HUMAS-Hari kedua pelaksanaan PKDP Tahun 2022 diawali dengan materi yang sangat menarik, pantas untuk tidak hanya disimak sampai tuntas tapi mesti dipahami dan dimengerti oleh seluruh peserta. Mengambil tema Kebijakan Peningkatan Kompetensi Dosen PTKI, materi yang begitu penting ini disampaikan oleh Kasubdit Ketenagaan, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan IsIam (DIKTIS), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam(Ditjend Pendis) Republik Indonesia, Ruchman Basori. Acara tersebut berlangsung secara online via zoom dan bertempat di Ballroom, Hotel Ascent Premiere, Malang.Selasa(20/12)
Dalam kempatan tersebut, sungguh sangat rinci dan detail pemparan yang diberikan oleh Pak Kasubdit Ruchman ini. Bahkan dijelaskan pula berbagai problem yang seringkali dialami oleh para dosen hingga dikupas juga soal pemahaman identitas kompetensi dosen, kualitas dosen, pengembangan karier dosen hingga berbagai program yang telah dilaksanakan Kemenag pusat untuk meningkatkan kompetensi dosen PTKI selama tahun 2022 ini.
Kemudian, dari berbagai materi yang telah disampaikan ada hal yang sangat menarik tapi mengandung makna mendalam khususnya bagi para dosen, yakni tips cepat meraih karier dosen cemerlang dari Pak Kasubdit. Tipsnya adalah dengan cara menjaga kesucian empat aspek yakni yang pertama suci saat menempuh studi. "Anda semua bapak ibu dosen mesti suci dalam studi maksudnya adalah hindari hal yang bersifat plagiasi dan sejenisnya, " tegasnya. Kedua, jaga kesucian ekonomi yakni senantiasa menggunakan biaya studi dari rezeki yang halal thoiyibah. Ketiga, suci secara biologis. "Anda sebagai dosen mesti bisa menjaga diri dari berbagai perihal hawa nafsu misal yang bisa menimbulkan perilaku menyimpang atau pelecehan seksual, dll, " terangnya.
Terakhir, suci ideologis yakni raihan hasil studi dan keilmuannya tidak bertentangan dengan ideologi bangsa yakni Pancasila. Sehingga ketika seorang dosen telah banyak menimba ilmu maka wawasan keilmuannya itu semakin menambah kuat ideologi pancasila bukan sebaliknya. "Itulah tips dari Saya untuk para dosen yang ingin cepat meraih sukses kariernya, selamat mencoba dan sekali lagi semangat para peserta PKDP di UIN Maliki Malang, semoga sukses!, "pungkasnya.(ptt)
Humas-Usai materi pertama yang berisi tentang Building Learning Comitment(BLC). Maka dilanjutkan materi berikutnya yakni tentang peningkatan kapasitas Perguruan Tinggi Keagamaan yang disampaikan oleh WR I bidang Akademik UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Umi Sumbulah,M, Ag. Acara di sesi ini berada di Ballroom, Hotel Ascent Premiere, Malang.Senin(19/12)
Pada kesempatan itu dijelaskan secara detail Kebijakan Peningkatan Kapasitas PTKN oleh Prof. Umi Sumbulah, begitu sapaan akrabnya dari WR I ini. Sedangkan pokok pembahasannya meliputi hal terkait program akselerasi kompetensi lembaga antara lain: esponsibility, acountability, integrity, suistanibility dan empowerment yang biasa digabung dengan sebutan "RAISE".
