Tim yang beranggotakan tiga mahasiswa, yakni Fatihatun Najihah (Jurusan Fisika), Suryati Ningsih (Jurusan Akuntansi) dan Umi Ma’rifatul Wahidah (Jurusan Tadris Matematika) dalam lomba bisnis plan.
HUMAS-Tim UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) berhasil meraih juara 1 dalam National Business Plan Competition 2021. Lomba dengan tema ‘Be Global Enterpreneur With Nationlity Character’ yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wiraraja Madura berlangsung secara online mulai dari tanggal 25 November- 4 Desember 2021.Jumat(10/12)
Produk yang diusung oleh Tim yang beranggotakan tiga mahasiswa, yakni Fatihatun Najihah (Jurusan Fisika), Suryati Ningsih (Jurusan Akuntansi) dan Umi Ma’rifatul Wahidah (Jurusan Tadris Matematika), bernama Pool Mie, sebuah olahan mie yang berbahan dasar ikan. Produk tersebut tercipta dari ide salah satu anggota Tim UIN Maliki yang ingin memanfaatkan budidaya ikan tambak yang banyak ditemukan di Kota Lamongan. Fatihatun Najihah mengungkapkan bahwa Potensi ikan tambak, dalam hal ini ikan bandeng dirasa cukup menjanjikan. Panen tiap tahun meningkat. Namun, tidak terlalu banyak yang berminat mengkonsumsi ikan tersebut. Hal ini disebabkan karena olahan ikan tambak terkesan biasa saja dan tidak menarik. “Di zaman serba modern ini kan semuanya suka hal yang berbau kekinian dan praktis. Salah satu makanan yang digemari itu kan mie. Jadi dari dua hal itu kami kolaborasikan menjadi produk olahan mi dengan bahan dasar ikan. Daging ikan tambak kami jadikan toping mie, kemudian tulangnya kami jadikan campuran tepung dengan mempertimbangkan gizi yang ada di dalamnya dan sebagai upaya untuk mengurangi limbah yang ditimbulkan,” jelasnya.
Sebelumnya, proposal produk tersebut lolos tahap seleksi dan masuk pada kategori 10 besar. Pada nominasi 10 besar itulah, Tim UIN Maliki mampu mempertahankan idenya dengan mempresentasikan produknya dan berhasil meraih juara 1, mengungguli Universitas Jember (UNEJ) sebagai juara dua dan Universitas Lampung(UNILA), yang menduduki juara 3.
Salah satu dosen pembimbing Tim UIN Maliki, Bu Nihayah sapaan akrabnya menyatakan bahwa dari awal mereka berinovasi untuk membuat produk zerowaste, yang artinya tidak ada bahan yang terbuang. Sehingga berawal dari ide itu sudah menawarkan pengembangan potensi daerah di pesisir pantai. Berbahan dasar ikan yang diolah secara kreatif hingga jadi makanan yang digemari oleh masyarakat pada umumnya yaitu mie. Selain itu, yang menarik lagi adalah adanya inovasi zerowaste. Maka Bu Nihaya pun berpesan kepada tim dan juga mahasiswa lainnya. "Jangan pernah takut untuk mencoba hal baru, dan jika ide kreatif sudah didapat maka harus terus konsisten berusaha mewujudkan ide tersebut, jadikan kritik sebagai lecutan untuk terus melakukan perbaikan, dan dari situlah pasti akan mendapatkan hasil yang terbaik", ucapnya.
