HUMAS-Psychology Art Sport and Short Movie Competition (PASCO), pagelaran seni yang diadakan Dewan Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang dilaksanakan sejak bulan Oktober hingga bulan November tingkat regional berjalan sukses. Kegiatan PASCO meliputi perlombaan futsal se-Malang Raya, lomba short movie tingkat SLTA dan Mahasiswa, lomba tari dan lomba menyayi.
Rangkaian agenda PASCO dimulai dengan lomba futsal pada tanggal 29 – 30 Oktober 2022 yang diadakan di lapangan Pesona Soccer Zone, Malang. Kemudian dilanjutkan dengan lomba short movie dengan pendaftaran online yang dibuka mulai 1 – 22 Oktober 2022, dan dilanjutkan dengan pengumpulan hasil video pada 2 November 2022. Rangkaian pagelaran regional se-Malang Raya yang dilaksanakan oleh DEMA Fakultas Psikologi ditutup dengan acara puncak, lomba seni tari dan menyanyi pada 5 November 2022 di Home & Theatre Fakultas Humaniora UIN Malang.
PASCO merupakan salah satu proker kerjasama antara Dinas Seni Budaya, Dinas Olahraga, Dinas Informasi dan Komunikasi bersama dengan DEMA Fakultas Psikologi UIN Malang. Kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan rasa percaya diri pada mahasiswa dalam berkompetisi sebagai ajang aktualisasi diri pemenuhan dari puncak kebutuhan hirarki manusia. Sekaligus sebagai ajang hiburan civitas akademika dan peserta regional yang turut serta dalam seluruh rangkaian perlombaan.
"Kami selaku panitia PASCO 2k22 berharap adanya kegiatan ini dapat mengembangkan kemampuan editing video mahasiswa, selain dari segi olahraga di tengah gempuran teknologi informasi," kata Ketua Pelaksana PASCO 2k22, Bayu.
Euforia puncak PASCO tersebut juga turut dimeriahkan dengan hadirnya Konselor sekaligus Psikolog Olahraga Nasional, Afif Kurniawan, M.Psi., yang juga merupakan alumni Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pembicara pada talkshow. Setelah rangkaian panjang kegiatan PASCO, hari terakhir di puncak kemeriahan acara ditutup dengan pengumuman dan penyerahan hadiah dari peserta pemenang lomba.
Kegiatan tingkat Regional ini berhasil menarik banyak minat peserta lomba untuk turut berpartisipasi. Ketua DEMA Fakultas Psikologi, Amr Yazid, menjelaskan bahwa sigelarnya Psychology Art Sport and Short Movie Competition (PASCO) untuk memberikan media pelajar dan mahasiswa Malang Raya dapat menyalurkan bakatnya.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan PASCO dapat menjadi wadah untuk pelajar dan mahasiswa di wilayah Malang Raya untuk menyalurkan hobi di bidang seni dan olahraga. Selain itu tentu untuk mengenalkan kampus UIN Malang lewat kegiatan-kegiatan regional hingga nasional melalui Fakultas Psikologi,” ungkapnya.(Aam/Fer)
HUMAS-"Saya berharap konferensi ini akan selalu berlanjut untuk hasil yang bermanfaat bagi masyarakat di Indonesia dan dunia. Saya yakin acara ini dapat menjadi salah satu acara yang berharga untuk menjawab banyak harapan yang harus kita penuhi. Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua, dan berharap Anda akan mengadakan konferensi yang hebat dan tak terlupakan". Hal inilah yang disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang), Prof. M. Zainuddin, MA saat memberikan sambutan di acara opening ceremony ICP ke-1 dan ELITE ke-10. Konferensi internasional yang berlangsung secara hybrid ini mengusung tema "Global Cross Culture Practices" dan di hari pertama berpusat di Aula Lt.5, Gedung Rektorat DR. (HC) Ir. Soekarno.Selasa(8/11)
Besar harapan dari Prof. Zain sapaan akrab rektor UIN Maliki Malang ini terhadap konferensi internasional tersebut diiringi dengan rasa syukur sekaligus bangga terutama kepada Dr. Like Raskova Octaberlina, Direktur International class Program (ICP) UIN Maulana Maliki Malang dan Ketua Asosiasi English Linguistic Literature and Education(ELITE), Prof. Dr. Nur Ali, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dan semua perwakilan/delegasi sampai panitia penyelenggara konferensi dan pelaksana International Class Program (ICP) pertama dan Konferensi Internasional hybrid ELITE ke-10. "Terima kasih sekali lagi terima kasih atas upaya, dukungan, dan dedikasi Anda semua yang luar biasa untuk membuat konferensi Internasional ini berjalan seperti yang diharapkan," ucapnya.
