HUMAS-Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 187 & 188 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang berlangsung siang ini di Balai Desa Palaan, Rabu (21/12).
Pembukaan KKM di kampung Nanas ini dihadiri oleh Kepala Desa, Bapak Subronto beserta segenap jajarannya, dan juga dosen pembimbing lapangan, Ibu Halimatus Sa’diyah, M.Pd. Warga desa menyambut hangat kedatangan mahasiswa dari UIN Maliki Malang dan berharap bahwa mahasiswa KKM nantinya juga dapat memberikan kontribusi positif kedepannya.
Acara pembukaan kelompok KKM 187 & 188 dibuka secara resmi oleh Kepala Desa dengan pemotongan nasi tumpeng. Kuliah Kerja Mahasiswa tak akan berjalan lancar jika pihak desa kurang dalam merespons mahasiswa, seperti yang dikatakan Dewa, ketua KKM 187.
"Kerjasama antar semua pihak dalam hal ini sangat kami harapkan, sehingga program-program kami nanti dapat berjalan dengan baik dan maksimal karena kami tak akan pernah berarti tanpa peran serta bapak ibu perangkat desa dan masyarakat sekalian" jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan mahasiswa KKM oleh Ibu Halimatus Sa'diyah, M.Pd kepada perangkat desa dengan harapan mahasiswanya dapat dibimbing sehingga tema "Membangun Desa Berkelanjutan" dapat terlaksana dengan baik. (as/sm)
HUMAS-"Manajemen Risiko yang baik adalah yang tidak hanya didokumentasikan dan dipublikasikan tetapi juga harus diimplementasikan".Begitu singkat, jelas tetapi juga berbobot. Itulah prakata yang disampaikan oleh Mariana Puspa Dewi, SE, M.I.Kom.,CRA.,CRP saat menjadi pemateri pada kegiatan penguatan implementasi manajemen risiko di Universitas Islam Negeri Maulana Maliki Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang). Acara yang terselenggara melalui Unit Satuan Pengawasan Internal(SPI) UIN Maliki Malang itu berpusat di Aula Lt. 5,Gedung Rektorat, DR. (HC) Ir. Soekarno.
Pada kesempatan itu, Ibu Mariana begitu sapaan akrabnya ini memaparkan secara urut dan detail terkait apa pun itu menejemen risiko. Sebelum masuk pada paparan materi yang lebih jauh dan mendalam maka disinggung sejenak terkait pentingnya penguatan menejemen risiko. Dijelaskannya bahwa menejemen risiko itu penting bagi siapa pun baik bagi lembaga atau instansi hingga masyarakat. Berikut adalah beberapa hal yang membuat menejemen risiko itu penting yakni: sebagai mediasi untuk pengambilan kebijakan yang efektif, standarisasi yang tinggi dalam layanan pelanggan, peningkatan kapasitas organisasi, peningkatan moral instansi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program dan mensupport transparansi. Sedangkan pentingnya bagi masyarakat antara lain: sebagai alat kontrol terhadap perubahan lingkungan yang tidak disangka, bagian dari syarat investor dan regulator serta menjadi bagian komponen dari tuntutan masyarakat untuk meningkatkan good governance.
Hal tersebut ternyata tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Wakil Rektor (WR I) bidang Akademik UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M. Ag bahwa manajemen risiko merupakan hal penting bagi sebuah lembaga. Apalagi lembaga pendidikan tinggi seperti UIN Maliki Malang yang sedang menuju visi besarnya yakni menjadi kampus unggul bereputasi internasional. "Semua apa yang ada di sekitar kita sesungguhnya memiliki risiko. Namun demikian tidak perlu ditakuti tetapi sebaliknya harus dikenali, dipantau, ditangani dan akhirnya bisa diminimalisir atas risiko yang ditimbulkannya, "jelasnya. Sehingga melalui agenda penguatan menejemen risiko tersebut diharapkan mampu membangun komitmen tinggi, dengan bersama-sama memahami adanya risiko di segala lini mulai dari aspek anggaran, sumber daya manusia(SDM), sarana dan prasarana(sarpras) hingga di bagian akademik.(ptt)
HUMAS–Semarakkan peringatan hari bahasa Arab sedunia, Pascasarjana UIN Malang gelar konferensi internasional di bawah naungan tiga program studi Bahasa Arab, yaitu Doktor Pendidikan Bahasa Arab, Magister Bahasa dan Sastra Arab, dan Magister Pendidikan Bahasa Arab. Konferensi ini merupakan akronim dari “MAYADA” yang gabungan dari kalimat “Al-Multaqa al-‘Ilmi al-‘alami li al-Dirasat al-‘Arabiyah”.Kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari pada, Rabu-Kamis (14-15/12) secara virtual melalui zoom dan channel youtube Mayada UIN Malang.
