesia. Kesembilan kampus Islam ini dulunya merupakan cabang dari IAIN Sunan Ampel Surabaya yang kemudian pada tahun 1997 menjadi kampus mandiri sesuai amanah pemerintah pusat.
Kepala Pusat Studi Pengabdian Masyarakat, Dr. Syaiful Mustofa, M.Pd. menyatakan, sejarah adanya KKN Persemakmuran ini dimulai pada lima tahun lalu. Saat berkumpul dalam forum bersama, kesembilan kampus sepakat untuk melakukan kegiatan kolaborasi, baik itu di bidang penelitian maupun pengabdian masyarakat. “Saat itu kami berpikir, kita ini satu darah. Pasti punya ikatan emosional. Di situlah kami berpikir apa yang bisa dilakukan bersama agar ikatan ini tetap kuat,” jelas Syaiful. Maka, muncullah ide-ide. Salah satunya ialah skema KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel yang sudah dilakukan sekian kalinya. UIN Malang pun menjadi host tahun 2023 ini. Untuk mengawali rangkaian KKN ini, seluruh peserta mengikuti Pembekalan KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel di Aula Gedung Rektorat lt.5 UIN Malang, Kamis (6/7).

5701_exiain1.jpg


Syaiful melanjutkan, tujuan utama KKN Persemakmuran ini ialah kesembilan PTKI dapat bekerja sama untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat. “Sesuai keilmuan yang kita kuasai, kita berbagi informasi dan ilmu kepada masyarakat setempat,” imbuhnya. Tak hanya itu, karena peserta KKN berasal dari perguruan tinggi Islam, maka ada tugas membangun rohani di masyarakat.
Pada sambutan pembukanya. Dr. Syaiful Mustofa juga melaporkan jumlah peserta KKN Persemakmuran Ex IAIN Sunan Ampel. Sebagai host, UIN Malang mengikutkan 110 mahasiswa-mahasiswi dalam skema KKN kali ini. Sementara 60 peserta lainnya berasal dari delapan PTKI Persemakmuran, yakni UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, UIN Mataram, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, IAIN Kediri, IAIN Ponorogo, dan IAIN Madura. Seluruh peserta akan mengabdi di area Kecamatan Dau, Malang selama sebulan yang akan dimulai pada 7 Juli. (nd)

Lebih Lanjut »
Peserta WAEJUC 2023 Belajar Membatik dan Karawitan di UIN Maulana Malik Ibrahim
Abadi Wijaya Rabu, 5 Juli 2023 . in Berita . 448 views

 

5698_ok.jpg
Belajar membatik

HUMAS UIN MALANG-Hari ini rabu (5/7/2023) Peserta Western Australia and East Java Universities Consortium (WAEJUC) 2023 tengah merasakan pengalaman yang berbeda di UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang). Acara kolaboratif ini memberikan kesempatan luar biasa kepada para peserta untuk terlibat dalam tradisi-tradisi yang ada di Jawa Timur.
Mewakili rector yang berhalangan hadir, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Isroqunnajah, M.Ag., secara resmi membuka acara ini. Dalam sambutannya, Dr. Isroqunnajah menyampaikan bahwa program WAEJUC ini sangat baik dan begitu mengesankan dan memberikan banyak manfaat. “Para peserta dari Western Australia dan Jawa Timur terlibat dalam berbagai kegiatan yang memungkinkan mereka menyelami warisan budaya yang kaya di daerah ini,” paparnya.
Pertama-tama, kata dia, peserta menikmati berbagai hidangan kuliner tradisional yang lezat, memanjakan lidah dengan cita rasa unik dan keahlian kuliner lokal. Mulai dari hidangan gurih hingga makanan manis, para peserta disuguhkan perjalanan gastronomi yang memikat.
Lalu diteruskan pengenalan budaya mulai dari tari topeng malangan. Para peserta terpesona oleh pertunjukan tari topeng yang memukau. Tarian topeng tradisional, yang terkenal dengan gerakan-gerakan rumit dan cerita yang dihadirkannya, menampilkan bakat dan keanggunan para penari lokal. “Iya para peserta terpesona oleh gerakan-gerakan ekspresif dan gestur simbolis yang membuat cerita hidup,” ujar beliau.