Keberhasilan dalam perlombaan tersebut membuat bangga tidak hanya bagi tim sendiri, melainkan juga untuk kampus yang berlogo Ulul Albab. “Harapan untuk tim, semoga tetap solid dan dapat mengikuti event lomba lainnya, dapat meningkatkan skill kami dalam ide bisnis, desain logo produk, manajemen keuangan, teknik presentasi yang baik dan sebagainya,” pungkas Fatihah.(alf/*)
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) sangat peduli kepada sesama terutama pada masyarakat yang tertimpa musibah bencana alam. Seperti salah satunya yang kali ini terjadi bencana nasional, yakni erupsi Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur. Melalui Lembaga Pusat Kajian Zakat dan Wakaf (EL-Zawa) bersama tim Tanggap Darurat Semeru(TDS) UIN Maliki, mengirimkan bantuan untuk para penduduk yang terdampak erupsi dari Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Sabtu(11/12)
Bantuan yang dikirim oleh rombongan tim TDS UIN Maliki dimuat dengan tiga unit mobil dinas, yakni satu unit mobil Hiace dan dua unit mobil Inova. Sedangkan untuk bantuan yang dikirimkan ada yang berupa bantuan dana/uang tunai dan juga berupa bantuan logistik diantaranya: sembako, perlengkapan mandi, masker, mainan anak-anak,dll.
Informasi yang disampaikan oleh Dr. Dwi Suheriyanto, M.P selaku koordinator(Co) tim TDS UIN Maliki Malang sesaat sebelum pemberangkatan, bahwa tujuan dari kegiatan tersebut pertama untuk mengirimkan bantuan yang sudah terkumpulkan saat ini, berasal dari berbagai donatur baik dari warga kampus UIN Maliki, warga masyarakat sekitar kampus, dan berbagai pihak umum lainnya melaui EL-Zawa. Kedua, melakukan survei lokasi dan analisis kebutuhan untuk melakukan tindakan lebih lanjut (asesmen) kepada para korban yang kemungkinan ada problem trauma, shock, dan gangguan psikis lainnya terutama ditujukan kepada usia anak-anak. “Oleh karena itu sebagai tindaklanjut dari kegiatan ini nanti akan adanya pendampingan secara berkelanjutan yang di backup Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat(LP2M) dan Fakultas Psiklogi. Selain itu juga ada penanganan kesehatan yang ditangani oleh tim medis dari FKIK UIN Maliki serta kebijakan terkait keikutsertaan tenaga teknis di lapangan dari Menwa, KSR , Pramuka dsb”, papar Dwi Suheriyanto.
Selanjutnya untuk proses pembagian bantuan ada tiga titik tempat tujuan, yakni posko bantuan yang berada di Kantor Kecamatan Pronojiwo, posko bantuan yang berada di Stand Dapur Umum(DU) gabungan PMI wilayah dari Blitar, Malang, Lumajang sekitarnya dan terakhir posko bantuan Nahdatul Ulama (NU) di Supiturang.(ptt)
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. Zainuddin, M.A bersama Wakil Rektor II Bidang AUPK Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si., Ketua SPI dan Perwakilan dari BPKP Jawatimur dalam acara pembukaan kegiatan Implementasi Pengendalian Internal atas Pelaporan Keuangan
HUMAS-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui SPI mengadakan kegiatan Implementasi Pengendalian Internal atas Pelaporan Keuangan bersama pada hari Kamis, 9/12 bertempat di ruang LPM. kegiatan selama satu hari ini dibuka oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Zainuddin, M.A. didampingi oleh Wakil Rektor Bidang AUPK. dalam sambutanya prof zainudin mengatakan bahwa dalam 2 bulan ke belakang ini uin malang banyak sekali mengadakan kegiatan-kegiatan yang hampir setiap hari tidak pernah berhenti, ini sangat luar biasa sekali. dan semua kegiatan yang ada adalah untuk kemajuan lembaga untuk 5 tahun ke depan ungkapnya. adapun akhir dari kegiatan yang ada adalah berupa pelaporan kegiatan ataupun pelaporan keuangan. prof zain sapaan akrapnya meminta dengan adanya kegiatan ini saya berharap para undangan yang hadir didalam ruangan ini mampu meningkatkan pola kinerja pelaporan keuangan yang benar dan tepat.dan meminta kepada pimpinan yang lain untuk berhati2 menghunakan anggaran jangan sampai kliru dan tepat sasaran ungkap Prof Zainudin.