Konferensi perdana ini mengusung tema “Bahasa Arab: Tantangan dan Masa Depannya”. Sebanyak 412 peserta dan 80 presenter dari 22 negara turut berpartasipasi dalam konferensi ini. Hadir diantaranya dari Brunei Darussalam, Yaman, Sudan, Malaysia, Oman, Nigeria, Mesir, Senegala, Iraq, Arab Saudi, Maroko, Serbia, Libanon, Yordania, Tunisia, Algeria, Pakistan, Kenya, Libya, Mauritania, Kamerun dan Turki.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Direktur Pascasarjana UIN Malang, Drs. Basri, M.A., Ph.D., yang dilanjutkan dengan sesi utama di hari pertama. Pemutaran video profil UIN Maualana Malik Ibrahim Malang menjadi pembuka dalam kegiatan ini. Ketua panitia, Indra Kurniawan, mahasiswa Doktor Pendidikan Bahasa Arab menyampaikan berbagai poin penting terkait tujuan acara dan harapan kedepannya dilaksanakan konferensi ilmiah internasional tersebut.
“Terdapat tiga poin penting yang mengisyaratkan antusiasme peserta dan presenter kegiatan ini, yaitu: pertama, tema yang diusung sangat menarik, relevan dan kontekstual. Kedua, hal ini menjadi menjadi isyarat bahwa bahasa Arab tetap eksis dan senantiasa memberi kontribusi besar dalam diskursus internasional serta bangunan peradaban umat manusia. Ketiga, semangat serta upaya yang sungguh dari panitia, dalam hal ini para mahasiswa Pascasarjana, yang dibimbing dan dan secara terus menerus disupervisi oleh ketua dan sekretaris prodi demi sukses dan semaraknya acara ini” jelasnya.
Selanjutnya penyampaian materi dari para narasumber yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dipandu langsung oleh Sekretaris Prodi Magister Bahasa dan Sastra Arab, Dr. Laily Fitriani, M.Pd., meliputi narasumber dengan materi sebagai berikut:
Ketua Prodi MBSA Pascasarjana UIN Malang, Prof. Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag., tentang Mustaqbal al-Dirasat al-Lughawiyah wa al-Adabiyah fi al-Jami’at al-Indunisia.
Prof. Dr. Mauhammad Majid Ad-Dakhil dari Al-Balqa Applied University, Yordania, Krisis Kritik Arab Kontemporer.
Prof. Dr. Faisol Mahmud Adam Ibrahim dari Universitas Al-Qur’an Al-Karim dan Ilmu-Ilmu Islam, Sudan, tentang Bahasa Arab Menjadi Media Pengembangan Budaya Keislaman. Pada penjelasannya, beliau menyampaikan bahwasannya bahasa dan budaya tentu saling berkaitan.
Sesi kedua dipandu oleh Sekretaris Prodi Magister Pendidikan Bahasa Arab, Dr. H. R. Taufiqurrohman, M.Pd., dengan narasumber dan materi sebagai berikut:
Prof. Dr. H. Uril Bahruddin, M.A (dosen UIN Malang), tentang Tantangan Pengajaran Bahasa Arab di Era Digital.
Dr. Ibrahim Manshur dari Aljazeera Media Institute, Qatar, tentang Peran Jazirah dalam Menyebarkan Bahasa.
Dr. Nahlah Ibrahim Eljack Ibrahim dari Universitas Minnesota, Amerika, tentang menulis Bahasa Arab di Jejaring Sosial Antara Dialek Sehari-hari dan Bahasa Asing.
