HUMAS-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selenggarakan Maliki 1st Internasional Islamic and Science bertempat di Gedung Rektorat lantai lima, Selasa (15/11). Acara berlangsung dengan serangkai kegiatan selama dua hari diawali denganexpo, workshop, pameran dan seminar. Kegiatan ini merupakan bentuk sertifikasi produk halal dalam lingkup nasional hingga internasional.
Maliki 1st Internasional Islamic and Science mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal,Dr. H Muhammad Aqil Aqil Irham, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr. Ir.Wahid Wahyudi, Mt., jajaran dekan dan dosen dari UIN Malang.
Acara tersebut dihadiri oleh 150 tamu undangan, termasuk di dalamnya Kepala Halal Center Brunei. Rangkaiankegiatan Expo, Seminar, dan Workshop mengambil tema, “Pengambangan Produk Halal yang Terbagi Dalam Bidang Cabang Industri Halal”, “Teknologi Media Pembelajaran Digital Berbasis Nilai-Nilai Islam dan Sains”, dan “Produk Industri Halal”. Expo Maliki 1st Internasional Islamic and Science dimeriahkan dengan agendapameran dari 31cabang ekosistem yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen.
Beragam produk yang dipamerkan pad aacara Expo berhasil menarik perhatian pengunjung. Begitupun dengan tingginya antusias peserta workshop yang hadir untuk mengikuti kegiatan pada siang hari ini. (Iwa/Fer)
Kejuaraan terbaru yang dimenangkan oleh mahasiswa-mahasiswi FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Juara 1 Ranalhecom PSIK UPN Veteran Jakarta 2022
HUMAS-Mahasiswa-mahasiswi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tak henti-hentinya torehkan prestasi di kancah nasional. Kini giliran Daffa Abhista Reviansyah, Sinta Septerina Permatasari, dan Nahda Rihadatul 'Aisy berhasil yang mengharumkan nama FKIK UIN Malang.
Mereka tergabung dalam satu tim dan berhasil memeroleh tiga juara sekaligus untuk kategori Lomba Video Edukasi yang diselenggarakan beberapa Fakultas Kedokteran di Indonesia. Rangkaian prestasi yang diraih periode September hingga November ini adalah Juara 1 Ranalhecom PSIK UPN Veteran Jakarta 2022, Juara 2 Holistic FK Universitas Halu Oleo 2022, dan Juara 3 INAMSC FK Universitas Indonesia 2022. Menariknya, masih ada tiga perlombaan lagi yang sedang di tahap penyisihan juga final.
Tim yang beranggotakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) angkatan 2019 ini mengungkapkan bahwa motivasi mereka mengikuti banyak perlombaan adalah karena passion. Proses demi proses mereka rasakan dengan senang demi belajar banyak hal baru. Demi memudahkan pengerjaan lomba, mereka membuat pembagian tugas, Revi bertugas sebagai ketua tim dan videographer sedangkan Nahda dan Sinta sebagai anggota yang menyusun materi serta pembuatan lagu sebagai konten video edukasi.
Daffa Abhista Reviansyah, Sinta Septerina Permatasari, dan Nahda Rihadatul 'Aisy yang berhasil yang mengharumkan nama FKIK UIN Malang lewat prestasi-prestasinya
Saat ditanya tentang hambatan, mereka tidak menampik bahwa kesibukan sebagai mahasiswa Kedokteran semester akhir banyak menyita waktu. Namun, mereka tetap berkomitmen pada kesepakatan waktu untuk berlatih dan mengerjakan perlombaan tepat pada waktunya. Hingga pada akhirnya semua usaha dan keringat mereka tersebut terbayarkan dengan hasil yang memuaskan.