5699_waejuc.jpg


Momen lain yang menjadi sorotan adalah sesi praktik membuat batik tote bag. Peserta memiliki kesempatan untuk belajar seni batik, kerajinan tekstil tradisional Indonesia, dan membuat desain unik mereka sendiri pada tas tote. “Dipandu oleh instruktur yang terampil, mereka menemukan proses rumit pengaplikasian lilin dan pewarna pada kain, menghasilkan pola dan desain yang menakjubkan,” bebernya.
Selain itu, kata dia, para peserta meresapi melodi-melodi memukau dari gamelan, ansambel musik tradisional Indonesia. Mereka aktif berpartisipasi dalam pertunjukan lagu tradisional yang diiringi oleh suara-suara ritmis dari gamelan. Melodi harmonis dan makna budaya dari musik tersebut menyentuh peserta, memupuk apresiasi yang lebih dalam terhadap tradisi Indonesia.
Ketika acara ini berakhir, Dr. Isroqunnajah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para peserta atas keterlibatan aktif dan minat tulus mereka dalam program budaya di UIN Malang. Upaya konsorsium ini untuk mempromosikan pemahaman lintas budaya dan mendorong kerja sama akademik antara Western Australia dan Jawa Timur tanpa diragukan lagi ditingkatkan melalui pengalaman yang mendalam ini.
Dengan perpaduan unik antara hidangan kuliner lezat, pertunjukan yang memikat, ekspresi seni, dan harmoni musik, para penjelajah WAEJUC 2023 merasakan hari yang memuaskan dan memperkaya budaya di UIN Maulana Malik Ibrahim. Saat mereka melanjutkan perjalanan pendidikan mereka, pengalaman-pengalaman seperti ini akan meninggalkan kesan yang abadi. “Semoga para peserta WAEJUC bisa memupuk apresiasi yang lebih dalam terhadap budaya dan tradisi local di Indonesia yang beragam ini,” tutupnya.

Lebih Lanjut »
Pesan Penting dari Benchmarking UIN Malang ke Ponpes Al-Muayyad: Jaga Mutu dan Kualitas
Abadi Wijaya Senin, 3 Juli 2023 . in Berita . 936 views

 

5713_wasiat.jpg

HUMAS UIN MALANG-Surakarta, 3 Juli 2023 - Pondok Pesantren Al Mu'ayyad Mangkuyudan Surakarta menerima kunjungan dari rombongan kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturrahim serta memperluas pengetahuan mengenai pendidikan Al-Qur'an di lingkungan pesantren.
Kunjungan dimulai pada pukul 09.00 ketika rombongan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tiba di pesantren. Mereka disambut oleh HM. Faisol Rozak, S.Ag, sebagai ketua pengurus pesantren. HM. Faisol Rozak memberikan pengarahan dan sejarah berdirinya Pesantren selama kunjungan. Rombongan terdiri dari Ketua Hai'ah Tahfizh Al-Qur'an (HTQ), Drs. Abdulloh Zainur Rauf, M.HI, Sekretaris, serta para pembina HTQ, dan pengurus Ma'had Al-Jami'ah.
Al Mu'ayyad dipilih sebagai destinasi kunjungan karena pesantren ini memiliki sejarah panjang dan reputasi yang kuat dalam pendidikan Al Qur'an. Hal ini sesuai dengan fokus kegiatan HTQ yaitu menghafal dan mempelajari Al Qur'an secara mendalam. Pesantren Al Mu'ayyad Mangkuyudan Surakarta dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mengutamakan pengajaran dan pembelajaran Al Qur'an dengan metode yang terstruktur dan mendalam.
Dalam sambutannya, Ustadz Faisol menekankan pentingnya menjaga mutu dan kualitas dalam menghafal Al Qur'an, meskipun proses ini membutuhkan waktu yang lama. Ia menjelaskan betapa pentingnya kualitas dalam menghafal ayat-ayat suci Al Qur'an sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim.
Selama kunjungan, rombongan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga diberikan penjelasan tentang tahapan santri dalam menghafal Al-Qur'an sampai tuntas. Hal ini memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai sistem pendidikan di pondok pesantren dan dapat menjadi bahan untuk peningkatan kualitas sistem pendidikan Tahfizh di HTQ.
Acara kunjungan ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai tanda terima kasih dari rombongan UIN Malang kepada pengelola pesantren. Setelah itu, dilakukan sesi foto bersama di depan Pondok sebagai kenang-kenangan atas kegiatan tersebut.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Pondok Pesantren Al Mu'ayyad Mangkuyudan Surakarta dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta membuka peluang kerjasama yang bermanfaat di bidang pendidikan Al-Qur'an. Diharapkan juga kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bagi para mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim untuk lebih memahami dan mengapresiasi peran pondok pesantren dalam pembentukan karakter dan spiritualitas Muslim. (Zil)