sementara itu araham dari Wakil Rektor II bidang AUPK Dr. Ilfi Nurdiana mengatakan bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sedang dilakukan penilaian RPZI.kita semuanya yang berada di UIN Malang harus mampu dan belajar untuk tidak melakukan kesalahan khususnya dalam bidang pelaporan keuangan. adapun kebijakan pimpinan yang berkaitan dengan keuangan harus sesuai denga prosedur yang ada dan mendapatkan capaian yang gemilang dan tidak ada temuan-temuan dalam pelaporanya sehingga UIN Malang bisa mencapai target dalam penilaian RPZI ungkapnya.(ulm)
HUMAS-Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki) gelar pertemuan untuk ikut serta dalam webinar nasional HUT DWP ke-22 tahun 2021. Kegiatan secara virtual tersebut dilaksanakan di ruang Sidang Lt.1, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Dihadiri oleh ketua dan para pengurus DWP UIN Maliki Malang.Kamis(9/12)
Dalam sambutannya, Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan selamat atas Hari Ulang Tahun(HUT) DWP yang ke-22 ini dan sekaligus memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya acara webinar nasional tersebut. Pasalnya, agenda webinar yang mengusung tema Membangun Ketahanan Perempuan Indonesia Melalui Kesehatan Mental dan Pemulihan bisnis UMKM itu memiliki konten pembahasan yang begitu selaras dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini khususnya yang dihadapi oleh kaum hawa/perempuan di segala aspek dalam masa pandemi covid-19.
Gus Yaqut, begitu sapaan akrabnya itu berharap di usia DWP yang cukup matang saat ini semoga bisa menorehkan prestasi dan lebih berkontribusi dalam pembangunan bangsa Indonesia, khususnya di bidang agama, sosial dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, demi menangani isu dan problem saat ini, terutama terkait gangguan kesehatan mental yang dominan dialami para remaja dan anak-anak dibawahnya, DWP Kemenag RI juga diharapkan lebih fokus dan intens terhadap permasalahan tersebut. Demikian juga soal pemulihan ekonomi dan bisnis UMKM maka DWP diharapkan mampu menjadi motor pemulihan ekonomi khususnya di sektor UMKM. Salah satu jalan keluarnya yakni dengan digitalisasi bisnis UMKM atau UMKM Group digital.
Sementara itu, menanggapi adanya webinar nasional sebagai wacana peringatan HUT DWP ke-22, ketua DWP UIN Maliki, Ny. Shofiyah Zainuddin sangat mengapresiasi kegiatan itu. Meskipun secara virtual karena memang situasi masih dalam pandemi covid-19 tetapi esensi dari agenda webinar itu sama sekali tidak berkurang. Justru menurut Bu Shofi sapaan akrabnya ini mensupport agar agenda seperti itu bisa dilakukan secara intens dengan topik yang berbeda-beda sesuai dengan isu hangat di masyarakat. Apalagi membahas soal gangguan kesehatan mental, ia beserta para pengurus dan anggota DWP UIN Maliki sangat antusias dan fokus dalam menyimak uraian materi webinar yang disampaikan oleh dr. Aisah Dahlan, CHt., CM., NLP. "Kami sangat tertarik untuk belajar dan mempelajari hal yang berkaitan dengan kesehatan mental, apalagi jika narasumbernya seperti dr. Aisah Dahlan, penjelasannya mudah dipahami oleh kaum ibu-ibu seusia kami ini", pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Universitas Islam negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) bekerja sama dengan Sekretariat jenderal DPR RI menyelenggarakan Seminar Nasional Parlemen Kampus 2021. Acara yang mengusung tema paradigma SDGs dalam tata kelola sampah itu bertempat di Hall Rektorat, Lt. 5, Gedung Ir. (HC) Soekarno.Rabu(8/12) .
Tidak tanggung-tanggung para narasumber yang hadir bukan sembarang tokoh namun beliau telah profesional, banyak berkiprah dan berkontribusi di bidangnya masing-masing, salah satu diantaranya yakni Luluk Nur Hamidah, M. Si, M. PA (anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB). Tampil energik dan begitu semangat sebagai narasumber pertama, Ia menyampaikan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan isu sampah. Mulai dari aktivitas pencemaran lingkungan hingga timbul penumpukan sampah yang berakibat terjadinya bencana, polusi, kerusakan ekosistem. Mbak Luluk, begitu sapaan akrabnya itu juga menyampaikan tentang pentingnya pengelolaan sampah seperti apa yang tertuang pada UU Nomor 18 tahun 2008. Secara ringkasnya, ia menyimpulkan bahwa pengelolaan sampah bisa dilakukan dengan memperhatikan tiga aspek, yakni sustainability, recovery dan economy.