Selanjutnya, orang nomor Wahid di kampus berlogo Ulul Albab ini juga memberikan apresiasi tinggi sekaligus menyampaikan penghargaan kepada para undangan sebagai narasumber yang terhormat, antara lain: 1. Prof. Dr. Ali Ramdani (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Islam, Kemenag, Indonesia) 2. Ruchman Basori, M.A (Kasubdit Sumber Daya Manusia, Kemenag, Indonesia) 3. Yaya Sutarya (Atas Pendidikan, KBRI China) 4. Badrus Sholeh, Ph.D (Atas Pendidikan KBRI Riyadh) 5. Dr. Willy Ardian Renandya (Universitas Teknologi Nanyang, Singapura) 6. Prof. Dr. Siusana Kweldju (Universitas Negeri Malang, Indonesia) 7. Prof Hisyam Al Saghbini (University of Cambridge, Inggris).
Sementara itu, sekilas juga dijelaskan oleh rektor asal Bojonegoro ini bahwa ICP di UIN Maliki Malang sudah berjalan sejak tahun 2009 ketika beliau mendapat amanah sebagai Dekan di fakultas Tarbiyah. "Seperti yang kita ketahui, bahwa bahasa Inggris sangat, sangat dan sangat penting bagi kita (terutama bagi para akademisi). Salah satu yang paling penting untuk menjadi World Class University) (WCU) adalah bahasa, " tegasnya. Beruntungnya, UIN Maliki Malang telah memberikan penguasaan dua bahasa: Inggris dan Arab (dan juga Mandarin). "Ya, karena kami memiliki siswa internasional dari negara lain (Eropa, Australia, Afrika, Timur Tengah, dan Asia). Website kami memiliki tiga bahasa (Inggris, Arab dan Mandarin), silahkan nanti Anda lihat, "terangnya.
Menyinggung soal tema konferensi kali ini, rektor memiliki pandangan bahwa pemahaman lintas budaya membantu orang untuk memahami bagaimana mendengarkan, apa yang harus didengarkan dan bagaimana menafsirkan apa yang mereka dengar dalam kerangka pemahaman yang jauh lebih luas. Dengan menjadi pendengar yang baik, orang secara alami menjadi komunikator yang baik. Cross Cultural Understanding adalah cara untuk memahami perbedaan budaya di berbagai negara untuk menghindari kesalahpahaman. Pemahaman lintas budaya memainkan peran penting dalam berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai negara. "Jadi, bahasa dan budaya itu tidak dapat dipisahkan!, " tegasnya. Terakhir secara simbolis pembukaan acara resmi ditandai dengan pelepasan burung merpati putih oleh rektor, para narasumber/pembicara dan perwakilan panitia.(ptt)
HUMAS-Inilah hari yang berbahagia bagi segenap civitas akademika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebab sebentar lagi akan berdiri program studi baru yang telah lama dinanti, yakni Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) FKIK UIN Malang. Sebagai bentuk rasa syukur kehadirat Allah SWT, FKIK UIN Malang menggelar acara tasyakuran dan santunan anak yatim dan dhuafa di Ruang Sebaguna lt. 3 Gedung Al Biruni, Kampus 3 FKIK UIN Malang. Acara tersebut dihadiri oleh Rektor beserta jajaran, Ketua Senat Universitas, Para Dekan di UIN Malang, perwakilan ikatan orangtua mahasiswa, serta segenap civitas akademik FKIK UIN Malang.Selasa(8/11)