Suasana diskusi berlangsung aktif pada sesi diskusi melalui tujuh room paralel membahas isu-isu bahasa Arab di tengah-tengah perkembangan teknologi informasi. Harapannya, konferensi dapat berlangsung setiap tahunnya dan bisa melakukan kolaborasi penelitian di bidang akademik.Kegiatan MAYADA berlangsung sangat lancar dan khidmat menjadi nilai plus atas terselenggaranya kegiatan internasional yang kerap dilaksanakan UIN Malang di tahun 2022 ini. (Fir/Iwa/Fer)
HUMAS–Wujudkan universitas unggul bereputasi internasional,UIN Maulana Malik Ibrahim Malang gelar Penguatan Implementasi Manejemen Resiko, di gedung Ir. Soekarno tepatnya Rektorat lantai lima, Rabu (21/12). Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas, Kepala Program Studi, Sekretaris Program Studi dan Dosen dari program Sarjana juga Pascasarjana UIN Malang.
Diselenggarakannya kegiatan ini sebagai bentuk mewujudkan bisnis perguruan tinggi, yakni mencetak mahasiswa bersendikan Islam, sesuai dengan identitas kampus UIN Malang sekaligus mendorong setiap program studi terakreditasi unggul. Hal tersebut juga sejalan dengan yang disebutkan Mariana Puspadewi, narasumber dalam acara.
Dijelaskan lebih lanjut terkait manajemen resiko, mulai dari perencanaan, penerapan, peningkatan dan pengambilan keputusan sehingga hasilkan output yang berkualitas dan kompeten.“Memahamkan tujuan dari manajemen resiko adalah bentuk realistis sebagai salah satu cara wujudkan pertahanan organisasi sehingga mampu menghasilkan mutu lembaga pendidikan yang komprehensif,” jelasnya.
Acara tersebut mendapatkan antusias tinggi dari seluruh audiens yang hadir untuk menyimak dan memahami secara prinsip manajemen resiko. Sekaligus menerapkan kerangka manajemen resiko sesuai potensi guna tingkatkan good governance dan ciptakan perubahan seiring dengan internal dan eksternal organsasi. Menariknya, kegiatan ini juga kupas tuntas tentang internalisasi capaian perubahan dalam manajemen risiko melalui penanaman sadar adanya resiko.
Sesuai dengan konteks prinsipnya, capaian manajemen risiko mengarah pada opportunity (peluang) apabila sistem terkelola dengan baik, mampu membawa kemajuan, dan struktur yang ada mampu mudahkan efektifitas lembaga. Kontradiksi dari itu perlu disadari adanya ancaman apabila tata kelola anggaran, administrasi, dan unit hanya sebagai bentuk formalitas. “Wujudkan internalisasi ini dapat dimulai dari hal terkecil yakni dari diri sendiri,” imbuh Mariana. (Wid/Fer)
HUMAS UIN MALANG-Di penghujung tahun 2022 ini, Satuan Pengawas Internal (SPI) dan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan Penguatan Implementasi Manajemen Risiko dalam rangka pencapaian kampus unggul dan bereputasi internasional. Kegiatan yang diketuai oleh Muhammad In’am Esha, Kepala SPI, dijadwalkan akan berlangsung selama satu hari penuh, Rabu (21/12).
Mengawali sambutannya, In’am sapaan akrab Muhammad In’am Esha memaparkan bahwa kegiatan manajemen risiko (MR) ini dilaksanakan dipenghujung tahun menunjukkan urgensitasnya. Hal ini tidak lain karena tahun 2023, MR harus menjadi paradigma mainstream dalam pengelolaan pendidikan termasuk UIN Maliki Malang yang mendapatkan mandat dari Kemenag. “Dalam Sistem Pengendalian Instansi Pemerintah (SPIP) dan juga Maturity Rating BLU, dalam pengelolaan kampus harus menerapkan manajemen risiko,” paparnya. MR ini, kata dia, tidak boleh hanya untuk memenuhi kebutuhan administratif saja akan tetapi harus bisa menjadi budaya yang menginternal di dalam pengelolaan pendidikan di perguruan tinggi atau lembaga lainnya. “Oleh karena itu, Rektor meminta agar kegiatan MR ini bisa dilaksanakan di akhir tahun ini, dan Januari 2023 MR ini harus diterapkan,” tegasnya.