Sedangkan jika dikaitkan tentang peran dan sinergi parlemen untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan SDGs, Mbak Luluk menjelaskan bahwa pihaknya sedang mensupport agar ada insentif fisikal berbasis ekologi untuk daerah-daerah. "Kami ini yang bersamaan NGO, berada di posisi sama dengan masyarakat sipil dan lainnya, meminta kementerian keuangan dan LHK bahwa sudah waktunya insentif fisikal itu berbasis ekologi bagi daerah-daerah", paparnya.
Ia menerangkan terkait insentif fisikal itu tidak hanya ditujukan kepada daerah yang berpotensi memiliki hutan, pantai, dll namun bisa diberikan kepada daerah yang meskipun tidak berpotensi tapi benar-benar berkomitmen untuk bisa menjaga dan menciptakan kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya. "Jadi sebenarnya kemajuan daerah itu tidak hanya dilihat dari bangunan infrastrukturnya saja namun lebih dari itu bisa diketahui juga dari kemampuan daerah dalam menjaga, merawat dan melestarikan kelangsungan hidup di lingkungan alam serta aslinnya", pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Universitas Islam negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) bekerja sama dengan Sekretariat jenderal DPR RI menyelenggarakan Seminar Nasional Parlemen Kampus 2021. Acara yang mengusung tema paradigma SDGs dalam tata kelola sampah itu bertempat di Hall Rektorat, Lt. 5, Gedung Ir. (HC) Soekarno.Rabu(8/12) .
Tidak tanggung-tanggung para narasumber yang hadir bukan sembarang tokoh namun beliau telah profesional, banyak berkiprah dan berkontribusi di bidangnya masing-masing, salah satu diantaranya yakni Luluk Nur Hamidah, M. Si, M. PA (anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB). Tampil energik dan begitu semangat sebagai narasumber pertama, Ia menyampaikan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan isu sampah. Mulai dari aktivitas pencemaran lingkungan hingga timbul penumpukan sampah yang berakibat terjadinya bencana, polusi, kerusakan ekosistem. Mbak Luluk, begitu sapaan akrabnya itu juga menyampaikan tentang pentingnya pengelolaan sampah seperti apa yang tertuang pada UU Nomor 18 tahun 2008. Secara ringkasnya, ia menyimpulkan bahwa pengelolaan sampah bisa dilakukan dengan memperhatikan tiga aspek, yakni sustainability, recovery dan economy.
Sedangkan jika dikaitkan tentang peran dan sinergi parlemen untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan SDGs, Mbak Luluk menjelaskan bahwa pihaknya sedang mensupport agar ada insentif fisikal berbasis ekologi untuk daerah-daerah. "Kami ini yang bersamaan NGO, berada di posisi sama dengan masyarakat sipil dan lainnya, meminta kementerian keuangan dan LHK bahwa sudah waktunya insentif fisikal itu berbasis ekologi bagi daerah-daerah", paparnya.