Selanjutnya, masih menurut Profesor asal Blitar itu bahwa pada lima program akselerasi PTKN tadi implementasinya meliputi beberapa bidang yakni bidang akademik terutama yang berhubungan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kedua, bidang SDM yang berhubungan dengan peningkatan karier dosen dan kualifikasi kompetensi dosen serta peningkatan fasilitas atau sarpras studi lanjut dosen. Ketiga, bidang kemahasiswaan. Dimana dalam hal ini dicontohkan langsung dengan kebijakan di kampus UIN Maliki Malang menyangkut soal penguatan karakter(Ulul Albab), Study mobility program dan meningkatkan kerjasama alumni serta menyebarluaskan serapan kerja.(ptt)
HUMAS-Guna bangun support semangat para peserta Penguatan Kompetensi Dosen Pemula(PKDP) Tahun 2022 yang terselenggara atas kerjasama dari Dirjen Pendis Kemenag RI dengan UIN Maliki Malang maka pada sesi awal materi disajikan menu pelatihan Building Learning Comitmen (BLC). Acara yang berpusat di Hotel Ascent Premiere, Malang itu diikuti 120 peserta yang dibagi menjadi tiga kelas, yakni kelas A, B dan C. Senin(19/12)
Diuraikan secara ringkas oleh masing-masing narasumber dari setiap kelas bahwa pokok pembahasan materinya antara lain: Mengenali diri, Kerjasama, Komunikasi dan Komitmen. Sehingga tujuan dari materi BLC itu tidak lain yakni menjadikan peserta diklat untuk mampu mengenal diri sendiri dan orang lain, mengkomunikasikan diri, bekerja sama dan membuat komitmen belajar.
Kemudian, terkait cara penyampaian materinya sangat variatif jadi antara kelas satu dengan lainnya berbeda-beda. Namun demikian, satu hal yang sama yakni setiap narasumber memberikan materi dengan penuh ekspresif, aktif dan inisiatif. Sehingga susana di dalam masing-masing kelas nampak hidup, penuh semarak, semangat dan kompak. Perlu diketahui pada kelas A diisi oleh Bambang Sugeng Santoso, S.P., M.Si, Kelas B diisi oleh Mohammad Anung Edy Nugroho,S.E.,M.SM dan pada kelas C diisi oleh Dr. H. Jamal, M. Pd. Ketiga pemateri yang luar biasa tersebut berasal dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya.(ptt)
HUMAS-Agenda Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula(PKDP) Tahun 2022 resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Ditjend Pendis Kemenag R). Meski posesi pembukaannya via zoom, acara yang berlangsung selama lima hari kedepan ini tetap berjalan dengan lancar dan hikmat. Sedangkan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) yang ditunjuk sebagai salah satu Perguruan Tinggi Penyelenggara(PTP) memusatkan kegiatan itu di Hotel Ascent Premiere, Malang.Senin(19/12)
Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani sesaat sebelum secara resmi membuka PKDP, dalam materi pengantarnya menjelaskan berbagai hal terutama tentang Dosen Profesional. Diuraikannya secara ringkas namun begitu jelas bahwa ada 10 karakteristik dosen profesional, yakni antara lain: memiliki gaya mengajar yang merangsang belajar, mampu berkomunikasi dengan jelas, menguasai materi yang diampu, memiliki kesiapan materi yang terorganisir dengan baik, memiliki antusiasme yang dinamis, peduli terhadap mahasiswa, memiliki ketrampilan berinteraksi, bersikap fleksibel, kreatif dan keterbukaan, berkepribadian tangguh serta memiliki komitmen yang tinggi.
Sementara itu, disampaikan oleh ketua panitia pelaksana dari Kemenag pusat di sesi sebelumnya bahwa harapan besar diadakannya PKDP adalah agar dosen selanjutnya memiliki tanda lulus dari kegiatan tersebut. Hal itu menjadi penting karena dosen harus memiliki berbagai kompetensi terutama pedagogik meskipun berlatarbelakang pendidikan berbeda-beda. Sehingga ketika menjadi dosen tidak gagap, lebih nyaman dan percaya diri serta memiliki sikap dan pandangan agama yang moderat.