Kegiatan yang bertema “Penguatan Implementasi Manajemen Risiko dalam Rangka Pencapaian Unggul Bereputasi Internasional: Refreshment, Awarness, and Commitment” diikuti oleh pemangku kepentingan internal di semua level mulai dari kepala biro, para dekan, ketua lembaga, kepala pusat/unit, para kepala program studi, dan para ketua bagian, koordinator bidang, juga dihadiri oleh beberapa lembaga luar seperti beberapa perguruan tinggi swasta di Jawa Timur seperti Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Raden Rahmad (Unira), STAI Ma’had Ali al-Hikam, Kota Malang, STIE Riyadul Jannah, Pacet Mojokerto, STAI NU Karangploso, Yayasan Pendidikan Shirothul Fuqaha Kabupaten Malang, STAI al-Yasini Pasuruan, STAI Ibnu Sina Kab. Malang, dan juga dari KAP Tanaka Surabaya. “Sengaja kita mengundang beberapa lembaga luar agar kegiatan ini juga bermanfaat bagi mereka. Paradigma MR dalam pengelolaan harus menjadi perhatian kita semua.” Demikian kata Kepala SPI. Kegiatan ini diharapkan akhirnya bisa menjadi upaya peningkatan pencapaian tujuan besar kampus dalam melaksanakan core business UIN Maliki Malang yaitu memberikan layanan terbaik di bidang akademik. “Untuk itu, para pemangku jabatan di undang karena mereka menjadi pilar utama sekaligus ujung tombak layanan dalam penerapan MR ini,” terangnya. Hal senada juga disampikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, dalam sambutannya. Beliau kembali menguatkan bahwa semua perguruan tinggi pasti memiliki risiko yang keberadaanya harus di analisis, dinilai, dan dikendalikan serta dipantau perkembangan penanganannya. Hal ini penting disampaikan, pasalnya MR menjadi salah satu pilar penting dalam menuju kampus unggul dan bereputasi internasional. Pentingnya membangun kesadaran dan komitmen dari masing-masing pimpinan bahwa di setiap proses yang dilakukan pasti ada risikonya. “Untuk itu, risiko itu perlu dikenali dan dianalisis hingga ditemukan pola penyelesainnya dengan tepat,” ajaknya. Masih kata Wakil Rektor Bidang Akademik, MR ini sebenarnya sudah ada dalam SMM ISO 9001: 2015, yang di dalamnya ada analisis risiko. Akan tetap, perlu di-refresh untuk penyamaan persepsi dan memompa kembali semangat agar kita semua memiliki kesadaran penuh dan membangun komitmen bagi seluruh pemangku jabatan di semua level manajemen. “Manajemen risiko menjadi salah satu pilar penting untuk munuju kampus unggul bereputasi internasional,” tegasnya. Untuk itu, tambah dia, penting untuk disampikan bahwa membangun kesadaran dan komitmen dari masing-masing pimpinan memiliki kesadaran bahwa semua proses yang dilakukan pasti ada resikonya. “Untuk itu penting bagi kita semuanya khususnya para pimpinan untuk memahami manajemen resiko ini,” ajaknya. Sehingga, tambah prof. Umi, untuk menuju kampus unggul bereputasi internasional pasti ada gangguan dan tantangannya, sehingga hal ini perlu diminimalisir agar target menuju unggul bereputasi internasional bisa dicapai. “Dengan memohon ridha Allah SWT semoga kegiatan MR ini bisa berjalan lancar dan sukses. Mari kita buka kegiatan ini dengan membaca basmalah bersama,” tutupnya.
Potret foto bersama anggota kelompok KKM & perangkat Desa Langlang, Singosari
HUMAS - Kuliah Kerja Mahasiwa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2022 di Desa Langlang, Kecamatan Singosari resmi dimulai. Acara pembukaanini dihadiri oleh Bapak Yulianto selaku Kepala Desa Langlang, Muhammad Farih Lc., M.Pd.I dan Samsuddi,M.Hum selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Selasa (20/12).
Acara pembukaan KKM, dimulai dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM-Reguler kelompok 65 Muhammad Riyan Ahsani. Ia turut sampaikan harapan dari program pengabdian masyarakat ini kedepannya. "Semoga pengabdian ini dapat diterima dengan baik dan dapat bersinergi dengan pemerintah desa serta masyarakat Desa Langlang dalam membangun dan memajukan masyarakat, melalui program-program kerja yang telah dirancang kami,” tuturnya.