Nahda Rihadatul 'Aisy, salah satu dari anggota tim tersebut tak henti-hentinya mengucap rasa syukur dan senang dapat berproses bersama dengan teman satu timnya. Ia juga memberikan semangat dan pengingat kepada seluruh mahasiswa UIN Malang untuk terus semangat mengejar apa yang diinginkan. “Penting untuk menentukan tujuan dan target yang jelas, tapi tidak kalah penting juga untuk menikmati setiap proses yang sedang dijalani dan terus belajar selama menjalankan proses tersebut”, pungkasnya. (ndi/acg)
Kontributor : Naharin Dwi Indah K. Editor : Adam Chesar Gunawan
UIN MALANG-Menjelang akhir tahun 2022, banyak hal yang perlu ditelaah kembali, terutama kinerja selama satu tahun. Hal ini berlaku juga bagi para pengurus jurnal ilmiah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Untuk mengetahui hasil workshop pengelolaan jurnal yang dilaksanakan September lalu, Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) di bawah naungan LP2M mengundang seluruh pengelola jurnal dalam Monitoring dan Evaluasi Kinerja Jurnal UIN Malang, Senin (14/11). Menurut M. Anwar Firdausy, Ketua PPI, kali ini pihaknya mengundang seluruh pengelola jurnal tanpa terkecuali. Jika biasanya hanya Editor-in-Chief saja yang diundang, pada pertemuan kali ini, ia ingin agar pengelola lain juga turut hadir, baik itu staf yang mengurus bagian administrasi, maupun editor konten atau bahasa. “Semua personel jurnal harus mengetahui permasalahan jurnalnya masing-masing sehingga bisa didiskusikan bersama permasalahannya,” tutur Dosy, sapaan akrabnya. Kehadiran Rumah Jurnal, lanjutnya, merupakan wadah bagi para pengurus jurnal untuk berkeluh kesah dan diskusi mengenai apa yang dihadapi saat menangani penerbitan jurnal. “Anggap Rumah Jurnal sebagai tempat konseling untuk setiap masalah perjurnalan,” ujarnya.
Dalam kesempatan di siang hari tersebut, Ketua Rumah Jurnal, Rohmani Nur Indah memimpin jalannya Monev. Ia membahas setiap permasalahan yang diajukan pengelola melalui formulir daring sebelum acara dimulai. Menurutnya, serba-serbi mengelola jurnal itu seragam, artinya, hampir semua pengelola mengalaminya. Permasalahan terberat tentu dialami mereka yang baru merintis jurnal serta yang memiliki rangking pemula. Kekurangan naskah, tidak adanya mitra bestari untuk menelaah naskah sebidang, serta kekurangan personel adalah hal yang pasti dialami. Karena itu, Rumah Jurnal didirikan agar menjadi tempat sharing and caring. Setelah berbagi problem, maka seluruh pengelola diharapkan saling memberikan masukan. Sehingga, jurnal-jurnal di UIN Malang nantinya akan maju bersama-sama. (nd)
HUMAS-Unit Organisasi, Kepegawaian dan Hukum(OKH) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) gelar bimbingan dan teknis(Bimtek)bidang kepegawaian. Tidak tanggung-tanggung dalam agenda tersebut, unit yang diketuai oleh Umik Hanik ini mendatangkan langsung para narasumbernya dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional II Surabaya. Acara berlangsung secara hybrid dan berpusat di ruang rapat, Lt. 3,Gedung Rektorat, Dr. (HC), Ir. Soekarno.Selasa(15/11).
Tidak hanya seorang narasumber, kali ini OKH kembali menghadirkan tiga orang narasumber yang begitu berkompeten dan ahli di bidangnya untuk mengisi agenda bimtek di periode keduanya ini. Para narasumbernya, yakni Winarno, S.IP,. M.M, Etprilita Surtiana, SH dan Maurent Naulina, SH.
Pada kesempatan itu, bertindak sebagai narasumber yang pertama, Winarno menjelaskan materi tentang pembinaan jabatan fungsional, kenaikkan pangkat dan pencantuman gelar. Kemudian sebagai narasumber kedua, Etprilita Surtiana menjelaskan materi tentang sasaran kinerja pegawai berdasarkan Peraturan Menteri (PERMEN) PANRB nomor 6 tahun 2022 dan Maurent Naulina, sebagai narasumber yang terakhir memberikan materi tentang praktik penyusunan SKP berdasarkan regulasi yang baru atau terupdate saat yakni sesuai dengan PermenpanRB nomor 6 tahun 2022.