Perjalanan pendirian PSPPA FKIK UIN Malang tergolong cukup panjang dan penuh perjuangan. Terhitung, sejak 31 Agustus 2018 dibentuk tim penyusun borang dalam rangka pengusulan pendirian program studi baru. Dalam sambutannya, Wakil Dekan 1 bidang Akademik, Prof. Dr. Apt. Roihatul Mutiah, S.F., M.Kes, menyampaikan bahwa sejak 28 Desember 2019 sebetulnya Prodi Farmasi UIN Malang telah berhasil memperoleh rekomendasi Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) melalui proses pengajuan dan visitasi yang panjang. Berbekal surat rekomendasi tersebut, UIN Malang kemudian mengajukan pendirian program studi ke Kemenristek (pada waktu itu) Republik Indonesia. Namun, selama periode 2019 akhir tersebut hingga satu tahun kemudian, izin bagi pembukaan prodi tidak kunjung diperoleh. Upaya demi upaya selama 2 tahun terus dilakukan, mulai dari berkirim surat, audiensi, hingga visitasi dilakukan demi diberikannya izin pembukaan Prodi. Alhamdulillahirabbil alamin, akhirnya pada 14 Oktober 2022 status di Sistem Informasi Layanan Perizinan Kelembagaan Perguruan Tinggi (SILEMKERMA) telah berubah menjadi ‘direkomendasikan’, disusul dengan terbitnya SK Kemendikbudristek No. 778/E/O/2022 tanggal 24 Oktober 2022 sekaligus menandai izin berdirinya Prodi Profesi Apoteker di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag, Ketua Senat Universitas dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan FKIK UIN Malang, yang meskipun baru berumur 6 tahun, sudah mampu menorehkan banyak sekali prestasi mulai dari peningkatan akreditasi Prodi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter hingga Pendirian Prodi Pendidikan Profesi Apoteker ini. “Saya berpesan, agar civitas FKIK sekalian tetap memiliki jiwa ‘perintis’, yang senantiasa bersemangat dalam berjuang bagi kemajuan institusi”, imbuh Prof Muhtadi. Acara Tasyakuran Pendirian Prodi Pendidikan Profesi Apoteker UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini juga dihadiri oleh Rektor, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A. “Setelah kita kini akan meluluskan para dokter, kemudian nanti para apoteker, semoga para dokter dan apoteker lulusan UIN Malang ini kelak akan menjadi para nakes yang amanah, professional dan berakhlak karim”, pesan Prof. Zain sebelum membuka acara santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.(alf/*)
HUMAS-Menjelang akhir tahun 2022, seluruh pimpinan dari masing-masing satker di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berkumpul bersama untuk menggelar evaluasi melalui Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), Senin (7/11).
Tinjauan manajemen sendiri merupakan suatu proses evaluasi terhadap kesesuaian dan efektivitas pelaksanaan sitem manajemen mutu, dengan cara melakukan pembahasan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait. Tinjauan manajemen kali ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA di dampingi para wakil rektor serta kabiro AUPK dan Kabiro AAKK. Mengawali sambutannya, Prof. Zain begitu sapaan akrabnya menjelaskan bahwa RTM ini tidak lain adalah momentum untuk saling evaluasi diri terhadap capaian yang telah terlaksana sesuai dengan road map program kerja yang telah tersusun dan terencanakan setahun sebelumnya.