Reporter: Manzil
Editor    : M. Khafid

Lebih Lanjut »
Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang Gelar Pembekalan Mahasiswa PKL
Abadi Wijaya Senin, 3 Juli 2023 . in Berita . 1381 views
5697_dekan.jpg

HUMAS UIN MALANG - Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang menggelar acara pembekalan bagi mahasiswa Program Kegiatan Lapangan (PKL) semester 6. Kegiatan ini diadakan khusus untuk mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Sastra Inggris guna memberikan pandangan dan pengetahuan tentang dunia kerja serta etika yang baik dalam pelaksanaan PKL. Seni (3/7/3023).
Acara pembekalan ini berlangsung di Fakultas Humaniora lantai 3 dengan dua tempat yang berbeda. Mahasiswa BSA berkumpul di Home Theater, sementara mahasiswa Sastra Inggris berkumpul di Auditorium.
Pembukaan acara dilakukan pada pukul 8 pagi oleh Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M. Faisol Fatawi, M.Ag untuk mahasiswa BSA, dan Imam Wahyudi dari Balai Pusat Latihan Perhotelan (BPLP) Brawijaya untuk mahasiswa Sastra Inggris.
Dalam sambutannya, Dr. Faisol Fatawi menekankan pentingnya etos kerja dalam dunia kerja. Beliau berpendapat bahwa sikap dan perilaku yang baik sangat dibutuhkan dalam membangun kepribadian mahasiswa untuk masa depannya. Etika kerja ini menjadi faktor penentu yang akan membantu mahasiswa memperluas relasi dan menjalin komunikasi yang baik dengan instansi yang menjadi tempat PKL mereka.
"Keterampilan teknis saja tidaklah cukup, soft skill juga diperlukan. Sebagai contoh, satu orang yang memiliki kualitas yang baik dapat mengalahkan sepuluh orang dengan kualitas rendah. Oleh karena itu, kita harus mengutamakan kualitas," ujar Dr. Faisol Fatawi kepada mahasiswa BSA.
Pembekalan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang dunia kerja kepada mahasiswa PKL Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang. Dengan memperkuat sikap dan etika kerja, diharapkan mahasiswa dapat menghadapi tantangan yang ada di dunia kerja dengan lebih baik dan sukses dalam pelaksanaan PKL mereka di beberapa minggu mendatang.

Lebih Lanjut »
UIN Malang Dapatkan Akreditasi Unggul, Capaian Kerja Keras Bersama
Abadi Wijaya Senin, 3 Juli 2023 . in Berita . 870 views
5693_apel.jpg

HUMAS UIN MALANG - Setelah libur Idul Adha, semua pegawai UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali aktif menjalankan rutinitas mereka, termasuk kegiatan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala Biro AAKK, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, pada Senin (3/7/2023).

Dalam pengarahannya, Barnoto mengajak seluruh karyawan untuk selalu bersyukur atas capaian upaya yang telah dilakukan, sehingga institusi ini berhasil mendapatkan akreditasi Unggul. "Ini merupakan hasil dari kerja keras kita bersama, dengan semua komponen yang ada di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saling bersinergi dan menguatkan," ujarnya.

5694_apelbersama.jpg

Akreditasi unggul memerlukan kerja keras dalam memperkuat budaya kerja dan akademik yang baik, termasuk di program studi yang ada di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Barnoto menjelaskan bahwa akreditasi unggul dinilai secara keseluruhan. "Jadi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara keseluruhan mendapatkan pengakuan unggul," jelasnya.