Sedangkan pada pelaksanaannya, acara tersebut dilakukan secara hybrid dengan pertimbangan agar bisa memaksimalkan pemaparan materi kepada semua peserta. Hal itu seperti yang telah disampaikan oleh Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Maliki, Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd saat memberikan sambutan di pembukaan acaranya. "Kami memang gunakan metode hybrid untuk acara bimtek ini demi memaksimalkan pemaparan materinya dengan berbagai pertimbangan juga karena banyak dari para peserta yang memiliki agenda penting yang bersamaan. Sehingga kami harapkan dengan begini acaranya bisa fleksibel, optimal dan dipastikan pesertanya lebih semangat, "paparnya. Kemudian, mengakhiri sambutannya Pak Karo, begitu sapaan akrabnya ini mengucapkan terimakasih atas kesempatan dan kesediaan para pemateri untuk hadir secara langsung dan sekaligus meminta maaf apabila ada sambutan dari pihak pelaksana yang kurang berkenan. "Semoga adanya kegiatan ini berdampak positif bagi lembaga dan hasilnya penuh dengan manfaat, "pungkasnya.(ptt)
Peserta I-Yes 2022 saat berfoto bersama dengan Dosen dan mahasiswa pendamping program dari Fakultas Humaniora
HUMAS-Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memulai rangkaian International Youth-Enhancing Study (I-Yes). Program yang akan dilaksanakan selama seminggu di Fakultas Humaniora itu, bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap melalui perspektif inklusif.
Program skala Internasional tersebut telah dibuka oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A pada Senin (14/11) lalu. Whida Rositama, M.Hum selaku ketua pelaksana I-Yes mengatakan kegiatan tersebut akan banyak berfokus pada pengenalan budaya Indonesia pada seluruh peserta. "Juga berbagi kebudayaan antara peserta. Harapannya juga dapat membantu meraih tujuan UIN Malang World Class University," ucap Dosen Fakultas Humaniora tersebut.
Whida Rositama, M.Hum saat memberikan sambutannya pada kegiatan I-Yes 2022 di Home Theater Fakultas Humaniora
Uniknya, 12 peserta dari 12 negara tersebut diwajibkan untuk menggunakan bahasa Indonesia selama program berlangsung. Namun, mereka tetap didampingi oleh mahasiswa-mahasiswi Fakultas Humaniora agar mempermudah komunikasi saat berjalannya program. Mereka adalah Sri Ayu Belladona, Nurul Izzah Az Zahra, Naila Ilma Fahmadia, Ismail Marjuki, Alif Zakaria, dan Muhammad Hasbi Asshidiqi yang terpilih menjadi pendamping peserta I-Yes ini.
Lebih lanjut, Sri Ayu Belladona salah satu pendamping melihat kegiatan ini sebagai sarana mahasiswa untuk bersinggungan lebih dekat dengan dunia Internasional. Ia juga tak memungkiri peserta dampingannya mengalami kendala dalam berbicara Bahasa Indonesia karena belum terlalu menguasainya.
Peserta I-Yes 2022 dengan didampingi mahasiswa pendamping saat melakukan campus tour di area UIN Malang
"Seru ya, bisa sharing sama para peserta. Selama program ini mereka wajib berbahasa Indonesia dan beberapa di antara mereka kemampuan berbahasa Indonesianya masih terbatas. Hal itu untuk pendamping jadi challenge tersendiri untuk membantu mereka mengetahui beberapa kosa kata baru," ujar Donna, mahasiswa Sastra Inggris angakatan 2020 tersebut.