Ia menerangkan terkait insentif fisikal itu tidak hanya ditujukan kepada daerah yang berpotensi memiliki hutan, pantai, dll namun bisa diberikan kepada daerah yang meskipun tidak berpotensi tapi benar-benar berkomitmen untuk bisa menjaga dan menciptakan kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya. "Jadi sebenarnya kemajuan daerah itu tidak hanya dilihat dari bangunan infrastrukturnya saja namun lebih dari itu bisa diketahui juga dari kemampuan daerah dalam menjaga, merawat dan melestarikan kelangsungan hidup di lingkungan alam serta aslinnya", pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menyelenggarakan agenda pembahasan dan perumusan kebijakan. Forum yang dihadiri oleh seluruh anggota senat UIN Maliki Malang, para jajaran rektorat, para guru besar, jajaran dekanat, dan para pimpinan unit-unit universitas ini berlangsung selama tiga hari, Senin-Rabu(6-8/12) di The Singhasari Resort: Hotel and Convention, Kota Batu. Senin(6/12)
Dalam sambutannya, ketua senat UIN Maliki Malang, Prof. Muhtadi Ridwan menyampaikan seberapa penting adanya forum yang tujuannya tidak lain seperti apa yang menjadi kegiatan di dalamnya, yakni melakukan pembahasan terkait segala hal yang harus dirumuskan bersama-sama untuk menentukan kebijakan senat demi kemajuan dan perkembangan institusi/lembaga. Oleh karena itu, Prof. Muhtadi begitu sapaan akrabnya pun mengajak kepada seluruh tamu undangan yang hadir untuk bisa fokus, bekerjasama, berfikir keras, tepat dan cerdas dalam usaha menyusun program-program terbaik yang nanti menjadi kebijakan senat.
Selaras dengan apa yang disampaikan ketua senat, dalam arahannya rektor UIN Maliki Malang, Prof. Zainuddin, MA pun juga menegaskan bahwa terselenggaranya forum dari senat itu begitu penting untuk diikuti oleh para jajaran pimpinan mulai dari rektorat, fakultas dan unit-unit universitas. Sehingga Prof. Zain sapaan akrabnya itu mengharapkan keseriusan dan komitmen para peserta dalam forum tersebut agar aktif berdiskusi, membahas dan memberikan masukan, pemikiran, ide-ide kreatif dan inovatif sehingga muncul rumusan terbaik yang menjadi kebijakan senat dalam wujud program-program tertentu. Dimana program tersebut bertujuan tidak lain untuk melakukan regulasi, perubahan, perbaikan demi kemajuan dan pengembangan lembaga atau institusi.
"Semoga melalui forum yang penting ini, kita semua bisa bersinergi untuk mewujudkan visi universitas dengan menyesuaikan roadmap yang sedang berjalan hingga menghasilkan program kebijakan yang bisa dijalankan oleh rektor", pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Prof. Nur Syam, M. Si sebagai narasumber menjelaskan tentang peluang dan tantangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Era revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Profesor pendiri sekaligus Direktur Nur Syam Center, Surabaya itu menyatakan bahwa kehidupan di era milenial ini dimulai dari kolaborasi sehingga bagi siapapun yang mampu berkolaborasi di berbagai aspek/lini maka dialah yang bisa menguasai.(ptt)
HUMAS-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ( UIN Maliki) menjadi tempat pelaksanaan Tes SELEKSI KOMPETENSI BIDANG(SKB) bagi Calon Pegawai negeri Sipil (CPNS) Tahun 2021. Lokasi ujian yang berlangsung selama lima hari kedepan Minggu-Kamis(5-9/12) berada di Gedung B dengan menggunakan beberapa ruang kelas yang telah disetting sedemikian rupa sehingga memang sangat memadai dan telah memenuhi standar pelaksanaan tes SKB tersebut.Minggu(5/12)
Pemeriksaan Dokumen kelengkapan oleh panitia
Fasilitas ruang tes SKB yang telah disediakan oleh panita terdiri dari Ruang Kesekretariatan (1 ruang), Ruang Penguji( 5 ruang), Ruang ujian peserta (3 ruang), dan Ruang tunggu peserta (2 ruang). Selain menyediakan ruang tes yang memadai, tim panitia pelaksana tes SKB di kampus yang berlogo Ulul Albab itu juga menerapkan protokol kesehatan covid-19 secara ketat. Berikut adalah alur bagi peserta tes yang akan mengikuti ujian tes SKB, yakni pertama peserta yang baru datang dipersilahkan segera mencuci tangan dengan sabun dan air bersih tempatnya telah disediakan oleh panitia. Kedua peserta wajib dicek suhu badannya. Ketiga, peserta melakukan registrasi dengan memeriksa segala berkas kelengkapan persyaratan tes. Keempat, peserta menitipkan barang bawaan yang tidak diperlukan saat tes SKB berlangsung. Kelima, peserta dipersilahkan masuk ke ruang tunggu (steril) sambil menunggu gilirannya untuk masuk ke ruang ujian. Sebagai antisipasi dan siaga covid-19, panitia pelaksana juga menyediakan ruang khusus yakni ruang isolasi yang difungsikan untuk para peserta yang mungkin terindikasi covid dan atau memiliki masalah kesehatan ringan, misal: mendadak pusing, demam, kelelahan, sakit perut, dsb.