Barnoto juga melanjutkan bahwa hanya sedikit Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang mendapatkan akreditasi unggul. Saat ini, hanya ada dua PTKIN yang lembaganya mendapatkan akreditasi unggul, yaitu UIN Yogyakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. "Hanya kedua institusi ini yang mendapat akreditasi unggul, dan tentunya pencapaian ini memerlukan kerja keras di masing-masing institusi," ujarnya.

5695_hormat.jpg

Skor minimal yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) untuk akreditasi unggul adalah 361, yang merupakan akreditasi tertinggi. Hal ini harus terus dipertahankan dan tidak boleh dilepaskan dari institusi ini.

Meraih akreditasi unggul bukanlah hal yang mudah, dan hal ini selalu dikampanyekan oleh pimpinan. Dengan memiliki reputasi unggul yang diakui secara internasional, berarti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah mencapai tujuan tersebut. "Kedepannya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan sesuai dengan visinya untuk menjadi institusi unggul dengan reputasi internasional," ajaknya.

Tentu saja, tambahnya, upaya untuk mencapai reputasi internasional ini memerlukan doa dan perjuangan yang seimbang. "Semoga tahap selanjutnya dalam meraih reputasi internasional dapat segera tercapai," tutupnya.

Lebih Lanjut »
LULUS CUMLAUDE, MAHASISWI FITK BEBERKAN TIPS KESUKSESANNYA
Abadi Wijaya Sabtu, 1 Juli 2023 . in Berita . 1354 views
5692_dt.png
Sayyidaturrohimah, Wisudawati peraih IPK 3,97 (Cumlaude). Foto : dok FITK

 

HUMAS UIN MALANG- UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Wisuda Periode III tahun 2023 pada hari Selasa (27/6/2023) yang bertempat di Gedung Student Centre (SC) Kampus 1 UIN Malang. Sebanyak 800 mahasiswa diwisuda, terdiri dari mahasiswa Program Sarjana (S1) sejumlah 549 wisudawan (69%), Program Profesi sejumlah 27 wisudawan (3%), Program Magister (S2) sejumlah 190 wisudawan (24%) dan Program Doktor (S3) sejumlah 34 wisudawan (4%).

Di antara ratusan wisudawan-wisudawati dan tamu undangan dengan raut wajah bahagia di hari itu, terdapat salah seorang wisudawati yang paling berbahagia. Ya, Sayyidaturrohimah, mahasiswi S-1 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Betapa tidak, Say, Panggilan Akrab Sayyidaturrohimah, meraih IPK tertinggi di prodi maupun fakultasnya, bahkan di lingkup kampus ia menduduki urutan pertama sebagai mahasiswa dengan gelar Cumlaude unggul dari ratusan mahasiswa sarjana lainnya, dengan jumlah IPK 3,97 dan masa tempuh kurang dari empat tahun. 

Meraih IPK tinggi, ia mengungkapkan perasaannya dan menceritakan kepada Humas FITK tentang sedikit  perjalanannya dalam menuntaskan masa studi di FITK UIN Maliki Malang.

“Bahagia sekaligus bangga tentunya, setelah kurang lebih 4 tahun saya berjuang di prodi yang menurut saya tidak mudah, akhirnya saya mampu mencapai predikat cumlaude yang saya yakin menjadi incaran hampir seluruh mahasiswa,” cetusnya.

Meski IPK hanya sebuah angka, tetapi Say berpesan kepada teman-teman seperjuangan agar bersungguh-sungguh dalam berproses di masa studi (kuliah, red).

“Memang IPK cuma angka, tapi dari sini kita belajar bahwa segala sesuatu yang dengan sungguh-sungguh memperjuangkan baik secara material maupun spiritual, pasti akan membawa hasil yang membahagiakan dan patut untuk dibanggakan.” Imbuhnya.

Lebih-lebih, Say memberikan tips sekaligus berpesan kepada teman seperjuangan bahwa dalam kuliah adalah harus tekun dengan penuh inisiatif ketika belajar dan tidak hanya sekedar mengerjakan tugas. Akan tetapi perlu memahami lagi materi yang sudah diajarkan serta pandai dalam mengatur waktu diri sendiri.