Samsuddi,M.Hum. selaku DPL menginginkan dengan adanya mahasiswa KKM ini dapat menjadi pembelajaran serta pengalaman bagi mahasiswa di lingkungan masyarakat. Selain itu, nantinya diharapkan dari program-program kerja yang sudah dirancang oleh mahasiswa dapat berdampak baik dan berkelanjutan bagi Desa Langlang.
Potret foto bersama anggota kelompok KKM & perangkat Desa Langlang, Singosari
Kepala Desa Langlang secara simbolis menerima kedatangan tim KKM ini melalui pemotongan nasi tumpeng oleh Muhammad Farih Lc., M.Pd.I selaku DPL. Dalam sambutannya, Bapak Yulianto selaku Kepala Desa menyambut baik KKM UIN Maulana Malaik Ibrahim Malang ini, setelah sebelumnya beberapa tahun tidak ada mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat di lingkungan tersebut.
Tema “Membangun Desa Berkelanjutan” sesuai arahan LP2M UIN Maliki Malang, juga disusung dalam pelaksanaan kegiatan KKM di Desa Langlang, Singosari. Hal ini juga menjadi suntikan semangat mahasiswa untuk membangun masyarakat Desa lebih maju lagi, tentunya dengan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. (ffj/acg)
HUMAS-"Dosen itu berbeda dengan guru. Kalau guru semuanya itu selalu ditiru oleh muridnya sedangkan dosen tidak selalu semua yang dilakukannya itu ditiru oleh mahasiswanya". Hal inilah yang disampaikan oleh Dr. Sutaman saat memberikan penguatan materi tentang aplikasi rencana pembelajaran pada hari kedua agenda PKDP tahun 2022 di Ballroom, Hotel Ascent Premiere, Malang.Selasa(20/12)
Ustadz Sutaman, begitu sapaan akrabnya ini mendapatkan kesempatan di pengujung materi untuk mengevaluasi dan memberikan saran serta solusi usai adanya sesi presentasi dari beberapa kelompok peserta PKDP di kelas A yang dipandu oleh Dr. H. Jamal(Widya Iswara, BDK Surabaya)
Selanjutnya, Dosen berkacamata dari Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang ini tidak lupa memberikan apresiasi kepada setiap perwakilan kelompok yang telah tampil di depan untuk presentasi. "Alhamdulillah, dan selamat kepada semua kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya di depan. Bapak ibu dosen semuanya ini sungguh luar biasa. Mari kita beri tepuk tangan!, "ucapnya.
Kemudian, sebelum menutup pertemuan itu Ustadz Sutaman memberikan saran plus motivasi. Diberikannya pengertian bahwa dosen itu berbeda dengan guru. Jika murid itu selalu tunduk dan menurut kepada gurunya namun jika mahasiswa sikapnya berbeda terhadap dosennya. Bahkan ada mahasiswa yang acuh kepada dosennya, tidak jarang juga mahasiswa tidak kenal dengan dosennya. "Pastinya Bapak Ibu sekalian pernah mendapati hal tersebut kan? Jadi mungkin tidak merasa heran lagi, "Ujarnya.
Sehingga beliau pun memberikan motivasi agar para peserta memiliki karakter dosen yang sejati dan dicintai oleh para mahasiswanya. "Jadilah dosen yang datangnya ditunggu dan perginya dirindu!, "ucapnya dengan senyum yang khas. Ini artinya bahwa kehadiran dosen itu untuk hadir mengajar sangat ditunggu-tunggu oleh mahasiswanya dan jika telah usai mengajar akan jadi dirindukan lagi untuk bisa segera kembali mengikuti perkuliahannya.(ptt)
HUMAS UIN MALANG-Lagi, Prof .Dr Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si Kembali di undang menjadi pembicara utama dalam kegiatan Webinar Penulisan Artikel Jurnal Bereputasi Kajian Keislaman yang digelar oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung secara daring, Rabu, (14/12). Kegiatan yang diikuti oleh civitas akademika Pascasarjana baik dari unsur Dosen dan Mahasiswa S2 dan S3, sejumlah 133 peserta ini berlangsung selama tiga jam. Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Ahmad Ridwan, MA menyambut hangat kegiatan penting yang dinilai akan menunjang akreditasi dan meningkatkan mutu penulisan jurnal bagi sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati. “Selain itu publikasi juga akan sangat penting yang nantinya akan menjadi penilaian yang utama dalam penilaian Akreditasi Prodi, Akreditasi Universitas dan Pemeringkatan Internasional (World University Rangking),” paparnya. Sementara itu, Prof .Dr Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, dalam paparan materinya menekankan pentingnya para dosen dan mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitian berupa artikel di jurnal bereputasi. Sebagai dosen wajib publikasi, selain karena tuntukan profesinya, yaitu adanya kewajiban khusus sebagai Lektor, Lektor Kepala dan Guru Besar agar tunjangan sertifikasi dosennya bisa dicairkan, maka ada kewajiban untuk publikasi. “Selain itu dengan banyak nya artikel yang di publikasikan akan banyak di baca orang lain, bahkan menginspirasi serta akan disitasi atau dikutip. Untuk itu perlu adanya kemampuan dan ketrampilan teknis menulis yang baik, yang harus dimiliki, agar artikel tersebut layak untuk di publikasikan,” jelasnya. Masih menurut Prof Sani, agar artikel nya layak untuk di terima dan dipublikasikan maka ada hal yang penting harus diketahui para dosen dan mahasiswa, setidaknya dalam menulis artikel perlu di pelajari template serta gaya selingkungnya, termasuk scoupe jurnalnya. Juga menggunakan aplikasi seperti zootero atau mendeley atau lainnya, untuk menuliskan referensi atau daftar pustaka. “Refernsi hendaknya sekitar 75% nya harus dikutip dari jurnal bereputasi, serta 20% terbitan terbaru,” saran Prof. Sani. Selain itu, tambah dia, perlu juga memahami karakteristik jurnal, apakah berkatagori jurnal discountnued, jurnal predator, maupun jurnal hijecked. Karakteristik jurnal berkategori seperti itu diantaranya adalah jumlah terbitannya setiap tahun semakin banyak, proses review yang diragukan dan publis cepat 1-2 bulan, serta berbayar mahal. Untuk mengetahui jurnal yang bereputasi maka bisa di lihat di Scimago journal, atau di author scopus. “Semoga para dosen dapat mempublikasikan artikelnya di jurnal yang benar-benar bereputasi, sehingga pengurusan kepangkatan ke Lektor Kepala dan Guru Besar berjalan lancar,” harap Prof Sani. (san22/*)
HUMAS-Bertindak sebagai pemateri di salah satu kelas PKDP perihal Bab Perencanaan Pembelajaran, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan((FITK)Universitas Islam Negeri Maulana Maliki Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang), Prof. Dr. Nur Ali, M.Pd menyampaikan akan pentingnya dosen diberikan pengalaman dan tugasdi bidang administratif. Penjelasannya yang begitu runtut dan urut menjadikan mudah dipahami oleh para peserta hingga tanpa rasa ngantuk.Selasa(20/12)
Prof. Nur Ali begitu sapaan akrabnya menyampaikan saran yang sangat berharga di sela pemaparan inti materinya saat fokus di hari kedua pelaksanaan PKDP. Guru besar sekaligus Dekan FITK UIN Maliki Malang ini memberikan saran agar dosen memiliki pengalaman di bidang administrasi. Menurutnya, penting sekali pengalaman di bidang administrasi itu untuk dimiliki karena bisa membentuk karakter yang baik bagi diri seorang dosen. "Hal ini sepertinya sepele tapi dampaknya luar biasa, sebagai bukti konkritnya hal itu pernah Saya ketahui dan alami sendiri!," ujarnya.
Lebih lanjut, Profesor berkacamata ini menyimpulkan bahwa seorang dosen yang tidak pernah atau mungkin tidak memiliki pengalaman dan wawasan di bidang administrasi akan cenderung arogan, merasa sombong dengan jabatannya, bertindak semena-mena, tidak peduli dengan orang lain bahkan lingkungan kerjanya. Sebaliknya, bagi dosen yang memiliki pengalaman atau ilmu administrasi maka dirinya lebih memiliki etika, paham terhadap jabatan, empati kepada siapa pun dan peduli terhadap lingkungannya.
Oleh karena itu mengakhiri paparan materinya, Prof. Nur Ali menghimbau kepada para dosen peserta PKDP itu untuk tidak sombong dan merasa paling mengerti dan hebat. "Janganlah masing-masing dari Anda ini ada yang merasa paling hebat!, "pungkasnya.(ptt)