Ratsimandresy Neçiah Fahombiazana, peserta asal Madagaskar di akhir tour kampus memuji keindahan kampus Ulul Albab ini. Ia juga mencoba untuk berbahasa Indonesia dengan dampingan dari Donna. "Kampus kamu besar dan cantik sekali," ungkapnya dengan terbata-bata. (acg)
Mahasiswa FKIK UIN Malang berhasil memenangkan Medali Emas Internasional Science and Invention (ISIF) 2022
HUMAS-Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesekatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan prestasi Internasional. Mereka adalah Faza Saiqur Rahmah, Chella Sonia, Vanda Rizky Rohmatulloh dan Nisrina Shabry Habibie dari Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Angkatan 2020 yang berhasil membawa pulang Gold Medal Internasional Science and Invention Fair (ISIF) 2022.
Tim asal UIN Malang tersebut berhasil mengalahkan 613 tim lainnya dari 32 negara. Penelitian yang mereka lakukan tentang penggunaan Teh Pandan untuk menurunkan kadar Gula Darah pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Melalui penelitian tersebut, Faza Saiqur Rahmah dan juga timya berhasil meraih posisi pertama pada kategori Life Science pada ISIF 2022.
Sebelum menikmati hasil manis tersebut, tim membanggakan asal FKIK UIN Malang tersebut harus menempuh penelitian yang tidak mudah. Proses penelitian dan pengerjaan, dilakukan di laboratorium dengan bantuan oleh Pak Imam sebagai laboran. Mereka juga tak menampik sering menemukan hambatan selama masa penelitian tersebut dilakukan.
“Hambatan kami saat melakukan Uji Hedonik, kami kesusahan mencari sampel orang yang akan mencoba produk kami. Target awal yang kami tentukan adalah 100 orang, namun pada akhirnya kami hanya mendapatkan sekitar 60 orang”, ungkap Faza.
Mahasiswa FKIK UIN Malang berhasil memenangkan Medali Emas Internasional Science and Invention (ISIF) 2022
Penelitian tentang Teh Pandan tersebut juga disetujui pihak prodi PSPD UIN Malang, hingga akhirnya dapat dilakukannya pengujian lab. Uji coba kepada manusia juga telah dilakukan menggunakan parameter tertentu untuk menguji kelayakannya. Hingga pada akhirnya mereka dapat mempresentasikan hasil penelitiannya dan pulang membawa medali Emas untuk Indonesia.
Lebih lanjut, merekatak henti-hentinya mengucap syukur kepada tuhan dan juga orang tua yang telah membantu dengan baik dalam pelaksanaan penelitian. Juga ia berharap semoga prestasi seperti ini dapat terus meningkat di lingkungan FKIK UIN Malang. “Semoga prestasi kami ini bisa menular ke teman-teman yang lain. Jangan patah semangat, tetap berjuang. Belajar adalah Ibadah, Prestasi untuk Dakwah”, tutupnya Faza Saiqur Rahmah. (ndi/acg)
HUMAS-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang),Prof. M. Zainuddin,MA menyapa para akademisi tamu undangan dari 12 negara. Hal itu, Prof. Zain sapaan akrabnya ini berikan saat membuka secara resmi acara Humaniora I-Yes. Acara berpusat di Home Theater, Lt.2 Gedung KH. Oesman Mansoer, Fakultas Humaniora, Senin (14/11).
Pada kesempatan itu, Prof. Zain merasa bangga dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya event yang berkelas internasional tersebut. Para kaum akademisi yang merupakan tamu undangan dari 12 negara itu berasal dari Mesir(Egypt), Palestina, Pakistan, Sudan, Madagaskar, India, Tunisia, Afganistan, Yaman, Zimbabwe, Bangladesh dan Turkmenistan. Menurut orang nomor Wahid di UIN Maliki Malang ini bahwa event itu merupakan salah satu kegiatan internasional yang dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Budaya UIN Maliki Malang dalam rangka mewujudkan pendidikan berwawasan global.