Setidaknya ada delapan standar mutu yang harus di capai yang meliputi standar tingkat pencapaian standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan dan standar pembiayaan. “Mutu itu tidak hanya persoalan tercapainya program kerjanya saja. Akan tetapi juga menyangkut efisiensi dan efektivitasnya juga,” tegasnya.
Hal itu, kata Prof. Zain, dibutuhkan pola budaya mutu, pola pikir, pola sikap dan perilaku yang sesuai dengan standar mutu itu sendiri, sehingga roda organisasi bisa berjalan dengan baik, dan apapun yang dikerjakan semua mengarah pada standart mutu yang menjadi harapan bersama. “berbagai macam bentuk pola tersebut harus berjalan simultan dan mengacu pada standar mutu perguruan tinggi,” bebernya. Sementara itu, soal visi misi perguruan tinggi ini menjadi perguruan tinggi islam unggul dan bereputasi internasional harus terus dikawal. Sehingga apapun yang dilakukan semuanya harus mengacu dan mendukung terhadap program utama strategis universitas. Apa lagi, UIN Maliki Malang saat ini sudah menjadi acuan dan percontohan bagi PTKIN sehingga mutu dan keunggulan kampus ini harus dijaga dan tetap di pertahankan. “keunggulan kampus ini harus di jaga baik dari sisi akademik, manajemen, SDM, dan juga di wilayah isntitusinya,” tegasnya.
Jadi, kata dia, UIN Maliki Malang harus unggul dari berbagai aspek akademiknya sehingga diharapkan bisa meluluskan output yang memiliki standart yang baik yaitu lulusan yang memiliki kriteria kedalama spiritual, keagungan akhlak dan juga keluasan ilmu dan profesional dalam disiplin keilmuanny amasing-masing. “Lulusan yang memiliki kedalama spiritual ini di harapkan bisa memiliki etos kerja yang baik dan profesional dalam bekerja,”paparnya.
Menurut orang nomor satu di UIN Maliki Malang itu kuncinya hanya ada tiga saja jika standart mutu itu ingin dicapai yaitu pikirkan matang-matang apa yang akan dikerjakan, lalu kerjakan apa yang sudah direncanakan, dan lakukan evaluasi terhadap apa sudah dikerjakan. “Sebaik apapun gagasan dan ide yang dimiliki jika tidak ada tindak lanjutnya maka tetap hanya sebatas rencana saja,” ungkapnya. Semoga, tambah dia, kegiatan tinjauan manajemen ini bisa memberikan evaluasi yang menyeluruh terhadap apa saja yang sudah dilaksanakan dan bisa menghasilkan rencana tindak lanjut untuk menuju UIN Maliki Malang ke depan menjadi lebih baik lagi yaitu menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berpeutasi internasional. “Semoga apa yang menjadi impian kita bersama ini bisa tercapai,” pungkasnya.
Karo AUPK Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd saat menjadi pembina Apel
HUMAS-Pelaksanaan apel pagi kali ini Kepala Biro AUPK Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd bertindak sebagai pembina upacara. Senin (7/11).
Karo AUPK mengajak seluruh satker untuk bekerja lebih keras lagi menyelesaikan program kerja dan anggaran yang sudah direncanakan. Jangan sampai ada program kerja yang sudah dianggarkan tidak terlaksana sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap penyerapan anggaran. "Ini masih ada waktu dua bulan sebelum tutup akhir tahun, sehingga butuh pola dan manajemen diri agar seluruh program kerja bisa rampung sebelum tutup tahun," tegasnya.
Perlu diingat juga, bekerja juga harus tahu diri, jangan sampai bekerja larut waktu tapi tidak menjaga kesehatannya, bekerja itu butuh disiplin agar tetap sehat dan prima. Jangan sampai kerja keras sampai lupa terhadap kesehatannya masing-masing. "Disiplin itu bukan hanya soal berangkat kerja tepat waktu saja. Akan tetapi mengatur pola kerja yang baik itu juga masuk ranah disiplin agar tetap sehat dan bisa memenuhi kewajiban keluarga dengan baik," arahnya.