“Dimulai dari hal kecil saja, nugas dengan sungguh-sungguh. Bukan hanya asal mengerjakan yang penting selesai lalu dikumpulkan. Kalau ada materi yang kurang paham, ditanyakan lalu diulangi sampai paham. Tugas itu diberikan untuk mematangkan apa yang sudah disampaikan kepada mahasiswa. Namanya kuliah pasti susah, kalau nggak susah kita nggak akan paham makna perjuangan. Dan yang terpenting jangan membiasakan menunda waktu, baiknya kita lebih bijak dalam memanage waktu” Ungkap gadis asal Ponorogo itu.

Dalam prestasinya ini, Say termotivasi dengan orang tuanya yang membuatnya tergerak untuk sedikit lebih bersusah payah demi yang terbaik untuk mereka (kedua orang tuanya, red).

“Motivasi pertama saya tentu saja orang tua. Walaupun orang tua saya bukan tipe orang tua yang menuntut lebih kepada anaknya, tapi justru itu yang membuat saya terpacu untuk mampu memberikan segala yang terbaik untuk mereka.” Ujarnya.

Bahkan, Dekan FITK UIN Malang, Nur Ali beserta jajarannya mengapresiasi prestasi Sayyidaturrohimah dan berharap agar prestasi ini dapat ditiru oleh teman-teman yang lain agar saling menginspirasi untuk sesama.

 

"Ya, kami sangat bangga dan mengapresiasi prestasi itu (Cumlaude, red). Semoga, prestasi ananda dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi mahasiswa yang lain, agar budaya akademik kita yang baik tetap terjaga dan menjadi sebuah tradisi sehat di lingkungan FITK maupun UIN Malang program-program kegiatan lainnya," ujar Nur Ali. 

 

 

Lebih Lanjut »
UIN Malang Membuka Kegiatan Penguatan Kompetensi Mahasiswa Penerima Beasiswa
Abadi Wijaya Selasa, 27 Juni 2023 . in Berita . 777 views

 

5689_bersama.jpg

 

HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan acara pembukaan kegiatan "Penguatan Kompetensi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Penerima Beasiswa Tahun 2023" dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan prestasi mahasiswa, khususnya mahasiswa penerima beasiswa. Acara ini diselenggarakan di Ruang Auditorium Utara Lt. 4, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (26/06/2023).

Pembukaan kegiatan ini dihadiri Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, Wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag, Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. H. Barnoto M.Pd.I, 2 narasumber, serta para mahasiswa penerima beasiswa dari UIN Malang.

5690_siap.jpg

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, M. Zainuddin, MA, berharap mahasiswa yang menerima beasiswa dapat lulus tepat waktu dan mampu tampil sebagai mahasiswa yang elegan dan unggul, sejajar dengan mahasiswa dari kampus lain. Mahasiswa penerima beasiswa juga diharapkan dapat berkontribusi dalam memajukan UIN Malang menjadi universitas kelas dunia. "Prestasi mahasiswa akan membawa kampus ini menuju cita-citanya yaitu unggul berputasi internasional," jelasnya.

Rektor juga menyampaikan komitmen UIN Malang dalam memenuhi syarat-syarat untuk menjadi universitas kelas dunia, salah satunya dengan meningkatkan peran dosen dan interaksi dengan masyarakat melalui program tridharma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. "Selain itu, UIN Maliki Malang juga terus memperluas kerjasamanya dengan kampus dalam negeri mapun luar negeri," bebernya.

Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Barnoto M.Pd.I, menyampaikan data mengenai jumlah mahasiswa UIN yang menerima beasiswa. Beliau memaparkan terkait data penerima beasiswa di UIN Malang mulai dari Beasiswa Tahfiz berjumlah yang diberikan kepada 146 mahasiswa, beasiswa prestasi berjumlah 126 mahasiswa di tahun 2022, KIP-Kuliah 1.163 mahasiswa.

5691_bersama.jpg

Selain itu ada juga beasiswa dari luar yaitu beasiswa santri berprestasi ada 40 mahasiswa, beasiswa PLN 70 mahasiswa, beasiswa bangkit 35 mahasiswa, Beasiswa BAZNAS 26 mahasiswa, BRI 23 mahasiswa, dan masih ada beberapa beasiswa yang lainnya. 