Menanggapi hal moderat yang berhubungan dengan keberagaman, maka pada saat itu disampaikan pula oleh WR I bidang Akademik UN Maliki Malang, Prof. Umi Sumbulah,M.Ag sebagai perwakilan pimpinan PTP bahwasanya narasumber yang menjadi pemateri selama pelatihan nanti juga akan berbeda-beda. "Semoga keberagaman narasumber di kegiatan ini menjadi bagian warna-warni dari adanya pelatihan ini, "harapnya. Selanjutnya tidak lupa Prof. Umi Sumbulah, sapaan akrabnya itu mengucapkan selamat datang kepada para peserta pelatihan yang berjumlah 120 orang dari berbagai daerah. (ptt)
UIN MALANG-Area sekitar Lapangan Utama Kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, telah dipenuhi mahasiswa beralmamater menjelang Pukul 07.00 WIB. Tak seperti biasanya, selain tas atau ransel, mereka juga menenteng koper atau tas besar layaknya akan pindah hunian. Wajar saja, hari ini merupakan hari perdana pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Periode 2022-2023, Senin (19/12). KKM yang akan dilaksanakan selama lima minggu hingga pertengahan Januari 2023 mendatang ini diikuti sebanyak 3625 mahasiswa yang mayoritas semester lima dari berbagai jurusan. Dr. Syaiful Mustofa, Ketua Pusat Studi Pengabdian Masyarakat-LP2M mengumpulkan seluruh peserta KKM untuk sekali lagi memberikan wejangan pra pemberangkatan ke setiap tempat pengabdian. Ia mengingatkan pentingnya mengikuti panduan atau pedoman KKM selama menjalankan program kerja nantinya. Meski waktu pengabdian relatif singkat, mahasiswa dihimbau untuk memanfaatkan waktu seefektif dan seefisien mungkin. “Pastikan kalian diterima masyarakat setempat agar program kerja yang dicanangkan dapat berjalan lancar,” paparnya. Tak hanya itu, ia menekankan setidaknya ada tiga hal yang harus ditanamkan di benak setiap peserta, “Menjaga akhlak, menjaga almamater, dan menjaga diri.”
Sementara itu, Prof. Dr. Umi Sumbulah hadir untuk meresmikan pemberangkatan peserta KKM Periode 2022-2023. Beberapa hal untuk hidup dan berbaur di masyarakat disampaikan pula oleh Wakil Rektor Bidang Akademik ini. Hal pertama, menurutnya, yang harus dilakukan oleh mahasiswa peserta KKM ialah membangun relasi dengan berbagai pihak, seperti organisasi masyarakat, organisasi pemuda, dan organisasi keagamaan. “Organisasi-organisasi tersebut merupakan simbol dari suatu masyarakat. Maka penting untuk diajak berdiskusi dan bekerja sama,” tuturnya. Sebagai tamu di lokasi KKM nanti, peserta diminta untuk memiliki sikap sebagai Islam yang moderat, sesuai dengan amanah Kementerian Agama Republik Indonesia. Sikap-sikap yang dimaksud ialah memiliki semangat kebangsaan, bersikap toleran terhadap segala perbedaan, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya setempat. “Masyarakat memiliki kearifan yang harus dihargai, jangan disalah-salahkan. Niat berdakwah pun ada aturannya,” nasihat Prof. Umi. Lebih lanjut, terkait aspek akademik, pihak kampus berharap akan ada banyak tema riset yang bermunculan pasca penyelenggaraan KKM. Kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa tentu akan menambah khazanah keilmuan dan memberikan sumbangsih terhadap masyarakat tempat riset. “Bisa juga tema riset nanti dijadikan bahan untuk tugas akhir mahasiswa,” saran WR1 sebelum mengakhiri sambutannya. 3625 mahasiswa peserta KKM Periode 2022-2023 ini disebar ke 10 kecamatan di Kota dan Kabupaten Malang. Terdapat total 321 kelompok yang akan diawasi oleh DPL yang berasal dari tenaga pendidik UIN Malang. Tak hanya KKM reguler, Pusat Studi Pengabdian Masyarakat juga akan memberangkatkan 25 mahasiswa peserta KKM Internasional di akhir tahun. (nd)
HUMAS-Fakultas Psikologi lakukan pembinaan moderasi beragama dan anti narkoba bersama dengan unit - unit yang berada di Fakultas Psikologi UIN Malang, Selasa (8/11). Tujuannya ialah untuk mengiplementasikan nilai - nilai agama dan menjauhi narkoba. Acara diawali dengan penyampaian materi anti narkoba oleh Ketua BNN Kota Batu, Dr. Hj Agus Surya Dewi M.Pd. Beliau menyampaikan secara rinci tentang narkoba, mulai dari awal mula bagaimana seseorang mulai menggunakan narkoba hingga dampak berbahaya dari penggunaan sekaligus jenis-jenis narkoba. Tak luput juga cara pencegahan untuk menghindari narkoba dan cara memulihkan pengguna narkoba juga dipaparkan secara jelas dan komunikatif.