Selain itu, kata dia, bekerja juga harus diiringi dengan ke ikhlasan ke ketaqwaan kepada Allah SWT, ikhlas itu tidak hanya menyangkut persoalan zero konsekwensi. Akan tetapi, juga akan berhubungan dengan ke rasa syukur terhadap kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT. "Karena itu, setiap manusia selalu merasa kurang, dan itu sudah menjadi penyakit manusia," tegasnya.
Untuk itu, tambah dia, perlu mensyukur apapun yang diberikan oleh Allah SWT. Carilah sisi positifnya di setiap persoalan yang di hadapi, sehingga hal itu akan mendorong kita agar selalu bersyukur. "Insyaallah dengan begitu kita bisa bekerja dengan maksimal, dan ikhlas dalam setiap pekerjaan, insyaAllah apapun yang kita butuhkan akan dicukupi oleh Allah SWT," paparnya.
Di akhir apel kali ini, Karo AUPK mengajak seluruh peserta apel kirim doa kepada almarhum Bapak Supeno yang telah wafat beberapa hari yang lalu. "Almarhum adalah orang yang baik, dan semoga beliau diterima di sisihNya dan diampuni segala khilafnya, Aamiiin, Alfatihah," doanya memgakhiri pengarahan apel pagi ini.
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid saat menutup keguatan AICIS di Bali
HUMAS-Menjelang penutupan AICIS di Bali ketua pelaksana AICIS Prof. Musa Hadi mengumumkan bahwa insyaAllah pelaksanaan AICIS 2023 akan dilaksanakan di UIN Surabaya, sebelumnya Surabaya pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan AICIS pada tahun 2012, Kamis (3/11).
Hasil keputusan ini, kata Prof. Musa Hadi sudah disepakati bersama di forum penting ini. Akan tetapi, ada beberapa catatan yang harus di siapkan terkain merespon isu terkini. "Ada beberapa isu yang harus dipkirkan yaitu bagaimana AICIS ini bisa menjadi ajang kontestasi bagi para speakers, scholars, dan peneliti dari para sajana di wilayah kita," katanya.
Saat ini, kata dia, hampir semua PTKI sudah memiliki forum seperti AICIS ini, tentunya hal ini akan memberikan kontribusi yang positif terhadap kemajuan keilmuan serta merespon dan mensikapi segala perubahan yang terjadi.
Tidak hanyabitu saja, kedepan ada beberpa usulan terkait pelaksanaan AICIS kedepan bisa mengikutsertakan lintas agama agar persoalan integrasi keilmuan agama antar agama bisa lebih komprehensif dalam melihat perubahan yang ada. "Dengan begitu, kita bisa menghasilkan informasi dan langkah yang tepat dalam mensikapi perubhan yang terjadi di masa yang akan datang," pungkasnya.
HUMAS-Tepat di hari ketiga dari perhelatan Annual International Conference On Islamic Studies(AICIS) ke-21 di Bali. Agenda diisi dengan full pararell session. Dalam hal ini, ada total tiga sesi yakni: pararell session 7, 8 dan 9. Sebuah kebanggaan kali ini patut ditujukan kepada Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) karena salah satu mahasiswa pasca sarjananya ikut serta dan menjadi salah satu panelis. Ia bernama Arif Khairur Rozaq jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Acara berlangsung secara hybrid dan berpusat di meeting room, Padang Padang 4, Four Point Hotel, Bali.Kamis(3/11)
Pada kesempatan ini, Arif begitu sapaan akrabnya ini masuk sebagai panelis di pararell session 7 yang mengusung tema "Pesantren- Based Madrasah a New Paradigm In Islamic Education". Sedangkan tiga panelis lainnya yang berada dalam satu panel diskusinya berasal dari IAIN Kudus dan pascasarjana UIN Walisongo, Semarang.