Humaniora I-Yes itu sendiri adalah program International Youth-Enhancing Study (I-Yes). Program tersebut dilaksanakan selama seminggu di Fakultas Humaniora. Acara itu masuk pada salah satu program yang bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap melalui perspektif inklusif. Lanjut, Humaniora I-Yes dikemas dalam bentuk kajian intensif selama satu minggu yang mengundang mahasiswa dari berbagai negara di dunia untuk mengikuti proses pembelajaran terbuka. Proses pembelajaran dilakukan dalam bentuk sesi kelas, interaksi sosial budaya langsung, kunjungan budaya dan kunjungan sekolah. Kegiatan Humaniora I-Yes merupakan bentuk pendidikan langsung dimana proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan akademik dan sosial budaya. Pengalaman itu nantinya akan menjadi aset penting untuk menciptakan dunia yang lebih baik.(ptt)
UIN MALANG-Tak hanya menjadi slogan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serius menerapkan integrasi keilmuan yang memang selalu menjadi metode pengajaran di kampus. Untuk membekali dosen-dosen muda di kampus, Pusat Studi Islam dan Sains (PSIS) di bawah naungan LP2M mengadakan Sosialisasi Panduan Integrasi Islam dan Sains di Aula Gedung Micro Teaching lt.3, Senin (14/11). Pada kesempatan tersebut, PSIS juga mengeluarkan panduan integrasi keilmuan dalam bentuk buku berjudul "Falsafah Pendidikan dan Standar Kompetensi Lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang".
Begum Fauziyah, Ketua PSIS menyatakan buku yang disosialisasikan bersama rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini nantinya akan menjadi acuan pembelajaran dengan penerapan integrasi keilmuan. "Untuk itu, PSIS akan mulai mensosialisasikan panduan ini ke setiap fakultas dengan target dosen-dosen muda," jelasnya. Dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan tidak adalagi staf pengajar yang mengabaikan integrasi ilmu umum dan agama saat mengajar.
Selama ini, masih kata Begum, integrasi keilmuan hanyalah sekadar objek diskusi dan perdebatan. Namun, implementasi nyata di ranah kampus masih minim. Tentu ini sangat miris, apalagi di UIN Malang yang mengangkat integrasi ilmu sebagai landasan keilmuannya. "Buku dan juga sosialisasi ini adalah bukti keseriusan PSIS dalam mendukung visi-misi kampus," papar dosen berkacamata ini.
Sosialisasi ini dihadiri dosen-dosen di UIN Malang serta dekan dan para wakil dekan. Tak hanya ketua PSIS, pembekalan tentang integrasi keilmuan juga diberikan oleh rektor, wakil rektor bidang kerjasama, dan dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dan ketua LP2M. (nd)
UIN MALANG-Menghadiri Sosialisasi Panduan Integrasi Islam dan Sains yang digagas Pusat Studi Islam dan Sains-LP2M, Rektor Prof. Dr. M. Zainuddin menjelaskan keunikan keilmuan yang dianut UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (14/11). Berbeda dengan UIN lainnya di Indonesia, konsep keilmuan yang diaplikasikan di kampus berlogo Ulul Albab ini adalah integrasi Islam dan sains. Hal ini merujuk pada status UIN Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang berbasis Islam dan berstatus negeri.
Prof. Zain juga menyatakan, integrasi keilmuan ini tak hanya milik dosen pengampu mata kuliah keagamaan saja. Seluruh staf pengajar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki beban kewajiban yang sama dalam menyampaikan keilmuan sesuai bidang studi serta sentuhan Islami saat menyampaikan materi pada mahasiswa. Untuk itu, Pusat Studi Islam dan Sains menerbitkan buku berjudul "Falsafah Pendidikan dan Standar Kompetensi Lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang".
Buku tersebut, merupakan manual book yang dibuat untuk menjadi acuan dalam implementasi integrasi keilmuan di lingkungan kampus. Dengan adanya panduan yang jelas, maka seluruh dosen diharapkan dapat mempraktikkan integrasi keilmuan dengan baik dan benar.
Untuk itu, Prof. Zain menegaskan bahwa jangan sampai ada dosen di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tidak memahami konsep Integrasi Ilmu. Acara sosialisasi yang digagas Pusat Studi Islam dan Sains ini diharapkan menjadi wadah pembekalan bagi seluruh dosen, baik itu yang lama dan baru, dalam memantapkan penerapan integrasi ilmu di kelas masing-masing nantinya. (nd)