Rangkaian acara selanjutnya ialah penyampaian moderasi beragama oleh Kepala Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosbud UIN Malang, Mokhamad Yahya MA Ph.D. Beliau menyampaikan tentang bagaimana seluk beluk beragama yang baik agar tidak terjerumus dengan radikalisme dan dilanjutkan diskusi tanya jawab dengan peserta, kemudian ditutup dengan penyerahan doorprize kepada penanya terbaik.
Diselenggarakannya acara ini, diharapkan generasi muda dan seluruh lapisan sivitas akademik UIN Malang bisa mengimplementasikan nilai – nilai beragama dan menghindari narkoba pada kehidupan mahasiswa dan masyarakat. (Kh/Aam/Fer)
HUMAS–Tak kalah spektakuler Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Angkatan 2020 tunjukkan eksistensinya dengan gelar agenda tahunan Masrohiyyah (Drama Arena) setelah pekan sebelumya agenda Masrohiyyah ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Angkatan 2019 sebagai pemenuhan tugas mata kuliah bertempat di Lapangan Utama UIN Malang, Jum`at (16/12). Eksekutif Produser dalam kegiatan masrohiyyah, Ilham Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan Masrohiyyah kali ini mengusung tema باردة الحرارة (Adem Panas) terlihat dari penampilan yang bernuansa budaya Indonesia.
“Drama yang bernuansakan budaya Jawa sesuai dengan makna tema yang diangkat, adem bermakna kehidupan keluarga ningrat yang berusaha terlihat baik-baik saja di depan masyarakat dan panas bermakna kehidupan keluarga sesungguhnya yang penuh dengan konflik, dipilih sebagai tema yang kami anggap menarik untuk dipentaskan,” jelasnya.
Agenda ini turut mengundang Kaprodi dan Sekprodi PBA, seluruh dosen PBA, dan mahasiswa UIN Malang. Kegiatan masrohiyyah diadakan sebagai pemenuhan mata kuliah wajib mahasiswa Program Studi PBA semester lima. Sebagai perwakilan dari mahasiswa penyelenggara, salah satu penulis naskah masrohiyyah, Madja Qudsi mengungkapkan keharuan dan antusiasnya.
“Masrohiyyah sebagai alat pengembang pendidikan terlebih dalam bidang sastra Arab melalui pendalaman naskah drama masrohiyyah. Lebih dari itu masrohiyyah merupakan wadah pemersatu talenta mahasiswa PBA 2020 sehingga menjadi bentuk kolaborasi yang luar biasa,” ujarnya.
Kemeriahan acara menjadi tolok ukur kesuksesan pagelaran yang dilihat dari antusias mahaiswa yang tinggi. Kegiatan, diawali dengan pembukaan, pementasan tiga babak dengan kreasi pertunjukan daerah hingga konser. Sesuai tema acara, rangkaian pentas dramabernuansakan budaya Jawa yang dikolaborasikan dengan bahasa Arab sebagai bentuk eksistesi bahasa Arab dalam implementasi maharoh kalam (kemampuan berbicara) melaui bentuk kisah drama yang dikemas menarik dalam sebuah penampilan. Dengan diselenggarakannya kegiatan masrohiyyah, dapat mengasah softskill serta hardskill mahasiswa PBA 2020. Serta mampu menjadi alat perekat silaturahmi antar mahasiswa dalam satu angkatan. (Iwa/Fer)
HUMAS–Tak henti berinovasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2019 (El-Jaudaa) tingkatkan eksistensi semarakkan Hari Bahasa Arab Sedunia dengan gelar EXPO Virtual kelima tahun 2022. Setelah pekan sebelumya El-Jaudaa sukses gelar agenda Tahunan Masrohiyyah, expo ke 5 kali ini bertajuk تثبيت الجودة اللّغوية بمعرض التحف العربيةMemantapkan kualitas kebahasaan dengan Expo Bahasa Arab, bertempat di ruang kelas gedung A, Sabtu (17/12).