Kemudian, soal isu utama yang diangkat dalam diskusinya adalah penggabungan madrasah dan pesantren, menjadi Madrasah Pesantren, baik dengan integrasi sistem, kolaborasi dan adopsi nilai-nilai pesantren dalam pendidikan di madrasah, sehingga lembaga tersebut dapat mendekati kesempurnaan, karena menggabungkan modernisasi administrasi, pendidikan nasional, dengan tradisi keilmuan Islam pesantren yang telah menjadi sejarah dalam budaya Islam di Indonesia.
Lanjut, untuk mendapatkan hasil dari apa yang dibahas, panelis menggunakan lokasi dari berbagai jenjang pendidikan madrasah mulai dari MI, MTs, hingga MA sebagai bagian dari alat analisis fenomena yang diamati, seperti menemukan bentuk-bentuk keterpaduan dalam bidang akademik keilmuan dalam satu paket pengelolaan madrasah dan ponpes, seperti peningkatan bahasa asing dan pengembangan multiple intelligences, bentuk kerjasama madrasah dengan lingkungan madrasah dan penerapan manajemen segregasi sebagai sistem di ponpes hingga adopsi ponpes nilai-nilai agama ala sekolah dalam pendidikan madrasah.
Melalui penguatan budaya Islam berdasarkan sistem nilai pesantren, madrasah berbasis pesantren akan berhasil mengembangkan pendidikan yang tidak berhenti pada didaktik formal, tetapi juga membentuk budaya Islam yang mampu menghasilkan umat Islam yang berkualitas, baik secara intelektual maupun spiritual. Terakhir, sebagai bagian dari upaya ilmiah, artikel-artikel yang dibahas dalam panel ini akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional.(ptt)
HUMAS-Selesai sudah perhelatan ajang bergengsi di Kementerian Agama RI yang biasa disebut dengan AICIS ke-21 di Bali ini. Di acara penutupan kali ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Agama Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si, Plt. PTKI Dirjen Pendis Prof. H, Syafi'i, M.Ag, stering comite AICIS Bali Prof. Dr. Musa Hadi serta para rektor, speakers, peneliti, dan partisipan perwakilan dari seluruh PTKI se-Indonesia, Kamis, (3/11).
Prof. Musa Hadi dalam laporan penutupannya menyampaikan bahwa AICIS di Lombok dan Bali tahun ini tidak lain untuk merespon terhadap perubahan yang terjadi. Transformasi digital dan era disrupsi saat ini memberikan dampak dan perubahan yang signifikan terhadap popa hidup di masyarakat, baik di sektor ekonomi, politik, pendidikan, bahkan yang menyangkut soal agama. "Untuk itu. AICIS ini digelar untuk merespon dan sekaligus untuk merumuskan dalam mensikapi perubahan tersebut agar tepat sasaran," jelasnya.
Posisi agama sangat penting dan memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan ini. Dalam konteks transformasi digital, para pakar yang hadir di AICIS telah intensif membahas persoalan ini sebagai bentuk respondensifitasnya terhadap perubahan-perubahan yang tengah terjadi di masyarakat. "Kecenderungan kedepan, masyarakat akan berbasis pengetahuan digital yang akan melahirkan perubahan dramatis khususnya persoalan pergeseran keahlian," ungkapnya.
Realitas yang ada, kata dia, dengan mudah masyarakat saat ini bisa menimba ilmu melalui media digital tanpa harus berada di lembaga formal. Untuk menjadi ahli agama masyarakat bisa mengakses pengetahuan dari mana saja dan tidak harus melalui lembaga formal yang ada. "Oleh karena itu, forum AICIS Bali ini telah menghasilkan rekomendasi penting bagaimana agama bisa menjadi peran penting dalam mewujudkan umat manusia dalam pri kedamaian," pungkasnya.