Sedangkan untuk pelaksanaan ujian dari tes SKB CPNS terbagi menjadi tiga sesi, yakni dimulai dari sesi ujian praktek kerja pada hari Minggu-Senin(5-6), kemudian lanjut sesi ujian wawancara/interview pada hari Selasa-Rabu(7-8) dan sesi yang terakhir adalah ujian tes psikologi (psikotes) pada hari Kamis(9/12).
Hadir di lokasi kegiatan tes SKB sekaligus meninjau langsung pelaksanaan ujiannya, yakni Wakil Rektor bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Maliki Malang, Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S. Ag, M. Si, Kabiro AUPK, Drs. Mahfudz Shodar, M.Ag, didampingi perwakilan Unit keuangan, Unit OKH dan tim panitia pelaksana.(ptt)
Ketua Senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag dari Kanan, Prof. Nur Syam, M. Si dab Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A. dalam acara Forum Perumusan Kebijakan Senat
HUMAS-Senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menyelenggarakan agenda pembahasan dan perumusan kebijakan. Forum yang dihadiri oleh seluruh anggota senat UIN Maliki Malang, para jajaran rektorat, para guru besar, jajaran dekanat, dan para pimpinan unit-unit universitas ini berlangsung selama tiga hari, Senin-Rabu(6-8/12) di The Singhasari Resort: Hotel and Convention, Kota Batu. Senin(6/12)
Dalam sambutannya, ketua senat UIN Maliki Malang, Prof. Muhtadi Ridwan menyampaikan seberapa penting adanya forum yang tujuannya tidak lain seperti apa yang menjadi kegiatan di dalamnya, yakni melakukan pembahasan terkait segala hal yang harus dirumuskan bersama-sama untuk menentukan kebijakan senat demi kemajuan dan perkembangan institusi/lembaga. Oleh karena itu, Prof. Muhtadi begitu sapaan akrabnya pun mengajak kepada seluruh tamu undangan yang hadir untuk bisa fokus, bekerjasama, berfikir keras, tepat dan cerdas dalam usaha menyusun program-program terbaik yang nanti menjadi kebijakan senat.
Selaras dengan apa yang disampaikan ketua senat, dalam arahannya rektor UIN Maliki Malang, Prof. Zainuddin, MA pun juga menegaskan bahwa terselenggaranya forum dari senat itu begitu penting untuk diikuti oleh para jajaran pimpinan mulai dari rektorat, fakultas dan unit-unit universitas. Sehingga Prof. Zain sapaan akrabnya itu mengharapkan keseriusan dan komitmen para peserta dalam forum tersebut agar aktif berdiskusi, membahas dan memberikan masukan, pemikiran, ide-ide kreatif dan inovatif sehingga muncul rumusan terbaik yang menjadi kebijakan senat dalam wujud program-program tertentu. Dimana program tersebut bertujuan tidak lain untuk melakukan regulasi, perubahan, perbaikan demi kemajuan dan pengembangan lembaga atau institusi. "Semoga melalui forum yang penting ini, kita semua bisa bersinergi untuk mewujudkan visi universitas dengan menyesuaikan roadmap yang sedang berjalan hingga menghasilkan program kebijakan yang bisa dijalankan oleh rektor", pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Prof. Nur Syam, M. Si sebagai narasumber menjelaskan tentang peluang dan tantangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Era revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Profesor pendiri sekaligus direktur Nur Syam Center, Surabaya itu menyatakan bahwa kehidupan di era milenial ini dimulai dari kolaborasi sehingga bagi siapapun yang mampu berkolaborasi di berbagai aspek/lini maka dialah yang bisa menguasai.(ptt)