Kegiatan ini mampu mengundang minat partisipan luas dari pengajar Bahasa Arab juga calon pengajar Bahasa Arab, terlihat dari anttusias tamu undangan yang hadir baik dari Kepala Jurusan dan Sekretris Jurusan Program Studi Bahasa Arab, dosen pengampu mata kuliah peminatan, dosen pengajar Program Studi Bahasa Arab hingga guru-guru pengajar Bahasa Arab se-Indonesia. Dibuka dengan sambutan dan berlanjut dengan agenda expo yang berupa penampilan dengan menunjukkan produk dari masing-masing peminatan.
EXPO Virtual kelima tahun 2022 merupakan ajang sekaligus wadah bagi El-Jaudaa guna tunjukkan kemampuan dan kesiapan menjadi pendidik Bahasa Arab. Sesuai dengan mata kuliah peminatan PBA, Expo Virtual kali ini mengusung empat cabang yaitu Pengembangan Media Bahasa Arab, BIPA (Spesialisasi Penutur Arab), Bahasa Arab untuk Anak-Anak, dan Bahasa Arab untuk jurnalistik.
Kegiatan EXPO Virtual merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan guna mempromosikan output pembelajaran mahasiswa PBA UIN Malang, seperti yang dijelaskan oleh ketua pelaksana Expo Virtual ini dalam wawancaranya kepada sahabat kampus.
"Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwasannya lulusan UIN Malang khususnya mahasiswa PBA telah siap mengajar dengan materi juga media pembelajaran yang menarik, aplikatif, dan menyenangkan, sekaligus menghilangkan stigma bahwasannya bahasa Arab itu susah dan sulit. Kita ingin menenjukkan pembelajaran bahasa Arab dapat menyenangkan,” jelas ketua pelaksana Expo Virtual ke-5, Alvian Izzul Fikri.
Lebih dari itu, Expo Virtual menjadi sumber pembelajaran bahasa Arab yang dikemas variatif terlihat dari penampilan dalam pemaparan sumber dan media yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. (Iwa/Fer)
HUMAS–Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2019 (El-Jaudaa) sukses gelar EXPO virtual kelima sebagai output mata kuliah peminatan yang dilaksanakan di semester tujuh. Diketahui terdapat empat jenis peminatan yang dipasarkan dalam Program Pendidikan Bahasa Arab (PBA) semester tujuh yaitu Pengembangan Media Bahasa Arab, BIPA (Spesialis Penutur Arab), Bahasa Arab untuk Anak-anak dan Bahasa Arab untuk Jurnalistik. Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas gedung A lantai UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu (17/12).
Sesuai dengan tema yang diusung dalam kegiatan tersebut yakni تثبيت الجودة اللّغوية بمعرض التحف العربية, Memantapkan Kualitas Kebahasaan dengan Expo Bahasa Arab, El-Jaudaa tunjukkan eksistensi melalui hasil pengembangan produk sumber belajar Bahasa Arab sesuai kelas peminatan yang dipilihnya.
Tehitung sebagai agenda tahunan kelima semenjak dilaksanakannya EXPO tahun 2016 secara luring, tahun ini EXPO dari angkatan 2019 yang dilakasanakan secara virtual atau daring. EXPO Virtual Desain Produk Pembelajaran El-Jaudaa lebih aplikatif, sehingga mendapatkan apresiasi baik dari dosen-dosen prodi.
"Ternyata model virtual seperti ini dapat langsung dipraktikkan oleh peserta EXPO, lebih efesien, dan sangat efektif, bahkan ketika virtual juga sudah ada recording", jelas Dosen Peminatan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Bapak Ahmad Makki.
Terselenggarakannya EXPO sumber belajar Bahasa Arab yang dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, mampu menyediakan pilihan yang beragam dengan referensi sumber belajar untuk guru yang tidak monoton dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran Bahasa Arab. Hal ini juga ditegaskan oleh Bapak Ahmad Makki.
“Dikembangkannya sumber belajar oleh mahasiswa PBA Angkatan 2019 (El-Jaudaa) membuktikan bahwa sebagai calon pengajar mahasiswa teah siap menjadi pengajar yang profesional sehingga kedepannya benar-benar mampu dengan komptensi bahasa arabnya secara skils sekaligus mampu mentranformasikan melalui sumber belajar yang telah dikembangkan" tegasnya. (Iwa/Fer)