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag mengingatkan para mahasiswa agar menjaga Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mereka selama perkuliahan guna mempertahankan beasiswa. Seluruh penerima beasiswa juga diharapkan untuk aktif bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk meningkatkan kemampuan soft skill mereka. "Sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan reputasi kampus ini," paparnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua narasumber. Pemaparan pertama mengenai "Optimalisasi Kompetensi Mahasiswa Penerima Beasiswa Terhadap Universitas" disampaikan oleh Dr. Endah Kurniawati Purwaningtyas, M.Psi, yang merupakan wakil dekan bidang kemahasiswaan dan kerjasama fakultas psikologi UIN Malang sekaligus dosen di fakultas tersebut. Dalam materinya, beliau menekankan pentingnya pengenalan diri dan pengembangan skill yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini. Beberapa skill yang disoroti antara lain kemampuan berpikir analitis, kemandirian, pemecahan masalah, berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, penguasaan teknologi, dan kemampuan merancang teknologi. Para mahasiswa juga diajak untuk bijak dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan kompetensi mereka.

Pemaparan materi kedua mengenai "Penguatan Kompetensi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Penerima Beasiswa" disampaikan oleh Nasruloh Hadis, S.Pd., ACP, selaku Manager Digital dan training IBLU Academy-Microsoft Partner & Reseller. Beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi selama masa kuliah dan keberlanjutan belajar di era perkembangan teknologi yang pesat. Beliau juga memberikan praktik kepada mahasiswa dalam cara membuat akun website blog pribadi melalui platform Blogger.

Acara ditutup dengan foto bersama antara Rektor UIN Malang, staf, dan para mahasiswa penerima beasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa UIN Malang, terutama dalam bidang karya tulis ilmiah, sehingga mampu meraih prestasi akademik yang lebih tinggi.

Lebih Lanjut »
BANYAK HAL PENGARUHI PERUBAHAN PEKERJAAN MASA DEPAN
Iffatunnida Selasa, 27 Juni 2023 . in Berita . 1316 views
5686_hindun.jpg

UIN MALANG-Selain mendidik, tugas utama perguruan tinggi ialah membekali mahasiswa untuk siap terjun di dunia kerja ataupun masyarakat luas. Berbicara tentang dunia kerja, perkembangan selalu saja terjadi setiap tahunnya mengikuti tren atau zaman. Sebagai staf ahli Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hindun Anisa berbagi mengenai tantangan dan peluang lulusan PTKIN pada gelaran Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Periode ke-3 Tahun 2023 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Gedung Sport Center, Selasa (27/6).
Ia menuturkan, pekerjaan di masa depan akan bergantung pada beberapa perubahan. Revolusi teknologi disinyalir menjadi salah satu faktor penyebabnya. Faktor ini merubah tatanan sistem yang dulunya manual menjadi digital. Tak hanya itu, karena revolusi tersebut, penggunaan perangkat berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) meningkat yang berakibat pada berkurangnya peluang kerja bagi manusia.
Selanjutnya, masih kata Hindun, ada yang dinamakan revolusi keahlian. Hal ini berbanding lurus dengan perubahan teknologi. Revolusi keahlian menimbulkan mix dan match bersifat horizontal dan vertikal. “Vertikal berarti pekerjaan yang biasanya dilakukan lulusan SMA, dikerjakan oleh mereka dengan gelar sarjana. Sedangkan horizontal berarti pekerjaan yang dilakukan seseorang tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” jelasnya. Faktor perubahan lainnya ialah ada di selera generasi saat ini. “Generasi muda sekarang lebih menyukai hubungan ketenagakerjaan yang fleksibel dan tidak mengekang,” tutur Hindun.
Dengan zaman yang makin berkembang, tentu saja akan banyak pekerjaan yang hilang. Namun, sebagai gantinya, banyak juga pekerjaan yang bermunculan. Beberapa pekerjaan kekinian yang disebutkan Hindun ialah Analis Data, Spesialis Artificial Intelligence (AI), Ahli Big Data, dan pekerjaan lainnya yang berhubungan erat dengan sistem digital. (nd)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up